
Aby yang melihat Becca tertawa kini, merasa senang, lalu Ia kembali merangkul lengan istrinya sambil melihat ke arah Abdy yang kini tengah di marahi oleh Nabila.
Malam terus berlalu, setelah selesai makam malam. Aby berjalan ke arah ruangan tamu, Ia merasa hatinya sangat gelisah, Ia merasa seperti akan ada sesuatu hal yang buruk akan terjadi dengan keluarga. Namun Ia tak tau apa!.
Aby tak berenti berjalan kesana kemari. Abdy yang melihat Aby berjalan kesana -kemari, datang menghampirinya, lalu menyapanya.
"Bos, kenapa?" tanya Abdy.
Mendengar suara Abdy yang tiba -tiba membuat Aby sedikit terkejut.
"Abdy, kamu membuat aku terkejut." ucap Aby melihat ke arah adiknya.
Abdy tersenyum lalu berkata.
" Hehe, maaf, bos kalau membuatmu terkejut." Abdy tertawa cegegesan, duduk di kursi yang ada di ruangan tamu.
Abdy kembali bertanya. "Bos, kenapa? apa ada masalah di kantor?" tanya Abdy dengan menatap serius ke arah Aby.
Aby duduk di hadapan adiknya, lalu berkata. "Aku juga tak tau Dy. Aku merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi. felling aku mengatakan itu." setelah mengatakan itu Aby menarik nafasnya lalu membuangnya secara kasar.
Aby kembali berkata. "Bagaimana apa kamu telah menhubungi Hans?" tanya Aby melihat ke arah Abdy.
Abdy yang mengerti maksud dari kakaknya, segera menjawab.
"Sudah, aku telah menghubunginya semalam, dan katanya dua atau tiga hari body guard itu akan siap." Abdy menjelaskan.
Aby yang mendegar itu, merasa sedikit senang, karna beban fikirannya sedikit teratasi.
Aby pun berkata. "Baiklah, aku ke atas dulu, kakak iparmu tengah menantiku." Menepuk pelan bahu Abdy lalu berjalan ke arah tangga untuk naik ke lantai atas, dimana arah letak kamarnya.
Setelah Aby pergi. Abdy mengeluarkan Hapenya, lalu menghubungi nomor Lisa.
Setelah sambungan telponnya tersambung, dengan segera Aby berkata.
"Apa, kamu uda tidur?" tanya Abdy pelan.
__ADS_1
Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy menjawab.
Hem, aku tak bisa tidur Dy, memikirkan masalah yang tak kungjung usai ini. Setelah mengatakan itu Lisa menarik nafasnya, terdengar jelas di dalam telpon.
"Apa aku, mengganggumu?" tanya Abdy kembali.
Kamu tak mengganguku, justru aku senang, kamu menelponku. dari tadi aku ingin menelponmu, tapi aku takut menggangumu. jawab Lisa pelan.
Aby tertawa pelan ketika mendengar kata yang di ucapkan Lisa padanya. Aby berangjak dari duduknya lalu berjalan menuju arah kamarnya, kemudian masuk. Setelah sampai di dekat tempat tidurnya. Abdy melempar tubuhnya naik di atas kasur.
"He, eum." suara Abdy ketika tubuhnya terkapar di atas tempat tidur.
Lisa yang mendengar itu berkata.
Kamu sedang apa Dy? itu tadi suara kamu kan? dan sekarang kamu ada dimana?. tanya Lisa pelan.
Mendengar pertanyaan Lisa. Abdy tertawa. "Aku ada dirumah, dan tadi aku melompat naik di atas tempat tidur. Jadi suaranya terdengar kaya gitu. Kamu jangan berfikir aneh -aneh ya." Abdy mengeluarkan nada suara menggombal.
Mendengar itu Lisa tertawa dari balik telpon, Lisa pun berkata.
Aby menggaruk dahinya, sambil tersenyum di atas tempat tidurnya, lalu Ia kembali berkata.
"Jadi, selama ini kamu mengangap aku sebagai teman dan sahabat kamu? aku berfikir, selama ini kamu memiliki perasaan yang sama sepertiku." Abdy terdiam sejenak ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar tak ada jawaban dari balik telpon. Yang Ia dengar hanya suara nafas Lisa yang keluar secara teratur. Abdy tertawa lepas.
"Ha, ha, ha, Lisa, kamu jangan mengangap yang aku katakan benar adanya. Aku hanya bercanda." setelah mengatakan itu Abdy kembali tertawa melebar.
Di balik telpon, Lisa mendengus kesal dengan apa yang tengah di lakukan Abdy padanya. Tampa berkata apapun Lisa, langsung mematikan Hapenya secara sepihak.
Setelah mematikan telponnya, Lisa berkata sendiri di dalam kamarnya dengan melihat ke langit -langit kamarnya.
"Andai saja, kamu tau Dy! kalau saat ini, aku telah jatuh cinta padamu. Aku merasa begitu sangat nyaman saat bersamamu." menepuk bantal "Ya, walaupun aku tau kalau kamu itu tipe pemuda yang sering membuat PHP in anak gadis orang. Namun aku tau, kalau kamu itu pemuda yang sangat baik dan pengertian." Setelah mengatakan itu Lisa menarik selimutnya, menyelimuti seluruh tubuhnya hingga akhirnya Ia terlelap.
Sementara Abdy tak berenti menatap layar Hapenya, ketika Lisa mematikan sambungan telponnya secara sepihak. Abdy tersenyum sendiri sambil memeluk bantal guling yang ada di sampinnya. Abdy pun berkata.
__ADS_1
"Andai saja ya Lis, kamu mengetahui isi dari hatiku ini. Jujur aku sangat menyukaimu dari awal kita bertemu di pesawat. Bukan karna kasihan, melainkan aku mulai mengagumimu saat kamu ingin mencari kebenaran tentang tunanganmu, hingga akhirnya aku benar -benar merasakan rasa itu. banyak gadis -gadis yang pernah aku ajak berkencang. Namun hanya dirimu yang bisa membuatku merasakan rasa itu? munggkingkah ini yang namanya jatuh cinta? Ada rasa cemburu ketika melihatmu memikirkan orang lain. Aku merasa tersakiti jika melihatmu meneteskan air mata. Dan akan selalu mengatakan kata maaf jika aku melakukan kesalah. Seperti yangku lakukan padamu tadi siang." setelah mengatakan itu Abdy kembali melihat layar Hapenya lalu membuka galeri potonya.
Abdy mulai menggeser -geser layar Hapenya dan mendapatkan poto bersama Lisa, waktu berada di Sydney. Cukup lama Abdy menatap potonya bersama Lisa. Hingga akhirnya Ia berfikir akan menjadikan poto itu sebagai walfaper layar Hapenya.
****
Aby berjalan masuk ke dalam kamarnya. Namun tak mendapatkan Becca di dalam.
"Sayang." panggi Aby pelan. Namun tak ada yang menyahuti panggilannya.
Aby berjalan ke arah kamar mandi, lalu membuka pintu. Namun lagi Aby tak menemukan keberadaan istrinya.
"Sayang." panggil Aby lagi.
Aby mulai sedikit panik ketika tak mendapati istrinya di sudut ruangan manapun yang ada di dalam kamarnya. Hingga akhirnya Ia memutuskan keluar dari kamar untuk mencari keberadaan istrinya.
Aby berjalan ke arah teras rumah orangtuanya yang berada di atas lantai dua. Di sana Aby mulai mencari keberadaan Becca.
Kepanikan Aby menghilang ketika melihat Becca tengah duduk di atas ayunan gantung, yang biasa di tempati Nabila dan Doni bersantai ketika sedang ada di rumah.
Aby berjalan ke arah Becca yang kini tengah melamun seorang diri.
Setelah sampai di hadapan istrinya. Aby mengelus lembut kepala Becca, lalu berkata.
"Sayang kamu di sini? dari tadi aku mencarimu." setelah mengatakan itu Aby duduk di samping istrinya...
*
Bersambung...
*
*
Reader kesayanganku, Hari Minggu aku ngak Up ya. Namun akan tetap Up di hari sening.
__ADS_1
Salam hangatku untuk kalian semua pembaca setiakuπ. Dan semoga kita semua selalu berada dalam lingdungan Allah. SWT. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalangkangnya. πππ