
"Abyyyyyyy," Teriak Becca.
Becca pun berjalan ke arah Aby. Namun belum sempat Becca sampai, Aby telah berdiri dan berlari menuju ruang tamu. Becca pun berlari mengejarnya. Sesekali Aby berbalik ke arah Becca dan berkata.
"Tangkap aku kalau kamu bisa."
"Aby, awas kamu,kalau aku menangkapmu aku akan jadikan kamu perkedel," Teriak Becca pada Aby.
Aby pun berlari mengelilingi meja sofa yang ada di ruang tamu, sementra Becca tak berenti mengejarnya sambil membawa bantal kursi.
"Aby berenti."
Namun Aby tak menghiraukan teriakan Becca.Aby terus berlari hingga suara telpon Aby menghentikan larinya. Aby pun berbalik melihat ke arah Becca sambil menaikan tangannya memberi tanda kepada Becca agar berhenti lari. Namun Aby terlambat, Becca terlanjur berlari ke arahnya hingga akhirnya Becca terjatuh di atas tubuh Aby.
Bukkkk, Suara Becca menabrak tubuh Aby. Mereka berdua jatuh dan tergeletak di lantai. Becca terjatuh di atas tubuh Aby, dan itu membuat mereka berdua saling bertatap mata. Aby merasa ada yang aneh ketika menatap bola mata Becca,ada yang berbeda yang di rasakan Aby saat ini begitu pun dengan Becca. Jangtung keduanya berdetak sangat kencang bahkan Aby dan Becca merasakan detak satu sama lain.
__ADS_1
Cukup lama mereka saling tatap menatap, sampai tak menyadari ke datangan Abdy. Abdy pun berjalan masuk tak mengetuk pintu terlebih dahulu karna itu sudah menjadi kebiasaanya ketika berkunjung ke Apartmens Aby.
Abdy masuk dan berjalan ke arah sofa. Abdy tersenyum senang melihat ke duanya terbaring di lantai dengan saling tata menatap. Cukup lama Abdy melihat ke duanya hingga akhirnya Abdy lelah sendiri melihatnya, Abdy pun buka suara lalu berkata.
"Bos,tatap menatapnya nanti di lanjutkan di dalam kamar."
Suara Abdy mengagetkan keduanya,dengan segera Becca bangun dari atas tubuh Aby lalu berjalan masuk ke dalam kamar, Becca tak mau kalau Abdy mengetahui kalau mereka tidur di kamar yang berbeda. Setelah Becca masuk ke dalam kamarnya Aby pun bangun lalu melihat ke arah Abdy. Melihat Aby terbangun,Abdy pun mulai meledeknya.
"Bos, ngapain tiduran di lantai bersama kakak ipar?,apa semalam masih kurang?."
"Ini semua karna telpon dari kamu."
"Tapi, Bos,suka kan," Ucap Abdy sambil menaikkan alisnya.
"Aaaa, sudahlah, jelaskan kenapa kamu menelponku?."
__ADS_1
"Aku menelpon bos, aku ingin menanyakan nama lengkap kakak ipar, karna rencana hari ini aku ingin mendaftarkan kakak ipar di kampus ternama yang ada di kota kita ini, tapi bos tak menjawab akhirnya aku ke naik ke sini, karna dari tadi aku ada di bawah menunggu bos turun," Ucap Abdy menjelaskan.
"Baik lah, tunggu aku sebetar aku akan masuk mengambil berkas identitas Becca yang telah ku buat semalam."
Aby pun berjalan masuk ke dalam kamarnya, dan melihat Becca sedang memeluk lututnya sambil tertunduk di atas tempat tidurnya. Aby pun berjalan mendekat ke arah tempat tidurnya lalu membuka laci meja yang ada di samping tempat tidurnya. Aby memeriksa berkas yang ada di tangannya sambil melihat ke arah Becca.
"Kamu kenapa?," Tanya Aby.
"Aku tidak kenapa -napa." Menjawab tampa melihat ke arah Aby.
"Hari ini, Abdy akan pergi mencari kampus terbaik untukmu,apa kamu mau ikut bersamanya?."
"Apakah boleh?, kalau boleh, aku akan ikut dengannya sekaligus jalan -jalan di kotamu."
" Tentu saja boleh, bersiapklah,sebentar lagi kalian akan pergi."
__ADS_1