
Setelah mengatakan itu pada suaminya. Becca melihat ke arah
Tina, lalu berkata. “Kami berdua gabung dengan pelanggan yang lainnya saja.” Setelah
mengatakan itu Becca mengajak Aby duduk di bagian air mancur yang ada di dalam
Restorand milik orang tuanya.
Becca menggandeng mesra tangan Aby berjalan ke arah meja
yang ada di dekat air mancur, tampa memperdulikan orang-orang yang melihat ke
arahnya mereka berdua. Bagi Becca biarkan mereka melihat yang ingin mereka
lihat, asal tidak mengusik kebahagian yang tengah Ia rasakan saat ini.
Setelah sampai di dekat meja, Aby menarik kursi untuk istrinya duduk. Melihat
suaminya menarik kursi untuknya, Becca tersenyum, lalu berkata. “Terimakaish
sayang” tersenyum manis melihat ke arah Aby.
Setelah keduanya duduk. Manajer Restorand menghampiri mereka
berdua. Lalu berkata “Tuan dan Nyonya ingin makan apa?” tersenyum “Biar aku
menyuh chef executive menyiapakan
semua yang ingin anda makan.”
Mendengar itu Becca tersenyum lalu berkata, “Aku tidak ingin
makan makanan yang berat.” Melihat ke arah Aby “Aku hanya ingin makan es krim
belgia yang berbentuk boneka, yang dilumuri dengan lelehan vanila. Emm, itu
pasti sangat lezat.” Becca mengjilati bibirnya ketika mengatakan itu. Dan itu
membuat Aby tersenyum melihat ke arahnya.
Setelah pegawai Restorand, pergi meninggalkan mereka berdua.
Becca duduk di ikuti oleh Aby. Sambil menunggu kedatangan Es krimnya, Becca
isin pada Aby untuk mrlihat sekeliling Restorandnya.
“Sayang, aku mau melihat sekitar dalam Restorand.” Setelah mengatakan
itu Becca berangjak dari duduknya, lalu mulai berjalan-jalan.
Sementara Aby tinggal duduk sambil melihat majalah yang
tersedia di atas mejanya.
Becca mulai melihat sekeliling, namun tampa sengaja Becca
menabrak seorang gadis yang berpenampilan sangat seksi dan cantik.
“Maaf, Nona, aku tak sengaja.” Melihat ke arah wajah gadis
yang ada di hadapannya.
Sementara gadis yang di tabrak Becca, terlihat sangat kesal,
karna merasa sangat kesal, gadis itu menatap tajam ke arah wajah Becca. Gadis itu
juga melihat penampilan Becca mulai dari ujung kaki, hingga ujung kepala. Gadis
itu terlihat sangat sombong dan angkuh terlihat jelas dari caranya menatap ke
arah wajah Becca.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum sinis, lalu berkata. “Apa restoran ini,
membiarkan gelandangan masuk?” Melipat tangan di dadanya “Dan kamu?” menunjuk
wajah Becca “Apa yang membawamu bisa masuk ke sini? Apa kamu tau? Berapa harga
setiap makanan yang ada di dalam Restorand ini?” tersenyum sinis melihat ke
arah Becca.
Becca yang mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya
kembali berkata. “Maaf Nona, aku tak sengaja menabrak anda, jika Nona beredia
memaafkan saya, saya yang akan membayar semua makanan yang Nona makan.” Becca
tersenyum manis ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar ucapan Becca, gadis itu tertawa melebar, dan itu
membuat pengunjung yang ada di dalam Restorand melihat ke arah mereka bedua.
“Apa! Kamu ingin membayar makanan yang aku makan?” tersenyum
sinis “Ngak salah? Baju kamu seperti ini, ingin membayar semua makanan yang aku
makan.” Menunjukk pakaian yang Becca kenakan, mulai dari atas hingga ke bawah. “Dengar
semua, wanita ini ingin membayar semua makanan yang akan aku makan.” Mempermalukan,
melihat ke arah pengunjung Restorand, lalu kembali melihat ke arah Becca yang
kini tengah mulai sedikit kesal.
Mendengar suara ribut-ribut, Aby dan juga Menejer Restorand
berjalan ke arah suara ribut tersebut. Namun dengan segera menejer Restoran
berlari ke arah suara ribut tersebut.
Mendengar pertanyaan itu, gadis itupun berkata. “Anda
Manajer Restorand ini?” melihat ke arah pria yang baru saja bertanya kepadanya.
“Iya benar Nona, kalau boleh aya tau, apa yang sebenarnya
terjadi di sisni? Dan anad Nyonya?” melihat ke arah Becca yang kini terlihat
santai.
Mendengar pertanyaan pertanyaan Manajer Restorand, dengan
gadis itu berkata. “Apakah di Restorand mewah ini, menerima gelandangan?”
menatap sinis ke arah Becca.
Dengan segera Menejer Restorand itu berkata. “Tentu tidak
Nona, kami tak akan membiarkan itu terjadi.” Berkata hormat.
“Lalu wanita ini?” melihat ke arah Becca “kenapa wanita ini
bisa berada di dalam Restorand mewah ini?” dengan nada sinis.
Mendengar ucapan gadis itu, Manajer Restorand itu berkata. “Maksud
anda?” menyengitkan dahi “Wanita mana yang anda sebut gelandangan?” melihat
sekeliling.
Dengan santainya wanita itu melihat ke arah Becca lalu
__ADS_1
berkata. “ Dia” menunjuk wajah Becca.
Mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya, Manajer
Restorand tersebut sangat syok dan terkejut, melihat ke arah Becca yang kini
tengah berdiri di sampinngnya. Manajer Restorand itu ingin berbicara, Namun
sebuah suara mengangetkan wanita itu.
“Sayang.” Melingkarkan tangan di perut Becca “Kenapa kamu terlalu
lama di sini? Es krim kamu udah hampir meleleh. Dan ada apa ini?” Melihat ke
arah gadis yang ada di hadapannya, lalu melihat ke arah Manajer Restorand.
Melihat pemuda yang tengah melingkarkan tangan di perut
wanita yang tengah Ia hina, dan melihat pakaian yang sama, Namun dimatanya
pemuda itu terlihat keren dan juga familiar bagi gadis itu. Gadis itu
menyengitkan dahi, sambil mengingat-ingat pemuda tampan yang tengah
melingkarkan tangannya di perut wanita yang ada di hadapannya.
“Aby, kamu Aby Atmaja kan?” tersenyum senang melihat ke arah
Aby yang kini tengah melihat ke arah istrinya.
Mendengar namanya di sebut, Aby melihat ke arah gadis itu,
lalu berkata. “Maaf, anda siapa? Apa anda mengenalku?” Aby menyengitkan dahi
melihat ke arah wanita yang ada di hadapannya.
“Kamu benar Aby kan?” kembali bertanya.
“Benar, tapi anda siapa? Aku tak mengenalmu.”
Mendengar ucapan Aby, gadis itu mendekat ingin memeluk Aby
sambil berkata. “Oh, asataga Aby, ini Aku Sameera. Apa kamu sudah lupa
denganku?” tersenyum manis.
Melihat gadis itu ingin memeluk Aby, dengan segera Becca
berkata. “Jangan menyentuh suamiku.” Becca mengeluarkan nada datarnya.
Mendengar kata yang keluar dari mulut wanita yang ada di
samping Aby. Sameera nampak sangat kerkejut, lalu berkata. “Apa! Suami?”
melihat ke arah Aby.
Mendengar ucapan Sameera, dengan segera Becca berkata. “Iya,
Aby Atmaja adalah suamiku, kenapa? Apa ada yang salah dengan itu?” tersenyum
melihat ke arah Sameera. “Dan satu lagi, aku bukan gelandangan seperti yang
kamu bilang, apa kamu tau siapa aku?” tersenyum melihat ke arah Menejer
Restorand.
Mengerti dengan tatapan Rebecca, Menejer Restorand itu
melihat ke arah Sameera, lalu berkata. “Maaf Nona anda telah salah, sebenarnya
Nyonya yang anda sebut gelandangan adalah pemilik dari Restorand ini.” Menjelaskan.
__ADS_1
Mendengar kata gelandangankeluar dari orang yang ada di
hadapannya, Aby pun berkata...