
Aby melepas pautan bibirnya dengan bibir Becca. Setelah itu Ia mengendong tubuh Becca ala bridal style menuju arah tempat tidur. Dan tangan Becca melingkar di leher Aby dengan senyuman lembut menghias di bibirnya.
Aby merebahkan tubuh Becca dengan lembut, lalu kembali mengecup lembut bibir Becca. Hingga akhirnya mereka menikmati malam yang penuh dengan cinta bersama.
Kini Becca melupakan kalau saat ini, Ia tengah menghadiri acara pernikahan Arlin dan Arka temannya. Dan mulai sibuk dengan dunianya bersama Aby di dalam kamar Hotel mereka.
Hingga pagi Becca tak berangjak dari tempat tidur. Ia masih nyaman tidur dalam dekapan suaminya. Ia merasa, ingin menikmati harinya hanya begitu saja, berada dalam dekapan Aby. Dan tak ingin melakukan apa -apa.
Matahari semakin meninggi. Namun Becca semakin membenamkan wajahnya di dada bidang Aby dan tak ingin bangun.
Aby terbangun dari tidurnya dan mendapati istrinya masih setia membenamkan wajahnya di dadanya.
Aby mengecup lembut dahi Becca lalu berkata. "Pagi sayang."
" Hem." Becca yang biasa selalu menjawab ucapan suaminya kini hanya berdeheman saja.
Becca merasa hari ini Ia hanya ingin bermalasan -malasan saja. Tak ingin melakukan apapun. Namun setelah beberapa saat pintu kamar mereka di ketuk dari luar.
__ADS_1
Tok, tok, tok.
Suara pintu kamar di ketok. Mendengar suara pintu kamarnya di ketuk, Dengan segera Aby bangun lalu mengenakan pakaian, setelah itu Ia berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
Setelah pintu di buka oleh Aby. Namun Aby hanya membuka pintu kamarnya setengah, karna saat ini Becca masih berada di dalam balutan selimut. Terlihat Arka dan Arlin berdiri di hadapan pintu kamar mereka.
Arlin pun bertanya setelah melihat Aby membuka pintu kamarnya.
"Beccanya udah bangun?" tanya Arlin tersenyum.
"Becca masih tidur." Kata Aby pelan.
Arlin pun berkata. "Baiklah setelah Ia bangun, tolong segera menghubungiku, ada sesuatu yang ingin ku katakan padanya, Dan terimakasih sebelumnya, untuk anda karna telah membantu kami."
Arlin tersenyum pada Aby setelah mengatakan itu begitupun dengan Arka. "Kalau begitu kami akan kembali setelah Becca terbangun nantinya. Sekali lagi terimakasih banyak."
Setelah mengatakan itu Arlin dan Arka kembali ke arah kamar mereka. Sementara Aby menutup pintu kamarnya, lalu berjalan ke arah tempat tidur dimana ada Becca sedang membungkus tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
"Sayang." Aby menarik hidung mancung Becca, berharapa Ia akan bangun dari tempat tidur.
Becca yang ditarik hidungnya malah menutup wajahnya dengan bantal, tak mau tergangu dengan tingkah koyol Aby.
Aby mengambil bantal dari wajah Becca lalu kembali melakukan tingkah koyolnya. Aby menggigit pelan hindung Becca dan itu membuat Becca berteriak karna merasa kesakitan.
"Ao, Aby sakit tau." Berkata manja. Becca pun bangun dengan memegan hidungnya yang kini nampak merah, karna ulah Aby.
Aby hany tersenyum melihat istrinya. Lalu Ia pun turun dari tempat tidur. Namum sebelum Ia turun Aby mengankat tubuh polos Becca masuk kedalam kamar mandi.
"Aby. Aku tak mau mandi." Rengek Becca sewaktu berada dalam gendongan Aby.
Aby menyengitkan dahinya bingun. Karna ini pertama kalinya Becca malas mandi, dan malas bangun dari tempat tidur.
"Mandi dulu sayang, kamu sangat bauk. Semalaman berolaga denganku. Apa kamu tak merasa seluruh badan kamu lengket?" Aby memasukkan Becca ke dalam bak mandi, setelah itu Ia menguyur seluruh tubuh Becca dengan air yang mengalir dari shower.
Becca hanya terdiam sewaktu Aby menyiram seluruh tubuhnya. Dan itu membuat Aby bertanya -tanya. Apa yang terjadi dengan istrinya.
__ADS_1