
Dengan wajah sedikit kesal Becca keluar dari dalam rumahnya,
lalu berjalan ke arah mobil lalu masuk. Becca pergi ke butiq di temani oleh
supir dan Body Guard kepercayaan Daddynya. Di dalam mobil yang membawanya,
Becca hanya bermain hape karna merasa sangat suntuk karna Body Guard yang
menemani saat ini begitu sangat membosangkan.
Setiap kali Becca bertanya hanya ada satu kata yang selalu
keluar dari mulut pria yang tengah duduk di sampin supir tersebut.
“Baik Nona.” Hanya itu kata yang selalu Ia ucapkan dan itu
membuat Becca merasa sangat bosan.
Becca menarik napasnya, lalu membuangnya secara perlahan. Ketika
panggilannya tak di jawab oleh Aby, dengan kesal Becca melempar hapenya ke sampin
tempat duduk yang tengah Ia tempati, lalu mengelus lembut perutnya sambil
berkata.
“Sayang tak ada yang peduli dengan kita berdua. Ayah dan
kakekmu tak, mereka berdua tak memperdulikan kita berdua.” Becca menghembuskan
napasnya kasar ketika selesai mengatakan itu.
Dan tiba-tiba mobil yang Becca tumpangi di salib oleh sebuah
mobil hitam. Otomatis mobil yang Becca tumpangi trhenti secara mendadak. Dan itu
membuat Becca berdiru sedikit dari tempat duduknya dan itu membuat perutnya
terbentur di belakan sandaran kursi kemudi.
“Ahh, sakit!” Becca meringgis kesakitan sambil memegan
perutnya yang terasa sakit.
Mendengar suara putri majikannya meringgis, dengan segera
Body Guadnya yang ikut dengan berbalik melihat ke arah Becca.
“Nona, apa anda baik-baik saja?” Body Guard itu terlihat
panik ketika melihat putri majikannya kini tengah meringgis kesakitan duduk di
belakang sambil memegan perutnya.
“Ahh, sakit!” Becca kembali meringgis “Segera bawa aku ke
rumah sakit. Ah” meringgis “Dan tolong
segera hubungi suamiku.”
Pintu mobil yang menyalib mobil Becca tumpangi, terbuka dan
turun tiga pemuda kekar, semuanya mengenakan masker jadi sulit untuk Body Guard
Becca mengenali wajah mereka.
Sementara supir yang mengendarai mobil Becca mengerti kalau
saat ini keselamatan putri dari majikannya dalam keadaan berbahaya. Tampa mendapat
perintah dari Body Guard yang ada di sampinnya yang kini tengah menegeluarkan
pistolnya. Langsun memutar arah laju mobilnya dan terjadilah kejar-kejaran
antara mobil Becca dan mobil hitam tersebut.
Sesekali orang yang berada di dalam mobil hitam itu menembak
ke arah mobil yang tengah Becca tumpangi. Dan itu membuat Becca merasa sangat
terkejut.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?” Becca berbalik melihah ke arah mobil
hitam yang berada di belakan mobilnya sambil memegan perutnya yang terasa
begitu sangat sakit.
“Nona” kita di serang oleh beberapa orang yang tidak kita kenal.” Body Guard Becca
menjelaskan.
Mendengar itu Becca merasa sangat terkejut, tampa bertanya
dan berpikir panjang Becca mengambil hapenya yang terjatuh di lantai dalam
mobil.
“Aoo, sakit.” Becca kembali meringgis kesakitan ketika
mengambil hapenya yang tergeletak di lantai mobilnya.
Setelah Hapenya berhasil di raih, dengan segera Becca
mencari nomor suaminya lalu menghubunginya.
“Ao, angkat Aby, angkat telponku.” Becca terlihat sangat
cemas ketika penggilan telponnya tak di jawab oleh Aby.
“Ah.” Becca mematikan telponnya lalu kembali menghubungi
nomor suaminya.
Sementara Aby di rumah bersama dengan Mertuanya mulai merasa
begitu sangat gelisah karna kepikiran dengan istrinya.
Hamish yang melihat menantunya terlihat sangat gelisa dan
mulai tidak pokus denga apa yang dia kerjakan berkata.
“Pergilah, istrimu menantimu.” Hamish tersenyum melihat ke
arah Aby yang kini tengah duduk di hadapannya.
lalu berjalan ke arah pintu. Namun sebelum dia kaluar dari dalam ruangan yang
di tempatinya bersama Ayah mertuanya, Aby mencari keberadaan hapenya.
Aby pun mulai memerikasa semua kanton baju, jas dan juga
kanton celana. Namun tak menemukan bendah pipih itu. Aby pun memikirkan dimana
terakhir memegan hapenya.
“Aku meninggalkannya di ruang tamu.” Aby berjalan keluar
dari dalam ruangan kerja hamish lalu berjalan menuju arah ruang tamu dan di
sana memang hape Aby terletak.
Aby meraih Hapenya lalu menyalahkan layar hapenya dan
mendapati beberapa panggilan tak terjawab dari istrinya. Tampa banyak berpikr
Aby lansung menghubungi nomor istrinya, setelah sambungan telponnya tersambung,
belum sempat Aby berkta halo, Becca mendahuluinya.
“Aby, hiks, hiks, hiks, tolong aku dan bayi kita**” Becca menangis
ketika mengatakan itu.
Karna situasinya sangatlah genting dan itu membuta Becca tak
berhenti menangis ketika mobil yang di tumpanginya mulai menanjaki jalan yang
berliku sampin kiri dan kanan hanya ada tebing yang curang.
Mendengar suara tangisan istrinya Aby sangat syok dan
terkejut, karna terlalu terkejut tampa sengaja Aby berteriak.
__ADS_1
“Katakan sekarang kamu berada di mana?” Aby berteriak ketika
mengatakan itu.
Hamish yang mendengar suara teriakan Aby berlari keluar dari
dalam ruangannya, lalu berlari menghampiri Aby di ruangan tamu.
“Ada apa Aby?” hamish bertanya ketika telah berada di sampin
Menantunya.
Aby melihat ke arah Hamish lalu berkata. “Ada mobil yang
tengah mengejar mobil Becca Dad, dan sekarang mereka masih mengejarnya.” Aby menjelaskan.
“Aby tolong aku, perutku sangat sakit. hiks, hiks.” Becca
tak berhenti menangis dari balik telpon.
“Sayang kamu tenang,” Aby menenangkan istrinya, meskipun
sebenarnya dirinya merasa begitu sangat ketakutan terjadi hal yang buruk dengan
istri dan calon anaknya.
“Sayang, sekarang kamu kasih telponnya kepada Body Guard
yang bersamamu.” Aby meminta agar Becca memberikan telponnya kepada Body Guard
yang bersamanya karna Hamish yang meminta.
Sambil menelpon Hamish dan Aby berjalan ke arah mobilnya,
dan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk ikut bersamanya. Karna saat ini
putrinya sedang dalam bahaya.
Tampa mematikan telponnya Aby terus berbicara dengan Becca,
karna ingin mendengar apa saja yang tengah tejadi di sana. Sesekali Aby
mendengar suara tembakan dan itu membuat Aby merasa sangat panik, sementara
hamish memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri.
“Daddy cepat bawa mobilnya.” Aby melihat ke arah hamish yang
kini tengah pokus melajukan mobilnya menuju arah lokasi yang telah di kirim
oleh Body Guardnya.
Di dalam hati Aby tak berhenti berdoa untuk keselamatan
istri dan calon anaknya.
“Ya, Allah selamatkanlah istri dan calon anakku. Aku tak
ingin ada sesuatu hal buruk terjadi kepada mereka berdua. Mereka berdua adalah
hidupku.” Doa Aby dalamhati.
“Aby aku sangat mencitaimu. hiks, hiks, hiks.” Becca mengatakan
itu ketika mobilnya mulai memasukki tebing yang curang. “Maafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Aku sangat mencintaimu. Tut, tut,tut.”
Sambungan telpon Becca terputus setelah mengatakan semua itu dan itu membuat
Aby berteriak dari balik telpon.
“Halo, sayang, sayang kamu masih mendengarkanku.” Aby kembali
menghubungi nomor istrinya yang sudah tidak aktip lagi.
Bommm.
Dan tak jauh dari mobil hamish terdengar suara ledakan yang
terdengar begitu sangat dasyat. Mobil yang Becca tumpangi terjatuh ke dalam tebing
dan meledak...
__ADS_1
Apakah Becca akan meninggal?..
Nah para Readers ikutin terus ya cerita Cinta Aby^^.