Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 128


__ADS_3

Abdy berjalan masuk ke dalam kamarnya, sambil melepas satu persatu pakaian yang Ia kenakan. Sebenarnya Abdy merasa sangat lelah. Namun mengingat kalau saat ini Lisa tengah menginap di rumahnya. Abdy dengan segera, masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri, karna Ia ingin segera menemui Lisa.


Selesai dengan ritual mandinya, Abdy berjalan keluar dari dalam kamarnya.


Kemudian turun ke lantai dasar, dengan langkah sedikit cepat, dan senyuman jail mulai tersungging di bibirnya.


Abdy berjalan ke arah kamar tamu, dimana Lisa saat ini tengah berada di dalamnya.


Abdy menaikkan tangannya, ingin mengetuk pintu.


Namun, Ia urungkang, Hingga akhirnya Abdy memutar knop pintu dan membukanya secara pelan-pelan.


Abdy membulatkan matanya ketika melihat Lisa tengah memakai pakaian dalamnya satu persatu.


Abdy menelan salivanya ketika melihat semua itu.


Setelah menyaksikan semua itu Abdy menutup pelan pintu kamar yang di tempati Lisa.


Kemudian berjalan ke arah dapur, Karna Ia merasa tiba-tiba haus setelah menyaksikan pertujukan yang Ia lihat di dalam kamar yang tengah Lisa tempati.


Dengan langkah cepat Abdy berjalan ke arah dapur.


Sambil memikirkan apa yang baru saja Ia lihat.


Abdy membuka pintu kulkas, lalu mengambil sebotol air mineral, lalu meminumnya sampai tandas.


"Ah, mataku telah ternodai" duduk di bartender yang ada di dalam dapurnya "Ini pertama kalinya aku melihat gadis tak mengenakan pakaian sehelaipun." mengacak rambutnya "Ah, menyaksikan itu! membuatku ingin segera menikah" tersenyum sendiri.


Itulah Abdy, walaupun terkenal dengan sifat Play Boynya. Namun Ia bukanlah pemuda berengsek yang akan seenaknya melakukan hal melanggar agama. Bagi Abdy, berciuman dengan gadis yang Ia kencani itu adalah hal yang biasa. Namun untuk meIakuakan hal yang lebih, itu tidaklah berlaku dengannya. Karna Ia begitu sangat menghargai wanita. Baginya Ia akan melakukan hal itu, hanya dengan istrinya kelak.


Abdy bertopang dagu, di dalam dapur, memikirkan apa yang baru saja Ia lihat dan tak menyadari kalau saat ini Lisa tengah berjalan ke arahnya.


Dorrr.


Lisa memukul pelan pundak Abdy yang sedang asyik melamun.


"Lagi, mikirin apa sih?" tanya Lisa, tersenyum melihat ke arahnya.


"Mikirin kamu." ucapan itu keluar begitu saja dari mulut Abdy.

__ADS_1


"Apa! mikirin aku." menunjuk dirinya dengan tangannya "Ngak salah kamu mikirin aku." menarik kursi lalu duduk di hadapan Abdy.


Menyadari, kata yang keluar dari mulutnya, dengan segera Abdy berkata "Maaf, aku barusan bilang apa?" tertawa, berusaha menutupi kegugupannya "Saat ini aku banyak beban pikiran." berbohong, padahal sebenarnya Abdy berusa bersikap sewajar mungkin.


Lisa yang mendengar semua itu, terseyum menatap wajah Abdy yang terlihat nampak gugup, Lisa pun berkata.


"Kamu udah makan?" kembali menatap wajah Abdy. Namun tampa di segaja tatapan mata mereka berdua bertemu.


Cukup lama mereka berdua saling menatap. Hingga akhirnya Lisa membuang pandangannya ke arah botol kosong yang ada di tangan Abdy.


Lisa merasa begitu sangat aneh ketika tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Abdy.


Ada rasa yang berbeda yang tengah Ia rasakan, namun Ia tak tau rasa itu apa? Begitupun yang Abdy rasakan, Ia selalu merasa ada yang aneh dengan dirinya, ketika melihat mata sendu Lisa.


Abdy tersenyum, lalu berkata.


"Apa kamu ingin masak untukku?" tersenyum "Kalau Ia, coba kamu masak pasta untukku. Aku akan sangat senang jika kamu membuat makanan itu untukku."


Mendengar kata yang keluar dari mulut Abdy. Lisa pun berkata. "Tentu saja, aku bisa membuatnya untukmu" Setelah mengatakan itu


Lisa berangjak dari duduknya, lalu berjalan masuk kedalam dapur, untuk mulai memasak pasta untuk Abdy.


Lisa mulai dengan ritual masak-mesaknya. Sementara Abdy mulai sibuk dengan lamunannya sendiri.


Lisa yang mendapat perlakuan seperti itu dari Abdy, berkata.


"Sayang, kamu jangan mengganguku. Aku sedang memasak pasta untukmu." Lisa berbalik melihat ke arah Abdy, namun dengan segera Abdy mengecup lembut bibir Lisa.


Emua, emua, emua.


Abdy memonyongkang bibirnya, dan itu membuat Lisa mengerutkan keningnya.


"Abdy, Abdy. Halo" melambaikan tangan di depan wajah Abdy "Bibir kamu kenapa? monyong kaya gitu?" Lisa meletakkan pasta yang telah selesai Ia buat, di hadapan Abdy.


Abdy terkejut, ketika mendengar panggilan Lisa. Abdy tersadar dari lamunannya, Lalu melihat ke arah Lisa yang kini tengah berdiri di hadapannya sambil melihat ke arahnya.


"Ah, ternyata cuman lamunan saja, aku fikir yang baru saja terjadi adalah beneran." dengan nada suara pelan, namun masih bisa di dengar jelas oleh Lisa.


Mendengar kata yang keluar dari mulut Abdy.

__ADS_1


Lisa kembali mengerutkan dahinya.


Karna penasaran Lisa pun berkata.


"Memangnya yang tengah kamu lamunkan, apa?" melihat wajah Abdy yang terlihat menyimpang banyak rahasia.


Abdy melihat ke arah Lisa, lalu berkata. "Memangnya barusan aku bilang apa lagi?" tersenyum "Wah, benar-benar, aku terlalu banyak beban fikiran. Membuat aku berfikiran halu seperti ini." Setelah mengatakan itu Abdy mulai memasukakkan sendok, yang penuh dengan pasta ke dalam mulutnya.


"Em, ini sangat lezat." kembali memasukkan sendok yang penuh dengan pasta ke dalam mulutnya. "Lis, apa kamu tau kalau aku sangat suka makan pasta?" tanya Abdy melihat ke arah Lisa.


"Aku tak tau, kalau kamu sangat suka makan pasta." tertawa "Karna baru kali ini kamu mengatakannya." Setelah selesai mengatakan itu Lisa mengambil piring Abdy yang telah kosong, lalu mencucinya sampai bersih.


Setelah selesai, Lisa keluar dari dalam dapur, lalu kembali duduk dihadapan Abdy, dengan membawa segelas jus ditangannya.


Abdy yang melihat Lisa tengah duduk di hadapannya, berkata.


"Apa kamu mengantuk?" menatap wajah sendu Lisa.


Lisa mengangukkan kepalanya, lalu berkata. "Belum, aku belum mengantuk." setelah mengatakan itu Lisa meminum jusnya.


"Ikut aku." menarik tangan Lisa.


"Kemana?" tanya Lisa pelan.


"Ikut saja." Abdy mengedipkan matanya ketika mengatakan itu pada Lisa.


Tampa berkata, Lisa mengikuti langkah kaki Abdy yang mulai menaiki anak tangga satu persatu.


Abdy membawa Lisa ke teras rumahnya yang berada di lantai dua. Setelah sampai di teras rumahnya. Abdy melepas pegangan tangannya.


"Wao, di sini sangat indah." menatap bintang-bintang di atas lagit "Aku hampir lupa kapan aku pernah menyaksikan keindahan malam seperti itu." Lisa tersenyum senang ketika mengatakan itu.


Mendengar itu Abdy duduk di ayunan gantung yang biasa Ayah dan Mamanya gunakan untuk bersantai.


"Apa kamu menyukainya?" melihat ke arah Lisa yang kini tengah menatap langit.


"Sangat, aku sangat menyukainya."


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2