
Abdy merasa terban ke langit ketuju ketika mendengar ucapan
Lisa yang mengatakan kalau Adi hanya kakak sepupunya, dan bukanlah calon
suaminya, nama calon yang membuat Abdy merasa uring-uringan.
Dengan senyuman bahagia Abdy melihat ke arah wajah Lisa,
Lisa yang tadinya mencium bibir Abdy kini justrun Abdy yang memulai mencium
bibir Lisa dengan bgitu sangat lembut dan di balas lembut oleh Lisa.
Karna terlalu bahagia, Abdy tidak menyadari dirinya kalau
saat ini ia mencium bibir Lisa sambil mengankat tubuhnya. Mungkin karna terlalu
lama menanti cinta itu, hingga akhirnya mereka berdua terbuai dalam ciuman
masing-masing dan bisa di katakan cinta lama yang mereka tahan selama
berbulan-bulan kini mereka luapkan.
Cinta-cinta iya, cinta bisa membuat orang merasa sangat
bahagia, karna terlalu mencintai, terkadang banyak di antara para anak Adam dan
Hawa melupakan batasan mereka di saat cintai. itulah yang telah Lisa dan Abdy
lakukan saat ini, mereka berdua terlalu terbuai dalam hubungan baru yang baru
saja mereka jalin.
Abdy mengankat tubuh Lisa ke tempat tidur tampa melepaskan
pautan bibir mereka berdua, dengan sangat pelan Abdy merebahkan tubuh Lisa di
atas tempat tidur, lalu menindihnya dan tampa melepas pautan bibir mereka
berdua.
“Aku sangat mencintaimu Lis.” Ucap Abdy di sela-sela
ciumannya.
“Aku juga sangat mencintaimu Dy.” Lisa mengalungkan
tangannya di leher Abdy.
Iya mereka berdua hanyut dalam cinta yang baru saja mereka
bangun, cinta yang hampir tidak tersatukan karna kesalah pahaman yang terjadi
di anatara mereka berdua.
Abdy mulai menurunkan ciumannya di leher Lisa dan mulai
bermain di sana, jubah mandi yang Lisa kenakan pengikatnya kini tengah terbuka,
dan memperlihat bagian tubuhnya yang tidak tertutup dengan pakaian dalamnya.
Ciuman Abdy tidak sampai di situ saja, kini bibir dan
tangannya juga mulai nakal dan bermain di bagian kenyal Lisa yang terlihat
sangat besar dan itu membuat Lisa mengeluarkan desahannya.
Ahhh.
Setelah selesai mengeluarkan segala rasa yang di pendamnya
selama beberapa bulan itu. Abdy berhenti melakukan aksinya setelah mendengar
suara desahan Lisa yang kini mulai terdengar, karna ia tidak ingin melakukan
hal tersebut sebelum adanya kata sah dari hubungan mereka berdua.meskipun
sebenarnya Abdy ingin sekali melakukan hal indah itu dengan orang yang sangat
di cintainya, karna saat ini libido dalam diri Abdy mulai tergoda, sebagi
seorang pemuda yang normal wajar jika itu terjadi dalam dirinya, dan bahkan
yang di bawah sana mulai menegan, namun Abdy tetap berusaha untuk tidak
melakukan hal tersebut sebelum adanya pernikahan. Abdy mencium lembut dahi
Lisa, sambil berkata.
“Kita akan melakukannya setelah kita menikah Lis, karna aku
tidak ingin menodai cinta suci kita, kita hanya akan melakukan sebatas ini. Dan
setelah ada kata sah di antara kita aku akan melakukan lebih dari apa yang
tengah aku lakukan saat ini.”
Lisa yang mendengar ucapan Abdy seketika membuat wajahnya
merona karna merasa malu, malu karna telalu terbuai dengan apa yang telah Abdy
lakukan padanya.
Lisa mulai menarik jubah mandi yang ia kenakan, untuk
menutupi bangian kenyalnya yang kini tengah terlihat jelas oleh Abdy. Abdy yang
melihat tersenyum sambil berkata.
“Hei, kamu tidak perlu menutupi itu dariku.” Tersenyum jail
melihat ke arah wajah Lisa yang kini masih berbaringa di sampinnya “Karna aku
sudah melihat dan juga merasakannya.” Terkekeh sambil mendekatkan wajahnya di
wajah Lisa.
“Apaan sih Dy” tersenyum malu sambil mencubit perut Abdy
karna telah menjailinya.
“Benar kan yang aku katakan?” menatap “Kalau aku sudah
melihatnya dan juga merasakannya.” Abdy mengulang kata-katanya.
Dan itu membuat Lisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya
karna merasa malu.
Abdy yang melihat itu tersenyum, sambil berkata “Kamu tidak
perlu merasa malu, di dalam kamar ini hanya ada kita berdua.” Mengambil tangan
Lisa dari wajahnya lalu menciumnya kemudian menyimpannya di lehernya.
“Dengar Lis, mulai hari ini kita akan selalu bersama.” Memeluk
tubuh Lisa dari sampin. “Kamu harus mengatakan kepadaku kemanapun dan dimanapun
kamu berada, dan aku tidak ingin ada rahasia-rahasiaan di antara kita, kalau
ada masalah kamu harus jujur padaku, kamu mengerti?”
Abdy merebahkan kepalanya di dahi Lisa ketika selesai
mengatakan itu.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy, berkata. “Mengerti bos”
tertawa pelan “Kamu sudah seperti suamiku saja.”
“Memangnya kamu tidak mau menjadi istriku?” tersenyum jail
__ADS_1
melihat ke arah wajah Lisa yang kini tidak berhenti merona.
“Kalau aku tidak mau menjadi istrimu, untuk apa aku
mencintaimu? Apa kamu tau? karna mencintaimu aku menahan rasa sakit.” Menatap wajah
Abdy ketika mengatakan itu.
Abdy yang tidak mengerti dengan apa yang tengah Lisa
katakan, bertanya. “Maksudmu?” bingun “Karna mencintaiku kamu menahan rasa
sakit, sakit disini?” menujuk bagian hati Lisa “Atau yang lainnya?”
“Kedua bagian, kamu menyakitiku di hatiku dan juga
menyakitiku di bagian ini.” Lisa menujuk luka pelaster yang ada di dahinya.
Dan itu membuat Abdy merasa sangat terkejut, terkejut ketika
Lisa menunjuk luka di bagian dahinya dan mengatakan karnanya dahinya jadi
terluka.
“Apa!” terkejut “Dahimu terluka karna aku?” berbalik badan
melihat ke arah Lisa yang kini masih dalam posisinya seperti semula.
“Iya.” Berkata santai “Karna dirimu mendorongku dengan
sangat keras, hingga akhirnya aku terjatuh dan dahiku terbentur di meja itu.” Mengatakan
yang sebenarnya sambil menunjuk ke arah meja.
“Kapan aku melakukan itu Lis? perasaan aku tidak pernah
melakukannya.” Lupa.
“Kemarin malam, ketika kamu pulang dalam keadaan mabuk.”
“Ya, ampun Lis,kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarny
kepadaku, kalau karna aku dahimu jadi terluka seperti ini.”Abdy merasa bersalah
karna telah menyakiti orang yang sangat di cintainya dan bahkan membuatnya
terluka.
“Sudahlah Dy, ini juga sudah sembuh koko. Sudah tidak sakit
lagi” Lisa tersenyum hangat melihat ke arah Abdy.
“Maafkan aku ya Lis.” Menarik lalu menaikkan tubuh Lisa di
atas tubuhnya, lalu memeluknya dengan sangat erat.
“Sudahlah Dy, lupakan semua itu” menempelkan hidungnya di
hidung Abdy lalu mengesek-gesekkannya “Dan mulai hari ini kita mulai hubungan
cinta kita yang baru, aku sangat mencintaimu Dy.” Mengecup sejenak bibir Abdy
lalu melepasnya.
“Aku juga sangat mencintaimu Lis, dan aku berjanji, aku
tidak akan pernah membuatmu kecewa dan juga bersedih apalagi sampai pergi jauh
dariku lagi. Aku tidak akan pernah membiarkan itu lagi, cukup sekali kamu
melakukannya. Dan jika sampai kamu melakukan hal itu lagi, heem.” Memeluk erat
tubuh Lisa yang kini berada di atasnya “Aku bersumpah akan mengikatmu dengan
rantai yang sangat besar di dalam kamarku.” Abdy mengecup lembut dahi Lisa
ketika selesai mengatakan itu.
Lisa yang mendengar semua ucapan Abdy tersenyum bahagia,
dalam pelukan Abdy.
“Ini seperti mimpi,mimpi yang menjadi nyata.” Ucap pelan
Lisa ketika berada di dalam pelukan Abdy.
“Aku juga merasa seperti itu Lis, aku seperti bermimpi saat
ini melihatmu berada dalam pelukanku. Mimpi yang kini telah menjadi nyata.”
Abdy dan Lisa kembali saling berpelukan dan tidak menyadari
kalau waktu tengah menujukkan pukul sebelas siang, dan seharusnya mereka berdua
telah bersiap, jangankan bersiap mandi saja belum, untuk segera kembali ke
kota, namun keduanya semakin keenakan salin berpelukan di atas tempat tidur di
dalam kamar hotel.
Mereka saling berpelukan, saling berciuman, saling
mengelitik. Cubit-cubitan, Bercanda bahkan sampai saling mengguling-gulingkan
tubuh mereka di atas tempat tidur.
Mereka berdua sudah seperti pasangan penganting baru yang
selalu melupakan waktu, hingga ketukan pintu mengangetkan keduanya karna
keasikan main kuda-kudaan di lantai, Abdy jadi kudanya dan Lisa yang menjadi
bawaannya.
Tok, tok, tok.
Suara pintu di ketuk dari luar, dan itu membuat Abdy dan
Lisa melihat ke arah pintu.
“Abdy, Lisa, kalian berdua sudah bersiap?” tanya Abdy dari
luar.
Abdy dan Lisa yang mendengar pertanyaan tersebut saling
memandang, lalu melihat ke arah jam yang tergantung di dindin.
“Mati kita Lis. Ini sudah hampir tengah hari dan kita belum
bersiap, jangankan bersiap mandi saja belum.” Abdy melihat ke arah Lisa yang
kini masih berada di atas punggunya “Sekarang kamu masuk ke dalam kamar mandi,
dan segeralah mandi, dan ingat mandinya jangan terlalu lama.” Abdy memperingati
Lisa agar tidak terlalu lama mandi, karna setau Abdy Lisa selalu lama jika
mandi.
“Baik.” Lisa turun dari punggun Abdy dan lansung berlari
masuk ke dalam kamar mandi, sementara Abdy mengganti bajunya tampa mandi, lalu
berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu untuk Aby.
Dengan senyuman Abdy membuka pintu kamar hotel yang
tempatinya saat ini.
“Eh, bos,kita sudah mau pulang ya Bos?” Abdy tertawa cegegesan ketika selesai
__ADS_1
mengatakan itu.
“Iya,ini sudah jam dua belas.” Melihat ke arah jam tangan
yang melinkar sempurna di pergelangan tangannya “Mana Lisa?” melihat sekelilin
dalam kamar,namun tidak menemukan keberadaan Lisa.
“Ah, Lisa. Oh dia masih di dalam kamar mandi.” Abdy terlihat
gugup setelah mengatakan itu.
Aby yang melihat kegugupan terlihat di wajah adiknya
berkata. “Apa kalian melakukan sesuatu? Maksud aku melakukan hal itu?” menatap
dengan pandangan menyelidiki ke arah wajah adiknya.
“Ah. Bos ini berbicara apa, aku ini tidak mungkin melakukan
sesuatu di luar batasanku, aku ini masih ingat didikan Mama Bos.”
“Syukurlah kalau kamu masih mengingat selalu didikan Mama. Bersiap
lalu keluar aku dan kakak iparmu akan menunggumu di mobil.” Abdy menepuk pelan
bahu Adiknya ketika selesai mengatakan itu dan kembali ke kamarnya untuk
mengambil koper dan juga menjemput istrinya.
Abdy menutup pintu kamar sambil mengelus dadanya, dan
berkata “Ah, selamat, untung saja aku segera mengganti bajuku kalau tidak Bos
pasti akan mengomeliku.”
Lisa yang melihat Abdy mengelus dada tertawa, sambil
berjalan mendekat ke arahnya. Lalu berkata. “Kenapa?apa kak Aby mengatakan
sesuatu? Dan baju yang kamu kenakan ini?” melihat baju yang Abdy kenakan “Kamu
tidak mau mandi?” terkekeh “Nanti semua yang ad di dalam mobil bisa pinsang
kalau kamu mengemudikan mobil tampa mandi.”
“Biarkan saja mereka berdua pinsan.” Mendekat ke arah Lisa
yang kini tengah memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper “Yampentin kamu
tidak pinsan, biar kita bisa bebas pacaran di dalam mobil.” Abdy melinkarkan
tangannya di perut Lisa dari belakang ketika mengatakan itu.
“Hentikan Dy, ayo kita keluar sekarang kalau kamu tidak mau
mandi, aku juga ingin mengambil tas yang aku titipkan di loker butiq yang ada
di sampin Club malam itu.”
Setelah mengatakan itu Lisa berjalan keluar sambil menarik
kopernya, dan di ikuti Abdy di belakangnya yang ikut menarik kopernya keluar.
“Tunggu donk Lis, kamu tega banget ninggalin pacar kamu
sendiri di dalam kamar.”
“Bukannya tega pacarku sayang! Tapi karna terburu-buru.”
Lisa tersenyum sambil melingkarkan tangannya di lengan Abdy yang kini tengah
berjalan di sampinnya.
Waktu terus berlalu tidak terasa, kini mereka tengah sampai
di parkiran Apartmen tepat jam tiga sore.Abdy dan Lisa turun begitupun dengan
Becca dan Aby.
Mereka berempat masuk ke dalam Apartmens Aby dengan rasa
lelah pada diri masing-masing, Abdy yang melihat Lisa memijat lehernya berkata.
“Akan lebih baik kalau kamu masuk dan istirahat di kamar.”
Abdy mulai memperlihatkan sikap perhatianya kepada Lisa.
Dan itu membuat Aby dan Becca melihat ke arah mereka berdua,
namun tidak mengatakan apapun karna mereka masih dalam keadaan lelah.
“Kamu juga masuk dan istirahat ya sayang.” Aby memegan bahu
istrinya ketika selesaimengatakan itu.
“Biklah, aku masuk. Tapi kalau nanti kamu ingin masuk ke
kamar, tolong bawakan aku sesuatun yang bisa di makan, aku lapar.” Becca berdiri
dari duduknya setelah mengatakan itu lalu berjalan masuk ke dalam kamar,
begitupun dengan Lisa yang ikut masuk ke dalam kamar untuk istitahat.
Aby dan Abdy yang melihat kedua wanita yang masing-masing
mereka cintai berjalan masuk ke dalam kamar, sama-sama tersenyum.
“Biarkan mereka berdua istirahat.” Ucap Aby sambil melihat
adiknya yang kini terlihat ceria daripada sebelumnya.
“Kamu kenapa Dy. Dari tadi aku perhatikan, kamu lebih banyak
tersenyum dari pada hari-hari sebelumya? Apa jangan-jangan kamu dan Lisa sudah
jadian?” Aby menatap adiknya dengan pandangan menyelidiki.
“Ah, tebakan bos memang selalu benar.” Abdy tersenyum ceria
ketika selesai mengatakan itu sambil mengacak rambutnya.
“Nah, itu baru adikku.” Berjalan mendekat, lalu merangkul
lengan Abdy “Jadi laki-laki kita harus berusaha mendapatkan hati orang yang
sangat kita cintai, contohnya aku, kakak iparmu tidak mengingatku dan bahkan
kakak iparmu takut jika aku berada di dekatnya, namun aku tetap berusaha selalu
berada di sampinnya karna aku tau seiring berjalannya waktu perasaan itu akan
berusaha dengan sendirinya.” Aby mengatakan apa yang di lakukannya untuk
istrinya.
“Iya, bos dan alhamdulillah sekarang Lisa bisa menerima
perasaan cintaku.” Abdy nampak sangat bahagia mengatakan itu.
“Jadi kapan kamu akan meresmikan hubungan kalian? Tunangan misalnya.”
“Aku tidak mau tunangan Bos, aku mau lansung menikah saja.”
“baiklah kalau itu maumu, jadi kapan kamu akan mengatakan ke
Mama dan papa kalau kamu ingin menikahi Lisa? Mama itu sangat menyukai Lisa Dy,
bahkan sudah mengangapnya sebagai menantunya.”
“Iya,aku tau itu Bos. Namun sebelum aku menikahi Lisa, aku
__ADS_1
ingin sukses sepertimu dulu, berhubung perusahaan Papa aku yang mengurusnya,
aku ingin mengembangkannya lebih besar lagi.”