Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.169


__ADS_3

Abdy merasa terban ke langit ketuju ketika mendengar ucapan


Lisa yang mengatakan kalau Adi hanya kakak sepupunya, dan bukanlah calon


suaminya, nama calon yang membuat Abdy merasa uring-uringan.


Dengan senyuman bahagia Abdy melihat ke arah wajah Lisa,


Lisa yang tadinya mencium bibir Abdy kini justrun Abdy yang memulai mencium


bibir Lisa dengan bgitu sangat lembut dan di balas lembut oleh Lisa.


Karna terlalu bahagia, Abdy tidak menyadari dirinya kalau


saat ini ia mencium bibir Lisa sambil mengankat tubuhnya. Mungkin karna terlalu


lama menanti cinta itu, hingga akhirnya mereka berdua terbuai dalam ciuman


masing-masing dan bisa di katakan cinta lama yang mereka tahan selama


berbulan-bulan kini mereka luapkan.


Cinta-cinta iya, cinta bisa membuat orang merasa sangat


bahagia, karna terlalu mencintai, terkadang banyak di antara para anak Adam dan


Hawa melupakan batasan mereka di saat cintai. itulah yang telah Lisa dan Abdy


lakukan saat ini, mereka berdua terlalu terbuai dalam hubungan baru yang baru


saja mereka jalin.


Abdy mengankat tubuh Lisa ke tempat tidur tampa melepaskan


pautan bibir mereka berdua, dengan sangat pelan Abdy merebahkan tubuh Lisa di


atas tempat tidur, lalu menindihnya dan tampa melepas pautan bibir mereka


berdua.


“Aku sangat mencintaimu Lis.” Ucap Abdy di sela-sela


ciumannya.


“Aku juga sangat mencintaimu Dy.” Lisa mengalungkan


tangannya di leher Abdy.


Iya mereka berdua hanyut dalam cinta yang baru saja mereka


bangun, cinta yang hampir tidak tersatukan karna kesalah pahaman yang terjadi


di anatara mereka berdua.


Abdy mulai menurunkan ciumannya di leher Lisa dan mulai


bermain di sana, jubah mandi yang Lisa kenakan pengikatnya kini tengah terbuka,


dan memperlihat bagian tubuhnya yang tidak tertutup dengan pakaian dalamnya.


Ciuman Abdy tidak sampai di situ saja, kini bibir dan


tangannya juga mulai nakal dan bermain di bagian kenyal Lisa yang terlihat


sangat besar dan itu membuat Lisa mengeluarkan desahannya.


Ahhh.


Setelah selesai mengeluarkan segala rasa yang di pendamnya


selama beberapa bulan itu. Abdy berhenti melakukan aksinya setelah mendengar


suara desahan Lisa yang kini mulai terdengar, karna ia tidak ingin melakukan


hal tersebut sebelum adanya kata sah dari hubungan mereka berdua.meskipun


sebenarnya Abdy ingin sekali melakukan hal indah itu dengan orang yang sangat


di cintainya, karna saat ini libido dalam diri Abdy mulai tergoda, sebagi


seorang pemuda yang normal wajar jika itu terjadi dalam dirinya, dan bahkan


yang di bawah sana mulai menegan, namun Abdy tetap berusaha untuk tidak


melakukan hal tersebut sebelum adanya pernikahan. Abdy mencium lembut dahi


Lisa, sambil berkata.


“Kita akan melakukannya setelah kita menikah Lis, karna aku


tidak ingin menodai cinta suci kita, kita hanya akan melakukan sebatas ini. Dan


setelah ada kata sah di antara kita aku akan melakukan lebih dari apa yang


tengah aku lakukan saat ini.”


Lisa yang mendengar ucapan Abdy seketika membuat wajahnya


merona karna merasa malu, malu karna telalu terbuai dengan apa yang telah Abdy


lakukan padanya.


Lisa mulai menarik jubah mandi yang ia kenakan, untuk


menutupi bangian kenyalnya yang kini tengah terlihat jelas oleh Abdy. Abdy yang


melihat tersenyum sambil berkata.


“Hei, kamu tidak perlu menutupi itu dariku.” Tersenyum jail


melihat ke arah wajah Lisa yang kini masih berbaringa di sampinnya “Karna aku


sudah melihat dan juga merasakannya.” Terkekeh sambil mendekatkan wajahnya di


wajah Lisa.


“Apaan sih Dy” tersenyum malu sambil mencubit perut Abdy


karna telah menjailinya.


“Benar kan yang aku katakan?” menatap “Kalau aku sudah


melihatnya dan juga merasakannya.” Abdy mengulang kata-katanya.


Dan itu membuat Lisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya


karna merasa malu.


Abdy yang melihat itu tersenyum, sambil berkata “Kamu tidak


perlu merasa malu, di dalam kamar ini hanya ada kita berdua.” Mengambil tangan


Lisa dari wajahnya lalu menciumnya kemudian menyimpannya di lehernya.


“Dengar Lis, mulai hari ini kita akan selalu bersama.” Memeluk


tubuh Lisa dari sampin. “Kamu harus mengatakan kepadaku kemanapun dan dimanapun


kamu berada, dan aku tidak ingin ada rahasia-rahasiaan di antara kita, kalau


ada masalah kamu harus jujur padaku, kamu mengerti?”


Abdy merebahkan kepalanya di dahi Lisa ketika selesai


mengatakan itu.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy, berkata. “Mengerti bos”


tertawa pelan “Kamu sudah seperti suamiku saja.”


“Memangnya kamu tidak mau menjadi istriku?” tersenyum jail

__ADS_1


melihat ke arah wajah Lisa yang kini tidak berhenti merona.


“Kalau aku tidak mau menjadi istrimu, untuk apa aku


mencintaimu? Apa kamu tau? karna mencintaimu aku menahan rasa sakit.” Menatap wajah


Abdy ketika mengatakan itu.


Abdy yang tidak mengerti dengan apa yang tengah Lisa


katakan, bertanya. “Maksudmu?” bingun “Karna mencintaiku kamu menahan rasa


sakit, sakit disini?” menujuk bagian hati Lisa “Atau yang lainnya?”


“Kedua bagian, kamu menyakitiku di hatiku dan juga


menyakitiku di bagian ini.” Lisa menujuk luka pelaster yang ada di dahinya.


Dan itu membuat Abdy merasa sangat terkejut, terkejut ketika


Lisa menunjuk luka di bagian dahinya dan mengatakan karnanya dahinya jadi


terluka.


“Apa!” terkejut “Dahimu terluka karna aku?” berbalik badan


melihat ke arah Lisa yang kini masih dalam posisinya seperti semula.


“Iya.” Berkata santai “Karna dirimu mendorongku dengan


sangat keras, hingga akhirnya aku terjatuh dan dahiku terbentur di meja itu.” Mengatakan


yang sebenarnya sambil menunjuk ke arah meja.


“Kapan aku melakukan itu Lis? perasaan aku tidak pernah


melakukannya.” Lupa.


“Kemarin malam, ketika kamu pulang dalam keadaan mabuk.”


“Ya, ampun Lis,kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarny


kepadaku, kalau karna aku dahimu jadi terluka seperti ini.”Abdy merasa bersalah


karna telah menyakiti orang yang sangat di cintainya dan bahkan membuatnya


terluka.


“Sudahlah Dy, ini juga sudah sembuh koko. Sudah tidak sakit


lagi” Lisa tersenyum hangat melihat ke arah Abdy.


“Maafkan aku ya Lis.” Menarik lalu menaikkan tubuh Lisa di


atas tubuhnya, lalu memeluknya dengan sangat erat.


“Sudahlah Dy, lupakan semua itu” menempelkan hidungnya di


hidung Abdy lalu mengesek-gesekkannya “Dan mulai hari ini kita mulai hubungan


cinta kita yang baru, aku sangat mencintaimu Dy.” Mengecup sejenak bibir Abdy


lalu melepasnya.


“Aku juga sangat mencintaimu Lis, dan aku berjanji, aku


tidak akan pernah membuatmu kecewa dan juga bersedih apalagi sampai pergi jauh


dariku lagi. Aku tidak akan pernah membiarkan itu lagi, cukup sekali kamu


melakukannya. Dan jika sampai kamu melakukan hal itu lagi, heem.” Memeluk erat


tubuh Lisa yang kini berada di atasnya “Aku bersumpah akan mengikatmu dengan


rantai yang sangat besar di dalam kamarku.” Abdy mengecup lembut dahi Lisa


ketika selesai mengatakan itu.


Lisa yang mendengar semua ucapan Abdy tersenyum bahagia,


dalam pelukan Abdy.


“Ini seperti mimpi,mimpi yang menjadi nyata.” Ucap pelan


Lisa ketika berada di dalam pelukan Abdy.


“Aku juga merasa seperti itu Lis, aku seperti bermimpi saat


ini melihatmu berada dalam pelukanku. Mimpi yang kini telah menjadi nyata.”


Abdy dan Lisa kembali saling berpelukan dan tidak menyadari


kalau waktu tengah menujukkan pukul sebelas siang, dan seharusnya mereka berdua


telah bersiap, jangankan bersiap mandi saja belum, untuk segera kembali ke


kota, namun keduanya semakin keenakan salin berpelukan di atas tempat tidur di


dalam kamar hotel.


Mereka saling berpelukan, saling berciuman, saling


mengelitik. Cubit-cubitan, Bercanda bahkan sampai saling mengguling-gulingkan


tubuh mereka di atas tempat tidur.


Mereka berdua sudah seperti pasangan penganting baru yang


selalu melupakan waktu, hingga ketukan pintu mengangetkan keduanya karna


keasikan main kuda-kudaan di lantai, Abdy jadi kudanya dan Lisa yang menjadi


bawaannya.


Tok, tok, tok.


Suara pintu di ketuk dari luar, dan itu membuat Abdy dan


Lisa melihat ke arah pintu.


“Abdy, Lisa, kalian berdua sudah bersiap?” tanya Abdy dari


luar.


Abdy dan Lisa yang mendengar pertanyaan tersebut saling


memandang, lalu melihat ke arah jam yang tergantung di dindin.


“Mati kita Lis. Ini sudah hampir tengah hari dan kita belum


bersiap, jangankan bersiap mandi saja belum.” Abdy melihat ke arah Lisa yang


kini masih berada di atas punggunya “Sekarang kamu masuk ke dalam kamar mandi,


dan segeralah mandi, dan ingat mandinya jangan terlalu lama.” Abdy memperingati


Lisa agar tidak terlalu lama mandi, karna setau Abdy Lisa selalu lama jika


mandi.


“Baik.” Lisa turun dari punggun Abdy dan lansung berlari


masuk ke dalam kamar mandi, sementara Abdy mengganti bajunya tampa mandi, lalu


berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu untuk Aby.


Dengan senyuman Abdy membuka pintu kamar hotel yang


tempatinya saat ini.


“Eh, bos,kita sudah mau pulang ya  Bos?” Abdy tertawa cegegesan ketika selesai

__ADS_1


mengatakan itu.


“Iya,ini sudah jam dua belas.” Melihat ke arah jam tangan


yang melinkar sempurna di pergelangan tangannya “Mana Lisa?” melihat sekelilin


dalam kamar,namun tidak menemukan keberadaan Lisa.


“Ah, Lisa. Oh dia masih di dalam kamar mandi.” Abdy terlihat


gugup setelah mengatakan itu.


Aby yang melihat kegugupan terlihat di wajah adiknya


berkata. “Apa kalian melakukan sesuatu? Maksud aku melakukan hal itu?” menatap


dengan pandangan menyelidiki ke arah wajah adiknya.


“Ah. Bos ini berbicara apa, aku ini tidak mungkin melakukan


sesuatu di luar batasanku, aku ini masih ingat didikan Mama Bos.”


“Syukurlah kalau kamu masih mengingat selalu didikan Mama. Bersiap


lalu keluar aku dan kakak iparmu akan menunggumu di mobil.” Abdy menepuk pelan


bahu Adiknya ketika selesai mengatakan itu dan kembali ke kamarnya untuk


mengambil koper dan juga menjemput istrinya.


Abdy menutup pintu kamar sambil mengelus dadanya, dan


berkata “Ah, selamat, untung saja aku segera mengganti bajuku kalau tidak Bos


pasti akan mengomeliku.”


Lisa yang melihat Abdy mengelus dada tertawa, sambil


berjalan mendekat ke arahnya. Lalu berkata. “Kenapa?apa kak Aby mengatakan


sesuatu? Dan baju yang kamu kenakan ini?” melihat baju yang Abdy kenakan “Kamu


tidak mau mandi?” terkekeh “Nanti semua yang ad di dalam mobil bisa pinsang


kalau kamu mengemudikan mobil tampa mandi.”


“Biarkan saja mereka berdua pinsan.” Mendekat ke arah Lisa


yang kini tengah memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper “Yampentin kamu


tidak pinsan, biar kita bisa bebas pacaran di dalam mobil.” Abdy melinkarkan


tangannya di perut Lisa dari belakang ketika mengatakan itu.


“Hentikan Dy, ayo kita keluar sekarang kalau kamu tidak mau


mandi, aku juga ingin mengambil tas yang aku titipkan di loker butiq yang ada


di sampin Club malam itu.”


Setelah mengatakan itu Lisa berjalan keluar sambil menarik


kopernya, dan di ikuti Abdy di belakangnya yang ikut menarik kopernya keluar.


“Tunggu donk Lis, kamu tega banget ninggalin pacar kamu


sendiri di dalam kamar.”


“Bukannya tega pacarku sayang! Tapi karna terburu-buru.”


Lisa tersenyum sambil melingkarkan tangannya di lengan Abdy yang kini tengah


berjalan di sampinnya.


Waktu terus berlalu tidak terasa, kini mereka tengah sampai


di parkiran Apartmen tepat jam tiga sore.Abdy dan Lisa turun begitupun dengan


Becca dan Aby.


Mereka berempat masuk ke dalam Apartmens Aby dengan rasa


lelah pada diri masing-masing, Abdy yang melihat Lisa memijat lehernya berkata.


“Akan lebih baik kalau kamu masuk dan istirahat di kamar.”


Abdy mulai memperlihatkan sikap perhatianya kepada Lisa.


Dan itu membuat Aby dan Becca melihat ke arah mereka berdua,


namun tidak mengatakan apapun karna mereka masih dalam keadaan lelah.


“Kamu juga masuk dan istirahat ya sayang.” Aby memegan bahu


istrinya ketika selesaimengatakan itu.


“Biklah, aku masuk. Tapi kalau nanti kamu ingin masuk ke


kamar, tolong bawakan aku sesuatun yang bisa di makan, aku lapar.” Becca berdiri


dari duduknya setelah mengatakan itu lalu berjalan masuk ke dalam kamar,


begitupun dengan Lisa yang ikut masuk ke dalam kamar untuk istitahat.


Aby dan Abdy yang melihat kedua wanita yang masing-masing


mereka cintai berjalan masuk ke dalam kamar, sama-sama tersenyum.


“Biarkan mereka berdua istirahat.” Ucap Aby sambil melihat


adiknya yang kini terlihat ceria daripada sebelumnya.


“Kamu kenapa Dy. Dari tadi aku perhatikan, kamu lebih banyak


tersenyum dari pada hari-hari sebelumya? Apa jangan-jangan kamu dan Lisa sudah


jadian?” Aby menatap adiknya dengan pandangan menyelidiki.


“Ah, tebakan bos memang selalu benar.” Abdy tersenyum ceria


ketika selesai mengatakan itu sambil mengacak rambutnya.


“Nah, itu baru adikku.” Berjalan mendekat, lalu merangkul


lengan Abdy “Jadi laki-laki kita harus berusaha mendapatkan hati orang yang


sangat kita cintai, contohnya aku, kakak iparmu tidak mengingatku dan bahkan


kakak iparmu takut jika aku berada di dekatnya, namun aku tetap berusaha selalu


berada di sampinnya karna aku tau seiring berjalannya waktu perasaan itu akan


berusaha dengan sendirinya.” Aby mengatakan apa yang di lakukannya untuk


istrinya.


“Iya, bos dan alhamdulillah sekarang Lisa bisa menerima


perasaan cintaku.” Abdy nampak sangat bahagia mengatakan itu.


“Jadi kapan kamu akan meresmikan hubungan kalian? Tunangan misalnya.”


“Aku tidak mau tunangan Bos, aku mau lansung menikah saja.”


“baiklah kalau itu maumu, jadi kapan kamu akan mengatakan ke


Mama dan papa kalau kamu ingin menikahi Lisa? Mama itu sangat menyukai Lisa Dy,


bahkan sudah mengangapnya sebagai menantunya.”


“Iya,aku tau itu Bos. Namun sebelum aku menikahi Lisa, aku

__ADS_1


ingin sukses sepertimu dulu, berhubung perusahaan Papa aku yang mengurusnya,


aku ingin mengembangkannya lebih besar lagi.”


__ADS_2