Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.174


__ADS_3

Lisa yang kembali mendapat pelukan hangat dari Abdy merasa


sangat nyaman dan itu membuatnya merasa sangat yakin kalau Abdy benar-benar


serius mencintaiya, karna sebagai wanita wajar kita memikirkan hal yang di luar


akal pikiran kita, meskipun kesekian kalinya orang yang kini mengunkapkan


perasaannya. Karna di jaman sekarang suami orang aja di embat apalagi kalau


hanya status pacar, cuman ada kata putus sudah.


“Maafkan aku ya Dy. Lisa kembali meminta maaf, karna telah


menuduh Abdy menduakannya.”


“Sudah sayang. Aku tau kamu melakukan ini karna terlalu


mencintaiku.” Melepas pelukan lalu mencium dahi Lisa “Akan lebih  baik kalau kamu membersikan diri setelah itu


aku akan mengantarmu untuk pulang.” Abdy tersenyum.


“Baiklah.” Lisa membalas senyuman Abdy.


Setelah selesai membersikan diri, Lisa keluar dari dalam


kamar mandi dan melihat ke arah Abdy yang kini tengah menganti pakaiannya tampa


mandi.


“Ngak mandi lagi?” Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan


itu dan berjalan mendekat ke arah Abdy.


“Tidak perlu. Mandi tidak mandi aku kan tetap tampan.” Abdy


mengatakan itu sambil menaikkan alisnya dan menarik pelan hidung Lisa.


“Auc. Sakit.” Lisa meringgis manja ketika mengatakan itu


pada Abdy.


Mereka berdua berjalan keluar dari dalam kamar, lalu melihat


sekelilin rumah yang nampak sangat sepi.


“Apa kakak ipar belum bangun?” melihat sekelilin dapur dan


berjalan keluar menuju arah ruangan tamu.


Aby yang mendengar ucapan Lisa tersenyum sambil berkata.


“Mereka berdua pasti sangat kelelahan karna habis melakukan malam pertama. Dan


itu membuat mereka berdua belum terbangun sampai jam segini” Tersenyum jail


melihat ke arah Lisa yang kini  tengah


melihat tajam ke arahnya.


“Lalu bagaimana caraku pamit kepada mereka berdua?” Lisa


menatap Abdy.


“Tidak perlu pamit, aku yang akan menyampaikannya nanti.”


“Baiklah.”


Mereka berdua melangkah keluar dari rumah mewah Becca dan


berjalan menuju ke arah mobil Abdy. Lisa masuk ke dalam mobil begitupun dengan


Abdy.


Abdy mulai menyalakan mesin mobilnya, lalu melajukannya


keluar dari pintu gerban menuju arah rumah Lisa, namun di perjalanan Abdy


menghentikan mobilnya di depan sebuah Restoran karna ia merasa sangat lapar.


“Makan dulu ya Lis. Aku lapar.” Abdy mengelus perutnya


ketika selesai mengatakan itu.


“Baiklah.” Lisa mengangukkan kepala setuju dengan apa yang


Abdy katakan karna ia juga merasa sangat kelaparan karna mulai dari tapi pagi


belum ada apapun yang masuk ke dalam perutnya.


Mereka berdua masuk ke dalam Resto dan mulai memesan makanan


yang mereka berdua sukai, setelah selesai mengisi perut mereka, Abdy kembali


melajukan mobilnya menuju arah rumah Lisa yang tidak jauh dari resto yang ia


tempati makan.


Abdy mematikan mesin mobilnya ketika ia sampai di depan


rumah Lisa. Dan berkata.


“Kita sudah sampai Lis.”


“Iya, aku sudah sampai di rumahku, setelah beberapa bulan


aku tinggalkan.” Lisa mulai membuka pintu mobil.


Namun Abdy tiba-tiba berkata “Kamu tidak mengajakku masuk ke


dalam rumahmu Lis?” tersenyum jail melihat ke arah Lisa yang kini berbalik ke


arahnya setelah mendengar ucapannya.


“kalau kamu mau masuk! Ya silahkan, kalau kamu tidak mau ya


tidak masalah.” Lisa berkata pelan dan santai dan itu membuat Abdy merasa


sedikit tersinggun dengan apa yang baru saja Lisa katakan padanya.


“Maksud kamu apa Lis? Kamu tidak ingin aku masuk ke dalam


rumahmu?” Abdy pura-pura marah dan ingin kembali menyalakan mesin mobilnya.


Lisa yang melihat tingkah Abdy yang menurutnya lucu


tersenyum, dan tampa berkata apapun Lisa lansung mencium pipi Abdy dan itu


membuat mata Abdy membulat sempurna.  Abdy


melihat ke arah Lisa dengan tatapan jail, dan Lisa yang melihat itu berkata.


“Sudah, Ayo turun.”


Lisa membuka pintu mobil lalu turun, begitupun dengan Abdy


yang mengikuti Lisa berjalan masuk ke dalam rumahnya. Sesekali Abdy bertingkah


jail kepada Lisa dan itu membuat Lisa selalu memukul pelan bahunya.


Mereka berdua berdiri di depan pintu utama, sementara Lisa


menekan bel, setelah beberapa menit pintu rumah Lisa terbuka dan keluarlah Mbo


Ere, asisten rumah tangga Lisa.


“Eh. Non Lisa sudah kembali?” tanya Mbo Ere.


“Iya. Mbo, aku sudah kembali dan akan tinggal lagi bersama


Mbo.”


“Den Abdy juga ada di sini.” Menyapa.


“Hehehe, iya Mbo aku yang mengantar Lisa.”


Setelah saling menyapa, mereka berdua masuk ke dalam rumah,


Lisa duduk di ruangan tamunya di ikuti oleh Abdy yang duduk di sampinnya.

__ADS_1


Sementara Mbo Ere masuk untuk mengambil minum untuk keduanya.


“Dy besok aku ke Apartemen kakak ipar ya. Aku ingin


mengambil semua barang-barangku.” Lisa melihat ke arah Abdy ketika mengatakan


itu.


“Apa perlu aku jemput?”


“Tidaj usah” menolak “Karna besok kamu pasti sangat sibuk


bekerja, karna hari ini kamu tidak masuk untuk bekerja.”


“Baiklah kalau itu maumu” menuruti “Tapi aku tunggu di sana


ya.” Tersenyum jail melihat ke arah Lisa yang kini tengah menatapnya.


“Terserah.” Ikut menuruti apa yang Abdy inginkan.


Sementara di rumah mewah Becca, matahari telah berada di


atas kepala, namun sepasang suami istri itu masih betah berada dalam balutan


selimut yang sama dalam ke adaan polos. Mereka berdua seperti tidak ingin


saling melepas satu sama lain Aby yang semakin memeluk tubuh istrinya sementara


Becca ikut memeluk erat tubuh suaminya.


“Hem—em” Becca mengeliat dari tidurnya, lalu pelan-pelan


membuka matanya dan melihat wajah suaminy yang kini masih setia menutup kedua


matanya.


“Suamiku, cintaku, hidup matiku.” Beca mengelus lembut wajah


suaminya yang kini ada di depan matanya dengan senyuman manis di bibirnya “Aku


Mencintaimu Aby, sangat mencintaimu.”


Sementara Aby yang merasa sesuatu tengah menyentuh wajahnya


terbangun, namun tidak membuka matanya karna masih merasa nyaman menutup kedua


matanya dan mendengar semua yang istriny katakan.


“Istriku, kekasihku, tulang rusukku. Aku juga sangat


mencintaimu.” Aby membuka kedua matanya ketika mengatakan itu. Dan lansung


mengecup lembut dahi istrinya.


Becca yang mendengar suara Aby yang tiba-tiba, merasa


sedikit terkejut, dan juga tersenyum karna Aby kembali memperlihatkan cintanya,


Cinta Aby tidak ada duanya di dunia ini itulah yang tengah Aby rasakan saat


ini.


“Selamat Pagi sayang.” Sapa Aby pelan.


“Hem.” Melihat ke arah jam “Ini sudah siang By. Sudah hampir


jam satu.” Becca tersenyum hangat ketika mengatakanitu.


“Oya, kenapa waktu berlalu sangat cepat ya?”


“Mungkin karna cintamu yang berlebihan, jadi waktunya


berjalan sangat cepat.”


 Setelah mengatakan


itu Becca berlari masuk ke dalam kamar mandi dalam ke adaan polos di ikuti oleh


Aby di belakangnya. Di dalam kamar mandi mereka berdua tidak berhenti saling


bercanda dan saling menjaili.


cair yang wanginya, wangi lavender wangi yang Becca sukai dan mulai membuat


busa, setelah seluruh bak mandi penuh dengan busa Aby masuk dan tidak lupa ia


menarik tubuh istrinya masuk ke dalam bak mandi yang berukuran cukup besar,


cukup untuk mereka berdua.


Mereka berdua masuk ke dalam bak mandi dan mulai saling


melempar Busa. Mereka berdua seperti pasangan bulan madu yang kini tengah


melakukan honeymoon bersama.


Mungkin bagi mereka berdua makan tidak makan yang penting


selalu bersama, itulah yang ada dalam pemikiran masing-masing karna sejak pagi


hingga siang mereka berdua tidak ada yang mencari makan untuk mengisi perut


mereka yang kosong, namun yang ada saat ini mereka berdua tangah Asyik bermain


busa di dalam kamar mandi.


Aby menarik tangan istrinya agar Becca sedikit mendekat


dengannya karna saat ini Becca berada sedikit jauh darinya dan mungkin Aby


tidak meyukai hal itu dan yang ia inginkan hanya Becca selalu berada di


dekatnya dan di sampinnya. Iya itulah yang selalu Aby inginkan ingin selalu


dekat dengan istrinya.


“Apa kamu merasa senang dan bahagia sayang.” Mengecup lembut


punggun putih istrinya karna saat ini Becca tengah duduk di atas pangkuannya.


“Tentu saja By. Aku sangat, sangat bahagia.” Becca


menyandarkan tubuhnya di dada bidang suaminya, sementara Aby melingkarkan


tangannya di dada istrinya.


“Aku mencintaimu.” Bisik lembut dan mesra Aby di telinga


istrinya dan sesekali mengecup belakang leher istrinya.


“Aku juga sangat mencintaimu.” Becca membalikkan tubuhnya


karna mendapat sensasi dari kecupan Aby di lehernya, dan lansung mengecup


lembut bibir Aby, kecupan lembut yang mendapat sambutan hangat dari suaminya.


“Ah, By, tetaplah seperti ini.” Becca mengatakan itu di


sela-sela ciumannya.


Aby yang mendengar ucapan istrinya yang begitu sangat


menggoda menurutnya, membuat yang di bawah sana mulai menegang, Becca yang


berada di atas pangkuan suaminya merasakan kalau milik suaminya kini tengah


menengan. Pelan-pelan ia menyentuh milik suaminya dan mulai memainkannya dan


itu membuat Aby merasa terbang ke langit ketuju karna mersakan sesuatu yang


sangat nikmat.


Becca yang melihat suaminya bertingkah seperti itu,


tersenyum karna ia tidak menyangka kalau ia bisa melayani suaminya dengan baik.


Sebaik yang di lihatnya saat ini.


Hingga akhirnya mereka kembali melakukan hal indah itu di

__ADS_1


dalam bak mandi, dan kini suara desahan mereka memenuhi dalam ruangan kamar


mandi.


Semalam rasa rindu telah terluapkan dan sekarang mereka


kembali menyatukan rasa itu tampa ada yang ada merasakan lapar. Cinta memang


membuat orang kehilangan rasa lapar, namun bisa membuat orang sakit Mag, karna


lupa makan.


Cukup lama mereka berdua melakukan hal terindah itu di dalam


kamar mandi, kini Aby mengendong tubuh istrinya keluar dari dalam kamar mandi


dengan gaya brydal style, Becca hanya mengenakan handuk melilit di tubuhnya.


Rasa lelah itu terlihat jelas di wajah Becca, di tambah saat


ini ia belum makan apapun dari pagi, melihat itu pun bekata.


“sayang kamu tidak apa-apa?” sedikit panik melihat wajah


istrinya yang terlihat sangat pucat.


“Aku tidak kenapa-napa” tersenyum “Aku cuman merasa sangat


kelaparan.”


Aby yang mengerti dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh


istrinya, dengan segera ia meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur lalu


menyelimutinya, karna saat ini Becca hanya mengenakan handuk yang melilit di


bagian tubuhnya.


Setelah itu, ia mengambil hapenya dan segera keluar dari


dalam dari kamar, meskipun saat ini ia masih mengenakan handuk, namun melihat


istrinya kelaparan seperti itu Aby sampai lupa kalau ia hanya mengenakan handuk


dan tidak menggunakan celana dalam.


Aby menurungi anak tangga, dan berlari menuju arah dapur


untuk mencari sesuatu yang bisa istrinya makan, Aby mulai membuka pintu kulkas


dan tersenyum ketika melihat ada banyak makanan di dalam sana. Sebenarnya Aby


ingin memesan makanan untuknya dan juga untuk istrinya, namun setelah melihat


ada banyak makanan di dalam kulkas ia tidak jadi memesannya.


Aby mulai mengeluarkan beberapa makanan dari dalam kulkas,


lalu segera memasukkan ke dalam microwev untuk memanasinya. Setelah itu ia


menata makanan itu di atas nampan, dan tidak lupa ia membuat susu coklat


kesukaan istrinya, lalu membawanya kembali ke atas dimana letak kamarnya.


Dengan langkah terburu-buru Aby membuka pintu kamarnya dan


mendapati istrinya tengah memegan perutnya.


“Maaf sayang” meletakkan nampan di pangkuan Becca “Bukan


maksud aku ingin membuatmu kelaparan seperti ini.” Aby nampak sangat menyesal


dengan apa yang telah ia lakukan saat ini. Memiliki banyak uang, namun tetap


membuat istrinya merasa sangat kelaparan itu bukanlah hal yang wajar. Itulah yang


terlintas dalam pikran Aby saat ini.


“Tidak By. Aku tidak merasa seperti itu, namun justru karna


cinta kita berdua mengalami kelaparan seperti ini.”


Setelah mengatakan itu Becca terkekeh, sambil menutup


mulutnya, Aby yang tadinya memasang wajah bersalanya kini ikut tertawa setelah


mendengar ucapan istrinya.


Becca mulai menyendok makanannya lalu suapan pertamanya ia


berikan untuk suaminya “Muka mulutnya By.” Perintah Becca.


“Tapi sayang kamu duluan yang makan, kamu pasti sangat


kelaparan.” Aby menolak.


Becca yang mendapat penolakan seperti itu dari suaminya


menyimpan kembali makanan yang sudah di sendoknya ke dalam piring.


“Aku tidak lapar!” Becca memasang wajah cemberut ketika


mengatakan itu.


“Sayang kamu makan ya. Nantu kamu sakit.”


“Enggak mau!”


Aby yang melihat wajah cemberut istrinya berpikir mencari


cara agar istrinya berhenti marah dan mulai memakan makanannya. Hingga akhirnya


ia menemuka ide yang romantis menurutnya.


Aby mengambil sendok karna kebetulan ia membawa dua sendok


satu untuknya dan satu untuk istrinya.


“Ayo kita makan” memberikan sendok yang satunya untuk


istrinya ,Lalu mulai menyendok makanan di pirin yang ada di depannya kemudian


menyuapi istrinya “Buka mulutmu sayang, Aaaa.” Aby tersenyum bahagia ketika


melihat istrinya memakan makanan yang ia suapkan ke dalam mulut Becca.


Sementara Becca melakukan hal yang sama, sama yang Aby


lakukan menyuapi suaminya dengan penuh rasa cinta.


Autornya nyanyi dikit karna terbawa suasana^_^.


Sungguh sweet Aby mencintaimu.


Hingga Aby takut jika kamu marah. ya Rebecca putri kesayangan Hamish, istri yang paling Aby cintai.


Rebecca Romantisnya cintamu dengan Aby, kau istri tercinta ya Rebecca Aby Atmaja. Aby sayang, kasih, Cintamu.


Cinta kasih Aby untuk istrinya tidak ada duanya, bahkan Aby


sanggup melakukan apapun yang istrinya inginkan, karna cintanya kepada istrinya


tidak bisa ia ungkapkan dengan sebuah kata-kata bahkan Aby takut jika istrinya


sampai marah terhadapnya.


Ok, para Readers jangan lupa.


✅Like


✅Komentar


✅Vote


yang banyak ya biar aku semakin semangat untuk


Up tiap hari untuk kalian.


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2