
Lisa yang kembali mendapat pelukan hangat dari Abdy merasa
sangat nyaman dan itu membuatnya merasa sangat yakin kalau Abdy benar-benar
serius mencintaiya, karna sebagai wanita wajar kita memikirkan hal yang di luar
akal pikiran kita, meskipun kesekian kalinya orang yang kini mengunkapkan
perasaannya. Karna di jaman sekarang suami orang aja di embat apalagi kalau
hanya status pacar, cuman ada kata putus sudah.
“Maafkan aku ya Dy. Lisa kembali meminta maaf, karna telah
menuduh Abdy menduakannya.”
“Sudah sayang. Aku tau kamu melakukan ini karna terlalu
mencintaiku.” Melepas pelukan lalu mencium dahi Lisa “Akan lebih baik kalau kamu membersikan diri setelah itu
aku akan mengantarmu untuk pulang.” Abdy tersenyum.
“Baiklah.” Lisa membalas senyuman Abdy.
Setelah selesai membersikan diri, Lisa keluar dari dalam
kamar mandi dan melihat ke arah Abdy yang kini tengah menganti pakaiannya tampa
mandi.
“Ngak mandi lagi?” Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan
itu dan berjalan mendekat ke arah Abdy.
“Tidak perlu. Mandi tidak mandi aku kan tetap tampan.” Abdy
mengatakan itu sambil menaikkan alisnya dan menarik pelan hidung Lisa.
“Auc. Sakit.” Lisa meringgis manja ketika mengatakan itu
pada Abdy.
Mereka berdua berjalan keluar dari dalam kamar, lalu melihat
sekelilin rumah yang nampak sangat sepi.
“Apa kakak ipar belum bangun?” melihat sekelilin dapur dan
berjalan keluar menuju arah ruangan tamu.
Aby yang mendengar ucapan Lisa tersenyum sambil berkata.
“Mereka berdua pasti sangat kelelahan karna habis melakukan malam pertama. Dan
itu membuat mereka berdua belum terbangun sampai jam segini” Tersenyum jail
melihat ke arah Lisa yang kini tengah
melihat tajam ke arahnya.
“Lalu bagaimana caraku pamit kepada mereka berdua?” Lisa
menatap Abdy.
“Tidak perlu pamit, aku yang akan menyampaikannya nanti.”
“Baiklah.”
Mereka berdua melangkah keluar dari rumah mewah Becca dan
berjalan menuju ke arah mobil Abdy. Lisa masuk ke dalam mobil begitupun dengan
Abdy.
Abdy mulai menyalakan mesin mobilnya, lalu melajukannya
keluar dari pintu gerban menuju arah rumah Lisa, namun di perjalanan Abdy
menghentikan mobilnya di depan sebuah Restoran karna ia merasa sangat lapar.
“Makan dulu ya Lis. Aku lapar.” Abdy mengelus perutnya
ketika selesai mengatakan itu.
“Baiklah.” Lisa mengangukkan kepala setuju dengan apa yang
Abdy katakan karna ia juga merasa sangat kelaparan karna mulai dari tapi pagi
belum ada apapun yang masuk ke dalam perutnya.
Mereka berdua masuk ke dalam Resto dan mulai memesan makanan
yang mereka berdua sukai, setelah selesai mengisi perut mereka, Abdy kembali
melajukan mobilnya menuju arah rumah Lisa yang tidak jauh dari resto yang ia
tempati makan.
Abdy mematikan mesin mobilnya ketika ia sampai di depan
rumah Lisa. Dan berkata.
“Kita sudah sampai Lis.”
“Iya, aku sudah sampai di rumahku, setelah beberapa bulan
aku tinggalkan.” Lisa mulai membuka pintu mobil.
Namun Abdy tiba-tiba berkata “Kamu tidak mengajakku masuk ke
dalam rumahmu Lis?” tersenyum jail melihat ke arah Lisa yang kini berbalik ke
arahnya setelah mendengar ucapannya.
“kalau kamu mau masuk! Ya silahkan, kalau kamu tidak mau ya
tidak masalah.” Lisa berkata pelan dan santai dan itu membuat Abdy merasa
sedikit tersinggun dengan apa yang baru saja Lisa katakan padanya.
“Maksud kamu apa Lis? Kamu tidak ingin aku masuk ke dalam
rumahmu?” Abdy pura-pura marah dan ingin kembali menyalakan mesin mobilnya.
Lisa yang melihat tingkah Abdy yang menurutnya lucu
tersenyum, dan tampa berkata apapun Lisa lansung mencium pipi Abdy dan itu
membuat mata Abdy membulat sempurna. Abdy
melihat ke arah Lisa dengan tatapan jail, dan Lisa yang melihat itu berkata.
“Sudah, Ayo turun.”
Lisa membuka pintu mobil lalu turun, begitupun dengan Abdy
yang mengikuti Lisa berjalan masuk ke dalam rumahnya. Sesekali Abdy bertingkah
jail kepada Lisa dan itu membuat Lisa selalu memukul pelan bahunya.
Mereka berdua berdiri di depan pintu utama, sementara Lisa
menekan bel, setelah beberapa menit pintu rumah Lisa terbuka dan keluarlah Mbo
Ere, asisten rumah tangga Lisa.
“Eh. Non Lisa sudah kembali?” tanya Mbo Ere.
“Iya. Mbo, aku sudah kembali dan akan tinggal lagi bersama
Mbo.”
“Den Abdy juga ada di sini.” Menyapa.
“Hehehe, iya Mbo aku yang mengantar Lisa.”
Setelah saling menyapa, mereka berdua masuk ke dalam rumah,
Lisa duduk di ruangan tamunya di ikuti oleh Abdy yang duduk di sampinnya.
__ADS_1
Sementara Mbo Ere masuk untuk mengambil minum untuk keduanya.
“Dy besok aku ke Apartemen kakak ipar ya. Aku ingin
mengambil semua barang-barangku.” Lisa melihat ke arah Abdy ketika mengatakan
itu.
“Apa perlu aku jemput?”
“Tidaj usah” menolak “Karna besok kamu pasti sangat sibuk
bekerja, karna hari ini kamu tidak masuk untuk bekerja.”
“Baiklah kalau itu maumu” menuruti “Tapi aku tunggu di sana
ya.” Tersenyum jail melihat ke arah Lisa yang kini tengah menatapnya.
“Terserah.” Ikut menuruti apa yang Abdy inginkan.
Sementara di rumah mewah Becca, matahari telah berada di
atas kepala, namun sepasang suami istri itu masih betah berada dalam balutan
selimut yang sama dalam ke adaan polos. Mereka berdua seperti tidak ingin
saling melepas satu sama lain Aby yang semakin memeluk tubuh istrinya sementara
Becca ikut memeluk erat tubuh suaminya.
“Hem—em” Becca mengeliat dari tidurnya, lalu pelan-pelan
membuka matanya dan melihat wajah suaminy yang kini masih setia menutup kedua
matanya.
“Suamiku, cintaku, hidup matiku.” Beca mengelus lembut wajah
suaminya yang kini ada di depan matanya dengan senyuman manis di bibirnya “Aku
Mencintaimu Aby, sangat mencintaimu.”
Sementara Aby yang merasa sesuatu tengah menyentuh wajahnya
terbangun, namun tidak membuka matanya karna masih merasa nyaman menutup kedua
matanya dan mendengar semua yang istriny katakan.
“Istriku, kekasihku, tulang rusukku. Aku juga sangat
mencintaimu.” Aby membuka kedua matanya ketika mengatakan itu. Dan lansung
mengecup lembut dahi istrinya.
Becca yang mendengar suara Aby yang tiba-tiba, merasa
sedikit terkejut, dan juga tersenyum karna Aby kembali memperlihatkan cintanya,
Cinta Aby tidak ada duanya di dunia ini itulah yang tengah Aby rasakan saat
ini.
“Selamat Pagi sayang.” Sapa Aby pelan.
“Hem.” Melihat ke arah jam “Ini sudah siang By. Sudah hampir
jam satu.” Becca tersenyum hangat ketika mengatakanitu.
“Oya, kenapa waktu berlalu sangat cepat ya?”
“Mungkin karna cintamu yang berlebihan, jadi waktunya
berjalan sangat cepat.”
Setelah mengatakan
itu Becca berlari masuk ke dalam kamar mandi dalam ke adaan polos di ikuti oleh
Aby di belakangnya. Di dalam kamar mandi mereka berdua tidak berhenti saling
bercanda dan saling menjaili.
cair yang wanginya, wangi lavender wangi yang Becca sukai dan mulai membuat
busa, setelah seluruh bak mandi penuh dengan busa Aby masuk dan tidak lupa ia
menarik tubuh istrinya masuk ke dalam bak mandi yang berukuran cukup besar,
cukup untuk mereka berdua.
Mereka berdua masuk ke dalam bak mandi dan mulai saling
melempar Busa. Mereka berdua seperti pasangan bulan madu yang kini tengah
melakukan honeymoon bersama.
Mungkin bagi mereka berdua makan tidak makan yang penting
selalu bersama, itulah yang ada dalam pemikiran masing-masing karna sejak pagi
hingga siang mereka berdua tidak ada yang mencari makan untuk mengisi perut
mereka yang kosong, namun yang ada saat ini mereka berdua tangah Asyik bermain
busa di dalam kamar mandi.
Aby menarik tangan istrinya agar Becca sedikit mendekat
dengannya karna saat ini Becca berada sedikit jauh darinya dan mungkin Aby
tidak meyukai hal itu dan yang ia inginkan hanya Becca selalu berada di
dekatnya dan di sampinnya. Iya itulah yang selalu Aby inginkan ingin selalu
dekat dengan istrinya.
“Apa kamu merasa senang dan bahagia sayang.” Mengecup lembut
punggun putih istrinya karna saat ini Becca tengah duduk di atas pangkuannya.
“Tentu saja By. Aku sangat, sangat bahagia.” Becca
menyandarkan tubuhnya di dada bidang suaminya, sementara Aby melingkarkan
tangannya di dada istrinya.
“Aku mencintaimu.” Bisik lembut dan mesra Aby di telinga
istrinya dan sesekali mengecup belakang leher istrinya.
“Aku juga sangat mencintaimu.” Becca membalikkan tubuhnya
karna mendapat sensasi dari kecupan Aby di lehernya, dan lansung mengecup
lembut bibir Aby, kecupan lembut yang mendapat sambutan hangat dari suaminya.
“Ah, By, tetaplah seperti ini.” Becca mengatakan itu di
sela-sela ciumannya.
Aby yang mendengar ucapan istrinya yang begitu sangat
menggoda menurutnya, membuat yang di bawah sana mulai menegang, Becca yang
berada di atas pangkuan suaminya merasakan kalau milik suaminya kini tengah
menengan. Pelan-pelan ia menyentuh milik suaminya dan mulai memainkannya dan
itu membuat Aby merasa terbang ke langit ketuju karna mersakan sesuatu yang
sangat nikmat.
Becca yang melihat suaminya bertingkah seperti itu,
tersenyum karna ia tidak menyangka kalau ia bisa melayani suaminya dengan baik.
Sebaik yang di lihatnya saat ini.
Hingga akhirnya mereka kembali melakukan hal indah itu di
__ADS_1
dalam bak mandi, dan kini suara desahan mereka memenuhi dalam ruangan kamar
mandi.
Semalam rasa rindu telah terluapkan dan sekarang mereka
kembali menyatukan rasa itu tampa ada yang ada merasakan lapar. Cinta memang
membuat orang kehilangan rasa lapar, namun bisa membuat orang sakit Mag, karna
lupa makan.
Cukup lama mereka berdua melakukan hal terindah itu di dalam
kamar mandi, kini Aby mengendong tubuh istrinya keluar dari dalam kamar mandi
dengan gaya brydal style, Becca hanya mengenakan handuk melilit di tubuhnya.
Rasa lelah itu terlihat jelas di wajah Becca, di tambah saat
ini ia belum makan apapun dari pagi, melihat itu pun bekata.
“sayang kamu tidak apa-apa?” sedikit panik melihat wajah
istrinya yang terlihat sangat pucat.
“Aku tidak kenapa-napa” tersenyum “Aku cuman merasa sangat
kelaparan.”
Aby yang mengerti dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh
istrinya, dengan segera ia meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur lalu
menyelimutinya, karna saat ini Becca hanya mengenakan handuk yang melilit di
bagian tubuhnya.
Setelah itu, ia mengambil hapenya dan segera keluar dari
dalam dari kamar, meskipun saat ini ia masih mengenakan handuk, namun melihat
istrinya kelaparan seperti itu Aby sampai lupa kalau ia hanya mengenakan handuk
dan tidak menggunakan celana dalam.
Aby menurungi anak tangga, dan berlari menuju arah dapur
untuk mencari sesuatu yang bisa istrinya makan, Aby mulai membuka pintu kulkas
dan tersenyum ketika melihat ada banyak makanan di dalam sana. Sebenarnya Aby
ingin memesan makanan untuknya dan juga untuk istrinya, namun setelah melihat
ada banyak makanan di dalam kulkas ia tidak jadi memesannya.
Aby mulai mengeluarkan beberapa makanan dari dalam kulkas,
lalu segera memasukkan ke dalam microwev untuk memanasinya. Setelah itu ia
menata makanan itu di atas nampan, dan tidak lupa ia membuat susu coklat
kesukaan istrinya, lalu membawanya kembali ke atas dimana letak kamarnya.
Dengan langkah terburu-buru Aby membuka pintu kamarnya dan
mendapati istrinya tengah memegan perutnya.
“Maaf sayang” meletakkan nampan di pangkuan Becca “Bukan
maksud aku ingin membuatmu kelaparan seperti ini.” Aby nampak sangat menyesal
dengan apa yang telah ia lakukan saat ini. Memiliki banyak uang, namun tetap
membuat istrinya merasa sangat kelaparan itu bukanlah hal yang wajar. Itulah yang
terlintas dalam pikran Aby saat ini.
“Tidak By. Aku tidak merasa seperti itu, namun justru karna
cinta kita berdua mengalami kelaparan seperti ini.”
Setelah mengatakan itu Becca terkekeh, sambil menutup
mulutnya, Aby yang tadinya memasang wajah bersalanya kini ikut tertawa setelah
mendengar ucapan istrinya.
Becca mulai menyendok makanannya lalu suapan pertamanya ia
berikan untuk suaminya “Muka mulutnya By.” Perintah Becca.
“Tapi sayang kamu duluan yang makan, kamu pasti sangat
kelaparan.” Aby menolak.
Becca yang mendapat penolakan seperti itu dari suaminya
menyimpan kembali makanan yang sudah di sendoknya ke dalam piring.
“Aku tidak lapar!” Becca memasang wajah cemberut ketika
mengatakan itu.
“Sayang kamu makan ya. Nantu kamu sakit.”
“Enggak mau!”
Aby yang melihat wajah cemberut istrinya berpikir mencari
cara agar istrinya berhenti marah dan mulai memakan makanannya. Hingga akhirnya
ia menemuka ide yang romantis menurutnya.
Aby mengambil sendok karna kebetulan ia membawa dua sendok
satu untuknya dan satu untuk istrinya.
“Ayo kita makan” memberikan sendok yang satunya untuk
istrinya ,Lalu mulai menyendok makanan di pirin yang ada di depannya kemudian
menyuapi istrinya “Buka mulutmu sayang, Aaaa.” Aby tersenyum bahagia ketika
melihat istrinya memakan makanan yang ia suapkan ke dalam mulut Becca.
Sementara Becca melakukan hal yang sama, sama yang Aby
lakukan menyuapi suaminya dengan penuh rasa cinta.
Autornya nyanyi dikit karna terbawa suasana^_^.
Sungguh sweet Aby mencintaimu.
Hingga Aby takut jika kamu marah. ya Rebecca putri kesayangan Hamish, istri yang paling Aby cintai.
Rebecca Romantisnya cintamu dengan Aby, kau istri tercinta ya Rebecca Aby Atmaja. Aby sayang, kasih, Cintamu.
Cinta kasih Aby untuk istrinya tidak ada duanya, bahkan Aby
sanggup melakukan apapun yang istrinya inginkan, karna cintanya kepada istrinya
tidak bisa ia ungkapkan dengan sebuah kata-kata bahkan Aby takut jika istrinya
sampai marah terhadapnya.
Ok, para Readers jangan lupa.
✅Like
✅Komentar
✅Vote
yang banyak ya biar aku semakin semangat untuk
Up tiap hari untuk kalian.
Terimakasih...
__ADS_1