
Setelah mengambil paper beg, dari tangan Aby, Becca segera membukanya,lalu menyimpannya di atas meja yang ada di dalam kamar hotelnya.
"Ayo, kita makan aku sangat lapar," Ucap Becca manja sambil memegan perutnya.
"Ayo, aku juga sangat kelaparan."
Mereka berdua pun menikmati makan malam bersama di dalam kamar hotel, sesekali Aby melihat ke arah wajah imut Becca,dan tampa sengaja pula Becca melihat ke arah Aby dan akhirnya pandangan mereka berdua pun bertemu,namun dengan cepat Becca mengalihkan pandangannya, Aby merasa ada yang lebih aneh setelah melihat bola mata Becca yang begitu sangat indah, sementara Becca jangtungnya berdetak lebih cepat dari pada biasanya.
Deg, deg, deg, Suara jangtung Becca.
"Aku kenapa?, kenapa jantungku berdetak lebih cepat daripada biasanya?," Ucap Becca dalam hatinya.
Untuk mengurangi rasa canggunya pada Aby, Becca mulai membuka pembicaraan.
"Aby,kapan kamu pulang ke indonesia." Tanya becca.
"Aku akan pulang,jika semua pekerjaanku di sini sudah selesai."
"Apa boleh aku ikut denganmu ke indonesia," Tanya Becca dengan wajah penuh harap.
Mendengar ucapan Becca, Aby berenti makan lalu melihat ke arah Becca.
"Boleh,kamu boleh ikut, lagian tak ada masalah kan?, kedua orang tua kamu juga berada di indonesia."
Mendengar ucapan Aby, Becca tersenyum masam,di dalam hati Becca berkata.
__ADS_1
"Maaf Aby, demi keluar dari negara ini, aku terpaksa berbohong padamu, suatu saat di waktu yang tepat aku akan mengatakan semua itu padamu, maaf."
Selesai berbicara, keduanya kembali memakan makanan yang masih tersisa, belum sempat Aby memasukkan makanannya ke dalam mulutnya, tiba -tiba pintu kamar terbuka dan masuklah pemuda kekar dan tampan.Becca sangat terkejut sementara Aby hanya tersenyum tipis melihatnya.
"Anda siapa?." Tanya Becca.
Tampa menjawab pertanyaan gadis itu, pemuda itu berjalan ke arah Aby, lalu berkata.
"Ternyata ini yang kamu lakukan bos," Ucap Abdy.
Mendengar kata bos keluar dari mulut Abdy, Becca lalu berkata.
"Anda siapa?, Apa dia bos anda?,atau anda asistennya?." Tanya Becca.
"Aku bukan bosnya, bukan pula asistenku,namanya Abdy," Ucap Aby santai.
Abdy kemudian mendekat ke arah Becca, lalu mengulurkan tangannya.
"Kenalkan namaku Abdy."
Becca pun membalas uluran tangan Abdy sambil berkata.
"Becca." Ucapnya singkat.
Setelah memperkenalkan diri, Becca masih bingun dengan hubungan Aby dan Abdy.
__ADS_1
"Sebenarnya mereka berdua punya hubungan apa sih, nama mereka hampir sama, apa mereka saudara, atau mereka punya hubungan lain selain saudara," Berkata dalam hati.
Aby melihat ke arah wajah Becca, terlihat jelas wajah Becca begitu sangat bingun melihat kedua pemuda tampan yang ada di hadapannya itu,Aby kemudian berkata.
"Dia adikku."
Setelah mendengar ucapan Aby, Becca merasa lega.
"Tadi aku sempat berfikir kalau kalian adalah?, tapi sudahlah itu ngak penting," Ucap Becca sedikit mengantung.
"Berfikir apa?, aku penasaran dengan yang kamu fikirkan tadi," Ucap Abdy melihat ke arah Becca dengan pandangan mengoda.
"Iss, aku ngak berfikir apa -apa."
"Beneran, ngak berfikir apa -apa?." Goda Abdy.
"Sumpah,tadi aku hanya berfikir kalau kalian saudara dan ternyata meman benar kalian saudara."
Mendengar perdebatan kedua orang yang ada di hadapan Aby, dengan segera Aby berkata.
"Becca,kami pulang dulu, besok kami akan mulai sibuk bekerja." Ucap Aby berpamitan.
-
-
__ADS_1
-