
Mendengar ucapan Mbo Ere. Abdy merasa seakan jantungnya
berhenti berdetak, tubuhnya terasa tiba-tiba kaku. Wajah yang tadinya ceria
ingin bertemu dengan Lisa kini berubah menjadi sangat pucat. Semua perasaan
yang Abdy rasakan saat ini bercampur aduk menjadi kesedihan tersendiri buatnya.
Abdy begitu sangat sedih dan gelisa ketika mendengar semua yang tengah di
katakan Mbo Ere padanya.
Tampa berkata apapun, Abdy melangkahkan kakinya kebelakang.
Namun sebelum langkahnya menjauhi Mbo Ere, Abdy kembali mendekat kepada Mbo
Ere, lalu bekata.
“Mbo, apa Mbo tau di mana alamat kakek dan nenek Lisa di
Paris?” menatap penuh harap “Kalau Mbo tau? Tolong kasi alamatnya padaku.”
Dengan segera Mbo Ere menjawab pertanyaan Abdy. “Maaf, Den,
saya tidak tau, alamat kakek, nenek non Lisa di sana, yang saya tau kalau Non
ke Paris itu saja.
Mendengar ucapan Mbo Ere. Abdy kembali merasa seakan
dunianya runtuh. Lisa yang selama ini yang mulai menyentuh dinding hati Abdy kini
telah pergi menjauh darinya.
“Ahh.” Mengacak rambut, berjalan ke arah mobil lalu masuk
“Kenapa kamu pergi Lis? Kenapa kamu tak mengatakan padaku kalau kamu ingin
pergi ke Pari.” Mengepalkan tangan di stir mobilnya.
Setelah bebarapa saat termenung di dalam mobilnya. Abdy
kembali keluar dari mobilnya, lalu kembali mengetuk pintu rumah Lisa. Setelah
pintu rumah Lisa terbuka tampa meminta izin Abdy lansung masuk kedalam rumah,
lalu berjalan ke arah kamar Lisa.
Melihat tingkah Abdy yang masuk kedalam rumah majikannya
tampa permisi Mbo Ere pun berkata. “Den, Den Abdy mau kemana?” berlalari di
belakang Abdy.
Tampa berbalik melihat ke arah Mbo Ere. Abdy pun berkata.
“Maaf Mbo, aku ingin ke kamar Lisa. Aku ingin mencari alamat nenek Lisa di
Paris.”
Setelah mengatakan itu Abdy membuka pintu kamar Lisa, karna
saat ini Abdy tengah berada di depan pintu kamar Lisa. Abdy masuk dan lansung
berjalan ke arah laci meja yang berada tepat di sampin tempat tidur Lisa. Cukup
lama Abdy mengacak-acak seluruh isi laci dan juga buku-buku yang ada di dalam
kamar Lisa namun yang Ia cari tak kunjung Ia dapat.
Abdy memegan kepalanya, karna merasa cukup lelah mengacak
seluruh laci yang ada di dalam kamar Lisa. Namun tinggal satu lagi yang belum
Abdy geledah yaitu lemari pakaian Lisa, karna merasa tidak enak membuka lemari
pakaian Lisa, akhirnya Abdy berkata pada Mbo Ere.
“Mbo.” Tersenyum “Aku boleh meminta tolong? Aku ingin Mbo
membuka pintu lemari pakaian Lisa, siapa tau di dalam sana ada terselip alamat
nenek Lisa. Dan Mbo tenang saja, aku pasti akan membantu Mbo Ere membereskan
semua ini.” Abdy tersenyum melihat ke arah Mbo Ere ketika mengatakan itu.
Mendengar ucapan Abdy yang meminta tolong, Mbo Ere pun
berjalan ke arah lemari pakaian Nonanya. Karna Mbo Ere juga merasa kasihan
melihat Abdy yang sedari tadi tak berhenti mencari alamat tersebut.
__ADS_1
Mbo Ere pun membuka lemari, lalu mempersilahkan Abdy
mengacak semuanya. “Silahkan Den!”
Setelah di persilahkan dengan segera Abdy berjalan ke arah
lemari, lalu mulai mecari yang Ia cari. Cukup lama Abdy mencari, hingga
akhirnya matanya tertuju pada sebuah buku yang berwarna biru mudah. Abdy
mengambil buku tersebut yang tak lain adalah buku Diari Lisa, lalu membukanya
kemudian membacanya. Lembaran pertama telah selesai Abdy baca. Namun karna penasaran
dengan cerita selanjutnya Abdy mengambil buku Diari Lisa pulang ke rumahnya.
Abdy pun berkata pada Mbo Ere. “Mbo, buku ini aku bawa ya.”
Melihat ke arah Mbo Ere “karna aku penasaran dengan semua yang tertulis di
dalam buku ini.” Setelah mengatakan itu pada Mbo Ere, Abdy mulai merapikan
semua yang telah ia lakukan di dalam kamar Lisa.
Abdy melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata,
karna ingin segera sampai di rumahnya, dengan perasaan kalut Abdy memasuki
pintu gerban rumah kedua orang tuanya.
Nabila yang melihat putranya masuk ke dalam rumah dengan
cara terburu-buru berkata. “Abdy, Nak. Kamu sudah pulang?” tersenyum hangat
kepada putranya “Bagaimana pekerjaan di kantor? Semunya lancar?” mendekat ke
arah putranya yang tengah berdiri di dekat tangga.
Tampa menjawab pertanyaan Nabila, Abdy lansung memeluk
Nabila sambil berkata. “Ma, aku sangat merindukan kakak!” memeluk erat tubuh
Mamanya.
Namun di dalam hati Abdy berkata “Ma, Lisa telah pergi
meninggalkanku tampa adanya pemberitahuan. Aku merasa sangat sedih Lisa
meninggalkanku.”
Mamanya tau soal perasaan yang sebenarnya terhadap Lisa.
Nabila yang mendengar ucapan putranya tersenyum sambil
berkata. “Setelah semua urusan kakakmu selesai Ia akan segera pulang bersama
dengan kakak iparmu.” Mengelus lembut kepala Abdy “Dan urusan perusahaan kakakmu, itu akan
menjadi tanggun jawabmu selama Ia tak ada.”
Mendengar ucapan Nabila, Abdy melepas pelukannya, kemudian
berkata. “Tentu saja Ma, itu akan menjadi tanggun jawabku.” Tersenyum “Baiklah
Ma, aku naik ke atas dulu ingin istirahat. aku sangat lelah.”
Setelah mengatakan itu, Abdy kembali melanjutkan langkah
untuk naik ke lantai atas di mana letak kamarnya. Abdy membuka pintu kamarnya
lalu masuk. Abdy membuka jas yang Ia kenakan, lalu melemparnya ke arah sopa. Namun
tampa Abdy ketahui buku diari yang Ia bawa dari rumah Lisa tengah terjatuh dan
masuk kedalam kolom sopa yang ada di dalam kamarnya.
Abdy berjalan ke arah kamar mandi, karna Ia ingin membersikan
seluruh tubuhnya. Setelah selesai dengan ritual mandinya Abdy keluar dari dalam
kamar mandi, lalu berjalan ke arah tempat tidur. Abdy menatap langit-langit
yang ada di dalam kamarnya, Lalu kemudian mengingat buku yang Ia bawa dari
rumah Lisa.
“Astaga, aku lupa.” Bangun lalu beranjak dari tempat tidur,
kemudian berjalan ke arah sopa dimana dia meletakkan jas kerjanya. Karna abdy
menyimpan buku diari Lisa di dalam kanton saku jasnya.
__ADS_1
Abdy meraih jasnya, lalu mulai mencari. Satu persatu kantong
saku jasnya Ia periksa, namun ia tak menemukan apa yang Abdy cari. “Kemana
bukunya? Apa terjatuh?” bejalan ke arah kamar mandi, karna Abdy pikir buku yang
tengah Ia cari, ada di dalam kanton saku celananya.
Setelah memeriksa kantong celananya. Namun yang Ia cari tak kunjung
ketemu, Abdy menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berkata. “Dimana aku
menyimpan buku itu?” berpikir “Ah, mungkin tertinggal di mobil.” Berjalan keluar
dari kamarnya, kemudian berlari turun ke lantai dasar, dan lansung berlari
menuju garasi rumahnya, karna di sana Abdy menyimpan mobilnya.
Dengan segera Abdy membuka pintu mobilnya lalu mencari
dimana dia meletakkan buku diari Lisa. Setelah menggeledah semua, namun yang di
carinya tak kungjung ketemu. Abdy mulai memikirkan dimana dia meletakkan buku
tersebut.
“Ah, aku ingat.” Tersenyum sambil menaikkan jari angka satu “Tapi,
aku sudah mencarinya, namun aku tak menemukannya. Tapi baiklah aku akan mencoba
mencarinya lagi. Ini semua demi membaca isi hati Lisa yang sebenarnya.” Tersenyum
sambil berjalan masuk ke dalam ruamhanya “Aku ingin tau! Apakah Lisa masih
mencintai mantan tunangannya itu? Atau mencintai orang lain.”
Abdy kembali berlari naik ke lantai atas dimana letak
kamarnya, lalu kembali mencari. Hingga akhirnya Abdy mengbungkukkan badan di
sekitar sopa yang ada di dalam kamarnya. Setelah melihat buku yang bersampul
warna biru langit tersebut.
Abdy pun berkata. “Oh, astaga Lisa. Untuk membaca isi buku
Diarimu saja. Aku harus berjuang keras .” mengelus buku yang ada di tangannya “Lantas
untuk mendapatkan cinta darimu?” menatap buku yang ada di tangannya “Apakah aku
juga harus berjuang keras untuk mendapatkanmu? Astaga Lisa apa yang telah kamu
lakukan padaku? sehingga aku seperti ini?” setelah mengatakan itu Abdy berjalan
ke arah tempat tidur.
Abdy merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu mulai
membuka halaman, dan mulai membacanya. Abdy merasa bagaikan membaca novel cinta
ketika membaca semua lembaran-lembaran isi buku diari Lisa. Hingga akhirnya
Abdy menemukan lembaran dimana Lisa mengatakan isi hatinya untuk orang yang
tengah membantunya melupakan semua masalahnya dengan mantan tunangannya. Di dalam
lembaran Diari itu Lisa menulis kata.
Abdy Atmaja, dialah pemuda yang telah mengubahku, dari Lisa yang lemah menjadi kuat.
dia pemuda konyol dan juga Playboy yang begitu suka menarik perhatian gadis-gadis cantik.
walaupun aku tau, semua sipat dan kelakuannya itu.
namun aku suka memiliki seorang sahabat baik sepertinya. seiring berjalannya waktu,
pertemuan demi pertemuan dengannya, membuatku merasa sesuatu yang aneh.
haha, ini mungkin adlah perasaan yang konyol menurut aku pribadi.
namun satu hal yang pasti, aku sangat mengaguminya dan sangat menyukainya, dan lebih pastinya
aku mulai memiliki perasaan untuknya.
Namun semenjak aku melihatnya kedekatannya dengan wanita lain. aku mulai merasa, kalau selama ini dia tak memiliki perasaan untukku dan hanya mengangapku sebagai sahabatnya saja tak lebih dari itu.
Untuk sesaat, aku mulai berpikir, jika aku selalu berada di dekatnya, aku sendiri yang akan tersakiti, karna mengharap cinta dari sahabat yang tak pernah mencintaiku.
Iya jujur aku mencintainya, karna itu, aku akan berusaha menjauh darinya meskipun sangat menyakitkan untukku. aku akan tetap berusaha untuk melupakannya untuk selamanya...
setelah membaca semua isi dari
__ADS_1
buku diari Lisa. Abdy lansung terbangun dan mengambil hapenya yang berada di
sampinnya...