
Setelah itu Ia menyuruh anak buahnya membawanya ke hotel yang Ia tempati untuk menginap.
"Bawa aku kembali ke hotel." perintahnya pada anak buahnya.
Mendengarkan itu dengan segera anak buahnya mengemudikan mobilnya menuju arah Hotel yang di tempati bosnya akan menginap.
***
Setelah pulang dari rumah sakit, Aby selalu menempel pada istrinya. Ia merasa kalau Ia hanya ingin memeluk istrinya saja.
Melihat putranya seperti itu Nabila bekata pada Aby.
"By, apa tak sebaiknya kamu tinggal di rumah Mama. Biar Istrimu ada yang mengurus dan juga menjaganya." tanya Nabila.
Aby melihat ke arah Nabila, lalu berkata. "Ide yang baik Ma. Aku setuju dengan usul Mama. Kalau menurut kamu bagaimana sayang?" melihat ke arah Becca.
"Aku setuju saja. Karna semua itu yang terbaik," ucap Becca pelan.
Nabila tersenyum lalu berkata. "Baiklah, jadi rencana kalian kapank akan pindah ke rumah Mama?" Nabila menyatukan tanganya lalu menempelkannya di dagunya. Nabila merasa sangat senang karna menantunya setuju tinggal bersama dengannya.
Setelah mengatakan itu Nabila pamit pulang karna telah sore. "Sayang, Mama pulang dulu ya. karna sebentar lagi Ayahmu akan pulan dari kantor." Nabila mengelus lembut rambut Becca.
"Iya, Ma, Mama hati -hati ya di jalan"
Setelah mengatakan itu Nabila melihat ke arah Aby, lalu berkata. "By, kamu jagain istri dan calon anak kamu. Mama tak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Mantu dan calon cucuku." Nabila menekan kata terakhirnya pada Aby.
"Siap, Ma. Aku akan selalu menjaga mereka berdua dengan sangat baik." Aby mengatakan itu dengan langtang.
__ADS_1
Setelah itu Nabila berjalan ke arah pintu diikuti oleh Abdy di belakannya. Namun sebelum Abdy keluar, Aby memanggilnya.
"Abdy tunggu." berjalan ke arah Adiknya.
Abdy berbalik, lalu berkata. "Iya, bos ada apa?" tanya Aby pelan.
Setelah sampai di depan Abdy. Aby merangkul lengan Abdy keluar dari pintu Apartmensnya. Karna ada sesuatu yang ingin Ia katakan pada Abdy.
"Ada apa bos? apa ada sesuatu yang penting?" Abdy bertanya kembali.
"Apa kamu besa membantuku?" Aby melihat ke arah Abdy.
"Bantuan apa bos?" Abdy sedikit bingun dengan apa yang tengah di katakan oleh Aby.
"Aku ingin kamu mencarikan Becca kalun dan cincin yang bisa kita lacak, dimanapun Ia berada." sedikit menjelaskan. "Karna beberapa hari ini perasaanku mulai tidak enak. Di tambah melihat orang yang selalu berada di depan Apartmens ini. Sepertinya orang itu sangat mencurigakan. Dan aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Becca di tambah saat ini Ia tengah mengandung."
Karna beberapa hari ini. Aby memang mulai memperhatikan beberapa orang asing yang selalu memarkir mobilnya di depan Apartmensnya. Dan sepertinya mereka bukan berasal dari kota yang Aby tempati.
"Baiklah, itu akan lebih baik. Dan kalau bisa kalun dan cincin yang ku pesan itu harus ada besok. Ok."
"Ok, bos. besok aku sendiri yang akan membawanya ke kantormu."
Selesai berbicara dengan Abdy. Aby kembali masuk ke dalam Apartmensnya. Sementara Abdy dan Nabila pulang kerumahnya.
Malam pun tiba, selesai makan malam, Aby dan Becca masuk ke dalam kamar tak lupa Ia membawa segelas susu coklat hamil untuk Becca. karna sewaktu pulang dari rumah sakit Nabila menyarankan agar Becca memulai meminum susu untuk ibu Hamil.
Becca duduk di pinggir tempat tidur. Sementara Aby meletakkan susu yang Ia bawa dia atas meja sampin tempat tidur. Setelah itu Aby mengcup lembut dahi Becca, setelah melepas kecupannya Aby berkata.
__ADS_1
"Sayang, susunya di minum dulu, nanti dingin" ucapa Aby pelan.
Setelah mengatakan itu Aby duduk. Melihat kediaman Becca, Aby lalu berkata. "Sayang, kamu kenapa? apa ada sesuatu yang ingin kamu makan? kalau ada bilang sama aku, aku akan segera mencarikan untukmu."
Mendengar ucapan Aby. Becca tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Lalu berkata. "Aby, aku sangat bahagia dengan kehamilan aku ini." mendongakkan wajahnya melihat ke arah Aby. "Aku diam memikirkan, apa yang akan terjadi denganku nantinya, di saat Dadyku mengetahui semua ini."
Mendegar kata yang keluar dari mulut Becca. Aby pun mengelus lembut belakan istrinya lalu berkata.
"Ingat kata dokter, kamu jangan terlalu banyak pikiran, itu akan mempengaruhi kesehatanmu dan juga anak kita." Mengelus lembut perut Becca yang masih terlihat rata.
"Kalau soal Daddymu, aku sendiri yang akan bertanggun jawab. Aku yang akan menjelaskan semuanya. Kapanpun kamu siap kita akan segera pergi ke negara kelahiranmu. Untuk menjelaskan semuanya. Tapi untuk saat ini, kamu tak boleh terlalu banyak pikiran. Ok." Setelah menjelaskan semuanya, Aby mengambil susu di atas meja, lalu memberikannya pada Becca.
*
*
*
Jangan lupa:
Like✔
komentar✔
Vote✔
__ADS_1
Bintang 5✔
Terimakasih😘