
Itulah keinginan Abdy, yang ingin sukses seperti kakaknya
Aby, karna menurutnya ketika ia sukses anak dan istrinya kelak tidak akan
merasa kekurangan apapun, sama yang saat ini Aby lakukan untuk istrinya,
meskipun perusahaan Ayahnya kini atas namanya karna Aby meminta, kepada Ayahnya
satt Doni selaku Ayah mereka ingin membagi aset perusahaannya kepda kedua
anak-anaknya. Namun Aby menolak, karna ia telah memiliki perusahaan sendiri,
yang tidak jauh besar dari perusahaan kedua orang tuanya.
Aby yang mendengar ucapan adiknya salut, karna saat ini
adiknya mulai berpikiran dewasa. Mulai memikirkan jalan terbaik yang akan di
tempuhnya.
Aby pun berkata. “Baiklah, pertahankan, yang ingin kamu
lakukan jangan sampai membuat orang yang kamu cintai merasa kecewa dengan apa
yang kamu lakukan.” Duduk di kursi “Dan satu lagi Dy, kamu harus merubah sikap
play boymu itu, jangan sampai Lisa meninggalkanmu hanya sikap kamu itu yang
tidak mau berubah.”
Aby memperingati adiknya,untuk merubah semua sipatnya, karna
ia tau sipat Abdy yang suka gonta-ganti pakaian.
Abdy yang mendengar ucapan kakaknya tersenyum sambil
berkata. “Tenang saja Bos, sudah lama aku merubah sipat aku itu, semenjak Lisa
pergi meninggalkanku, aku baru menyadari kalau aku ternyata sangat
mencintainya, bahkan merasakan sakit ketika Lisa pergi meninggalakanku tampa
adanya kabar. Lisa adalah gadis pertama yang telah menggetarkan hatiku ,gadis
pertama yang telah membuatku merasakan arti cinta yang sebenarnya.” Abdy
terlihat sangat bahagia ketika mengatakan itu kepada kakaknya.
Dan tampa Abdy sadari, semua yang di katakan di dengar oleh
Lisa yang kebetulan keluar dari dalam kamarnya. Dengan persaan bahagia Lisa tersenyum
sendiri di balik dinding mendengar semua yang Abdy katakan tentangnaya.
“Aku tidak menyangka Dy, kalau kamu ternyata sangat
mencintaiku.” Lisa tersenyum bahagia.
Aby yang selesai men dengar semua pengakuan cinta Adiknya,
tersenyum, dan berkata.
“Baiklah, akan lebih baik kalau kamu memesan makanan yang
akan kita makan untuk makan malam bersama, karna saat ini semua para
wanita-wanita cantik kita pasti merasa sangat lelah dan pasti tidak bisa
menyediakan makan malam untuk kita, benar kan?” tersenyum melihat ke arah Abdy
yang kini tengah duduk santai di depannya.
“Benar sekali Bos, aku juga tidak ingin membuat Lisa tambah
kelelahan, dengan memasak untuk kita semua.”
“Nah, baiklah akan lebih baik kalau kamu memesan makanan
sekarang, dan aku ingin membawakan susu pesanan kakak iparmu.”
Aby beranjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah dapur
untuk membuatkan susu pesanan istrinya, lalu membawanya masuk ke dalam kamar.”
Sementara Abdy mulai memesan makana untuk mereka berempat,
Lisa yang melihat Abdy duduk sendiri berjalan ke arahnya dengan senyuman manis
yang ia sunggingkan Lisa duduk di sampin Abdy.
Abdy yang melihat Lisa duduk di sampinnya tersenyum sambil
berkata.
“Kamu tidak istirahat?” melihat ke arah Lisa yang kini tegah
menyendarkan kepalanya di sandaran kursi.
“Tidak!”
“Kenapa?”
“karna aku menunggumu”
“Menungguku?” bingun “Kenapa menungguku?” tersenyum jail
melihat ke arah Lisa yang kini melihat ke arah lain.
“Iya, aku meninggumu untuk menidurkanku! Puas! Dengar jawabanku.”
Kesal.
Setelah mengatakan itu, Lisa beranjak dari duduknya dan
lansung berjalan masuk ke dalam kamarnya di ikuti oleh Abdy di belakangnya.
“Lis, tunggu donk.” Berlari di belakang Lisa “Yah pacar aku
nagmbek ni!” Abdy menarik tangan Lisa ketika mereka berdua tengah berada di
dalam yang di tempati Lisa untuk tidur, dan itu membuat Lisa masuk ke dalam
pelukannya. Sementara Lisa mulai memasang wajah cemberutnya.
Abdy melingkarkan tangannya di pinggan Lisa, sambil berkata.
“Ya, sepertinya pacar aku ngambek ni? Jangan ngambek donk sanyan, emua, emua,
emua,” Abdy menciumi seluruh wajah Lisa dan itu membuat Lisa merasa geli.
“Hei, hentikan.” Menepuk pelan bahu Abdy “Aku menaras
kegelian.”
Namun Abdy yang suru menghentikan ciumannya kini justru
menutup mulut Lisa dengan bibirnya dan itu membuat Lisa terdiam, terdiam karna
saat ini Abdy mulai mengecup lembut bibirnya dan di balas lembut oleh Lisa.
Mereka berdua tengah Asyik berciuman, namun tiba-tiba pintu
kamar yang mereka berdua tempati berciuman tengah di buka oleh Becca.
“Hoo” terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya “Dengan
segera ia menutup matanya dengan tangannya, namun masih bisa melihat dari
celaa-cela jarinya “Maaf, aku tidak tau kalau kalian berdua sedang anu.” Berbalik
badan dan kembali menutup pintu.
Lisa dan Abdy yang terkejut ketika mendengar suara Becca,
lansung melepas pautan bibir mereka. Mereka berdua merasa sangat malu,malu
karna kakak iparnya telah melihat apa yang tengah mereka lakukan.
Tingggg.
__ADS_1
Sebuah pesan masuk ke dalam hape Lisa, Lisa yang mendengar
nada pesan di hapenya berbalik melihat ke arah meja yang ada di sampin tempat
tidur.
“Lepas Dy” berusaha melepas tangan Abdy yang masih setia
melingkar di pingganya “Aku mau baca pesannya itu dulu, siapa tau penting.”
Abdy yang mendengar kata Lisa yang ingin melihat pesan masuk
di hapanya berkata. “Palingan itu hanya pesan dari Telkomsel.” Tersenyum jail
dan ingin kembali mencium bibir Lisa.
“Hentikan! Dy” menahan bibir Abdy dengan tangannya “Sudah
cukup cium menciumnya, akan lebih baik kalau kamu mandi sekarang, badan kamu
bau.” Lisa menutup hidungnya sambil tertawa ketika mengatakan itu.
“Apa kamu bilang? Hem, kamu bilang aku bau?” Abdy mengelitik
perut Lisa dan itu membuat Lisa tertawa melebar karna merasa geli.
Hahaha.
“Hentikan Dy! Hentikan, hahaha. Aku tidak tahan Dy, ini
sangat geli” Lisa tidak berhenti tertawa ketika Abdy terus menggelitik
perutnya.
Abdy yang melihat Lisa tertawa melebar, berhenti
mengelitiknya karna saat ini wajah Lisa sangat merah, merah karna tidak bisa
menahan rasa gelinya akibat ulah Abdy.
“Udah ya Dy, aku mohon hentikan.” Lisa memegan perutnya
ketika mengatakan itu.
“Baiklah, aku juga sudah lelah mengelitikmu, akan lebih baik
kalau aku kembali ke kamarku untuk membersikan diri.”
Abdy mulai berjalan ke arah pintu, namun sebelum ia membuka
pintu Lisa kembali memanggilnya.
“Dy.” Memanggil “Sini.” Lisa memanggil Abdy sambil melihat
ke arah hapenya.
“Ada apa?” berjalan mendekat ke arah Lisa yang kini tengah
duduk di pingir tempat tidur sambil melihat ke arah layar hapenya.
Lisa yang melihat Abdy duduk di sampinnya berkata “Kakak
ipar ingin betemu dengan kita berdua.” Memperlihatkan pesan yang Becca kirim
untuknya.
“Kenapa?” bingun “Kaka ipar ingin bertemu dengan kita?”
sambil melihat pesan yang Becca kirimkan yang mengatakan.
*Kalau pesta kalian berdua sudah selesai, aku ingin berbicara *
secara pribadi dengan kalian berdua,Ok, aku tunggu dan akan mengabari setelah Aby tidur.
Itulah pesan yang Becca kirim, ke hape Lisa dan membuat
keduanya merasa bingun, bingun memikirkan pembicaraan pribadi apa yang ingin
Becca katakan kepada mereka berdua di tambah mereka akan bertemu setelah Aby
tidur.
arah Lisa.
“Tau” berkata santai sambil menaikkan kedua punggunya.
Setelah pertemuannya
malam itu dengan Lisa dan Abdy, kini mereka talah berada di sebuah rumah mewah yang
baru saja Hamish beli untuk anak menantunya, dan Aby tidak mengetahui hal itu.
Namun anggota keluarga yang lainnya sudah mengetahuinya,
karna Becca telah merencanakan kejutan yang besar untuk suaminya.
Malam itu, setelah Aby tertidur, Becca mengirim pesan kepada
Lisa dan Abdy untuk menemuinya di luar apartemens dan di hadiri oleh semuanya
anggota keluarganya, bahkan Hamish yang mendengar kabar baik dari putrinya
dengan segera menyelesaikan semua pekerjaannya dan lansung ke Indonesia untuk
menemui putrinya.
Becca pov.
Malam itu ketika Becca pulang dari pantai, ia menghubungi
Daddynya dan mengatakan kalau saat ini ia telah mengingat semuanya.
“Dad, aku sangat merindukanmu.” Becca menangis di dalam
kamar mandi ketika mengatakan itu.
Hamish yang mendengar putrinya menangis merasa sangat
terkejut, bahkan Hamish mulai berpikir kalau Aby telah melakukan hal yang tidak
baik kepada putrinya.
“Kamu kenapa sayang? Apa Aby melakukan sesuatu yang buruk
kepadamu?” tanya Hamish pelan dan lembut.
“Tidak Dad, Aby bukanlah suami seperti itu. Aby adalah suami
terbaik yang pernah aku miliki.” Becca tidak berhenti memuji kebaikan suaminya.
“Lalu kenapa kamu menangis sayang.”
“Aku menangis bahagia Dad, karna saat ini aku sudah
mengingat semuanya. Mengingat Daddyku,mengingat suamiku,dan mengingat semua
anggota keluargaku yang begitu sangat menyayangiku.” Becca tersenyum ketika
mengatakan itu.
“Apa!” terkejut “Kamu sudah mengingat semuanya sayang?”
“Iya Dad, aku sudah mengingat semuanya.”
“Apa suami sudah tau? Dan juga yang lainnya?”
“Belum ada yang tau, selain Daddy. Aku menelponmu karna aku
ingin meminta Daddy datang kemari untuk ikut merayakan hari ulan tahun suamiku,
dan aku akan memberi kejutan ini padaya kalau aku telah mengingat semuanya, apa
Daddy akan mengabulkan permintaan putri kecil Daddy ini?” Becca memastikan
kalau Daddynya akan hadir di acara kebahagiannya, mengingat pekerjaan Daddynya
yang selalu sibuk.
“Tentu saja sayang, besok aku akan segera ke indonesia. Dan ya,
__ADS_1
kapan UlanTahun Menantuku?”
“Minggu depan Dad”
“Oke, berarti aku masih ada waktu untuk mencari hadiah yang
tepat untuk Menantu kesayanganku.”
“Hadiah? Hadia apa Dad?” Becca penasaran.
“Nanti kamu sendiri yang akan memilihnya, jika Daddy sudah
sampai.”
“Oke, Dad, aku mencintaimu dan juga sangat merindukanmu,
emmua, sampai bertemu di Indonesia.”
Setelah sambungan telponnya, terputus dengan Daddynya, Becca
menghubungi Ibu Mertuanya Nabila dan mulai mengatakan tentang dirinya yang
telah mengingat semuanya. Dan Nabila yang mendengar itu merasa sangat senang
dan bahagia.
Becca juga mengatakan agar ibu mertuanya menjaga rahasia
ini, agar Aby tidak mengetahuinya karna ia ingin memberi kejutan yang besar
untuk suaminya di hari Ulangtahunnya.
*****
Becca mulai menyiapkan segala sesuatunya, untuk merayakan
UlanTahun Aby yang akan mereka rayakan
sebentar malam, di rumah mewah yang telah Hamish hadiakan kepada anak
Menantunya.
Sebenarnya sudah lama Hamish ingin memberikan hadiah kepada
anak Menantunya, namun kecelakaan yang di alami putrinya dan itu membuatnya
lupa dengan apa yang ingin di berikan untuk Menantunya, dan menurut Hamish
inilah waktu yang tepat untuk memberikan hadiah itu untuk menantunya.
Dengan di bantu dan di dukun oleh seluruh anggota
keluarganya tampa terkecuali, Becca kini mendekorasi ruangan tamunya dengan
sebegitu indahnya, dan di bantu oleh Daddy dan juga kedua mertunya.
Sementara Abdy dan Lisa sibuk mendekorasi kamar yang akan di
tempati kakak dan kakak iparnya melakukan malam pertama setelah berbulan-bulan,
itulah yang ada di pikiran keduanya.
Abdy yang melihat Lisa tengah sibuk menabur kelopak bunga mawar
di atas tempat tidur yang berukuran King zise itu berkata.
“Kapan kamar ku, eh maksudku kamar kita” tersenyum “Di rias
seperti ini Lis.”
Lisa yang mendengar ucapan Abdy berhenti menabur bunga, lalu
melihat ke arah Abdy yang kini tengah melihat ke arahnya.
“Kamu ingin kamar kita di rias seperti ini?” berjalan ke
arah Abdy “Makanya cepat nikahin aku.” Lisa menabur bunga di kepala Abdy ketika
selesai mengatakan itu dan berlari keluar dari dalam kamar lalu turun di lantai
dasar dimana semuanya tengah berkumpul.
Abdy yang melihat Lisa berlari keluar, ikut mengejarnya
hingga sampai di lantai bawah Abdy tidak berhenti mengejar Lisa dan itu membuat
seluruh anggota keluarganya melihat ke arah mereka.
“Abdy, Lisa. Kalian berdua itu seperti Tom and Jerry.”
Nabila mengatakan itu karna mendengar ucapan putranya yang mengatakan, Awas
kamu Lisa, kalau sampai aku menangkapmu aku tidak akan memberikanmu keju, aku
akan memakannya sendiri. Itulah yang Abdy katakan kepada kepada Lisa di saat ia
mengejarnya.
Becca yang mendengar ucapan Mertunya berjalan mendekat dan
berkata. “Mereka tidak seperti Tom and Jerri Ma” tersenyum “Tapi mereka berdua
seperti Rome and Juliet.” Becca merangkul lengan Nabila ketika mengatakan itu.
Nabila yang mengerti dengan apa maksud dari ucapan
menantunya berkata “Benarkah? Mereka berdua sudah jadian?” melihat ke arah
menantunya yang kini tengah menganggukkan kepalanya.
“Iya, Ma, mereka berdua sudah jadian.” Tersenyum senang
sambil melihat ke arah Lisa dan Abdy yang kini saaling melempar bunga di dekat
tangga.
“Akhirnya” tersenyum “Keinginanku terkabulkan juga, yang
ingin menjadikan Lisa sebagai menantuku.” Melihat ke arah Abdy yang kini
tertawa ceria melihat ke arah Lisa.
Jam telah menunjukkan pukul sembilan malam, Abdy pulan ke
Apartemen kakaknya sendiri, karna ia tau pasti saat ini Aby mulai gelisah
mencari mereka semua yang tidak ada di Apartemennya, berhubung semua hape
mereka matikan cuman Abdy saja yang
tidak mematikan hapenya karna ia tidak ingin Aby curinga kepadanya.
Dengan pura-pura lelah Abdy masuk ke dalam apartemen
kakaknya dan mendapati Aby tengah mondar-mandir mencari keberadaan Lisa dan juga
istrinya.
“Abdy, kamu dari mana?” dengan langkah seribu Aby berjalan
ke arah Abdy yang baru saja membuka pintu.
“Aku baru saja pulang Bos, aku sangat lelah pekerjaan di
kantor sangat banyak. Ahhh” Abdy duduk di sopa yang ada di ruangan tamu dengan
pura-pura merasa lelah.
Aby yang melihat itu berjalan mendekat ke arah adiknya dan
berkata. “Apa kamu mengetahui dimana perginya istriku dan juga Lisa? Ini sudah
sangat larut malam” melihat ke arah jam tangannya.
Abdy yang mendengar ucapan kakaknya berkata. “Apa!”
pura-pura terkejut “Kakak ipar dan juga Lisa tidak ada di kamar mereka.” Beranjak
dari duduknya lalu berjalan ke arah kamar Aby dan juga kamar yang di tempati
__ADS_1
Lisa menginap.