
Aby berjalan keluar dari dalam kamarnya dan meninggalkan Becca
sendiri, ia sengaja meninggalakan Becca dengan Album yang berisi kenangan manis
tentang kebersamaan mereka, karna Aby berharap Becca akan mengingat semua itu
dengan cara pelan-pelan.
Aby berjalan ke arah ruangan tamu, dan mendapati anggota
keluarganya tengah berkumpul. Nabila yang melihat putranya berjalan ke arahnya
berkata.
“By. Apa Becca sedang istirahat?” tanya Nabila pelan.
“Tidak! Ma, Becca hanya duduk di atas tempat tidur, karna
aku memberinya album poto yang berisi kenangan-kenangan indah kami.” Aby
berjalan mendekat ke arah Abdy ketika selesai mengatakan itu.
“Oo. Semoga menantuku segera mengingat semuanya.” Wajah Nabila
terlihat sedih ketika mengatakan itu.
“Semoga, Ma, setelah melihat isi album poto itu Becca segera
mengingat semuanya.” Aby tersenyum tipis setelah mengatakan itu.
Aby melihat ke arah Abdy yang kini tengah menatap wajah Lisa
tersenyum karna ia tau kalau Abdy tengah jatuh cinta, cinta terpendam tepatnya,
Aby yang melihat tingkah Adiknya yang tengah kasmaran berkata. “Kalau memang
cinta katakan saja, jangan menjadi laki-laki pecundang dan membiarkan apa yang
kamu cintai menjadi milik orang lain.
Kata-kata yang keluar dari dalam mulut Aby seperti sindiran
di telinga Abdy, dan itu membuat Abdy merasa sedikit tersinggun dengan apa yang
baru saja kakaknya ucapkan.
“Laki-laki pecundang! Aku bukan pemuda seperti itu.” Mengelak
“Jika aku menyukai seorang gadis aku pasti akan mengunkapkannya. Namun satu hal
yang tidak bisa aku lakukan?” terdiam sejenak “Mengatakan yang sejujurnya kalau
aku benar-benar cinta dan tulus ingin bersamanya.” Abdy melihat ke arah Lisa
ketika mengatakan itu.
Nabila yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut
putranya, berkata. “Katakan yang sebenarnya agar kamu tau kalau gadis yang kamu
sukai itu tau perasaan kamu yang sebenarnya.” Nabila tersenyum melihat ke arah
suaminya Doni yang kini tengah duduk di sampinnya.
“Benarkah harus seperti itu?” tanya Doni sambil melihat ke
arah Nabila istrinya yang kini mulai merasa malu mendengar pertanyaan dari
suaminya.
Kata-kata yang tadinya di tunjukkan untuk Abdy kini berakhir
untuk Nabila sang Mama yang tiba-tiba mendapat serangan balik dari sang suami.
Aby, Abdy dan Lisa yang menyaksikan itu, bersorak meminta
jawaban dari ke dua orang tua yang ada di hadapannya.
__ADS_1
“Jawab, jawab, jawab.” Sorak Aby, Abdy dan Lisa.
Nabila yang mendengar sorakan ketika anak muda yang ada di
hadapannya berkata. “Tentu saja benar. Bagaimana gadis itu akan tau kalau kamu
menyukainya jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya.” Tersenyum melihat ke
arah suaminya “Sama seperti yang kamu lakukan dulu. Aku tidak akan pernah tau
jika kamu mencintaiku jika kamu tidak pernah mengunkapkan yang sebenarnya,
bahkan perasaanku untukmu mungkin sudah aku bukur dalam-dalam jika kamu tidak
mengatakan yang sebenarnya.” Nabila sedikit membuka kenangan masa mudanya
bersama Doni suaminya dan itu membuat suaminya tersenyum.
Doni merasa kalau
saat ini dirinya kembali muda setelah istrinya membahas kenangan mereka sewaktu
muda dulu.
Mereka semua bercanda ria di ruangan tamu dan di kejutkan
oleh suara teriakan Becca.
“Ah, kepalaku sakit.” Suara Becca yang terdengar di ruangan
tamu.
Aby yang mendengar suara teriakan istrinya, tampa bertanya
atau berkata, berlari masuk ke dalam kamarnya dan mendapati Becca tengah
meringgis kesakit sambil memegan kepalanya.
“Ao, sakit! Kepalaku sangat sakit.” Becca kembali berteriak
karna tidak bisa menahan rasa sakit di kepalanya.
suara teriakan kedua istrinya dan
lansung memeluk Becca lalu menyandarkan kepala istrinya di dada bidangnya. “Sayang,
sayang.” Panik “Becca lihat aku sayang. Mana yang sakit?” Aby ikut memegan
kepala Becca karna saat ini Becca tengah memegan kepalanya dengan kedua
tangannya.
Nabila dan yang lainnya ikut masuk ke dalam kamar Aby ketika
mendengar suara ringgisan Becca. Nabila berjalan mendekat ke arah Becca dan Aby
sambil berkata. “Becca sayang, tenang ya Nak, tenang.” Nabila mengelus lembut
kepala Becca ketika mengatakan itu.
Becca yang mendapat elusan lembut dari Nabila, pelan-pelan
mulai terlihat nyaman hingga akhirnya tertidur dalam pelukan Aby.
Aby yang melihat istrinya tertidur, melihat ke arah Abdy
lalu berkata. “Dy, telpon dokter untuk segera datang kemari untuk segera
memeriksa istriku. Aku ingin tau apa yang membuatnya berteriak histeris seperti
ini.” Aby kembali melihat ke arah wajah Becca ketika selesai mengatakan itu
kepada Abdy.
Aby terlihat begitu sangat sedih melihat keadaan istrinya
seperti ini, kesedihannya begitu sangat terlihat ketika Aby meneteskan air
__ADS_1
matanya, namun dengan segera ia mengusapnya karna tidak ingin ada orang lain
yang melihatnya cukup dirinya saja yang merasakan penderitaan yang tengah ia
rasakan saat ini.
Namun Nabila bisa merasakan apa yang tengah di rasakan
putranya saat ini, sebagai seorang ibu, Nabila bisa membaca semua dari sorot
mata yang Aby pancarkan.
Abdy yang mendengar ucapan kakaknya dengan segera
menghubungi Dokter karna ia juga begitu sangat khawatir dengan keadaan kakak
iparnya saat ini.
Aby tertegun menatap wajah istrinya yang kini tengah
terlelap dalam balutan selimut. Aby sangat takut terjadi sesuatu yang buruk
kepada orang yang sangat di cintainya, mengingat ucapan Dokter yang mengatakan
kalau Becca terus berusaha mengingat semuanya itu akan membuat otaknya berdarah
dan berakibat patal dan bahkan itu bisa merenggut nyawanya. Dan Aby tidak
mengiginkan itu terjadi.
Hingga akhirnya Aby memilih menyimpan semua kenangan yang
bisa di lihat istrinya. dan itu bisa membuat Becca kembali berpikir sangat
keras untuk mengingat semua kenangan manisnya itu. Dan itu Aby tidak
ingin,karna jika Becca mencoba untuk mengingat semuanya sama halnya jika ia
ingin melenyapkan yawa istrinya secara perlahan.
Aby mengambil kardus dan mulai memasukkan semua poto-poto
bahkan Album poto yang sempat membuat Becca lihat itu semua Aby masukkan ke
dalam ke dalam kardus lalu membawanya ke gudang Apartemensnya.
Sebulan telah berlalu, kesehatan Becca sudah mulai membaik,
tubuh yang terlihat kurus kini berisi kembali semua itu karna Aby tidak pernah
berhenti memperhatikan asupan makanan yang istrinya komsumsi di tambah Lisa
ikut membantunya, karna Becca selalu merasa tidak nyaman jika Aby terlalu
memperhatikannya.
Aby yang melihat istrinya selalu merasa tidak nyaman jika ia
terlalu perhatian, mengerti dengan kondisi Becca yang tidak mengingatnya dan
itu tidaklah menjadi masalah baginya selama istrinya selalu berada di dekatnya.
Sementara di Sydny di Mansions mewah Hamish, Sameera tengah
menjalani hukuman dari Hamish. Hukuman yang tidak bisa di bayankan oleh
siapapun. Bahkan Ryo sendiri bergidik ngeri melihat Hamish menyiksa Sameera
dengan begitu sangat kejamnya.
“Bagaiman apa kamu masih berpikir ingin menyakiti putriku?”
Hamish menatap tajam ke arah wajah Sameera yang kini tengah tergeletak di
lantai setelah melayani nafsu bejat semua BodyGuard Hamish yang bertubuh kekar.
Hamis tersenyum sinis melihat ke arah wanita yang hampir
__ADS_1
melenyapkan nyawa putrinya...