Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.166


__ADS_3

Lisa yang mendengar pertanyaan Aby tersenyum namun tidak


mengatakan apapun, karna ia bingun harus menjawab apa, karna tidak tau kemana


Abdy perginya, setelah menurungkannya dari motor, Abdy kembali melajukan motor


yang ia gunakan dan tidak tau kemana ia akan pergi.


Aby yang melihat senyuman Lisa mengerti, namun tidak


mengatakan apapun, karna ia tidak ingin mencampuri urusan adiknya.


“Baiklah Lis, sekarang kamu masuk dan istirahatlah.”


“Baik, kak. Kakak ipar aku masuk dulu.” Melihat ke arah


Becca yang kini tengah tersenyum melihat ke arahnya.


“Ok. Semoga tidurmu nyenyak.”


Lisa pun membuka pintu kamarnya lalu masuk, sementara Aby


melihat ke arah istrinya yang terlihat sangat berubah ketika pulang dari


pantai. Mulai dari cara berbicaranya, tingkah lakunya dan bahkan sipat manjanya


semuanya mulai terlihat, ia merasa Beccanya yang dulu kini tengah kembali,


namun jika meman Becca sudah mengingat lantas kenapa dia tidak mengatakanya,


itulah pertanyaan yang ada di kepala Abdy saat ini.


Aby membuka pintu kamarnya, lalu masuk bersama dengan


istrinya dan meskipun sudah sampai di dalam kamar Becca tidak pernah melepas


pegangan tanganya dari lengan Aby.


“Sayang, sekarang kamu bersikan tubuh kamu dulu, setelah itu


aku akan membersikan tubuh aku juga.”Aby tersenyum melihat ke arah istrinya


yang kini tengah tersenyum melihat ke arahnya.


“Baiklah. Namun akan lebih baik kalau kita mandi bersama.” Berkata


pelan dan manja.


Dan itu membuat Abdy merasa sangat senang, sangat senang


bahkan saat ini Aby ingin sekali mengendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar


mandi dan mandi bersama, namun ia urunkan karna mengingat saat ini istrinya


masih hilang ingatan, dan jika sampai Aby melakukan itu ia takut istrinya akan


takut dan bahkan tidak mau tidarnya lagi.


“Maaf, sayang sekarang kamu mandi duluan ya,karna aku harus


menyelsesaikan pekerjaanku.” Menolak ke inginan istrinya.


Namun sebenarnya Aby tidakingin menolak ke inginan istrinya,


namun karna ia takut tidak bisa menahan dirinya untuk melakukan hal yang tidak


di inginkan istrinya mengingat kata isstrinya yang ingin mandi bersama, ah,


pasti akan sangat tergoda melihat keindahan tubuh istrinya dan karna alasan itu


Aby menolak keinginan istrinya untuk mandi bersama.


“Baiklah, sekarang aku mandi ya.”


Setelah mengatakan itu Becca berjalan ke arah kamar mandi,


namun sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi Becca berbalik dan tersenyum hangat


melihat ke arah Aby.


Aby pun membalas senyuman hangat istrinya dan itu membuat


hati Aby ikut menghangat.


Becca masuk ke dalam kamar mandi, dan memulai ritual


mandinya.


Semenatara Aby masih menatap pintu kamar mandi yang sudah di


tutup oleh istrinya, dan bingun memikirkan semua tingkah aneh istrinya semenjak


pulang dari pantai.


“Apa yang terjadi dengan istriku? Kenapa tingkahnya aneh


seperti itu?” tersenyum senang dan bahagia ketika selesai mengatakan itu.


Setelah selesai membersikan diri Becca keluar dari kamar


mandi hanya mengenakan handuk melilit di tubuhnya dan itu membuat Aby kembali


merasa heran dengan apa yang di lakukan istrinya.


“Ah,apa yang di lakukan istriku ini? Dia seperti ingin


menggodaku dan aku merasa Ingin berlari memeluknya dan mencium seluruh tubuhnya.”


Ucapa pelan Aby ketika melihat istrinya keluar dari dalam kamar mandi hanya


mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya.


Dan untuk menghilangkan semua rasa yang ada di dalam benaknya,


dengan segera Aby berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri


dan setelah itu ia akan istirahat.


Sementara Becca setelah mengenakan gaun tidurnya ia naik ke


atas tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya, namun tidak tertidur karna


menunggu Aby.


Selesai membersikan diri, Aby keluar dari dalam kamar mandi


sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, lalu berjalan ke arah lemari untuk


mengambil bajunya, sambil tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah


melihat ke arahnya.


Selesai menggunakan baju, Aby berjalan ke arah sopa, lalu


membuka laptopnya dan memeriksa semua email, cukup lama Aby berkutat dengan


laptopnya dan sesekali melihat ke arah istrinya yang kini hanya


membolak-balikkan tubuhnya di atas tempat tidur.


“Kamu belum tidur?” tanya Aby ketika melihat istrinya balik


sana balik sini.


“Aku tidak bisa tidur.” Ucab Becca bangun lalu duduk di atas


tempat tidur.


“Kenapa?”


“Entahlah.” Wajah Becca terlihat sangat kesal ketika

__ADS_1


mengatakan itu.


Becca kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur


sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Aby yang melihat itu hanya


tersenyu.


Setelah semua pekerjaannya selesai. Aby menutup laptopnya


lalu berjalan ke arah tempat tidur, lalu ikut merebahkan tubuhnya di sampin


istrinya. Namun belum sempat ia merebahkan tubuhnya dengan baik. Becca berbalik


dan lansung menyimpan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memeluknya


dengan sangat erat.


Aby melihat istrinya tengah memeluknya terkejut sekaligus


senang, karna ini pertama kali istrinya memeluknya dengan sangat erat ketika ia


menemukannya,karna selama ia tidur bersama jangankan memeluknya, mendekatkan


tubuhnya saja ia sangat takut.


“Kamu kenapa sayang?” mengelus kepala istrinya yang kini


tengah bersandar di dadanya.


“Hem, aku tidak kenapa-napa, aku hanya ingin tidur sambil


memelukmu seperti ini.” Becca mengeratkan pelukannya.


“Baiklah, sekarang kamu tidurlah.” Aby memperbaiki posisi


tidurnya, lalu menyimpan kepala Becca di bahunya dan lalu menepuk pelan bahu


Becca yang kini mulai menutup kedua matanya.


Aby yang melihat istrinya, mulai terlelap dalampelukannya,


bahkan saat ini Becca memeluknya dengan sangat erat seperti takut jika Aby akan


pergi meninggalkannya itu yang terlintas dalam pikiran Aby saat ini karna


melihat dari cara istrinya memeluknya seperti itu, Tersenyum.


“Cepat ingat semuanya sayang, karna aku sangat merindukan semua


canda dan tawanya dan bahkan semuanya aku sangat merindukannya.”


Setelah mengatakan itu Aby mengecup lembut dahi istrinya,


kemudian ikut memeluknya hingga akhirnya ia ikut terlelap sambil memeluk tubuh


istrinya.


Sementara Lisa di dalam kamarnya sudah hampir jam dua, matanya


belum bisa di pejamkan, karna sampai saat ini Abdy belum kembali.


“kemana Abdy?” berpikir “Apa dia menginap di tempat lain? Atau,


ah, Abdy bukan pemuda seperti itu, Abdy itu pemuda baik-baik.”


Yang ada di pikiran Lisa saat ini, ia mengira kalau Abdy


pergi ke tempat di mana banyak wanita dan juga minuman keras, itulah yang


terlintas dalam pikiran Lisa saat ini, karna dai tadi Lisa menanti kedatangan


Abdy, namun yang di nanti tidak kunjung datang, ia merasa seperti istri yang


tengah menanti kedatangan suaminya pulang dari tempat kerjanya itulah yang


tengah Lisa rasakan saat ini.


Setelah berpikir terlalu jauh pintu kamar yang di tempati


“Itu pasti Abdy.” Lisa berangjak dari tempat tidur lalu


berjalan menuju pintu untuk membukanya.


Dan iya memang benar, Abdy telah kembali namun dalam ke


adaan yang tidak memungkinkan, Abdy pulang dalam keadaa mabuk.


“Abdy.” Teriak pelan Lisa ketika tubuhnya menimpa tubuh


Lisa.


Lisa berusaha membantu Abdy berjalan ke arah tempat tidur,


namun di saat Lisa ingin menyentuh bahunya ia menghempaskan tangannya dengan


sangat kuat dan juga kasar, mungkin karna terlalu mabuk dan tampa sengaja pula


Lisa terjatuh ke arah sampin dan itu membuat dahinya terbentur di pinggir meja


hias.


“Aoo.” Memegan dahinya yang mengeluarkan darah.


Sementara Abdy lansung tumban tidak sadarkan diri di atas


tempat tidur dalam keadaan tengkurap.


Lisa yang melihat tingkah aneh Abdy menangis sesegukan di


lantai,karna ketika ia terjatuh ia lansung terduduk karna merasa kesakitan.


“Kamu kenapa Dy? Hiks,hiks, hks, kenapa kamu jadi seperti


ini?hiks, hiks,hiks, kalau ada sesuatu yang tidak kamu sukai kenapa tidak


bilang lansun kepadaku, jangan membuatmu bersikap seperti ini. Aku sakit hati


Dy, aku sangat sakit hati melihatmu semua tingkah lakumu seperti ini.”


Setelah mengatakan itu, Lisa beranjak masuk ke dalam kamar


mandi sambil membawa kotak obat yang di ambilnya di dalam laci sampin tempat


tidur, Lisa berjalan ke arah cermin lebar yang ada di dalam mandi dan mlihat


dara segar mengalir di dahinya.


“Ah, sakit.” Lisa meringgis kesakitan ketika ia membersikan


lukanya dengan cairan anti septik, lalu menempelkan pelaster agar lukanya cepat


kering.


Setelah menempelkan pelaster di dahinya, Lisa tersenyum


sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.


“luka kedua yang kamu berikan Dy, namun luka ini akan sembuh


dengan sendirinya.” Meneteskan air mata “Namun luka yang ada di dalam hatiku,


aku tidak tau kapan itu akan sembuh, dan semua itu karna dirimu Dy.”


Setelah selesai membersikan lukanya, Lisa keluar dari dalam


kamar mandi dan melihat ke arah Abdy yang masih tidur dalam ke adaan yang sama,


sama seperti ia meninggalkannya masuk ke dalam kamar mandi tadi.


Lisa berjalan ke arah Abdy, lalu membuka sepatu yang Abdy

__ADS_1


kenakan lalu membantunya memperbaiki cara tidurnya, kemudian menyelimutinya.


Lisa menatap wajah Abdy dengan meneteskan air mata, lalu


mengelus lembut kepalanya sambil berkata. “Abdy, aku minta maaf mungkin aku


salah karna terlalu berharap banyak darimu, dan aku juga berpikir” tersenyum “Karna


semakin lama kita bersama, dan semakin kamu berusaha mendekatiku dan bahkan


ingin mendapatkanku, aku akan membuka hati, menerimamu menjadi kekasihku dan


kita akan menjalani hubungan cinta yang baik. Namun ternyata semua harapan aku


sirna. Sirna ketika melihat semua sikapmu terhadapku.”


Setelah mengatakan itu Lisa mengusap air mata yang ada di


wajahnya, lalu berjalan ke arah sampin Abdy lalu mengambil bantal kemudian


berjalan ke arah sopa lalu mencoba tidur di sana, hambir subuh Lisa baru bisa


memejamkan kedua matanya.


Matahari mulai mengelurkan sinarnya, menyinari seluruh


mahluk hidup yang ada di bumi tampa terkecuali kedua pasangan suami istri yang


saling memeluk satu sama lain, menikmati kehangatan pasangan masing-masing.


Aby mulai membuka matanya karna merasa silau karna matanya


terpapar sinar matahari, lalu beralih melihat ke arah istrinya yang kini masih


setia memeluknya dengan begitu sangat eratnya.


“Sayang. Hei bangun.” Aby berkata pelan dan lembut.


“He—em. Biarkan aku tidur sebentar lagi ya By, aku masih


sangat mengantuk.” Becca kembali mengeratkan pelukannya setelah mengatakan itu.


Aby yang mendengar ucapan manja istrinya tersenyum, ia


kembali merasa aneh ketika istrinya memanggil namanya, nama yang selalu Becca


sebut ketika ia tengah merasa senang.


Pelan-pelan Aby membuka pelukan erat istrinya karna ingin


bangun, manun Becca tiba-tiba berkata. “Kamu mau kemana By? Aku masih ingin


memelukmu, karna aku masih sangat merindukanmu.”


Ucapan-ucapan yang selalu membuat Aby terkejut sekaligus


heran, kenapa semua tingkah istrinya kini sudah kembali seperti semula.


“Apa Becca sudah mengingat semuanya? Tapi kenapa ia tidak


memberitahukanku? Ah, sudalah mungkin itu hanya pikiran aku saja yang terlalu


berharap istriku segera mengingat semuanya dan tentunya mengingatku.”


Abdy bangun, sambil memegan kepalanya yang masih terasa


sangat pusing.


“Ahh.” Memegan kepalanya sambil mengeleng-gelengkan


kepalanya dan melihat Lisa yang kini masih terdidur di sopa.


“Ah,Lisa tertidur di situ?” Abdy mulai memperhatikan wajah


Lisa dan tampa sengaja matanya melihat pelaster yang ada di dahi Lisa.


“Lisa kenapa? Apa dia terluka? Kenapa ada pelaster di


dahinya?” Abdy beranjak dari tempat tidur kemudian berjalan ke arah sopa yang


di tempati Lisa tengah tertidur sambil memegan kepalanya yang masih terasa


pusing.


Abdy memperhatikan wajah Lisa yang kini masih terlelap, dan


melihat bagian matanya yang sedikit merah dan bengkak.


“Apa Lisa habis menangis?” memegan pelater yang ada di dahi


Lisa dan itu membuat Lisa terbangun sambil meringgis.


“Ao, sakit.” Memegan dahinya yang baru saja di sentuh oleh


Abdy, lalu melihat ke arah Abdy yang kini tengah berdiri di sampinnya.


Lisa bangun kemudian duduk di sopa, namun tidak melihat ke


arah Abdy melaingkan melihat ke arah lain.


“Dahi kamu kenapa Lis? Kenapa sampai terluka seperti itu?” kata


pertama yang keluar dari dalam mulut Abdy ketika melihat ke arah dahi Lisa.


“Em,dahi aku tidak kenapa-napa.” Memegan dahinya yang


terluka “ Semalam aku tidak sengaja membenturkannya di pintu.” Lisa sengaja


berbohong karnai ia tidak ingin Abdy merasa bersalah dengan apa yang tengah ia


lakukan.


“Oh,aku pikir kamu jatuh atau bagaimana.”


“Memangnya kamu tidak menyadari, kalau semalam kamu telah


membuatku terjatu.” Ucap pelan Lisa dan itu masih terdengar jelas di telinga


Aby..


“Apa! Apa yang baru saja kamu katakan?” terkejut.


“Aa, memangnya aku barusan bilang apa?” balik bertanya “Perasaan


aku tidak mengatakan apapun.” Beranjak dari duduknya lalu berlari masuk ke


dalam kamar mandi,


Abdy yang melihat tingkah aneh Lisa berkata “Memangnya apa


yang sudah aku lakukan? Kenapa Lisa sampai berkata pelan seperti itu.”mengacak


rambutnya sendiri karna merasa sedikit bingun di tambah kepalanya masih terasa


sangat pusing.


Kini mereka berempat tengah sarapan bersama di Restauran


hotel, sebenarnya bukan sarapan melainkan makan siang bersama.


Becca terlihat lebih ceria dan juga lebih banyak tertawa,


tidak sama seperti sebelumnya,bahkan Lisa dan Abdy merasa ada yang aneh dengan


Becca. Namun itu tidak ia pertanyakan. Cukup melihat Aby terlihat bahagia itu


sudah lebih cukup bagi Abdy dan Lisa, karna selama Aby di tinggal oleh istrinya


sikapnya semuanya berubah dan setelah istrinya kembali lagi, sikap ceria Aby kembali


seperti semula.

__ADS_1


Sementara Lisa yang biasanya banyak bicara dan banyak


bertanya kepada Abdy kini hanya terdiam sambil menikmati makan siangnya.


__ADS_2