
Lisa yang mendengar pertanyaan Aby tersenyum namun tidak
mengatakan apapun, karna ia bingun harus menjawab apa, karna tidak tau kemana
Abdy perginya, setelah menurungkannya dari motor, Abdy kembali melajukan motor
yang ia gunakan dan tidak tau kemana ia akan pergi.
Aby yang melihat senyuman Lisa mengerti, namun tidak
mengatakan apapun, karna ia tidak ingin mencampuri urusan adiknya.
“Baiklah Lis, sekarang kamu masuk dan istirahatlah.”
“Baik, kak. Kakak ipar aku masuk dulu.” Melihat ke arah
Becca yang kini tengah tersenyum melihat ke arahnya.
“Ok. Semoga tidurmu nyenyak.”
Lisa pun membuka pintu kamarnya lalu masuk, sementara Aby
melihat ke arah istrinya yang terlihat sangat berubah ketika pulang dari
pantai. Mulai dari cara berbicaranya, tingkah lakunya dan bahkan sipat manjanya
semuanya mulai terlihat, ia merasa Beccanya yang dulu kini tengah kembali,
namun jika meman Becca sudah mengingat lantas kenapa dia tidak mengatakanya,
itulah pertanyaan yang ada di kepala Abdy saat ini.
Aby membuka pintu kamarnya, lalu masuk bersama dengan
istrinya dan meskipun sudah sampai di dalam kamar Becca tidak pernah melepas
pegangan tanganya dari lengan Aby.
“Sayang, sekarang kamu bersikan tubuh kamu dulu, setelah itu
aku akan membersikan tubuh aku juga.”Aby tersenyum melihat ke arah istrinya
yang kini tengah tersenyum melihat ke arahnya.
“Baiklah. Namun akan lebih baik kalau kita mandi bersama.” Berkata
pelan dan manja.
Dan itu membuat Abdy merasa sangat senang, sangat senang
bahkan saat ini Aby ingin sekali mengendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar
mandi dan mandi bersama, namun ia urunkan karna mengingat saat ini istrinya
masih hilang ingatan, dan jika sampai Aby melakukan itu ia takut istrinya akan
takut dan bahkan tidak mau tidarnya lagi.
“Maaf, sayang sekarang kamu mandi duluan ya,karna aku harus
menyelsesaikan pekerjaanku.” Menolak ke inginan istrinya.
Namun sebenarnya Aby tidakingin menolak ke inginan istrinya,
namun karna ia takut tidak bisa menahan dirinya untuk melakukan hal yang tidak
di inginkan istrinya mengingat kata isstrinya yang ingin mandi bersama, ah,
pasti akan sangat tergoda melihat keindahan tubuh istrinya dan karna alasan itu
Aby menolak keinginan istrinya untuk mandi bersama.
“Baiklah, sekarang aku mandi ya.”
Setelah mengatakan itu Becca berjalan ke arah kamar mandi,
namun sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi Becca berbalik dan tersenyum hangat
melihat ke arah Aby.
Aby pun membalas senyuman hangat istrinya dan itu membuat
hati Aby ikut menghangat.
Becca masuk ke dalam kamar mandi, dan memulai ritual
mandinya.
Semenatara Aby masih menatap pintu kamar mandi yang sudah di
tutup oleh istrinya, dan bingun memikirkan semua tingkah aneh istrinya semenjak
pulang dari pantai.
“Apa yang terjadi dengan istriku? Kenapa tingkahnya aneh
seperti itu?” tersenyum senang dan bahagia ketika selesai mengatakan itu.
Setelah selesai membersikan diri Becca keluar dari kamar
mandi hanya mengenakan handuk melilit di tubuhnya dan itu membuat Aby kembali
merasa heran dengan apa yang di lakukan istrinya.
“Ah,apa yang di lakukan istriku ini? Dia seperti ingin
menggodaku dan aku merasa Ingin berlari memeluknya dan mencium seluruh tubuhnya.”
Ucapa pelan Aby ketika melihat istrinya keluar dari dalam kamar mandi hanya
mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya.
Dan untuk menghilangkan semua rasa yang ada di dalam benaknya,
dengan segera Aby berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri
dan setelah itu ia akan istirahat.
Sementara Becca setelah mengenakan gaun tidurnya ia naik ke
atas tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya, namun tidak tertidur karna
menunggu Aby.
Selesai membersikan diri, Aby keluar dari dalam kamar mandi
sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, lalu berjalan ke arah lemari untuk
mengambil bajunya, sambil tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah
melihat ke arahnya.
Selesai menggunakan baju, Aby berjalan ke arah sopa, lalu
membuka laptopnya dan memeriksa semua email, cukup lama Aby berkutat dengan
laptopnya dan sesekali melihat ke arah istrinya yang kini hanya
membolak-balikkan tubuhnya di atas tempat tidur.
“Kamu belum tidur?” tanya Aby ketika melihat istrinya balik
sana balik sini.
“Aku tidak bisa tidur.” Ucab Becca bangun lalu duduk di atas
tempat tidur.
“Kenapa?”
“Entahlah.” Wajah Becca terlihat sangat kesal ketika
__ADS_1
mengatakan itu.
Becca kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Aby yang melihat itu hanya
tersenyu.
Setelah semua pekerjaannya selesai. Aby menutup laptopnya
lalu berjalan ke arah tempat tidur, lalu ikut merebahkan tubuhnya di sampin
istrinya. Namun belum sempat ia merebahkan tubuhnya dengan baik. Becca berbalik
dan lansung menyimpan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memeluknya
dengan sangat erat.
Aby melihat istrinya tengah memeluknya terkejut sekaligus
senang, karna ini pertama kali istrinya memeluknya dengan sangat erat ketika ia
menemukannya,karna selama ia tidur bersama jangankan memeluknya, mendekatkan
tubuhnya saja ia sangat takut.
“Kamu kenapa sayang?” mengelus kepala istrinya yang kini
tengah bersandar di dadanya.
“Hem, aku tidak kenapa-napa, aku hanya ingin tidur sambil
memelukmu seperti ini.” Becca mengeratkan pelukannya.
“Baiklah, sekarang kamu tidurlah.” Aby memperbaiki posisi
tidurnya, lalu menyimpan kepala Becca di bahunya dan lalu menepuk pelan bahu
Becca yang kini mulai menutup kedua matanya.
Aby yang melihat istrinya, mulai terlelap dalampelukannya,
bahkan saat ini Becca memeluknya dengan sangat erat seperti takut jika Aby akan
pergi meninggalkannya itu yang terlintas dalam pikiran Aby saat ini karna
melihat dari cara istrinya memeluknya seperti itu, Tersenyum.
“Cepat ingat semuanya sayang, karna aku sangat merindukan semua
canda dan tawanya dan bahkan semuanya aku sangat merindukannya.”
Setelah mengatakan itu Aby mengecup lembut dahi istrinya,
kemudian ikut memeluknya hingga akhirnya ia ikut terlelap sambil memeluk tubuh
istrinya.
Sementara Lisa di dalam kamarnya sudah hampir jam dua, matanya
belum bisa di pejamkan, karna sampai saat ini Abdy belum kembali.
“kemana Abdy?” berpikir “Apa dia menginap di tempat lain? Atau,
ah, Abdy bukan pemuda seperti itu, Abdy itu pemuda baik-baik.”
Yang ada di pikiran Lisa saat ini, ia mengira kalau Abdy
pergi ke tempat di mana banyak wanita dan juga minuman keras, itulah yang
terlintas dalam pikiran Lisa saat ini, karna dai tadi Lisa menanti kedatangan
Abdy, namun yang di nanti tidak kunjung datang, ia merasa seperti istri yang
tengah menanti kedatangan suaminya pulang dari tempat kerjanya itulah yang
tengah Lisa rasakan saat ini.
Setelah berpikir terlalu jauh pintu kamar yang di tempati
“Itu pasti Abdy.” Lisa berangjak dari tempat tidur lalu
berjalan menuju pintu untuk membukanya.
Dan iya memang benar, Abdy telah kembali namun dalam ke
adaan yang tidak memungkinkan, Abdy pulang dalam keadaa mabuk.
“Abdy.” Teriak pelan Lisa ketika tubuhnya menimpa tubuh
Lisa.
Lisa berusaha membantu Abdy berjalan ke arah tempat tidur,
namun di saat Lisa ingin menyentuh bahunya ia menghempaskan tangannya dengan
sangat kuat dan juga kasar, mungkin karna terlalu mabuk dan tampa sengaja pula
Lisa terjatuh ke arah sampin dan itu membuat dahinya terbentur di pinggir meja
hias.
“Aoo.” Memegan dahinya yang mengeluarkan darah.
Sementara Abdy lansung tumban tidak sadarkan diri di atas
tempat tidur dalam keadaan tengkurap.
Lisa yang melihat tingkah aneh Abdy menangis sesegukan di
lantai,karna ketika ia terjatuh ia lansung terduduk karna merasa kesakitan.
“Kamu kenapa Dy? Hiks,hiks, hks, kenapa kamu jadi seperti
ini?hiks, hiks,hiks, kalau ada sesuatu yang tidak kamu sukai kenapa tidak
bilang lansun kepadaku, jangan membuatmu bersikap seperti ini. Aku sakit hati
Dy, aku sangat sakit hati melihatmu semua tingkah lakumu seperti ini.”
Setelah mengatakan itu, Lisa beranjak masuk ke dalam kamar
mandi sambil membawa kotak obat yang di ambilnya di dalam laci sampin tempat
tidur, Lisa berjalan ke arah cermin lebar yang ada di dalam mandi dan mlihat
dara segar mengalir di dahinya.
“Ah, sakit.” Lisa meringgis kesakitan ketika ia membersikan
lukanya dengan cairan anti septik, lalu menempelkan pelaster agar lukanya cepat
kering.
Setelah menempelkan pelaster di dahinya, Lisa tersenyum
sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.
“luka kedua yang kamu berikan Dy, namun luka ini akan sembuh
dengan sendirinya.” Meneteskan air mata “Namun luka yang ada di dalam hatiku,
aku tidak tau kapan itu akan sembuh, dan semua itu karna dirimu Dy.”
Setelah selesai membersikan lukanya, Lisa keluar dari dalam
kamar mandi dan melihat ke arah Abdy yang masih tidur dalam ke adaan yang sama,
sama seperti ia meninggalkannya masuk ke dalam kamar mandi tadi.
Lisa berjalan ke arah Abdy, lalu membuka sepatu yang Abdy
__ADS_1
kenakan lalu membantunya memperbaiki cara tidurnya, kemudian menyelimutinya.
Lisa menatap wajah Abdy dengan meneteskan air mata, lalu
mengelus lembut kepalanya sambil berkata. “Abdy, aku minta maaf mungkin aku
salah karna terlalu berharap banyak darimu, dan aku juga berpikir” tersenyum “Karna
semakin lama kita bersama, dan semakin kamu berusaha mendekatiku dan bahkan
ingin mendapatkanku, aku akan membuka hati, menerimamu menjadi kekasihku dan
kita akan menjalani hubungan cinta yang baik. Namun ternyata semua harapan aku
sirna. Sirna ketika melihat semua sikapmu terhadapku.”
Setelah mengatakan itu Lisa mengusap air mata yang ada di
wajahnya, lalu berjalan ke arah sampin Abdy lalu mengambil bantal kemudian
berjalan ke arah sopa lalu mencoba tidur di sana, hambir subuh Lisa baru bisa
memejamkan kedua matanya.
Matahari mulai mengelurkan sinarnya, menyinari seluruh
mahluk hidup yang ada di bumi tampa terkecuali kedua pasangan suami istri yang
saling memeluk satu sama lain, menikmati kehangatan pasangan masing-masing.
Aby mulai membuka matanya karna merasa silau karna matanya
terpapar sinar matahari, lalu beralih melihat ke arah istrinya yang kini masih
setia memeluknya dengan begitu sangat eratnya.
“Sayang. Hei bangun.” Aby berkata pelan dan lembut.
“He—em. Biarkan aku tidur sebentar lagi ya By, aku masih
sangat mengantuk.” Becca kembali mengeratkan pelukannya setelah mengatakan itu.
Aby yang mendengar ucapan manja istrinya tersenyum, ia
kembali merasa aneh ketika istrinya memanggil namanya, nama yang selalu Becca
sebut ketika ia tengah merasa senang.
Pelan-pelan Aby membuka pelukan erat istrinya karna ingin
bangun, manun Becca tiba-tiba berkata. “Kamu mau kemana By? Aku masih ingin
memelukmu, karna aku masih sangat merindukanmu.”
Ucapan-ucapan yang selalu membuat Aby terkejut sekaligus
heran, kenapa semua tingkah istrinya kini sudah kembali seperti semula.
“Apa Becca sudah mengingat semuanya? Tapi kenapa ia tidak
memberitahukanku? Ah, sudalah mungkin itu hanya pikiran aku saja yang terlalu
berharap istriku segera mengingat semuanya dan tentunya mengingatku.”
Abdy bangun, sambil memegan kepalanya yang masih terasa
sangat pusing.
“Ahh.” Memegan kepalanya sambil mengeleng-gelengkan
kepalanya dan melihat Lisa yang kini masih terdidur di sopa.
“Ah,Lisa tertidur di situ?” Abdy mulai memperhatikan wajah
Lisa dan tampa sengaja matanya melihat pelaster yang ada di dahi Lisa.
“Lisa kenapa? Apa dia terluka? Kenapa ada pelaster di
dahinya?” Abdy beranjak dari tempat tidur kemudian berjalan ke arah sopa yang
di tempati Lisa tengah tertidur sambil memegan kepalanya yang masih terasa
pusing.
Abdy memperhatikan wajah Lisa yang kini masih terlelap, dan
melihat bagian matanya yang sedikit merah dan bengkak.
“Apa Lisa habis menangis?” memegan pelater yang ada di dahi
Lisa dan itu membuat Lisa terbangun sambil meringgis.
“Ao, sakit.” Memegan dahinya yang baru saja di sentuh oleh
Abdy, lalu melihat ke arah Abdy yang kini tengah berdiri di sampinnya.
Lisa bangun kemudian duduk di sopa, namun tidak melihat ke
arah Abdy melaingkan melihat ke arah lain.
“Dahi kamu kenapa Lis? Kenapa sampai terluka seperti itu?” kata
pertama yang keluar dari dalam mulut Abdy ketika melihat ke arah dahi Lisa.
“Em,dahi aku tidak kenapa-napa.” Memegan dahinya yang
terluka “ Semalam aku tidak sengaja membenturkannya di pintu.” Lisa sengaja
berbohong karnai ia tidak ingin Abdy merasa bersalah dengan apa yang tengah ia
lakukan.
“Oh,aku pikir kamu jatuh atau bagaimana.”
“Memangnya kamu tidak menyadari, kalau semalam kamu telah
membuatku terjatu.” Ucap pelan Lisa dan itu masih terdengar jelas di telinga
Aby..
“Apa! Apa yang baru saja kamu katakan?” terkejut.
“Aa, memangnya aku barusan bilang apa?” balik bertanya “Perasaan
aku tidak mengatakan apapun.” Beranjak dari duduknya lalu berlari masuk ke
dalam kamar mandi,
Abdy yang melihat tingkah aneh Lisa berkata “Memangnya apa
yang sudah aku lakukan? Kenapa Lisa sampai berkata pelan seperti itu.”mengacak
rambutnya sendiri karna merasa sedikit bingun di tambah kepalanya masih terasa
sangat pusing.
Kini mereka berempat tengah sarapan bersama di Restauran
hotel, sebenarnya bukan sarapan melainkan makan siang bersama.
Becca terlihat lebih ceria dan juga lebih banyak tertawa,
tidak sama seperti sebelumnya,bahkan Lisa dan Abdy merasa ada yang aneh dengan
Becca. Namun itu tidak ia pertanyakan. Cukup melihat Aby terlihat bahagia itu
sudah lebih cukup bagi Abdy dan Lisa, karna selama Aby di tinggal oleh istrinya
sikapnya semuanya berubah dan setelah istrinya kembali lagi, sikap ceria Aby kembali
seperti semula.
__ADS_1
Sementara Lisa yang biasanya banyak bicara dan banyak
bertanya kepada Abdy kini hanya terdiam sambil menikmati makan siangnya.