
Becca merebahkan tubuhnya namun tak melepas pelukannya. Karna rasa takut yang Ia rasakan masih terbayang di benaknya.
Hingga pagi Becca terbangun dari tidurnya. Karna Ia ingin sekali mencium bau ketek suaminya.
"Sayang." memanggil Aby yang masih terlelap.
Aby membuka matanya lalu berkata.
"Iya, sayang, ada apa?" tanya Aby pelan.
"Sayang, aku pengen mencium itu." Becca menungjuk ke arah ketek Aby.
Aby agak sedikit bingun setelah mendengar keinginan Becca. Namun setelah mengingat kalau saat ini Becca tengah hamil, Aby mengerti, lalu berkata dalam hati.
Mungking pengaruh si bayi, atau ini yang namanya ngidam?
Aby pun tersenyum lalu menarik Becca kembali dalan pelukannya. Dan membiarkan Becca mencium ketiknya sampai Ia puas.
Aby tertawa melihat Becca menempelkan hidungnya di ketiaknya.
Lalu Aby berkata sambil melihat ke arah Becca. "Suka banget ya dengan wangi ketiak aku? tersenyum hangat "Shingga kamu terlalu doyang, dan bahkan sampai menempelkan hidung kamu seperti itu."
Becca hanya diam mendengar ucapan Aby dan tambah asyik mencium dan menempelkan hidungnya di ketiak Aby.
Mungkin karna merasa puas menciumi ketiak Aby. Becca pun berkata pada Aby.
"Aku, uda selesai. Sekarang perasaanku jauh lebih baik." Setelah mengatakan itu Becca mengambil pakaiannya, lalu memakainya,. Setelah itu Ia berangjak dari tempat tidur, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersikan diri.
Setelah selesai membersikan diri. Becca keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju arah dapur. Aby yang melihat Becca keluar dari kamar tampa memberitahukannya. Ikut bangun lalu berjalan ke arah dapur dan mendapati Becca tengah mulai memasak.
__ADS_1
Aby berjalan masuk ke arah dapur, lalu melinkarkan tangannya di perut Becca lalu berkata.
"Sayang, kamu mau masak apa? kalau kamu tak bisa melakukan itu, biar aku yang melakukannya." Mengecup tenggkuk leher Becca yang kini tengah sibuk menyiapkan bumbu nasi goreng yang akan Ia masak.
Becca yang merasa geli dengan perlakuan Aby berkata.
"Hentikan ini, aku tengah memasak sarapan buat kita berdua." berbalik melihat ke arah Aby lalu berkata.
"Sayang, berhentilah menggangguku, masakanku tak akan selesai kalau kamu seperti ini padaku. Yang ada aku bisa tergoda nantinya." Becca mengatakan itu secara sepontang.
Dan itu membuat Aby tersenyum, lalu berkata. "Baiklah, aku akan menggodamu, sampai kamu tergoda" Setelah mengatakan itu Aby mulai menggoda Becca bahkan saat ini Ia tengah memegan area tempat favoritnya.
Becca yang merasa tergangu dengan aktivitas masaknya. melepas tangan Aby dari tempat favoritnya, lalu berkata. "Aby, sayang untuk saat ini, aku tak akan tergoda dengan apa yang kamu lakukan, yang ada aku merasa kegelian. Apa kamu tau kenapa aku tak tergoda sama sekali?" tanya Becca pada Aby.
"Enggak tau, kenapa kamu tak tergoda. Kan biasanya tampa di goda kamu memintanya sendiri." melihat ke arah Becca.
Becca tersenyum mendengar apa yang di katakan Aby padanya, lalu Ia berkata. "Apaan si, sayang. Memangnya kapan aku memintanya darimu." Wajah Becca merah merona ketika mengatakan itu pada Aby.
Wajah Becca semakin merona ketika Aby mengatakan itu padanya. Hingga akhirnya Becca kembali meminta Aby berenti menggangunya.
"Aby, sayang. saat ini aku sangat kelaparan. Jadi tolong biarkan aku memasak ya, sayang. Anak kita juga pasti sangat kelaparan saat ini." Becca memasang wajah memelas melihat ke arah Aby.
Aby tersenyum lalu berkata. "Baiklah, aku akan menunggu masakan kamu di sana." menunjuk arah meja makan. Namun sebelum Aby berjalan ke arah meja makan Ia membuat segelas kopi untuk dirinya dan segelas susu hamil untu Becca.
Tiga puluh menit telah berlalu. Masakan Becca telah tertata rapi di atas meja makan. Becca mengambilkan makanan untuk Aby, lalu mengambil untuk dirinya sendiri. Setelah itu mereka makan bersama.
Selesai makan Aby berkata pada Becca. "Untuk beberapa hari ke depan, kamu tak usah ke kampus dulu. Aku akan menyuruh Abdy untuk mengurus cuti kampus kamu." Setelah mengatakan itu Aby mengambil pirin bekasnya dan juga piring bekas Becca,lalu berjalan masuk ke dalam dapur untuk mencuci piringnya di wastapel.
Setelah itu Aby mengajak Becca masuk ke dalam kamar. Karna Ia berencana akan mengajak Becca ke kantornya.
__ADS_1
Aby memegan tangan Becca berjalan masuk, lalu Ia berkata. "Sayang aku ingin mengajakmu ke kantor. Apa kamu mau ikut denganku?" tanya Aby pelan.
Becca tersenyum lalu berkata. "Boleh." Setelah mengatakan itu Becca berjalan ke arah lemari, lalu mengeluarkan pakaian yang akan Aby kenakan ke kantor dan juga pakaian untuk dirinya.
Sementara Aby masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan dirinya. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Aby keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggannganya.
Melihat itu dengan segera Becca berlari ke arah Aby lalu berkata.
"Aby, angkat tanganmu. Saat ini wangi ketiakmu pasti sangat segar."
Mendengar perintah istrinya, dengan segera Aby mengankat kedua tangannya. Sementara Becca mulai menempelkan hidung di ketiak Aby.
Aby sedikit kesal ketika Becca mencium ketiaknya satu persatu. Dan itu membuat sesutu yang mulai menegan di bawah sana.Menyadari akan hal itu. Becca berhenti menempelkan hidungnya di ketiak Aby. Lalu berjalan mengambil pakaian yang akan Ia kenakan untuk ikut ke kantor Aby.
Aby mengacak rambutnya sedikit kesal, lalu berjalan ke arah pakaian yang tengah Becca siapkan untuknya. Aby menutup matanya menahan rasa yang kini tengah menghampirinya. Walaupun merasa begitu tersiksa. Aby hanya menahannya karna Ia tak ingin melakukannya. Karna saat ini Becca telah selesai bersiap.
Satu persatu Aby mulai mengenakan pakaiannya. Setelah selesai mengenakan pakaiannya, Ia mengambil dasinya, lalu memakainya. Melihat Aby mengenakan dasinya sendiri, dengan segera Ia bangun dari duduknya karna saat ini Becca tengah merias dirinya di depan cermin.
Becca berjalan mendekat ke arah Aby lalu berkata. "Sayang, boleh aku bantu mengenakan itu?" menunjuk ke arah dasi yang tengah Aby pegan.
Aby tersenyum lalu mengankat kedua tangannya. Mempersilahkan Becca memakaikan dasinya.
Aby menganguk kepalanha lalu berkata. "Boleh sayang. Kalau masih mau mencium ketiak aku juga boleh"
Becca hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan Aby padanya, lalu berkata. "Aku tak ingin menciumnya ketiakmu lagi. Aku hanya merasa ada saatnya aku ingin sekali mencinya. Namun sekarang tidak." Becca berbicara sambil memakaikan dasi.
Setelah keduanya selesai bersiap. Aby dan Becca berjalan keluar dar Apartmensnya, menuju arah parkiran. Dan lagi Aby melihat mobil yang sama yang pernah Ia temui sebelumnya. Namun kali ini, Ia tak menemukan orang yang berdiri di dekat mobil tersebut.
*
__ADS_1
*
*