
Dengan lantangnya Abdy mengatakan semua itu dan itu membuat
Aby tersenyum bangga dengan cinta tulus yang kini telah di jalani oleh adiknya, karna Aby tidak pernah menyangka
adiknya akan mencintai seorang gadis seperti itu, bahkan Aby bisa melihat rasa cinta
yang dalam untuk Lisa terlihat jelas dari cara Abdy menyebut nama Lisa di
hadapannya.
“Baiklah aku mengerti dengan permasalahanmu sekarang, dan
sekarang kamu katakan soal luka yang ada di wajahmu, apa yang mengakibatkan
wajahmu sampai memar seperti itu?”
Aby masih bertanya soal luka yang ada di wajah adiknya karna
ia penasaran apa yang membuat wajah Abdy sampai seperti itu. Aby ingin
mengatakan kalau adiknya habis berangtem di jalan dan mendapat pukulan seperti
itu di wajahnya, namun Aby jauh mengenal adiknya dengan sangat baik. Karna Abdy
bukanlah tive pemuda yang suka berantem, kalau ada yang mengatakan hal seperti
itu berarti itu bukanlah Abdy adiknya melainkan orang lain itulah yang ada di
pikiran Aby saat ini.
“Mha, ini bos?” memegan pinggir bibirnya “Hehehe, ini
terkena tampol dari calon mertua alias bapaknya Lisa.” Abdy terkekeh pelan
ketika mengatakan itu.
Aby yang mendengar ucapan adiknya yang mengatakan kalau
bibirnya memar seperti itu karna mendapat pukulan dari Ayah Lisa merasa sangat
marah, karna ia tidak terima adiknya di pukul seperti itu. Aby memang selalu
bersikap datar dan tengas kepada adiknya tapi bukan karna ia tidak menyanyangi,
namun justru ia sangat menyayangi adiknya, Aby memperlihatkan sikap seperti itu
karna ia ingin menjadikan adiknya sama sepertinya yang memiliki tanggun jawab
yang besar untuk keluar dan juga untuk perusahaannya.
Karna mulai dari kecil jangankan memukul, mencubit adiknya
saja tidak pernah begitupun dengan kedua orang tuanya yang tidak perlah
melakukan kekerasan seperti memukul atau menampar. Dengan kesal Aby pun
berkata.
“Apa kamu mengenal siapa nama Ayah Lisa? dan nama
perusahaannya apa?”
“Nama Ayahnya kalau tidak salah Rendi Baskara, dan mana
perusahaannya aku kurang tau, tapi tunggu sebentar aku akan mengirim pesan
untuk Lisa dan menanyakan nama perusahaan ayahnya.”
Setelah mengatakan itu Abdy meraih hapenyan yang ada di
hadapannya dan mengetik pesan untuk Lisa setelah beberapa saat pesan yang Abdy
kirim mendapat balasan dari Lisa.
“Nama perusahaan Ayah D’ Group Campeni.” Itulah balasan
pesan dari Lisa.
“Oya, bos nama perusahaanya D’ Group Campeni.”
Aby yang mendengar ucapan Adiknya berkata. “D’Group Campeni
perusahaan yang telah berada di ambang kebangkrutan, perusahaan ini sudah
hampir dua bulan tidak beroprasi dengan benar karna adanya persekongkolan yang
di sengaja oleh rekan bisnisnya.”
Sebagai seorang
pengusaha yang sukses Aby bisa mengetahui semua perusahaan-perusahaan yang
mengalami kebangkrutan, karna tidak sedikit para pengusaha itu ingin menjalin hubungan
bisnis dengan perusahaannya dan perusahaan orang tua Lisa termasuk salah
satunya, yang telah kesekian kalinya mengirim email pengajuan permohonan ingin
menjalin bisnis dengan perusahaannya.
“Baiklah, serahkan semua ini kepadaku.” Abdy membantu istrinya
berdiri dari pangkuangnya lalu ikut berdiri “Anggap semua masalahmu selesai,
biar aku yang mengurus semuanya.” Menepuk pelan bahu adiknya “Dan akan lebih
baik kalau kamu istirahat dan jangan berpikir yang tidak-tidak lagi, karna aku
memastikan Lisa pasti akan menikah denganmu minggu depan.”
Setelah mengatakan itu Aby berlalu meninggalkan adiknya,
karna ia ingin keluar melakukan dinner romantis bersama istrinya. Sementara
Abdy yang mendengar ucapan kakaknya yang mengatakan akan melakukan dinner
romantis dengan kakak iparnya tersenyum sambil berkata.
“Kapan aku bisa melakukan hal itu juga?” mengacak rambut
“Dan semoga yang Aby katakan benar, minggu depan aku akan menikah dengan Lisa
dan bukanlah menikah dengan orang lain.”
Setelah mengatakan itu Abdy berangjak dari duduknya lalu
berjalan ke arah kamar yang biasa ia tempati ketika menginap di rumah kakak
iparnya, Abdy sengaja tidak pulang ke rumahnya karna ia tidak ingin Ayah dan
ibunya melihat wajahnya yang lebam karna habis kena tabok dari ayah lisa.
Jam tujuh malam, Becca kini nampak terlihat sangat cantik
setelah mengenakan gaun yang kemarin di belikan oleh suaminya, gaun yang
berwarna hitam polos, yang hanya sampai tengah lutut, di dalam gaun yang Becca
kenakan tidak ada kesan seksi atu semacam memperlihatkan ini itu tidak ada,
karna gaun itu adalah pilihan Aby suaminya, yang tidak ingin keindahan tubuh
istrinya di lihat oleh orang lain, katanya cukup dirinya saja yang melihatnya
__ADS_1
tidak ingin orang lain ikut melihatnya selain dirinya.
Sementara Aby mengenakan jas yang warna senada dengan gaun
yang istrinya kenakan dan itu membuat keduanya terlihat sangat serasi. Aby
terlihat sangat tampan sementara Becca terlihat sangat cantik dan juga anggun.
Keduanya bergandengan tangan berjalan keluar dan menuju arah
mobil yang kini tengah terparkir di depan pintu utama rumah mereka, dengan di
kawal oleh tiga body guardnya Aby pergi ke restorang yang telah ia pesan
sebelumnya.
Dengan senyuman ceria Becca, berjalan di sampin suaminya
sambil mengalungkan tangannya di lengan Aby, sementara Aby mengalungkan
tangannya di pinggul istrinya.
Setelah sampai di meja yang telah ia pesan sebelumnya, Aby
mengambil setangkai bunga mawar yang
telah ia pesan sebelumnya lalu memberikan kepada Becca istrinya.
“Untukmu sayang.”
“Terimakasih ya By.”
Setelah memberikan bunga untuk istrinya Aby menarik kursi
untuk istrinya duduk, lalu ikut menarik kursi untuk ia duduk di hadapan
istrinya.
Dinner romantis berlalu begitu sangat indah di lakukan oleh
sepasang suami istri tersebut, dan tampa mereka sadari waktu telah menunjukkan
pukul dua belas tengah malam.
Aby mulai melihat istrinya tidak berhenti menguap, berkata.
“Sayang apa kamu sudah mengantuk? Kalau kamu sudah mengantuk akan lebih baik
kalau kita pulang sekarang.”
Aby berdiri dari duduknya lalu memberikan tangannya untuk
istrinya pengan. Sementara Becca yang melihat tangan suaminya dengan segera
meraihnya lalu berdiri, karna saat ini jujur Becca merasa sangat lelah dan
mengantuk. Namun ia tahan karna tidak ingin membuat suaminya merasa kecewa.
Makan malam romantis yang Aby siapkan untuknya sungguh
membuatnya sangat senang, bahkan Aby mengatakan akan mengajak Becca untuk
berbulan madu, setelah semua masalah Abdy terselesaikan. Becca yang mendengar
semua itu merasa sangat senang.
Aby dan Becca melangkah keluar dari dalam restoran, lalu
berjalan ke arah mobil di sana para body guardnya telah menanti kedatangan
mereka berdua.
Melihat majikannya keluar dari dalam restoran dan berjalan
ke arah mobilnya, ketiga body guard itu dengan segera membuka pintu mobil untuk
guard satunya segera melajukan mobilnya menuju kediaman Aby Atmaja.
Di dalam perjalanan pulang Becca tertidur sambil
menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, karna sudah tidak tahan menahan rasa
kantuknya lagi, Aby yang melihat istrinya tertidur di bahunya memperbaiki
posisi duduknya agar istrinya merasa nyaman dengan tidurnya.
Setelah mobil yang ia tumpangi sampai di depan rumahnya,
para bosdy guard membuka pintu mobil untuk majikannya kaluar, Aby yang melihat
itu dengan sangat pelan keluar dari dalam mobil karna tidak ingin mengangu
tidur nyanyak istrinya. Aby pun mengankat tubuh istrinya masuk ke dalam rumah
dan mendapati Abdy tenagah merebahkan tubuhnya di sopa yang ada di ruangan
tamu, karna saat ini Abdy tengah sibuk melakukan panggilan Vidio call dengan
Lisa.
Abdy yang malihat kakaknya masuk sampail mengendong
istrinya, bangun dan ingin mengatakan sesuatu namun dengan segara Aby memberi
tanda kepada Adiknya agar tidak bersuara.
Usss.
Aby hanya mengatakan itu, sambil mengedip pelankan matanya,
Abdy yang melihat itu mengerti kalau Aby melarangnya untuk bersuara, karna ia
tidak ingin istrinya merasa tergangu.
Aby menaiki anak tangga satu persatu sambil melihat wajah
istrinya yang terlihat sangat lucu ketika tengah tertidur, dengan senyuman Aby
tidak berhenti menatap wajah istrinya, istri yang sangat ia cintai dan ia
sayangi, dan bahkan siap melakukan apapun demi membuat istrinya tersenyum dan
tertawa. Setelah sampai di dalam kamar Aby merebahkan tubuh istrinya dengan
sangat pelan di atas tempat tidur, namun tidak menyelimuti tubuhnya karna Aby
berpikir ingin mengganti gaun yang di kenakan Becca dengan gaun malam yang
biasa ia kenakan.
Aby berjalan ke arah lemari, lalu mengambil gaun malam untuk
istrinya kenakan, agar Becca merasa nyaman dan leluasa tidurnya, dan juga nyaman
untuknya, agar ia bisa menyentuh bagian favoritnya yang ada di tubuh istrinya,
dan itu sudah menjadi kebiasaan baru Aby yang ingin selalu memegan bagian
favoritnya sambil tertidur.
Pelan-pelan Aby menurunkan resleting gaun yang Becca
kenakan, lalu pelan-pelan menariknya agar keluar dari dari tubuh istrinya, lalu
__ADS_1
mulai memakaikan gaun tidur untuk istrinya kenakan dan tidak lupa Aby juga
melepas semua pakaian dalam yang menempel pada tubuh istrinya setelah itu ia
menyelimutinya.
Aby berjalan masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersikan
diri, setelah itu ia juga akan istirahat karna pekerjaan yang menantinya esok
hari jauh lebih banyak, karna ia juga akan mengurus urusannya dengan Rendi
Baskara yang tidak lain adalah Ayah Lisa.
Sementara Abdy di ruagan tamu tidak berhenti berbicara
serius dengan Lisa, karna ia takut Lisa melakukan sesuatu yang buruk untuk
menyakiti dirinya sendiri.
“Lis, kamu sabar ya sayang.” Abdy tersenyum meskipun
sebenarnya ia juga merasa sangat sedih dengan keadaan hubungan yang telah di
jalani bersama Lisa selama beberapa bulan ini.
“Bagaimana aku bisa sabar Dy.” Lisa mengusap air mata yang
tidak berhenti keluar dari dalam kelopak matanya “Bagaimana kalau aku
benar-benar menikah dengan Romi? Aku lebih memilih mengakhiri hidupku daripada
aku harus menikah dengan pemuda berengsek sepertinya, aku sangat membencinya,
melihatnya saja aku merasa sangat jijik dan bagaimana aku bisa menikah
dengannya? maka jalan yang akan aku ambil hanya ada satu.” Berhenti berbicara
sejenak, lalu menarik nafasnya secara perlahan lalu membuangnya kasar “Aku akan
mengakhiri hidupku sebelum itu semua terjadi.”
Abdy yang mendengar ucapan Lisa, merasa sangat terkejut,
karna terkejut dengan segera Abdy bangun dari rebahannya lalu duduk dan
pandangannya tidak pernah lepas dari wajah Lisa yang kini terlihat sembab dan
mata bengkat karna kelamaan menangis.
“Lis, kamu jangan pernah melakukan sesuatu yang akan
menyakiti dirimu sendiri, aku berjanji akan segera membawamu keluar dari dalam rumahmu
sebagai mempelaiku.” Menatap serius wajah Lisa di layar hapenya “Apa kamu
percaya padaku? Hem, Kalau aku benar-benar serius mencintaimu dan tidak orang
lain memilikimu selain diriku.”
“Iya, Dy, aku sangat percaya, bahkan aku sangat
mempercayaimu lebih daripada diriku sendiri.”
“Nah, begitu donk, sudah nangisnya, tuh mata kamu uda hampir
hilang karna kebanyakan menangis, entar cantiknya juga ilang.” Abdy mengatakan
itu karna ia merasa tidak tega melihat mata orang yang di cintainya bengkak
seperti itu.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy tersenyum, sambil berkata. “Biarkan
saja mataku ilang, cantikku juga ikut hilang, asal bukan cintaku yang hilang
pergi jauh meninggalkanku.”
“Itu tidak akan pernah terjadi Lis, karna aku sangat
mencintaimu dan akan tetap berusaha memperjuangkan cinta kita, cinta kita yang
terhalang, oleh restu orang tua.”Abdy terlihat sangat serius ketika mengatakan
semua itu kepada Lisa.
Karna memang itulah yang tengah Abdy rasakan saat itu, cinta
yang terhalang orang tua bukanlah hal yang mudah untuknya, di tambah Ayah Lisa
terlihat begitu sangat membencinya, semua terlihat dari caranya berkata kepada
Abdy tadi sore ketika ia berada di rumah orang tua Lisa.
Ah, cinta yang rumit, cinta yang setelah sekian lama
terpendam, akhirnya bersatu dan di saat keindahan cinta itu mereka bina dan
jaga dengan sangat baik, dan membuahkan cinta yang mendalam untuk ke duanya dan
ingin menjalani hubungan cinta ini ke jenjang yang lebih serius, kini harus
terhalan oleh orang tua yang tidak merestui hubungan mereka berdu, dan yang
lebih parah Lisa hanya ingin di jadikan penebus utang oleh orang tuanya, sunggu
tidak masuk akal orang tua yang tega menjual putrinya sendiri agar terbebas
dari semua utang-utangnya.
Sungguh miris nasip Lisa yang memiliki orang tua seperti
itu, yang tega ingin menjual putrinya sendiri kepada orang lain, Abdy yang
memikirkan semua itu membuat kepalanya sangat pusing.
Setelah sambungan vidio callnya berakhir dengan Lisa, Abdy
kembali memikirkan cara dan langkah apa yang akan ia tempuh untuk
memperjuankang cintanya untuk Lisa, wanita yang telah mengubah kehidupannya
dari Abdy yang play boy menjadi Abdy yang setia kepada satu wanita yang tidak
lain adalah Lisa, gadis yang sangat Abdy cintai dan sanggup melakukan apa saja
agar cintanya bersatu dengan Lisa.
Rasa takut mulai menhantui pemikiran Abdy, rasa takut, risau
dan gelisa semuanya telah bercampur jadi satu, abdy merasa sangat takut jika ia dan Lisa tidak bisa bersatu dan
itu membuat Abdy tidak dapat memejamkan matanya meskipun telah berusaha untuk
tidur.
“Ah.” Abdy bangun dari rebahannya dan duduk di atas tempat
tidur, dan kembali melihat layar Hapenya “Apa saat ini Lisa sudah tidur?” Abdy
melihat ke arah jam yang telah menunjukkan angka pukul dua dini hari “Aku harus
menemui Lisa! Harus! Apapun yang terjadi aku akan menerimanya asal aku menemui
__ADS_1
Lisa malam ini” setelah mengatakan itu Abdy beranjak dari tempat tidur, lalu
berjalan ke arah pintu kamarnya dan tidak lupa ia membawa jaketnya.