Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.177


__ADS_3

Dengan lantangnya Abdy mengatakan semua itu dan itu membuat


Aby tersenyum bangga dengan cinta tulus yang  kini telah di jalani oleh adiknya, karna Aby tidak pernah menyangka


adiknya akan mencintai seorang gadis seperti itu, bahkan Aby bisa melihat rasa cinta


yang dalam untuk Lisa terlihat jelas dari cara Abdy menyebut nama Lisa di


hadapannya.


“Baiklah aku mengerti dengan permasalahanmu sekarang, dan


sekarang kamu katakan soal luka yang ada di wajahmu, apa yang mengakibatkan


wajahmu sampai memar seperti itu?”


Aby masih bertanya soal luka yang ada di wajah adiknya karna


ia penasaran apa yang membuat wajah Abdy sampai seperti itu. Aby ingin


mengatakan kalau adiknya habis berangtem di jalan dan mendapat pukulan seperti


itu di wajahnya, namun Aby jauh mengenal adiknya dengan sangat baik. Karna Abdy


bukanlah tive pemuda yang suka berantem, kalau ada yang mengatakan hal seperti


itu berarti itu bukanlah Abdy adiknya melainkan orang lain itulah yang ada di


pikiran Aby saat ini.


“Mha, ini bos?” memegan pinggir bibirnya “Hehehe, ini


terkena tampol dari calon mertua alias bapaknya Lisa.” Abdy terkekeh pelan


ketika mengatakan itu.


Aby yang mendengar ucapan adiknya yang mengatakan kalau


bibirnya memar seperti itu karna mendapat pukulan dari Ayah Lisa merasa sangat


marah, karna ia tidak terima adiknya di pukul seperti itu. Aby memang selalu


bersikap datar dan tengas kepada adiknya tapi bukan karna ia tidak menyanyangi,


namun justru ia sangat menyayangi adiknya, Aby memperlihatkan sikap seperti itu


karna ia ingin menjadikan adiknya sama sepertinya yang memiliki tanggun jawab


yang besar untuk keluar dan juga untuk perusahaannya.


Karna mulai dari kecil jangankan memukul, mencubit adiknya


saja tidak pernah begitupun dengan kedua orang tuanya yang tidak perlah


melakukan kekerasan seperti memukul atau menampar. Dengan kesal Aby pun


berkata.


“Apa kamu mengenal siapa nama Ayah Lisa? dan nama


perusahaannya apa?”


“Nama Ayahnya kalau tidak salah Rendi Baskara, dan mana


perusahaannya aku kurang tau, tapi tunggu sebentar aku akan mengirim pesan


untuk Lisa dan menanyakan nama perusahaan ayahnya.”


Setelah mengatakan itu Abdy meraih hapenyan yang ada di


hadapannya dan mengetik pesan untuk Lisa setelah beberapa saat pesan yang Abdy


kirim mendapat balasan dari Lisa.


“Nama perusahaan Ayah D’ Group Campeni.” Itulah balasan


pesan dari Lisa.


“Oya, bos nama perusahaanya D’ Group Campeni.”


Aby yang mendengar ucapan Adiknya berkata. “D’Group Campeni


perusahaan yang telah berada di ambang kebangkrutan, perusahaan ini sudah


hampir dua bulan tidak beroprasi dengan benar karna adanya persekongkolan yang


di sengaja oleh rekan bisnisnya.”


 Sebagai seorang


pengusaha yang sukses Aby bisa mengetahui semua perusahaan-perusahaan yang


mengalami kebangkrutan, karna tidak sedikit para pengusaha itu ingin menjalin hubungan


bisnis dengan perusahaannya dan perusahaan orang tua Lisa termasuk salah


satunya, yang telah kesekian kalinya mengirim email pengajuan permohonan ingin


menjalin bisnis dengan perusahaannya.


“Baiklah, serahkan semua ini kepadaku.” Abdy membantu istrinya


berdiri dari pangkuangnya lalu ikut berdiri “Anggap semua masalahmu selesai,


biar aku yang mengurus semuanya.” Menepuk pelan bahu adiknya “Dan akan lebih


baik kalau kamu istirahat dan jangan berpikir yang tidak-tidak lagi, karna aku


memastikan Lisa pasti akan menikah denganmu minggu depan.”


Setelah mengatakan itu Aby berlalu meninggalkan adiknya,


karna ia ingin keluar melakukan dinner romantis bersama istrinya. Sementara


Abdy yang mendengar ucapan kakaknya yang mengatakan akan melakukan dinner


romantis dengan kakak iparnya tersenyum sambil berkata.


“Kapan aku bisa melakukan hal itu juga?” mengacak rambut


“Dan semoga yang Aby katakan benar, minggu depan aku akan menikah dengan Lisa


dan bukanlah menikah dengan orang lain.”


Setelah mengatakan itu Abdy berangjak dari duduknya lalu


berjalan ke arah kamar yang biasa ia tempati ketika menginap di rumah kakak


iparnya, Abdy sengaja tidak pulang ke rumahnya karna ia tidak ingin Ayah dan


ibunya melihat wajahnya yang lebam karna habis kena tabok dari ayah lisa.


Jam tujuh malam, Becca kini nampak terlihat sangat cantik


setelah mengenakan gaun yang kemarin di belikan oleh suaminya, gaun yang


berwarna hitam polos, yang hanya sampai tengah lutut, di dalam gaun yang Becca


kenakan tidak ada kesan seksi atu semacam memperlihatkan ini itu tidak ada,


karna gaun itu adalah pilihan Aby suaminya, yang tidak ingin keindahan tubuh


istrinya di lihat oleh orang lain, katanya cukup dirinya saja yang melihatnya

__ADS_1


tidak ingin orang lain ikut melihatnya selain dirinya.


Sementara Aby mengenakan jas yang warna senada dengan gaun


yang istrinya kenakan dan itu membuat keduanya terlihat sangat serasi. Aby


terlihat sangat tampan sementara Becca terlihat sangat cantik dan juga anggun.


Keduanya bergandengan tangan berjalan keluar dan menuju arah


mobil yang kini tengah terparkir di depan pintu utama rumah mereka, dengan di


kawal oleh tiga body guardnya Aby pergi ke restorang yang telah ia pesan


sebelumnya.


Dengan senyuman ceria Becca, berjalan di sampin suaminya


sambil mengalungkan tangannya di lengan Aby, sementara Aby mengalungkan


tangannya di pinggul istrinya.


Setelah sampai di meja yang telah ia pesan sebelumnya, Aby


mengambil  setangkai bunga mawar yang


telah ia pesan sebelumnya lalu memberikan kepada Becca istrinya.


“Untukmu sayang.”


“Terimakasih ya By.”


Setelah memberikan bunga untuk istrinya Aby menarik kursi


untuk istrinya duduk, lalu ikut menarik kursi untuk ia duduk di hadapan


istrinya.


Dinner romantis berlalu begitu sangat indah di lakukan oleh


sepasang suami istri tersebut, dan tampa mereka sadari waktu telah menunjukkan


pukul dua belas tengah malam.


Aby mulai melihat istrinya tidak berhenti menguap, berkata.


“Sayang apa kamu sudah mengantuk? Kalau kamu sudah mengantuk akan lebih baik


kalau kita pulang sekarang.”


Aby berdiri dari duduknya lalu memberikan tangannya untuk


istrinya pengan. Sementara Becca yang melihat tangan suaminya dengan segera


meraihnya lalu berdiri, karna saat ini jujur Becca merasa sangat lelah dan


mengantuk. Namun ia tahan karna tidak ingin membuat suaminya merasa kecewa.


Makan malam romantis yang Aby siapkan untuknya sungguh


membuatnya sangat senang, bahkan Aby mengatakan akan mengajak Becca untuk


berbulan madu, setelah semua masalah Abdy terselesaikan. Becca yang mendengar


semua itu merasa sangat senang.


Aby dan Becca melangkah keluar dari dalam restoran, lalu


berjalan ke arah mobil di sana para body guardnya telah menanti kedatangan


mereka berdua.


Melihat majikannya keluar dari dalam restoran dan berjalan


ke arah mobilnya, ketiga body guard itu dengan segera membuka pintu mobil untuk


guard satunya segera melajukan mobilnya menuju kediaman Aby Atmaja.


Di dalam perjalanan pulang Becca tertidur sambil


menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, karna sudah tidak tahan menahan rasa


kantuknya lagi, Aby yang melihat istrinya tertidur di bahunya memperbaiki


posisi duduknya agar istrinya merasa nyaman dengan tidurnya.


Setelah mobil yang ia tumpangi sampai di depan rumahnya,


para bosdy guard membuka pintu mobil untuk majikannya kaluar, Aby yang melihat


itu dengan sangat pelan keluar dari dalam mobil karna tidak ingin mengangu


tidur nyanyak istrinya. Aby pun mengankat tubuh istrinya masuk ke dalam rumah


dan mendapati Abdy tenagah merebahkan tubuhnya di sopa yang ada di ruangan


tamu, karna saat ini Abdy tengah sibuk melakukan panggilan Vidio call dengan


Lisa.


Abdy yang malihat kakaknya masuk sampail mengendong


istrinya, bangun dan ingin mengatakan sesuatu namun dengan segara Aby memberi


tanda kepada Adiknya agar tidak bersuara.


Usss.


Aby hanya mengatakan itu, sambil mengedip pelankan matanya,


Abdy yang melihat itu mengerti kalau Aby melarangnya untuk bersuara, karna ia


tidak ingin istrinya merasa tergangu.


Aby menaiki anak tangga satu persatu sambil melihat wajah


istrinya yang terlihat sangat lucu ketika tengah tertidur, dengan senyuman Aby


tidak berhenti menatap wajah istrinya, istri yang sangat ia cintai dan ia


sayangi, dan bahkan siap melakukan apapun demi membuat istrinya tersenyum dan


tertawa. Setelah sampai di dalam kamar Aby merebahkan tubuh istrinya dengan


sangat pelan di atas tempat tidur, namun tidak menyelimuti tubuhnya karna Aby


berpikir ingin mengganti gaun yang di kenakan Becca dengan gaun malam yang


biasa ia kenakan.


Aby berjalan ke arah lemari, lalu mengambil gaun malam untuk


istrinya kenakan, agar Becca merasa nyaman dan leluasa tidurnya, dan juga nyaman


untuknya, agar ia bisa menyentuh bagian favoritnya yang ada di tubuh istrinya,


dan itu sudah menjadi kebiasaan baru Aby yang ingin selalu memegan bagian


favoritnya sambil tertidur.


Pelan-pelan Aby menurunkan resleting gaun yang Becca


kenakan, lalu pelan-pelan menariknya agar keluar dari dari tubuh istrinya, lalu

__ADS_1


mulai memakaikan gaun tidur untuk istrinya kenakan dan tidak lupa Aby juga


melepas semua pakaian dalam yang menempel pada tubuh istrinya setelah itu ia


menyelimutinya.


Aby berjalan masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersikan


diri, setelah itu ia juga akan istirahat karna pekerjaan yang menantinya esok


hari jauh lebih banyak, karna ia juga akan mengurus urusannya dengan Rendi


Baskara yang tidak lain adalah Ayah Lisa.


Sementara Abdy di ruagan tamu tidak berhenti berbicara


serius dengan Lisa, karna ia takut Lisa melakukan sesuatu yang buruk untuk


menyakiti dirinya sendiri.


“Lis, kamu sabar ya sayang.” Abdy tersenyum meskipun


sebenarnya ia juga merasa sangat sedih dengan keadaan hubungan yang telah di


jalani bersama Lisa selama beberapa bulan ini.


“Bagaimana aku bisa sabar Dy.” Lisa mengusap air mata yang


tidak berhenti keluar dari dalam kelopak matanya “Bagaimana kalau aku


benar-benar menikah dengan Romi? Aku lebih memilih mengakhiri hidupku daripada


aku harus menikah dengan pemuda berengsek sepertinya, aku sangat membencinya,


melihatnya saja aku merasa sangat jijik dan bagaimana aku bisa menikah


dengannya? maka jalan yang akan aku ambil hanya ada satu.” Berhenti berbicara


sejenak, lalu menarik nafasnya secara perlahan lalu membuangnya kasar “Aku akan


mengakhiri hidupku sebelum itu semua terjadi.”


Abdy yang mendengar ucapan Lisa, merasa sangat terkejut,


karna terkejut dengan segera Abdy bangun dari rebahannya lalu duduk dan


pandangannya tidak pernah lepas dari wajah Lisa yang kini terlihat sembab dan


mata bengkat karna kelamaan menangis.


“Lis, kamu jangan pernah melakukan sesuatu yang akan


menyakiti dirimu sendiri, aku berjanji akan segera membawamu keluar dari dalam rumahmu


sebagai mempelaiku.” Menatap serius wajah Lisa di layar hapenya “Apa kamu


percaya padaku? Hem, Kalau aku benar-benar serius mencintaimu dan tidak orang


lain memilikimu selain diriku.”


“Iya, Dy, aku sangat percaya, bahkan aku sangat


mempercayaimu lebih daripada diriku sendiri.”


“Nah, begitu donk, sudah nangisnya, tuh mata kamu uda hampir


hilang karna kebanyakan menangis, entar cantiknya juga ilang.” Abdy mengatakan


itu karna ia merasa tidak tega melihat mata orang yang di cintainya bengkak


seperti itu.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy tersenyum, sambil berkata. “Biarkan


saja mataku ilang, cantikku juga ikut hilang, asal bukan cintaku yang hilang


pergi jauh meninggalkanku.”


“Itu tidak akan pernah terjadi Lis, karna aku sangat


mencintaimu dan akan tetap berusaha memperjuangkan cinta kita, cinta kita yang


terhalang, oleh restu orang tua.”Abdy terlihat sangat serius ketika mengatakan


semua itu kepada Lisa.


Karna memang itulah yang tengah Abdy rasakan saat itu, cinta


yang terhalang orang tua bukanlah hal yang mudah untuknya, di tambah Ayah Lisa


terlihat begitu sangat membencinya, semua terlihat dari caranya berkata kepada


Abdy tadi sore ketika ia berada di rumah orang tua Lisa.


Ah, cinta yang rumit, cinta yang setelah sekian lama


terpendam, akhirnya bersatu dan di saat keindahan cinta itu mereka bina dan


jaga dengan sangat baik, dan membuahkan cinta yang mendalam untuk ke duanya dan


ingin menjalani hubungan cinta ini ke jenjang yang lebih serius, kini harus


terhalan oleh orang tua yang tidak merestui hubungan mereka berdu, dan yang


lebih parah Lisa hanya ingin di jadikan penebus utang oleh orang tuanya, sunggu


tidak masuk akal orang tua yang tega menjual putrinya sendiri agar terbebas


dari semua utang-utangnya.


Sungguh miris nasip Lisa yang memiliki orang tua seperti


itu, yang tega ingin menjual putrinya sendiri kepada orang lain, Abdy yang


memikirkan semua itu membuat kepalanya sangat pusing.


Setelah sambungan vidio callnya berakhir dengan Lisa, Abdy


kembali memikirkan cara dan langkah apa yang akan ia tempuh untuk


memperjuankang cintanya untuk Lisa, wanita yang telah mengubah kehidupannya


dari Abdy yang play boy menjadi Abdy yang setia kepada satu wanita yang tidak


lain adalah Lisa, gadis yang sangat Abdy cintai dan sanggup melakukan apa saja


agar cintanya bersatu dengan Lisa.


Rasa takut mulai menhantui pemikiran Abdy, rasa takut, risau


dan gelisa semuanya telah bercampur jadi satu, abdy merasa sangat  takut jika ia dan Lisa tidak bisa bersatu dan


itu membuat Abdy tidak dapat memejamkan matanya meskipun telah berusaha untuk


tidur.


“Ah.” Abdy bangun dari rebahannya dan duduk di atas tempat


tidur, dan kembali melihat layar Hapenya “Apa saat ini Lisa sudah tidur?” Abdy


melihat ke arah jam yang telah menunjukkan angka pukul dua dini hari “Aku harus


menemui Lisa! Harus! Apapun yang terjadi aku akan menerimanya asal aku menemui

__ADS_1


Lisa malam ini” setelah mengatakan itu Abdy beranjak dari tempat tidur, lalu


berjalan ke arah pintu kamarnya dan tidak lupa ia membawa jaketnya.


__ADS_2