Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.159


__ADS_3

Becca menatap tajam wajah pemuda yang tengah memangkunya


saat ini, karna merasa begitu sangat aneh melihat semua tingkah yang di


tunjukkannya.


Aby yang melihat tatapan aneh istrinya tersenyum, karna tau


Becca pasti merasa sangat bingun dengan semua perlakuannya kepadanya.


Lisa pun masuk ke dalam Taxi dan duduk di sampin Aby, dan di


susul oleh Abdy lisa yang melihat itu berkata.


“Dy, kamu duduknya di depan saja. Disini sudah tidak muat.”


Lisa mengtakan itu sambil melihat ke arah Abdy yang kini tengah duduk di


sampinnya dan bahkan mulai menempelkan bahunya di di bahu Lisa.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa tersenyum sambil berkata. “Kenapa?


Apa kamu tidak suka jika aku duduk di sampinmu?” Abdy terkekeh sendiri setelah


mengatakan itu.


“Iya, aku tidak suka! Kenapa?” Lisa nampak sangat kesal


ketika mengatakan itu. Karna menurut Lisa tingkah Abdy semakin aneh


terhedapnya, namun Lisa tetap berusaha membuat jarak dengan Abdy karna takut


hal yang membuatnya sakit hati terulang kembali, mengingat saat ini Abdy telah


memiliki kekasih itulah yang terlintas dalam pikiran Lisa saat ini.


“Tapi aku suka.” Semakin menempelkan tubuhnya di tubuh Lisa “Kenapa,


wekk.” Abdy tersenyum jail setelah mengatakan itu.


Aby dan Becca yang melihat keduanya bertengkar saling


memandang satu sama lain, dan untuk menghilangkan pertekaran itu Aby pun


berkata.


“Ady, Lisa, kenapa kalian berdua selalu bertengkar,


seharusnya kalian saling berpelukan sama seperti yang aku lakukan saat ini


kepada istriku.” Aby mengeratkan pelukannya dan itu membuat Becca menatap tajam


ke arahnya “Apa kalian berdua tidak saling merindukan? Setelah sekian lama


berpisah, kalau aku jelas sangat merindukan istriku.” Aby mendekatkan bibirnya


ingin mengecup wajah istrinya, namun dengan segera tangan Becca mendorong bibir


Aby yang hampir sampai di wajahnya.


“Apa yang ingin kamu lakukan? Hem. Kamu jangan seenaknya ya,


main cium-cium wajah aku, ingat aku tidak mengenalmu jadi bersikaplah sewajar


mungkin.” Becca berkata tegas kepada Aby dan itu membuat Aby tersenyum senang.


Lisa dan Aby yang tadinya bertengkar kini beralih melihat ke


arah Aby dan Becca yang kini saling tatap menatap, Aby meantap wajah istrinya


dengan penuh cinta, sementara Becca menatap wajah Aby dengan penuh kebingungan


melihat semua yang telah di lakukan Aby padanya.


Aby yang mendengar semua ucapan istrinya tersenyum, berkata.


“Masih sama seperti aku baru menikahimu, kamu juga pernah mengatakan itu yang


mengatakan bersikaplah sewajar mungkin dan seiring berjalannya waktu cinta kita


bersemi tampa kita duga-duga.” Aby tersenyum ketika selesai mengatkan itu. Dan kini


Lisa dan Abdy jadi penonton di dalam mobil.


Abdy yang melihat Lisa tidak berhenti melihat ke arah aby


yang kini tengah sibuk mengombal istrinya, berkata. “Lis, aku juga ingin


mengombal kamu. Boleh ngak?” Abdy menaikkan kedua Alisnya ketika selesai


mengatakan itu.


“Ngak!!” hanya kata singkat itu yang keluar dari dalam mulut


Lisa.


“Kalau aku mau bagaimana?” Abdy menusukkan jari


telunjukkanya di perut Lisa dan itu membaut Lisa merasa geli dengan apa yang


tengah Abdy lakukan.


“Ab—dy apa yang kamu lakukan? Hentikan!” Lisa berusaha


menahan rasa geli akibat Abdy tidak berhenti mengelitiknya.


Sementara supir Taxi yang melihat kelakuan dua pasang suami


istri yang ada di job belakang mobilnya hanya menggelen-gelenkan kepalanya,


melihat tingkah konyol keduanya, yang satunya memangku tubuh istrinya dan yang


satunya tidak berhenti menggoda istrinya dan hingga membuatnya merasa sangat


kesal, masa muda, masa penganting baru, itulah masa yang paling terindah yang


ada di dalam pikiran supir Taxi saat ini.


Tiga puluh menit telah berlalu, Taxi yang membawa mereka saat


ini telah sampai di parkiran Apartmens, Abdy keluar di ikuti oleh Lisa,


semenatra Aby masih setia duduk dalam Taxi sambil memeluk tubuh Becca.


Becca yang melihat Aby tidak keluar dari dalam mobil


berkata. “Hei, kita sudah sampai, kenapa kamu tidak keluar? Itu Lisa dan adik


kamu siapa namanya aku lupa.” Mengingat “Hem, Abdy telah berjalan ke arah ke


daua orang itu.” Becca menunjuk ke arah Nabila dan Doni yang kini tengah


menanti kedatangan mereka berempat.


Abdy mengabari Mamanya sewaktu masih di Paris, karna waktu


itu Nabila tidak berhenti menghubungi nomor Aby dan Abdy, karna sudah tengah


malam ke dua putranya belum kembali ke apartmens dan itu membuat Nabila merasa


sangat panik dan takut terjadi sesuatu yang buruk kepada kedua putra-putranya,

__ADS_1


mengingat kondisi Aby saat itu masih dalam keadaan berduka.


Nabila juga merasa begitu sangat senang ketika melihat Lisa


berjalan bersama Abdy ke arahnya, bahkan Nabila sampai berbisik di telinga


suaminya yang mengatakan.


“Mas, lihat Abdy, dia begitu sangat serasi berdampingan


dengan Lisa, iya kan?” Nabila masih menatap ke arah putra dan calon menatunya


kelak yang tengah berjlan ke arahnya.


“Iya, sayang. Mereka berdua nampak sangat cocok, tapi


putramu, hem kita tidak pernah tau apa yang ada di dalam hatinya, terkadang


hari ini bersama si A dan hari ini bersama si B, Aku sampai pusing siapa yang


akan menjadi pendampingnya kelak.”


Lisa yang baru saja sampai di depan Nabila dan Doni berkata.


“Tante, Om” Lisa menyalimi kedua orang tua Abdy “Bgaimana kabar tante dan juga


Om?” tanya Lisa pelan dengan senyuman ceria yang sungginkannya.


“Kabar kami berdua baik sayang. Dan terimaksih ya Nak karna


telah memberitahukan Abdy soal keberadaan kakak iparnya,kami sekeluarga


berhutang banyak kepadamu Lisa dan Tante dan Om tidak tau harus membalasnya


dengan apa.” Nabila memegan tangan Lisa ketika mengatakan itu.


“Sudalah Tante, tante jangan berbicara seperti itu, aku


merasa tidak enak.” Lisa membalas pegangan tangan Nabila dengan begitu sangat


hangat.


Mendengar ucapan Lisa, Nabila melihat ke arah putranya yang


kini tengah tersenyum melihat ke arahnya, Abdy yang mengerti dengan pandangan


Mamanya berkata. “Mama, dan Papa tenang saja, semua yang dilakukan Lisa untuk


keluarga kita , biar aku yang membayarnya semua.” Abdy tersenyum jail melihat


ke arah Lisa setelah mengatakan itu.


Nabila dan Doni terlihat begitu sangat senang ketika


mengetahui kalau menantu mereka Rebecca masih hidup meskipun tau kalau


menantunya telah mengalami keguguran dan saat ini tidak mengingat siapapun,


namun tetap bersyukur karna wanita yang sangat di cintai putranya kini kembali lagi,


wanita yang selalu membuat putranya tersenyum ceria. karna merasa begitu sangat


senang Nabila sampai menghias seluruh ruangan dalam Apartmens putranya bahkan


kamar tidur Aby telah di hiasnya sedemikan rupa, dan menghasilakn kamar yang


indah untuk sepasang penganting baru. Nabila sengaja menghias kamar tidur Aby


karna berharap jika Becca masuk ke dalam kamar tersebut ia akan dengan mudah


mengingat semua moment-moment indahnya bersama putranya di dalam kamar


tersebut.


orang yang tengah di tunjuknya saat ini. “Oh, itu Mama samah Papa.” Mengajari “Jadi


nanti kamu manggil mereka Mama sama Papa, Ok, sayang, kamu sudah mengerti.” Aby


menarik hidung istrinya setelah mengatakn itu dan itu membaut Becca kembali


merasa kesal dengan apa yang tengah Aby lakukan padanya.


“Iya” kesal “Sekarang kamu turunkan aku, aku bisa berjalang


sendiri.” Becca membuka pintu mobil dan turun dari atas pangkuan Aby, dan di


saat Becca menginjakkan kakinya di atas aspal Becca tiba-tiba meringgis


kesakitan. “Aoo, sakit.” Memegan pergelangan kakinya yang terlihat memar.


Semua orang yang mendengar suara ringgisan Becca ketika


keluar dari dalam dalam mobil terkejut, dan lebih terkejut adalah Aby, karna


Aby sangat takut terjadi hal yang buruk lagi dengan istrinya. Nabila dan yang


lainnya berjalan ke arah mobil di mana saat ini Becca tengah meringgis


kesakitan.


“Sayang, kamu kenapa.” Aby memegan tangan Becca sebelum


mengatakan itu.


“Aku tidak kenapa-napa. Cuman kakiku yang terasa sangat


sakit.” Becca kembali memegan pergelangan kakinya setelah mengatakan itu.


Sementara Nabila yang baru saja sampai di depan menantunya,


tersenyum senang karna merasa senang Nabila lansung memeluk dan menciumi wajah


Becca yang terlihat nampak tirus.


“Putriku kembali.” Menangis sambil mencium wajah Becca yang


kini tengah melihat ke arahnya.


“Mamah.” Hanya kata itu yang keluar dari dalam mulut Becca,


dan itu membuat yang lainnya merasa terkejut karna mengira Becca telah


mengingat semuanya, namun tidak dengan Aby karna sebalum turun dari mobil Aby


mengatakan semuanya kepada Becca.


“Kamu mengenali Mama Nak?” Nabila menatap wajah Becca yang


terlihat begitu sangat pucat.


“Tdak! Aku tidak mengenali siapapun yang ada di sini.” Becca


mengatakan itu dengan spontan. “Tadi dia bilang kalau itu Mama, dan juga Papa.”


Becca menujuk ke arah Aby setelah mengatakan itu, Dan itu membuat Nabila kembali


bersedih berharap menantunya akan mengingatnya.


“Baiklah Nak, cepat atau lambat kamu pasti akan mengingat


semuanya.” Nabila tersenyum ketika mengatakan itu meskipun sebenarnya Ia merasa

__ADS_1


sangat sedih, namun tidak ingin meperlihatkan kepada kedua putra-putranya yang


kini tengah melihat ke arahnya “Ayo Aby bawa istrimu masuk ke dalam.”


Setelah mengtakan itu Nabila berjalan masuk sambil


melingkarkan tangannya di pinggul Lisa, gadis yang telah mencuri hati putranya Abdy


itulah yang Nabila tau, selebihnya Nabila tidak tau apa-apa lagi.


Aby yang mendengarkan ucapan Mamanya kembali mengendong


tubuh istrinya masuk ke dalam Apartemensnya, di dalam gendongan Aby Becca


berkata. “Hei, nama kamu siapa? Aku lupa.” Becca mengatakan itu sambil menarik


dasi yang tengah di kenakan Aby.


Aby yang mendengar pertnayaan istrinya tersenyum dan


berkata, “Panggil saja Suamiku atau sayangku Karna kamu memang istriku dan


pantas memanggilku seperti itu.” Terkekeh melihat ke arah wajah Becca yang kini


tengah melihat ke arahnya.


Becca yang mendengar ucapan Aby, berkata “Suamiku! Wek,


jelek sekali nama panggilan itu, sayangku.” Berpikir “Sepertinya aku menyukai


nama panggilan itu.” Becca terseyum sendiri ketika selesai mengatakan itu, ia


tidak tau apa yang membuatnya tersenyum seperti itu.


Aby yang melihat senyuman istrinya di dalam gendongannya


ikut tersenyum karna senyuman istrinya adalah penyejuk di dalam hatinya.


Aby masuk ke dalam Apartmensnya dan melihat sekeliling


ruangan yang terlihat begitu sangat meriah seperti ingin mengadakan pernikahan,


itulah yang terlintas dalam benak Aby saat ini, ketika melihat semuanya.


Aby berjalan ke arah kamarnya karna ingin agar Becca segera


istirahat, namun sebelum membuka pintu kamarnya Abdy berkata.


“Bos, pelan-pelan saja.” Tersenyum jail “Kondisi kakak ipar


belum pulih, jangan membuat kakak ipar kelelahan dulu.” Abdy terkekeh ketika


selesai mengatakan itu, itulah Abdy yang tidak memandang tempat jika ingin


bercanda dan itu membuat kedua orang tuanya mengelen-gelenkan kepala melihat


kata konyol yang keluar dari dalam mulut putra bungsunya.


Aby yang mendengar ucapan Abdy ikut mengelengkan kepalanya,


namun di sela ucapan Abdy ada satu hal yang membuat Aby ingin tertawa namun di


tahannya karna mengingat saat ini Becca masih berada di dalam gendongannya.


Aby berjalan masuk ke dalam kamar tidurnya dan melihat


sekeliling dalam ruangan kamarnya, sampai ke tempat tidur semuanya telah di


hias oleh Nabila.


“Mama, Mama.” Aby mengatakan itu sambil melangkah ke arah


tempat tidur dan setelah sampai Aby merebahkan tubuh Becca di atas tempat tidur


dan memeriksa kaki Becca yang sakit.


Aby nampak sangat terkejut ketika melihat ke dua pergelangan


kaki Becca yang terlihat memar dan bahkan sampai terluka seperti ini.


“Pergelangan kaki kamu kenapa?” wajah Aby nampak sangat


sedih ketika melihat luka yang ada di bagian tubuh istrinya, Aby menatap ke


arah wajah Becca ketika menanyakan itu.


“Itu bekas besi yang mengikat kakiku.” Bangun lalu duduk di


atas tempat tidur “Sewaktu aku berusaha ingin kabur dari rumah sakit aku


berusaha ingin melepasnya, dan mungkin karna aku membuka paksa dan jadinya


seperti ini.” Becca menjelaskan apa yang telah di lakukannya untuk segera pergi


dari rumah sakit.


Melihat luka di pergelangan kaki Becca, Aby terlihat sedih


dan lansung mengecup lembut kedua kaki istrinya dan itu membuat jantung Becca


tiba-tiba berdetak tidak karuan, Becca merasa ada sesuatu yang aneh ketika Aby


mengecup lembut pergelangan kakinya.


Setelah mengecup pergelangan kaki istrinya, Aby duduk di


pinggir tempat tidur dan memeluk tubuh Becca dengan begitu sangat eratnya


sambil berkata. “Jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang. Aku akan mati jika


kamu melakukannya lagi.” Melepas pelukan lalu mengecup tiap inci wajah istrinya


dan terakhir mengecup bibir ranum Becca dan kembali memeluknya dengan begitu


sangat erat.


Becca yang mendapat perlakuan hangat seperti itu dari Aby,


merasa begitu sangat nyaman jantung yang tidak pernah berdetak seperti itu


selama ia sadar dari komanya kini berdetak kencang di saat Aby menyentuhnya,


Becca yang selalu cerewet ketika Aby tiba-tiba menyentuhnya. Namun sekarang


Becca justru membalas pelukan Aby yang kini tengah memeluk erat tubuhnya.


Setelah merasa cukup memeluk tubuh istrinya Aby melepas


pelukannya, lalu menarik laci meja yang ada di sampin tempat tidurnya dan


mengeluarkan sebuah Album poto dimana album poto itu berisi poto-poto kenangan


manis mereka berdua.


“Ini, Lihatlah.” Aby memberikan album poto itu kepada Becca lalu


berangjak dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar karna ingin menyuru


Abdy untuk membeli salep untuk luka Becca yang ada di pergelangan kakinya.


Becca meraih album poto tersebut dari tangan Aby dan mulai

__ADS_1


melihatnya setelah melihat Aby keluar dari dalam kamar yang tengah di


tempatinya saat ini.


__ADS_2