
Becca menatap tajam wajah pemuda yang tengah memangkunya
saat ini, karna merasa begitu sangat aneh melihat semua tingkah yang di
tunjukkannya.
Aby yang melihat tatapan aneh istrinya tersenyum, karna tau
Becca pasti merasa sangat bingun dengan semua perlakuannya kepadanya.
Lisa pun masuk ke dalam Taxi dan duduk di sampin Aby, dan di
susul oleh Abdy lisa yang melihat itu berkata.
“Dy, kamu duduknya di depan saja. Disini sudah tidak muat.”
Lisa mengtakan itu sambil melihat ke arah Abdy yang kini tengah duduk di
sampinnya dan bahkan mulai menempelkan bahunya di di bahu Lisa.
Abdy yang mendengar ucapan Lisa tersenyum sambil berkata. “Kenapa?
Apa kamu tidak suka jika aku duduk di sampinmu?” Abdy terkekeh sendiri setelah
mengatakan itu.
“Iya, aku tidak suka! Kenapa?” Lisa nampak sangat kesal
ketika mengatakan itu. Karna menurut Lisa tingkah Abdy semakin aneh
terhedapnya, namun Lisa tetap berusaha membuat jarak dengan Abdy karna takut
hal yang membuatnya sakit hati terulang kembali, mengingat saat ini Abdy telah
memiliki kekasih itulah yang terlintas dalam pikiran Lisa saat ini.
“Tapi aku suka.” Semakin menempelkan tubuhnya di tubuh Lisa “Kenapa,
wekk.” Abdy tersenyum jail setelah mengatakan itu.
Aby dan Becca yang melihat keduanya bertengkar saling
memandang satu sama lain, dan untuk menghilangkan pertekaran itu Aby pun
berkata.
“Ady, Lisa, kenapa kalian berdua selalu bertengkar,
seharusnya kalian saling berpelukan sama seperti yang aku lakukan saat ini
kepada istriku.” Aby mengeratkan pelukannya dan itu membuat Becca menatap tajam
ke arahnya “Apa kalian berdua tidak saling merindukan? Setelah sekian lama
berpisah, kalau aku jelas sangat merindukan istriku.” Aby mendekatkan bibirnya
ingin mengecup wajah istrinya, namun dengan segera tangan Becca mendorong bibir
Aby yang hampir sampai di wajahnya.
“Apa yang ingin kamu lakukan? Hem. Kamu jangan seenaknya ya,
main cium-cium wajah aku, ingat aku tidak mengenalmu jadi bersikaplah sewajar
mungkin.” Becca berkata tegas kepada Aby dan itu membuat Aby tersenyum senang.
Lisa dan Aby yang tadinya bertengkar kini beralih melihat ke
arah Aby dan Becca yang kini saling tatap menatap, Aby meantap wajah istrinya
dengan penuh cinta, sementara Becca menatap wajah Aby dengan penuh kebingungan
melihat semua yang telah di lakukan Aby padanya.
Aby yang mendengar semua ucapan istrinya tersenyum, berkata.
“Masih sama seperti aku baru menikahimu, kamu juga pernah mengatakan itu yang
mengatakan bersikaplah sewajar mungkin dan seiring berjalannya waktu cinta kita
bersemi tampa kita duga-duga.” Aby tersenyum ketika selesai mengatkan itu. Dan kini
Lisa dan Abdy jadi penonton di dalam mobil.
Abdy yang melihat Lisa tidak berhenti melihat ke arah aby
yang kini tengah sibuk mengombal istrinya, berkata. “Lis, aku juga ingin
mengombal kamu. Boleh ngak?” Abdy menaikkan kedua Alisnya ketika selesai
mengatakan itu.
“Ngak!!” hanya kata singkat itu yang keluar dari dalam mulut
Lisa.
“Kalau aku mau bagaimana?” Abdy menusukkan jari
telunjukkanya di perut Lisa dan itu membaut Lisa merasa geli dengan apa yang
tengah Abdy lakukan.
“Ab—dy apa yang kamu lakukan? Hentikan!” Lisa berusaha
menahan rasa geli akibat Abdy tidak berhenti mengelitiknya.
Sementara supir Taxi yang melihat kelakuan dua pasang suami
istri yang ada di job belakang mobilnya hanya menggelen-gelenkan kepalanya,
melihat tingkah konyol keduanya, yang satunya memangku tubuh istrinya dan yang
satunya tidak berhenti menggoda istrinya dan hingga membuatnya merasa sangat
kesal, masa muda, masa penganting baru, itulah masa yang paling terindah yang
ada di dalam pikiran supir Taxi saat ini.
Tiga puluh menit telah berlalu, Taxi yang membawa mereka saat
ini telah sampai di parkiran Apartmens, Abdy keluar di ikuti oleh Lisa,
semenatra Aby masih setia duduk dalam Taxi sambil memeluk tubuh Becca.
Becca yang melihat Aby tidak keluar dari dalam mobil
berkata. “Hei, kita sudah sampai, kenapa kamu tidak keluar? Itu Lisa dan adik
kamu siapa namanya aku lupa.” Mengingat “Hem, Abdy telah berjalan ke arah ke
daua orang itu.” Becca menunjuk ke arah Nabila dan Doni yang kini tengah
menanti kedatangan mereka berempat.
Abdy mengabari Mamanya sewaktu masih di Paris, karna waktu
itu Nabila tidak berhenti menghubungi nomor Aby dan Abdy, karna sudah tengah
malam ke dua putranya belum kembali ke apartmens dan itu membuat Nabila merasa
sangat panik dan takut terjadi sesuatu yang buruk kepada kedua putra-putranya,
__ADS_1
mengingat kondisi Aby saat itu masih dalam keadaan berduka.
Nabila juga merasa begitu sangat senang ketika melihat Lisa
berjalan bersama Abdy ke arahnya, bahkan Nabila sampai berbisik di telinga
suaminya yang mengatakan.
“Mas, lihat Abdy, dia begitu sangat serasi berdampingan
dengan Lisa, iya kan?” Nabila masih menatap ke arah putra dan calon menatunya
kelak yang tengah berjlan ke arahnya.
“Iya, sayang. Mereka berdua nampak sangat cocok, tapi
putramu, hem kita tidak pernah tau apa yang ada di dalam hatinya, terkadang
hari ini bersama si A dan hari ini bersama si B, Aku sampai pusing siapa yang
akan menjadi pendampingnya kelak.”
Lisa yang baru saja sampai di depan Nabila dan Doni berkata.
“Tante, Om” Lisa menyalimi kedua orang tua Abdy “Bgaimana kabar tante dan juga
Om?” tanya Lisa pelan dengan senyuman ceria yang sungginkannya.
“Kabar kami berdua baik sayang. Dan terimaksih ya Nak karna
telah memberitahukan Abdy soal keberadaan kakak iparnya,kami sekeluarga
berhutang banyak kepadamu Lisa dan Tante dan Om tidak tau harus membalasnya
dengan apa.” Nabila memegan tangan Lisa ketika mengatakan itu.
“Sudalah Tante, tante jangan berbicara seperti itu, aku
merasa tidak enak.” Lisa membalas pegangan tangan Nabila dengan begitu sangat
hangat.
Mendengar ucapan Lisa, Nabila melihat ke arah putranya yang
kini tengah tersenyum melihat ke arahnya, Abdy yang mengerti dengan pandangan
Mamanya berkata. “Mama, dan Papa tenang saja, semua yang dilakukan Lisa untuk
keluarga kita , biar aku yang membayarnya semua.” Abdy tersenyum jail melihat
ke arah Lisa setelah mengatakan itu.
Nabila dan Doni terlihat begitu sangat senang ketika
mengetahui kalau menantu mereka Rebecca masih hidup meskipun tau kalau
menantunya telah mengalami keguguran dan saat ini tidak mengingat siapapun,
namun tetap bersyukur karna wanita yang sangat di cintai putranya kini kembali lagi,
wanita yang selalu membuat putranya tersenyum ceria. karna merasa begitu sangat
senang Nabila sampai menghias seluruh ruangan dalam Apartmens putranya bahkan
kamar tidur Aby telah di hiasnya sedemikan rupa, dan menghasilakn kamar yang
indah untuk sepasang penganting baru. Nabila sengaja menghias kamar tidur Aby
karna berharap jika Becca masuk ke dalam kamar tersebut ia akan dengan mudah
mengingat semua moment-moment indahnya bersama putranya di dalam kamar
tersebut.
orang yang tengah di tunjuknya saat ini. “Oh, itu Mama samah Papa.” Mengajari “Jadi
nanti kamu manggil mereka Mama sama Papa, Ok, sayang, kamu sudah mengerti.” Aby
menarik hidung istrinya setelah mengatakn itu dan itu membaut Becca kembali
merasa kesal dengan apa yang tengah Aby lakukan padanya.
“Iya” kesal “Sekarang kamu turunkan aku, aku bisa berjalang
sendiri.” Becca membuka pintu mobil dan turun dari atas pangkuan Aby, dan di
saat Becca menginjakkan kakinya di atas aspal Becca tiba-tiba meringgis
kesakitan. “Aoo, sakit.” Memegan pergelangan kakinya yang terlihat memar.
Semua orang yang mendengar suara ringgisan Becca ketika
keluar dari dalam dalam mobil terkejut, dan lebih terkejut adalah Aby, karna
Aby sangat takut terjadi hal yang buruk lagi dengan istrinya. Nabila dan yang
lainnya berjalan ke arah mobil di mana saat ini Becca tengah meringgis
kesakitan.
“Sayang, kamu kenapa.” Aby memegan tangan Becca sebelum
mengatakan itu.
“Aku tidak kenapa-napa. Cuman kakiku yang terasa sangat
sakit.” Becca kembali memegan pergelangan kakinya setelah mengatakan itu.
Sementara Nabila yang baru saja sampai di depan menantunya,
tersenyum senang karna merasa senang Nabila lansung memeluk dan menciumi wajah
Becca yang terlihat nampak tirus.
“Putriku kembali.” Menangis sambil mencium wajah Becca yang
kini tengah melihat ke arahnya.
“Mamah.” Hanya kata itu yang keluar dari dalam mulut Becca,
dan itu membuat yang lainnya merasa terkejut karna mengira Becca telah
mengingat semuanya, namun tidak dengan Aby karna sebalum turun dari mobil Aby
mengatakan semuanya kepada Becca.
“Kamu mengenali Mama Nak?” Nabila menatap wajah Becca yang
terlihat begitu sangat pucat.
“Tdak! Aku tidak mengenali siapapun yang ada di sini.” Becca
mengatakan itu dengan spontan. “Tadi dia bilang kalau itu Mama, dan juga Papa.”
Becca menujuk ke arah Aby setelah mengatakan itu, Dan itu membuat Nabila kembali
bersedih berharap menantunya akan mengingatnya.
“Baiklah Nak, cepat atau lambat kamu pasti akan mengingat
semuanya.” Nabila tersenyum ketika mengatakan itu meskipun sebenarnya Ia merasa
__ADS_1
sangat sedih, namun tidak ingin meperlihatkan kepada kedua putra-putranya yang
kini tengah melihat ke arahnya “Ayo Aby bawa istrimu masuk ke dalam.”
Setelah mengtakan itu Nabila berjalan masuk sambil
melingkarkan tangannya di pinggul Lisa, gadis yang telah mencuri hati putranya Abdy
itulah yang Nabila tau, selebihnya Nabila tidak tau apa-apa lagi.
Aby yang mendengarkan ucapan Mamanya kembali mengendong
tubuh istrinya masuk ke dalam Apartemensnya, di dalam gendongan Aby Becca
berkata. “Hei, nama kamu siapa? Aku lupa.” Becca mengatakan itu sambil menarik
dasi yang tengah di kenakan Aby.
Aby yang mendengar pertnayaan istrinya tersenyum dan
berkata, “Panggil saja Suamiku atau sayangku Karna kamu memang istriku dan
pantas memanggilku seperti itu.” Terkekeh melihat ke arah wajah Becca yang kini
tengah melihat ke arahnya.
Becca yang mendengar ucapan Aby, berkata “Suamiku! Wek,
jelek sekali nama panggilan itu, sayangku.” Berpikir “Sepertinya aku menyukai
nama panggilan itu.” Becca terseyum sendiri ketika selesai mengatakan itu, ia
tidak tau apa yang membuatnya tersenyum seperti itu.
Aby yang melihat senyuman istrinya di dalam gendongannya
ikut tersenyum karna senyuman istrinya adalah penyejuk di dalam hatinya.
Aby masuk ke dalam Apartmensnya dan melihat sekeliling
ruangan yang terlihat begitu sangat meriah seperti ingin mengadakan pernikahan,
itulah yang terlintas dalam benak Aby saat ini, ketika melihat semuanya.
Aby berjalan ke arah kamarnya karna ingin agar Becca segera
istirahat, namun sebelum membuka pintu kamarnya Abdy berkata.
“Bos, pelan-pelan saja.” Tersenyum jail “Kondisi kakak ipar
belum pulih, jangan membuat kakak ipar kelelahan dulu.” Abdy terkekeh ketika
selesai mengatakan itu, itulah Abdy yang tidak memandang tempat jika ingin
bercanda dan itu membuat kedua orang tuanya mengelen-gelenkan kepala melihat
kata konyol yang keluar dari dalam mulut putra bungsunya.
Aby yang mendengar ucapan Abdy ikut mengelengkan kepalanya,
namun di sela ucapan Abdy ada satu hal yang membuat Aby ingin tertawa namun di
tahannya karna mengingat saat ini Becca masih berada di dalam gendongannya.
Aby berjalan masuk ke dalam kamar tidurnya dan melihat
sekeliling dalam ruangan kamarnya, sampai ke tempat tidur semuanya telah di
hias oleh Nabila.
“Mama, Mama.” Aby mengatakan itu sambil melangkah ke arah
tempat tidur dan setelah sampai Aby merebahkan tubuh Becca di atas tempat tidur
dan memeriksa kaki Becca yang sakit.
Aby nampak sangat terkejut ketika melihat ke dua pergelangan
kaki Becca yang terlihat memar dan bahkan sampai terluka seperti ini.
“Pergelangan kaki kamu kenapa?” wajah Aby nampak sangat
sedih ketika melihat luka yang ada di bagian tubuh istrinya, Aby menatap ke
arah wajah Becca ketika menanyakan itu.
“Itu bekas besi yang mengikat kakiku.” Bangun lalu duduk di
atas tempat tidur “Sewaktu aku berusaha ingin kabur dari rumah sakit aku
berusaha ingin melepasnya, dan mungkin karna aku membuka paksa dan jadinya
seperti ini.” Becca menjelaskan apa yang telah di lakukannya untuk segera pergi
dari rumah sakit.
Melihat luka di pergelangan kaki Becca, Aby terlihat sedih
dan lansung mengecup lembut kedua kaki istrinya dan itu membuat jantung Becca
tiba-tiba berdetak tidak karuan, Becca merasa ada sesuatu yang aneh ketika Aby
mengecup lembut pergelangan kakinya.
Setelah mengecup pergelangan kaki istrinya, Aby duduk di
pinggir tempat tidur dan memeluk tubuh Becca dengan begitu sangat eratnya
sambil berkata. “Jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang. Aku akan mati jika
kamu melakukannya lagi.” Melepas pelukan lalu mengecup tiap inci wajah istrinya
dan terakhir mengecup bibir ranum Becca dan kembali memeluknya dengan begitu
sangat erat.
Becca yang mendapat perlakuan hangat seperti itu dari Aby,
merasa begitu sangat nyaman jantung yang tidak pernah berdetak seperti itu
selama ia sadar dari komanya kini berdetak kencang di saat Aby menyentuhnya,
Becca yang selalu cerewet ketika Aby tiba-tiba menyentuhnya. Namun sekarang
Becca justru membalas pelukan Aby yang kini tengah memeluk erat tubuhnya.
Setelah merasa cukup memeluk tubuh istrinya Aby melepas
pelukannya, lalu menarik laci meja yang ada di sampin tempat tidurnya dan
mengeluarkan sebuah Album poto dimana album poto itu berisi poto-poto kenangan
manis mereka berdua.
“Ini, Lihatlah.” Aby memberikan album poto itu kepada Becca lalu
berangjak dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar karna ingin menyuru
Abdy untuk membeli salep untuk luka Becca yang ada di pergelangan kakinya.
Becca meraih album poto tersebut dari tangan Aby dan mulai
__ADS_1
melihatnya setelah melihat Aby keluar dari dalam kamar yang tengah di
tempatinya saat ini.