
Becca tiba-tiba mendengar suara tanggisan bayi, dan itu
membuat Becca merasa sangat terkejut dengan suara tanggisan bayi tersebut,
Becca berdiri dari duduknya lalu memastikan kalau ia memang mendengarkan suara
tanggisan bayi.
“Benar ini suara tangisan bayi, namun dari mana datangnya
arah suara tanggisn bayi ini? Ini pertama kalinya aku mendengar suara tanggisan
bayi selama tinggal di rumah ini.” Becca berbicara sendiri sambil berjalang ke
arah pintu utama lalu membukanya.
Becca kembali terkejut ketika ia membuka pintu utama
rumahnya karna ia mendengar suara tangisan bayi yang tersdengar jelas di
telinganya, Becca merasa sangat penasaran dari mana asal suara tangisan bayi
itu? hingga ia memilih untuk menghubungi keamanan yang tengah berjaga di pos
dekat pintu gerban rumahnya.
Setelah sambungan telponnya tersambung dengan segera, Becca
berkata, “Apa kamu mendengar suara tangisan bayi itu?” tanya Becca pada
keamanan rumahnya.
“Baiklah aku akan segera kesana.” Becca menutup sambungan
telponnya lalu mengambil payung untuk ia gunakan untuk memayungi tubuhnya agar
tidak basah dari curah air hujan.
Becca berlari-lari kecil menuju arah pos keamanan yang ada
di dekat pintu gerban rumahnya, setelah ia mendengar ucapan keamanan rumahnya
kalau ia juga mendengar suara tanggisan bayi.
“Dimana kamu mendengar suara tangisan bayi itu?” tanya Becca
ketika ia sampai di depan keamanan rumahnya.
“Di luar pintu gerban nyonya.”
“Cepat buka pintu gerban rumahnya”
Setelah pintu gerban rumahnya terbuka, Becca dengan segera
keluar melihat ke sana kemari mencari dari mana datangnya arah suara tanggisan
banyi itu, hingga akhirnya ia melihat sebuah kerangjang yang tergeletak di
tidak jauh dari pintu gerban rumahnya.
Becca yang melihat kerangjang tersebut dengan segera berlari
kearah kerangjang yang tidak jauh dari pintu gerban rumahnya di ikuti oleh
keamanan rumahnya yang terus membawa payun untuk memayungi tubuh majikannya.
Becca sangat terkejut ketika melihat seoarang bayi mungil
yang ada di dalam kerangjang, ia lalu memerintahkan kepada keamanan rumahnya
untuk memayungi anak bayi itu karna saat ini hujang masih sangat deras.
“Bayi” terkejut “Cepat payungi tubuhnya nanti ia kedinginan”
perintah Becca kepada keamanan rumahnya.
“Baik nyonya.”
“Ah, akan lebih baik jika aku membawanya masuk ke dalam
rumah, siapa orang tua yang tega membuang anak bayinya di tengah hujan deras
seperti ini?” ucap Becca dengan sedikit kesal karna tidak tega melihat keadaan
bayi mungil itu dalam keadaan basah karna hujan.
Becca mengeluarkan bayi mungil itu dari dalam kerangjang
lalu mengendongnya berjalan ke arah pintu gerbang rumahnya, namun sebelum ia
masuk ke dalam pintu Gerban, mobil Aby tiba dari kantor dan sangat terkejut
ketika melihat Becca tengah berjalan di tengah malam di bawah guyuran air hujan
deras sambil mengendong anak bayi.
Aby mematikan mesin mobilnya lalu mengambil payung yang
selalu ia sediakan di dalam payung lalu turun dari dalam mobil berjalan ke arah
Becca yang kini tengah berdiri di hadapan mobilnya.
“Sayang kamu darimana? Dan bayi ini? Siapa bayi ini?” tanya
Aby melihat ke arah anak bayi yang ada di gendongan Becca saat ini.
“Nanti aku jelaskan, akan lebih baik jika kita masuk, kasian
anak bayinya kedinginan.”
“Baiklah ayo kita masuk.”
Aby merengkuh tubuh Becca berajalan ke arah mobil, lalu membuka
pintu untuk Becca masuk, dan setelah itu ia ikut masuk ke dalam mobilnya lalu
melajukannya masuk melewati pintu gerbang rumahnya.
Aby tidak berhenti melihat ke arah Becca yang kini tengah
memangku bayi mungil, ia melihat wajah Becca terlihat sangat senang mengelus
lembut wajah anak bayi yang ada di pangkuannya.
Setelah sampai di depan pintu utama, Aby turun dari dalam
mobilnya lalu berjalan ke arah pintu dimana Becca masih duduk saat ini.
Becca turun dari dalam mobil, lalu berjalan masuk ke dalam
rumahnya bersama dengan Aby, menuju arah kamar mereka.
Setelah sampai di dalam kamar Becca merebahkan bayi mungil
yang ada di gendongannya lalu meletakkannya di atas tempat tidur, lalu membuka
beddog yang di gunakan anak bayi itu
karna sedikit basah.
Becca terkejut ketika melihat bayi yang di temukannya adalah
seoarang bayi laki-laki yang memiliki tanda lahir di bagian perut.
__ADS_1
“Aby lihat bayinya berjenis kelamin laki-laki,” Becca nampak
sangat ceria melihat bayi laki-laki yang ada di hadapannya.
Aby hanya tersenyum melihat ke arah Becca, namun tidak
mengatakan apapun karna ia menanti
penjelasan Becca tantang bayi yang ia bawa masuk ke dalam rumahnya.
Becca berangjak dari duduknya berjalan ke arah lemari lalu
mengambil handuk untuk membalut tubuh anak bayi yang ia temukan, berhubung di
rumahnya ia tidak memiliki pakaian bayi
hingga ia hanya menggunakan handuk untuk membungkus tubuh bayi mungil agar
tidak kedinginana.
Setelah selesai melakukan hal itu Becca menepuk pelan perut
bayi itu sambil bernyanyi menyanyikan lagu nina bobo untuk bayi itu, bayi
itupun dengan antengnya tertidur setelah mendapat tepukan dari dari tangan
Becca.
Melihat bayi di atas tempat tidurnya telah tertidur Becca
mengecup lembut wajah bayi itu dan itu membuat Aby meresa seperti kalau saat
ini ia benar-benar memiliki bayi.
Setelah melakukan hal itu Becca melihat ke arah Aby yang
kini tengah duduk di pinggir tempat tidur, sambil melihat semua yang di lakukan
istrinya.
Becca berangjak dari duduknya lalu berjalan ke arah Aby,
lalu duduk di atas pangkuannya, ia pun menatap wajah Aby lalu mengecup secara
perlahan bibir Aby.
Aby yang melihat tingkah manja istrinya tersenyum
melingkarkan tangan di pinggan Becca, lalu membalas kecupan bibir istrinya yang
kini tengah menempel di bibirnya, setelah pautan bibir keduanya terlepas Becca
pun mulai berbica.
“By, aku tidak tau siapa bayi ini” menjelaskan “Tadi aku menemukannya
menangis di dalam boks dan terkena hujan.” Becca menjelaskan kepada Aby sambil
tersenyum hangat melihat ke arah bayi itu.
“By, andai saja anak ini tidak memiliki siapa-siapa, aku
siap menjadi ibunya” Becca berangjak dari atas pangkuan Aby lalu berjalan ke
arah bayi yang kini tengah terlelap di atas tempat tidurnya.
Becca mengankat tubuh bayi mungil yang kira-kira masih
berumur 4 atau 5 hari itu, naik ke atas gendongannya lalu mengusap lembut wajah
bayi itu berjalan mendekat ke arah Aby.
Becca duduk di sampin Aby sambil memangku bayi yang di
“Lihat By, dia sangat tampankan, bibir, hidungnya, alisnya,
matanya, semuanya terlihat sempurna di wajahnya, boleh ya By aku menjadi ibu
dari anak ini?” tanya Becca kembali melihat ke arah wajah Aby yang kini tengah
melihat ke arah bayi yang ada di pangkuan istrinya.
Becca sangat berharap jika Aby mengabulkan keinginannya,
ingin menjadi ibu dari anak yang di temukannya.
Aby yang mendengar perkataan istrinya tersenyum lalu
mengelus lembut rambut Becca yang kini tengah sibuk menyentuh semua bagian di
wajah bayi yang di temukannya.
“Aku akanmengisinkanmu menjadi ibu dari anak ini, namun ada syaratnya?”
“Syerat?” bingun “Syaratnya apa By?” tanya Becca beralih
melihat ke arah wajah Aby, karna merasa bingun mendengar persyaratan yang di
berikan Aby untuknya.
“Iya, besok kita akan membawa bayi ini ke kantor polisi,
sempat ada sorang ibu yang merasa kehilangan bayi, kamu pasti tidak ingin? memisahkan
seorang ibu dari anaknya dan oleh oleh karna itu kita harus melaporkan anak ini
di kantor polisi, namun kalau anak ini tidak memiliki siapapun dengan senang
hati kita akan mengadopsi anak ini menjadi anak kita, bagaiman sayang? Apa kamu
setuju dengan Syaratku sayang? Hem”
Aby beralih melihat ke arah istrinya ketika selesai
mengatakan semua itu, Becca yang mendengar penuturan suaminya menganguk setuju
karna ia juga tidak ingin egois memiliki bayi orang lain, sedangkang di luar
sana ibu dari bayi ini tengah berteriak-teriak mencari di mana keberadaan
bayinya.
“Baik By, aku sangat setuju, dengan syaratmu,”
Dan seperti Aby dan Becca rencanakan pagi ini mereka akan ke
kantor polisi untuk melaporkan soal bayi yang Becca temukan semalam. Wajah Becca
nampak sedikit takut, takut jika bayi yang di temukan benar-benar di cari oleh
ibunya, karna jujur Becca sangat menyayangi bayi yang ada di pangkuannya saat
ini.
Setelah selesai melaporkan soal bayi yang di temukan Becca
semalam, Becca dan Aby kembali pulang ke rumahnya dengan membawa bayi itu
kembali, karna polisi akan mengimpormasikan setelah tiga hari ke depan, dan
jika tidak ada yang mencari maka mereka berdua berhak mengadopsi bayi itu,
penjelasan polisi dan itu membuat Becca merasa hatinya sangat berbunga-bunga.
__ADS_1
Aby melajukan mobilnya dengan kecepatan santai karna ia
terus beralih melihat ke arah istrinya yang kini terlihat bahagi bermain dengan
bayi yang ada di pangkuannya, meskipun bayi itu belum melihat ataupun mengerti
dengan semua yang di lakukan Becca namun itu cukup membuat hati Aby menghangat
melihat kebahagian istrinya.
Becca meminta Aby untuk menurunkannya di depan sebuah toko
beby shwer, dengan alasan ia ingin membeli beberapa perlengkapan untuk bayi
yang di temukannya dan tidak lupa susu untuk anak itu minum.
Aby yang mendengar ucapan istrinya menuruti semua yang Becca
inginkan, karna baginya keinginan Becca adalah sebuah perintah untuknya.
Setelaah memarkirkan mobilnya Becca dan Aby keluar lalu berjalan
masuk ke dalam toko perlengkapan untuk bayi, Becca nampak sangat bahagi memilih
pakaian-pakain yang bagus dan juga mainan untuk bayi yang di temukannya.
“By, bantuin, gendong bayi kita,” ucap Becca berjalan ke
arah Aby yang kini tengah sibuk melihatnya memilih pakaian untuk bayi itu.
Aby yang mendengar ucapan Becca yang mengatakan mengendong
bayi kita merasa seakan kalau ia benar-benar ayah dari anak yang ada di
gendongan istrinya.
Pelan-pelan Becca menyerahkan bayi yang ada di gendongannya
kepada Aby, sambil berkata.
“Up-up-up, pelan-pelan By, taruh tanganmu di bagin lehernya
karna lehernya masih lemah.”
Aby yang mendengar ucapan istrinya dengan segera melakukan
apa yang di katakan Becca kepadanya, hingga akhirnya Aby bisa mengendong dengan
benar bayi yang selalu membuat Becca merasa bahagia mulaidari semalam hingga
saat ini kebahagian itu tidak luput dari wajah cantik Becca.
Semua pelayan toko dan para pengunjung yang lainnya melihat
ke arah pasangan yang baru saja di karunia seoarang bayi, hingga ayah si bayi
belum memahami cara mengendong bayi yang benar, mungkin itulah yang mereka
semua pikirkan saat ini.
Becca memanggil beberapa pelayan yang ada di dalam toko
untuk membantunya membawa semua barang belanjaannya, Becca yang tadinya hanya
ingin membeli beberapa perlengkapan bayi kini ia justru memborong semua pakaian
dan mainan yang ia suakai, bahkan kalau di lihat semua barang belanjaan Becca,
ia telah membeli ¼ dari isi perlengkapan bayi di dalam tokoh itu.
Sementara Aby sibuk bermain dengan bayi yang ada di
gendongannya, bahkan Aby berkata sendiri sambil menatap wajah bayi mungil yang
ada di gendongannya.
“Melihat wajah bayi ini membuat hatiku terasa sangat sejuk,
bagaimana jika bayi yang ada di gendonganku ini adalah darah daginku? pasti
perasaanku akan jauh lebih bahagia dari pada saat ini.” Ucap pelan Aby sambil
tersenyum terus menatap wajah bayi yang ada di hadapannya.
Aby bengecup lembut wajah bayi yang ada di gendongannya dan
tampa sengaja Becca mengambil gambar Aby yang tengah memeluk dan mencium wajah
bayi yang ada di gendongannya.
Setelah mengambi poto Aby bersama dengan bayi yang ada di
gendongannya, Becca mengirim ke grup keluarganya dan otomatis semua keluarganya
akan melihat dan merasa penasaran dengan bayi yang ada di gendongan Aby.
Nabila yang baru saja membuka hapenya dan melihat ke apa
saja yang masuk di grup chat oleh sesama ibu-ibu arisan melihat banyak pesan
yang masuk di grup keluarga, hingga ia nampak sedikit terkejut melihat poto
yang Becca kirim ke gerup karna setaunya Becca belum pernah hamil, dan bayi
yang ada di gendongan Aby saat ini, siapa anak itu? Itulah pertanyaan yang ada
di fikiran Nabila saat ini, hingga ia menghubungi Becca namun Becca tidak
kungjung mengankat hapenya.
Doni, Lisa, Abdy mereka semua mengirim pesan, menanyakan
siapa bayi yang tengah di gendong oleh Aby, ada banyak pertanyaan yang masuk di
grup chat keluarga Atmaja, bahkan Hamish ikut melihat dan membaca semua
pertanyaan-pertanyaan dari poto yang Becca kirim ke grup.
Mereka semua terlihat panik katika Becca mengirim emo
menangis di grup chat dan itu membuat Hamish mengeram sangat marah karna
mengira kalau Aby telah berselingkuh dan memiliki bayi dari wanita lain.
Hamish nampak sangat geram dan marah melihat semua itu, ia
berjalan ke arah laci mengambil senjatanya, karna saat ini ia benar-benar akan
meleyapkan Aby jika memang benar ia telah menghianati putrinya.
Mobil Aby telah penuh bahkan ia harus memangku boneka yang
lumayan besar karna tidak muat lagi untuk ia simpan di balakang, dan itu
membuat Becca tidak berhenti tertawa melihat ke arah suaminya yang kini tengah
melajukan mobilnya.
“Sayang, lihat tu Daddy mu ia nampak kesusahan mengemudikan
mobilnya, karna bonekamu memeluknya dengan sangat erat, hahahha.” Ucap Becca
tertawa sedikit melebar karna merasa sangat lucu melihat suaminya.
__ADS_1