Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.208


__ADS_3

Becca tiba-tiba mendengar suara tanggisan bayi, dan itu


membuat Becca merasa sangat terkejut dengan suara tanggisan bayi tersebut,


Becca berdiri dari duduknya lalu memastikan kalau ia memang mendengarkan suara


tanggisan bayi.


“Benar ini suara tangisan bayi, namun dari mana datangnya


arah suara tanggisn bayi ini? Ini pertama kalinya aku mendengar suara tanggisan


bayi selama tinggal di rumah ini.” Becca berbicara sendiri sambil berjalang ke


arah pintu utama lalu membukanya.


Becca kembali terkejut ketika ia membuka pintu utama


rumahnya karna ia mendengar suara tangisan bayi yang tersdengar jelas di


telinganya, Becca merasa sangat penasaran dari mana asal suara tangisan bayi


itu? hingga ia memilih untuk menghubungi keamanan yang tengah berjaga di pos


dekat pintu gerban rumahnya.


Setelah sambungan telponnya tersambung dengan segera, Becca


berkata, “Apa kamu mendengar suara tangisan bayi itu?” tanya Becca pada


keamanan rumahnya.


“Baiklah aku akan segera kesana.” Becca menutup sambungan


telponnya lalu mengambil payung untuk ia gunakan untuk memayungi tubuhnya agar


tidak basah dari curah air hujan.


Becca berlari-lari kecil menuju arah pos keamanan yang ada


di dekat pintu gerban rumahnya, setelah ia mendengar ucapan keamanan rumahnya


kalau ia juga mendengar suara tanggisan bayi.


“Dimana kamu mendengar suara tangisan bayi itu?” tanya Becca


ketika ia sampai di depan keamanan rumahnya.


“Di luar pintu gerban nyonya.”


“Cepat buka pintu gerban rumahnya”


Setelah pintu gerban rumahnya terbuka, Becca dengan segera


keluar melihat ke sana kemari mencari dari mana datangnya arah suara tanggisan


banyi itu, hingga akhirnya ia melihat sebuah kerangjang yang tergeletak di


tidak jauh dari pintu gerban rumahnya.


Becca yang melihat kerangjang tersebut dengan segera berlari


kearah kerangjang yang tidak jauh dari pintu gerban rumahnya di ikuti oleh


keamanan rumahnya yang terus membawa payun untuk memayungi tubuh majikannya.


Becca sangat terkejut ketika melihat seoarang bayi mungil


yang ada di dalam kerangjang, ia lalu memerintahkan kepada keamanan rumahnya


untuk memayungi anak bayi itu karna saat ini hujang masih sangat deras.


“Bayi” terkejut “Cepat payungi tubuhnya nanti ia kedinginan”


perintah Becca kepada keamanan rumahnya.


“Baik nyonya.”


“Ah, akan lebih baik jika aku membawanya masuk ke dalam


rumah, siapa orang tua yang tega membuang anak bayinya di tengah hujan deras


seperti ini?” ucap Becca dengan sedikit kesal karna tidak tega melihat keadaan


bayi mungil itu dalam keadaan basah karna hujan.


Becca mengeluarkan bayi mungil itu dari dalam kerangjang


lalu mengendongnya berjalan ke arah pintu gerbang rumahnya, namun sebelum ia


masuk ke dalam pintu Gerban, mobil Aby tiba dari kantor dan sangat terkejut


ketika melihat Becca tengah berjalan di tengah malam di bawah guyuran air hujan


deras sambil mengendong anak bayi.


Aby mematikan mesin mobilnya lalu mengambil payung yang


selalu ia sediakan di dalam payung lalu turun dari dalam mobil berjalan ke arah


Becca yang kini tengah berdiri di hadapan mobilnya.


“Sayang kamu darimana? Dan bayi ini? Siapa bayi ini?” tanya


Aby melihat ke arah anak bayi yang ada di gendongan Becca saat ini.


“Nanti aku jelaskan, akan lebih baik jika kita masuk, kasian


anak bayinya kedinginan.”


“Baiklah ayo kita masuk.”


Aby merengkuh tubuh Becca berajalan ke arah mobil, lalu membuka


pintu untuk Becca masuk, dan setelah itu ia ikut masuk ke dalam mobilnya lalu


melajukannya masuk melewati pintu gerbang rumahnya.


Aby tidak berhenti melihat ke arah Becca yang kini tengah


memangku bayi mungil, ia melihat wajah Becca terlihat sangat senang mengelus


lembut wajah anak bayi yang ada di pangkuannya.


Setelah sampai di depan pintu utama, Aby turun dari dalam


mobilnya lalu berjalan ke arah pintu dimana Becca masih duduk saat ini.


Becca turun dari dalam mobil, lalu berjalan masuk ke dalam


rumahnya bersama dengan Aby, menuju arah kamar mereka.


Setelah sampai di dalam kamar Becca merebahkan bayi mungil


yang ada di gendongannya lalu meletakkannya di atas tempat tidur, lalu membuka


beddog  yang di gunakan anak bayi itu


karna sedikit basah.


Becca terkejut ketika melihat bayi yang di temukannya adalah


seoarang bayi laki-laki yang memiliki tanda lahir di bagian perut.

__ADS_1


“Aby lihat bayinya berjenis kelamin laki-laki,” Becca nampak


sangat ceria melihat bayi laki-laki yang ada di hadapannya.


Aby hanya tersenyum melihat ke arah Becca, namun tidak


mengatakan apapun karna  ia menanti


penjelasan Becca tantang bayi yang ia bawa masuk ke dalam rumahnya.


Becca berangjak dari duduknya berjalan ke arah lemari lalu


mengambil handuk untuk membalut tubuh anak bayi yang ia temukan, berhubung di


rumahnya ia  tidak memiliki pakaian bayi


hingga ia hanya menggunakan handuk untuk membungkus tubuh bayi mungil agar


tidak kedinginana.


Setelah selesai melakukan hal itu Becca menepuk pelan perut


bayi itu sambil bernyanyi menyanyikan lagu nina bobo untuk bayi itu, bayi


itupun dengan antengnya tertidur setelah mendapat tepukan dari dari tangan


Becca.


Melihat bayi di atas tempat tidurnya telah tertidur Becca


mengecup lembut wajah bayi itu dan itu membuat Aby meresa seperti kalau saat


ini ia benar-benar memiliki bayi.


Setelah melakukan hal itu Becca melihat ke arah Aby yang


kini tengah duduk di pinggir tempat tidur, sambil melihat semua yang di lakukan


istrinya.


Becca berangjak dari duduknya lalu berjalan ke arah Aby,


lalu duduk di atas pangkuannya, ia pun menatap wajah Aby lalu mengecup secara


perlahan bibir Aby.


Aby yang melihat tingkah manja istrinya tersenyum


melingkarkan tangan di pinggan Becca, lalu membalas kecupan bibir istrinya yang


kini tengah menempel di bibirnya, setelah pautan bibir keduanya terlepas Becca


pun mulai berbica.


“By, aku tidak tau siapa bayi ini” menjelaskan “Tadi aku menemukannya


menangis di dalam boks dan terkena hujan.” Becca menjelaskan kepada Aby sambil


tersenyum hangat melihat ke arah bayi itu.


“By, andai saja anak ini tidak memiliki siapa-siapa, aku


siap menjadi ibunya” Becca berangjak dari atas pangkuan Aby lalu berjalan ke


arah bayi yang kini tengah terlelap di atas tempat tidurnya.


Becca mengankat tubuh bayi mungil yang kira-kira masih


berumur 4 atau 5 hari itu, naik ke atas gendongannya lalu mengusap lembut wajah


bayi itu berjalan mendekat ke arah Aby.


Becca duduk di sampin Aby sambil memangku bayi yang di


“Lihat By, dia sangat tampankan, bibir, hidungnya, alisnya,


matanya, semuanya terlihat sempurna di wajahnya, boleh ya By aku menjadi ibu


dari anak ini?” tanya Becca kembali melihat ke arah wajah Aby yang kini tengah


melihat ke arah bayi yang ada di pangkuan istrinya.


Becca sangat berharap jika Aby mengabulkan keinginannya,


ingin menjadi ibu dari anak yang di temukannya.


Aby yang mendengar perkataan istrinya tersenyum lalu


mengelus lembut rambut Becca yang kini tengah sibuk menyentuh semua bagian di


wajah bayi yang di temukannya.


“Aku akanmengisinkanmu menjadi ibu dari anak ini, namun ada syaratnya?”


“Syerat?” bingun “Syaratnya apa By?” tanya Becca beralih


melihat ke arah wajah Aby, karna merasa bingun mendengar persyaratan yang di


berikan Aby untuknya.


“Iya, besok kita akan membawa bayi ini ke kantor polisi,


sempat ada sorang ibu yang merasa kehilangan bayi, kamu pasti tidak ingin? memisahkan


seorang ibu dari anaknya dan oleh oleh karna itu kita harus melaporkan anak ini


di kantor polisi, namun kalau anak ini tidak memiliki siapapun dengan senang


hati kita akan mengadopsi anak ini menjadi anak kita, bagaiman sayang? Apa kamu


setuju dengan Syaratku sayang? Hem”


Aby beralih melihat ke arah istrinya ketika selesai


mengatakan semua itu, Becca yang mendengar penuturan suaminya menganguk setuju


karna ia juga tidak ingin egois memiliki bayi orang lain, sedangkang di luar


sana ibu dari bayi ini tengah berteriak-teriak mencari di mana keberadaan


bayinya.


“Baik By, aku sangat setuju, dengan syaratmu,”


Dan seperti Aby dan Becca rencanakan pagi ini mereka akan ke


kantor polisi untuk melaporkan soal bayi yang Becca temukan semalam. Wajah Becca


nampak sedikit takut, takut jika bayi yang di temukan benar-benar di cari oleh


ibunya, karna jujur Becca sangat menyayangi bayi yang ada di pangkuannya saat


ini.


Setelah selesai melaporkan soal bayi yang di temukan Becca


semalam, Becca dan Aby kembali pulang ke rumahnya dengan membawa bayi itu


kembali, karna polisi akan mengimpormasikan setelah tiga hari ke depan, dan


jika tidak ada yang mencari maka mereka berdua berhak mengadopsi bayi itu,


penjelasan polisi dan itu membuat Becca merasa hatinya sangat berbunga-bunga.

__ADS_1


Aby melajukan mobilnya dengan kecepatan santai karna ia


terus beralih melihat ke arah istrinya yang kini terlihat bahagi bermain dengan


bayi yang ada di pangkuannya, meskipun bayi itu belum melihat ataupun mengerti


dengan semua yang di lakukan Becca namun itu cukup membuat hati Aby menghangat


melihat kebahagian istrinya.


Becca meminta Aby untuk menurunkannya di depan sebuah toko


beby shwer, dengan alasan ia ingin membeli beberapa perlengkapan untuk bayi


yang di temukannya dan tidak lupa susu untuk anak itu minum.


Aby yang mendengar ucapan istrinya menuruti semua yang Becca


inginkan, karna baginya keinginan Becca adalah sebuah perintah untuknya.


Setelaah memarkirkan mobilnya Becca dan Aby keluar lalu berjalan


masuk ke dalam toko perlengkapan untuk bayi, Becca nampak sangat bahagi memilih


pakaian-pakain yang bagus dan juga mainan untuk bayi yang di temukannya.


“By, bantuin, gendong bayi kita,” ucap Becca berjalan ke


arah Aby yang kini tengah sibuk melihatnya memilih pakaian untuk bayi itu.


Aby yang mendengar ucapan Becca yang mengatakan mengendong


bayi kita merasa seakan kalau ia benar-benar ayah dari anak yang ada di


gendongan istrinya.


Pelan-pelan Becca menyerahkan bayi yang ada di gendongannya


kepada Aby, sambil berkata.


“Up-up-up, pelan-pelan By, taruh tanganmu di bagin lehernya


karna lehernya masih lemah.”


Aby yang mendengar ucapan istrinya dengan segera melakukan


apa yang di katakan Becca kepadanya, hingga akhirnya Aby bisa mengendong dengan


benar bayi yang selalu membuat Becca merasa bahagia mulaidari semalam hingga


saat ini kebahagian itu tidak luput dari wajah cantik Becca.


Semua pelayan toko dan para pengunjung yang lainnya melihat


ke arah pasangan yang baru saja di karunia seoarang bayi, hingga ayah si bayi


belum memahami cara mengendong bayi yang benar, mungkin itulah yang mereka


semua pikirkan saat ini.


Becca memanggil beberapa pelayan yang ada di dalam toko


untuk membantunya membawa semua barang belanjaannya, Becca yang tadinya hanya


ingin membeli beberapa perlengkapan bayi kini ia justru memborong semua pakaian


dan mainan yang ia suakai, bahkan kalau di lihat semua barang belanjaan Becca,


ia telah membeli ¼ dari isi perlengkapan bayi di dalam tokoh itu.


Sementara Aby sibuk bermain dengan bayi yang ada di


gendongannya, bahkan Aby berkata sendiri sambil menatap wajah bayi mungil yang


ada di gendongannya.


“Melihat wajah bayi ini membuat hatiku terasa sangat sejuk,


bagaimana jika bayi yang ada di gendonganku ini adalah darah daginku? pasti


perasaanku akan jauh lebih bahagia dari pada saat ini.” Ucap pelan Aby sambil


tersenyum terus menatap wajah bayi yang ada di hadapannya.


Aby bengecup lembut wajah bayi yang ada di gendongannya dan


tampa sengaja Becca mengambil gambar Aby yang tengah memeluk dan mencium wajah


bayi yang ada di gendongannya.


Setelah mengambi poto Aby bersama dengan bayi yang ada di


gendongannya, Becca mengirim ke grup keluarganya dan otomatis semua keluarganya


akan melihat dan merasa penasaran dengan bayi yang ada di gendongan Aby.


Nabila yang baru saja membuka hapenya dan melihat ke apa


saja yang masuk di grup chat oleh sesama ibu-ibu arisan melihat banyak pesan


yang masuk di grup keluarga, hingga ia nampak sedikit terkejut melihat poto


yang Becca kirim ke gerup karna setaunya Becca belum pernah hamil, dan bayi


yang ada di gendongan Aby saat ini, siapa anak itu? Itulah pertanyaan yang ada


di fikiran Nabila saat ini, hingga ia menghubungi Becca namun Becca tidak


kungjung mengankat hapenya.


Doni, Lisa, Abdy mereka semua mengirim pesan, menanyakan


siapa bayi yang tengah di gendong oleh Aby, ada banyak pertanyaan yang masuk di


grup chat keluarga Atmaja, bahkan Hamish ikut melihat dan membaca semua


pertanyaan-pertanyaan dari poto yang Becca kirim ke grup.


Mereka semua terlihat panik katika Becca mengirim emo


menangis di grup chat dan itu membuat Hamish mengeram sangat marah karna


mengira kalau Aby telah berselingkuh dan memiliki bayi dari wanita lain.


Hamish nampak sangat geram dan marah melihat semua itu, ia


berjalan ke arah laci mengambil senjatanya, karna saat ini ia benar-benar akan


meleyapkan Aby jika memang benar ia telah menghianati putrinya.


Mobil Aby telah penuh bahkan ia harus memangku boneka yang


lumayan besar karna tidak muat lagi untuk ia simpan di balakang, dan itu


membuat Becca tidak berhenti tertawa melihat ke arah suaminya yang kini tengah


melajukan mobilnya.


“Sayang, lihat tu Daddy mu ia nampak kesusahan mengemudikan


mobilnya, karna bonekamu memeluknya dengan sangat erat, hahahha.” Ucap Becca


tertawa sedikit melebar karna merasa sangat lucu melihat suaminya.

__ADS_1


__ADS_2