Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.207


__ADS_3

Dunia Becca runtuh seketika ketika ia mendengar  semua penuturan dokter, yang mengatakan kalau


kemungkinan untuk memiliki seorang bayi sangatlah tipis, kakinya bergetar,


wajahnya di penuhi keringat dingin meskipun suhu di dalam ruangan dokter


kandungan yang telah memeriksanya sangat dingin.


Merah merona yang tadinya terlihat di kedua sisi wajah


Becca, kini menghilang dan di ganti dengan wajah yang pucat, Aby yang melihat


wajah istrinya terlihat sangat pucat dengan segerah merengkuh tubuh Becca,


karna ia tau perasaan istrinya saat ini sedang kalut.


Aby terus mengengam tangan Becca, sedikit pun ia tidak


pernah melepaskannya, meskipun Becca selalu berusa ingin melepas pegangan


suaminya.


Di dalam perjalanan pulang ke rumah mereka Becca hanya


terdiam membisu, tidak mengatakan apapun, ia hanya melihat ke depan dengan


pandangan kosaong karna saat ini ia ada di dalam mobil bersama dengan Aby.


Aby yang melihat kediaman istrinya setelah ia keluar dari


dalam rumanh sakit, merasa sangat khawatir takut jika Becca sampai stres karna


memikirkan semua ini, karna bagi Aby semua itu tidak ada masalah, memiliki anak


dan tida memiliki anak asal ia selalu bersama orang yang sangat di cintainya


itu saja sudah lebih cukup bagi Aby.


Namun Becca apakah ia akan menerima semua kenyaan ini?


kenyataan yang mengatakan kalau ia tidak bisa memberi penerus dan keturunan


untuk keluarga besarnya.


“Sayang kamu tidak jangan terlalu memikirkan semua ini”


menguatkan “Kita tidak akan pernah tau kapan rezeki itu akan datang dengan


sendirinya kepada kita, yang harus kita lakukan hanya berdoa dan berdoa semoga


kelak kita bisa memilikinya.”


Aby meraih tangan Becca lalu menciumnya dengan sangat


lembut, agar suasana hati Becca merasa lebih baik dari sebelumnya.


Becca yang merasakan sentuhan lembut di punggun tangannya


berali melihat ke arah Aby dan memberikan sedikit senyuman tipis ia sunggingkan


di bibirnya dan kata lain Becca melepas paksa senyuman di bibirnya.


Becca menyandarkan kepalanya di bahu Aby, sementara Aby yang


melihat istrinya menyandarkan kepalanya di bahu tersenyum sambil mengecup


lembut dahi istrinya, lalu kembali pokus melihat ke arah jalanan karna saat ini


ia masih pokus melajukan mobilnya untuk segera sampai di rumahnya.


Sebenarnya Aby masih ingin kembali ke kantornya, namun


setelah melihat kondisi istrinya yang tidak memungkinkan untuk ia tinggalkan


hingga ia memilih untuk menemani istrinya hingga perasaannya kembali membaik


karna bagi Aby semua hartanya tidaklah penting di bandingkan dengan kebahagian


istrinya, harta mudalah di cari, namun sangat susah menemukan kebahagian kita


sendiri itulah yang terlintas dalam pikran Aby saat ini.


Aby terus mengengam tangan istrinya, seakan ia tidak ingin


melepas tangan istrinya, agar Becca tidak merasa sendiri dengan apa yang tengah


di rasakannya saat ini.


Mobil Aby melewati pintu gerban rumahnya melajukan menuju


pintu utama rumahnya, Aby mematikan mesin mobilnya sementara Becca dengan


segera turun dari mobil sebelum mesin mobil Aby mati.


“Sayang tunggu aku.” Teriak Aby  ketika melihat Becca berlari masuk ke dalam


rumahnya.


Aby dengan segera mematika mesin mobilnya lalu turun dan


ikut berlari masuk ke dalam rumahnya,  Aby berlari mengikuti istrinya yang terngah


berlari menaiki anak tangga hingga masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu


kamar dari dalam.


 Setelah sampai di


dalam kamar dengan segera ia mengunci pintu kamarnya, lalu menelonjorkan


tubuhnya di balik pintu sambil menangis sesegukan.


Hiks, hiks, hiks.


“Apa istri yang tidak berguna, huhuhu, aku tidak bisa


memberi keturunan untuk keluargaku, aku tidak berguna.” Becca terus menangis


sambil meruntuki dirinya yang tidak bisa memberi keturungan untuk keluarga


besar.


Tok, tok, tok.


“Sayang buka pintunya, sayang aku mohon buka pintunya,


sayang kamu jangan membuat aku panik sayang, sayang.”


Aby terus mengetuk pintu kamarnya karna merasa sangat panik


dan khawatir, dan berbagai kata yang tengah ia keluarkanagar istrinya mau


membuka pintu kamarnya, karna ia tidak apa yang di lakukan istrinya di dalam

__ADS_1


kamar, mendengar suara istrinya dari dalam saja ia tidak bisa karna kamarnya


kadap suara.


Aby terus mengetuk pintu kamar yang di tempati Becca saat


ini, karna ia merasa sangat khawtir dan takut, takut jika istrinya melakukan


sesuatu yang buruk di dalam kamar.


Becca yang mendengar suara ketukan, bukan lagi suara ketukan


pintu melakinkan suara pintu yang ingin di dobrak oleh Aby, hingga akhirnya ia


memilih membuka pintu, mengunci diri di dalam kamar seperti ini bukanlah solusi


yang tepat untuk masalahnya saat ini itulah yang terlintas dalam fikiran Becca.


Becca membuka pintu kamar, Aby yang melihat pintu kamar yang


di tempati istrinya terbuka  sengan


segera berjalan dan lansung memeluknya dengan sangat erat tubuh istrinya.


“Sayang kamu jangan membuatku merasa takut seperti ini,”


melepas pelukan lalu mengecup lembut seluruh wajah Becca yang sembab karna habis


menangis, lalu kembali memeluknya dengan sangat erat “Aku akan mati jika sampai


terjadi sesuatu yang buruk denganmu, aku tidak perduli! dan tidak ada masalah


jika nantinya kita tidak memiliki keturunan, karna hanya satu yang aku mau, aku


ingin kita menua bersama hidup berdampikan hingga ajal menjemput kita, aku


mencintaimu lebih dari apapun.”


Aby terus memeluk erat tubuh istrinya, sementara Becca yang


mendengar semua ucapan suaminya menangis sesegukan dalam pelukan Aby dan tidak


mengatakan apapun karna ia merasa sangat terharu dan juga sedih mendengar semua


yang di katakan Aby padanya.


Hari telah berlalu, Becca selalu menampakkan wajah cerianya


ketika berada di hadapan suaminya, namun di saat ia tidak bersama dengan suaminya


ia selalu menangis menyendiri di sudut kamarnya, meruntuki apa yang terjadi


dengannya saat ini.


Memberi keturungan untuk orang yang sangat kita cintai akan


membuat hidup terasa indah dan sempurna di bandikan tidak bisa memberi sama sekali,


itulah yang selalu ada di dalam fikiran Becca, dan ia selalu mengangap dirinya


istri yang tidak berguna karna tidak bisa memberi keturunan kepada keluarga


besar Aby.


Seperti hari ini, Lisa berkunjung ke rumah Becca, karna


selama menikah ia belum pernah mengunjungi rumah kakak iparnya, karna sibuk dengan


adala Abdy.


Setelah mendapat izin dari keamanan rumah Becca, Lisa


berjalan masuk menelusuri pekarangan rumah Becca, hingga sampai di depan pintu


utama Lisa menekan bel, dan tidak lama pelayang rumah Aby keluar dan membuka


pintu untuknya.


Setelah di persilahkan masuk dan mengetahui keberadaan


Becca, Lisa lansung berjalan menaiki anak tangga untuk segera sampai di lantai


atas dimana Becca saat ini.


Lisa terus berjalan hingga sampai di depan pintu kamar Becca


yang tidak tertutup dan tampa sengaja Lisa mendengar suara tangisan Becca dari


dalam kamarnya.


Sebagai ipar dan sahabat dekat, Lisa begitu sangat terkejut


ketika mendengar suara tangisan Becca dari dalam kamarnya, karna setau Lisa,


Aby tidak akan pernah membiarkan istrinya meneteskan air mata namun kali ini ia


mendapatkan Becca tengah menangis sesegukan di dalam kamarnya.


“Kakak ipar, kamu kenapa?” tanya Lisa ketika ia berdiri di


ambang pintu.


Lisa sangat khawatir dan panik melihat Becca menangis seperti


itu.


Becca yang melihat Lisa berdiri di amban pintu kamarnya


dengan segera mengusap air matanya, lalu melihat ke arah Lisa sambil memasan


senyum sedikit melebar.


“Lisa kamu disini?” tanya balik Becca melihat ke arah Lisa.


Tanpa menjawab pertnyaan Becca, Lisa berjalan masuk dan


berjalan menuju arah Becca dimana saat ini ia tengah menangis, Lisa duduk di


hadapan Becca lalu menatap wajah Becca yang terlihat sembab dan mata yang  memerah dan juga sedikit bengkak.


“Kamu kenapa menangis? Apa ada sesuatu yang buruk tengah


terjadi?” tanya Lisa memegan bahu Becca.


“Ah, tidak ada sesuatu yang buruk, aku, aku, aku hanya


pengen nangis aja.” Sebuah ucapan konyol keluar dari dalam mulut Becca karna ia


tidak tau harus menjawap apa pertanyaan Lisa.


Lisa yang melihat kegugupan di wajah dan mata Becca kembali


berkata, “Kakak ipar, jika kamu mengangap aku sebagai adikmu tolong ceritakan

__ADS_1


apa yang membuatmu menangis seperti ini? aku yakin Aby pasti tidak mengetahui


hal ini, karna jika ia sampai mengetahui kalau saat ini istrinya menangis


menyendiri di dalam kamarnya, benarkan? Aby tidak mengetahui hal ini?” tanya


Lisa ingin tau apa yang sebenarnya yang teradi dengan Becca yang membuatnya


menangis seperti ini.


Becca memeluk erat tubuh Lisa setelah mendengar apa yang Lisa


katakan, Becca kembali menangis sesegukan sambil memeluk Lisa, dan itu membuat


Lisa merasa sangat khawatir dan panik melihat Becca menangis seprti ini.


“Kakak ipar kamu kenapa? apa ada sesuatu yang terjadi? Tanya


Lisa panik dan kahawatir.


Becca yang mendapat pertanyaan lagi dari Lisa bukannya


menjawab ia justru memeluk erat tubuh Lisa dengan menangis sesegukan.


“Tenang kakak ipar, tenang.” Menepuk pelan belakan Becca “Sekarang


kamu tenang ya, dan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi denganmu.”


Lisa terus berusaha menenangkan Becca yang terus menerus


menangis sambil memeluknya dengan sangat erat, Lisa bisa merasakan ketakutan


yang Becca alami saat ini karna Becca memeluknya dengan sangat erat, hingga


akhirnya Becca melepas pelukannya lalu mengusap air mata yang ada di wajahnya.


“Maafkan aku Lisa, aku terlalu terbawa suasana sehingga aku


memelukmu dengan cara seperti ini.” Sedikit tersenyum.


“Tidak apa kaka ipar” membalas senyuman “Tolong kakak ipar


katakan apa yang terjadi sebenarnya, kenapa kakak ipar sampai menangis seperti


ini?” tanya Lisa lagi ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.


Mendengar pertanyaan Lisa, Becca sedikit berpikir apakah ia


harus mengatakan hal ini kepada Lisa, mengingat saat ini tidak ada satupun


keluarganya yang mengetahui kalau ia sulit hamil, namun untuk membuat suasana


hatinya sedikit membaik hingga ia berpikir untuk membagi masalahnya dengan


Lisa, karna menurut Becca hanya wanita yang bisa mengerti hati wanita lain,


itulah yang trlintas dalam pikiran Becca hingga ia memilih mencerikan semua


masalah ini kepada Lisa.


Becca mulai mencerikan semua tentang ia tidak bisa hamil,


Lisa yang mendengar semua cerita Becca merasa sangat terkejut namun ia tidak


menampakkan wajah keterkejutannya, justru Lisa selalu berusaha merespon dengan


baik semua yang Becca ceritakan.


“Kakak ipar” meraih tangan Becca lalu mengengamnya dengan


sangat erat “Apa kakak ipar percaya?keajaiban itu selalu ada, kalau bukan hari


ini kita mendapatkannya mungkin besok atau lusa, tetap percaya dan optimis dengan


kehendak yang di atas, aku yakin di suatu hari dan suatu saat kakak ipar pasti


akan mendapatkan apa yang kakak ipar inginkan.” Lisa tersenyum hangat sambil


mengusap air mata yang ada di wajah Becca.


Becca yang mendengar semua yang di katakan Lisa, merasa agak


lega, suasana hatinya sedikit membaik setelah ia seperti mendapat semangat baru


ketika mendengar semua yang Lisa katakan.


“Terimakasih ya Lis, kamu memang sangat baik, Abdy sangat


berungtung memiliki istri sebaik kamu, aku dan Aby juga sangat berungtung


mendapatkan ipar sepertimu selain baik kamu juga memiliki sipat yang tidak bisa


aku katakan dengan sebuah kata-kata.


“Hentikan kakak ipar, kakak ipar jangan terlalu menyanjungku


seperti ini, nanti aku besar kepala.” Lisa tertawa setelah mengatakan hal itu


kepada Becca, dan itu membuat Becca ikut tertawa ketika mendengarkan apa yang


di katakan Lisa padanya.


Dan setelah hari itu, Becca mulai kembali ke sikap cerinya


ia tidak pernah lagi menangis menyendiri di dalam kamarnya, wajah ceria yang


selalu ia tunjukkan kepada semua anggota keluarganya membuat Lisa merasa sangat


senang dan bahagia melihatnya.


Jam sepulu malam Becca berjalan kesana kemari menanti


kepulangan Aby dari kantornya, meskipun setegah jam yang lalu Aby


menghubunginya dengan melakukan vidio call, agar Becca tidak terlalu khawatir


padanya.


Becca berjalan ke arah jendela dan melihat di luar hujan


sangat deras danlebat di ingiringi suara gemuruh petir yang saling bertabrakan,


Becca menarik napasnya lalu membuangnya secara perlahan lalu duduk di ruangan


tamu sambil melipat tangan di dada, namun tiba-tiba ia mendengar...




*


Kira-kira Becca dengar apa ya?...

__ADS_1


__ADS_2