
Dunia Becca runtuh seketika ketika ia mendengar semua penuturan dokter, yang mengatakan kalau
kemungkinan untuk memiliki seorang bayi sangatlah tipis, kakinya bergetar,
wajahnya di penuhi keringat dingin meskipun suhu di dalam ruangan dokter
kandungan yang telah memeriksanya sangat dingin.
Merah merona yang tadinya terlihat di kedua sisi wajah
Becca, kini menghilang dan di ganti dengan wajah yang pucat, Aby yang melihat
wajah istrinya terlihat sangat pucat dengan segerah merengkuh tubuh Becca,
karna ia tau perasaan istrinya saat ini sedang kalut.
Aby terus mengengam tangan Becca, sedikit pun ia tidak
pernah melepaskannya, meskipun Becca selalu berusa ingin melepas pegangan
suaminya.
Di dalam perjalanan pulang ke rumah mereka Becca hanya
terdiam membisu, tidak mengatakan apapun, ia hanya melihat ke depan dengan
pandangan kosaong karna saat ini ia ada di dalam mobil bersama dengan Aby.
Aby yang melihat kediaman istrinya setelah ia keluar dari
dalam rumanh sakit, merasa sangat khawatir takut jika Becca sampai stres karna
memikirkan semua ini, karna bagi Aby semua itu tidak ada masalah, memiliki anak
dan tida memiliki anak asal ia selalu bersama orang yang sangat di cintainya
itu saja sudah lebih cukup bagi Aby.
Namun Becca apakah ia akan menerima semua kenyaan ini?
kenyataan yang mengatakan kalau ia tidak bisa memberi penerus dan keturunan
untuk keluarga besarnya.
“Sayang kamu tidak jangan terlalu memikirkan semua ini”
menguatkan “Kita tidak akan pernah tau kapan rezeki itu akan datang dengan
sendirinya kepada kita, yang harus kita lakukan hanya berdoa dan berdoa semoga
kelak kita bisa memilikinya.”
Aby meraih tangan Becca lalu menciumnya dengan sangat
lembut, agar suasana hati Becca merasa lebih baik dari sebelumnya.
Becca yang merasakan sentuhan lembut di punggun tangannya
berali melihat ke arah Aby dan memberikan sedikit senyuman tipis ia sunggingkan
di bibirnya dan kata lain Becca melepas paksa senyuman di bibirnya.
Becca menyandarkan kepalanya di bahu Aby, sementara Aby yang
melihat istrinya menyandarkan kepalanya di bahu tersenyum sambil mengecup
lembut dahi istrinya, lalu kembali pokus melihat ke arah jalanan karna saat ini
ia masih pokus melajukan mobilnya untuk segera sampai di rumahnya.
Sebenarnya Aby masih ingin kembali ke kantornya, namun
setelah melihat kondisi istrinya yang tidak memungkinkan untuk ia tinggalkan
hingga ia memilih untuk menemani istrinya hingga perasaannya kembali membaik
karna bagi Aby semua hartanya tidaklah penting di bandingkan dengan kebahagian
istrinya, harta mudalah di cari, namun sangat susah menemukan kebahagian kita
sendiri itulah yang terlintas dalam pikran Aby saat ini.
Aby terus mengengam tangan istrinya, seakan ia tidak ingin
melepas tangan istrinya, agar Becca tidak merasa sendiri dengan apa yang tengah
di rasakannya saat ini.
Mobil Aby melewati pintu gerban rumahnya melajukan menuju
pintu utama rumahnya, Aby mematikan mesin mobilnya sementara Becca dengan
segera turun dari mobil sebelum mesin mobil Aby mati.
“Sayang tunggu aku.” Teriak Aby ketika melihat Becca berlari masuk ke dalam
rumahnya.
Aby dengan segera mematika mesin mobilnya lalu turun dan
ikut berlari masuk ke dalam rumahnya, Aby berlari mengikuti istrinya yang terngah
berlari menaiki anak tangga hingga masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu
kamar dari dalam.
Setelah sampai di
dalam kamar dengan segera ia mengunci pintu kamarnya, lalu menelonjorkan
tubuhnya di balik pintu sambil menangis sesegukan.
Hiks, hiks, hiks.
“Apa istri yang tidak berguna, huhuhu, aku tidak bisa
memberi keturunan untuk keluargaku, aku tidak berguna.” Becca terus menangis
sambil meruntuki dirinya yang tidak bisa memberi keturungan untuk keluarga
besar.
Tok, tok, tok.
“Sayang buka pintunya, sayang aku mohon buka pintunya,
sayang kamu jangan membuat aku panik sayang, sayang.”
Aby terus mengetuk pintu kamarnya karna merasa sangat panik
dan khawatir, dan berbagai kata yang tengah ia keluarkanagar istrinya mau
membuka pintu kamarnya, karna ia tidak apa yang di lakukan istrinya di dalam
__ADS_1
kamar, mendengar suara istrinya dari dalam saja ia tidak bisa karna kamarnya
kadap suara.
Aby terus mengetuk pintu kamar yang di tempati Becca saat
ini, karna ia merasa sangat khawtir dan takut, takut jika istrinya melakukan
sesuatu yang buruk di dalam kamar.
Becca yang mendengar suara ketukan, bukan lagi suara ketukan
pintu melakinkan suara pintu yang ingin di dobrak oleh Aby, hingga akhirnya ia
memilih membuka pintu, mengunci diri di dalam kamar seperti ini bukanlah solusi
yang tepat untuk masalahnya saat ini itulah yang terlintas dalam fikiran Becca.
Becca membuka pintu kamar, Aby yang melihat pintu kamar yang
di tempati istrinya terbuka sengan
segera berjalan dan lansung memeluknya dengan sangat erat tubuh istrinya.
“Sayang kamu jangan membuatku merasa takut seperti ini,”
melepas pelukan lalu mengecup lembut seluruh wajah Becca yang sembab karna habis
menangis, lalu kembali memeluknya dengan sangat erat “Aku akan mati jika sampai
terjadi sesuatu yang buruk denganmu, aku tidak perduli! dan tidak ada masalah
jika nantinya kita tidak memiliki keturunan, karna hanya satu yang aku mau, aku
ingin kita menua bersama hidup berdampikan hingga ajal menjemput kita, aku
mencintaimu lebih dari apapun.”
Aby terus memeluk erat tubuh istrinya, sementara Becca yang
mendengar semua ucapan suaminya menangis sesegukan dalam pelukan Aby dan tidak
mengatakan apapun karna ia merasa sangat terharu dan juga sedih mendengar semua
yang di katakan Aby padanya.
Hari telah berlalu, Becca selalu menampakkan wajah cerianya
ketika berada di hadapan suaminya, namun di saat ia tidak bersama dengan suaminya
ia selalu menangis menyendiri di sudut kamarnya, meruntuki apa yang terjadi
dengannya saat ini.
Memberi keturungan untuk orang yang sangat kita cintai akan
membuat hidup terasa indah dan sempurna di bandikan tidak bisa memberi sama sekali,
itulah yang selalu ada di dalam fikiran Becca, dan ia selalu mengangap dirinya
istri yang tidak berguna karna tidak bisa memberi keturunan kepada keluarga
besar Aby.
Seperti hari ini, Lisa berkunjung ke rumah Becca, karna
selama menikah ia belum pernah mengunjungi rumah kakak iparnya, karna sibuk dengan
adala Abdy.
Setelah mendapat izin dari keamanan rumah Becca, Lisa
berjalan masuk menelusuri pekarangan rumah Becca, hingga sampai di depan pintu
utama Lisa menekan bel, dan tidak lama pelayang rumah Aby keluar dan membuka
pintu untuknya.
Setelah di persilahkan masuk dan mengetahui keberadaan
Becca, Lisa lansung berjalan menaiki anak tangga untuk segera sampai di lantai
atas dimana Becca saat ini.
Lisa terus berjalan hingga sampai di depan pintu kamar Becca
yang tidak tertutup dan tampa sengaja Lisa mendengar suara tangisan Becca dari
dalam kamarnya.
Sebagai ipar dan sahabat dekat, Lisa begitu sangat terkejut
ketika mendengar suara tangisan Becca dari dalam kamarnya, karna setau Lisa,
Aby tidak akan pernah membiarkan istrinya meneteskan air mata namun kali ini ia
mendapatkan Becca tengah menangis sesegukan di dalam kamarnya.
“Kakak ipar, kamu kenapa?” tanya Lisa ketika ia berdiri di
ambang pintu.
Lisa sangat khawatir dan panik melihat Becca menangis seperti
itu.
Becca yang melihat Lisa berdiri di amban pintu kamarnya
dengan segera mengusap air matanya, lalu melihat ke arah Lisa sambil memasan
senyum sedikit melebar.
“Lisa kamu disini?” tanya balik Becca melihat ke arah Lisa.
Tanpa menjawab pertnyaan Becca, Lisa berjalan masuk dan
berjalan menuju arah Becca dimana saat ini ia tengah menangis, Lisa duduk di
hadapan Becca lalu menatap wajah Becca yang terlihat sembab dan mata yang memerah dan juga sedikit bengkak.
“Kamu kenapa menangis? Apa ada sesuatu yang buruk tengah
terjadi?” tanya Lisa memegan bahu Becca.
“Ah, tidak ada sesuatu yang buruk, aku, aku, aku hanya
pengen nangis aja.” Sebuah ucapan konyol keluar dari dalam mulut Becca karna ia
tidak tau harus menjawap apa pertanyaan Lisa.
Lisa yang melihat kegugupan di wajah dan mata Becca kembali
berkata, “Kakak ipar, jika kamu mengangap aku sebagai adikmu tolong ceritakan
__ADS_1
apa yang membuatmu menangis seperti ini? aku yakin Aby pasti tidak mengetahui
hal ini, karna jika ia sampai mengetahui kalau saat ini istrinya menangis
menyendiri di dalam kamarnya, benarkan? Aby tidak mengetahui hal ini?” tanya
Lisa ingin tau apa yang sebenarnya yang teradi dengan Becca yang membuatnya
menangis seperti ini.
Becca memeluk erat tubuh Lisa setelah mendengar apa yang Lisa
katakan, Becca kembali menangis sesegukan sambil memeluk Lisa, dan itu membuat
Lisa merasa sangat khawatir dan panik melihat Becca menangis seprti ini.
“Kakak ipar kamu kenapa? apa ada sesuatu yang terjadi? Tanya
Lisa panik dan kahawatir.
Becca yang mendapat pertanyaan lagi dari Lisa bukannya
menjawab ia justru memeluk erat tubuh Lisa dengan menangis sesegukan.
“Tenang kakak ipar, tenang.” Menepuk pelan belakan Becca “Sekarang
kamu tenang ya, dan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi denganmu.”
Lisa terus berusaha menenangkan Becca yang terus menerus
menangis sambil memeluknya dengan sangat erat, Lisa bisa merasakan ketakutan
yang Becca alami saat ini karna Becca memeluknya dengan sangat erat, hingga
akhirnya Becca melepas pelukannya lalu mengusap air mata yang ada di wajahnya.
“Maafkan aku Lisa, aku terlalu terbawa suasana sehingga aku
memelukmu dengan cara seperti ini.” Sedikit tersenyum.
“Tidak apa kaka ipar” membalas senyuman “Tolong kakak ipar
katakan apa yang terjadi sebenarnya, kenapa kakak ipar sampai menangis seperti
ini?” tanya Lisa lagi ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.
Mendengar pertanyaan Lisa, Becca sedikit berpikir apakah ia
harus mengatakan hal ini kepada Lisa, mengingat saat ini tidak ada satupun
keluarganya yang mengetahui kalau ia sulit hamil, namun untuk membuat suasana
hatinya sedikit membaik hingga ia berpikir untuk membagi masalahnya dengan
Lisa, karna menurut Becca hanya wanita yang bisa mengerti hati wanita lain,
itulah yang trlintas dalam pikiran Becca hingga ia memilih mencerikan semua
masalah ini kepada Lisa.
Becca mulai mencerikan semua tentang ia tidak bisa hamil,
Lisa yang mendengar semua cerita Becca merasa sangat terkejut namun ia tidak
menampakkan wajah keterkejutannya, justru Lisa selalu berusaha merespon dengan
baik semua yang Becca ceritakan.
“Kakak ipar” meraih tangan Becca lalu mengengamnya dengan
sangat erat “Apa kakak ipar percaya?keajaiban itu selalu ada, kalau bukan hari
ini kita mendapatkannya mungkin besok atau lusa, tetap percaya dan optimis dengan
kehendak yang di atas, aku yakin di suatu hari dan suatu saat kakak ipar pasti
akan mendapatkan apa yang kakak ipar inginkan.” Lisa tersenyum hangat sambil
mengusap air mata yang ada di wajah Becca.
Becca yang mendengar semua yang di katakan Lisa, merasa agak
lega, suasana hatinya sedikit membaik setelah ia seperti mendapat semangat baru
ketika mendengar semua yang Lisa katakan.
“Terimakasih ya Lis, kamu memang sangat baik, Abdy sangat
berungtung memiliki istri sebaik kamu, aku dan Aby juga sangat berungtung
mendapatkan ipar sepertimu selain baik kamu juga memiliki sipat yang tidak bisa
aku katakan dengan sebuah kata-kata.
“Hentikan kakak ipar, kakak ipar jangan terlalu menyanjungku
seperti ini, nanti aku besar kepala.” Lisa tertawa setelah mengatakan hal itu
kepada Becca, dan itu membuat Becca ikut tertawa ketika mendengarkan apa yang
di katakan Lisa padanya.
Dan setelah hari itu, Becca mulai kembali ke sikap cerinya
ia tidak pernah lagi menangis menyendiri di dalam kamarnya, wajah ceria yang
selalu ia tunjukkan kepada semua anggota keluarganya membuat Lisa merasa sangat
senang dan bahagia melihatnya.
Jam sepulu malam Becca berjalan kesana kemari menanti
kepulangan Aby dari kantornya, meskipun setegah jam yang lalu Aby
menghubunginya dengan melakukan vidio call, agar Becca tidak terlalu khawatir
padanya.
Becca berjalan ke arah jendela dan melihat di luar hujan
sangat deras danlebat di ingiringi suara gemuruh petir yang saling bertabrakan,
Becca menarik napasnya lalu membuangnya secara perlahan lalu duduk di ruangan
tamu sambil melipat tangan di dada, namun tiba-tiba ia mendengar...
*
Kira-kira Becca dengar apa ya?...
__ADS_1