Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.206


__ADS_3

Matahari telah menampakkan sinarnya menyinari seluruh alam


semesta ini, hingga memasuki cela jendela kamar yang di tempati Lisa dan Abdy


saat ini.


Lisa mengeliat dari tidurnya, namun tidak bangun karna saat


ini Abdy masih memeluk erat tubuhnya. Pelan-pelan Lisa membuka kedua matanya


dan tersenyum melihat ke arah wajah Abdy yang kini tengah terlelap sangat dekat


dengan wajahnya.


Lisa mengusap lembut wajah Abdy dengan tangannya lalu


tersenyum sambil berkata.


“Selamat pagi suamiku.” Mengecup pelan dahi Abdy yang kini


masih setia menutup kedua matanya.


Abdy yang merasa sebuah usapan dan kecupan tengupah mendarat


di wajahnya membuka mata, dan melihat ke arah wajah Lisa yang kini tengah


tersenyum hangat melihat ke arahnya.


“Mat pagi sayang.” Sapa Abdy mengecup lembut bibir istrinya.


“Pagi juga suamiku.” Membalas kecupan bibir Abdy.


Setelah sapa menyapa, senyum-senyuman, Abdy menindih tubuh Lisa


dan mulai mengecup pelan bibir Lisa, kecupan tadi yang ada di bibir kini tengah


menurungi leher jenjang Lisa.


Sementara Lisa yang merasakan sesuatu kini tengah menusuk


pahanya mengerti kalau saat ini tumang suaminya tengah menegan, dan ia ikut


membalas kecupan lembut Abdy.


Melakukan hal indah untuk yang kedua kalinya tidaklah


membuat Abdy merasa sangat kesusahan, untuk memasuki sarangnya karna sekali


hentakan ia bisa masuk dengan sempurna ke dalam sarang Lisa.


Lisa kembali meringgis kesakitan ketika Abdy kembali


memasuki sarangnya karna rasa perih semalam belum hilang, namun untuk melayani


dan tidak ingin membuat suaminya kecewa, ia tidak mengatakan apapun justru ia


malah ikut menikmati setiap sentuhan Abdy di sekujur tubuhnya.


Abdy yang mendengar ringgisan Lisa, melihat ke arah wajah


Lisa ketika bagian bawahnya telah menyatu dengan bagian bawah istrinya.


“Apa masih sakit sayang?” tanya Abdy kembali menatap wajah


Lisa yang kini nampak sangat memerah.


“Sedikit, lakukan saja nanti rasa sakitnya akan hilang


dengan sendirinya.” Jawab Lisa tersenyum.


Abdy mengibaskan selimut yang menutupi tubuhnya dengan tubuh


Lisa, agar ia merasa leluasa melakukan hal indah itu dengan istrinya.


Abdy kembali mengecup lembut bibir Lisa, sementara tangannya


bermain di bagian kenyal istrinya dan itu membuat Lisa tidak berhenti mengeluarkan


desahannya.


Sentuhan demi sentuhan Abdy berikan di sekujur tubuh


istrinya, bahkan saat ini Abdy mengankat tubuh Lisa naik ke atas tubuhnya dan


membiarkan Lisa melakukan apa yang ia inginkan.


Lisa terus bermain di atas tubuh Abdy dan itu membuat Abdy


ikut mengeluarkan desahanya karna merasakan sesuatu yang nikmat dengan apa yang


Lisa lakukan saat ini, sementara Abdy terus memainkan bagian kenyal Lisa dengan


tangannya dan itu membuat Lisa tidak berhenti mengeluarkan desahannya.


Suara desahan mulai memenuhi dalam ruangan kamar yang di


tempati Lisa dan Abdy saat ini, bahkan dindin kamar bisu menjadi saksi cinta


mereka.


Cukup lama Lisa bermain di atas tubuh Abdy, hingga membuat


Abdy merasakan sesuatu ingin keluar dari dalam dirinya, hingga akhirnya ia


membalikkan tubuhnya dan membiarkan Lisa berada di bawah tubuhnya, lalu kembali


memaju mundurkan pinggulnya dengan sangat cepat hingga akhirnya benih keduanya


ia semburkan ke dalam rahim Lisa.


Abdy kembali terkulai lemas setelah melakukan olaraga pagi


bersama dengan istrinya, Lisa yang melihat suaminya bernapas terputus-putus


tersenyum, lalu mencoba untuk bangun karna merasa saat ini seluruh tubuhnya


sangat lengket.


Lisa bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur lalu melihat


sejenak ke arah Abdy yang kini masih mengatur napasnya, dan tampa sengaja Lisa


melihat bercak darah yang sudah mengering di atas seprai tempat tidurnya.


Lisa mengusap darah itu, lalu melihat ke arah Abdy yang kini


ikut melihat arah tangannya, dengan senyuman hangat Abdy berkata kepada


istrinya.


“Itu adalah bukti kalau kamu hanya milikku, selamanya.” Abdy


bangun lalu memeluk tubuh Lisa dari belakang karna, saat ini Lisa tengah duduk


di pinggir tempat tidur.


“Iyah, aku tau kalau aku adalah mikikmu, dan kamu juga harus


tau, kalau kamu adalah milikku, jadi rubah semua sifat playboymu itu, karna


sedikit saja kamu melakukan kesalahan kamu akan merasakan sendiri akibatnya,” ucap


santai Lisa.


Lisa sengaja mengatakan semua itu karna ia tau sifat playboy


suaminya, namun meskipun begitu satu hal yang pasti kalau Lisa benar-benar


mencintai Abdy meskipun tau kalau suaminya seorang playboy ia relah


mempertauhkan nyawa hanya untuk bersama dengan Abdy.

__ADS_1


Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan semua itu, namun


Abdy mengangapucapan istrinya adalah sebuah ancaman untuknya.


“Tentu saja Lis, semua sipat aku sudah berubah ketika kamu


pergi meninggalkan dan memilih untuk pergi ke Paris, aku tau semuanya Lis,


semua yang kamu tulis di buku Diarimu semuanya sudah aku baca,” ucap jujur Abdy


karna memang selama kepergian Lisa, Abdy menutup diri kepada gadis-gadis yang


lain karna hanya Lisa yang ia inginkan bukan yang lainnya.


Lisa yang mendengar ucapan terakhir suaminya kalau ia telah


membaca buku diarinya, merasa sangat terkejut dan lansung membalikkan tubuhnya


melihat ke arah Abdy yang kini tengah memeluk tubuhnya dari belakang.


“Apa!” terkejut “Kamu membaca isi buku diariku? Kapan? Dimana


kamu menemukannya? Selama pulang dari Paris aku selalu mencari buku diariku


namun hingga saat ini aku tidak pernah menemukannya.” Tanya pelan Lisa.


Karna selama ia kembali kerumahnya, Lisa selalu mencari


dimana keberadaan buku diarinya namun ia tidak menemukannya hingga akhirnya ia


berpikir kalau ia meninggalkan buku diarinya di Paris.


Abdy yang mendengar pertanyaan-pertanyaan istrinya melepas


pelukan, lalu berangjak dari atas tempat tidur dan mengambil tas yang selalu ia


gunakan untuk pergi berkerja.


Abdy duduk di sampin Lisa, lalu menarik resletin tas yang


selalu ia gunakan, lalu mengeluarkan buku diari Lisa dari dalam tasnya.


Abdy memang menyimpang buku diari Lisa di dalam tas kerjanya,


karna ia hanya menghabiskan waktu di kantor selama kepergian Lisa dan tidak


memikirkan hal apapun lagi, kecuali Lisa, hingga kecelakaan yang di alami kakak


iparnya Abdy mulai beralih memikirkan kakaknya Aby yang berduka waktu itu, di


saat Abdy merasa sangat merindukan Lisa ia selalu membaca isi tulisan yang ada


di dalam buku diari Lisa, bahkan ia tidak tau sudah keberapa kalinya ia membaca


semua isi buku diari Lisa.


“Ini buku diarimu semua isinya sudah aku baca, bahkan aku


sudah menghapal semua yang kamu tulis.” Abdy menyerahkan buku diari istrinya.


Lisa yang mendengar semua ucapan suaminya merasa sangat


bahagia, Lisa mengambil buku diarinya lalu meletakkan di atas tempat tidur lalu


beralih memeluk erat tubuh Abdy lalu berkata.


“Apa wakktu itu kamu benar-benar mencintaiku Dy?” memukul


pelan punggun Abdy “Lalu kenapa kamu tidak pernah mengatakannya dan lebih


memilih jalan bersama dengan Lara, kamu jahat Dy, jahat” terus memukul punggun


Abdy karna saat ini Lisa masi memeluk erat tubuh Abdy “Karna membiarkan aku


merasakan sakit karna mencintaimu, kamu memang benar-benar jahat Dy, jahat.”


Lisa tidak berheti memukul bahu Abdy dan itu membuat Abdy meringgis.


minta maaf karna waktu itu aku hanya sibuk mengurusi Lara, namun sungguh aku


tidak ada hubungan apapun dengan Lara.” Abdy menjelaskan semua yang terjadi


waktu itu.


Karna memang benar waktu itu Abdy tidak memliliki hubungan


apapun dengan Lara, ya meskipun ia sempat ingin menggoda Lara, namun setelah


menyadari kalau ia hanya mencintai Lisa ia mulai merubah semua sikapnya yang


suka menggoda para gadis cantik.


Setelah mendengar semua penjelasan suaminya, Lisa melepas


pelukannya lalu melihat ke arah Abdy yang kini tengah melihat ke arahnya.


“Jadi benar? Waktu itu kemu tidak memiliki hubungan dengan


lara?” tanya Lisa memastikan.


“Sumpah, demi mamah, waktu itu aku tidak memiliki hubungan


apapun dengan Lara.”


Mendengar sumpah suaminya Lisa percaya kalau memang Abdy


berkata jujur, karna tidak mungkin jika ia berbohon akan membawa-bawa nama


mamanya.


“Baiklah aku percaya, dan sekarang aku mau mandi, seluruh


badan aku terasa lengket bahkan saat ini leher aku terasa sedikit sakit.” Lisa


memijat tengkuk lehernya yang terasa sedikit sakit.


Abdy yang mendengar ucapan istrinya yang mengatakan kalau


lehernya saat ini terasa sedikit sakit, tersenyum jail sambil berkata.


“Leher kamu sakit karna semalam dan pagi ini aku mengigitnya,”


Abdy sengaja mengatakan hal itu karna ia melihat tanda merah yang ia buat di


leher istrinya dan itu cukup terlihat karna kulit Lisa yang putih membuat semua


tanda tanda merah yang Abdy buat terlihat jelas di hadapannya dan bisa di


katakan bagian leher, dada, dan bagian kenyal Lisa semuanya meninggalkan tanda


kepemilikan yang Abdy buat semalam dan pagi ini.


Ucapan Abdy barusan sempat membuat wajah Lisa merona


seketika karna merasa sedikit malu mendengar apa yang baru saja suaminya


katakan.


“Kamu apaan sih Dy.” Menutup mata dengan kedua tangan karna


merasa sangat malu dengan apa yang baru saja suaminya katakan.


“Benar, apa kamu mau lihar?”


Abdy menunjuk bagian kenyal istrinya yang kini penuh dengan


tanda kemerahan yang ia buat semalam dan pagi ini dan itu membuat Lisa semakin


merasa sangat malu, hingga akhirnya ia merasa ingin segera berlari masuk ke


dalam kamar mandi untuk menengelamkan seluruh tubuhnya di dalam bak mandi,

__ADS_1


itulah yang tengah Lisa rasakan saat ini.


Lisa berangjak dari duduknya, dan mulai melangkah berjalan


ke arah kamar mandi, namun baru beberapa langkah  Lisa meringgis kesakitan karna merasa sakit


di bagian bawahnya.


“Auss, sakit” Ringgis Lisa menghentikan langkahnya sambil


memegan bagian bawahnya.


Abdy yang mendengar suara ringisan istrinya dengan segera


berangjak dari duduknya dan tampa bertanya, Abdy lansung mengankat tubuh


istrinya karna ia tau dan mengerti kalau saat ini Lisa pasti merasa kesakitan


di bagian bawahnya, mengingat pergulatan yang mereka berdua lakukan semalam


sungguh luar biasa menurut Abdy pribadi.


“Apa masih sakit sayang?” tanya Abdy mengecup lembut bibir


Lisa ketika berada di atas gendongannya.


“Hem, masih sedikit sakit, dan perih.” Jawab Lisa pelan


setelah melepas pautan bibirnya dari bibir suaminya.


“Aku mencintaimu Lis.”


“aku juga mencintaimu Dy.” Jawab Lisa tersenyum manis


melingkarkan tangannya di leher Abdy.


Abdy berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan mengankat


tubuh Lisa dengan gaya brydal Style, dan setelah sampai di dalam kamar mandi


Abdy merebahkan tubuh polos Lisa di dalam bak mandi, lalu mengguyur seluruh


tubuh Lisa dengan air yang mengalir dari shower.


*****


Siang ini Aby berencana akan pergi ke rumah sakit untuk


memeriksakan keadaan Becca, karna tadi pagi Becca terus merengek kepadanya dan


membahas kenapa ia tidak hamil-hamil, bahkan Becca sampai menangis sesegukan


ketika Abdy mengatakan.


“Sayang kita tidak perlu memeriksakan keadaanmu, jika


waktunya tiba kamu pasti akan hamil” itulah yanga Aby katakan dan itu membuat


Becca menangis sesegukan karna ia ingin tau apa penyebab hingga saat ini ia


tidak hamil.


“Baiklah jika kamu tidak mau menemaniku, aku bisa kerumah


sakit sendirian tampamu aku pasti akan sampai di rumah sakit!”


Becca mengeluarkan nada kesalnya di hadapan suaminya, lalu


keluar dari dalam kamar sambil membanting pintu ketika ia menutup kembali pintu


kamarnya.


Aby yang melihat tingkah istrinya, hanya mengelengkang


kepala tidak mengatakana apapun sambil berjalan keluar dari dalam kamarnya


mencari dimana keberadaan Becca saat ini.


 Aby mulai mencari


keberadaan istrinya di lantai dua dan melihat Becca tengah menangis sesegukan


di kursi sambil memeluk lututnya, Abdy yang melihat itu dengan segera berjalang


menghapiri istrinya yang kini tengah menangis sesegukan di kursi yang ada di


lantai dua rumahnya.


“Sayang kamu kenapa menangis seperti ini? Oh maaf” mengingat


“Baiklah sekarang kamu bersiap kita akan ke dokter siang ini, namun sebelum kita


ke rumah sakit kita ke kantor dulu oke.” Aby mengusap pelan dan lembut wajah istrinya


yang penuh dengan air mata, lalu mengecup dahi Becca dengan sangat lembut,


karna jujur ia sangat tidak menyukai jika melihat istrinya sampai mengeluarkan


air mata seperti ini.


Becca yang mendengar ucapan Aby mulai menampakkan senyuman manisnya,


lalu berkata.


“Benar siang ini kita akan ke rumah sakit?” tanya Becca


memastikan.


“Benar, namun sebelum ke rumah sakit kita ke kantor sebentar


karna ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan.”


“Baiklah sekarang aku bersiap.” Dengan wajahceria Becca


berangjak dari duduknya berjalan menuju arah kamarnya lalu masuk untuk segera


menganti pakaiannya.


kIni Aby dan Becca tengah berada di dalam ruangan dokter


kandungan, setelah Becca menjalani beberapa pemeriksaan kini mereka berdua


menanti hasilnya.


Jantung Becca tidak berhenti berdetak kencang, bahkan


tangannya sampai gemetaran karna merasa sangat takut dengan apa yang akan di


katakan dokter setelah melihat semua hasil pemeriksaan kandungannya.


Aby yang melihat tangan istrinya gemetaran, dengan segera meraih


tangan Becca lalu mengecupnya dengan sangat lembut karna Aby mengerti dengan


apa yang tengah istrinya rasakan saat ini.


Dan setelah beberapa saat dokter duduk di hadapan keduanya


dengan membawa hasil pemeriksaan, dengan sedikit senyuman dokter melihat ke


arah Becca dan Aby.


“Nyonya Atmaja, seperti anda pernah mengalami suatu kejadian


yang membuat anda selalu merasa trauma, dan itu berpengaruh besar dengan


kandungan anda, bahkan anda pernah mengalami keguguran dan itu membuat anda


sulit untuk hamil dan kesempatan anda untuk hamil cuman 40% karna kandungan


anda bermasalah ketika anda mengalami keguguran.” Dokter menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2