
Matahari telah menampakkan sinarnya menyinari seluruh alam
semesta ini, hingga memasuki cela jendela kamar yang di tempati Lisa dan Abdy
saat ini.
Lisa mengeliat dari tidurnya, namun tidak bangun karna saat
ini Abdy masih memeluk erat tubuhnya. Pelan-pelan Lisa membuka kedua matanya
dan tersenyum melihat ke arah wajah Abdy yang kini tengah terlelap sangat dekat
dengan wajahnya.
Lisa mengusap lembut wajah Abdy dengan tangannya lalu
tersenyum sambil berkata.
“Selamat pagi suamiku.” Mengecup pelan dahi Abdy yang kini
masih setia menutup kedua matanya.
Abdy yang merasa sebuah usapan dan kecupan tengupah mendarat
di wajahnya membuka mata, dan melihat ke arah wajah Lisa yang kini tengah
tersenyum hangat melihat ke arahnya.
“Mat pagi sayang.” Sapa Abdy mengecup lembut bibir istrinya.
“Pagi juga suamiku.” Membalas kecupan bibir Abdy.
Setelah sapa menyapa, senyum-senyuman, Abdy menindih tubuh Lisa
dan mulai mengecup pelan bibir Lisa, kecupan tadi yang ada di bibir kini tengah
menurungi leher jenjang Lisa.
Sementara Lisa yang merasakan sesuatu kini tengah menusuk
pahanya mengerti kalau saat ini tumang suaminya tengah menegan, dan ia ikut
membalas kecupan lembut Abdy.
Melakukan hal indah untuk yang kedua kalinya tidaklah
membuat Abdy merasa sangat kesusahan, untuk memasuki sarangnya karna sekali
hentakan ia bisa masuk dengan sempurna ke dalam sarang Lisa.
Lisa kembali meringgis kesakitan ketika Abdy kembali
memasuki sarangnya karna rasa perih semalam belum hilang, namun untuk melayani
dan tidak ingin membuat suaminya kecewa, ia tidak mengatakan apapun justru ia
malah ikut menikmati setiap sentuhan Abdy di sekujur tubuhnya.
Abdy yang mendengar ringgisan Lisa, melihat ke arah wajah
Lisa ketika bagian bawahnya telah menyatu dengan bagian bawah istrinya.
“Apa masih sakit sayang?” tanya Abdy kembali menatap wajah
Lisa yang kini nampak sangat memerah.
“Sedikit, lakukan saja nanti rasa sakitnya akan hilang
dengan sendirinya.” Jawab Lisa tersenyum.
Abdy mengibaskan selimut yang menutupi tubuhnya dengan tubuh
Lisa, agar ia merasa leluasa melakukan hal indah itu dengan istrinya.
Abdy kembali mengecup lembut bibir Lisa, sementara tangannya
bermain di bagian kenyal istrinya dan itu membuat Lisa tidak berhenti mengeluarkan
desahannya.
Sentuhan demi sentuhan Abdy berikan di sekujur tubuh
istrinya, bahkan saat ini Abdy mengankat tubuh Lisa naik ke atas tubuhnya dan
membiarkan Lisa melakukan apa yang ia inginkan.
Lisa terus bermain di atas tubuh Abdy dan itu membuat Abdy
ikut mengeluarkan desahanya karna merasakan sesuatu yang nikmat dengan apa yang
Lisa lakukan saat ini, sementara Abdy terus memainkan bagian kenyal Lisa dengan
tangannya dan itu membuat Lisa tidak berhenti mengeluarkan desahannya.
Suara desahan mulai memenuhi dalam ruangan kamar yang di
tempati Lisa dan Abdy saat ini, bahkan dindin kamar bisu menjadi saksi cinta
mereka.
Cukup lama Lisa bermain di atas tubuh Abdy, hingga membuat
Abdy merasakan sesuatu ingin keluar dari dalam dirinya, hingga akhirnya ia
membalikkan tubuhnya dan membiarkan Lisa berada di bawah tubuhnya, lalu kembali
memaju mundurkan pinggulnya dengan sangat cepat hingga akhirnya benih keduanya
ia semburkan ke dalam rahim Lisa.
Abdy kembali terkulai lemas setelah melakukan olaraga pagi
bersama dengan istrinya, Lisa yang melihat suaminya bernapas terputus-putus
tersenyum, lalu mencoba untuk bangun karna merasa saat ini seluruh tubuhnya
sangat lengket.
Lisa bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur lalu melihat
sejenak ke arah Abdy yang kini masih mengatur napasnya, dan tampa sengaja Lisa
melihat bercak darah yang sudah mengering di atas seprai tempat tidurnya.
Lisa mengusap darah itu, lalu melihat ke arah Abdy yang kini
ikut melihat arah tangannya, dengan senyuman hangat Abdy berkata kepada
istrinya.
“Itu adalah bukti kalau kamu hanya milikku, selamanya.” Abdy
bangun lalu memeluk tubuh Lisa dari belakang karna, saat ini Lisa tengah duduk
di pinggir tempat tidur.
“Iyah, aku tau kalau aku adalah mikikmu, dan kamu juga harus
tau, kalau kamu adalah milikku, jadi rubah semua sifat playboymu itu, karna
sedikit saja kamu melakukan kesalahan kamu akan merasakan sendiri akibatnya,” ucap
santai Lisa.
Lisa sengaja mengatakan semua itu karna ia tau sifat playboy
suaminya, namun meskipun begitu satu hal yang pasti kalau Lisa benar-benar
mencintai Abdy meskipun tau kalau suaminya seorang playboy ia relah
mempertauhkan nyawa hanya untuk bersama dengan Abdy.
__ADS_1
Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan semua itu, namun
Abdy mengangapucapan istrinya adalah sebuah ancaman untuknya.
“Tentu saja Lis, semua sipat aku sudah berubah ketika kamu
pergi meninggalkan dan memilih untuk pergi ke Paris, aku tau semuanya Lis,
semua yang kamu tulis di buku Diarimu semuanya sudah aku baca,” ucap jujur Abdy
karna memang selama kepergian Lisa, Abdy menutup diri kepada gadis-gadis yang
lain karna hanya Lisa yang ia inginkan bukan yang lainnya.
Lisa yang mendengar ucapan terakhir suaminya kalau ia telah
membaca buku diarinya, merasa sangat terkejut dan lansung membalikkan tubuhnya
melihat ke arah Abdy yang kini tengah memeluk tubuhnya dari belakang.
“Apa!” terkejut “Kamu membaca isi buku diariku? Kapan? Dimana
kamu menemukannya? Selama pulang dari Paris aku selalu mencari buku diariku
namun hingga saat ini aku tidak pernah menemukannya.” Tanya pelan Lisa.
Karna selama ia kembali kerumahnya, Lisa selalu mencari
dimana keberadaan buku diarinya namun ia tidak menemukannya hingga akhirnya ia
berpikir kalau ia meninggalkan buku diarinya di Paris.
Abdy yang mendengar pertanyaan-pertanyaan istrinya melepas
pelukan, lalu berangjak dari atas tempat tidur dan mengambil tas yang selalu ia
gunakan untuk pergi berkerja.
Abdy duduk di sampin Lisa, lalu menarik resletin tas yang
selalu ia gunakan, lalu mengeluarkan buku diari Lisa dari dalam tasnya.
Abdy memang menyimpang buku diari Lisa di dalam tas kerjanya,
karna ia hanya menghabiskan waktu di kantor selama kepergian Lisa dan tidak
memikirkan hal apapun lagi, kecuali Lisa, hingga kecelakaan yang di alami kakak
iparnya Abdy mulai beralih memikirkan kakaknya Aby yang berduka waktu itu, di
saat Abdy merasa sangat merindukan Lisa ia selalu membaca isi tulisan yang ada
di dalam buku diari Lisa, bahkan ia tidak tau sudah keberapa kalinya ia membaca
semua isi buku diari Lisa.
“Ini buku diarimu semua isinya sudah aku baca, bahkan aku
sudah menghapal semua yang kamu tulis.” Abdy menyerahkan buku diari istrinya.
Lisa yang mendengar semua ucapan suaminya merasa sangat
bahagia, Lisa mengambil buku diarinya lalu meletakkan di atas tempat tidur lalu
beralih memeluk erat tubuh Abdy lalu berkata.
“Apa wakktu itu kamu benar-benar mencintaiku Dy?” memukul
pelan punggun Abdy “Lalu kenapa kamu tidak pernah mengatakannya dan lebih
memilih jalan bersama dengan Lara, kamu jahat Dy, jahat” terus memukul punggun
Abdy karna saat ini Lisa masi memeluk erat tubuh Abdy “Karna membiarkan aku
merasakan sakit karna mencintaimu, kamu memang benar-benar jahat Dy, jahat.”
Lisa tidak berheti memukul bahu Abdy dan itu membuat Abdy meringgis.
minta maaf karna waktu itu aku hanya sibuk mengurusi Lara, namun sungguh aku
tidak ada hubungan apapun dengan Lara.” Abdy menjelaskan semua yang terjadi
waktu itu.
Karna memang benar waktu itu Abdy tidak memliliki hubungan
apapun dengan Lara, ya meskipun ia sempat ingin menggoda Lara, namun setelah
menyadari kalau ia hanya mencintai Lisa ia mulai merubah semua sikapnya yang
suka menggoda para gadis cantik.
Setelah mendengar semua penjelasan suaminya, Lisa melepas
pelukannya lalu melihat ke arah Abdy yang kini tengah melihat ke arahnya.
“Jadi benar? Waktu itu kemu tidak memiliki hubungan dengan
lara?” tanya Lisa memastikan.
“Sumpah, demi mamah, waktu itu aku tidak memiliki hubungan
apapun dengan Lara.”
Mendengar sumpah suaminya Lisa percaya kalau memang Abdy
berkata jujur, karna tidak mungkin jika ia berbohon akan membawa-bawa nama
mamanya.
“Baiklah aku percaya, dan sekarang aku mau mandi, seluruh
badan aku terasa lengket bahkan saat ini leher aku terasa sedikit sakit.” Lisa
memijat tengkuk lehernya yang terasa sedikit sakit.
Abdy yang mendengar ucapan istrinya yang mengatakan kalau
lehernya saat ini terasa sedikit sakit, tersenyum jail sambil berkata.
“Leher kamu sakit karna semalam dan pagi ini aku mengigitnya,”
Abdy sengaja mengatakan hal itu karna ia melihat tanda merah yang ia buat di
leher istrinya dan itu cukup terlihat karna kulit Lisa yang putih membuat semua
tanda tanda merah yang Abdy buat terlihat jelas di hadapannya dan bisa di
katakan bagian leher, dada, dan bagian kenyal Lisa semuanya meninggalkan tanda
kepemilikan yang Abdy buat semalam dan pagi ini.
Ucapan Abdy barusan sempat membuat wajah Lisa merona
seketika karna merasa sedikit malu mendengar apa yang baru saja suaminya
katakan.
“Kamu apaan sih Dy.” Menutup mata dengan kedua tangan karna
merasa sangat malu dengan apa yang baru saja suaminya katakan.
“Benar, apa kamu mau lihar?”
Abdy menunjuk bagian kenyal istrinya yang kini penuh dengan
tanda kemerahan yang ia buat semalam dan pagi ini dan itu membuat Lisa semakin
merasa sangat malu, hingga akhirnya ia merasa ingin segera berlari masuk ke
dalam kamar mandi untuk menengelamkan seluruh tubuhnya di dalam bak mandi,
__ADS_1
itulah yang tengah Lisa rasakan saat ini.
Lisa berangjak dari duduknya, dan mulai melangkah berjalan
ke arah kamar mandi, namun baru beberapa langkah Lisa meringgis kesakitan karna merasa sakit
di bagian bawahnya.
“Auss, sakit” Ringgis Lisa menghentikan langkahnya sambil
memegan bagian bawahnya.
Abdy yang mendengar suara ringisan istrinya dengan segera
berangjak dari duduknya dan tampa bertanya, Abdy lansung mengankat tubuh
istrinya karna ia tau dan mengerti kalau saat ini Lisa pasti merasa kesakitan
di bagian bawahnya, mengingat pergulatan yang mereka berdua lakukan semalam
sungguh luar biasa menurut Abdy pribadi.
“Apa masih sakit sayang?” tanya Abdy mengecup lembut bibir
Lisa ketika berada di atas gendongannya.
“Hem, masih sedikit sakit, dan perih.” Jawab Lisa pelan
setelah melepas pautan bibirnya dari bibir suaminya.
“Aku mencintaimu Lis.”
“aku juga mencintaimu Dy.” Jawab Lisa tersenyum manis
melingkarkan tangannya di leher Abdy.
Abdy berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan mengankat
tubuh Lisa dengan gaya brydal Style, dan setelah sampai di dalam kamar mandi
Abdy merebahkan tubuh polos Lisa di dalam bak mandi, lalu mengguyur seluruh
tubuh Lisa dengan air yang mengalir dari shower.
*****
Siang ini Aby berencana akan pergi ke rumah sakit untuk
memeriksakan keadaan Becca, karna tadi pagi Becca terus merengek kepadanya dan
membahas kenapa ia tidak hamil-hamil, bahkan Becca sampai menangis sesegukan
ketika Abdy mengatakan.
“Sayang kita tidak perlu memeriksakan keadaanmu, jika
waktunya tiba kamu pasti akan hamil” itulah yanga Aby katakan dan itu membuat
Becca menangis sesegukan karna ia ingin tau apa penyebab hingga saat ini ia
tidak hamil.
“Baiklah jika kamu tidak mau menemaniku, aku bisa kerumah
sakit sendirian tampamu aku pasti akan sampai di rumah sakit!”
Becca mengeluarkan nada kesalnya di hadapan suaminya, lalu
keluar dari dalam kamar sambil membanting pintu ketika ia menutup kembali pintu
kamarnya.
Aby yang melihat tingkah istrinya, hanya mengelengkang
kepala tidak mengatakana apapun sambil berjalan keluar dari dalam kamarnya
mencari dimana keberadaan Becca saat ini.
Aby mulai mencari
keberadaan istrinya di lantai dua dan melihat Becca tengah menangis sesegukan
di kursi sambil memeluk lututnya, Abdy yang melihat itu dengan segera berjalang
menghapiri istrinya yang kini tengah menangis sesegukan di kursi yang ada di
lantai dua rumahnya.
“Sayang kamu kenapa menangis seperti ini? Oh maaf” mengingat
“Baiklah sekarang kamu bersiap kita akan ke dokter siang ini, namun sebelum kita
ke rumah sakit kita ke kantor dulu oke.” Aby mengusap pelan dan lembut wajah istrinya
yang penuh dengan air mata, lalu mengecup dahi Becca dengan sangat lembut,
karna jujur ia sangat tidak menyukai jika melihat istrinya sampai mengeluarkan
air mata seperti ini.
Becca yang mendengar ucapan Aby mulai menampakkan senyuman manisnya,
lalu berkata.
“Benar siang ini kita akan ke rumah sakit?” tanya Becca
memastikan.
“Benar, namun sebelum ke rumah sakit kita ke kantor sebentar
karna ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan.”
“Baiklah sekarang aku bersiap.” Dengan wajahceria Becca
berangjak dari duduknya berjalan menuju arah kamarnya lalu masuk untuk segera
menganti pakaiannya.
kIni Aby dan Becca tengah berada di dalam ruangan dokter
kandungan, setelah Becca menjalani beberapa pemeriksaan kini mereka berdua
menanti hasilnya.
Jantung Becca tidak berhenti berdetak kencang, bahkan
tangannya sampai gemetaran karna merasa sangat takut dengan apa yang akan di
katakan dokter setelah melihat semua hasil pemeriksaan kandungannya.
Aby yang melihat tangan istrinya gemetaran, dengan segera meraih
tangan Becca lalu mengecupnya dengan sangat lembut karna Aby mengerti dengan
apa yang tengah istrinya rasakan saat ini.
Dan setelah beberapa saat dokter duduk di hadapan keduanya
dengan membawa hasil pemeriksaan, dengan sedikit senyuman dokter melihat ke
arah Becca dan Aby.
“Nyonya Atmaja, seperti anda pernah mengalami suatu kejadian
yang membuat anda selalu merasa trauma, dan itu berpengaruh besar dengan
kandungan anda, bahkan anda pernah mengalami keguguran dan itu membuat anda
sulit untuk hamil dan kesempatan anda untuk hamil cuman 40% karna kandungan
anda bermasalah ketika anda mengalami keguguran.” Dokter menjelaskan.
__ADS_1