
Clarisa selaku ibu Lisa tersenyum hangat mendengar ucapan
Abdy yang telihat sangat bersungguh-sungguh dengan apa yang baru saja yang ia katakan dan Clarisa juga bisa melihat
kesungguhan Abdy kepada putrinya.
“Iya, nak, pasti aku akan menjaga kelarisa dengan baik dan
tidak akan membuat merasa sendiri.”
Setelah mendengar ucapan Clarisa ibu dari orang yang sangat
di cintainya, Abdy kembali berjalan ke arah polisa dan tidak lupa ia juga
tersenyum melihat ke arah Rendi selaku ayah Lisa orang yang telah melaporkannya
kepada polisi.
Sementara Rendi yang melihat senyuman Abdy tersenyum sinis
sambil berkata kepada polisi.
“Jangan lepaskan pemuda kurang ajar itu!” teriak Rendi melihat
ke arah Abdy yang kini tengah berjalan mengikuti arah langkah kaki polisi.
Abdy di bawa ke kantor polisi, dengan tuduhan menggangu anak
gadis Rendi yang yang ingin menikah minggu depan. Itulah tuduhan yang mengenai
Abdy saat ini.
Setelah sampai di kantor polisi, Abdy mulai di introgasi,
semua data-data dirinya sudah mulai di catatat dan dan betapa terkejutnya para
polisi ketika ia menyebut nama belakangnya, karna nama belakang itu sangat
berpegaruh di kota yang di tempatinya saat ini.
“Apa benar anda salah satu putra dari keluarga Atmaja?”
tanya polisi melihat ke arah Abdy.
“Benar Pak. Nama saja Abdy Atmaja. Dan jika bapak tidak
keberatan saya ingin menghubungi kakak saya dulu untuk segera datang untuk
menjamin kebebasanku.”
“Silahkan.”
Setelah di persilahkan Abdy mulai menelpon Aby, setelah
sambungan telpon tersambung dengan segera Abdy memberitahukan kalau saat ini ia
berada di kantor polisi.
Aby yang mendapat telpon dari adiknya di waktu masih pagi
seperti ini dengan segera mengankat panggilan adiknya, karna ia merasa khawatir
terjadi sesuatu yang buruk dengan adiknya, mengingat Abdy memiliki sedikit
masalah yang serius dengan kekasihnya. Aby pun mengankat panggilan adiknya,
namun sebelum ia mengatakan sesuatu Abdy terlebih dahulu berbicara.
“Bos, aku ada di kantor polisi.”
“Apa!” terkejut “Di kantor polisi! Kenapa kamu bisa sampai
berada di kantor polisi?” tanya Aby dengan wajah panik melihat ke arah Becca
istrinya.
Becca yang melihat wajah panik suaminya merasa sedikit
bingun, lalu berkata.
“Ada apa By? Apa ada sesuatu yang terjedi dengan Abdy.”
Becca berjalan mendekat ke arah Aby ketika mengatakan itu, karna ia juga
menrasa panik melihat kepanikan di wajah Aby.
“Abdy di kantor polisi.”
“Apa!” Becca ikut terkejut mendengar kabar jika Abdy berada
di kantor polisi “Kenapa? Apa yang membuatnya berada di kantor polisi?” Becca
mengeluarkan banyak pertanyaan kepada suaminya.
Aby yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari istrinya
hanya mengeleng-gelengkan kepalanya karna ia tidak tau permasalahan yang
sebenarnya.
Abdy yang mendengar keributan dari balik terlpon, lansung
berkata kepada Aby.
“Aku tunggu ya Bos, nanti aku akan menjelaskan semuanya,
kenapa aku sampai ada di kantor polisi ini.” Abdy melihat sekeliling ruangan
ketika mengatakan semua itu kepada kakaknya Aby.
Setelah sambungan telponnya terputus dari adiknya, Aby
sengera bersiap dan tidak lupa ia menghubungi pengacara keluarganya untuk
membuatkan surat jaminan untuk Abdy di bebaskan.
“Aku ikut By.” Teriak Becca ketika melihat Aby mulai
melangkah ingin keluar dari dalam kamarnya.
“Apa kamu yakin?” memastikan “Ingin ikut ke kantor polisi?”
Aby memastikan dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh istrinya.
“Iya, aku yakin.” Becca berjalan mendekat, dan setelah
berada di sampin Aby, Becca melingkarkan tangannya di bahu suaminya dan
melangkah bersama keluar dari dalam kamar mereka.
Tiga puluh menit berlalu, Aby memarkirkan mobilnya di depan
kantor polisi, pengacara yang telah Aby hubungi sebelumnya kini tengah
menunggunya di depan pintu kantor polisi karna ia baru saja sampai.
“Selamat pagi, Tuan dan Nyonya.” Sapa hangat pengacara
mereka yang bernama Haris.
“Hem.” Aby hanya menjawab sapaan Haris hanya dengan deheman
saja.
“Pagi.” Sapa hangat Becca kepada Haris.
Itulah Becca di saat suaminya memperlihatkan sikap datarnya,
ia justru memperlihatkan sikap hangatnya karna ia tidak ingin orang lain
beranggapan kalau mereka orang kaya yang sombong, Becca tidak menginginkan
__ADS_1
orang-orang berangapan seperti itu terhadapa keluarganya, karna ia ingin
seperti Ibu Mertunya yang tidak lain adalah Nabila Atmaja yang sangat baik,
penyayang dan selalu bersikap hangat kepada siapa saja.
Aby kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kantor
polisi, berdampingan dengan istrinya diikuti oleh Haris di belakangnya.
Setelah sampai di dalam kantor polisi, Abdy melihat
sekeliling ruangan dan mendapati adiknya Abdy telah berada di balik jeruji
Besi.
“Abdy.” Becca berteriak ketika melihat adik iparnya berada
di balik jeruji besi dengan wajah yang memar, akibat mendapat tambahan pukulan
tadi pagi dari Ayah Lisa.
Aby yang melihat itu merasa sangat kesal, tampa di persilahkan
duduk oleh petugas polisi Aby duduk dengan sikap dinginnya di hadapan polisi
yang telah membawa adiknya ke kantor polisi tersebut.
Mungkin karna merasa bersalah, atau merasa takut, dan
entahlah apa yang telah di rasakan petugas polisi tersebut hingga ia berkata.
“Maaf Tuan, saya hanya menjalankan perintah, dan bukan
maksud saya ingin memenjarakan adik anda.” Itulah kata konyol yang di keluarkan
oleh polisi yang ada di hadapan Aby.
Sementara Haris yang mengerti dengan tingkah dingin Bosnya,
mengeluarkan surat jaminan kebebasan Abdy dari dalam tasnya.
“Ini surat jaminan kebabasan Abdy Atmaja.” Haris memberikan
selembar kertas putih yang berisi jaminan kebebasan Abdy.
Dan setelah semua prosedur, dilakukan Abdy pun bebas tampa
adanya kata kebebasan bersyarat, karna yang sebenarnya memang Abdy tidak
bersalah, cuman satu kesalahan yang tidak bisa tahan karna ia ingin menemui
Lisa orang yang sangat di cintainya.
“Hae, cinta memang gila.
Setelah mendengar penjelasan dari adiknya, kenapa? Dan
mengapa Abdy sampai di jerumuskan masuk ke dalam penjara oleh ayah Lisa.
sementara Aby yang mendengar semua itu merasa sangat kesal dengan tindakan yang
di ambil Ayah Lisa yang memenjarakan adiknya, tampa memahami kondisi keduanya,
menanyakan atau sebagainya dan melihat wajah
Abdy yang bertambah lebam dan memar akibat pukulan yang di dapatnya tadi pagi.
Kini Abdy tengah
melajukan mobil kakanya untuk pulang kerumah mereka, namun sebelum mereka
sampai di kediaman mereka Becca merengek kepada Aby untuk berhenti untuk mengisi
perut mereka karna mulai dari pagi mereka belum ada yang mengisi perut mereka.
“By, aku lapar.” Becca mengusap perutnya ketika mengatakan
itu.
terjadi dengan adiknya berbalik melihat ke arah istrinya yang duduk di
sampinnya, dengan senyuman Aby menatap wajah istrinya lalu berkata.
“Kamu mau makan di mana sayang?” menarik hidung “Karna aku
juga sangat lapar. Dan mungkin Abdy juga sangat lapar, benar kan Dy?”
Aby melihat ke arah Abdy yang kini tengah menyetir mobil
dengan serius.
“Tentu bos, aku juga sangat kelaparan, mulai dari kemarin
aku belum makan.” Abdy mengatakan yang sebenarnya.
Becca yang mendengar ucapan Abdy berkata “Ngak makan selama
seminggu kamu juga tidak akan merasa kelaparan.” Becca terkekeh pelan ketika
mengatakan itu dan itu membuat Abdy ikut tertawa.
“Ah, kakak ipar ada-ada saja. Tapi benar yang kakak ipar
katakan, seminggu tahan, tidak makan asal selalu bersama, dan kata lain makan
itu cinta.” Abdy kembali mengeluarkan kata-kat jailnya dan itu membaut Aby ikut
tertawa, tertawa mendengar lawakan adiknya.
“kamu itu ada saja Dy.” Aby ikut tertawa setelah mengatakan
itu.
Setelah melajukan mobilnya cukup lama, kini Abdy memarkirkan
mobilnya di depan sebuah Resto siap saji yang ada di kota tempat tinggalanya,
Abdy mematika mesin mobilnya lalu turun di ikuti oleh kakak dan juga kakak
iparnya pastinya.
Mereka bertiga melangkah masuk bersama ke dalam resto dan
mulai memesan makanan yang ingin mereka nikmati, setelah selesai menikmati
makan siangnya, Aby berkata pada adiknya.
“Dy, sebentar kamu ikut aku ke kantor, karna aku ingin
menemui seseorang setelah jam istirahat nanti.”
“Baik bos.” Setelah mengatakan itu Abdy kembali melanjutkan
memakan makanannya.
Dan tampa Abdy ketahui yang ingin di temui Aby di kantornya
tidak lain adalah Rendi Ayah Lisa, Aby
sengaja menyuruh asistennya untuk mengatur jadwal untuk bertemu dengan Rendi
karna Aby ingin membuat kesepakatan kerja sama dengan Rendi.
Tawaran kesepakatan kerja yang tidak akan pernah bisa Rendi
sangka-sangka. Karna Aby telah menyiapkan semuanya sekaligus membalas perbuatan
Rendi yang telah di lakukan oleh adiknya.
Setelah sampai di rumahnya, Aby dan Becca berjalan menuju ke
__ADS_1
kamarnya, sementara Abdy berjalan menuju kamar yang selalu ia tempati. Setelah
masuk ke dalam kamarnya hal pertama yang Abdy lakukan adalah melakukan
panggilan vidio call dengan Lisa.
Sementara Lisa tidak
berhenti menangis di pangkuan ibunya, karna ia merasa sangat bersalah dengan
apa yang terjadi dengan Abdy saat ini, dan memikirkan apa yang akan di katakan
kedua orang tuanya setelah mengetahui kalau Ayahnya telah memenjarakan putranya.
Begitu banyak yang Lisa pikirkan saar ini, dan itu semua
membuatnya tidak berhenti menangis, dan menangis itulah yang terus Lisa lakukan
saat ini, karna ia tidak tau apa yang harus ia lakukan.
Trinzzzz.
Nada dering hape Lisa berbuji di atas meja di sampin tempat
tidurnya, Clarisa yang mendengar itu meraih hape putrinya dan melihat nama
pemanggil.
“Lisa, ini panggilan vidio call dari Abdy.” Clarisa
menyerahkan hape kepada Lisa.
Sementara Lisa yang mendengar ucapan Ibunya, yang mengatakan
kalau yang telah menghubungi hapenya saat ini adalah Abdy, dengan segera bangun
dari dalam pangkuan ibunya lalu mengambil dan melihat layar hapenya dan memang
benar Abdy telah melakukan panggilan Vidio call dengannya.
“Abdy.” Lisa tersenyum ketika mengatakan itu.
Clarisa yang melihat putrinya mulai menggeser tombol hijau
pada layar hapenya, mengerti, hingga akhnirnya ia memilih untuk keluar dari
dalam kamar putrinya.
“Abdy kamu di mana?” kata pertama yang Lisa ucapkan ketika
melihat wajah Abdy di layar hapenya. Karan jujur Lisa sangat khwatir dengan
keadaan Abdy yang di bawa oleh petugas kepolisian. Dan bahkan Lisa sangat
khwatir dengan apa yang akan di katakan Aby dan kedua orang tuanya ketika
mengetahui kalau Abdy di penjara karna orang tuanya.
“Aku ada di rumah Lis.” Ucap Abdy tersenyum melihat ke arah
wajah Lisa yang kini terlihat sembab, mata bengkak karna terlalu banyak
menangis.
“Maafkan aku ya Dy, karna aku kamu harus mengalami semua
ini, dan karna aku juga kamu harus merasakan masuk ke dalam penjara.” Lisa
terlihat sangat sedih ketika mengatakan itu, karna ia tidak pernah menyangka
masalah cintanya akan seperti itu.
Tidaklah seperti pada pasangan jatuh cinta pada umumnya yang
mendapatkan restu dari orang tua mereka sengan baik dan berakhir di atas altar
mengikat tali suci pernikahan mereka, namun semua itu tidak berlaku untuk Lisa
dan Abdy. Cobaan cinta yang mereka berdua jalani sungguh membuat keduanya merasakan
sakit yang teramat sangat.
“Hus, sudah ya Lis, kamu tidak perluh menangis lagi.” Abdy
mencoba menenangakan Lisa karna ia tidak tahan melihat orang yang di cintainya
tidak berhenti meneteskan air mata.
“Aku mencintaimu Lis, sangat mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu Dy.” Lisa memperlihatkan sedikit
senyuman manisnya dan itu membuat Abdy berkata.
“Nah gitu donk, jangan nangis serus. Mulai hari ini kamu
jangan menangis lag ya Lisa, dan aku juga minta sama kamu agar kamu merawat
diri biar cantik, karna sebentar lagi kita akan menikah.” Abdy terlihat sangat
yakin dengan apa yang di ucapkannya dan itu membuat Lisa kembali menateskan air
matanya.
Lisa pun berkata. “Aku selalu berharap Dy, agar kamu yang
menikahiku bukanlah orang lain, dan semoga yang kamu katakan itu terwujudkan.”
“Pasti akan terwujud, kamu lihat saja Lisa, aku pasti yang
akan menikahimu bukan orang lain. Sudah donk jangan menangis dan aku sarankan
muali hari ini kamu merawat diri, dan jangan terus menangis karna aku tidak
ingin mata calon istriku bengkak di hari pernikahanku, apa kata orang nanti?
Jika istriku duduk di sampinku dalam keadaan mata bengkak yang ada mereka
berkata, mungkin gadis itu di paksa menikah. Hehehe”
Abdy terkekeh ketika selesai mengatakan itu, Abdy sengaja
mengatakan semua itu agar Lisa berhenti menangis dan tidak terlalu memikirkan
masalah ini, meskipun Abdy sendiri kurang yakin dengan apa yang baru saja ia
katakan kepada Lisa, namun untuk menenangkan hati Lisa Abdy sengaja mengatakan
semua itu. Namun itu Abdy juga tidak pernah berhenti untuk berjuang dan
berusaha agar Lisa benar-benar menjadi miliknya.
Kalau ada yang mengatakan saat ini Abdy tengah tergila-gila
karna terlalu mencintai Lisa biarlah! mereka mengatakan apa yang ingin meraeka
katakan, karna perasaan Abdy untuk Lisa bukan mereka yang merasakan melainkan
Abdy sendiri yang merasakan rasa sakit dan rasa bahagia karna terlalu mencintai
Lisa.
Berpikir dan berpikir mencari solusi, agar hubungannya
dengan Lisa bisa bersatu, dan membuktikan semua kata-kata yang telah ia ucapkan
di hadapan orang tua Lisa karna Abdy tidak ingin dirinya di cap sebagai pemuda
yang tidak menepati semua kata-kata yang pernah ia ucapkan.
Cinta yang berlebihan terkadang membuat seseorang merasa
__ADS_1
tidak waras, bahkan bisa melakukan hal yang salah sekalipun ia tidak menyadari
baik dan benar yang telah ia lakukan