Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.179


__ADS_3

Clarisa selaku ibu Lisa tersenyum hangat mendengar ucapan


Abdy yang telihat sangat bersungguh-sungguh  dengan apa yang baru saja yang ia katakan dan Clarisa juga bisa melihat


kesungguhan Abdy kepada putrinya.


“Iya, nak, pasti aku akan menjaga kelarisa dengan baik dan


tidak akan membuat merasa sendiri.”


Setelah mendengar ucapan Clarisa ibu dari orang yang sangat


di cintainya, Abdy kembali berjalan ke arah polisa dan tidak lupa ia juga


tersenyum melihat ke arah Rendi selaku ayah Lisa orang yang telah melaporkannya


kepada polisi.


Sementara Rendi yang melihat senyuman Abdy tersenyum sinis


sambil berkata kepada polisi.


“Jangan lepaskan pemuda kurang ajar itu!” teriak Rendi melihat


ke arah Abdy yang kini tengah berjalan mengikuti arah langkah kaki polisi.


Abdy di bawa ke kantor polisi, dengan tuduhan menggangu anak


gadis Rendi yang yang ingin menikah minggu depan. Itulah tuduhan yang mengenai


Abdy saat ini.


Setelah sampai di kantor polisi, Abdy mulai di introgasi,


semua data-data dirinya sudah mulai di catatat dan dan betapa terkejutnya para


polisi ketika ia menyebut nama belakangnya, karna nama belakang itu sangat


berpegaruh di kota yang di tempatinya saat ini.


“Apa benar anda salah satu putra dari keluarga Atmaja?”


tanya polisi melihat ke arah Abdy.


“Benar Pak. Nama saja Abdy Atmaja. Dan jika bapak tidak


keberatan saya ingin menghubungi kakak saya dulu untuk segera datang untuk


menjamin kebebasanku.”


“Silahkan.”


Setelah di persilahkan Abdy mulai menelpon Aby, setelah


sambungan telpon tersambung dengan segera Abdy memberitahukan kalau saat ini ia


berada di kantor polisi.


Aby yang mendapat telpon dari adiknya di waktu masih pagi


seperti ini dengan segera mengankat panggilan adiknya, karna ia merasa khawatir


terjadi sesuatu yang buruk dengan adiknya, mengingat Abdy memiliki sedikit


masalah yang serius dengan kekasihnya. Aby pun mengankat panggilan adiknya,


namun sebelum ia mengatakan sesuatu Abdy terlebih dahulu berbicara.


“Bos, aku ada di kantor polisi.”


“Apa!” terkejut “Di kantor polisi! Kenapa kamu bisa sampai


berada di kantor polisi?” tanya Aby dengan wajah panik melihat ke arah Becca


istrinya.


Becca yang melihat wajah panik suaminya merasa sedikit


bingun, lalu berkata.


“Ada apa By? Apa ada sesuatu yang terjedi dengan Abdy.”


Becca berjalan mendekat ke arah Aby ketika mengatakan itu, karna ia juga


menrasa panik melihat kepanikan di wajah Aby.


“Abdy di kantor polisi.”


“Apa!” Becca ikut terkejut mendengar kabar jika Abdy berada


di kantor polisi “Kenapa? Apa yang membuatnya berada di kantor polisi?” Becca


mengeluarkan banyak pertanyaan kepada suaminya.


Aby yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari istrinya


hanya mengeleng-gelengkan kepalanya karna ia tidak tau permasalahan yang


sebenarnya.


Abdy yang mendengar keributan dari balik terlpon, lansung


berkata kepada Aby.


“Aku tunggu ya Bos, nanti aku akan menjelaskan semuanya,


kenapa aku sampai ada di kantor polisi ini.” Abdy melihat sekeliling ruangan


ketika mengatakan semua itu kepada kakaknya Aby.


Setelah sambungan telponnya terputus dari adiknya, Aby


sengera bersiap dan tidak lupa ia menghubungi pengacara keluarganya untuk


membuatkan surat jaminan untuk Abdy di bebaskan.


“Aku ikut By.” Teriak Becca ketika melihat Aby mulai


melangkah ingin keluar dari dalam kamarnya.


“Apa kamu yakin?” memastikan “Ingin ikut ke kantor polisi?”


Aby memastikan dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh istrinya.


“Iya, aku yakin.” Becca berjalan mendekat, dan setelah


berada di sampin Aby, Becca melingkarkan tangannya di bahu suaminya dan


melangkah bersama keluar dari dalam kamar mereka.


Tiga puluh menit berlalu, Aby memarkirkan mobilnya di depan


kantor polisi, pengacara yang telah Aby hubungi sebelumnya kini tengah


menunggunya di depan pintu kantor polisi karna ia baru saja sampai.


“Selamat pagi, Tuan dan Nyonya.” Sapa hangat pengacara


mereka yang bernama Haris.


“Hem.” Aby hanya menjawab sapaan Haris hanya dengan deheman


saja.


“Pagi.” Sapa hangat Becca kepada Haris.


Itulah Becca di saat suaminya memperlihatkan sikap datarnya,


ia justru memperlihatkan sikap hangatnya karna ia tidak ingin orang lain


beranggapan kalau mereka orang kaya yang sombong, Becca tidak menginginkan

__ADS_1


orang-orang berangapan seperti itu terhadapa keluarganya, karna ia ingin


seperti Ibu Mertunya yang tidak lain adalah Nabila Atmaja yang sangat baik,


penyayang dan selalu bersikap hangat kepada siapa saja.


Aby kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kantor


polisi, berdampingan dengan istrinya diikuti oleh Haris di belakangnya.


Setelah sampai di dalam kantor polisi, Abdy melihat


sekeliling ruangan dan mendapati adiknya Abdy telah berada di balik jeruji


Besi.


“Abdy.” Becca berteriak ketika melihat adik iparnya berada


di balik jeruji besi dengan wajah yang memar, akibat mendapat tambahan pukulan


tadi pagi dari Ayah Lisa.


Aby yang melihat itu merasa sangat kesal, tampa di persilahkan


duduk oleh petugas polisi Aby duduk dengan sikap dinginnya di hadapan polisi


yang telah membawa adiknya ke kantor polisi tersebut.


Mungkin karna merasa bersalah, atau merasa takut, dan


entahlah apa yang telah di rasakan petugas polisi tersebut hingga ia berkata.


“Maaf Tuan, saya hanya menjalankan perintah, dan bukan


maksud saya ingin memenjarakan adik anda.” Itulah kata konyol yang di keluarkan


oleh polisi yang ada di hadapan Aby.


Sementara Haris yang mengerti dengan tingkah dingin Bosnya,


mengeluarkan surat jaminan kebebasan Abdy dari dalam tasnya.


“Ini surat jaminan kebabasan Abdy Atmaja.” Haris memberikan


selembar kertas putih yang berisi jaminan kebebasan Abdy.


Dan setelah semua prosedur, dilakukan Abdy pun bebas tampa


adanya kata kebebasan bersyarat, karna yang sebenarnya memang Abdy tidak


bersalah, cuman satu kesalahan yang tidak bisa tahan karna ia ingin menemui


Lisa orang yang sangat di cintainya.


“Hae, cinta memang gila.


Setelah mendengar penjelasan dari adiknya, kenapa? Dan


mengapa Abdy sampai di jerumuskan masuk ke dalam penjara oleh ayah Lisa.


sementara Aby yang mendengar semua itu merasa sangat kesal dengan tindakan yang


di ambil Ayah Lisa yang memenjarakan adiknya, tampa memahami kondisi keduanya,


menanyakan atau sebagainya dan melihat  wajah


Abdy yang bertambah lebam dan memar akibat pukulan yang di dapatnya tadi pagi.


 Kini Abdy tengah


melajukan mobil kakanya untuk pulang kerumah mereka, namun sebelum mereka


sampai di kediaman mereka Becca merengek kepada Aby untuk berhenti untuk mengisi


perut mereka karna mulai dari pagi mereka belum ada yang mengisi perut mereka.


“By, aku lapar.” Becca mengusap perutnya ketika mengatakan


itu.


terjadi dengan adiknya berbalik melihat ke arah istrinya yang duduk di


sampinnya, dengan senyuman Aby menatap wajah istrinya lalu berkata.


“Kamu mau makan di mana sayang?” menarik hidung “Karna aku


juga sangat lapar. Dan mungkin Abdy juga sangat lapar, benar kan Dy?”


Aby melihat ke arah Abdy yang kini tengah menyetir mobil


dengan serius.


“Tentu bos, aku juga sangat kelaparan, mulai dari kemarin


aku belum makan.” Abdy mengatakan yang sebenarnya.


Becca yang mendengar ucapan Abdy berkata “Ngak makan selama


seminggu kamu juga tidak akan merasa kelaparan.” Becca terkekeh pelan ketika


mengatakan itu dan itu membuat Abdy ikut tertawa.


“Ah, kakak ipar ada-ada saja. Tapi benar yang kakak ipar


katakan, seminggu tahan, tidak makan asal selalu bersama, dan kata lain makan


itu cinta.” Abdy kembali mengeluarkan kata-kat jailnya dan itu membaut Aby ikut


tertawa, tertawa mendengar lawakan adiknya.


“kamu itu ada saja Dy.” Aby ikut tertawa setelah mengatakan


itu.


Setelah melajukan mobilnya cukup lama, kini Abdy memarkirkan


mobilnya di depan sebuah Resto siap saji yang ada di kota tempat tinggalanya,


Abdy mematika mesin mobilnya lalu turun di ikuti oleh kakak dan juga kakak


iparnya pastinya.


Mereka bertiga melangkah masuk bersama ke dalam resto dan


mulai memesan makanan yang ingin mereka nikmati, setelah selesai menikmati


makan siangnya, Aby berkata pada adiknya.


“Dy, sebentar kamu ikut aku ke kantor, karna aku ingin


menemui seseorang setelah jam istirahat nanti.”


“Baik bos.” Setelah mengatakan itu Abdy kembali melanjutkan


memakan makanannya.


Dan tampa Abdy ketahui yang ingin di temui Aby di kantornya


tidak lain adalah Rendi  Ayah Lisa, Aby


sengaja menyuruh asistennya untuk mengatur jadwal untuk bertemu dengan Rendi


karna Aby ingin membuat kesepakatan kerja sama dengan Rendi.


Tawaran kesepakatan kerja yang tidak akan pernah bisa Rendi


sangka-sangka. Karna Aby telah menyiapkan semuanya sekaligus membalas perbuatan


Rendi yang telah di lakukan oleh adiknya.


Setelah sampai di rumahnya, Aby dan Becca berjalan menuju ke

__ADS_1


kamarnya, sementara Abdy berjalan menuju kamar yang selalu ia tempati. Setelah


masuk ke dalam kamarnya hal pertama yang Abdy lakukan adalah melakukan


panggilan vidio call dengan Lisa.


 Sementara Lisa tidak


berhenti menangis di pangkuan ibunya, karna ia merasa sangat bersalah dengan


apa yang terjadi dengan Abdy saat ini, dan memikirkan apa yang akan di katakan


kedua orang tuanya setelah mengetahui kalau Ayahnya telah memenjarakan putranya.


Begitu banyak yang Lisa pikirkan saar ini, dan itu semua


membuatnya tidak berhenti menangis, dan menangis itulah yang terus Lisa lakukan


saat ini, karna ia tidak tau apa yang harus ia lakukan.


Trinzzzz.


Nada dering hape Lisa berbuji di atas meja di sampin tempat


tidurnya, Clarisa yang mendengar itu meraih hape putrinya dan melihat nama


pemanggil.


“Lisa, ini panggilan vidio call dari Abdy.” Clarisa


menyerahkan hape kepada Lisa.


Sementara Lisa yang mendengar ucapan Ibunya, yang mengatakan


kalau yang telah menghubungi hapenya saat ini adalah Abdy, dengan segera bangun


dari dalam pangkuan ibunya lalu mengambil dan melihat layar hapenya dan memang


benar Abdy telah melakukan panggilan Vidio call dengannya.


“Abdy.” Lisa tersenyum ketika mengatakan itu.


Clarisa yang melihat putrinya mulai menggeser tombol hijau


pada layar hapenya, mengerti, hingga akhnirnya ia memilih untuk keluar dari


dalam kamar putrinya.


“Abdy kamu di mana?” kata pertama yang Lisa ucapkan ketika


melihat wajah Abdy di layar hapenya. Karan jujur Lisa sangat khwatir dengan


keadaan Abdy yang di bawa oleh petugas kepolisian. Dan bahkan Lisa sangat


khwatir dengan apa yang akan di katakan Aby dan kedua orang tuanya ketika


mengetahui kalau Abdy di penjara karna orang tuanya.


“Aku ada di rumah Lis.” Ucap Abdy tersenyum melihat ke arah


wajah Lisa yang kini terlihat sembab, mata bengkak karna terlalu banyak


menangis.


“Maafkan aku ya Dy, karna aku kamu harus mengalami semua


ini, dan karna aku juga kamu harus merasakan masuk ke dalam penjara.” Lisa


terlihat sangat sedih ketika mengatakan itu, karna ia tidak pernah menyangka


masalah cintanya akan seperti itu.


Tidaklah seperti pada pasangan jatuh cinta pada umumnya yang


mendapatkan restu dari orang tua mereka sengan baik dan berakhir di atas altar


mengikat tali suci pernikahan mereka, namun semua itu tidak berlaku untuk Lisa


dan Abdy. Cobaan cinta yang mereka berdua jalani sungguh membuat keduanya merasakan


sakit yang teramat sangat.


“Hus, sudah ya Lis, kamu tidak perluh menangis lagi.” Abdy


mencoba menenangakan Lisa karna ia tidak tahan melihat orang yang di cintainya


tidak berhenti meneteskan air mata.


“Aku mencintaimu Lis, sangat mencintaimu.”


“Aku juga mencintaimu Dy.” Lisa memperlihatkan sedikit


senyuman manisnya dan itu membuat Abdy berkata.


“Nah gitu donk, jangan nangis serus. Mulai hari ini kamu


jangan menangis lag ya Lisa, dan aku juga minta sama kamu agar kamu merawat


diri biar cantik, karna sebentar lagi kita akan menikah.” Abdy terlihat sangat


yakin dengan apa yang di ucapkannya dan itu membuat Lisa kembali menateskan air


matanya.


Lisa pun berkata. “Aku selalu berharap Dy, agar kamu yang


menikahiku bukanlah orang lain, dan semoga yang kamu katakan itu terwujudkan.”


“Pasti akan terwujud, kamu lihat saja Lisa, aku pasti yang


akan menikahimu bukan orang lain. Sudah donk jangan menangis dan aku sarankan


muali hari ini kamu merawat diri, dan jangan terus menangis karna aku tidak


ingin mata calon istriku bengkak di hari pernikahanku, apa kata orang nanti?


Jika istriku duduk di sampinku dalam keadaan mata bengkak yang ada mereka


berkata, mungkin gadis itu di paksa menikah. Hehehe”


Abdy terkekeh ketika selesai mengatakan itu, Abdy sengaja


mengatakan semua itu agar Lisa berhenti menangis dan tidak terlalu memikirkan


masalah ini, meskipun Abdy sendiri kurang yakin dengan apa yang baru saja ia


katakan kepada Lisa, namun untuk menenangkan hati Lisa Abdy sengaja mengatakan


semua itu. Namun itu Abdy juga tidak pernah berhenti untuk berjuang dan


berusaha agar Lisa benar-benar menjadi miliknya.


Kalau ada yang mengatakan saat ini Abdy tengah tergila-gila


karna terlalu mencintai Lisa biarlah! mereka mengatakan apa yang ingin meraeka


katakan, karna perasaan Abdy untuk Lisa bukan mereka yang merasakan melainkan


Abdy sendiri yang merasakan rasa sakit dan rasa bahagia karna terlalu mencintai


Lisa.


Berpikir dan berpikir mencari solusi, agar hubungannya


dengan Lisa bisa bersatu, dan membuktikan semua kata-kata yang telah ia ucapkan


di hadapan orang tua Lisa karna Abdy tidak ingin dirinya di cap sebagai pemuda


yang tidak menepati semua kata-kata yang pernah ia ucapkan.


Cinta yang berlebihan terkadang membuat seseorang merasa

__ADS_1


tidak waras, bahkan bisa melakukan hal yang salah sekalipun ia tidak menyadari


baik dan benar yang telah ia lakukan


__ADS_2