
Mendengar itu Aby hanya tersenyum masam. Setelah itu Aby mempersilahkan Mamanya dan juga adiknya masuk ke dalam Apartemensnya.
Setelah sampai di dalam Apartemen putranya, Nabila berkata.
"By, Becca nama?" tanya Nabila pelan.
Dengan segera Aby berkata. "Becca ada di dalam kamar Ma."
Setelah mendengar ucapan putranya. Nabila berjalan masuk ke dalam kamar Aby dan mendapati Becca tengah menutup wajahnya dengan selimut.
Sementara Aby membantu Abdy menyiapkan makanan yang ingin Becca makan.
Aby pun bertanya pada Aby. "Mama bawa apa saja Dy? aku merasa baunya itu kaya acar dan ini ada mangga muda." Aby mengeluarkan semua makanan yang ada di dalam paper beg dan mendapatkan mangga muda.
Abdy tersenyum lalu menjawab pertanyaan Aby. "Apa bos belum tau? kenapa kakak ipar pengen makan sesuatu yang asem? Mama tadi berkata kemungkinan besar kakak ipar?..." ucapan Abdy terhenti ketika melihat Mamanya dan juga kakak iparnya tengah berjalan ke arah mereka.
Aby melihat ke arah Becca. Setelah Becca sampai di meja makan dengan segera Aby menarik kursi untuk Becca duduk.
Becca pun duduk, lalu mencari sesuatu yang tengah menarik indra penciumanya. Becca melihat semua makanan yang ada di atas meja makan.
Dan Ia meminta acar yang ada di tangan Abdy. "Dy, aku minta itu." Becca menunjuk ke arah tangan Abdy.
__ADS_1
Melihat itu dengan segera Nabila mengambil acar itu, lalu meletakkan di depan Becca.
Becca tersenyum ke arah Nabila, lalu berkata. "Terimakasih ya, Ma." Setelah mengatakan itu Becca mencium wangi acar itu. "Heum, wanginya sangat segar, aku suka baunya." Setelah mengatakan itu Becca mulai memakannya.
Aby mengerutkan keningnya melihat Becca makan acar, Aby merasa makanan itu terlalu asam, setaunya karna Ia tak begitu menyukai makanan itu.
Melihat itu Abdy berbisik di telinga Aby. "Benarkan bos, apa yang Mama fikirkan kalau saat ini?..." ucapan Abdy kembali terhenti ketika Nabila menyuruhnya mengambil segelas air minum.
"Dy, ambilkan air minum, untuk kakak ipar kamu. jangan air es, cukup air mineral biasa saja" perintah Nabila.
Dengan segera Abdy menjawab. "Baik, Ma." setelah mengatakan itu Abdy berjalan masuk ke dalam dapur lalu mengambil air mineral dari dalam galon. Lalu kembali lagi membawa segelas air, lalu meletakkan di depan Becca.
Nabila pun melihat ke arah Aby lalu berkata. "By, setelah ini kita bawa Becca ke rumah sakit." Setelah mengatakan itu Nabila kembali melihat ke arah Becca yang tengah melihatnya ke arahnya.
Becca pun berkata. "Ma, untuk apa kita ke rumah sakit? aku bisa memeriksa kesehatanku. Apa Mama lupa kalau aku juga calon dokter." Setelah mengatakan itu Becca kembali memakan acarnya.
Nabila tersenyum lalu berkata. "Mama tau sayang, Mama hanya pengen memastikam, kalau kamu baik -baik saja, hanya itu." Nabila sengaja mengatakan itu.
Nabila hanya ingin tau, apa yang Ia fikirkan saat ini benar adanya. Melihat semua yang dilakukan Becca, semua itu masuk dalam ciri -ciri awal kehamilan.
Nabila pun kembali berkata. "Kamu mau ya, kerumah sakit, untuk memerikasakan kesehatanmu. Mama sendiri yang akan menemanimu. Kamu mau ya sayang." Nabila mengatakan dengan mengelus pelan rambut Becca.
__ADS_1
Becca pun tersenyum lalu mengambil tangan Nabila, lalu menggengan dengan erat. Becca merasa elusan tangan mertuanya sangatlah mirip dengan elusan tangan Mamanya yang telah tiada.
Becca pun berkata. "Baik, Ma, aku akan menjadi putri yang baik untuk Mama. Aku akan menuruti semua yang Mama katakan." Setelah mengatakan itu Becca mengecup lembut punggun tangan Nabila.
Melihat itu Aby mendekat lalu berkata. "Aku juga boleh ikutkan Ma?" Aby memegan pundak Becca ketika mengatakan itu.
Nabila pun tersenyum lalu berkata. "Tentu saja Nak. Kita semua akan kerumah sakit."
Abdy yang melihat itu dengan segera Ia berjalan ke arah depan dengan mengarahkan camera Hapenya pada ketiga orang yang kini tengah terharu biru menurutnya.
Abdy pun berkata. "Momen berharga. Anak, Ibu dan Menantu. Cis, tersenyum." setelah mengatakan itu Abdy mengambil gambar mereka semua dan tak lupa dirinya yang berpose gaya alay.
Ckrek, ckrek, ckrek. Suara camera hape Abdy.
Setelah selesai mengambil gambar, Abdy berkata. "Poto kita kurang sempurna" menatap layar Hapenya, lalu melihat semua gambar yang tengah Ia ambil. "Karna tak ada Ayah bersama kita." Abdy menyayangkan, momen indah ini Ayahnya Doni tak ada bersama mereka. Karna sang Ayah tengah sibuk di kantor.
*
*
*
__ADS_1