
Nabila masuk ke dalam ruangan dokter bersama Becca dan juga Aby. Sementara Abdy memilih menunggu di luar. Karna Ia tau kalau kakak iparnya akan di periksa di dalam.
Setelah sampai di dalam Nabila dudun di depan dokter kandungan bersama degan Becca. Sementara Aby berdiri di sampin istrinya. Berhubung di dalam ruangan dokter kursi untuk duduknya cuman dua. Jadi Aby memilih berdiri sambil memegan pundak istrinya.
Dr. mulai berkata. "Selamat datang Ny. Atmaja." tanya Dr. Lira sopan.
Dr.Lira tau kalau wanita yang tengah duduk di hadapannya ini adalah istri dari pemilik saham terbesar di dalam rumah sakit ini. Ia mengenal Nabila ketika pihak rumah sakit tengah mengadakan Jamuan makan malam. Dan Ia juga turut menghadirinya, maka dari situ Ia mulai mengenal Nabila.
Nabila pun tersenyum, lalu berkata. "Begini dok, saya ingin memeriksa keadaan menantu saya." ucap Nabila pelan.
Dr. Lira, pun berkata. "Baiklah, silahkan ikuti saya." Setelah mengatakan itu Dr.Lira berangjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju arah tempat pemeriksaannya.
Becca pun berdiri, lalu berjalan ke arah tempat yang tengah di sarankan dokter, Aby mengikuti Becca dari belakan. Namun sebelum Aby ikut masuk ke dalam.
__ADS_1
Becca berkata. "Sayang sebaiknya kamu tunggu di sana." menungjuk kursi. "Biar Mama yang menemani aku memeriksakan diri." melihat ke arah Nabila yang masih duduk di kursi. "Mama maukan?" tanya Becca lembut.
Aby mengagukkan kepalanya setuju, dengan apa yang di inginkan istrinya. Aby kembali berjalan menuju kursi. Aby tak pernah tau kalau istrinya tengah menjalani pemeriksaan apa, yang Ia tau kalau saat ini istrinya cuman tak enak badan, itu saja yang Ia tau selebihnya Ia hanya terdiam melihat itu semua. Sementara Nabila mengikuti menantunya masuk ke dalam tempat pemeriksaan.
Selesai menemani menantunya memeriksakan diri. Nabila keluar dengan wajah ceriah sumringa. Nabila terlihat begitu sangat senang dan bahagia. Sementara Becca tak berenti tersenyum melihat ke arah Aby.
Aby yang melihat kedua wanita yang ada di depannya ini, terus tersenyum bahkan Mamanya sekalipun memperlihatkan wajah bahagia yang tak pernah Ia lihat sebelumnya. Aby mengatupkan alisnya bingun melihat ke duanya.
Setelah sampai di depan dokter yang telah memeriksa Becca. Nabila menarik kursi untuk menantunya duduk. Aby yang melihat itu tambah bingun. Namun enggan untuk bertanya.
Becca pun duduk di kursi, lalu berkata. "Terimakasih ya Ma."
Aby tambah bingun. Hingga akhirnya Ia mulai bertanya. "Ma, Becca kenapa?" menatap Mamanya, lalu melihat ke arah dokter. "Dr. istri saya kenapa? apa ada yang serius?" menatap penuh kepastian kepada dokter.
__ADS_1
Nabila mengelus bahu putranya lalu menyuruhnya duduk di sampin Becca. Sementara dokter Lira hanya tersenyum mendengar pertanyaan suami dari pasiennya.
"Duduklah Nak, dokter akan menjelaskan apa yang tengah di derita istrimu."
Mendengar ucapan Mamanya Aby duduk lalu melihat ke arah Becca. Aby pun bertanya. "Apa kamu sakit? apa penyakitnya serius?" Aby meraih tangan Becca takut terjadi sesuatu yang tak Ia inginkan pada istrinya.
Becca tersenyum lalu berkata. "Iya, penyakitku sangat serius. Dan semua itu karna dirimu."
Aby terkejut ketika mendengar ucapan istrinya, Aby mengengan erat tangan Becca lalu berkata. "Apa yang ku lakukan padamu sehingga kamu sakit seperti itu?" Setelah mengatakan itu Aby melihat ke arah dokter Lira. Aby ingin meminta penjelasan dari apa yang tengah Becca katakan padanya.
"Dokter. tolong jelaskan semua, penyakit apa yang tengah di derita oleh istriku?" Aby menatap ke arah dokter Lira.
Dr.Lira tersenyum lalu berkata. "Baiklah, Tuan Atmaja, sebentar saya akan menjelaskan semuanya. Dan sekarang biarkan saya bertanya pada istri anda. Boleh?" melihat ke arah Aby.
__ADS_1
"Boleh, dokter, lakukan apa saja, asal istriku bisa sehat kembali."
Mendrngar ucapan putranya Nabila memegan bahu Aby dengan kedua tangannya. Tangan Aby memegan tangan Mamanya yang ada di bahunya, sementara tangan yang satunya menggengam tangan istrinya.