Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 167


__ADS_3

Becca yang melihat Lisa hanya terdiam, sambil memakan


makanannya berkata. “Dahi kamu kenapa Lis?” tanya Becca pelan sambil menunjuk


dahi Lisa yang kini ada pelasternya.


“Hem” melihat ke arah Becca “Oh, ini” memegan dahinya “Semalam


aku terjatuh dan tampah sengaja dahiku terbentur di meja.” Tersenyum.


“Apa lukanya dalam? Kenapa tidak menyuruh Abdy mengantarmu


ke dokter.” Aby melihat ke arah adiknya ketika selesai mengatakan itu.


“Ah, tidak usah kak, besok atau lusa pasti akan sembuh


dengan sendirinya goresannya cuman dikit.” Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan


itu sambil melihat ke arah Abdy yang kini tengah menatap ke arahnya.


“Beneran dahi kamu tidak kenapa-napa?” ucap datar Abdy.


“Beneran.” Lisa tersenyum melihat ke arah Abdy ketika


mengatakan itu.


Makan siang yang mereka lakukan berempat berakhir ketika Aby


meminta izin untuk menemui kliennya di Restorand hotel yang mereka tempati saat


ini, pertemuan terakhir Aby dengan para Kliennya setelah itu mereka akan


berjalan-jalan sekaligus membeli oleh-oleh untuk kedua orang tuanya karna besok


mereka akan pulan ke kota yang mereka tempati.


Waktu berjalan begitu sangat cepat, tidak tersasa saat ini


mereka tengah berjalan-jalan di pusat kota yang menyediakan begitu banyak pernak-pernik


untuk di jadikan oleh-oleh.


Becca mulai memborong pernak-pernik yang unik dan juga ingin


menjadikan kado untuk seseorang , namun di saat matanya melihat sebuah ayunan


bayi yang terbuat dari kayu di kelilingi dengan kelambu berwarna pink dan juga


mainan tergantung di dalamnya, tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja karna


merasa sangat sedih. Namun kesedihannya tidak ia perlihatkan karna ia tidak


ingin melihat Aby ikut sedih karna melihatnya.


Sementara Lisa berjalan sendiri menelusuri tempat penjual


pernak-pernik tersebut, dan sesekali melihat ke arah Abdy yang kini tengah


membeli sesuatu yang Lisa tidak tau.


“Ah, sudahlah menikmatinya sendiri cukup menyenangkan.” Menhibur


diri sendiri.


Abdy yang melihat ke arah Lisa, berjalan sendiri tampa


berbalik melihat ke arahnya, berkata “Andai saja Lis, kita sudah jadian pasti


saat ini kita tengah bahagia menikmati ini semua.” Tersenyum miris dengan rasa


yang di rasakannya saat ini.


Setelah acara berbelanjanya selesai, mereka berempat kembali


ke hotel, namun sebelum sampai di depan pintuvkamarnya Abdy menghentikan


langkahnya dan berbalik keluar dari dalam hotel.


Lisa yang melihat Abdy berjalan keluar izin kepada Becca


dengan alasan ada sesuatu yang ingin di belinya. Namun ternyata Lisa mengikuti


Abdy kemana ia akan pergi.


Sementara Becca dan Aby masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat


karna besok mereka akan segera kembali ke kote tempat tinggal mereka.


Dengan langkah pelan Lisa mengikuti Abdy, hingga sampai di


depan sebuah club malam yang tidak jauh dari dari hotel yang mereka tempati


menginap.


Abdy masuk ke dalam Club tersebut, sementara Lisa berdiri di


luar melihat Abdy masuk.


“Oh, jadi semalam Abdy kesini? Dan pulang dalam keadaan


mabuk. Abdy, Abdy apa yang kamu lakukan? Baiklah kita akan lihat apa yang akan


kamu lakukan ketika kamu melihatku berada di dalam club itu juga.”


Keisengan mulai muncul dalam benak Lisa, karna ia juga ingin


tau apa penyebab Abdy sampai berubah seperti itu kepadanya. Penyebab dari sikap


Abdy yang berubah begitu saja.


“Tapi aku tidak mungkin masuk dengan pakaian seperti ini”


bingun melihat penampilannya saat ini yang mengenakan rok sampai lutut dan baju


lengan panjang “Akan lebih baik kalau aku pulang untuk mengantinya.” Lisa berjalan


kembali menuju hotel, namun di saat ia mulai berjalan menuju arah hotel tampa


sengaja ia melewati sebuah butiq dan melihat sebuah gaun yang begitu sangat


seksi, bahkan jika Lisa mengenakan gaun itu bentuk lekuk-lekuk tubuhnya akan


terlihat.


“sempurna.” Lisa berjalan masuk ke dalam butiq dan mulai


megambil pakaian itu dari patung manequen, lalu berjalan masuk ke dalam ruangan


ganti dan mulai mencobanya.


Lisa sangat terkejut ketika melihat gaun yang dikenakannya


terlihat sangat pas di tubuhnya, bahkan penampilan Lisa saat ini seperti bak


model, gaun berwarna hitam sampai pertengahan paha tampa lengan yang


memperlihatkan punggun mulus Lisa yang terekpos jelas.


“Astaga” terkejut “Apa ini aku?” memutar tubuhnya di depan


cermin yang ada di dalam ruangan ganti yang di tempatinya saat ini “Oh, astaga


apa yang telah aku lakukan?” bingun dengan diri sendiri karna ini pertama


kalinya ia mengenakan gaun seksi seperti itu “Tapi biarlah ini semua aku


lakukan demi kamu Abdy.” Tersenyum sendiri melihat ke arah cermin “Karna aku


ingin tau perasaan kamu yang sebenarnya untukku.”


Setelah mengatakan itu Lisa keluar dari dalamkamar ganti,


lalu berjalan ke arah tempat sepatu lalu memilih sepatu yang cocok dengan gaun


yang di kenakannya saat ini.

__ADS_1


Hingga akhirnya Lisa memilih sepatu high heels yang berwarna


hitam dengan belink-belink yang berkilauan dan itu membuat penampilannya sangat


sempurna, bahkan kasir mengakui kalau ia terlihat begitu sangat cantik.


“Ya,ampun anda terlihat begitu sangat cantik Nona, sungguh


anda terlihat lain daripada sebelumnya.” Ucap kasir mengagumi.


Lisa mulai membayar semua tangihnnya dan menyewa loker untuk


pakaian sebelumnya yang ada di dalam butiq tersebut. Lalu berjalan keluar


menuju arah Club malam tersebut.


Lisa melangkahkan kakinya masuk ke dalam Club, meskipun


merasa sangat takut, namun rasa takutnya hilang ketika mengingat Abdy ada di


dalam, sama dulu yang pernah ia lakukan ketika ia pertama kali naik pesawat,


rasa takutnya itu hilang di saat ia mengengam tangan Abdy dengan beritu sangat


erat.


Lisa berpikir kalau Abdy tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk


terjadi dengannya di dalam Club, karna ia tau Abdy tidak akan pernah membiarkan


hal buruk itu terjadi.


Dengan langkah pelan, senyuman manis yang ia pasang ketika


masuk ke dalam Club tersebut. Namun Lisa sangat terkejut ketika melihat suasana


di dalam hanya ada silauan lampu yang mengelilingi ruangan tersebut hingga ia


sulit untuk mengenali seseorang di dalam Club.


“Oh, astaga apa tempat seperti ini tidak ada lampu yang


menyala? Hanya ada lampu kecil yang berkelap kelip? Bagaimana aku bisa mengenali


keberadaan Abdy kalau dalam keadaan gelap seperti ini?”


Lisa ingin memundurkan langkahnya untuk keluar, namun


kembali berpikir. “Ah, aku sudah terlanjur masuk, biarkan aku menikmatinya


sedikit.”


Lisa kembali melanjutkan langkahnya, dan mulai mencari kursi


kosong yang akan ia tempati untuk menikamti yang namanya Club malam.


Abdy yang duduk di kursi pojok menggosok kedua matanya tidak


percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Abdy melihat Lisa dengan pakaian


yang sangat seksi, Lisa yang biasanya hanya mengenakan pakaian yang sedikit


besar dan tidak pernah memperlihatkan bentuk lekuk-lekuk tubuhnya kini tengah


memperlihatkannya dan bahkan saat ini punggun dan belakang terlihat jelas tampa


ada yang benang menghalangi sedikit pun.


“Apa itu Lisa? Ah tidakmungkin itu dia.” Melawan ucapannya


sendiri “Tapi itu sangat mirip dengannya” penasaran hingga ia meninggalkan


tempat duduknya dan duduk di belakang Lisa. Dan Lisa tidak pernah tau kalau


saat ini Abdy tengah duduk di belakang karna gelap.


Bebarapa pemuda mulai menghampiri Lisa karna ia hanya duduk


sendirian di mejanya.


pemuda itu lansung duduk di sisi kiri dan kanan Lisa.


“Maaf, aku hanya ingin sendiri.” Lisa mencoba menolak secara


lembut keinginan kedua pemuda yang kini duduk di sisi kiri dan kananya.


“Kamu sangat cantik.” Ucap salah satu, pemuda yang duduk di


sampin Lisa dan bahkan pemuda itu mulai menyentuh dagu Lisa.


Plakkk.


“Hei! jangan kurang ajar ya!” Lisa menampar pemuda yang


telah menyentuh dagunya dan itu membuat pemuda itu merasa sangat kesal hingga


akhirnya kedua pemuda itu meninggalkan tempat duduk yang di tempati Lisa saat


ini.


“Huf” mengelus dada “Akhirnya mereka pergi.”


Sementara Abdy mulai sangat kesal dan marah ketika melihat


kedua pemuda itu menggoda bahkan bersikap kurang ajar kepada Lisa.


 Ketika Abdy ingin


berdiri untuk memukul kedua pemuda itu, Lisa tiba-tiba memukul wajah salah satu


di antara mereka hingga ia mengurungkan niatnya untuk memukul kedua pemuda itu.


Lisa memanggil satu bartender dan mulai memesan minum, Lisa


memesan jus dan itu membuat Bartender tersebut tertawa.


Hahahaha.


“Anda baru pertama kali masuk ke tempat seperti ini Nona?”


tanya bartender tersebut.


“Memangnya kenapa!?” berkata tegas “Apa itu menjadi masalah


bagimu? Tidakkan. Heee. Sudah sana bawakan aku Jus, ingat hanya Jus.” Melotot sambil


memperingati.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa kepada Bartender tersenyum


sambil berkata, “Lisa, Lisa. Aku tidak tau apa yang membawamu masuk ke tempat


ini?” berkata pelan.


Setelah beberapa menit Jus yang Lisa pesan kini telah di


antarkan oleh Bartender yang sama yang menertawainya tadi.


‘Nah gitu donk. Terimakasih ya.” Tersenyum tipis melihat ke


arah Bartender tersebut.


Lisa mulai meminum jusnya dan tampa ia sadari jus yang ia


minum tengah di campur obat yang bisa membuat orang melakukan sesuatu yang


tidak di inginkannya.


Kedua pemuda itu yang mencampurkan obat dalam dosis tinggi


ke dalam jus yang Lisa minum, karna mereka berdua berpikir setelah obat itu


mulai berpengaruh mereka berdua akan membawa Lisa ke hotel dan mulai berpesta


itulah yang ada di kepala kedua pemuda yang kini tidak berhenti melihat ke arah

__ADS_1


Lisa.


Setelah beberapa menit, setelah menghabiskan jusnya kepala


Lisa mendadak pusing, penglihatannya mulai berputar semua yang di lihatnya ada


banyak.


“Aku kenapa? Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing seperti ini,


aku kan hanya meminum jus bukan meminum menuman yang bisa memabukkan seperti


yang kemarin Abdy minum.”


Lisa mulai menidurkan kepalanya di meja yang di tempatinya


saat ini, karna ia merasa kepalanya begitu sangat berat. Abdy yang melihat itu


merasa sangat terkejut.


“Apa yang terjadi dengannya? Kenapa tiba-tiba seperti itu?”


Abdy mulai berdiri dari duduknya, karna ingin menghampiri


Lisa yang kini mulai meracau sendiri. Namun tiba-tiba kedua pemuda yang sempat


Lisa tampar beserta dengan temannya berjalan mendekat ke arah sambil berkata.


“Bagaimana sekarang! Apa kamu masih ingin bersikap sombong


kepada kami, heheh. Ayo kita bawa wanita ini ke hotel di sana kita akan berpesta


bersamanya.”


Pemuda itu mulai ingin menyentuh bahu Lisa, namun tangannya


terhalang oleh tangan Abdy yang kini tengah berdiri di sampinnya.


“Hei, apa yang kamu lakukan? Wanita ini milikku!” menujuk ke


arah Lisa.


Abdy yang mendengar ucapan pemuda yang ada di hadapannya


yang mengaku kalau Lisa adalah miliknya merasa sangat kesal dan marah,rahangnya


tiba-tiba mengeras dan matanya terlihat memancarkan kemarahan yang sangat besar,


meskipun berada di tempat yang sedikt gelap, namun sorot mata yang Abdy


pancarkan membuat kedua pemuda itu merasa takut.


“Jangan berani menyentuhnya!”


“Hei, memangnya kenapa kalau aku menyentuhnya? Kamu itu


siapanya?” ucap pemuda yang satunya.


“Karna wanita ini adalah milikku, istriku!” Abdy


mengeluarkan nada datarnya dan membuat kedua pemuda itu merasa takut, takut


berhadapan dengan suami wanita yang telah ia buat seperti itu.


Dengan perasaan takut, kedua pemuda itu berlari menjauh dari


Abdy. Dan setelah kedua pemuda itu pergi, Abdy membantu Lisa untuk berdiri,


namun Lisa tidak bisa berdiri dengan benar.


Abdy yang melihat Lisa tidak bisa berjalan dengan benar,


lansung menggendong tubuh Lisa keluar dari Club dan berjalan menuju hotel yang


di tempatinya menginap.


Di dalam gendongan Abdy, Lisa tidak berhenti bertingkah aneh


mungkin karna efek pengaruh obat, hingga membuat Lisa bertingkah seperti itu.


bahkan saat ini Lisa melingkarkan tanganya di leher Abdy dan memaksa Abdy untuk


membungkukkan wajahnya agar ia dengan yamannya bisa mencium bibir Abdy.


Setelah pautan bibirnya terlepas dari bibir Abdy, Lisa


membuka kancin kemeja yang Abdy kenakan dan mulai mengelusnya, menciuminya dan


bahkan membuat tanda merah di sana.


Abdy yang melihat tingkah aneh Lisa,mengelengkan-gelenkan


kepalanya karna ia tau saat ini Lisa dalam pengaruh obat. Namun jujur saat ini


Abdy begitu sangat tergoda dengan apa yang tengah Lisa lakukan padanya, karna


sebagai pemuda normal wajar jika itu terjadi dalamdirinya.


“Ah, Lisa apa yang kamu lakukan?” menatap ke arah Lisa yang


kini masih berada dalam gendongannya dan sibuk menciumi dada bidang Abdy “Kamu


telah membangunkannya Lis.”


Abdy mempercepat langkahnya agar segera ia sampai di


kamarnya. Dan setelah sampai di depan kamarnya dengan segera ia membuka pintu


lalu masuk, dan langsung membawa Lisa masuk ke dalam kamar mandi dan merebahkan


tubuh Lisa di dalam bak mandi lalu mengisi air hingga penuh dan membiarkan Lisa


berada dalam bak mandi tersebut dan sesekali Abdy menyirami air kepala Lisa


dengan air yang mengalir dari dalam showe.


Sementara Lisa tidak berhenti menarik kerah baju Abdy, dan


itu membuat Abdy mendekatkan wajahnya di pinggir bak mandi dan itu memudahkan


Lisa untuk melakukan apa yang ia mau.


Sementara Abdy masih berusaha menjaga jarak,agar ia tidak


tergoda untuk melakukan sesuatu yang tidak di inginkan oleh Lisa. Karna semua yang


Lisa lakukan saat ini dalam ketidak sadarannya, dan Abdy tidak ingin mengambil


kesempatan itu, karna ia hanya akan melakukannya jika Lisa yang benar-benar


menginginkan hal itu.


Namun jujur dari lubuk hati Abdy yampaling dalam ia ingin


sekali melakukan hal indah itu bersama dengan Lisa orang yampaling di


cintainya.


*


*


*


Halo, para Readers kesayanga autor.


Maaf ya, Autor numpan promosi sambil menunggu Up Cinta Aby, jangan lupa mampir di novel Autor yang lainnya yang berjudul


@ Aku Mencintaimu


@ Selembar surat kontrak untukku


@ Ikatan Hati uda end


Dan masih banyak novel autor yang lainnya yang sudah end. jangan lupa mampir ya😊😊😊

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2