
Becca yang melihat Lisa hanya terdiam, sambil memakan
makanannya berkata. “Dahi kamu kenapa Lis?” tanya Becca pelan sambil menunjuk
dahi Lisa yang kini ada pelasternya.
“Hem” melihat ke arah Becca “Oh, ini” memegan dahinya “Semalam
aku terjatuh dan tampah sengaja dahiku terbentur di meja.” Tersenyum.
“Apa lukanya dalam? Kenapa tidak menyuruh Abdy mengantarmu
ke dokter.” Aby melihat ke arah adiknya ketika selesai mengatakan itu.
“Ah, tidak usah kak, besok atau lusa pasti akan sembuh
dengan sendirinya goresannya cuman dikit.” Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan
itu sambil melihat ke arah Abdy yang kini tengah menatap ke arahnya.
“Beneran dahi kamu tidak kenapa-napa?” ucap datar Abdy.
“Beneran.” Lisa tersenyum melihat ke arah Abdy ketika
mengatakan itu.
Makan siang yang mereka lakukan berempat berakhir ketika Aby
meminta izin untuk menemui kliennya di Restorand hotel yang mereka tempati saat
ini, pertemuan terakhir Aby dengan para Kliennya setelah itu mereka akan
berjalan-jalan sekaligus membeli oleh-oleh untuk kedua orang tuanya karna besok
mereka akan pulan ke kota yang mereka tempati.
Waktu berjalan begitu sangat cepat, tidak tersasa saat ini
mereka tengah berjalan-jalan di pusat kota yang menyediakan begitu banyak pernak-pernik
untuk di jadikan oleh-oleh.
Becca mulai memborong pernak-pernik yang unik dan juga ingin
menjadikan kado untuk seseorang , namun di saat matanya melihat sebuah ayunan
bayi yang terbuat dari kayu di kelilingi dengan kelambu berwarna pink dan juga
mainan tergantung di dalamnya, tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja karna
merasa sangat sedih. Namun kesedihannya tidak ia perlihatkan karna ia tidak
ingin melihat Aby ikut sedih karna melihatnya.
Sementara Lisa berjalan sendiri menelusuri tempat penjual
pernak-pernik tersebut, dan sesekali melihat ke arah Abdy yang kini tengah
membeli sesuatu yang Lisa tidak tau.
“Ah, sudahlah menikmatinya sendiri cukup menyenangkan.” Menhibur
diri sendiri.
Abdy yang melihat ke arah Lisa, berjalan sendiri tampa
berbalik melihat ke arahnya, berkata “Andai saja Lis, kita sudah jadian pasti
saat ini kita tengah bahagia menikmati ini semua.” Tersenyum miris dengan rasa
yang di rasakannya saat ini.
Setelah acara berbelanjanya selesai, mereka berempat kembali
ke hotel, namun sebelum sampai di depan pintuvkamarnya Abdy menghentikan
langkahnya dan berbalik keluar dari dalam hotel.
Lisa yang melihat Abdy berjalan keluar izin kepada Becca
dengan alasan ada sesuatu yang ingin di belinya. Namun ternyata Lisa mengikuti
Abdy kemana ia akan pergi.
Sementara Becca dan Aby masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat
karna besok mereka akan segera kembali ke kote tempat tinggal mereka.
Dengan langkah pelan Lisa mengikuti Abdy, hingga sampai di
depan sebuah club malam yang tidak jauh dari dari hotel yang mereka tempati
menginap.
Abdy masuk ke dalam Club tersebut, sementara Lisa berdiri di
luar melihat Abdy masuk.
“Oh, jadi semalam Abdy kesini? Dan pulang dalam keadaan
mabuk. Abdy, Abdy apa yang kamu lakukan? Baiklah kita akan lihat apa yang akan
kamu lakukan ketika kamu melihatku berada di dalam club itu juga.”
Keisengan mulai muncul dalam benak Lisa, karna ia juga ingin
tau apa penyebab Abdy sampai berubah seperti itu kepadanya. Penyebab dari sikap
Abdy yang berubah begitu saja.
“Tapi aku tidak mungkin masuk dengan pakaian seperti ini”
bingun melihat penampilannya saat ini yang mengenakan rok sampai lutut dan baju
lengan panjang “Akan lebih baik kalau aku pulang untuk mengantinya.” Lisa berjalan
kembali menuju hotel, namun di saat ia mulai berjalan menuju arah hotel tampa
sengaja ia melewati sebuah butiq dan melihat sebuah gaun yang begitu sangat
seksi, bahkan jika Lisa mengenakan gaun itu bentuk lekuk-lekuk tubuhnya akan
terlihat.
“sempurna.” Lisa berjalan masuk ke dalam butiq dan mulai
megambil pakaian itu dari patung manequen, lalu berjalan masuk ke dalam ruangan
ganti dan mulai mencobanya.
Lisa sangat terkejut ketika melihat gaun yang dikenakannya
terlihat sangat pas di tubuhnya, bahkan penampilan Lisa saat ini seperti bak
model, gaun berwarna hitam sampai pertengahan paha tampa lengan yang
memperlihatkan punggun mulus Lisa yang terekpos jelas.
“Astaga” terkejut “Apa ini aku?” memutar tubuhnya di depan
cermin yang ada di dalam ruangan ganti yang di tempatinya saat ini “Oh, astaga
apa yang telah aku lakukan?” bingun dengan diri sendiri karna ini pertama
kalinya ia mengenakan gaun seksi seperti itu “Tapi biarlah ini semua aku
lakukan demi kamu Abdy.” Tersenyum sendiri melihat ke arah cermin “Karna aku
ingin tau perasaan kamu yang sebenarnya untukku.”
Setelah mengatakan itu Lisa keluar dari dalamkamar ganti,
lalu berjalan ke arah tempat sepatu lalu memilih sepatu yang cocok dengan gaun
yang di kenakannya saat ini.
__ADS_1
Hingga akhirnya Lisa memilih sepatu high heels yang berwarna
hitam dengan belink-belink yang berkilauan dan itu membuat penampilannya sangat
sempurna, bahkan kasir mengakui kalau ia terlihat begitu sangat cantik.
“Ya,ampun anda terlihat begitu sangat cantik Nona, sungguh
anda terlihat lain daripada sebelumnya.” Ucap kasir mengagumi.
Lisa mulai membayar semua tangihnnya dan menyewa loker untuk
pakaian sebelumnya yang ada di dalam butiq tersebut. Lalu berjalan keluar
menuju arah Club malam tersebut.
Lisa melangkahkan kakinya masuk ke dalam Club, meskipun
merasa sangat takut, namun rasa takutnya hilang ketika mengingat Abdy ada di
dalam, sama dulu yang pernah ia lakukan ketika ia pertama kali naik pesawat,
rasa takutnya itu hilang di saat ia mengengam tangan Abdy dengan beritu sangat
erat.
Lisa berpikir kalau Abdy tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk
terjadi dengannya di dalam Club, karna ia tau Abdy tidak akan pernah membiarkan
hal buruk itu terjadi.
Dengan langkah pelan, senyuman manis yang ia pasang ketika
masuk ke dalam Club tersebut. Namun Lisa sangat terkejut ketika melihat suasana
di dalam hanya ada silauan lampu yang mengelilingi ruangan tersebut hingga ia
sulit untuk mengenali seseorang di dalam Club.
“Oh, astaga apa tempat seperti ini tidak ada lampu yang
menyala? Hanya ada lampu kecil yang berkelap kelip? Bagaimana aku bisa mengenali
keberadaan Abdy kalau dalam keadaan gelap seperti ini?”
Lisa ingin memundurkan langkahnya untuk keluar, namun
kembali berpikir. “Ah, aku sudah terlanjur masuk, biarkan aku menikmatinya
sedikit.”
Lisa kembali melanjutkan langkahnya, dan mulai mencari kursi
kosong yang akan ia tempati untuk menikamti yang namanya Club malam.
Abdy yang duduk di kursi pojok menggosok kedua matanya tidak
percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Abdy melihat Lisa dengan pakaian
yang sangat seksi, Lisa yang biasanya hanya mengenakan pakaian yang sedikit
besar dan tidak pernah memperlihatkan bentuk lekuk-lekuk tubuhnya kini tengah
memperlihatkannya dan bahkan saat ini punggun dan belakang terlihat jelas tampa
ada yang benang menghalangi sedikit pun.
“Apa itu Lisa? Ah tidakmungkin itu dia.” Melawan ucapannya
sendiri “Tapi itu sangat mirip dengannya” penasaran hingga ia meninggalkan
tempat duduknya dan duduk di belakang Lisa. Dan Lisa tidak pernah tau kalau
saat ini Abdy tengah duduk di belakang karna gelap.
Bebarapa pemuda mulai menghampiri Lisa karna ia hanya duduk
sendirian di mejanya.
pemuda itu lansung duduk di sisi kiri dan kanan Lisa.
“Maaf, aku hanya ingin sendiri.” Lisa mencoba menolak secara
lembut keinginan kedua pemuda yang kini duduk di sisi kiri dan kananya.
“Kamu sangat cantik.” Ucap salah satu, pemuda yang duduk di
sampin Lisa dan bahkan pemuda itu mulai menyentuh dagu Lisa.
Plakkk.
“Hei! jangan kurang ajar ya!” Lisa menampar pemuda yang
telah menyentuh dagunya dan itu membuat pemuda itu merasa sangat kesal hingga
akhirnya kedua pemuda itu meninggalkan tempat duduk yang di tempati Lisa saat
ini.
“Huf” mengelus dada “Akhirnya mereka pergi.”
Sementara Abdy mulai sangat kesal dan marah ketika melihat
kedua pemuda itu menggoda bahkan bersikap kurang ajar kepada Lisa.
Ketika Abdy ingin
berdiri untuk memukul kedua pemuda itu, Lisa tiba-tiba memukul wajah salah satu
di antara mereka hingga ia mengurungkan niatnya untuk memukul kedua pemuda itu.
Lisa memanggil satu bartender dan mulai memesan minum, Lisa
memesan jus dan itu membuat Bartender tersebut tertawa.
Hahahaha.
“Anda baru pertama kali masuk ke tempat seperti ini Nona?”
tanya bartender tersebut.
“Memangnya kenapa!?” berkata tegas “Apa itu menjadi masalah
bagimu? Tidakkan. Heee. Sudah sana bawakan aku Jus, ingat hanya Jus.” Melotot sambil
memperingati.
Abdy yang mendengar ucapan Lisa kepada Bartender tersenyum
sambil berkata, “Lisa, Lisa. Aku tidak tau apa yang membawamu masuk ke tempat
ini?” berkata pelan.
Setelah beberapa menit Jus yang Lisa pesan kini telah di
antarkan oleh Bartender yang sama yang menertawainya tadi.
‘Nah gitu donk. Terimakasih ya.” Tersenyum tipis melihat ke
arah Bartender tersebut.
Lisa mulai meminum jusnya dan tampa ia sadari jus yang ia
minum tengah di campur obat yang bisa membuat orang melakukan sesuatu yang
tidak di inginkannya.
Kedua pemuda itu yang mencampurkan obat dalam dosis tinggi
ke dalam jus yang Lisa minum, karna mereka berdua berpikir setelah obat itu
mulai berpengaruh mereka berdua akan membawa Lisa ke hotel dan mulai berpesta
itulah yang ada di kepala kedua pemuda yang kini tidak berhenti melihat ke arah
__ADS_1
Lisa.
Setelah beberapa menit, setelah menghabiskan jusnya kepala
Lisa mendadak pusing, penglihatannya mulai berputar semua yang di lihatnya ada
banyak.
“Aku kenapa? Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing seperti ini,
aku kan hanya meminum jus bukan meminum menuman yang bisa memabukkan seperti
yang kemarin Abdy minum.”
Lisa mulai menidurkan kepalanya di meja yang di tempatinya
saat ini, karna ia merasa kepalanya begitu sangat berat. Abdy yang melihat itu
merasa sangat terkejut.
“Apa yang terjadi dengannya? Kenapa tiba-tiba seperti itu?”
Abdy mulai berdiri dari duduknya, karna ingin menghampiri
Lisa yang kini mulai meracau sendiri. Namun tiba-tiba kedua pemuda yang sempat
Lisa tampar beserta dengan temannya berjalan mendekat ke arah sambil berkata.
“Bagaimana sekarang! Apa kamu masih ingin bersikap sombong
kepada kami, heheh. Ayo kita bawa wanita ini ke hotel di sana kita akan berpesta
bersamanya.”
Pemuda itu mulai ingin menyentuh bahu Lisa, namun tangannya
terhalang oleh tangan Abdy yang kini tengah berdiri di sampinnya.
“Hei, apa yang kamu lakukan? Wanita ini milikku!” menujuk ke
arah Lisa.
Abdy yang mendengar ucapan pemuda yang ada di hadapannya
yang mengaku kalau Lisa adalah miliknya merasa sangat kesal dan marah,rahangnya
tiba-tiba mengeras dan matanya terlihat memancarkan kemarahan yang sangat besar,
meskipun berada di tempat yang sedikt gelap, namun sorot mata yang Abdy
pancarkan membuat kedua pemuda itu merasa takut.
“Jangan berani menyentuhnya!”
“Hei, memangnya kenapa kalau aku menyentuhnya? Kamu itu
siapanya?” ucap pemuda yang satunya.
“Karna wanita ini adalah milikku, istriku!” Abdy
mengeluarkan nada datarnya dan membuat kedua pemuda itu merasa takut, takut
berhadapan dengan suami wanita yang telah ia buat seperti itu.
Dengan perasaan takut, kedua pemuda itu berlari menjauh dari
Abdy. Dan setelah kedua pemuda itu pergi, Abdy membantu Lisa untuk berdiri,
namun Lisa tidak bisa berdiri dengan benar.
Abdy yang melihat Lisa tidak bisa berjalan dengan benar,
lansung menggendong tubuh Lisa keluar dari Club dan berjalan menuju hotel yang
di tempatinya menginap.
Di dalam gendongan Abdy, Lisa tidak berhenti bertingkah aneh
mungkin karna efek pengaruh obat, hingga membuat Lisa bertingkah seperti itu.
bahkan saat ini Lisa melingkarkan tanganya di leher Abdy dan memaksa Abdy untuk
membungkukkan wajahnya agar ia dengan yamannya bisa mencium bibir Abdy.
Setelah pautan bibirnya terlepas dari bibir Abdy, Lisa
membuka kancin kemeja yang Abdy kenakan dan mulai mengelusnya, menciuminya dan
bahkan membuat tanda merah di sana.
Abdy yang melihat tingkah aneh Lisa,mengelengkan-gelenkan
kepalanya karna ia tau saat ini Lisa dalam pengaruh obat. Namun jujur saat ini
Abdy begitu sangat tergoda dengan apa yang tengah Lisa lakukan padanya, karna
sebagai pemuda normal wajar jika itu terjadi dalamdirinya.
“Ah, Lisa apa yang kamu lakukan?” menatap ke arah Lisa yang
kini masih berada dalam gendongannya dan sibuk menciumi dada bidang Abdy “Kamu
telah membangunkannya Lis.”
Abdy mempercepat langkahnya agar segera ia sampai di
kamarnya. Dan setelah sampai di depan kamarnya dengan segera ia membuka pintu
lalu masuk, dan langsung membawa Lisa masuk ke dalam kamar mandi dan merebahkan
tubuh Lisa di dalam bak mandi lalu mengisi air hingga penuh dan membiarkan Lisa
berada dalam bak mandi tersebut dan sesekali Abdy menyirami air kepala Lisa
dengan air yang mengalir dari dalam showe.
Sementara Lisa tidak berhenti menarik kerah baju Abdy, dan
itu membuat Abdy mendekatkan wajahnya di pinggir bak mandi dan itu memudahkan
Lisa untuk melakukan apa yang ia mau.
Sementara Abdy masih berusaha menjaga jarak,agar ia tidak
tergoda untuk melakukan sesuatu yang tidak di inginkan oleh Lisa. Karna semua yang
Lisa lakukan saat ini dalam ketidak sadarannya, dan Abdy tidak ingin mengambil
kesempatan itu, karna ia hanya akan melakukannya jika Lisa yang benar-benar
menginginkan hal itu.
Namun jujur dari lubuk hati Abdy yampaling dalam ia ingin
sekali melakukan hal indah itu bersama dengan Lisa orang yampaling di
cintainya.
*
*
*
Halo, para Readers kesayanga autor.
Maaf ya, Autor numpan promosi sambil menunggu Up Cinta Aby, jangan lupa mampir di novel Autor yang lainnya yang berjudul
@ Aku Mencintaimu
@ Selembar surat kontrak untukku
@ Ikatan Hati uda end
Dan masih banyak novel autor yang lainnya yang sudah end. jangan lupa mampir ya😊😊😊
__ADS_1
Terimakasih...