
"Iya, aku sangat yakin.”
Becca meyakinkan Aby karna memang orang tua yang ada di
depan Aby saat ini benar-benar memiliki poto bersama dengan Mommy dan juga ibu
mertuanya.
Aby melihat ke arah Ayah Lisa yang kini tengah sibuk membaca semua isi dari dokument yang ia
berikan.
“Bagaimana? Apa anda setuju dengan semua Syaratku?”
“Jika anda setuju silahkan tandatangan.” Aby melemparkan
polpen ke arah ke depan Rendi.
Sebanarnya Aby bukanlah anak yang kurang ajar terhadapa
orang, namun karna rasa kesalnya melihat adiknya di perlakukan dengan sangat
buruk di depan matanya, ia melakukan hal itu.
“Tapi bagaimana mungkin? Putriku minggu depan akan segera
menikah.”
“Batalkan pernikahannya.”
Aby dengan tegasnya mengatakan itu. Sementara Abdy yang
mendengar itu mulai menampakkan senyum tipisnya. Dan ikut mendapat kedipan mata
dari Becca.
Dengan kata lain Becca mengejek adik iparnya dari kedipan
mata yang ia tunjukkan kepada Abdy.
Rendi berpikir sejenak, sambil melihat ke arah kertas putih
yang ada di tangannya, ia mulai berpikr jika putrinya menikah dengan putra
sahabatnya waktu ia masih remaja yang tidak lain adalah Nabila, sekaligus orang
yang dulu pernah ia cintai, namun ia mundur setelah mengetahui kalau Nabila
telah menikah dengan Doni Atmaja.
Dan sekarang ia di hadapkan oleh pilihan oleh putra Nabila,
Aby Atmaja, yang tidak lain pemuda yang kini tengah duduk di hadapannya sebagai
pemilik perusahaan yang ia tempati duduk saat ini.
Rendi memiliki dua pilihan, jika ia memilih ke duanya itu
akan sama menguntungkannya baginya, karna pilihan pertama ia akan mendapat 15%
dari saham yang Aby miliki dan seluruh utangnya akan Aby lunasi semua, dan
pilihan keduanya Rendi harus menerima tawaran Aby yang ingin menjadikan
putrinya sebagai adik iparny.
Dan syaratnya adalah Rendi bersedia menerima lamaran adiknya
untuk putrinya
Kedua pilihan itu sama-sama menguntungkan baginya, namun
yang menjadi pertanyaan dalam hatinya siapa nama pemuda yang akan di nikahkan
dengan putrinya, kalau soal status Rendi sudah yakin, namun ia belum yakin
denganputra Atmaja yang satu ini, karna ia belum pernah mendengar ataupun
melihat bagaimana wajah dari putra kedua dari keluarga Atmaja.
Kalau soal putra pertama dari keluarga Atamaja, Rendi sering
mendengarnya karna Aby terkenal dengan sebutan pebisnis yang yang bisa di
andakan, bahkan mampu mengembankan usaha yang hampir bangkrut menjadi sukses
itulah yang Rendi ketahui soal Aby Atmaja.
“Bagaimana apa anda setuju?” aby mengulang kata-katanya.
Dan itu membuat Rendi melihat ke arah Aby yang kini tengah
tersenyum melihat ke arah istrinya.
“Maaf, apa nyonya ini istri anda?” tanya Rendi tersenyum
melihat ke arah Becca.
“Iya, Om. Kenalkan namaku Becca Atmaja.” Dengan ramah Becca
berdiri dari duduknya lalu memperkenalkan dirinya kepada Rendi.
Rendi tersenyum sambil melihat ke arah Becca yang tengah
mencium punggun tangannya. Karna ia merasa sangat senang karna istri dari Aby
Atmaja memiliki sipat ramah tidaklah jauh dari sipat Nabila sahabatnya.
Rendi mulai berpikir kalau putrinya akan sangat bahagia
hidup bersama dengan putra dari sahabatnya itu, walaupun Lisa belum mengenal
atau menemui putra Atmaja yang satu ini, dan tampa berpikir lagi, hingga
akhirnya ia memilih menerima tawaran Aby.
“Baiklah saya menerima tawaran anda.”
Setelah mengatakan itu Rendi meraih polpen dan mulai
menandatangani kertas putih yang ada di tangannya.
Abdy yang melihat itu, dengan senyuman bahagia melihat ke
arah kakaknya sambil menaikkan kedua jempolnya.
“Terimakasih Bos.” Ucap pelan Abdy.
Selesai menandatangi kertas putih itu Rendi kembali
memasukkan semuanya ke dalam maf yang berwarna biru lalu menyodorkan ke arah
Aby.
“Baiklah. Sampai ketemu nanti malam di kediaman Atmaja.”
Aby berdiri lalu menjabat tangan Rendi, dan setelah itu
berlalu keluar dari dalam ruangan pertemuan bersama dengan istrinya.
Sementara Abdy tinggal mematung menatap wajah Rendi yang
kini terlihat senang.
Rendi malihat ke arah Abdy lalu berkata. “Mulai dari
sekarang! Belajarlah melupakan putriku. Karna putriku telah menjadi calon istri
dari putra kedua keluarga Atamaja, jadi percuma kamu memperthankan hubunganmu,
karna ujung-ujungnya kalian berdua pasti akan berpisah.” Dengan sombongnya
Rendi mengatakan itu kepada Abdy.
Abdy yang mendengar ucapan Rendi hanya tersenyum, tak
bereaksi, yang wajahnya pancarkan hanya senyuman kebahagiaan karna sebentar
lagi Lisa akan segera menjadi miliknya untuk selamanya.
Rendi yang melihat senyuman yang di pancarkan Abdy, merasa
sedikit heran, heran melihat pemuda yang sangat mencintai putrinya tidak
__ADS_1
bereaksi apapun mendengar yang di katakannya.
Ah, mungkin ia takut di pecat oleh atasannya, hingga
akhirnya pemuda ini memilih diam setelah mendengar semua yang di bahas dengan
pemilik perusahaan tadi, itulah yang ada di dalam pikiran Rendi saat ini.
Seperti yang Aby rencanakan, ia mengundang Rendi beserta
dengan istrinya datang ke rumah orang tuanya sebentar malam, untuk membahas
soal pernikaha yang akan Abdy lakukan 5 hari lagi.
Dan itu membuat Aby menyerahkan semua pekerjaan kepada Abdy
siang ini hingga sore, karna ingin pulang ke rumah orang tuanya untuk membahas
soal pernikahan ini.
Abdy yang mendapat
perintah itu dari kakaknya dengan senang hati melakukan semua pekerjaan aby
yang belum terselesaikan.
“Tenang saja Bos” tersenyum senang “Serahkan semuanya
kepadaku, biar aku yang mengurus semua pekerjaanmu yang tertunda.”
Becca yang mendengar itu tersenyum sambil berkata “Acie,
cie” mengejek “Bentar lagi nikah” tersenyum jail “Huhuhu.”
Becca tidak berhenti mengejek Abdy karna ia juga merasa
sangat senang dan bahagia karna Abdy akan menikahi gadis yang mereka sekeluarga
sukai.
Becca dan Aby
memiliki utang yang sangat besar kepada Lisa, biarpun mereka menguankan semua
yang pernah Lisa lakukan kepadanya seluruh harta Aby tidaklah cukup dengan
pertolongan yang Lisa berikan untuk keluarganya.
Saham yang di berikan Aby untuk orang tua Lisa, itu tidaklah
seberapa dengan yang telah Lisa lakukan untuknya, dan untuk membalas semua Aby
berusaha untuk menyatukan cinta keduanya dengan cara yang seperti ini, cara
menyatuhkan Lisa dengan Abdy dengan cara menikahkan keduanya.
Aby dan Becca pulang ke rumah orang tuanya, sementara Abdy
menyelesaikan semua pekerjaan yang Aby tinggalkan.
Setelah sampai di rumah orang tuanya, Aby mulai menceritakan
semua tentang keluarga Lisa, yang ingin menikahkannya dengan orang lain dengan
alasan menebus utang.
“Apa!” Nabila sangat terkejut dengan apa yang baru saja Aby
katakan.
“Benar Ma. Lisa ingin di nikahkan dengan orang yang tidak di
cintainya.” Aby menjelaskan.
“Dan apa Mama tau siapa Ayah Lisa?”
“Mana Mama tau siapa?” ucap pelan Nabila.
“Ini adalah poto Ayah Lisa.” Becca memperlihatkan poto yang
baru saja di ambilnya di kamar kosong yang pernah ia tempati mengunci diri.
“Rendi” Nabila nampak sangat terkejut ketika ia melihat poto
arah Aby dan juga Becca.
“Kami berdua yakin Ma, meskipun saat ini wajahnya banyak
berubah karna di makan usia, namun kami tetap yakin kalau itu benar-benar Rendi
orang yang ada di dalam poto ini.”
“Jadi Lisa adalah putri Rendi dan Clarisa?”
“Kalau Clarisa kami tidak tau Ma, karna aku belum melihat
Mama Lisa, namun untuk Rendi aku sangat yakin kalau itu memang benar-benar
Rendi.” Aby meyakinkan nabila.
“Dan maaf Ma, kami berdua tidak memberitahukan Mama
soal?...”
Aby melihat ke arah Becca karna ia takut mengatakan yang
sebenarnya kepada Mamanya kalau Abdy telah di masukkan ke dalam penjara tadi
pagi oleh Rendi ayah Lisa.
Nabila yang mendengar kata maaf keluar dari dalam mulut putranya
menyengitkan dahi, karna ia tidak tau apa maksud dari kata maaf tersebut.
“Maaf? Dan soal apa yang kamu sembunyikan kepada Mama?”
menatap wajah putranya lalu melihat ke arah wajah menantunya karna Nabila
mencari apa yang sebenarnya yang telah terjadi.
“Aby, Becca. Mama berharap kalian berdua tidak
menyembunyikan sesuatu yang buruk dari Mama.”
Aby yang mendengar ucapan Mamanya, meraih tangan, lalu
menciumnya dengan sangat lembut, lalu berkata.
“Maafkan aku, karna tidak memberitahu Mama soal Abdy.”
“Abdy? Memangnya apa yang terjadi dengan Abdy? Dan ya,
akhir-akhir ini ia jarang pulang ke rumah Mama.”
Nabila merasa sangat khawatir dengan apa yang sebenarnya yang
terjadi dengan putranya Abdy.
“Aby. Apa sebenarnya yang terjadi dengan adikmu? Kenapa dengan
Abdy.”
“Baik, ma, sebelumnya aku minta maaf karna tidak
memberitahukan hal ini dengan Mama, karna aku takut Mama akan khawatir tapi
sekarang semuanya sudah terselesaikan, mama hanya tinggal menyetujuinya saja.”
Aby mulai menceritakan semuanya, soal apa yang terjadi
dengan Abdy belakangan ini, mulai dari cintanya yang tidak mendapat restu
hingga ia masuk ke dalam penjara, semuanya Aby ceritakan kepada Nabila dan itu
membuat Nabila merasa sangat syok dan terkejut.
“kurang ajar Si Rendi, Rendi ini. Berani sekali ia memukul
dan memenjarakan putraku, awas kamu Rendi kamu akan mendapat hukuman karna
telah menyakiti hati putraku.” Mata Nabila berapi-api ketika mengatakan itu “Menyakiti
hati putra sama halnya ia menyakiti hatiku.” Nabila nampak sangat kesal dan
__ADS_1
marah ketika mengatakan itu.
Dan Aby yang melihat kemarahan Mamanya, berkata.
“Sudahlah Ma, Ayah Lisa tidak mengetahui hal itu jadi ia
bersikap sewajarnya.” Aby berusaha menenankan mamanya karna melihat Nabila
begitu sangat marah.
“Ma.” Becca memanggil “Mama menyukai Lisa kan?” tanya Becca
pelan.
“Tentu saja aku sangat menyukainya.”
“Kalau begitu akan lebih baik kalau kita menyiapkan segala
sesuatunya untuk menyambut kedua orang tua Lisa sekaligus sahabat Mama.” Merangkul
lengan ibu mertunya “Dan calon mertua Abdy, sekaligus calon besan Mama.” Becca terkekeh
ketika selesai mengatakan itu, dan itu membuat Nabila ikut tertawa ketika
selesai mendengar ucapan menantunya.
“Kamu memang putri kesayanganku.” Nabila mengecup lembut
pipi menantunya ketika selesai mengatakan itu.
Aby yang melihat Mama dan istrinya saling berpelukan,
berkata.
“Wah, ini tidak adil ma.” Menatap keduanya “Aku juga putra
mama tapi kenapa aku tidak mendapat kecupan dan juga pelukan dari mama”
Becca dan Nabila yang mendengar ucapan Aby sama-sama
tertawa, menertawai wajah Aby yang kini terlihat lucu menurut mereka.
Hahahaha.
Wajah lucu Aby mulai terlihat, dan itu membuat Becca
mencubit kedua sisi wajah suaminya, Becca pun barkata.
“Ma, inilah wajah yang sebenarnya dari pebisnis terhandal
yang ada di kota ini, menantu dari katua Mafia terkenal di Sydney, yang
memiliki wajah lucu seperti anak kecil seperti ini.” Becca dan Nabila kembali
tertawa renyah ketika mendengar ucapan menantunya yang mengejek suaminya.
“Hei, apa yang kamu katakan?” nada datar “Apa kamu tidak
takut denganku?” Aby mengeluarkan nada dingin dan datarnya dan itu membuat
Nabila dan Becca tidak berhenti menertawainya.
Fuuuff.
Becca menutup mulut dengan tangan ketika mendengar ucapan
datar suaminya, ucapan yang di takuti banyak orang namun tidak dengan Becca
justru Becca tidak berhenti tertawa ketika mendengar ucapan suaminya.
“Tidak takut” tertawa “Sedikit pun aku tidak pernah merasa
takut.”
Becca berdiri dari duduknya, lalu berjalan mendekat ke arah Aby
lalu duduk pas di sampin Aby sambil menyimpan tangannya di bahunya lalu berkata.
“Apa kamu pikir aku takut denganmu?” mengedipkan mata “Tidak
sayang.” Menggesekkan hidungnya di hidung Aby.
Nabila yang meninggalkan anak dan menantunya ketika keduanya
mulai melakukan sentu-sentuhan, sebagai seorang ibu yang pegertian yang pernah merasakan
indahnya cinta berlalu meninggalkan keduanya.
Aby yang mendengar ucapan istrinya berbalik badan lalu
memegan kedua sisi tangan istrinya dan merebahkan di kursi dan lansung menindih
tubuh Becca dan berkata.
“Apa sekarang kamu belum takut denganku?” menatap wajah
istrinya dengan pandangn jail.
Sementara Becca yang merasa terkejut dengan apa yang tengah
di lakukan Aby kepadanya berkata.
“Hei, apa yang kamu lakukan?” Becca menatap wajah Aby yang
kini tengah berada di atasnya.
“Aku ingin melakukan sesuatu, agar kamu bisa takut denganku?”
“Lakukan saja yang ingin kamu lakukan, memang kamu pikir aku
takut.” Becca menantang Aby.
“Baiklah jika kamu tidak takut denganku.”
Aby bangun dari atas tubuh istrinya, dan lansung mengankat
tubuh Becca dengan gaya brydal style berjalan menuju arah kamarnya.
Sementara Nabila yang melihat kelakuan anak dan menantunya
tersenyum, sambil berkata.
“Semoga kebahagian selalu ada dalam setiap kehidupan
anak-anakku.”
Sementara Aby tidak berhenti membuat istrinya merasa geli
hingga ia sampai di dalam kamarnya, dan langsung merebahkan tubuh istrinya di
atas tempat tidurnya dan lansung meningdihnya.
“Baiklah kita selesaikan di sini. Apa kamu takut denganku
atau tidak.”
Setelah mengatakan itu Aby membuka kemejanya namun tidak
berangjak dari atas tubuh istrinya, karna ia tidak ingin Becca berlari untuk
menhindarinya.
Becca yang melihat Aby mulai membuka bajunya, bisa menebak
apa akan suaminya lakukan terhadapnya, dan untuk menghindari itu Becca mencari
cara agar Aby tidak melakukannya dulu.
“By. Kunci pintu dulu. Nanti ada yang masuk.”
“Tidak akan ada yang masuk, pintunya sudah aku kunci.”
“Ha, kapan kamu menguncinya? Perasaan aku tidak melihatmu.” Masih
berusaha agar Aby beranjak dari atas tubuhnya.
“Sudahlah, yang jelasnya aku sudah menguncinya.”
Setelah mengatakan itu Aby mulai mencumbunya dengan sangat
lembut, sementara Becca masih mencari cara agar suaminya tidak melakukannya
dulu, karna jika sampai ia melakukannya sampai jam 10 malam itu tidak akan
__ADS_1
pernah selesai-selesai.”