Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.181


__ADS_3

"Iya, aku sangat yakin.”


Becca meyakinkan Aby karna memang orang tua yang ada di


depan Aby saat ini benar-benar memiliki poto bersama dengan Mommy dan juga ibu


mertuanya.


Aby melihat ke arah Ayah Lisa yang kini tengah  sibuk membaca semua isi dari dokument yang ia


berikan.


“Bagaimana? Apa anda setuju dengan semua Syaratku?”


“Jika anda setuju silahkan tandatangan.” Aby melemparkan


polpen ke arah ke depan Rendi.


Sebanarnya Aby bukanlah anak yang kurang ajar terhadapa


orang, namun karna rasa kesalnya melihat adiknya di perlakukan dengan sangat


buruk di depan matanya, ia melakukan hal itu.


“Tapi bagaimana mungkin? Putriku minggu depan akan segera


menikah.”


“Batalkan pernikahannya.”


Aby dengan tegasnya mengatakan itu. Sementara Abdy yang


mendengar itu mulai menampakkan senyum tipisnya. Dan ikut mendapat kedipan mata


dari Becca.


Dengan kata lain Becca mengejek adik iparnya dari kedipan


mata yang ia tunjukkan kepada Abdy.


Rendi berpikir sejenak, sambil melihat ke arah kertas putih


yang ada di tangannya, ia mulai berpikr jika putrinya menikah dengan putra


sahabatnya waktu ia masih remaja yang tidak lain adalah Nabila, sekaligus orang


yang dulu pernah ia cintai, namun ia mundur setelah mengetahui kalau Nabila


telah menikah dengan Doni Atmaja.


Dan sekarang ia di hadapkan oleh pilihan oleh putra Nabila,


Aby Atmaja, yang tidak lain pemuda yang kini tengah duduk di hadapannya sebagai


pemilik perusahaan yang ia tempati duduk saat ini.


Rendi memiliki dua pilihan, jika ia memilih ke duanya itu


akan sama menguntungkannya baginya, karna pilihan pertama ia akan mendapat 15%


dari saham yang Aby miliki dan seluruh utangnya akan Aby lunasi semua, dan


pilihan keduanya Rendi harus menerima tawaran Aby yang ingin menjadikan


putrinya sebagai adik iparny.


Dan syaratnya adalah Rendi bersedia menerima lamaran adiknya


untuk putrinya


Kedua pilihan itu sama-sama menguntungkan baginya, namun


yang menjadi pertanyaan dalam hatinya siapa nama pemuda yang akan di nikahkan


dengan putrinya, kalau soal status Rendi sudah yakin, namun ia belum yakin


denganputra Atmaja yang satu ini, karna ia belum pernah mendengar ataupun


melihat bagaimana wajah dari putra kedua dari keluarga Atmaja.


Kalau soal putra pertama dari keluarga Atamaja, Rendi sering


mendengarnya karna Aby terkenal dengan sebutan pebisnis yang yang bisa di


andakan, bahkan mampu mengembankan usaha yang hampir bangkrut menjadi sukses


itulah yang Rendi ketahui soal Aby Atmaja.


“Bagaimana apa anda setuju?” aby mengulang kata-katanya.


Dan itu membuat Rendi melihat ke arah Aby yang kini tengah


tersenyum melihat ke arah istrinya.


“Maaf, apa nyonya ini istri anda?” tanya Rendi tersenyum


melihat ke arah Becca.


“Iya, Om. Kenalkan namaku Becca Atmaja.” Dengan ramah Becca


berdiri dari duduknya lalu memperkenalkan dirinya kepada Rendi.


Rendi tersenyum sambil melihat ke arah Becca yang tengah


mencium punggun tangannya. Karna ia merasa sangat senang karna istri dari Aby


Atmaja memiliki sipat ramah tidaklah jauh dari sipat Nabila sahabatnya.


Rendi mulai berpikir kalau putrinya akan sangat bahagia


hidup bersama dengan putra dari sahabatnya itu, walaupun Lisa belum mengenal


atau menemui putra Atmaja yang satu ini, dan tampa berpikir lagi, hingga


akhirnya ia memilih menerima tawaran Aby.


“Baiklah saya menerima tawaran anda.”


Setelah mengatakan itu Rendi meraih polpen dan mulai


menandatangani kertas putih yang ada di tangannya.


Abdy yang melihat itu, dengan senyuman bahagia melihat ke


arah kakaknya sambil menaikkan kedua jempolnya.


“Terimakasih Bos.” Ucap pelan Abdy.


Selesai menandatangi kertas putih itu Rendi kembali


memasukkan semuanya ke dalam maf yang berwarna biru lalu menyodorkan ke arah


Aby.


“Baiklah. Sampai ketemu nanti malam di kediaman Atmaja.”


Aby berdiri lalu menjabat tangan Rendi, dan setelah itu


berlalu keluar dari dalam ruangan pertemuan bersama dengan istrinya.


Sementara Abdy tinggal mematung menatap wajah Rendi yang


kini terlihat senang.


Rendi malihat ke arah Abdy lalu berkata. “Mulai dari


sekarang! Belajarlah melupakan putriku. Karna putriku telah menjadi calon istri


dari putra kedua keluarga Atamaja, jadi percuma kamu memperthankan hubunganmu,


karna ujung-ujungnya kalian berdua pasti akan berpisah.” Dengan sombongnya


Rendi mengatakan itu kepada Abdy.


Abdy yang mendengar ucapan Rendi hanya tersenyum, tak


bereaksi, yang wajahnya pancarkan hanya senyuman kebahagiaan karna sebentar


lagi Lisa akan segera menjadi miliknya untuk selamanya.


Rendi yang melihat senyuman yang di pancarkan Abdy, merasa


sedikit heran, heran melihat pemuda yang sangat mencintai putrinya tidak

__ADS_1


bereaksi apapun mendengar yang di katakannya.


Ah, mungkin ia takut di pecat oleh atasannya, hingga


akhirnya pemuda ini memilih diam setelah mendengar semua yang di bahas dengan


pemilik perusahaan tadi, itulah yang ada di dalam pikiran Rendi saat ini.


Seperti yang Aby rencanakan, ia mengundang Rendi beserta


dengan istrinya datang ke rumah orang tuanya sebentar malam, untuk membahas


soal pernikaha yang akan Abdy lakukan 5 hari lagi.


Dan itu membuat Aby menyerahkan semua pekerjaan kepada Abdy


siang ini hingga sore, karna ingin pulang ke rumah orang tuanya untuk membahas


soal pernikahan ini.


 Abdy yang mendapat


perintah itu dari kakaknya dengan senang hati melakukan semua pekerjaan aby


yang belum terselesaikan.


“Tenang saja Bos” tersenyum senang “Serahkan semuanya


kepadaku, biar aku yang mengurus semua pekerjaanmu yang tertunda.”


Becca yang mendengar itu tersenyum sambil berkata “Acie,


cie” mengejek “Bentar lagi nikah” tersenyum jail “Huhuhu.”


Becca tidak berhenti mengejek Abdy karna ia juga merasa


sangat senang dan bahagia karna Abdy akan menikahi gadis yang mereka sekeluarga


sukai.


 Becca dan Aby


memiliki utang yang sangat besar kepada Lisa, biarpun mereka menguankan semua


yang pernah Lisa lakukan kepadanya seluruh harta Aby tidaklah cukup dengan


pertolongan yang Lisa berikan untuk keluarganya.


Saham yang di berikan Aby untuk orang tua Lisa, itu tidaklah


seberapa dengan yang telah Lisa lakukan untuknya, dan untuk membalas semua Aby


berusaha untuk menyatukan cinta keduanya dengan cara yang seperti ini, cara


menyatuhkan Lisa dengan Abdy dengan cara menikahkan keduanya.


Aby dan Becca pulang ke rumah orang tuanya, sementara Abdy


menyelesaikan semua pekerjaan yang Aby tinggalkan.


Setelah sampai di rumah orang tuanya, Aby mulai menceritakan


semua tentang keluarga Lisa, yang ingin menikahkannya dengan orang lain dengan


alasan menebus utang.


“Apa!” Nabila sangat terkejut dengan apa yang baru saja Aby


katakan.


“Benar Ma. Lisa ingin di nikahkan dengan orang yang tidak di


cintainya.” Aby menjelaskan.


“Dan apa Mama tau siapa Ayah Lisa?”


“Mana Mama tau siapa?” ucap pelan Nabila.


“Ini adalah poto Ayah Lisa.” Becca memperlihatkan poto yang


baru saja di ambilnya di kamar kosong yang pernah ia tempati mengunci diri.


“Rendi” Nabila nampak sangat terkejut ketika ia melihat poto


arah Aby dan juga Becca.


“Kami berdua yakin Ma, meskipun saat ini wajahnya banyak


berubah karna di makan usia, namun kami tetap yakin kalau itu benar-benar Rendi


orang yang ada di dalam poto ini.”


“Jadi Lisa adalah putri Rendi dan Clarisa?”


“Kalau Clarisa kami tidak tau Ma, karna aku belum melihat


Mama Lisa, namun untuk Rendi aku sangat yakin kalau itu memang benar-benar


Rendi.” Aby meyakinkan nabila.


“Dan maaf Ma, kami berdua tidak memberitahukan Mama


soal?...”


Aby melihat ke arah Becca karna ia takut mengatakan yang


sebenarnya kepada Mamanya kalau Abdy telah di masukkan ke dalam penjara tadi


pagi oleh Rendi ayah Lisa.


Nabila yang mendengar kata maaf keluar dari dalam mulut putranya


menyengitkan dahi, karna ia tidak tau apa maksud dari kata maaf tersebut.


“Maaf? Dan soal apa yang kamu sembunyikan kepada Mama?”


menatap wajah putranya lalu melihat ke arah wajah menantunya karna Nabila


mencari apa yang sebenarnya yang telah terjadi.


“Aby, Becca. Mama berharap kalian berdua tidak


menyembunyikan sesuatu yang buruk dari Mama.”


Aby yang mendengar ucapan Mamanya, meraih tangan, lalu


menciumnya dengan sangat lembut, lalu berkata.


“Maafkan aku, karna tidak memberitahu Mama soal Abdy.”


“Abdy? Memangnya apa yang terjadi dengan Abdy? Dan ya,


akhir-akhir ini ia jarang pulang ke rumah Mama.”


Nabila merasa sangat khawatir dengan apa yang sebenarnya yang


terjadi dengan putranya Abdy.


“Aby. Apa sebenarnya yang terjadi dengan adikmu? Kenapa dengan


Abdy.”


“Baik, ma, sebelumnya aku minta maaf karna tidak


memberitahukan hal ini dengan Mama, karna aku takut Mama akan khawatir tapi


sekarang semuanya sudah terselesaikan, mama hanya tinggal menyetujuinya saja.”


Aby mulai menceritakan semuanya, soal apa yang terjadi


dengan Abdy belakangan ini, mulai dari cintanya yang tidak mendapat restu


hingga ia masuk ke dalam penjara, semuanya Aby ceritakan kepada Nabila dan itu


membuat Nabila merasa sangat syok dan terkejut.


“kurang ajar Si Rendi, Rendi ini. Berani sekali ia memukul


dan memenjarakan putraku, awas kamu Rendi kamu akan mendapat hukuman karna


telah menyakiti hati putraku.” Mata Nabila berapi-api ketika mengatakan itu “Menyakiti


hati putra sama halnya ia menyakiti hatiku.” Nabila nampak sangat kesal dan

__ADS_1


marah ketika mengatakan itu.


Dan Aby yang melihat kemarahan Mamanya, berkata.


“Sudahlah Ma, Ayah Lisa tidak mengetahui hal itu jadi ia


bersikap sewajarnya.” Aby berusaha menenankan mamanya karna melihat Nabila


begitu sangat marah.


“Ma.” Becca memanggil “Mama menyukai Lisa kan?” tanya Becca


pelan.


“Tentu saja aku sangat menyukainya.”


“Kalau begitu akan lebih baik kalau kita menyiapkan segala


sesuatunya untuk menyambut kedua orang tua Lisa sekaligus sahabat Mama.” Merangkul


lengan ibu mertunya “Dan calon mertua Abdy, sekaligus calon besan Mama.” Becca terkekeh


ketika selesai mengatakan itu, dan itu membuat Nabila ikut tertawa ketika


selesai mendengar ucapan menantunya.


“Kamu memang putri kesayanganku.” Nabila mengecup lembut


pipi menantunya ketika selesai mengatakan itu.


Aby yang melihat Mama dan istrinya saling berpelukan,


berkata.


“Wah, ini tidak adil ma.” Menatap keduanya “Aku juga putra


mama tapi kenapa aku tidak mendapat kecupan dan juga pelukan dari mama”


Becca dan Nabila yang mendengar ucapan Aby sama-sama


tertawa, menertawai wajah Aby yang kini terlihat lucu menurut mereka.


Hahahaha.


Wajah lucu Aby mulai terlihat, dan itu membuat Becca


mencubit kedua sisi wajah suaminya, Becca pun barkata.


“Ma, inilah wajah yang sebenarnya dari pebisnis terhandal


yang ada di kota ini, menantu dari katua Mafia terkenal di Sydney, yang


memiliki wajah lucu seperti anak kecil seperti ini.” Becca dan Nabila kembali


tertawa renyah ketika mendengar ucapan menantunya yang mengejek suaminya.


“Hei, apa yang kamu katakan?” nada datar “Apa kamu tidak


takut denganku?” Aby mengeluarkan nada dingin dan datarnya dan itu membuat


Nabila dan Becca tidak berhenti menertawainya.


Fuuuff.


Becca menutup mulut dengan tangan ketika mendengar ucapan


datar suaminya, ucapan yang di takuti banyak orang namun tidak dengan Becca


justru Becca tidak berhenti tertawa ketika mendengar ucapan suaminya.


“Tidak takut” tertawa “Sedikit pun aku tidak pernah merasa


takut.”


Becca berdiri dari duduknya, lalu berjalan mendekat ke arah Aby


lalu duduk pas di sampin Aby sambil menyimpan tangannya di bahunya lalu berkata.


“Apa kamu pikir aku takut denganmu?” mengedipkan mata “Tidak


sayang.” Menggesekkan hidungnya di hidung Aby.


Nabila yang meninggalkan anak dan menantunya ketika keduanya


mulai melakukan sentu-sentuhan, sebagai seorang ibu yang pegertian yang pernah merasakan


indahnya cinta berlalu meninggalkan keduanya.


Aby yang mendengar ucapan istrinya berbalik badan lalu


memegan kedua sisi tangan istrinya dan merebahkan di kursi dan lansung menindih


tubuh Becca dan berkata.


“Apa sekarang kamu belum takut denganku?” menatap wajah


istrinya dengan pandangn jail.


Sementara Becca yang merasa terkejut dengan apa yang tengah


di lakukan Aby kepadanya berkata.


“Hei, apa yang kamu lakukan?” Becca menatap wajah Aby yang


kini tengah berada di atasnya.


“Aku ingin melakukan sesuatu, agar kamu bisa takut denganku?”


“Lakukan saja yang ingin kamu lakukan, memang kamu pikir aku


takut.” Becca menantang Aby.


“Baiklah jika kamu tidak takut denganku.”


Aby bangun dari atas tubuh istrinya, dan lansung mengankat


tubuh Becca dengan gaya brydal style berjalan menuju arah kamarnya.


Sementara Nabila yang melihat kelakuan anak dan menantunya


tersenyum, sambil berkata.


“Semoga kebahagian selalu ada dalam setiap kehidupan


anak-anakku.”


Sementara Aby tidak berhenti membuat istrinya merasa geli


hingga ia sampai di dalam kamarnya, dan langsung merebahkan tubuh istrinya di


atas tempat tidurnya dan lansung meningdihnya.


“Baiklah kita selesaikan di sini. Apa kamu takut denganku


atau tidak.”


Setelah mengatakan itu Aby membuka kemejanya namun tidak


berangjak dari atas tubuh istrinya, karna ia tidak ingin Becca berlari untuk


menhindarinya.


Becca yang melihat Aby mulai membuka bajunya, bisa menebak


apa akan suaminya lakukan terhadapnya, dan untuk menghindari itu Becca mencari


cara agar Aby tidak melakukannya dulu.


“By. Kunci pintu dulu. Nanti ada yang masuk.”


“Tidak akan ada yang masuk, pintunya sudah aku kunci.”


“Ha, kapan kamu menguncinya? Perasaan aku tidak melihatmu.” Masih


berusaha agar Aby beranjak dari atas tubuhnya.


“Sudahlah, yang jelasnya aku sudah menguncinya.”


Setelah mengatakan itu Aby mulai mencumbunya dengan sangat


lembut, sementara Becca masih mencari cara agar suaminya tidak melakukannya


dulu, karna jika sampai ia melakukannya sampai jam 10 malam itu tidak akan

__ADS_1


pernah selesai-selesai.”


__ADS_2