
Bella tak berenti tersenyum, mulai dari Ia keluar dari ruangan rawatnya, sampai di dalam mobil. Karna Ia ingin agar Hamish tak khawatir padanya.
Hamish melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata -tara menuju arah rumahnya.
Bella terlihat sangat senang, karna sebentar lagi Ia akan bertemu putrinya Becca. Hamish yang melihat kebahagian yang terpancar di wajah istrinya, tersenyum lalu berkata.
"Sayang, apa kamu tak ingin makan sesuatu?" tanya Hamish pelan.
Bella melihat ke arah Hamish sambil tersenyum lalu berkata. "Aku tak mau apa -apa" bersandar di bahu suaminya "Aku hanya ingin cepat sampai di rumah, karna aku sangat merindukan putri kita."
Setelah beberapa menit, mobil Hamish mulai memasuki pintu gerban rumahnya, lalu berhenti pas di depan pintu utama rumahnya.
Hamish cepat keluar dari mobil, karna Ia tak ingin istrinya berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Hamish membuka pintu mobilnya, lalu mulai mengankat tubuh Bella dengan gaya bridal style, masuk ke dalam rumahnya.
Setelah masuk ke dalam rumahnya, Ia disambut hangat oleh putri cantik mereka.
"Dad, Mom, aku sangat merindukan kalian" Becca berlari menghampiri Hamish dan Bella yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Sayang" Bella mengecup lembut pipi putrinya, walaupun saat ini, Ia masih berada dalam gendongan suaminya.
Hamish tersenyum melihat ke dua wanita yang begitu sangat berarti dalam hidupnya, Hamish pun berkata.
"Ayo, kita ke kamar" Ajak Hamish "Saat ini Mommy masih butuh istirahat" setelah mengatakan itu mereka bertiga berjalan naik ke lantai atas dimana letak kamar mereka.
Setelah sampai di dalam kamar, Hamish berjalan ke arah tempat tidur lalu merebahkan tubuh Bella, lalu menyelimutinya.
Setelah itu Hamish berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri.
Becca naik di atas tempat tidur, dan duduk di sampin Bella, lalu berkata.
"Mom, setelah lulus sekolah nanti, aku ingin menjedi seorang dokter" memegan dahi Mommynya "Biar aku bisa memeriksa sakitnya Mommy." tersenyum manis melihat ke arah Bella.
__ADS_1
Mendengar ucapan putrinya, Bella tersenyum, lalu menyuruh Becca berbaring dalam pangkuannya.
"Sini, sayang" merentangkan tangan "Sini Mommy peluk, dan cium putri cantik Mommy"
Tampa berkata Becca langsung merebahkan tubuhnya masuk ke dalam pelukan Mommynya. Becca pun membalas pelukan Mommynya lalu berkata.
"Mom, aku sangat menyayangimu" memeluk erat tubuh Bella.
"Iya, sayang, Mommy juga sangat menyayangimu." menetesaka air mata tampa sepengetahuan putrinya.
Di dalam hati Bella menangis, di dalam tangisannya Bella berkata.
Ya, Allah, jika engkau menginginkan aku meninggalkan keluarga kecilku ini. Aku mohon buatlah mereka berdua bahagia tampaku. Dan jadikan impianku nyata yang ingin menjalin hubungan dengan keluarga atmaja.
Bella mengelus wajah putrinya yang kini tengah terbaring dalam dekapannya.
Hamish keluar dari kamar mandi, dan melihat Bella tengah meneteskan air mata. Hamish mendekat, lalu menusap air mata itu.
Bella terkejut seketika ketika tangan suaminya menyentuh wajahny.
Becca terbangun ketika mendengar suara Daddynya. Becca tersenyum lalu berkata. "Dad, nanti jika aku udah lulus kuliah, aku ingin menjadi seorang dokter. Aku ingin memeriksa keadaan Mommy kalau lagi sakit." Becca mengatakan keinginannya pada Hamish.
Mendengar ucapan putrinya Hamish tersenyum lalu berkata. "Jika kamu ingin menjadi seorang dokter, belajarlah dengan rajin. Agar semua cita -citamu bisa terwujudkan." setelah mengatakan itu Hamish mengecup lembut dahi putrinya.
Becca tersenyum lalu berkata. "Ok, Dad, Mom, aku akan belajar dengan sangat rajin. Aku tak akan membuat kalian berdua kecewa denganku." Setelah mengatakan itu Becca beranjak dari tempat tidur Bella, lalu berlari keluar dari kamar, menuju arah kamarnya untuk belajar.
Waktu terus berlalu, janin dalam perut Bella mulai berkembang, sementara penyakitnya semakin parah.
Rambut Bella mulai rontok, badannya terlihat lebih kurus daripada biasanya. Wajahnya terlihat pucat. Namun tetap berusaha tersenyum hangat pada suaminya.
Becca yang melihat Mommynya terlihat kurus berkata. "Mom, kenapa badan Mom, tambah kurus, wajahnya juga terlihat pucat? apa Mommy sakit?" tanya Becca yang telah selesai dengan sarapan paginya.
Hamish yang mendengar ucapan putrinya melihat ke arah Bella yang kini tengah duduk di sampinnya.
__ADS_1
Bella, tersenyum, lalu berkata "Mommy tidak apa sayang. Mommy hanya kelelahan saja, dan soal badan Mommy" tersenyum "Mommy sedang diet ketat, udah sekarang kamu berangkat, nanti telat ke sekolahnya."
Setelah kepergian putrinya ke sekolah. Hamish melihat ke arah Bella, lalu berkata.
"Apa kamu baik -baik saja? apa perlu kita ke rumah sakit? untuk memeriksa keadaan kamu?" mengelus wajah istrinya yang kini terlihat lebih pucat daripada sebelumnya.
Bella mengambil tangan Hamish, lalu menciuminya sambil tersenyum, lalu berkata. "Aku tidak apa sayang" menaruh tangan Hamish di perutnya "Aku baik -baik saja, dan dengarkan suara detak jantung calon anak kita" tersenyum "Apa kamu tau umur calon anak kita sekarang?" tanya Bella pada Hamish.
Hamish tersenyum lalu berkata, "Berapa?" tanya Hamish pelan.
"Uda, masuk umur tiga bulan" dengan wajah ceria Bella mengatakan itu pada suaminya.
Setelah itu, Hamish pamit untuk berangkat ke kantor.
"Sayang, aku ke kantor dulu ya, kamu jaga diri dirumah dan jangan lupa minum vitamin, agar kamu dan calon anak kita sehat." setelah mengatakan itu Hamish mengecup lembut dahi istrinya, lalu berangkat ke kantor.
Setelah Hamish berangkat ke kantor, Bella bangun dari tempat duduk yang Ia tempati saat ini.
Dengan tangan yang gemetar dan keringat dingin mulai terasa di sekujur tubuh Bella.
Bella mencoba untuk berdiri. Namun rasa sakit yang teramat Ia rasakan membuatnya meringgis kesakitan
"Ao, sakit" memegan perutnya "Ya, Allah jangan sekarang, aku masih ingin melihat anak dan suamiku? setelah mengatakan itu penglihatan Bella mulai memburam, hingga akhirnya Ia terjatuh tergeletak di lantai.
Para pelayan yang melihatnya berlari mengerumuminya. Ratna sangat terkejut melihat majikannya tergeletak tak sadarkan diri. Tampa banyak bicara Ratna langsung berata.
"Siapkan mobil, kita harus segera membawa Nyonya ke rumah sakit" Ratna sangat panik, karna selama ini, Ia tau soal penyakit majikannya.
Di dalam mobil, Ratna mulai menghubungi Hape Tuannya, setelah sambungan telponny tersambung, dengan segera Ratna berkata.
"Tuan, Nyonya" panik
Mendengar nada suara panik keluar dari mulut pelayan rumahnya, Hamish langsun berkata. "Nyonya kenapa?" dengan nada suara sedikit tinggi.
__ADS_1
"Nyonya, pingsan Tuan, dan saat ini saya tengah membawa Nyonya ke Rumah sakit" Ratna menjelaskan.
Mendapat telpon seperti itu dari pelayan rumahnya, membuat Hamish merasa syok dan terkejut, jangtungnya seketika berenti berdetak karna merasa sangat takut terjadi hal yang buruk pada istrinya.