
Waktu terus berlalu dan tak terasa sebulan telah berlalu,
perusahaan yang Aby kelolah kini mulai berjalan dengan sangat normal. Melihat kemanpuan
Menantunya Hamish begitu sangat kagum dan juga bangga. Karna tak menyangka Aby
akan melakukan semua seperti yang di harapkannya cuman dalam kurungan waktu
satu bulan saja Aby bisa melakukan semuanya. Untuk menghargai kemanpuan
Menantunya Hamish mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah mewahnya.
Hamish mulai mengundang semua anggota gens Mafianya karna Ia
ingin memperkenalkan menantunya pada semuanya. Sekaligus Hamish juga ingin
mengumunkan mengalihakan seluruh harta beserta perusahaannya atas nama Putrinya
Rebecca. Bahkan Hamish juga mengundang besannya, dan untuk mempercepat besannya
sampai di negaranya Hamish mengirim jet pribadinya untuk menjemput Nabila dan
juga Doni di kediamannya. Dan terakhir hamish tak lupa mengundang sahabat
lamanya Albert beserta dengan putranya.
Di dalam kamar Aby dan Becca mulai sibuk bersiap, karna hari
ini pesta yang Hamish gelar kini tengah berlansung di lantai dasar. Nabila yang
baru saja sampai di Mansions keluarga Becca. Nabila berjalan masuk bersama
dengan Doni suaminya.
Di dalam Mansions Hamish kini tengah mulai penuh dengan
semua tamu-tamunya yang ia undang. Melihat besannya masuk ke dalam Mansionnya,
Hamis pun berjalan menghampiri Doni dan Nabila.
Dengan segara Hamis berkata. “Selamat datang ke diaman kami
Nyonya Atmaja.” Tersenyum hangat melihat ke arah Nabila “Dan selamat datang
kembali Tuan Atmaja.” Memeluk hangat sambil menepuk pelan bahu besannya itu.
Melihat itu Nabila pun tersenyum melihat keakraban kedua
pemuda yang tengah berpelukan di hadapannya. Nabila melihat sekeliling dalam
ruangan, sambil berjalan, karna saat ini Nabila tengah mencari keberadaan anak
dan juga menantunya. Karnatak menemukan keberadaan anak dan menantunya. Nabila
bertanya kepada salah satu pelayan yang tengah berjalan di sampinnya.
Nabila pun berkata. “Maaf, apa boleh aku tau dimana letak
kamar anak-anakku?” tersenyum, menyadari kata-katnya tak dimengerti oleh
pelayan tersebut,Nabila kembali berkata. “Maksud saya, dimana kamar Becca
berada?” kembali ersenyum ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar kata yang
keluar dari mulut Nabila pelayan itu terlihat bingun, pelayan itu pun berkata. “Maaf,
kalau boleh saya tau anda siapa?” menatap wajah Nabila.
Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut pelayan
__ADS_1
tersebut, Nabila pun berkata. “Saya Ibu Mertua Becca, Ibu dari Aby.” Kembali tersenyum
hangat setelah selesai mengatakan itu.
Setelahmengetahui, bahwa wanita yang kini tengah berdiri di
hadapannya adalah Mertua dari putri majikannya. Dengan segera pelayan itu
berkata. “Maaf, Nyonya saya tidak tau kalau anda adalah Mertua Nona muda kami. Itu
di sana kamar Nona.” Menunjuk lantai atas “Dan maaf saya tidak bisa mengantar
anda naik ke lantai, karna saya harus membantu pelayan yang lainnya.” Berkata sopan
dan ramah.
Nabila pun tersenyum mendengar kata yang keluar dari mulut
pelayan tersebut, lalu berkata. “Terimakasih, aku bisa naik sendiri ke sana.”
Setelah mengetahui dimana letak kamar anak dan menantunya
dengan segera Nabila berjalan ke arah kamar yang ditunjukkan pelayan kepadanya.
Sementara Doni ikut bergabung dengan semua pebisnis yang tengah Hamish ungdan
datang ke Mansionnya.
Nabila mengetuk pintu yang di tempati anak dan menantunya,
lalu masuk. Becca yang melihat ibu Mertunya datang tersenyum senang. Karna merasa
senang Becca tak sadar melompat-lompat di tempatnya.
Melihat istrinya tengah melompat karna merasa senang dengan
segera Aby berkata. “Sayang kamu jangn melompat seperti itu. Apa kamu lupa
Mendengar ucapan suaminya dengan segera Becca berkata. “Maaf,
sayan, karna merasa sangat senang aku sampai lupa.” Memasang wajah lucu di
hadapan Aby. Setelah mengatakan itu Becca melihat ke arah Nabila.
Becca pun berkata. “Mama.” Berlari ke arah Nabila, lalu
memeluknya “Bagaiman keadaan Mama dan Ayah? Apa kalian berdua sehat-sehat saja?”
melepas pelukan, lau mengecup pipi Mama mertunya dengan sangat lembut.
Nabila yang mendapat perlakuan hangat dari menatunya
tersenyum senang, Nabila pun berkata. “Kami berdua baik Nak, lalu kabar kamu
bagaimana? Dan juga calon cucuku?” melihat ke arah perut Becca yang kini mulai
terlihat membuncit, lalu mengelus lembut perut menatunya itu.
Becca pun tersenyum mendengar kata yang keluar dari mulut
Mertuanya Becca pun berkata. “Semuanya baik Ma, semua itu karna Aby menjagaku
dengan sangat baik.” Tersenyum melihat ke arah Aby yang kini tengah berdiri di
sampinnya.
Mendengar kata yang keluar darimulut menantunya.Nabila pun
berkata. “Aku sangat senang dan juga bahagia Nak. Karna bisa melihatmu
sebahagia ini. Aku sangat bersyukur pada Alla, karna selalu mengjaga
__ADS_1
anak-anakku dengan baik.” Memeluk anak dan menatunya.
Setelah itu. Aby mengajak ke dua wanita yang begitu sangat
Ia sayangi turun kelantai dasar. “Ma, sayang.” Memanggil “Akan lebih baik kalau
kita segera turun ke lantai dasar, karna di sana semua para tamu pasti tengah
menanti kedatangan kita.”menatap keduanya.
Mendengar ucapan suaminya. Becca mengedipkan matanya kepada
Mama Mertunya. Nabila yang mengerti dengan kedipan mata Menantunya tersenyum. Hingga
akhirnya keduanya berkata.
“Baiklah, ayo kita turun Tuan Aby Atmaja.” Berkata bersamaan,
lalu tertawa lepas melihat ke arah Aby.
Mereka bertiga pun turun ke lantai dasar. Di lantai dasar
terlihat sangat penuh dengan para tamu yang Hamish undang. Semua mata tertuju
melihat ke arah mereka bertiga yang tengah menurungi anak tangga satu persatu.
Melihat Putri dan Menantunya, menurungi anak tangga. Hamish
pun berjalan mendekat ke arah Aby dan juga Becca, dan tak lupa Doni ikut
berjalan di belakannya.
Doni berjalan mendekat ke arah putranya lalu berkata.”Kamu
memang anak kebanggan Ayah Nak.” Menepuk pelan bahu Aby, lalu melihat ke arah
menantunya “Semoga tetap bahagia dan sehat selalu untukmu dan juga calon
cucuku.” Mengelus kepala Menantunya.
Hamish yang melihat kasih sayang orang tua Aby terhadap putrinya, begitu sangat yakin kalau Aby memang
benar-benar pemuda yang tepat untuk mendampingi putrinya.
Setelah itu Hamish pun berkata kepada Doni dan Nabila. “Maaf,
saya ingin meminjam Menantuku dulu.” Tersenyum hangat melihat ke arah Doni dan
Nabila “Karna aku ingin mengenalkannya terhadap semua rekan-rekan bisnisku.” Setelah
mengatakan itu Hamish mengajak Aby ikut brgabung dengan semua para koleganya
dan juga teman-teman mafianya.
Sementara
Becca tingga bersama dengan Ayah dan juga Ibu Mertunya. Nabila yang merasa
begitu sangat senang melihat perut menanatunya sudah mulai terlihat. dan itu membuat Nabila tak
berhenti mengelus lembut perut Becca.
Sementara di pojok ruangan yang tengah ramai dengan para
tamu-tamu yang lainnya. Seorang pemuda terlihat begitu sangat kesal melihat
kebahagiaan yang tengah Becca rasakan.
Pemuda itu pun berkata. “Kebahagiaanmu ini tak akan bertahan
lama. Aku pastikan itu.” Setelah mengatakan itu,pemuda itu lansung
__ADS_1
meninggalakan acara yang tengah Hamish gelar...