Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 144


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan tak terasa sebulan telah berlalu,


perusahaan yang Aby kelolah kini mulai berjalan dengan sangat normal. Melihat kemanpuan


Menantunya Hamish begitu sangat kagum dan juga bangga. Karna tak menyangka Aby


akan melakukan semua seperti yang di harapkannya cuman dalam kurungan waktu


satu bulan saja Aby bisa melakukan semuanya. Untuk menghargai kemanpuan


Menantunya Hamish mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah mewahnya.


Hamish mulai mengundang semua anggota gens Mafianya karna Ia


ingin memperkenalkan menantunya pada semuanya. Sekaligus Hamish juga ingin


mengumunkan mengalihakan seluruh harta beserta perusahaannya atas nama Putrinya


Rebecca. Bahkan Hamish juga mengundang besannya, dan untuk mempercepat besannya


sampai di negaranya Hamish mengirim jet pribadinya untuk menjemput Nabila dan


juga Doni di kediamannya. Dan terakhir hamish tak lupa mengundang sahabat


lamanya Albert beserta dengan putranya.


Di dalam kamar Aby dan Becca mulai sibuk bersiap, karna hari


ini pesta yang Hamish gelar kini tengah berlansung di lantai dasar. Nabila yang


baru saja sampai di Mansions keluarga Becca. Nabila berjalan masuk bersama


dengan Doni suaminya.


Di dalam Mansions Hamish kini tengah mulai penuh dengan


semua tamu-tamunya yang ia undang. Melihat besannya masuk ke dalam Mansionnya,


Hamis pun berjalan menghampiri Doni dan Nabila.


Dengan segara Hamis berkata. “Selamat datang ke diaman kami


Nyonya Atmaja.” Tersenyum hangat melihat ke arah Nabila “Dan selamat datang


kembali Tuan Atmaja.” Memeluk hangat sambil menepuk pelan bahu besannya itu.


Melihat itu Nabila pun tersenyum melihat keakraban kedua


pemuda yang tengah berpelukan di hadapannya. Nabila melihat sekeliling dalam


ruangan, sambil berjalan, karna saat ini Nabila tengah mencari keberadaan anak


dan juga menantunya. Karnatak menemukan keberadaan anak dan menantunya. Nabila


bertanya kepada salah satu pelayan yang tengah berjalan di sampinnya.


Nabila pun berkata. “Maaf, apa boleh aku tau dimana letak


kamar anak-anakku?” tersenyum, menyadari kata-katnya tak dimengerti oleh


pelayan tersebut,Nabila kembali berkata. “Maksud saya, dimana kamar Becca


berada?” kembali ersenyum ketika selesai mengatakan itu.


 Mendengar kata yang


keluar dari mulut Nabila pelayan itu terlihat bingun, pelayan itu pun berkata. “Maaf,


kalau boleh saya tau anda siapa?” menatap wajah Nabila.


Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut pelayan

__ADS_1


tersebut, Nabila pun berkata. “Saya Ibu Mertua Becca, Ibu dari Aby.” Kembali tersenyum


hangat setelah selesai mengatakan itu.


Setelahmengetahui, bahwa wanita yang kini tengah berdiri di


hadapannya adalah Mertua dari putri majikannya. Dengan segera pelayan itu


berkata. “Maaf, Nyonya saya tidak tau kalau anda adalah Mertua Nona muda kami. Itu


di sana kamar Nona.” Menunjuk lantai atas “Dan maaf saya tidak bisa mengantar


anda naik ke lantai, karna saya harus membantu pelayan yang lainnya.” Berkata sopan


dan ramah.


Nabila pun tersenyum mendengar kata yang keluar dari mulut


pelayan tersebut, lalu berkata. “Terimakasih, aku bisa naik sendiri ke sana.”


Setelah mengetahui dimana letak kamar anak dan menantunya


dengan segera Nabila berjalan ke arah kamar yang ditunjukkan pelayan kepadanya.


Sementara Doni ikut bergabung dengan semua pebisnis yang tengah Hamish ungdan


datang ke Mansionnya.


Nabila mengetuk pintu yang di tempati anak dan menantunya,


lalu masuk. Becca yang melihat ibu Mertunya datang tersenyum senang. Karna merasa


senang Becca tak sadar melompat-lompat di tempatnya.


Melihat istrinya tengah melompat karna merasa senang dengan


segera Aby berkata. “Sayang kamu jangn melompat seperti itu. Apa kamu lupa


Mendengar ucapan suaminya dengan segera Becca berkata. “Maaf,


sayan, karna merasa sangat senang aku sampai lupa.” Memasang wajah lucu di


hadapan Aby. Setelah mengatakan itu Becca melihat ke arah Nabila.


Becca pun berkata. “Mama.” Berlari ke arah Nabila, lalu


memeluknya “Bagaiman keadaan Mama dan Ayah? Apa kalian berdua sehat-sehat saja?”


melepas pelukan, lau mengecup pipi Mama mertunya dengan sangat lembut.


Nabila yang mendapat perlakuan hangat dari menatunya


tersenyum senang, Nabila pun berkata. “Kami berdua baik Nak, lalu kabar kamu


bagaimana? Dan juga calon cucuku?” melihat ke arah perut Becca yang kini mulai


terlihat membuncit, lalu mengelus lembut perut menatunya itu.


Becca pun tersenyum mendengar kata yang keluar dari mulut


Mertuanya Becca pun berkata. “Semuanya baik Ma, semua itu karna Aby menjagaku


dengan sangat baik.” Tersenyum melihat ke arah Aby yang kini tengah berdiri di


sampinnya.


Mendengar kata yang keluar darimulut menantunya.Nabila pun


berkata. “Aku sangat senang dan juga bahagia Nak. Karna bisa melihatmu


sebahagia ini. Aku sangat bersyukur pada Alla, karna selalu mengjaga

__ADS_1


anak-anakku dengan baik.” Memeluk anak dan menatunya.


Setelah itu. Aby mengajak ke dua wanita yang begitu sangat


Ia sayangi turun kelantai dasar. “Ma, sayang.” Memanggil “Akan lebih baik kalau


kita segera turun ke lantai dasar, karna di sana semua para tamu pasti tengah


menanti kedatangan kita.”menatap keduanya.


Mendengar ucapan suaminya. Becca mengedipkan matanya kepada


Mama Mertunya. Nabila yang mengerti dengan kedipan mata Menantunya tersenyum. Hingga


akhirnya keduanya berkata.


“Baiklah, ayo kita turun Tuan Aby Atmaja.” Berkata bersamaan,


lalu tertawa lepas melihat ke arah Aby.


Mereka bertiga pun turun ke lantai dasar. Di lantai dasar


terlihat sangat penuh dengan para tamu yang Hamish undang. Semua mata tertuju


melihat ke arah mereka bertiga yang tengah menurungi anak tangga satu persatu.


Melihat Putri dan Menantunya, menurungi anak tangga. Hamish


pun berjalan mendekat ke arah Aby dan juga Becca, dan tak lupa Doni ikut


berjalan di belakannya.


Doni berjalan mendekat ke arah putranya lalu berkata.”Kamu


memang anak kebanggan Ayah Nak.” Menepuk pelan bahu Aby, lalu melihat ke arah


menantunya “Semoga tetap bahagia dan sehat selalu untukmu dan juga calon


cucuku.” Mengelus kepala Menantunya.


Hamish yang melihat kasih sayang orang tua Aby  terhadap putrinya,  begitu sangat yakin kalau Aby memang


benar-benar pemuda yang tepat untuk mendampingi putrinya.


Setelah itu Hamish pun berkata kepada Doni dan Nabila. “Maaf,


saya ingin meminjam Menantuku dulu.” Tersenyum hangat melihat ke arah Doni dan


Nabila “Karna aku ingin mengenalkannya terhadap semua rekan-rekan bisnisku.” Setelah


mengatakan itu Hamish mengajak Aby ikut brgabung dengan semua para koleganya


dan juga teman-teman mafianya.


Sementara


Becca tingga bersama dengan Ayah dan juga Ibu Mertunya. Nabila yang merasa


begitu sangat senang melihat perut menanatunya sudah mulai terlihat. dan itu membuat Nabila tak


berhenti mengelus lembut perut Becca.


Sementara di pojok ruangan yang tengah ramai dengan para


tamu-tamu yang lainnya. Seorang pemuda terlihat begitu sangat kesal melihat


kebahagiaan yang tengah Becca rasakan.


Pemuda itu pun berkata. “Kebahagiaanmu ini tak akan bertahan


lama. Aku pastikan itu.” Setelah mengatakan itu,pemuda itu lansung

__ADS_1


meninggalakan acara yang tengah Hamish gelar...


__ADS_2