
Dua minggu telah berlalu, namun penyelidikan Polisi masih
tetap berlanjut, untuk terus mengetahui kecelakaan yang terjadi sebenarnya,
begitu banyak barang-barang yang polisi temukan di tempat kejadian kecelakaan
tersebut.
Mulai dari pistol, dompert, Hape dan juga bahkan sebuah
kalung, yang tak lain adalah kalung
Becca. Hanya ada satu bukti, kalau kecelakaan yang Becca alami adalah
kecelakaan berencana, dan itu membuat Hamish sangat marah, karna ingin
mengetahui siapa yang telah melakukan ini pada putrinya.
Tampa kejelasan dari Polisi, Hamish mendatangi kediaman
Albert yang tak lain adalah orang tua Ryo, karna merasa sedikit yakin kalau
kecelakaan yang di alami putrinya adalah ulah dari putra rekan kerjanya
tersebut.
Hamish membawa seluruh anak buaahnya, menuju kediaman
Albert. Setelah sampai di depan pintu gerban rumah Alber. Hamish menyuruh anak
buahnya lansung menabrak pintu gerban tersebut.
Bruakkkk.
Suara tabrakan pintu gerban rumah Alber, dan itu membuat
seluruh penghuni dalam rumah begitu sangat terkejut dan berlari keluar ke
hadapan rumah mereka.
Sementara Ryo yang berada di atas kamarnya begitu sangat
terkejut melihat Hamish dari balik tirai jendelanya keluar dari dalam mobilnya.
“Ham.” Terkejut “Apa Om, Hamish tau kalau aku yang melakukan
ini? Kenapa wajahnya terlihat begitu sangat marah? Kalau meman benera dia tau
maka hari, hari terakhirku bernapas di dunia ini.” Ryo merasa begitu sangat
ketakutan, karna ketakutan Ryo sampai mengeluarkan keringat dingin di sekujur
tubuhnya.
Alber yang melihat Hamish turun dari mobilnya, terlihat
begitu sangat ketakutan. Karan mengetahui apa yang telah di putranya lakukan
terhadap anak dari rekan bisnisnya itu.
***
Seminggu yang lalu Ryo menceritakan semuanya kepada Daddynya,
karna merasa begitu sangat panik melihat ke adaan Becca yang tak kungjung sadar
dari komanya, bahkan Becca sering mengalami kejam-kejam setelah itu kembali
dalam kondisi koma lagi.
Melihat itu dengan rasa takut Ryo kembali ke Sydney untuk
memberitahukan Daddynya kalau putri dari teman rekan bisnisnya ada bersamanya,
namun dalam keadaan koma.
“Dad” memanggil “Becca ada bersamaku.” Ryo menatap ke arah
__ADS_1
wajah Alber ketika mengatakan itu.
“Apa!.” Alber nampak terkejut dengan apa yang tengah
putranya lakukan, karna setelah melihat di berita televisi yang mengabarkan
kalau putri satu-satu dari Hamish Daud Willie tengah mengalami kecelakaan hebat
dan itu lansung merenggut nyawanya.
Albert begitu sangat terkejut tampa bertanya kepada putranya
Albert lansung memukul wajah putranya.
Pelakkk.
“Apa kamu sadar? Apa yang telah kamu lakukan.” Mata Albert
memancarkan kemarahan yang sangat besar melihat ke arah putranya.
“Ded, dengarkan penjelasan aku dulu.” Ryo menahan tangan
Albert yang ingin kembali memukul wajahnya.
“Apa yang ingin kamu jelaskan? Hem, kamu ingin mengatakan
kalau kamu tak sengaja melakukannya, atau kamu ingin mengatakan kalau tampa
sengaja kamu menemukannya di pinggir jalan? Apakamu tau? yang kamu lakukan akan
membuat kita semua mati!” Alber sangat marah melihat ke arah putranya itu.
“Dad, dengarkan penjelasan aku dulu.” Ryo kembali mengulang
kata-katanya.
“Memang aku salah karna melakukan hal yang serendah seperti
ini, tapi ini bukan sepenuhnya salahku. Sameera juga ikut terlibat dalam masalah
ini dan dialah yang merencanakan semua ini, aku hanya membantunya menyiapkan anak
Ryo menundukkan wajahnya ketika menceritakan soal Becca.
Mendengar nama Sameera keluar dari mulur Ryo, Albert nampak
begitu sangat terkejut, karna putri dari penghianat dari angota keluarganya
ikut terlibat dengan masalah besar ini.
“Apa! Sameera! Sameera putri dari penghianat itu? Sejak kapan
kamu berurusan dengankeluarga penghianat itu?” Albert menatap tajam melihat ke
arah putranya yang kini tengah berdiri di hadapannya.
“Bukan aku yang mendekatinya Dad, tapi dia yang mendekatiku
dan mendatangiku di Apartmens dan memberitahukan kalau dirinya sangat
menginginkan Aby suami dari Rebeccan, dan aku pun setuju untuk membantunya
karna aku juga sangat menginginkan Rebecca menjadi wanitaku dan aku ingin
menjadikannya milikku untuk selamanya.” Ryo menjelaskan semuanya tampa ada yang
di tutupinya.
Plakkk.
“Bodoh! kamu sangat bodoh Ryo, sangat bodoh.” Albert kembali
memukul wajah Ryo karna begitu sangat kesal mendengar semua yang katakan
putranya.
“Apa kamu tau Sameera itu siapa? Dia adalah putri dari
__ADS_1
saudara kakekmu. Dan apa kamu tau kenapa Daddy begitu sangat membenci keluarga
itu? Karna Ayah Sameera telah menipu Daddy dan mengambil semua harta kekayaan
yang Daddy punya. Dan seandainya bukan Hamish yang menolong keuangan kita,
pasti saat kita sekeluarga telah menjadi gelandangan di negara kita ini.” Alber
nampak terlihat sangat sedih ketika mengatakan semua itu kepada Ryo.
“Maafkan aku Dad,aku tidak tau semua itu. Seandainya aku tau
semuanya dari awa aku tidak akan pernah melakukan semua ini.” Ryo nampak terlihat
sangat menyesal dengan apa yang telah di lakukannya.
“Tapi semua ini sudah terlanjur, aku akan menjaga Becca
dengan baik setelah nanti dia sadar, dan aku akan membuatnya selalu tersenyum,
dan aku juga akan menikahinya.” Ryo nampak bahagia ketika mengatakan itu.
“Bagaimana kamu bisa menikahinya Becca setelah sadar, karna
pasti orang yang di carinya adalah suami dan Daddynya, dan di saat Becca sadar
kamu akan menjadi incaran utama Hamish setelah itu Daddy, Hamish tak akan
pernah melepaskan kita berdua.” Albert memegan kepalanya yang terasa pusing
mendengar semua apa yang tengah di lakukan putranya.
Mendengar ucapan Albert, Ryo juga merasa pusing
memikirkannya, karna semua yang Daddynya katakan benar adanya. Namun semuanya
sudah terlanjur, Ryo dan Albert hanya bisa berdoa untuk kedepannya nanti.
***
Albert berusaha menutupi rasa takutnya ketika melihat Hamish
turun dari dalam mobilnya, Hamish yang biasanya bersikap baik ketika bertemu
dengannya, kini hanya memperlihatkan wajah datarnya saja.
“Hamish, apa yang terjadi? Mengapa kamu menerobos masuk
pintu gerban rumahku?” Alber berusaha bersikap sebiasa mungkin agar
kegugupannya tak terlihat.
Tampa menjawab pertanyaan Albert. Hamish merangkul lengan,
dan membawa Albert masuk ke dalam rumahnya. Hamish memperlihatkan sikap dingin
dan datarnya dan itu membuat Albert bergidik ngeri dengan perlakuan Hamish kali
ini.
“Apa yang terjadi kawan, kanapa sikapmu seperti ini?” Albert
mulai merasa sedikit gugup ketika Hamish mendudukkan tubuhnya di atas kursi.
Sementara Hamish menaikkan kakinya sebelah di sampin tempat
duduk yang Albert duduk.
“Apa kamu tau kenapa aku datang kemari?” Hamish mengeluarkan
nada datarnya melihat ke arah wajah Albert. Karna saat ini Hamish berdiri di
hadapan Albert dan kakinya berada tepat di sampinnya.
“Tentu tidak! Aku tidak tau kenapa kamu datang ke rumahnku
dan menerobos masuk seperti ini.” Albert melihat ke arah lain ketika mengatakan
__ADS_1
itu, karna tak berani menatap wajah Hamish yang kini tengah menatap tajam
melihat ke arah wajahnya.