Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.149


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, namun penyelidikan Polisi masih


tetap berlanjut, untuk terus mengetahui kecelakaan yang terjadi sebenarnya,


begitu banyak barang-barang yang polisi temukan di tempat kejadian kecelakaan


tersebut.


Mulai dari pistol, dompert, Hape dan juga bahkan sebuah


kalung, yang  tak lain adalah kalung


Becca. Hanya ada satu bukti, kalau kecelakaan yang Becca alami adalah


kecelakaan berencana, dan itu membuat Hamish sangat marah, karna ingin


mengetahui siapa yang telah melakukan ini pada putrinya.


Tampa kejelasan dari Polisi, Hamish mendatangi kediaman


Albert yang tak lain adalah orang tua Ryo, karna merasa sedikit yakin kalau


kecelakaan yang di alami putrinya adalah ulah dari putra rekan kerjanya


tersebut.


Hamish membawa seluruh anak buaahnya, menuju kediaman


Albert. Setelah sampai di depan pintu gerban rumah Alber. Hamish menyuruh anak


buahnya lansung menabrak pintu gerban tersebut.


Bruakkkk.


Suara tabrakan pintu gerban rumah Alber, dan itu membuat


seluruh penghuni dalam rumah begitu sangat terkejut dan berlari keluar ke


hadapan rumah mereka.


Sementara Ryo yang berada di atas kamarnya begitu sangat


terkejut melihat Hamish dari balik tirai jendelanya keluar dari dalam mobilnya.


“Ham.” Terkejut “Apa Om, Hamish tau kalau aku yang melakukan


ini? Kenapa wajahnya terlihat begitu sangat marah? Kalau meman benera dia tau


maka hari, hari terakhirku bernapas di dunia ini.” Ryo merasa begitu sangat


ketakutan, karna ketakutan Ryo sampai mengeluarkan keringat dingin di sekujur


tubuhnya.


Alber yang melihat Hamish turun dari mobilnya, terlihat


begitu sangat ketakutan. Karan mengetahui apa yang telah di putranya lakukan


terhadap anak dari rekan bisnisnya itu.


***


Seminggu yang lalu Ryo menceritakan semuanya kepada Daddynya,


karna merasa begitu sangat panik melihat ke adaan Becca yang tak kungjung sadar


dari komanya, bahkan Becca sering mengalami kejam-kejam setelah itu kembali


dalam kondisi koma lagi.


Melihat itu dengan rasa takut Ryo kembali ke Sydney untuk


memberitahukan Daddynya kalau putri dari teman rekan bisnisnya ada bersamanya,


namun dalam keadaan koma.


“Dad” memanggil “Becca ada bersamaku.” Ryo menatap ke arah

__ADS_1


wajah Alber ketika mengatakan itu.


“Apa!.” Alber nampak terkejut dengan apa yang tengah


putranya lakukan, karna setelah melihat di berita televisi yang mengabarkan


kalau putri satu-satu dari Hamish Daud Willie tengah mengalami kecelakaan hebat


dan itu lansung merenggut nyawanya.


Albert begitu sangat terkejut tampa bertanya kepada putranya


Albert lansung memukul wajah putranya.


Pelakkk.


“Apa kamu sadar? Apa yang telah kamu lakukan.” Mata Albert


memancarkan kemarahan yang sangat besar melihat ke arah putranya.


“Ded, dengarkan penjelasan aku dulu.” Ryo menahan tangan


Albert yang ingin kembali memukul wajahnya.


“Apa yang ingin kamu jelaskan? Hem, kamu ingin mengatakan


kalau kamu tak sengaja melakukannya, atau kamu ingin mengatakan kalau tampa


sengaja kamu menemukannya di pinggir jalan? Apakamu tau? yang kamu lakukan akan


membuat kita semua mati!” Alber sangat marah melihat ke arah putranya itu.


“Dad, dengarkan penjelasan aku dulu.” Ryo kembali mengulang


kata-katanya.


“Memang aku salah karna melakukan hal yang serendah seperti


ini, tapi ini bukan sepenuhnya salahku. Sameera juga ikut terlibat dalam masalah


ini dan dialah yang merencanakan semua ini, aku hanya membantunya menyiapkan anak


Ryo menundukkan wajahnya ketika menceritakan soal Becca.


Mendengar nama Sameera keluar dari mulur Ryo, Albert nampak


begitu sangat terkejut, karna putri dari penghianat dari angota keluarganya


ikut terlibat dengan masalah besar ini.


“Apa! Sameera! Sameera putri dari penghianat itu? Sejak kapan


kamu berurusan dengankeluarga penghianat itu?” Albert menatap tajam melihat ke


arah putranya yang kini tengah berdiri di hadapannya.


“Bukan aku yang mendekatinya Dad, tapi dia yang mendekatiku


dan mendatangiku di Apartmens dan memberitahukan kalau dirinya sangat


menginginkan Aby suami dari Rebeccan, dan aku pun setuju untuk membantunya


karna aku juga sangat menginginkan Rebecca menjadi wanitaku dan aku ingin


menjadikannya milikku untuk selamanya.” Ryo menjelaskan semuanya tampa ada yang


di tutupinya.


Plakkk.


“Bodoh! kamu sangat bodoh Ryo, sangat bodoh.” Albert kembali


memukul wajah Ryo karna begitu sangat kesal mendengar semua yang katakan


putranya.


“Apa kamu tau Sameera itu siapa? Dia adalah putri dari

__ADS_1


saudara kakekmu. Dan apa kamu tau kenapa Daddy begitu sangat membenci keluarga


itu? Karna Ayah Sameera telah menipu Daddy dan mengambil semua harta kekayaan


yang Daddy punya. Dan seandainya bukan Hamish yang menolong keuangan kita,


pasti saat kita sekeluarga telah menjadi gelandangan di negara kita ini.” Alber


nampak terlihat sangat sedih ketika mengatakan semua itu kepada Ryo.


“Maafkan aku Dad,aku tidak tau semua itu. Seandainya aku tau


semuanya dari awa aku tidak akan pernah melakukan semua ini.” Ryo nampak terlihat


sangat menyesal dengan apa yang telah di lakukannya.


“Tapi semua ini sudah terlanjur, aku akan menjaga Becca


dengan baik setelah nanti dia sadar, dan aku akan membuatnya selalu tersenyum,


dan aku juga akan menikahinya.” Ryo nampak bahagia ketika mengatakan itu.


“Bagaimana kamu bisa menikahinya Becca setelah sadar, karna


pasti orang yang di carinya adalah suami dan Daddynya, dan di saat Becca sadar


kamu akan menjadi incaran utama Hamish setelah itu Daddy, Hamish tak akan


pernah melepaskan kita berdua.” Albert memegan kepalanya yang terasa pusing


mendengar semua apa yang tengah di lakukan putranya.


Mendengar ucapan Albert, Ryo juga merasa pusing


memikirkannya, karna semua yang Daddynya katakan benar adanya. Namun semuanya


sudah terlanjur, Ryo dan Albert hanya bisa berdoa untuk kedepannya nanti.


***


Albert berusaha menutupi rasa takutnya ketika melihat Hamish


turun dari dalam mobilnya, Hamish yang biasanya bersikap baik ketika bertemu


dengannya, kini hanya memperlihatkan wajah datarnya saja.


“Hamish, apa yang terjadi? Mengapa kamu menerobos masuk


pintu gerban rumahku?” Alber berusaha bersikap sebiasa mungkin agar


kegugupannya tak terlihat.


Tampa menjawab pertanyaan Albert. Hamish merangkul lengan,


dan membawa Albert masuk ke dalam rumahnya. Hamish memperlihatkan sikap dingin


dan datarnya dan itu membuat Albert bergidik ngeri dengan perlakuan Hamish kali


ini.


“Apa yang terjadi kawan, kanapa sikapmu seperti ini?” Albert


mulai merasa sedikit gugup ketika Hamish mendudukkan tubuhnya di atas kursi.


Sementara Hamish menaikkan kakinya sebelah di sampin tempat


duduk yang Albert duduk.


“Apa kamu tau kenapa aku datang kemari?” Hamish mengeluarkan


nada datarnya melihat ke arah wajah Albert. Karna saat ini Hamish berdiri di


hadapan Albert dan kakinya berada tepat di sampinnya.


“Tentu tidak! Aku tidak tau kenapa kamu datang ke rumahnku


dan menerobos masuk seperti ini.” Albert melihat ke arah lain ketika mengatakan

__ADS_1


itu, karna tak berani menatap wajah Hamish yang kini tengah menatap tajam


melihat ke arah wajahnya.


__ADS_2