Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.164


__ADS_3

Mungkin karna keduanya terlalu kelehan hingga akhirnya


mereka berdua tertidur dengan sangat lelapnya,dan tidak menyadari kalau saat


ini Lisa ikut memeluk tubuh Abdy karna saat ini mereka tertidur dalam keadaan


berhadapan karna posisi tidurnya telah berubah.


Pagi- pagi sekali Lisa sudah terbangun, dan mendapati


dirinya tidur dalam pelukan Abdy dan bahkan saat ini tangannya tengah memeluk


tubuh Abdy dengan begitu sangat nyamannya.


“Hem---em.” Mengeliat dari tidur lalu pelan-pelan membuka


matanya dan melihat ke arah Abdy yang kini masih setia berdamai dengan


tidurnya.


Lisa tersenyum melihat wajah Abdy, bahkan saat ini ia tidak


percaya kalau, ia tengah tidur di dalam pelukan orang yang sangat di cintainya


dan bahkan mengangap kalau yang tengah memeluknya saat ini adalah suaminya.


Namun di saat ia menyadari itu Abdy yang tengah memeluknya saat ini bukanlah


siapa-siapanya.


Dan karna semuan Lisa harus pergi menjauh karna perasaannya


tidak di balas oleh orang yang memeluknya saat ini.


Pelan-pelan Lisa menarik tangannya yang berada di perut Abdy


karna ia tidak ingin mengangu tidur nyenyak Abdy, lalu mengarahkan tangannya


ingin menyentuh wajah Abdy. Dan entah setan apa yang merasuki Lisa saat ini


yang tiba-tiba ingin menyentuh wajah Abdy dengan tangannya Lisa pun berkata.


“Andai kamu tau Dy, perasaan aku yang sesungguhnya untukmu.”


Berkata pelan sambil mengelus lembut wajah Abdy dengan tangannya.


Namun tiba-tiba suara serak Abdy mengangetkan Lisa. Abdy


mebuka matanya lalu berkata “Aku tau semuanya Lis, tampa kamu harus mengatakannya.”


Kembali memeluk erat tubuh Lisa ketika selesai mengatakan itu.


“Hei, apa lagi yang kamu lakukan?” terkejut karna Abdy


kembali memeluknya dengan sangat erat di tambah Abdy mengatakan kalau i


mengetahui, memang apa yang dia tau? Itulah yang ada di dalam pikiran Lisa saat


ini.


“Biarkan aku memelukmu Lis, agar kamu mengerti dan tau


semuanya soal perasaanku terhadapmu.”


Bingun dan tidak mengerti itulah yang terlintas dalam


pikiran Lisa saat ini ketika mendengar ucapan Abdy yang ingin di mengerti soal


perasannyaa.


Maksud Abdy apa? Guman Lisa dalam hati.


Cukup lama Abdy memeluk tubuh Lisa, hingga akhirnya ia


melepas pelukannya sambil berkata.


“Maafkan aku Lis, tidak seharusnya aku mengatakan ini,


seharusnya aku mengerti kalau saat ini kamu telah memiliki calon suami dan


kalian akan segera menikah.” Abdy berangjak dari atas tempat tidur ketika


selesai mengatakan itu, dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Lisa yang melihat tingkah Abdy seperti itu, merasa sangat


bersalah karna telah membohongi Abdy atas hubungan yang sebenarnya antara


dirinya dan Adi kakak sepupunya.


“Dy. Dengarkan aku dulu.” Ucap Lisa yang ingin mengatakan


yang sebenarnya. Namun Abdy sudah keburu masuk ke dalam kamar mandi.


Lisa menggigit bibirnya karna merasa bersalah melihat wajah


Abdy yang terlihat sangat kecewa, masuk ke dalam kamar mandi. Bahkan saat ini


Lisa ingin mengatakan yang sebenarnya kalau Adi hanya kakak sepupunya.


Lisa bangun lalu merapikah tempat tidur sambil menunggu Abdy


keluar dari dalam kamar mandi, karna ia ingin mengatakan yang sebenarnya,


bahkan ia akan mengatakan kalau ia sangat mencintai Abdy dengan sepenuh hatinya


dan tidak peduli dengan hubungan Abdy dengan secretaris kakaknya yang jelasnya


setelah ia mengatakan yang sebenarnya perasaannya akan terasa lega, terbalas


atu tidaknya setidkanya Abdy tau soal perasaany yang di pendam selama ini.


Melihat Abdy keluar dari dalam kamar mandi, kini sudah rapi


dengan pakaian santainya. Lisa tersenyum manis sambil berjalan mendekat ke arah


Abdy, namun ekpresi wajah yang Abdy tunjukkan biasa-biasa saja tidak seperti


wajahnya yang kemarin-kemarin yang selalu tersenyum ceria melihat ke arahnya.


“Dy. Ada sesuatu yang ingin aku kataka.” Tersenyum manis


melihat arah Abdy.


“Nanti saja Lis, sekarang kamu mandi! Karna Aby pasti akan menunggumu.”


Setelah mengatakan itu Abdy lansung berjalan ke arah kopernya.


Dan sikap Abdy terlihat berubah, tidak sama yang baru saja


yang dia lakukannya.


“Dy, dengarkan aku dulu, ada sesuatu yang penting yang ingin


aku katakan padamu.” Berjalan di belakan Abdy.


“Apa lagi sih! Yang ingin kamu katakan! Sudah sana mandi!”


nada suara membetak keluar dari dalam mulut Abdy dan itu membat Lisa merasa


terkejut, karna ini pertama kali Abdy berkata kasar seperti itu padanya.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy, tampa berkata apapun lagi,


berlari masuk ke dalam kamar mandi, setelah sampai di dalam kamar mandi Lisa


menangis sesegukan karna merasa sangat sedih.


Hiks, hiks,hiks.

__ADS_1


“Maafkan aku Dy. Jangan terlalu lama marahnya, karna aku


akan sangat sedih dan terluka jika melihatmu bersikap seperti itu terhadapku.”


Lisa mengusap air mata di wajahnya, lalu berjalan masuk ke dalam tempat mandi


yang ada di dalam kamar mandi.


Yang ada di dalam pikiran Lisa saat ini, ia akan mengatakan


yang sebenarnya dan meyakinkan Abdy kalau ia benar-benar mencintainya, dan soal


hubungannya dengan Adi ia juga akan menjelaskannya, kalau mereka berdua hanya


sepupu dan tidak ingin tau soal Lara yang jelasnya Lisa ingin mengatakan


semuanya, semua yang ada di dalam hatinya.


Dengan wajah ceria Lisa keluar dari dalam kamar mandi dan


mulai melihat sekelilin kamar dan mencari dimana keberadaan Abdy saat ini. Namun


yang tengah di carinya tidak memperlihatkan batang hidunganya.


“Kemana dia?” melihat sekelilin dalam ruangan “Apa dia


keluar kamar?” berjalan ke arah pintu lalu membukanya dan mendapati Aby yang


baru saja ingin mngetuk pintu kamar yang ia tempati.


“Lisa, kamu sudah selesai?” melihat ke arah Lisa yang baru


saja membuka pintu kamar yang di tempatinya.


“Iya, kak. Aku sudah selesai.”


“Sekarang kamu masuk ke dalam, istriku juga baru saja bangun


dan ia sangat terkejut melihat pakaian yang ia kenakan terganti.” Tersenyum tipis


“Nanti jika ia bertanya padamu tolong kamu katakan jika kamu yang melakukannya


karna aku sangat takut jika istriku sampai takut denganku dan tidak mau melihat


aku lagi, bahkan dia begitu sangat terkejut ketika melihatku berada di dalam


dan bukan kamu yang menemaninya. Maaf Lisa, aku selalu merepotkanmu dan


membuatmu merasa tidak nyaman dengan kelakuan Abdy. Tampa bantuanmu aku tidak


tau apa yang harus kulakukan melihat ke kondisi istriku yang seperti ini yang


tidak mengingat siapapun bahkan mengingatku orang yang sangat mencintainya.”


Aby terlihat sangat sedih ketika mengatakan semua itu kepada Lisa.


Dan benar semua yang Aby katakan, ketika ia terbangun lebih


awal dengan segera ia membersikan diri, karna takut istrinya terbangun duluan.


Aby masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan dirinya


sekaligus bersiap di dalam kamar mandi, karna ia tidak ingin membuat istrinya


bangun dan terkejut melihatnya.


Namun di saat Abdy keluar dari dalam kamar mandi justru dia


yang sangat terkejut ketika sebuah bantal melayang di wajahnya.


“Apa yang kamu lakukan di dalam kamarku sepagi ini!?”


melotot.


“Ah, maaf” tersenyum manis “Aku masuk karna kebetulan kamar


mandi di kamarku sedang  bermasalah.”


keadaan seperti ini. Jujur siapa yang telah menganti pakaian yang semalam aku


kenakan?” menatap tajam melihat ke arah Aby.


“Lisa.” Nama Lisa spontan keluar dari dalam mulut Aby.


“Bohong!”


“Sumpah aku tidak bohong. Aku masuk ke dalam kamarmu karna


aku membawa sarapan untukmu dan juga Lisa. Sekaligus memeriksa apa kamar


mandimu baik -baik saja, tidak sama dengan kamar mandi yang ada di dalam kamarku


saat ini.” Tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah merasa kesal.


Becca yang mendengar Aby menyebut kata sarapan melihat ke


arah meja, dan meman benar adanya makanan yang telah tersedia di sana.


“Baiklah sekarang kamu keluar,karna aku ingin membersikan


diri sekarang.”


“Baiklah.” Berjalan ke arah pintu lalu berbalik kembali


melihat ke arah Becca yang kini tengah memperbaiki rambutnya “Oya, setelah


nanti aku pulang kita semua akan ke pantai.” Membuka pintu kamar lalu keluar.


“Pantai, sepertinya menyenangkang.” Becca tersenyum sendiri


ketika mengatakan itu.


Lisa mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar yang di tempati


Becca saat ini dan mulai mencarinya.


“Becca” memanggil “Kamu di mana?” berjalan masuk dan


mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi “Hem, sedang mandi rupanya.” Kembali


berjalan ke arah sopa yang ada di dalam kamar hotel tersebut lalu mengambil


sepotong roti yang telah di siapkan Aby untuknya.


Lisa duduk sambil makan roti isi, lalu mengeluarkan hapenya


dari dalam kantong celananya dan mulai menghubungi nomor hape Abdy. Nada panggilan


tersambun, namun pemiliknya tidak mengankatnya.


“Kenapa tidak di angkat?” menghubungi kembali, hingga


kesekian kalinya Lisa menghubunginya namun sekalipun Abdy tidak menerimanya


hingga akhirnya Lisa mengrim pesan untuk Abdy.


Dy, ada sesuatu yang penting! Yang ingin aku katakan.


Pesan di terima.


Itulah balasan operator yang tertulis dalam hape Lisa.


“Di baca.” Bingun “Namun tidak mau mengankat telponku.”


“Apa Abdy marah denganku? Tapi kenapa mesti marah? Apa salahku?”


Lisa benar-benar bingun melihat tingkah Abdy yang berubah


sekejap menurutnya.

__ADS_1


Karna terlalu pokus memikirkan Abdy yang mengabaikannya,


sampai tidak menyadri kalau saat ini Becca tengah duduk di sampinnya dan ikut


mengambil sepotong roti yang ada di atas meja.


“Hei, kamu kenapa? Kenapa melamun seperti itu? Mikirin Abdy


ya.” Tersenyum pelan melihat ke arah wajah Lisa yang terlihat malu-malu.


Becca mengatakan itu, karna pernah melihat Lisa dan Abdy


berduaan, bahkan Becca melihat Abdy langsun memeluk tubuh Lisa meskipun Lisa


menolak pelukan Abdy tersebut. Meskipun hilang ingatan namun Becca bisa


membedakan mana yang jatuh cinta, mana yang tidak, dan dia bisa melihat tingkah


aneh Lisa ketika melihat Abdy berada di dekatnya.


Lisa yang mendengar ucapan Becca, merasa sedikit malu, dan


berkata. “Tidak juga” sedikit berbohon “Aku tidak memikirkan Abdy.” Tersenyum melihat


ke arah Becca yang kini tengah mengambil obatnya lalu meminumnya.


“Hem, baiklah jika kamu tidak mau mengakuinya. Tapi satu hal


yang harus kamu tau.” Berkata pelan melihat ke arah Lisa.


“Tau apa?” bingun ketika mendengar ucapan Becca.


“Mau tau saja? Atu mau tau banget?” tersenyum jail melihat


ke arah Lisa yang kini menatap serius ke arahnya.


“Apa sih.” Malu-malu “Mau tau banget.”


Itulah kedekatan Lisa dan Becca selama mereka bertemu dan


tinggal bersama, mereka berdua seperti adik kakak.


“Baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku melihat


tatapan mata Abdy lain dari pada yang lain ketika menatapmu, dan aku bisa


menjamin kalau Abdy itu suka dan cinta kepadamu, coba deh Lis, kamu perhatikan


semua gerak dan tingkah lakunya kepadamu. Apa kamu tidak merasa ada yang aneh?”


menatap wajah Lisa yang kini tengah mencerna semua yang Becca katakan


kepadanya.


“Iya, sih aku juga bisa melihatnya. Tapi apa kamu tau? Abdy


itu memiliki hubungan dengan secretaris suamimu Aby.”


Itulah wanita jika bertemu sesama wanita, kadan-kadan yang


mereka gosipkan cuman masalah laki-laki, bahkan mereka tidak akan berhenti


membahas soal suka atau tidaknya hingga membahas hubungan yang tidak ada


kepastian itu. Becca tidak berhenti membahas soal Abdy dan tidak menyadari


kalau orang yang mereka bahas kini tengah berdiri di amban pintu.


“Hem.” Suara deheman Abdy mengangetkan keduanya.


Dan sontak membuat ke dua wanita yang tengah bergosip


tentang dengannya melihat ke arahnya.


“Eh, Abdy, sudah lama kamu berada di situ?” tanya Becca


dengan senyuman.


“Iya. Dari tadi aku ada disitu.” Abdy berjalan masuk ketika


mengatakan itu “Oya, kaka menyuruh kita semua untuk bersiap, karna hari ini


kita akan jalan-jalan mengelilingi kota ini, dan ingat jangan ada yang


menggunakan rok.” Abdy memperigati karna yang selalu Abdy lihat Lisa begitu


sangat menyukai mengenakan rok mini yang panjangnya hanya sampai lutut saja.


Lisa yang mendengar itu hanya terdiam, karna ia tau


kata-kata itu untuknya, mengingat Becca tidak suka mengenakan rok.


“Memangnya kenapa kalau mengenakan rok?” tanya Becca bingun.


“Karna kita akan pergi hanya menggunakan motor.” Tersenyum melihat


ke arah Becca ketika mengatakan itu. Namun sedikitpun tidak berbalik melihat ke


arah Lisa “Sekarang kalian bersiaplah, karna aku juga akan bersiap.”


Setelah mengatakan itu Abdy berjalan keluar dan itu membuat


Lisa merasa sangat bingun, bingun melihat tingkah Abdy yang berubah.


“Apa yang terjadi dengannya?” melihat ke arah Becca ketika


mengatakan itu.


“Aku juga tidak tau.” Mengankat kedua bahunya “Mungkin ada


sesuatu yang membutnya bertingkah seperti itu.”


“Biarkan saja” tersenyum “Sekarang aku mau ganti rok aku


dulu ya.” Berjalan ke arah pintu.


“Hei, bukannya semalam kamu tidur di sini?”


“Iya, semalam aku tidur di sini.” Tersenyum, supaya Becca


tidak curiga kalau semalam ia tidur sekamar dengan Abdy “Cuman koper aku di


kamar seblah.”


“Ooo, begutu.”


“Iya.”


Setelah menjelaskan kepada Becca, Lisa keluar dan berjalan


menuju arah kamar yang di tempatinya semalam. Namun sebelum iya membuka pintu,


pinyunya telah erbuka dari dalam.


Abdy keluar dari dalam kamar sambil menenteng jaket di


pundaknya, sementara Lisa yang melihat Abdy keluar dari dalam kamar tersenyum


manis melihat ke arahnya. Namun Abdy dengan santainya tidak menangapi Lisa yang


kini tengah tersenyum manis melihat ke arahnya.


“Abdy.” Memanggil “Boleh kita berbicara sebentar,”


tersenyum.


“Nanti saja Lis.” Setelah mengatakan itu Abdy berlalu


meninggalkan Lisa sendiri di depan pintu kamar hotel, tampa perduli apa yang

__ADS_1


tengah Lisa rasakan dengan sikap yang di tunjukkannya itu.


__ADS_2