
Mungkin karna keduanya terlalu kelehan hingga akhirnya
mereka berdua tertidur dengan sangat lelapnya,dan tidak menyadari kalau saat
ini Lisa ikut memeluk tubuh Abdy karna saat ini mereka tertidur dalam keadaan
berhadapan karna posisi tidurnya telah berubah.
Pagi- pagi sekali Lisa sudah terbangun, dan mendapati
dirinya tidur dalam pelukan Abdy dan bahkan saat ini tangannya tengah memeluk
tubuh Abdy dengan begitu sangat nyamannya.
“Hem---em.” Mengeliat dari tidur lalu pelan-pelan membuka
matanya dan melihat ke arah Abdy yang kini masih setia berdamai dengan
tidurnya.
Lisa tersenyum melihat wajah Abdy, bahkan saat ini ia tidak
percaya kalau, ia tengah tidur di dalam pelukan orang yang sangat di cintainya
dan bahkan mengangap kalau yang tengah memeluknya saat ini adalah suaminya.
Namun di saat ia menyadari itu Abdy yang tengah memeluknya saat ini bukanlah
siapa-siapanya.
Dan karna semuan Lisa harus pergi menjauh karna perasaannya
tidak di balas oleh orang yang memeluknya saat ini.
Pelan-pelan Lisa menarik tangannya yang berada di perut Abdy
karna ia tidak ingin mengangu tidur nyenyak Abdy, lalu mengarahkan tangannya
ingin menyentuh wajah Abdy. Dan entah setan apa yang merasuki Lisa saat ini
yang tiba-tiba ingin menyentuh wajah Abdy dengan tangannya Lisa pun berkata.
“Andai kamu tau Dy, perasaan aku yang sesungguhnya untukmu.”
Berkata pelan sambil mengelus lembut wajah Abdy dengan tangannya.
Namun tiba-tiba suara serak Abdy mengangetkan Lisa. Abdy
mebuka matanya lalu berkata “Aku tau semuanya Lis, tampa kamu harus mengatakannya.”
Kembali memeluk erat tubuh Lisa ketika selesai mengatakan itu.
“Hei, apa lagi yang kamu lakukan?” terkejut karna Abdy
kembali memeluknya dengan sangat erat di tambah Abdy mengatakan kalau i
mengetahui, memang apa yang dia tau? Itulah yang ada di dalam pikiran Lisa saat
ini.
“Biarkan aku memelukmu Lis, agar kamu mengerti dan tau
semuanya soal perasaanku terhadapmu.”
Bingun dan tidak mengerti itulah yang terlintas dalam
pikiran Lisa saat ini ketika mendengar ucapan Abdy yang ingin di mengerti soal
perasannyaa.
Maksud Abdy apa? Guman Lisa dalam hati.
Cukup lama Abdy memeluk tubuh Lisa, hingga akhirnya ia
melepas pelukannya sambil berkata.
“Maafkan aku Lis, tidak seharusnya aku mengatakan ini,
seharusnya aku mengerti kalau saat ini kamu telah memiliki calon suami dan
kalian akan segera menikah.” Abdy berangjak dari atas tempat tidur ketika
selesai mengatakan itu, dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Lisa yang melihat tingkah Abdy seperti itu, merasa sangat
bersalah karna telah membohongi Abdy atas hubungan yang sebenarnya antara
dirinya dan Adi kakak sepupunya.
“Dy. Dengarkan aku dulu.” Ucap Lisa yang ingin mengatakan
yang sebenarnya. Namun Abdy sudah keburu masuk ke dalam kamar mandi.
Lisa menggigit bibirnya karna merasa bersalah melihat wajah
Abdy yang terlihat sangat kecewa, masuk ke dalam kamar mandi. Bahkan saat ini
Lisa ingin mengatakan yang sebenarnya kalau Adi hanya kakak sepupunya.
Lisa bangun lalu merapikah tempat tidur sambil menunggu Abdy
keluar dari dalam kamar mandi, karna ia ingin mengatakan yang sebenarnya,
bahkan ia akan mengatakan kalau ia sangat mencintai Abdy dengan sepenuh hatinya
dan tidak peduli dengan hubungan Abdy dengan secretaris kakaknya yang jelasnya
setelah ia mengatakan yang sebenarnya perasaannya akan terasa lega, terbalas
atu tidaknya setidkanya Abdy tau soal perasaany yang di pendam selama ini.
Melihat Abdy keluar dari dalam kamar mandi, kini sudah rapi
dengan pakaian santainya. Lisa tersenyum manis sambil berjalan mendekat ke arah
Abdy, namun ekpresi wajah yang Abdy tunjukkan biasa-biasa saja tidak seperti
wajahnya yang kemarin-kemarin yang selalu tersenyum ceria melihat ke arahnya.
“Dy. Ada sesuatu yang ingin aku kataka.” Tersenyum manis
melihat arah Abdy.
“Nanti saja Lis, sekarang kamu mandi! Karna Aby pasti akan menunggumu.”
Setelah mengatakan itu Abdy lansung berjalan ke arah kopernya.
Dan sikap Abdy terlihat berubah, tidak sama yang baru saja
yang dia lakukannya.
“Dy, dengarkan aku dulu, ada sesuatu yang penting yang ingin
aku katakan padamu.” Berjalan di belakan Abdy.
“Apa lagi sih! Yang ingin kamu katakan! Sudah sana mandi!”
nada suara membetak keluar dari dalam mulut Abdy dan itu membat Lisa merasa
terkejut, karna ini pertama kali Abdy berkata kasar seperti itu padanya.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy, tampa berkata apapun lagi,
berlari masuk ke dalam kamar mandi, setelah sampai di dalam kamar mandi Lisa
menangis sesegukan karna merasa sangat sedih.
Hiks, hiks,hiks.
__ADS_1
“Maafkan aku Dy. Jangan terlalu lama marahnya, karna aku
akan sangat sedih dan terluka jika melihatmu bersikap seperti itu terhadapku.”
Lisa mengusap air mata di wajahnya, lalu berjalan masuk ke dalam tempat mandi
yang ada di dalam kamar mandi.
Yang ada di dalam pikiran Lisa saat ini, ia akan mengatakan
yang sebenarnya dan meyakinkan Abdy kalau ia benar-benar mencintainya, dan soal
hubungannya dengan Adi ia juga akan menjelaskannya, kalau mereka berdua hanya
sepupu dan tidak ingin tau soal Lara yang jelasnya Lisa ingin mengatakan
semuanya, semua yang ada di dalam hatinya.
Dengan wajah ceria Lisa keluar dari dalam kamar mandi dan
mulai melihat sekelilin kamar dan mencari dimana keberadaan Abdy saat ini. Namun
yang tengah di carinya tidak memperlihatkan batang hidunganya.
“Kemana dia?” melihat sekelilin dalam ruangan “Apa dia
keluar kamar?” berjalan ke arah pintu lalu membukanya dan mendapati Aby yang
baru saja ingin mngetuk pintu kamar yang ia tempati.
“Lisa, kamu sudah selesai?” melihat ke arah Lisa yang baru
saja membuka pintu kamar yang di tempatinya.
“Iya, kak. Aku sudah selesai.”
“Sekarang kamu masuk ke dalam, istriku juga baru saja bangun
dan ia sangat terkejut melihat pakaian yang ia kenakan terganti.” Tersenyum tipis
“Nanti jika ia bertanya padamu tolong kamu katakan jika kamu yang melakukannya
karna aku sangat takut jika istriku sampai takut denganku dan tidak mau melihat
aku lagi, bahkan dia begitu sangat terkejut ketika melihatku berada di dalam
dan bukan kamu yang menemaninya. Maaf Lisa, aku selalu merepotkanmu dan
membuatmu merasa tidak nyaman dengan kelakuan Abdy. Tampa bantuanmu aku tidak
tau apa yang harus kulakukan melihat ke kondisi istriku yang seperti ini yang
tidak mengingat siapapun bahkan mengingatku orang yang sangat mencintainya.”
Aby terlihat sangat sedih ketika mengatakan semua itu kepada Lisa.
Dan benar semua yang Aby katakan, ketika ia terbangun lebih
awal dengan segera ia membersikan diri, karna takut istrinya terbangun duluan.
Aby masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan dirinya
sekaligus bersiap di dalam kamar mandi, karna ia tidak ingin membuat istrinya
bangun dan terkejut melihatnya.
Namun di saat Abdy keluar dari dalam kamar mandi justru dia
yang sangat terkejut ketika sebuah bantal melayang di wajahnya.
“Apa yang kamu lakukan di dalam kamarku sepagi ini!?”
melotot.
“Ah, maaf” tersenyum manis “Aku masuk karna kebetulan kamar
mandi di kamarku sedang bermasalah.”
keadaan seperti ini. Jujur siapa yang telah menganti pakaian yang semalam aku
kenakan?” menatap tajam melihat ke arah Aby.
“Lisa.” Nama Lisa spontan keluar dari dalam mulut Aby.
“Bohong!”
“Sumpah aku tidak bohong. Aku masuk ke dalam kamarmu karna
aku membawa sarapan untukmu dan juga Lisa. Sekaligus memeriksa apa kamar
mandimu baik -baik saja, tidak sama dengan kamar mandi yang ada di dalam kamarku
saat ini.” Tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah merasa kesal.
Becca yang mendengar Aby menyebut kata sarapan melihat ke
arah meja, dan meman benar adanya makanan yang telah tersedia di sana.
“Baiklah sekarang kamu keluar,karna aku ingin membersikan
diri sekarang.”
“Baiklah.” Berjalan ke arah pintu lalu berbalik kembali
melihat ke arah Becca yang kini tengah memperbaiki rambutnya “Oya, setelah
nanti aku pulang kita semua akan ke pantai.” Membuka pintu kamar lalu keluar.
“Pantai, sepertinya menyenangkang.” Becca tersenyum sendiri
ketika mengatakan itu.
Lisa mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar yang di tempati
Becca saat ini dan mulai mencarinya.
“Becca” memanggil “Kamu di mana?” berjalan masuk dan
mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi “Hem, sedang mandi rupanya.” Kembali
berjalan ke arah sopa yang ada di dalam kamar hotel tersebut lalu mengambil
sepotong roti yang telah di siapkan Aby untuknya.
Lisa duduk sambil makan roti isi, lalu mengeluarkan hapenya
dari dalam kantong celananya dan mulai menghubungi nomor hape Abdy. Nada panggilan
tersambun, namun pemiliknya tidak mengankatnya.
“Kenapa tidak di angkat?” menghubungi kembali, hingga
kesekian kalinya Lisa menghubunginya namun sekalipun Abdy tidak menerimanya
hingga akhirnya Lisa mengrim pesan untuk Abdy.
Dy, ada sesuatu yang penting! Yang ingin aku katakan.
Pesan di terima.
Itulah balasan operator yang tertulis dalam hape Lisa.
“Di baca.” Bingun “Namun tidak mau mengankat telponku.”
“Apa Abdy marah denganku? Tapi kenapa mesti marah? Apa salahku?”
Lisa benar-benar bingun melihat tingkah Abdy yang berubah
sekejap menurutnya.
__ADS_1
Karna terlalu pokus memikirkan Abdy yang mengabaikannya,
sampai tidak menyadri kalau saat ini Becca tengah duduk di sampinnya dan ikut
mengambil sepotong roti yang ada di atas meja.
“Hei, kamu kenapa? Kenapa melamun seperti itu? Mikirin Abdy
ya.” Tersenyum pelan melihat ke arah wajah Lisa yang terlihat malu-malu.
Becca mengatakan itu, karna pernah melihat Lisa dan Abdy
berduaan, bahkan Becca melihat Abdy langsun memeluk tubuh Lisa meskipun Lisa
menolak pelukan Abdy tersebut. Meskipun hilang ingatan namun Becca bisa
membedakan mana yang jatuh cinta, mana yang tidak, dan dia bisa melihat tingkah
aneh Lisa ketika melihat Abdy berada di dekatnya.
Lisa yang mendengar ucapan Becca, merasa sedikit malu, dan
berkata. “Tidak juga” sedikit berbohon “Aku tidak memikirkan Abdy.” Tersenyum melihat
ke arah Becca yang kini tengah mengambil obatnya lalu meminumnya.
“Hem, baiklah jika kamu tidak mau mengakuinya. Tapi satu hal
yang harus kamu tau.” Berkata pelan melihat ke arah Lisa.
“Tau apa?” bingun ketika mendengar ucapan Becca.
“Mau tau saja? Atu mau tau banget?” tersenyum jail melihat
ke arah Lisa yang kini menatap serius ke arahnya.
“Apa sih.” Malu-malu “Mau tau banget.”
Itulah kedekatan Lisa dan Becca selama mereka bertemu dan
tinggal bersama, mereka berdua seperti adik kakak.
“Baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku melihat
tatapan mata Abdy lain dari pada yang lain ketika menatapmu, dan aku bisa
menjamin kalau Abdy itu suka dan cinta kepadamu, coba deh Lis, kamu perhatikan
semua gerak dan tingkah lakunya kepadamu. Apa kamu tidak merasa ada yang aneh?”
menatap wajah Lisa yang kini tengah mencerna semua yang Becca katakan
kepadanya.
“Iya, sih aku juga bisa melihatnya. Tapi apa kamu tau? Abdy
itu memiliki hubungan dengan secretaris suamimu Aby.”
Itulah wanita jika bertemu sesama wanita, kadan-kadan yang
mereka gosipkan cuman masalah laki-laki, bahkan mereka tidak akan berhenti
membahas soal suka atau tidaknya hingga membahas hubungan yang tidak ada
kepastian itu. Becca tidak berhenti membahas soal Abdy dan tidak menyadari
kalau orang yang mereka bahas kini tengah berdiri di amban pintu.
“Hem.” Suara deheman Abdy mengangetkan keduanya.
Dan sontak membuat ke dua wanita yang tengah bergosip
tentang dengannya melihat ke arahnya.
“Eh, Abdy, sudah lama kamu berada di situ?” tanya Becca
dengan senyuman.
“Iya. Dari tadi aku ada disitu.” Abdy berjalan masuk ketika
mengatakan itu “Oya, kaka menyuruh kita semua untuk bersiap, karna hari ini
kita akan jalan-jalan mengelilingi kota ini, dan ingat jangan ada yang
menggunakan rok.” Abdy memperigati karna yang selalu Abdy lihat Lisa begitu
sangat menyukai mengenakan rok mini yang panjangnya hanya sampai lutut saja.
Lisa yang mendengar itu hanya terdiam, karna ia tau
kata-kata itu untuknya, mengingat Becca tidak suka mengenakan rok.
“Memangnya kenapa kalau mengenakan rok?” tanya Becca bingun.
“Karna kita akan pergi hanya menggunakan motor.” Tersenyum melihat
ke arah Becca ketika mengatakan itu. Namun sedikitpun tidak berbalik melihat ke
arah Lisa “Sekarang kalian bersiaplah, karna aku juga akan bersiap.”
Setelah mengatakan itu Abdy berjalan keluar dan itu membuat
Lisa merasa sangat bingun, bingun melihat tingkah Abdy yang berubah.
“Apa yang terjadi dengannya?” melihat ke arah Becca ketika
mengatakan itu.
“Aku juga tidak tau.” Mengankat kedua bahunya “Mungkin ada
sesuatu yang membutnya bertingkah seperti itu.”
“Biarkan saja” tersenyum “Sekarang aku mau ganti rok aku
dulu ya.” Berjalan ke arah pintu.
“Hei, bukannya semalam kamu tidur di sini?”
“Iya, semalam aku tidur di sini.” Tersenyum, supaya Becca
tidak curiga kalau semalam ia tidur sekamar dengan Abdy “Cuman koper aku di
kamar seblah.”
“Ooo, begutu.”
“Iya.”
Setelah menjelaskan kepada Becca, Lisa keluar dan berjalan
menuju arah kamar yang di tempatinya semalam. Namun sebelum iya membuka pintu,
pinyunya telah erbuka dari dalam.
Abdy keluar dari dalam kamar sambil menenteng jaket di
pundaknya, sementara Lisa yang melihat Abdy keluar dari dalam kamar tersenyum
manis melihat ke arahnya. Namun Abdy dengan santainya tidak menangapi Lisa yang
kini tengah tersenyum manis melihat ke arahnya.
“Abdy.” Memanggil “Boleh kita berbicara sebentar,”
tersenyum.
“Nanti saja Lis.” Setelah mengatakan itu Abdy berlalu
meninggalkan Lisa sendiri di depan pintu kamar hotel, tampa perduli apa yang
__ADS_1
tengah Lisa rasakan dengan sikap yang di tunjukkannya itu.