Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.158


__ADS_3

Dia siapa?” Becca menunjuk ke arah Aby yang kini tengah


berdiri di hadapannya


Lisa yang mendengar pertanyaan Becca tersenyum hangat, Lisa


pun meraih tangan Becca lalu meraih tangan Aby, lalu membuat kedua tangan itu


saling bersentuhan. Aby tersenyum bahagia melihat ke arah istrinya yang kini


nampak sangat bingun melihat ke arahnya.


Lisa yang melihat itu kembali tersenyum, kemudian berkata. “Dia


adalah suamimu. Orang yang sangat mencintaimu.”


“Suami?” bingun “Apa aku memiliki suami?” Becca kembali


menatap ke arah Aby.


Becca sedikit mengerti soal suami karna di rumah sakit


kata-kata suami sering Ia dengar dari para orang-orang yang mengjaganya. Namun untuk


soal orang tua Becca tidak mengerti, karna selama ia di kurung di dalam rumah


sakit Becca tidak pernah mendengar kata lain selain kata suaminya.


“Apa itu yang selalu di sebut oleh orang-orang yang menjagaku


di rumah sakit?” Becca bertanya sambil melihat ke arah Lisa dan juga Aby.


Dan untuk menghilangkan rasa bingun Becca, Lisa mengangukkan


kepalanya setuju dengan apa yang di katakannya, begitupun dengan Aby.


Becca yang mendengar ucapan Lisa, tersenyum tipis dan itu


membuat hati Aby menghangat, senyum pertama istrinya selama beberapa bulan


pergi darinya kini telah terlihat.


Tampa memperdulikan siapapun Aby menarik tubuh Becca masuk


ke dalam pelukannya, dan memeluknya begitu sangat erat, seakan tidak ingin


melepaskannya lagi. Aby nampak sangat bahagia karna bisa memeluk istrinya karna


terlalu bahagia Aby sampai mengecup seluruh wajah istrinya dan tidak menyadari


semua mata yang tengah melihat ke arahnya.


Setelah merasa puas mencium seluruh wajah istrinya Aby


kembali memeluk tubuh istrinya begitu sangat erat. Becca yamg mendapat


perlakuan seperti itu merasa sangat terkejut dengan apa yang semua Aby lakukan


padanya.


“Apa yang kamu lakukan?” berusaha melepas pelukan Aby “Lepaskan!”


mendorong dada Aby dan itu membuat Aby lansung melepas pelukannya.


“Maaf, aku tidak sengaja.” Aby sengaja mengatakan itu, karna


takut Becca akan takut kepadanya.


Wajah Aby nampak sangat ceria ketika selesai memeluk tubuh


istrinya, wajah yang sebelumnya selalu terlihat datar kini kembali ceria sama


seperti sebelum Becca pergi meninggalkannya.


Abdy yang melihat itu merasa sangat senang bahagia, namun di


sisi kebahagiannya ada hati yang teluka, terluka karna melihat Lisa telah


memiliki pria lain, peria yang begitu Lisa Cintai itulah yang terlintas dalam


benak Abdy saat ini.


Lisa pun mengajak Becca untuk duduk di kursi yang ada di


dalam ruangan tamu, dan begitupun dengan yang lainnya. Abdy yang tidak pernah


menjauhkannya pandangannya dari Lisa dan itu membuat Lisa selalu salah tingkah


ketika melihat ke arah Abdy yang kini tengah duduk di kursi yang ada di dalam


ruangan tamunya.


Sementara Aby dan Hamish  berjalan ke arah pojok yang ada di dalam


ruangan tamu nenek Lisa dan mulai membahas soal Becca, karna Hamish


menginginkan purtinya ikut kembali ke Sidney  sementara Aby ingin membawanya ke indonesia ke tempat dimana mereka


berdua memulai cinta kasih mereka, karna menurut Aby Becca akan cepat pulih


setelah mereka tinggal bersama di Apartmnnya,karna di sanalah awal cinta mereka


di mulai.


“Aby, biarkan Becca ikut denganku ke Sydny.” Hamish menatap


wajah menantunya ketika mengatakan itu.


“Tidak, Dad. Biarkan aku membawanya ke Indonesia. Aku yang


akan mengurusnya sendiri, dan kami akan tinggal di Apartemen di mana kisah


cinta kami di mulai, dan aku yakin Becca akan pasti akan segera pulih dan


mengingat kita semua.” Dengan lantang nya Aby mengatakan itu kepada Hamish “Daddy


percayakan kepadaku? Kalau aku bisa melakukan semua itu.” Aby kembali menatap


wajah mertunya ketika selesai mengatakan itu.


“Aku percaya kepadamu Nak” menepuk pelan bahu Aby “Dan aku


yakin kamu bisa melakukannya, dan setelah aku mengurus wanita itu, wanita yang


telah membuat purriku seperti ini, aku akan tinggal di Indonesia bersama dengan


kalian, kota di mana Mommy Becca di lahirkan.”


“Terimakasih. Dad, karna telah mendukung keinginanku. Dan semoga


Becca cepat pulih. Dan untuk wanita sialan itu jangan pernah lepaskan dia Dad,


aku ingin dia merasakan apa yang telah di rasakan oleh istriku, rasa sakit dan


rasa sakit kita kita semua. Aku bukan orang jahat, tapi wanita sialan itu yang


telah membuatku jahat seperti ini.”


Benar kata pepatah sebaik-baiknya seseorang jangan pernah


mengambil atau merampas barang kesayangannya,karna ada saatnya orang baik akan


berubah menjadi orang yang begitu sangat jahat terhadapamu. Dan itulah yang

__ADS_1


telah di rasakan Aby saat ini. Karna ulah Sameera Aby mulai berubah menjadi


orang yang begitu sangat kejam, namun tidak untuk orang yang di cintainya.


Hamish yang mendengar ucapan menantunya tersenyum, lalu


berkata. “Kamu tenang saja Aby, kalau untuk wanita itu, dia akan mendapatkan


ganjaran yang setimpal dengan apa yang telah di lakukannya. Namun untuk saat


ini, aku ingin mengetahui di Rumah sakit mana Becca di rawat, aku ingin tau


nama rumah sakit itu.” Ucapan yang keluar dari dalam mulut Hamish seperti


ancaman untuk Sameera dan juga rumah sakit yang telah menyekap putrinya.


“Aku juga tidak tau Dad, dan mungkin Lisa tau kalau soal


Rumah sakit itu.” Aby melihat ke arah Lisa yang kini tengah duduk di sampin


Becca dan melihat istrinya tengah tertawa karna tingkah lucu Abdy.


“Aku begitu sangat bahagia Dad, bisa melihat tawa Becca


lagi.” Menatap ke arah Becca yang kini tengah duduk di ruangan tamu bersama


yang lainnya.


Hamish yang mendengar ucapan Aby, beralih melihat ke arah


putrinya yang kini tengah tertawa bersama dengan yang lainnya, “Aku juga sangat


bahagia Aby.” Hamish tersenyum hangat melihat ke arah putrinya yang kini tengah


tertawa.


Setelah selesai membahas semuanya, Aby berjalan ke arah Lisa


karna ingin mengetahui dimana ia menemukan Becca.


“Lisa.”


“Iya.” Lisa melihat ke arah Aby ketika mendengar suara


panggilannya. Begitupun dengan semuanya mereka melihat ke arah Aby ketika


mendengar Aby memanggil Lisa.


“Ikut aku sebetar. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.”


Lisa yang mendengar ucapan Aby, berangjak dari duduknya lalu


berjalan ke arah Aby yang tengah berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk.


Setelah sampai di hadapan Aby Lisa pun berkata, “Iya, ada


apa kak? Apa ada sesuatu?” Lisa melihat ke arah wajah Aby ketika menanyakan


itu.


“Apa kamu tau rumah sakit mana yang telah menyekap isrtriku?”


“Tidak, aku tidak tau kak. Karna aku hanya menemukan kakak


ipar di sekitar menara Eiffel dan selebihnya aku tidak tau lagi. Tapi, em-m.” Berpikir


“Tapi mungkin baju yang kakak ipar kenakan waktu aku menemukannya bisa membawa


kita untuk mengetahui tempat dimana ia di rawat.”


Setelah mengatkan itu Lisa berjalan ke arah kamarnya dan


kembali dengan membawa pakaian yang Becca kenakan sewaktu Ia menemukannya.


“Ini Baju Kakak ipar waktu aku menemukan.” Lisa menyerahkan


Dan Aby pun meraih pakaian tersebut dari tangan Lisa, sambil


berkata. “Terimakasih ya Lisa. Sekali lagi kamu telah membantuku.” Aby mengambil


pakaian tersebut lalu berjalan ke arah Hamish yang kini tengah menerima telpon


dari anak buahnya yang tengah menjaga Sameera di Sydny.


Aby kembali berjalan ke arah mertuanya sambil membawa


pakaian yang Becca kenakan sewaktu Lisa menemukannya. “Hanya ini Dad, petunjuk


satu-satunya untuk kita ketahui kalau Becca di sekap di rumah sakit yang mana.”


Menyerahkan.


Hamish yang mendengar ucapan Menatunya merai baju tersebut


dan melihat dan memeriksa nama Rumah sakit yang tertulis jelas di belakan baju


tersebut. “Kurang ajar.” Melempar baju ke lantai “Mereka berani sekali


melakukan ini kepada putriku. Aku bersumpah akan ku buat rumah sakit itu rata


dengan tanah.” Hamish nampak sangat marah terlihat jelas dari sinar matanya


yang menyala memancarkan kemarahan yang begutu sangat besar.


“Oya, Aby satu lagi yang harus kamu ketahui, kecelakaan


Becca di rencanakan oleh Sameera dan juga Ryo, mereka berdua bersekokol untuk


memisahkan kalian berdua dengan cara yang tidak lasim, dan dengan cara ingin


membunuh putriku. Awas kamu Ryo kamu juga harus mendapatkan hukuman yang pernah


aku katakan sebelumnya.”


Kemarahan Hamish benar-benar terlihat jelas di wajahnya yang


sangat memerah, rahanngnya mulai mengeras dan sorot matanya bergitu sangat


menyalah. Memancarkan kemarahan yang begitu sangat besar. Dan tampa berkata


apapun lagi Hamish keluar dari dalam rumah, dan memanggil sebagian anak buahnya


untuk segera pergi ke rumah sakit di mana Becca telah di sekap.


Lisa dan keluarganya yang melihat itu mengerti dengan apa


yang tengah Hamish rasakan saat ini. Siapa yang tidak akan marah jika putri


kesayangannya di sakiti dan bahkan hampir di lenyapkan hanya demi keegoisan


Sameera dan Ryo yang ingin memiliki ke duanya dengan cara yang salah.


Setelah semua masalah di Paris telah di urus, Hamish kembali


ke Sidney, untuk mengurus Ryo dan Sameera, sementara Aby membawa istrinya pulang


ke Indonesia. Lisa pun ikut pulang bersama mereka karna Becca tidak mau ikut


kalau Lisa tidak ikut dengannya. Dan itu membuat Abdy merasa sangat senang di


tambah Adi tidak ikut bersama Lisa ke Indonesia.


Di dalam pesawat, Lisa tidak berhenti berdoa semoga Becca

__ADS_1


ingin duduk berdampingan dengannya, karna Lisa merasa kurang nyaman duduk


besama Abdy di kursi yang sama. Namun semua keinginan Lisa tidak terwujudkan


karna saat ini Becca tengah terlelap dalam pelukan suaminya, karna sebelum naik


ke atas pesawat tadi Becca meminum obat dan mungkin karna itu yang membuatnya


terlelap.


Jantung Lisa tidak berhenti berdetak ketika Abdy


menyandarkan kepalanya di bahunya sambil menutup kedua matanya. Namun sebenarnya


Abdy tidaklah tertidur dia hanya mengambil kesempatan ingin lebih dekat lagi


dengan Lisa.


Lisa yang mulai merasa kurang nyaman dengan apa yang tengah


di lakukan Abdy saat ini, melihat ke arah wajah Abdy yang kini tengah berada di


bahunya bahkan bibir Abdy hampir sampai di lehernya.


“Abdy apa-apaan sih!? Kesal “aku juga merasa mengantuk. Kalau


caranya seperti ini, bagaimana aku bisa ikut terlelap.” Lisa mengerutu kesal.


Sementara Abdy yang pura-pura tertidur tersenyum, mendengar


semua kata yang keluar dari mulut Lisa. Aby mengankat kepalanya dari bahu Lisa dan


mengankat tangannya dan menarik Lisa masuk ke dalam pelukannya.


“Apa yang kamu lakukan?” lisa menatap kesal wajah Aby yang


kini tengah tersenyum manis melihat ke arahnya.


“Tadikan kamu bilan mau tidur. Nah sekarang tidurlah.” Aby


menarik kepala Lisa dan menyandarkannya di dadanya dan mengusap lembut kepala


Lisa yang kini tengah bersandar di dadanya “Nyamankan kalau seperti ini?”


tersenyum melihat wajah Lisa yang kini tengah menempel di dadanya.


“Is, nyaman apanya!” kesal “Lepaskan! Aku tidak mau tidur


dengan cara seoperti ini.” Lisa berusaha ingin menjauh dari dada Abdy. Namun tangan


Abdy tidak melepaskannya.


“Sudah ya Lis, sekarang kamu tidur. Kalau kamu banyak


bergerak aku akan menciummu!” Abdy mengancam Lisa dan itu membuat Lisa terdiam


takut jika Abdy melakukan apa yang tengah di ucapkannya..


Sementara Aby merasa begitu sangat senang, karna saat ini


Becca tengah terlelap dalam pelukannya. Bibir Aby tidak pernah menjauh dari


dahi istrinya, karna setiap Becca bergerak Aby selalu mengecup lembut dahi


istrinya.


Bersykur dan bersyukur itulah yang selalu Aby panjatkan saat


ini, karna semua doa-doanya telah terkabul dan terwujudkan, isrti yang begitu


sangat di cintainya kini telah berada di dalam pelukannya, meskipun telah


terpisah selama lima bulan dan harus kehilangan calon bayinya.


Namun yang ada di dalam pikiran Aby saat ini, kembalinya


isrtinya adalah Anugrah terbesar yang pernah di dapat, melebihi dari


kesepakatan bisnis yang menghasilkan uang terliunan itulah yang terlintas dalam


pikirann Aby saat ini.


Dan Aby juga bersumpah dalam hati, tidak akan pernah


membiarkan istrinya pergi sendiri meskipun jarak itu hanya ada di depan


rumahnya,karna merasa takut hal yang seperti lima bulan lalu terjadi lagi


kepada istrinya, hal yang harus membuatnya berpisah untuk sementara waktu


dengan istri yang begitu sangat di cintainya.


Tidak terasa waktu terus berlalu, kini mereka tengah sampai


di bandara, Abdy membawa koper Lisa keluar dari bandara dan juga menbawa ransel


kecilnya. Sementara Aby mengendong tubuh istrinya keluar dari bandara, karna


sewaktu Becca terbangun dan ingin berdiri tiba-tiba kakinya terasa keram dan


itu membuatnya hampir terjatuh, namun beruntung dengan segara Aby menangkap


tangannya dan lansung mengendong tubuh istrinya turun dari atas pesawat,


meskipun Becca menolak.


Aby tidak berhenti memancarkan senyuman bahagianya, ketika


mengendong tubuh istrinya ke luar dari bandara, dan bahkan ketika masuk ke


dalam taxi Aby tidak menurungkan tubuh istrinya dari gendongannya,  justru ikut masuk ke dalam taxi dan itu


membuat Becca duduk di atas pangkuan Aby saat ini.


“Hei, apa yang kamu lakukan? Turunkan aku.” Becca berusaha


turun dari pangkuan Aby.


Mendengar ucapan istrinya Aby pun berkata. “Kamu mau duduk


dimana sayang, di sini tempat Lisa di sana tempat Abdy.” Aby menunjuk tempat


duduk yang ada di sampainnya “Sudah ya, kamu tenang saja, duduk yang tenang ya


sayang.” Setelah mengatakan itu Aby mengelup lembut wajah Becca yang kini


tengah melihat ke arah lain.


Becca yang mendapat kecupan lembut seperti itu dari Aby


terkejut, karna menurutnya pemuda yang tengah memangku saat ini terlalu mesum,


ya itulah yang terlintas dalam pikiran Becca saat ini




*.


Nah sesuai permintaan Readers, kesayangan Autor, hari ini


Upnya dabels dengan durasi cerita lebih panjang. Meskipun saat ini Autornya

__ADS_1


masih belum sehat namun tetap berusaha, Maaf ya siapa tau banyak Typonya mohon


dimaklumi^_^


__ADS_2