
Dia siapa?” Becca menunjuk ke arah Aby yang kini tengah
berdiri di hadapannya
Lisa yang mendengar pertanyaan Becca tersenyum hangat, Lisa
pun meraih tangan Becca lalu meraih tangan Aby, lalu membuat kedua tangan itu
saling bersentuhan. Aby tersenyum bahagia melihat ke arah istrinya yang kini
nampak sangat bingun melihat ke arahnya.
Lisa yang melihat itu kembali tersenyum, kemudian berkata. “Dia
adalah suamimu. Orang yang sangat mencintaimu.”
“Suami?” bingun “Apa aku memiliki suami?” Becca kembali
menatap ke arah Aby.
Becca sedikit mengerti soal suami karna di rumah sakit
kata-kata suami sering Ia dengar dari para orang-orang yang mengjaganya. Namun untuk
soal orang tua Becca tidak mengerti, karna selama ia di kurung di dalam rumah
sakit Becca tidak pernah mendengar kata lain selain kata suaminya.
“Apa itu yang selalu di sebut oleh orang-orang yang menjagaku
di rumah sakit?” Becca bertanya sambil melihat ke arah Lisa dan juga Aby.
Dan untuk menghilangkan rasa bingun Becca, Lisa mengangukkan
kepalanya setuju dengan apa yang di katakannya, begitupun dengan Aby.
Becca yang mendengar ucapan Lisa, tersenyum tipis dan itu
membuat hati Aby menghangat, senyum pertama istrinya selama beberapa bulan
pergi darinya kini telah terlihat.
Tampa memperdulikan siapapun Aby menarik tubuh Becca masuk
ke dalam pelukannya, dan memeluknya begitu sangat erat, seakan tidak ingin
melepaskannya lagi. Aby nampak sangat bahagia karna bisa memeluk istrinya karna
terlalu bahagia Aby sampai mengecup seluruh wajah istrinya dan tidak menyadari
semua mata yang tengah melihat ke arahnya.
Setelah merasa puas mencium seluruh wajah istrinya Aby
kembali memeluk tubuh istrinya begitu sangat erat. Becca yamg mendapat
perlakuan seperti itu merasa sangat terkejut dengan apa yang semua Aby lakukan
padanya.
“Apa yang kamu lakukan?” berusaha melepas pelukan Aby “Lepaskan!”
mendorong dada Aby dan itu membuat Aby lansung melepas pelukannya.
“Maaf, aku tidak sengaja.” Aby sengaja mengatakan itu, karna
takut Becca akan takut kepadanya.
Wajah Aby nampak sangat ceria ketika selesai memeluk tubuh
istrinya, wajah yang sebelumnya selalu terlihat datar kini kembali ceria sama
seperti sebelum Becca pergi meninggalkannya.
Abdy yang melihat itu merasa sangat senang bahagia, namun di
sisi kebahagiannya ada hati yang teluka, terluka karna melihat Lisa telah
memiliki pria lain, peria yang begitu Lisa Cintai itulah yang terlintas dalam
benak Abdy saat ini.
Lisa pun mengajak Becca untuk duduk di kursi yang ada di
dalam ruangan tamu, dan begitupun dengan yang lainnya. Abdy yang tidak pernah
menjauhkannya pandangannya dari Lisa dan itu membuat Lisa selalu salah tingkah
ketika melihat ke arah Abdy yang kini tengah duduk di kursi yang ada di dalam
ruangan tamunya.
Sementara Aby dan Hamish berjalan ke arah pojok yang ada di dalam
ruangan tamu nenek Lisa dan mulai membahas soal Becca, karna Hamish
menginginkan purtinya ikut kembali ke Sidney sementara Aby ingin membawanya ke indonesia ke tempat dimana mereka
berdua memulai cinta kasih mereka, karna menurut Aby Becca akan cepat pulih
setelah mereka tinggal bersama di Apartmnnya,karna di sanalah awal cinta mereka
di mulai.
“Aby, biarkan Becca ikut denganku ke Sydny.” Hamish menatap
wajah menantunya ketika mengatakan itu.
“Tidak, Dad. Biarkan aku membawanya ke Indonesia. Aku yang
akan mengurusnya sendiri, dan kami akan tinggal di Apartemen di mana kisah
cinta kami di mulai, dan aku yakin Becca akan pasti akan segera pulih dan
mengingat kita semua.” Dengan lantang nya Aby mengatakan itu kepada Hamish “Daddy
percayakan kepadaku? Kalau aku bisa melakukan semua itu.” Aby kembali menatap
wajah mertunya ketika selesai mengatakan itu.
“Aku percaya kepadamu Nak” menepuk pelan bahu Aby “Dan aku
yakin kamu bisa melakukannya, dan setelah aku mengurus wanita itu, wanita yang
telah membuat purriku seperti ini, aku akan tinggal di Indonesia bersama dengan
kalian, kota di mana Mommy Becca di lahirkan.”
“Terimakasih. Dad, karna telah mendukung keinginanku. Dan semoga
Becca cepat pulih. Dan untuk wanita sialan itu jangan pernah lepaskan dia Dad,
aku ingin dia merasakan apa yang telah di rasakan oleh istriku, rasa sakit dan
rasa sakit kita kita semua. Aku bukan orang jahat, tapi wanita sialan itu yang
telah membuatku jahat seperti ini.”
Benar kata pepatah sebaik-baiknya seseorang jangan pernah
mengambil atau merampas barang kesayangannya,karna ada saatnya orang baik akan
berubah menjadi orang yang begitu sangat jahat terhadapamu. Dan itulah yang
__ADS_1
telah di rasakan Aby saat ini. Karna ulah Sameera Aby mulai berubah menjadi
orang yang begitu sangat kejam, namun tidak untuk orang yang di cintainya.
Hamish yang mendengar ucapan menantunya tersenyum, lalu
berkata. “Kamu tenang saja Aby, kalau untuk wanita itu, dia akan mendapatkan
ganjaran yang setimpal dengan apa yang telah di lakukannya. Namun untuk saat
ini, aku ingin mengetahui di Rumah sakit mana Becca di rawat, aku ingin tau
nama rumah sakit itu.” Ucapan yang keluar dari dalam mulut Hamish seperti
ancaman untuk Sameera dan juga rumah sakit yang telah menyekap putrinya.
“Aku juga tidak tau Dad, dan mungkin Lisa tau kalau soal
Rumah sakit itu.” Aby melihat ke arah Lisa yang kini tengah duduk di sampin
Becca dan melihat istrinya tengah tertawa karna tingkah lucu Abdy.
“Aku begitu sangat bahagia Dad, bisa melihat tawa Becca
lagi.” Menatap ke arah Becca yang kini tengah duduk di ruangan tamu bersama
yang lainnya.
Hamish yang mendengar ucapan Aby, beralih melihat ke arah
putrinya yang kini tengah tertawa bersama dengan yang lainnya, “Aku juga sangat
bahagia Aby.” Hamish tersenyum hangat melihat ke arah putrinya yang kini tengah
tertawa.
Setelah selesai membahas semuanya, Aby berjalan ke arah Lisa
karna ingin mengetahui dimana ia menemukan Becca.
“Lisa.”
“Iya.” Lisa melihat ke arah Aby ketika mendengar suara
panggilannya. Begitupun dengan semuanya mereka melihat ke arah Aby ketika
mendengar Aby memanggil Lisa.
“Ikut aku sebetar. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.”
Lisa yang mendengar ucapan Aby, berangjak dari duduknya lalu
berjalan ke arah Aby yang tengah berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk.
Setelah sampai di hadapan Aby Lisa pun berkata, “Iya, ada
apa kak? Apa ada sesuatu?” Lisa melihat ke arah wajah Aby ketika menanyakan
itu.
“Apa kamu tau rumah sakit mana yang telah menyekap isrtriku?”
“Tidak, aku tidak tau kak. Karna aku hanya menemukan kakak
ipar di sekitar menara Eiffel dan selebihnya aku tidak tau lagi. Tapi, em-m.” Berpikir
“Tapi mungkin baju yang kakak ipar kenakan waktu aku menemukannya bisa membawa
kita untuk mengetahui tempat dimana ia di rawat.”
Setelah mengatkan itu Lisa berjalan ke arah kamarnya dan
kembali dengan membawa pakaian yang Becca kenakan sewaktu Ia menemukannya.
“Ini Baju Kakak ipar waktu aku menemukan.” Lisa menyerahkan
Dan Aby pun meraih pakaian tersebut dari tangan Lisa, sambil
berkata. “Terimakasih ya Lisa. Sekali lagi kamu telah membantuku.” Aby mengambil
pakaian tersebut lalu berjalan ke arah Hamish yang kini tengah menerima telpon
dari anak buahnya yang tengah menjaga Sameera di Sydny.
Aby kembali berjalan ke arah mertuanya sambil membawa
pakaian yang Becca kenakan sewaktu Lisa menemukannya. “Hanya ini Dad, petunjuk
satu-satunya untuk kita ketahui kalau Becca di sekap di rumah sakit yang mana.”
Menyerahkan.
Hamish yang mendengar ucapan Menatunya merai baju tersebut
dan melihat dan memeriksa nama Rumah sakit yang tertulis jelas di belakan baju
tersebut. “Kurang ajar.” Melempar baju ke lantai “Mereka berani sekali
melakukan ini kepada putriku. Aku bersumpah akan ku buat rumah sakit itu rata
dengan tanah.” Hamish nampak sangat marah terlihat jelas dari sinar matanya
yang menyala memancarkan kemarahan yang begutu sangat besar.
“Oya, Aby satu lagi yang harus kamu ketahui, kecelakaan
Becca di rencanakan oleh Sameera dan juga Ryo, mereka berdua bersekokol untuk
memisahkan kalian berdua dengan cara yang tidak lasim, dan dengan cara ingin
membunuh putriku. Awas kamu Ryo kamu juga harus mendapatkan hukuman yang pernah
aku katakan sebelumnya.”
Kemarahan Hamish benar-benar terlihat jelas di wajahnya yang
sangat memerah, rahanngnya mulai mengeras dan sorot matanya bergitu sangat
menyalah. Memancarkan kemarahan yang begitu sangat besar. Dan tampa berkata
apapun lagi Hamish keluar dari dalam rumah, dan memanggil sebagian anak buahnya
untuk segera pergi ke rumah sakit di mana Becca telah di sekap.
Lisa dan keluarganya yang melihat itu mengerti dengan apa
yang tengah Hamish rasakan saat ini. Siapa yang tidak akan marah jika putri
kesayangannya di sakiti dan bahkan hampir di lenyapkan hanya demi keegoisan
Sameera dan Ryo yang ingin memiliki ke duanya dengan cara yang salah.
Setelah semua masalah di Paris telah di urus, Hamish kembali
ke Sidney, untuk mengurus Ryo dan Sameera, sementara Aby membawa istrinya pulang
ke Indonesia. Lisa pun ikut pulang bersama mereka karna Becca tidak mau ikut
kalau Lisa tidak ikut dengannya. Dan itu membuat Abdy merasa sangat senang di
tambah Adi tidak ikut bersama Lisa ke Indonesia.
Di dalam pesawat, Lisa tidak berhenti berdoa semoga Becca
__ADS_1
ingin duduk berdampingan dengannya, karna Lisa merasa kurang nyaman duduk
besama Abdy di kursi yang sama. Namun semua keinginan Lisa tidak terwujudkan
karna saat ini Becca tengah terlelap dalam pelukan suaminya, karna sebelum naik
ke atas pesawat tadi Becca meminum obat dan mungkin karna itu yang membuatnya
terlelap.
Jantung Lisa tidak berhenti berdetak ketika Abdy
menyandarkan kepalanya di bahunya sambil menutup kedua matanya. Namun sebenarnya
Abdy tidaklah tertidur dia hanya mengambil kesempatan ingin lebih dekat lagi
dengan Lisa.
Lisa yang mulai merasa kurang nyaman dengan apa yang tengah
di lakukan Abdy saat ini, melihat ke arah wajah Abdy yang kini tengah berada di
bahunya bahkan bibir Abdy hampir sampai di lehernya.
“Abdy apa-apaan sih!? Kesal “aku juga merasa mengantuk. Kalau
caranya seperti ini, bagaimana aku bisa ikut terlelap.” Lisa mengerutu kesal.
Sementara Abdy yang pura-pura tertidur tersenyum, mendengar
semua kata yang keluar dari mulut Lisa. Aby mengankat kepalanya dari bahu Lisa dan
mengankat tangannya dan menarik Lisa masuk ke dalam pelukannya.
“Apa yang kamu lakukan?” lisa menatap kesal wajah Aby yang
kini tengah tersenyum manis melihat ke arahnya.
“Tadikan kamu bilan mau tidur. Nah sekarang tidurlah.” Aby
menarik kepala Lisa dan menyandarkannya di dadanya dan mengusap lembut kepala
Lisa yang kini tengah bersandar di dadanya “Nyamankan kalau seperti ini?”
tersenyum melihat wajah Lisa yang kini tengah menempel di dadanya.
“Is, nyaman apanya!” kesal “Lepaskan! Aku tidak mau tidur
dengan cara seoperti ini.” Lisa berusaha ingin menjauh dari dada Abdy. Namun tangan
Abdy tidak melepaskannya.
“Sudah ya Lis, sekarang kamu tidur. Kalau kamu banyak
bergerak aku akan menciummu!” Abdy mengancam Lisa dan itu membuat Lisa terdiam
takut jika Abdy melakukan apa yang tengah di ucapkannya..
Sementara Aby merasa begitu sangat senang, karna saat ini
Becca tengah terlelap dalam pelukannya. Bibir Aby tidak pernah menjauh dari
dahi istrinya, karna setiap Becca bergerak Aby selalu mengecup lembut dahi
istrinya.
Bersykur dan bersyukur itulah yang selalu Aby panjatkan saat
ini, karna semua doa-doanya telah terkabul dan terwujudkan, isrti yang begitu
sangat di cintainya kini telah berada di dalam pelukannya, meskipun telah
terpisah selama lima bulan dan harus kehilangan calon bayinya.
Namun yang ada di dalam pikiran Aby saat ini, kembalinya
isrtinya adalah Anugrah terbesar yang pernah di dapat, melebihi dari
kesepakatan bisnis yang menghasilkan uang terliunan itulah yang terlintas dalam
pikirann Aby saat ini.
Dan Aby juga bersumpah dalam hati, tidak akan pernah
membiarkan istrinya pergi sendiri meskipun jarak itu hanya ada di depan
rumahnya,karna merasa takut hal yang seperti lima bulan lalu terjadi lagi
kepada istrinya, hal yang harus membuatnya berpisah untuk sementara waktu
dengan istri yang begitu sangat di cintainya.
Tidak terasa waktu terus berlalu, kini mereka tengah sampai
di bandara, Abdy membawa koper Lisa keluar dari bandara dan juga menbawa ransel
kecilnya. Sementara Aby mengendong tubuh istrinya keluar dari bandara, karna
sewaktu Becca terbangun dan ingin berdiri tiba-tiba kakinya terasa keram dan
itu membuatnya hampir terjatuh, namun beruntung dengan segara Aby menangkap
tangannya dan lansung mengendong tubuh istrinya turun dari atas pesawat,
meskipun Becca menolak.
Aby tidak berhenti memancarkan senyuman bahagianya, ketika
mengendong tubuh istrinya ke luar dari bandara, dan bahkan ketika masuk ke
dalam taxi Aby tidak menurungkan tubuh istrinya dari gendongannya, justru ikut masuk ke dalam taxi dan itu
membuat Becca duduk di atas pangkuan Aby saat ini.
“Hei, apa yang kamu lakukan? Turunkan aku.” Becca berusaha
turun dari pangkuan Aby.
Mendengar ucapan istrinya Aby pun berkata. “Kamu mau duduk
dimana sayang, di sini tempat Lisa di sana tempat Abdy.” Aby menunjuk tempat
duduk yang ada di sampainnya “Sudah ya, kamu tenang saja, duduk yang tenang ya
sayang.” Setelah mengatakan itu Aby mengelup lembut wajah Becca yang kini
tengah melihat ke arah lain.
Becca yang mendapat kecupan lembut seperti itu dari Aby
terkejut, karna menurutnya pemuda yang tengah memangku saat ini terlalu mesum,
ya itulah yang terlintas dalam pikiran Becca saat ini
*.
Nah sesuai permintaan Readers, kesayangan Autor, hari ini
Upnya dabels dengan durasi cerita lebih panjang. Meskipun saat ini Autornya
__ADS_1
masih belum sehat namun tetap berusaha, Maaf ya siapa tau banyak Typonya mohon
dimaklumi^_^