Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.154


__ADS_3

Abdy memanggil nama Lisa, karna tau dari suara tarik napas


yang Lisa hembuskan. “Lisa apa ini kamu?” Abdy kembali bertanya dengan harapan


itu benar-benar Lisa, karna jujur Abdy begitu sangat merindukan gadis pemilik


dari suara hembusan napas tersebut.


Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy berkata. “Hem, ini aku


Dy, Lisa. Aku menghubungimu karna ada sesuatu yang penting yang ingin aku


katakan pedamu. Jadi aku terpaksa menghubungi.” Lisa sengaja mengatakan itu,


karna tidak ingin membuat Abdy salah pahan tentang dirinya menelponnya.


Mendengar ucapan Lisa barusan, membuat Abdy merasa sedikit


kecewa, karna gadis yang selama beberapa bulan ini dirindukannya mengatkan


seperti itu.


“Oh, Lisa ayolah, kamu jangan berbicara seperti itu, apa


kamu tau kalau aku?...” ucapan Abdy mengantung ketika Lisa lansung berkata.


“Sudahla Dy, aku menelponmu karna ada sesuatu yang penting


yang ingin aku katakan padamu. Ini tentang kakak ipar kamu Rebecca.”


Abdy yang mendengar nama kakak iparnya keluar dari mulut


Lisa melupakan, kalau dia begitu sangatt merindukan Lisa.


“Apa!” terkejut “kakak iparku Rebecca!? Istri Aby. Kenapa? Dengan


kakak iparku? Apa kamu sudah tau kalau dia telah tiada lima bulan yang lalu?”


Abdy menghembuskan napasnya kasar ketika selesai mengatakan itu.


Dengan segera Lisa menjawab pertanyaan Abdy, “Iya, aku tau,


karna aku melihat siaran berita di tivi, bahkan aku juga mengetahui kalau


kecelakaan yang di alami kakak ipar kamu adalah kecelakaan berencana. Dan apa


kamu tau? Kalau kakak ipar kami masih hidup dan bahkan saat ini kakak ipar kamu


Rebecca ada bersamaku.” Lisa menjelaskan semuanya dengan begitu sangat detail


bahkan jujur kalau saat ini Becca ada bersamanya.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang mengatakan kalau kakak


iparnya masih hidup dan bahkan ada berasamanya saat ini, begitu sangat


terkejut, karna terkejut Abdy lansung berdiri dari tempat duduk kerjanya.


“Apa!!” sangat terkejut “Kamu jangan bercanda Lisa, kamu kan!


tau kakak iparku telah meninggal lima bulan yang lalu, dan kematiannya itu


membuat seluruh keluargaku terguncang dan kakakku Aby baru sebulan ini berhenti


berduka atas kematian istrinya.” Abdy sedikit tidak percaya dengan apa yang


tengah Lisa ketakan, meskipun sebenarnya Ia sangat mengharapkan semua yang Lisa


katakan benar Adanya.

__ADS_1


Lisa yang mendengar ucapan Abdy yang tidak percaya dengan


apa yang tengah di katakannya merasa sedikit kecewa namun juga mengerti kenapa


Abdy tidak percaya dengan apa yang tengah di katakannya berhubung kematian


kakak ipranya sudah hampir lima bulan lebih dan mungkin karna itu, itulah yang


terlntas dalam pikiran Lisa saat ini, Lisa menarik napas, lalu menghembuskannya


secara perlahan.


“Hem-eum. Baiklah kalau kamu tidak percaya dengan apa yang


barusan aku katakan, sekarang kita lakukan Vidio call.” Setelah mengatakan itu


Lisa lansung mematikan sambungan telponnya dan berganti dengan panggilan Vidio.


Abdy yang melihat nomor baru yang tertera di layar hapenya


tau kalau Lisalah pemilik nomor tersebut, dan meskipun merasa ragu dengan semua


yang Lisa katakan, Abdy mencoba untuk percaya dengan cara mengankat panggilan


Vidio dari Lisa.


“Hai, Dy,” Lisa tersenyum sambil melambaikan tangan kepada


Abdy di layar Hapenya, Lisa berusaha bersikap biasa saja, agar Abdy tidak


mengetahui yang sebenarnya.


Abdy yang melihat wajah Lisa di layar hapenya terlihat


begitu sangat senang, karna merasa begitu sangat senang Abdy lansung berkata.


“Lisa” tersenyum hangat “Aku sangat merindukanmu, san---ngat


mulut Abdy ketika melihat melihat wajah Lisa dan tersenyum melihat ke arahnya.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy pura-pura tidak mendengarkan


justru mengarahkan camera hapenya kepada Rebecca yang kini tengah duduk di


pinggir tempat tidurnya, dan otomatis Abdy bisa melihat wajah kakak iparnya


dengan sangat jelas.


“Lihat Dy, wajah kakak ipar kamu. Apa sekarang kamu percaya?


Kalau kakak ipar kamu ada bersamaku.” Lisa kembali melihat ke arah layar


hapenya dan itu membuatnya saling menatap.


Abdy merasa begitu sangat terkejut dan juga tidak percaya


dengan apa yang di lihatnya saat ini, bahkan sewaktu Abdy melihat jelas wajah


kakak iparnya tampa sengaja air matanya jatuh membasahi wajahnya. Wajah yang


begitu sangat kakak rindukan. Abdy nampak bengon melihat ke arah hapenya.


Melihat Abdy terdiam dari balik telponnya, lisa pun berkata.


“Abdy.” Melambaikan tangan dari balik layar telponnya “Apa kamu mendengarkanku?”


Lisa sedikit berteriak karna melihat Abdy hanya terdiam dan tidak mengatakan


apapun.

__ADS_1


Abdy yang tersadar dari lamunannya, ketika mendengar surara


teriakan Lisa berkata. “Iya, Lis ada apa?” Andy kemabli menatap wajah Lisa di


layar telponnya.


“Apa sekarang kamu percaya padaku? Kalau kakak iparmu ada bersamaku?


Cuman ada satu masalah Dy.” Lisa menundukkan wajahnyaketika selesai mengatakan


itu.”


Abdy yang melihat wajah Lisa tertunduk sedih berkat. “Masalah


apa Lis? Dan Maaf, ya Lis, karna aku sudah tidak percaya padamu. Aku memang


bodoh, karna kebodohanku kamu harus pergi jauh meninggalkanku.” Abdy kembali


mengatai dirinya meskipun Lisa tidak menanggapi semua yang di ucapkannya.


Dengan segera Lisa berkata “Sepertinya kakak iparmu


mengalami Amnesia, karna tidak mengenaliku, cuman satu yang selalu di ingatnya


hanya bayinya, kakak iparmu selalu merasa begitu sangat sedih ketika mengatakan


soal bayinya itu.” Lisa kembali menjelaskan semua yang di lihatnya “Oya, Dy,


satu lagi, di sini kakak iparmu tidak aman. Karna sewaktu aku menemukannya di


area menara Eiffell kakak iparmu di kejar oleh beberapa petugas rumah sakit,


dan bahkan kakak iparmu mengatakan kalau selama ini dia di ikat di dalam rumah


sakit itu.” Lisa mengatakan semua yang Becca katakan padanya.


Mendengar semua ucapan Lisa, Abdy begitu sangat kesal dan


marah. “Kurang ajar. Berani sekali mereka melakukan ini kepada kakak iparku. Mereka


akan mendapat ganjaran dari semua yang telah mereka lakukan. Aku bersumpah akan


mencari orang itu.” Abdy terlihat sangat marah ketika mengatakan itu “Terimakasih


banyak ya Lis, karnamu aku bisa mengetahui keberadaan kakak iparku, dan


sekarang kamu kirimkan alamat kamu di Paris, karna aku akan segera ke sana bersama


Aby. Terimakasih banyak ya Lis.” Abdy kembali mengulang kata-katanya.


Setelah sambungan Vidionya dengan Lisa terputus, dengan


segera Abdy keluar dari ruangannya dan berjalan ke arah ruangan kerja Aby. Abdy


bekerja di kantor kakaknya selama beberapa bulan ini untuk membantu Aby


mengurus perusahaabnnya, karna Aby masih dalam berduka setelah kematian


istrinya.


Tampa mengetuk pintu ruangan Aby, Abdy lansung menerobos


masuk ke dalam dan mendapati Sameera tengah duduk manis di hadapan Aby sambil


memegan sebuah paper beg dan sepertinya itu adalah makan siang yang di bawanya


untuk Aby kakaknya itulah yang ada di dalampikiran Abdy saat ini...


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2