
Abdy memanggil nama Lisa, karna tau dari suara tarik napas
yang Lisa hembuskan. “Lisa apa ini kamu?” Abdy kembali bertanya dengan harapan
itu benar-benar Lisa, karna jujur Abdy begitu sangat merindukan gadis pemilik
dari suara hembusan napas tersebut.
Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy berkata. “Hem, ini aku
Dy, Lisa. Aku menghubungimu karna ada sesuatu yang penting yang ingin aku
katakan pedamu. Jadi aku terpaksa menghubungi.” Lisa sengaja mengatakan itu,
karna tidak ingin membuat Abdy salah pahan tentang dirinya menelponnya.
Mendengar ucapan Lisa barusan, membuat Abdy merasa sedikit
kecewa, karna gadis yang selama beberapa bulan ini dirindukannya mengatkan
seperti itu.
“Oh, Lisa ayolah, kamu jangan berbicara seperti itu, apa
kamu tau kalau aku?...” ucapan Abdy mengantung ketika Lisa lansung berkata.
“Sudahla Dy, aku menelponmu karna ada sesuatu yang penting
yang ingin aku katakan padamu. Ini tentang kakak ipar kamu Rebecca.”
Abdy yang mendengar nama kakak iparnya keluar dari mulut
Lisa melupakan, kalau dia begitu sangatt merindukan Lisa.
“Apa!” terkejut “kakak iparku Rebecca!? Istri Aby. Kenapa? Dengan
kakak iparku? Apa kamu sudah tau kalau dia telah tiada lima bulan yang lalu?”
Abdy menghembuskan napasnya kasar ketika selesai mengatakan itu.
Dengan segera Lisa menjawab pertanyaan Abdy, “Iya, aku tau,
karna aku melihat siaran berita di tivi, bahkan aku juga mengetahui kalau
kecelakaan yang di alami kakak ipar kamu adalah kecelakaan berencana. Dan apa
kamu tau? Kalau kakak ipar kami masih hidup dan bahkan saat ini kakak ipar kamu
Rebecca ada bersamaku.” Lisa menjelaskan semuanya dengan begitu sangat detail
bahkan jujur kalau saat ini Becca ada bersamanya.
Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang mengatakan kalau kakak
iparnya masih hidup dan bahkan ada berasamanya saat ini, begitu sangat
terkejut, karna terkejut Abdy lansung berdiri dari tempat duduk kerjanya.
“Apa!!” sangat terkejut “Kamu jangan bercanda Lisa, kamu kan!
tau kakak iparku telah meninggal lima bulan yang lalu, dan kematiannya itu
membuat seluruh keluargaku terguncang dan kakakku Aby baru sebulan ini berhenti
berduka atas kematian istrinya.” Abdy sedikit tidak percaya dengan apa yang
tengah Lisa ketakan, meskipun sebenarnya Ia sangat mengharapkan semua yang Lisa
katakan benar Adanya.
__ADS_1
Lisa yang mendengar ucapan Abdy yang tidak percaya dengan
apa yang tengah di katakannya merasa sedikit kecewa namun juga mengerti kenapa
Abdy tidak percaya dengan apa yang tengah di katakannya berhubung kematian
kakak ipranya sudah hampir lima bulan lebih dan mungkin karna itu, itulah yang
terlntas dalam pikiran Lisa saat ini, Lisa menarik napas, lalu menghembuskannya
secara perlahan.
“Hem-eum. Baiklah kalau kamu tidak percaya dengan apa yang
barusan aku katakan, sekarang kita lakukan Vidio call.” Setelah mengatakan itu
Lisa lansung mematikan sambungan telponnya dan berganti dengan panggilan Vidio.
Abdy yang melihat nomor baru yang tertera di layar hapenya
tau kalau Lisalah pemilik nomor tersebut, dan meskipun merasa ragu dengan semua
yang Lisa katakan, Abdy mencoba untuk percaya dengan cara mengankat panggilan
Vidio dari Lisa.
“Hai, Dy,” Lisa tersenyum sambil melambaikan tangan kepada
Abdy di layar Hapenya, Lisa berusaha bersikap biasa saja, agar Abdy tidak
mengetahui yang sebenarnya.
Abdy yang melihat wajah Lisa di layar hapenya terlihat
begitu sangat senang, karna merasa begitu sangat senang Abdy lansung berkata.
“Lisa” tersenyum hangat “Aku sangat merindukanmu, san---ngat
mulut Abdy ketika melihat melihat wajah Lisa dan tersenyum melihat ke arahnya.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy pura-pura tidak mendengarkan
justru mengarahkan camera hapenya kepada Rebecca yang kini tengah duduk di
pinggir tempat tidurnya, dan otomatis Abdy bisa melihat wajah kakak iparnya
dengan sangat jelas.
“Lihat Dy, wajah kakak ipar kamu. Apa sekarang kamu percaya?
Kalau kakak ipar kamu ada bersamaku.” Lisa kembali melihat ke arah layar
hapenya dan itu membuatnya saling menatap.
Abdy merasa begitu sangat terkejut dan juga tidak percaya
dengan apa yang di lihatnya saat ini, bahkan sewaktu Abdy melihat jelas wajah
kakak iparnya tampa sengaja air matanya jatuh membasahi wajahnya. Wajah yang
begitu sangat kakak rindukan. Abdy nampak bengon melihat ke arah hapenya.
Melihat Abdy terdiam dari balik telponnya, lisa pun berkata.
“Abdy.” Melambaikan tangan dari balik layar telponnya “Apa kamu mendengarkanku?”
Lisa sedikit berteriak karna melihat Abdy hanya terdiam dan tidak mengatakan
apapun.
__ADS_1
Abdy yang tersadar dari lamunannya, ketika mendengar surara
teriakan Lisa berkata. “Iya, Lis ada apa?” Andy kemabli menatap wajah Lisa di
layar telponnya.
“Apa sekarang kamu percaya padaku? Kalau kakak iparmu ada bersamaku?
Cuman ada satu masalah Dy.” Lisa menundukkan wajahnyaketika selesai mengatakan
itu.”
Abdy yang melihat wajah Lisa tertunduk sedih berkat. “Masalah
apa Lis? Dan Maaf, ya Lis, karna aku sudah tidak percaya padamu. Aku memang
bodoh, karna kebodohanku kamu harus pergi jauh meninggalkanku.” Abdy kembali
mengatai dirinya meskipun Lisa tidak menanggapi semua yang di ucapkannya.
Dengan segera Lisa berkata “Sepertinya kakak iparmu
mengalami Amnesia, karna tidak mengenaliku, cuman satu yang selalu di ingatnya
hanya bayinya, kakak iparmu selalu merasa begitu sangat sedih ketika mengatakan
soal bayinya itu.” Lisa kembali menjelaskan semua yang di lihatnya “Oya, Dy,
satu lagi, di sini kakak iparmu tidak aman. Karna sewaktu aku menemukannya di
area menara Eiffell kakak iparmu di kejar oleh beberapa petugas rumah sakit,
dan bahkan kakak iparmu mengatakan kalau selama ini dia di ikat di dalam rumah
sakit itu.” Lisa mengatakan semua yang Becca katakan padanya.
Mendengar semua ucapan Lisa, Abdy begitu sangat kesal dan
marah. “Kurang ajar. Berani sekali mereka melakukan ini kepada kakak iparku. Mereka
akan mendapat ganjaran dari semua yang telah mereka lakukan. Aku bersumpah akan
mencari orang itu.” Abdy terlihat sangat marah ketika mengatakan itu “Terimakasih
banyak ya Lis, karnamu aku bisa mengetahui keberadaan kakak iparku, dan
sekarang kamu kirimkan alamat kamu di Paris, karna aku akan segera ke sana bersama
Aby. Terimakasih banyak ya Lis.” Abdy kembali mengulang kata-katanya.
Setelah sambungan Vidionya dengan Lisa terputus, dengan
segera Abdy keluar dari ruangannya dan berjalan ke arah ruangan kerja Aby. Abdy
bekerja di kantor kakaknya selama beberapa bulan ini untuk membantu Aby
mengurus perusahaabnnya, karna Aby masih dalam berduka setelah kematian
istrinya.
Tampa mengetuk pintu ruangan Aby, Abdy lansung menerobos
masuk ke dalam dan mendapati Sameera tengah duduk manis di hadapan Aby sambil
memegan sebuah paper beg dan sepertinya itu adalah makan siang yang di bawanya
untuk Aby kakaknya itulah yang ada di dalampikiran Abdy saat ini...
*
__ADS_1
*
*