
"Bersiap lah, kita akan ke rumah orang tuaku, kita akan mengatakan rencana kita pada mereka." Berkata sedikit tegas pada Becca.
"Tapi Aby, apa kamu menerima pernikahan ini?,apa kamu setuju untuk menikah denganku?."
"Nanti aku akan menjawabnya, setelah kedua orang tuaku menyetujuinya."
"Baik lah,aku bersiap dulu."
Setelah Becca masuk ke dalam kamarnya. Abdy datang menhampiri Aby, Abdy pun berkata.
"Bos tak perlu terlalu memikirkan itu semua, semuanya akan baik -baik saja."
Setelah selesai bersiap Becca keluar dari kamarnya, Aby dan Abdy pun terkejut melihat penampilan anggun Becca,Becca terlihat sangat cantik mengenakan dres selutut yang berwarna nafi yang di padukan dengn sepatu high heels yang sedikit tinggi membuat penampilan Becca terlihat lebih sempurna.
"Oh, astaga bos, dia begitu sangat cantik,kalau bos tak mau menikahinya biar aku saja. " Berkata sambil melihat ke arah Becca yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Sudah, diam." Berkata datar pada Aby.
Becca pun menghampiri mereka berdua dengn senyum tipis di bibirnya. Becca pun berkata.
"Aku sudah siap Aby."
"Ayo gadis cantik kita berangkat," Ucap Abdy sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Abdy, perbaiki sikap kamu, dia adalah?."
"Iya maaf bos, aku tau dia adalah calon kakak iparku."
"Bagus, kalau begitu, sekarang kita pergi."
"Iya bos, ayo kita pergi,tapi bos, boleh aku bertanya pada gadis ini?,dia ingin naik mobil siapa?, mobil bos atau mobilku?."
Mendengar ucapan Abdy barusana,Aby melototkan matanya pada Abdy. Aby pun berkata.
"Abdyyyyyy," Teriak Aby sambil melototkan matanya pada Abdy.
"I i iya, maaf bos," Ucap Abdy sambil berlari keluar dari dalam Apartmens Aby.
Hahahaha, suara tawa Becca.Membuat Aby berbalik melihat ke arahnya. Aby melihat tawa lepas Becca dan itu membuat Aby terlihat lebih senang.
"Kenapa kamu tertawa?." Tanya Aby
"Kalian berdua terlihat sangat lucu ketika sedang bertengkar seperti itu." Berkata sambil tertawa.
"Apa kamu masih ingin tertawa?, atau ingin segera pergi ke rumah orang tuaku?." Berkata sedikit tegas.
"I iya, aku ikut kamu saja."
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang?."
"Iya, isss, datar banget sih."
Berkata sambil berjalan di belakang Aby. Namun ucapannya itu masih tetdengar jelas di telinga Aby.
"Apa kamu bilang barusan?." Bertanya sambil membalikkan badan.
"Aku tak berkata apa -apa," Ucap Becca gugup sambil berlari masuk ke dalam lif.
Melihat tingkah Becca, Aby pun tersenyum,Aby merasa lucu melihat Becca bertingkah seperti itu.
"Lucu sekali." Berkata dalam hati.
Setelah mereka sampai di lantai dasar Apartmens,Aby dan Becca pun berjalan ke arah mobil yang terparkir di parkiran Apartmens. Aby pun masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Becca. Di dalam perjalanan menuju rumah orang tua Aby. Becca hanya terdiam. Becca merasa grogi dan takut. Di dalam fikiran Becca terlintas begitu banyak pertanyaan.
"Bagaimana jika orang tua Aby tak menyukaiku?, Bagaimana jika mereka tak merestui keinginan kami untuk menikah?,pasti Aby juga akan menolak untuk menikahiku, Aaaaa, aku harus bagaimana?, jika itu sampai terjadi, terpaksa aku akan mencari pemuda lain,"
"Kamu sedang memikirkan apa." Tanya Aby.
"Enggak, aku tak memikirkan apa -apa."
"Benar kamu tak memikirkan apa -apa?."
__ADS_1
"Benar, tak percaya banget sih jadi orang." Berkata sedikit kesal pada Aby.