Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.122


__ADS_3

Di dalam pelukan Suaminya, Bella berkata. "Apapun yang terjadi. Aku tak akan membiarkan Dokter itu, membunuh anakku, aku akan melahirkannya dengan selamat. Iya, aku akan melahirkannya dengan selamat." Bella mengulang kata -katanya, karna Ia yakin pad dirinya sendiri.


*****


Hamish berenti menceritakan soal Bella pada Doni. Karna Becca dan Aby datang menghampiri mereka berdua.


Hamish tak ingin, Becca mendengar semua tentang Mommynya, karna Ia tau, selama Mommynya meninggal Becca hanya tau Mommynya tengah sakit, dan tak tau menau soal Mommynya meninggal dalam keadaan mengandung.


Hamish menatap ke arah putrinya lalu berkata. "Sayang, kenapa kamu belum tidur? apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" tanya Hamish pelan dan lembut.


Tampa tersenyum Becca menatap ke arah Daddynya lalu berkata.


"Sorry, Dad, menggangu, aku ingin membicarakan sesuatu dengan Daddy. Ada satu hal yang penting yang harus Daddy ketahui, tentang aku dan suamiku Aby." Becca berkata sedikit pelan.


Hamish berjalan ke arah Becca, lalu duduk di sampinnya, kemudian memegan bahu putrinya, lalu berkata.


"Sesuatu yang penting? apa itu?" tanya Hamish melihat ke arah Becca.


Becca mengengam tangan Aby, lalu berkata "Kalau Daddy tak merestui hubungan kami berdua, malam ini juga kami akan kembali ke Indonesia." Becca mengancam Daddynya.


Hamish tertawa melebar setelah mendengar ancaman putrinya, Hamish tau kalau putrinya mengatakan sesuatu maka itulah yang akan Ia lakukan. Sifat Becca dan Hamish tidaklah jauh berbeda, keduanya memiliki sifat keras yang sama.


Hamish melihat ke arah Aby yang tengah duduk di sampin Becca, lalu berkata. "Aby, bukannya Daddy tak merestui pernikahan kalian. Aku hanya ingin kamu membuktikan seberapa besar cintamu pada putri kesayanganku ini. Jika kamu bisa membuktikannya padaku, aku akan menberi hadia pada kalian berdua, namun kalau tidak?..." melihat ke arah Aby. Ucapan Hamish terhenti ketika mengatakan itu.


Namun dengan segera Becca berkata. "Kalau tidak, apa Dad?" Becca menatap tajam ke arah Hamish.


Dengan nada tegas Hamish berkata. "Kalian berdua akan Daddy pisahkan. Mau tidak mau kalian berdua akan berpisah. Kamu tau kan?" melihat ke arah Becca dan Aby "Apa yang bisa Daddy lakukan pada Aby suamimu."


Mendengar ucapan Daddynya Becca merasa kesal dan marah, hingga akhirnya Becca berdiri, lalu berteriak.


"Dad."


Mendengar teriakan istrinya dengan segera Aby menenangkan Becca.


"Huss, sayang tenang, ingat saat ini kamu tengah mengandung." Aby mendudukkan Becca kembali di tempat duduknya.

__ADS_1


Sementara Becca melotot melihat ke arah Daddynya.


Aby melihat ke ayah Mertuanya.


Lalu Ia pun berkata. "Baik, Dad. Aku akan melakukan semua yang Daddy inginkan, Apapun itu" Nada suara pelan "Semua akan kulakukan demi istriku. Dan satu hal yang harus Daddy tau, kalau aku sangat mencintai putrimu" tersenyum melihat ke arah Becca "Hanya satu permintaanku padamu Dad?" menatap ke arah wajah Hamish.


"Apa permintaanmu?" tanya Hamish pelan.


"Biarkan kami tidur bersama. Karna aku tak sanggup tidur sendiri di bawah atap yang sama dengan istriku." Ucap Aby tenang dan langtang.


Hamish tersenyum dalam hati ketika mendengar kata yang keluar dari mulut Aby.


"Sebenarnya aku percaya padamu Aby. Namun ini semua aku lakukan demi putriku, putri satu -satuku yang sangat aku sayangi, pewaris dari semua kekayaan Hamish Daud Willie. Aku tak mau putriku tersakiti"


Hamish berjalan mendekat ke arah Menantunya, lalu berkata.


"Aku menerima syaratmu" menepuk bahu menantunya "Dan mulai besok lakukan semua yang aku perintahkan.


Setelah mengatakan itu. Hamish berlalu meninggalkan anak dan menantunya. Namun sebelum itu Hamish mengajak Doni menuju arah kamarnya.


"Besan, ayo ikut saya"


Setelah kepergian ayah dan mertuanya. Aby mulai menenangkan hati Becca yang dari tadi memanas karna berdebat dengan Daddynya.


"Sudah, sayang, kamu jangan terlalu memikirkan semua yang di katakan Daddy" Aby mengciumi wajah Becca yang terlihat sangat kesal.


Becca melihat ke arah Aby yang kini tengah duduk di hadapannya.


"Bagaimana aku bisa tenang" marah "Mendengar semua yang Daddy katakan" memperlihatkan wajah kesalnya.


Aby tersenyum, lalu menarik hidung mungii istrinya lalu berkata.


"Apapun yang Daddy inginkan, aku akan berusaha melakukan semuanya" tersenyum "Aku bisa melihat cinta yang begitu sangat besar di mata Daddy untukmu" mengelus wajah Becca "Percayalah, Daddy tak akan membuat aku terluka. karna Ia tau kalau kamu sangat mencintaiku, dan aku juga sangat mencintaimu. Dan aku juga bersyukur karna Daddy menerima syaratku, untuk tidur sekamar dengan istriku." mendekatkan wajah, lalu menggesek hidungnya di hidung istrinya.


Mendengar semua yang Aby katakan, Becca menyandarkan wajahnya du dada bidang suaminya, lalu berkata.

__ADS_1


"Aby, aku sangat mencintaimu" memaingkan jarinya di dada Aby yang sedikit terlihat.


Aby mengecup lembut dahi Becca, lalu berkata. "Aku juga sangat, sangat mencintaimu sayang."


Setelah mengunkapkan rasa cinta -cinta mereka berdua. Aby maupun Becca beranjak dari duduk mereka lalu berjalan ke arah tangga, untuk naik ke lantai atas dimana letak kamar Becca berada.


Sesampai di dalam kamar, Becca menanggalkan semua pakaian yang Ia kenakan, lalu mengantinya dengan pakaian tidur. Namun Becca menganti semua pakaian itu di hadapan suaminya Aby.


Aby yang melihat tubuh mungil dan polos istrinya, berdiri sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal. Aby jalan mendekata lalu memeluk Becca dari belakan.


"Sayang" mengecup tengkuk leher Becca "Aku sangat merindukanmu" berbisik di telinga Becca.


Becca yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya, tersenyum, lalu Becca berkata.


"Sayang, aku juga sangat merindukannmu, dan lebih aku sangat merindukan wangi ketiakmu." Becca nampak greget ketika mengatakan itu pada Aby.


Dan itu membuat Aby memasang wajah masamnya. Tampa berkata apapun Aby melepas pelukannya, lalu berjalan ke arah kopernya yang ada di sampin tempat tidur.


Satu persatu Aby menanggalkan pakaiannya, di hadapan Becca. Ia ikut melakukan apa yang tengah Becca lakukan barusan.


Mata Becca melotot ketika melihat tubuh polos suaminya yang kini tengah berdiri di hadapannya. Becca yang biasanya menutup mata ketika melihat tubuh polos suaminya, kini Ia menatapnya tampa menutup mata.


Becca berjalan mendekat ke arah Aby dengan senyuman yang mengambang di bibirnya.


Menyadari yang di lakukan istrinya, Aby hanya santai tak menanggapi, sambil memakai pakaiannya satu persatu. Namun sebelum Aby mengenakan baju.


Becca memeluk suaminya dari sampin, lalu berkata.


"Sayang, aku merindukan wangi ketiakmu." Berkata manja.


Mendengar yang dikatakan istrinya, Aby tersenyum, lalu mengankat tubuh Becca naik ke atas tempat tidur.


Aby merebahkan tubuh Becca di atas tempat tidur, lalu?...


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2