
Becca yang melihat Aby mulai sibuk dengan apa yang ingin ia
lakukan, tersenyum jail, dan memulai memikirkan ide agar Aby menghentikan
sejenak apa yang tengah ia lakukan saat ini.
“Aby kamu tidak bisa melakukan hal itu sekarang.” Tersenyum
mengacak rambut Aby.
Bukannya tidak ingin melakukan hal itu namun ia ingin
mengatakan sesuatu yang bersangkutan dengan acara Resepsi besok.
Aby yang mendengar ucapan Becca yang melarangnya melakukan
hal itu, mengankat wajah melihat ke arah istrinya yang kini tengah tersenyum
melihatnya.
“Memangnya kenapa? apa ada sesuatu?” tanya Aby pelan.
Setelah menanyakan itu kepada Becca, Aby kembali melanjutkan
apa yang telah di lakukannya, Becca yang melihat suaminya tidak berhenti
melakukan apa yang ingin ia inginkan dengan segera berkata.
“Kamu tidak bisa melakukannya karna saat ini aku lagi
kedatangan tamu bulanan.” Becce tersenyum jail setelah selesai mengatakan itu,
becca berhenti tersenyum ketika Aby melihat ke arahnya.
Namun sebenarnya Becca tidaklah datang bulan, ia hanya bebohon
agar Aby tidak melakukannya dulu, karna ia ingin mengatakan sesuatu yang sangat
pentin soal gaun yang akan ia kenakan besok di acara resepsi pernikahannya.
Aby kembali mengankat wajah melihat ke arah Becca, setelah
mendengar ucapan istrinya yang mengatakan kalau saat ini ia tengah datang
bulang.
Aby mengankat tubuhnya dari atas tubuh istrinya lalu bangun
dan duduk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mengingat seperti ada
yang sedang ganjil parihal tamu bulanan istrinya.
“Kamu datang bulan lagi? Perasaaan baru seminggu kamu
selesai datang bulan.” Tanya Aby pelan.
Ia merasa ada yang aneh dengan tamu bulanan istrinya, karna
setaunya wanita hanya akan datang bulan sekali sebulan, kecuali yang mengenakan
alat kontra sepsi dan tidak cocok, itu biasa akan membuat seoarang wanita akan
mengalami datang bulan dua kali sebulan, awal bulan dan akhir bulan, namun
istrinya baru seminggu yang lalu datang bulan sekarang datang bulan lagi.
Bingun itulah yang tengah Aby rasakan saat ini.
“Hem.” Mengangukkan kepala sambil tersenyum “Tadi pagi
keluar lagi.” Ucap Becca pelan.
Becca tersenyum sambil melihat ke arah lain karna ia tidak
ingin melihat ke arah wajah Aby yang nampak sedikit kecewa karna hasratnya
tidak bisa ia tuntaskan karna istriny saat ini tengah datang bulan, ia juga
tidak ingin Aby mengetaui kalau saat ini ia hanya menjailinya saja karna itu
bisa membuat Aby sedikit marah kepadanya.
Becca bangun lalu beranjak dari atas tempat tidur, berjalan
menuju arah lemari pakaian lalu mengeluarkan gaun yang akan ia kenakan besok
malam, gaun yang memperlihat punggun dan belakangnya tampa adanya penghalang
sedikitpun.
Aby yang melihat istrinya bagun lalu berjalan ke arah lemari
hanya mengikutinya dengan penglihatannya saja
Becca mengibaskan gaun yang ada di tangannya di hadapan Aby
lalu bertanya.
“By, apa kamu tidak merasa kesal jika besok malam gaun ini
yang akan aku kenakan?” tanya Becca melihat ke arah Aby.
Becca sengaja
menanyakan itu, agar ia segera tau apa Aby akan merasa kesal atau tidak, karna
menurut Becca gaun yang ada di tangannya sangatlah terbuka.
Aby berangjak dari tempat tidur, berjalan ke arah istrinya
yang kini tengah memegan gaun yang akan ia kenakan besok, Aby mulai melihat dan
membolak-balikkan gaun pengantin yang akan istrinya kenakan besok malam.
“Apa-apaan ini!” marah “Kenapa gaunnya jadi terbuka seperti
ini.” Kata Aby kesal.
Aby nampak sangat kesal ketika melihat gaun yang akan
istrinya kenakan yang akan memperlihat bagian tubuhnya tampa adanya penghalang
sedikit pun, ia kembali memperlihatkan sikap posesif untuk istrinya.
“Tidak-tidak dan tidak.” Memainkan jari telunjuk di hadapan
wajah Becca “Kamu tidak boleh mengenakan gaun ini, ini sangat terbuka, semua
orang yang hadir di acara pernikahan kita akan melihat keindahan tubuhmu dan
akun tidak menginginkan hal itu, kamu mengerti kan apa maksud aku?”
Becca yang mendengar ucapan suaminya yang tidak
membiarkannya mengenakan gaun pengantinnya besok memasang wajah pias karna
merasa sangat kecewa, namun sebenarnya ini juga kesalahannya karna terlalu menyukai
gaun tersebut hingga ia tidak mempelihatkan atau pun menanyakan terlebih dahulu
kepada Aby, hingga ia mendapat jawaban seperti itu.
Aby yang melihat wajah pias istrinya, terdiam sejenak sambil
duduk di pinggir tempat tidur, melihat ke arah Becca yang kini memasukkan
kembali gaunnya ke dalam lemari pakainnya.
Becca tidak mengatakan apapun lagi kecuali diam, tidak
melihat ke arah Aby namun ia juga tidak memasang wajah marah ataupun kesal,
melainkan ia hanya memasang wajah piasnya.
Becca berjalan ke arah tempat tidur, lalu merebahkan
tubuhnya, menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya, Aby yang melihat
istrinya terdiam seperti itu, memilih untuk ikut merebahkan tubuhnya di sampin
Becca.
“Sayang.” Memeluk dari belakang “Apa kamu marah?” bisik Aby
pelan.
“Tidak! Aku tidak marah” membelakangi “Akan lebih baik jika
kita tidur aku sangat lelah dan mengantuk.” Kata Becca pelan.
Becca memeperbaiki selimutnya lalu mencoba untuk tertidur,
meskipun ia merasa sangat kesal melihat sikap posesip Aby yang berlebihan
menurutnya.
Aby yang mendengar ucapan istrinya, menarik napas, lalu
membuangnya secara perlahan melihat ke arah langit-langit kamarnya dan melihat
hanya lampu yang redup yang menyala.
Becca kini terlelap dengan sangat nyenyaknya, sementara Aby
__ADS_1
belum bisa memejamkan kedua matanya karna terlalu memikirkan gaun yang akan
Becca kenakan besok.
Aby bangun lalu mengambil hapenya dan mulai menghubungi
seseorang. Setelah sambungan telponnya tersambun dengan segera Aby berkata.
“Apa kamu bisa membatuku?”
“Baiklah malam ini aku akan membawanya, dan pastikan selesai
sebelum pagi.”
Setelah sambungan telponnya terputus Aby berjalan ke arah
lemari lalu mengeluarkan gaun yang tadi Becca kasi masuk ke dalam lemari, lau
memasukkannya ke dalam tempatnya semula lalu membawanya keluar dari dalam
kamarnya.
Keesokan harinya, semua orang pada sibuk di lantai bawah
mempersiapkan segala sesuatunya untuk pergi ke rumah mempelai Abdy, mereka semua telah mempersiapkan apa saja
yang akan di bawa ke rumah calon pengantin wanita sesuai dengan teradisi yang
di lakukan di kotanya.
Semua yang akan di bawa ke rumah mempelai Abdy kini
semuanya telah siap di ruangan tamu,
karna pukul sepuluh nanti Abdy akan melakukan ijob qobul di rumah Lisa.
Nabila nampak sangat sibuk, meskipun ia hanya menunjuk sana
menunjuk sini, namun jujur semua itu sangat melelahkan baginya, karna harus
menjawab satu-satu pertanyaan para pelayannya yang menanyakan ini itu.
sementara Aby masih setia memeluk tubuh istriny, karna ia
masih sangat mengantuk dengan apa yang
semalam ia kerjakan bersama dengan desainer yang di tempatinya membeli gaun
pengantin.
Becca membalikkan tubuhnya melihat ke arah suaminya yang
kini masih setia menutup kedua matanya, Becca tersenyum lalu mengelus lembut
wajah suaminya yang kini masih setia menutup kedua matanya.
“Suamiku memang sangat tampan dan baik, namun satu sikapnya
yang sangat aku tidak suka, ia terlalu posesif denganku.” Mengecup lembut dahi
Aby.
Becca melihat ke arah jam dindin yang terpajang di depannya
yang telah menunjukkan pukul 8pagi.
“Aku harus segera bangun lalu bersiap untuk pergi ke rumah
Lisa sebagai rombongan dari pihak mempelai peria.” Ucap Becca pelan.
Pelan-pelan Becca melepas tangan Aby yang kini masih
melingkar di perutnya lalu bangun dan beranjak dari atas tempat tidur tampa
membangunkan Aby, karna menurut Becca cara laki-laki dan perempuan beda,
perempuan memerlukan banyak waktu untuk bersiap sementara laki-laki tidak,
hingga ia tidak memngunkan Aby dan memilih berjalan masuk ke dalam kamar mandi
untuk segera membersikan diri.
Setelah selesai membersikan diri Becca keluar dari dalam
kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang melilit tubuhnya dan juga di
kepalanya karna ia baru saja selesai mencuci rambutnya.
Becca melihat ke arah tempat tidur dan melihat Aby masih
setia memeluk bantal guling, dengan senyumana Becca berjalan ke arah tempat
tidur dan mulai mencoba membangunkan suaminya.
menutupi sebagian tubuh Aby.
Becca sedikit bingun melihat Aby tertidur dengan menggunakan
celana yang kemarin ia gunakan, karna ini bukan kebiasaan Aby yang akan
tertidur dengan mengenakan celana seperti itu, karna ia hanya terbiasa
mengenakan celana longgarnya.
Becca mengetahui semua itu, karna ia sudah terbiasa melihat
suaminya tertidur seperti itu, bukannya tertidur dengan cara seperti ini yang
mengenakan cenapa yang biasa ia gunakan untuk pergi untuk bekerja dan
sebagainya.
Sebagai seorang istri
ia mengetahui semua itu, mulai dari kebiasan suaminya hingga kebiasan buruknya
yang selalu ia lakukan di dalam rumah maupun di dalam kamar, dan bisa di
katakan luar dalammu hanya istrimu yang mengetahui semua itu.
Aby mengeliat dari tidurnya ketika ia mendengar ucapan
istrinya yang menyuruhnya bangun, pelan-pelan ia membuka matanya dan melihat ke
arah Becca yang kini tengah berdiri di sampin tempat tidur hanya dengan
mengenakan handuk yang melilit di tubuh dan kepala istrinya.
“Apa kamu masih datang bulan?” itulah kata pertama yang keluar dari dalam mulut Aby ketika
melihat Becca tengah mengenakan handuk di hadapannya.
Becca menyengitkan dahi mendengar pertanyaan Aby yang
menanyakan prihal datang bulannya. Namun demi menghindari apa yang akan Aby
lakukan padanya hingga Becca lansung berkata.
“Belum, aku masih datang bulan, dan mungkin tiga dan empat
hari kedepan baru akan berhenti.”
Aby yang mendengar ucapan istrinya yang mengatakan akan
berhenti beberapahari lagi berkata.
“Ah, malam pertama yang tertunda.” Aby menguling-gulingkan
tubuhnya di atas tempat tidur ketika selesai mengatakan itu.
Becca yang mendengar ucapan malam pertama keluar dari dalam
mulut Aby kembali menyengitkan dahi, karna merasa bingun mendengar kata malam
pertama keluar dari dalam mulut Aby , malam pertama kan, cuman bisa di lakukan
oleh Abdy dan Lisa nantinya bukannya pasangan sepertinya yang telah lama
menikah. Menurut Becca.
“Apa malam pertama? Memangnya kamu mau melakukan malam pertama?
Sama siapa?” tanya Becca melihat ke arah Aby yang tidak berhenti
menguling-gulingkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sebuah pertanyaan konyol keluar dari dalam mulut Becca yang
membuat Aby berhenti menguling-gulingkan tubuhnya, melihat ke arah Becca yang
kini tengah menanti jawaban atas pertanyaannya.
Aby bangun lalu duduk
di pinggir tempat tidur, lalu meraih pinggul Becca dan mendudukkannya di atas
pangkuannya, kemudian berkata.
“Sama istriku donk, siapa lagi kalau bukan kamu, kan cuman
kamu istri aku, apa kamu ingin menikahkan suamimu lagi?” tanya Aby menahan
tawanya melihat wajah Becca yang kini tengah memerah karna mendegar ucapannya
__ADS_1
yang ingin menikah lagi.
“Apa!” kesal “kamu ingin menikah lagi? Dengar ya Aby Atmaja”
meninggikan suara, namun tidak berangjak dari atas pangkuan Aby “Jangan sebut
namaku Rebecca Hamish daud Willie, eh salah, Rebecca Aby Atmaja kalau sampai
kamu ingin menikah lagi aku tidak akan segan-segan memotong burung kamu dan
memberikannya kepada kucing agar ia makan hingga habis” Becca tertawa karna
merasa lucu dengan apa yang baru saja ia katakan yang ingin memberikan milik
suaminya untuk kucing santap.
Aby yang mendengar ucapan istrinya bukannya takut justru ia
ikut tertawa sambil menatap wajah Becca dengan pandangan jailnya. Aby tidak
pernah menyangka kalau Becca akan mengatakan hal itu kepadanya, hal yang
terdengar lucu menurutnya.
“Apa, apa kamu tega memotongnya?” tersenyum jail “Apa kamu
tidak kasian dengannya? Dia itu sangat hebat loh bisa membuatmu hilang akal.”
Aby tidak berhenti menggoda dan menjaili istrinya karna ia sangat menyukai jika
Becca memperlihatkan wajah kesalnya.
“Kalau ia tega denganku kenapa tidak, dengan sangat terpaksa
aku akan melakukannya.” Becca melingkarkan tangannya di leher Aby sambil
terkekeh pelan.
Aby yang melihat istrinya terkekeh di dalam pangkuannya
melihat ke arah handuk yang menutupi bagian tubuh istrinya yang tengah
kedatangan tamu bulanan.
Aby merasa ada
sesuatu yang aneh dengan datang bulan Becca kali ini, karna merasa sangat penasaran hingga akhirnya Aby membuka handuk
yang telah menupi bagian tubuh istrinya
dan melihatnya tampa mengenakan pakaian dalam.
Becca yang melihat Aby melihat miliknay dengan segera
menutupnya dengan ke dua tangan melihat
ke arah Aby yang kini tengah melihat ke arahnya.
“Hem, jadi kamu membohongiku? Kamu mengatakan tengah datang
bulan? Namun ternyata tidak.” Aby mengatakan itu tampa tersenyum ataupun
tertawa, hingga Becca berpikir kalau suaminya marah kepadanya.
Aby sengaja melakukan itu agar istrinyatidak melakukan hal
itu lagi, hal yang ingin ia lakukan tertunda dan itu membuat kepalanya terasa
pusing karna hasratnya tidak ia tuntaskan.
“Aby maaf, bukan maksud aku ingin berbohong.” Tersenyum
manis melihat ke arah Aby karna ia tidak berangjak dari atas pangkuanya, justru
sekarang Becca memeluk erat tubuh Aby agar tidak membuatnya marah.
“Sudahlah aku tidak marah, namun jika lain kali kamu masih
melakukan hal ini, maka dengan terpaksa aku akan benar-benar melakukan malam
pertama itu...?” ucapan Aby terhenti karna bibir Becca tengah membekap bibirnya
hingga ia berhenti berbicara.
Becca melepas pautan bibirnya dari bibir Aby lalu menatap ke
arah Aby lalu berkata, “Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, maaf ini
pertama dan terakhir kali aku melakukannya.” Becca kembali menempelkan bibirnya
di bibir Aby ketika selesai mengatakan itu.
Aby yang mendapat kecupan lembut dari bibir Becca membalas
perlakuan lembut itu dengan sangat lembut, handuk yang tadi Becca gunakan untuk
menutupi bagian tubuhnya kini telah jatuh di lantai tidak perduli kalau saat
ini ia duduk di pangkuan suaminya dalam keadaan polos. Tangan Aby mulai
menyentuh bagian favoritnya dan mulai bermain di sana hingga lupa kalau
sebentar lagi mereka akan kerumah Lisa.
Pautan bibir mereka terlepas ketika pintu kamar di ketuk
dari luar, Aby dan Becca melihat ke arah pintu ketika mendengar suara ketukan
dari luar.
Tok, tok, tok.
“Aby, Becca, apa kalian berdua sudah bangun? Kalau belum
segera bangun dan bersiap karna sebentar lagi kita akan segera ke rumah Lisa.”
Teriak Nabila dari balik pintu, membangunkan putra dan menantunya.
Becca dan Aby saling bertatapan ketika mendengar ucapan
Nabila yang menyuruh mereka berdua segera bersiap karna sebentar lagi mereka
akn ikut rombongan untuk pergi kerumah Lisa.
“Baik, ma, sebentar lagi kami akan segera turun.” Sahut Abdy
dari dalam kamar.
Becca berangjak dari pangkuan suaminya, lalu mengambil
handuknya yang terjatuh di lantai lalu melilitkan kembali di tubuhnya.
“Sana cepat mandi.” Ucap Becca pelan melihat ke arah Aby
yang kini masih duduk di pinggiran tempat tidur.
Aby yang mendengar ucapan istrinya yang segera menyuruhnya
untuk membersikan diri, memasang wajah sedikit lucu menurut Becca, hingga Becca
kembali berkata.
“Kamu kenapa? bangun dan segera mandi.” Tanya Becca lagi,
melihat ke arah wajah Aby yang kini terlihat lucu menurutnya.
“Semua ini karnamu.” Aby menatap wajah Becca dengan pandangan
jailnya.
“Karna aku?” menunjuk diri “Memang apa yang telah aku
lakukan padamu?” tanya Becca sedikit bingun karna Aby menuduhnya.
“Lihat ini.” Menujuk bagian bawahnya yang tengah menegan,
terlihat jelas dari celana yang Aby gunakan.
Becca yang melihat arah tunjuk suaminya tertawa melebar,
suara tawanya mengema di dalam kamar karna merasa sangat lucu dengan apa yang
tengah ia lihat saat ini.
“Sayang.” Menyentuh bagian bawah Aby yang tengah menegan
“Nanti malam kita akan melanjutkan ini semua, karna untuk saat ini kita tidak
bisa melakukannya.” Becca mengecup lembut milik Aby yang masih terhalan dengan
celana yang Aby kenakan.
Becca terkekeh setelah melakukan hal itu karna ia merasa
sangat konyol hingga berani melakukan hal itu dngan suaminya, namun itu membuat
Aby merasa sangat senang atas kepedulian Becca kepada miliknya. Dan itu membuat
Autor berkata Becca dan Aby benar-benar konyol
Aby berjalan masuk ke dalam kamar mandi, sementara Becca
mulai meris wajahnya secantik mungkin, untuk mengikuti rombongan yang akan
__ADS_1
membawa Abdy kerumah calon mempelainya.