Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.195


__ADS_3

Becca yang melihat Aby mulai sibuk dengan apa yang ingin ia


lakukan, tersenyum jail, dan memulai memikirkan ide agar Aby menghentikan


sejenak apa yang tengah ia lakukan saat ini.


“Aby kamu tidak bisa melakukan hal itu sekarang.” Tersenyum


mengacak rambut Aby.


Bukannya tidak ingin melakukan hal itu namun ia ingin


mengatakan sesuatu yang bersangkutan dengan acara Resepsi besok.


Aby yang mendengar ucapan Becca yang melarangnya melakukan


hal itu, mengankat wajah melihat ke arah istrinya yang kini tengah tersenyum


melihatnya.


“Memangnya kenapa? apa ada sesuatu?” tanya Aby pelan.


Setelah menanyakan itu kepada Becca, Aby kembali melanjutkan


apa yang telah di lakukannya, Becca yang melihat suaminya tidak berhenti


melakukan apa yang ingin ia inginkan dengan segera berkata.


“Kamu tidak bisa melakukannya karna saat ini aku lagi


kedatangan tamu bulanan.” Becce tersenyum jail setelah selesai mengatakan itu,


becca berhenti tersenyum ketika Aby melihat ke arahnya.


Namun sebenarnya Becca tidaklah datang bulan, ia hanya bebohon


agar Aby tidak melakukannya dulu, karna ia ingin mengatakan sesuatu yang sangat


pentin soal gaun yang akan ia kenakan besok di acara resepsi pernikahannya.


Aby kembali mengankat wajah melihat ke arah Becca, setelah


mendengar ucapan istrinya yang mengatakan kalau saat ini ia tengah datang


bulang.


Aby mengankat tubuhnya dari atas tubuh istrinya lalu bangun


dan duduk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mengingat seperti ada


yang sedang ganjil parihal tamu bulanan istrinya.


“Kamu datang bulan lagi? Perasaaan baru seminggu kamu


selesai datang bulan.” Tanya Aby pelan.


Ia merasa ada yang aneh dengan tamu bulanan istrinya, karna


setaunya wanita hanya akan datang bulan sekali sebulan, kecuali yang mengenakan


alat kontra sepsi dan tidak cocok, itu biasa akan membuat seoarang wanita akan


mengalami datang bulan dua kali sebulan, awal bulan dan akhir bulan, namun


istrinya baru seminggu yang lalu datang bulan sekarang datang bulan lagi.


Bingun itulah yang tengah Aby rasakan saat ini.


“Hem.” Mengangukkan kepala sambil tersenyum “Tadi pagi


keluar lagi.” Ucap Becca pelan.


Becca tersenyum sambil melihat ke arah lain karna ia tidak


ingin melihat ke arah wajah Aby yang nampak sedikit kecewa karna hasratnya


tidak bisa ia tuntaskan karna istriny saat ini tengah datang bulan, ia juga


tidak ingin Aby mengetaui kalau saat ini ia hanya menjailinya saja karna itu


bisa membuat Aby sedikit marah kepadanya.


Becca bangun lalu beranjak dari atas tempat tidur, berjalan


menuju arah lemari pakaian lalu mengeluarkan gaun yang akan ia kenakan besok


malam, gaun yang memperlihat punggun dan belakangnya tampa adanya penghalang


sedikitpun.


Aby yang melihat istrinya bagun lalu berjalan ke arah lemari


hanya mengikutinya dengan penglihatannya saja


Becca mengibaskan gaun yang ada di tangannya di hadapan Aby


lalu bertanya.


“By, apa kamu tidak merasa kesal jika besok malam gaun ini


yang akan aku kenakan?” tanya Becca melihat ke arah Aby.


 Becca sengaja


menanyakan itu, agar ia segera tau apa Aby akan merasa kesal atau tidak, karna


menurut Becca gaun yang ada di tangannya sangatlah terbuka.


Aby berangjak dari tempat tidur, berjalan ke arah istrinya


yang kini tengah memegan gaun yang akan ia kenakan besok, Aby mulai melihat dan


membolak-balikkan gaun pengantin yang akan istrinya kenakan besok malam.


“Apa-apaan ini!” marah “Kenapa gaunnya jadi terbuka seperti


ini.” Kata Aby kesal.


Aby nampak sangat kesal ketika melihat gaun yang akan


istrinya kenakan yang akan memperlihat bagian tubuhnya tampa adanya penghalang


sedikit pun, ia kembali memperlihatkan sikap posesif untuk istrinya.


“Tidak-tidak dan tidak.” Memainkan jari telunjuk di hadapan


wajah Becca “Kamu tidak boleh mengenakan gaun ini, ini sangat terbuka, semua


orang yang hadir di acara pernikahan kita akan melihat keindahan tubuhmu dan


akun tidak menginginkan hal itu, kamu mengerti kan apa maksud aku?”


Becca yang mendengar ucapan suaminya yang tidak


membiarkannya mengenakan gaun pengantinnya besok memasang wajah pias karna


merasa sangat kecewa, namun sebenarnya ini juga kesalahannya karna terlalu menyukai


gaun tersebut hingga ia tidak mempelihatkan atau pun menanyakan terlebih dahulu


kepada Aby, hingga ia mendapat jawaban seperti itu.


Aby yang melihat wajah pias istrinya, terdiam sejenak sambil


duduk di pinggir tempat tidur, melihat ke arah Becca yang kini memasukkan


kembali gaunnya ke dalam lemari pakainnya.


Becca tidak mengatakan apapun lagi kecuali diam, tidak


melihat ke arah Aby namun ia juga tidak memasang wajah marah ataupun kesal,


melainkan ia hanya memasang wajah piasnya.


Becca berjalan ke arah tempat tidur, lalu merebahkan


tubuhnya, menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya, Aby yang melihat


istrinya terdiam seperti itu, memilih untuk ikut merebahkan tubuhnya di sampin


Becca.


“Sayang.” Memeluk dari belakang “Apa kamu marah?” bisik Aby


pelan.


“Tidak! Aku tidak marah” membelakangi “Akan lebih baik jika


kita tidur aku sangat lelah dan mengantuk.” Kata Becca pelan.


Becca memeperbaiki selimutnya lalu mencoba untuk tertidur,


meskipun ia merasa sangat kesal melihat sikap posesip Aby yang berlebihan


menurutnya.


Aby yang mendengar ucapan istrinya, menarik napas, lalu


membuangnya secara perlahan melihat ke arah langit-langit kamarnya dan melihat


hanya lampu yang redup yang menyala.


Becca kini terlelap dengan sangat nyenyaknya, sementara Aby

__ADS_1


belum bisa memejamkan kedua matanya karna terlalu memikirkan gaun yang akan


Becca kenakan besok.


Aby bangun lalu mengambil hapenya dan mulai menghubungi


seseorang. Setelah sambungan telponnya tersambun dengan segera Aby berkata.


“Apa kamu bisa membatuku?”


“Baiklah malam ini aku akan membawanya, dan pastikan selesai


sebelum pagi.”


Setelah sambungan telponnya terputus Aby berjalan ke arah


lemari lalu mengeluarkan gaun yang tadi Becca kasi masuk ke dalam lemari, lau


memasukkannya ke dalam tempatnya semula lalu membawanya keluar dari dalam


kamarnya.


Keesokan harinya, semua orang pada sibuk di lantai bawah


mempersiapkan segala sesuatunya untuk  pergi ke rumah mempelai Abdy, mereka semua telah mempersiapkan apa saja


yang akan di bawa ke rumah calon pengantin wanita sesuai dengan teradisi yang


di lakukan di kotanya.


Semua yang akan di bawa ke rumah mempelai Abdy kini


semuanya  telah siap di ruangan tamu,


karna pukul sepuluh nanti Abdy akan melakukan ijob qobul di rumah Lisa.


Nabila nampak sangat sibuk, meskipun ia hanya menunjuk sana


menunjuk sini, namun jujur semua itu sangat melelahkan baginya, karna harus


menjawab satu-satu pertanyaan para pelayannya yang menanyakan ini itu.


sementara Aby masih setia memeluk tubuh istriny, karna ia


masih  sangat mengantuk dengan apa yang


semalam ia kerjakan bersama dengan desainer yang di tempatinya membeli gaun


pengantin.


Becca membalikkan tubuhnya melihat ke arah suaminya yang


kini masih setia menutup kedua matanya, Becca tersenyum lalu mengelus lembut


wajah suaminya yang kini masih setia menutup kedua matanya.


“Suamiku memang sangat tampan dan baik, namun satu sikapnya


yang sangat aku tidak suka, ia terlalu posesif denganku.” Mengecup lembut dahi


Aby.


Becca melihat ke arah jam dindin yang terpajang di depannya


yang telah menunjukkan pukul 8pagi.


“Aku harus segera bangun lalu bersiap untuk pergi ke rumah


Lisa sebagai rombongan dari pihak mempelai peria.” Ucap Becca pelan.


Pelan-pelan Becca melepas tangan Aby yang kini masih


melingkar di perutnya lalu bangun dan beranjak dari atas tempat tidur tampa


membangunkan Aby, karna menurut Becca cara laki-laki dan perempuan beda,


perempuan memerlukan banyak waktu untuk bersiap sementara laki-laki tidak,


hingga ia tidak memngunkan Aby dan memilih berjalan masuk ke dalam kamar mandi


untuk segera membersikan diri.


Setelah selesai membersikan diri Becca keluar dari dalam


kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang melilit tubuhnya dan juga di


kepalanya karna ia baru saja selesai mencuci rambutnya.


Becca melihat ke arah tempat tidur dan melihat Aby masih


setia memeluk bantal guling, dengan senyumana Becca berjalan ke arah tempat


tidur dan mulai mencoba membangunkan suaminya.


menutupi sebagian tubuh Aby.


Becca sedikit bingun melihat Aby tertidur dengan menggunakan


celana yang kemarin ia gunakan, karna ini bukan kebiasaan Aby yang akan


tertidur dengan mengenakan celana seperti itu, karna ia hanya terbiasa


mengenakan celana longgarnya.


Becca mengetahui semua itu, karna ia sudah terbiasa melihat


suaminya tertidur seperti itu, bukannya tertidur dengan cara seperti ini yang


mengenakan cenapa yang biasa ia gunakan untuk pergi untuk bekerja dan


sebagainya.


 Sebagai seorang istri


ia mengetahui semua itu, mulai dari kebiasan suaminya hingga kebiasan buruknya


yang selalu ia lakukan di dalam rumah maupun di dalam kamar, dan bisa di


katakan luar dalammu hanya istrimu yang mengetahui semua itu.


Aby mengeliat dari tidurnya ketika ia mendengar ucapan


istrinya yang menyuruhnya bangun, pelan-pelan ia membuka matanya dan melihat ke


arah Becca yang kini tengah berdiri di sampin tempat tidur hanya dengan


mengenakan handuk yang melilit di tubuh dan kepala istrinya.


“Apa kamu masih datang bulan?” itulah kata pertama  yang keluar dari dalam mulut Aby ketika


melihat Becca tengah mengenakan handuk di hadapannya.


Becca menyengitkan dahi mendengar pertanyaan Aby yang


menanyakan prihal datang bulannya. Namun demi menghindari apa yang akan Aby


lakukan padanya hingga Becca lansung berkata.


“Belum, aku masih datang bulan, dan mungkin tiga dan empat


hari kedepan baru akan berhenti.”


Aby yang mendengar ucapan istrinya yang mengatakan akan


berhenti beberapahari lagi berkata.


“Ah, malam pertama yang tertunda.” Aby menguling-gulingkan


tubuhnya di atas tempat tidur ketika selesai mengatakan itu.


Becca yang mendengar ucapan malam pertama keluar dari dalam


mulut Aby kembali menyengitkan dahi, karna merasa bingun mendengar kata malam


pertama keluar dari dalam mulut Aby , malam pertama kan, cuman bisa di lakukan


oleh Abdy dan Lisa nantinya bukannya pasangan sepertinya yang telah lama


menikah. Menurut Becca.


“Apa malam pertama? Memangnya kamu mau melakukan malam pertama?


Sama siapa?” tanya Becca melihat ke arah Aby yang tidak berhenti


menguling-gulingkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Sebuah pertanyaan konyol keluar dari dalam mulut Becca yang


membuat Aby berhenti menguling-gulingkan tubuhnya, melihat ke arah Becca yang


kini tengah menanti jawaban atas pertanyaannya.


Aby  bangun lalu duduk


di pinggir tempat tidur, lalu meraih pinggul Becca dan mendudukkannya di atas


pangkuannya, kemudian berkata.


“Sama istriku donk, siapa lagi kalau bukan kamu, kan cuman


kamu istri aku, apa kamu ingin menikahkan suamimu lagi?” tanya Aby menahan


tawanya melihat wajah Becca yang kini tengah memerah karna mendegar ucapannya

__ADS_1


yang ingin menikah lagi.


“Apa!” kesal “kamu ingin menikah lagi? Dengar ya Aby Atmaja”


meninggikan suara, namun tidak berangjak dari atas pangkuan Aby “Jangan sebut


namaku Rebecca Hamish daud Willie, eh salah, Rebecca Aby Atmaja kalau sampai


kamu ingin menikah lagi aku tidak akan segan-segan memotong burung kamu dan


memberikannya kepada kucing agar ia makan hingga habis” Becca tertawa karna


merasa lucu dengan apa yang baru saja ia katakan yang ingin memberikan milik


suaminya untuk kucing santap.


Aby yang mendengar ucapan istrinya bukannya takut justru ia


ikut tertawa sambil menatap wajah Becca dengan pandangan jailnya. Aby tidak


pernah menyangka kalau Becca akan mengatakan hal itu kepadanya, hal yang


terdengar lucu menurutnya.


“Apa, apa kamu tega memotongnya?” tersenyum jail “Apa kamu


tidak kasian dengannya? Dia itu sangat hebat loh bisa membuatmu hilang akal.”


Aby tidak berhenti menggoda dan menjaili istrinya karna ia sangat menyukai jika


Becca memperlihatkan wajah kesalnya.


“Kalau ia tega denganku kenapa tidak, dengan sangat terpaksa


aku akan melakukannya.” Becca melingkarkan tangannya di leher Aby sambil


terkekeh pelan.


Aby yang melihat istrinya terkekeh di dalam pangkuannya


melihat ke arah handuk yang menutupi bagian tubuh istrinya yang tengah


kedatangan tamu bulanan.


 Aby merasa ada


sesuatu yang aneh dengan datang bulan Becca kali ini, karna merasa sangat  penasaran hingga akhirnya Aby membuka handuk


yang telah menupi  bagian tubuh istrinya


dan melihatnya tampa mengenakan pakaian dalam.


Becca yang melihat Aby melihat miliknay dengan segera


menutupnya  dengan ke dua tangan melihat


ke arah Aby yang kini tengah melihat ke arahnya.


“Hem, jadi kamu membohongiku? Kamu mengatakan tengah datang


bulan? Namun ternyata tidak.” Aby mengatakan itu tampa tersenyum ataupun


tertawa, hingga Becca berpikir kalau suaminya marah kepadanya.


Aby sengaja melakukan itu agar istrinyatidak melakukan hal


itu lagi, hal yang ingin ia lakukan tertunda dan itu membuat kepalanya terasa


pusing karna hasratnya tidak ia tuntaskan.


“Aby maaf, bukan maksud aku ingin berbohong.” Tersenyum


manis melihat ke arah Aby karna ia tidak berangjak dari atas pangkuanya, justru


sekarang Becca memeluk erat tubuh Aby agar tidak membuatnya marah.


“Sudahlah aku tidak marah, namun jika lain kali kamu masih


melakukan hal ini, maka dengan terpaksa aku akan benar-benar melakukan malam


pertama itu...?” ucapan Aby terhenti karna bibir Becca tengah membekap bibirnya


hingga ia berhenti berbicara.


Becca melepas pautan bibirnya dari bibir Aby lalu menatap ke


arah Aby lalu berkata, “Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, maaf ini


pertama dan terakhir kali aku melakukannya.” Becca kembali menempelkan bibirnya


di bibir Aby ketika selesai mengatakan itu.


Aby yang mendapat kecupan lembut dari bibir Becca membalas


perlakuan lembut itu dengan sangat lembut, handuk yang tadi Becca gunakan untuk


menutupi bagian tubuhnya kini telah jatuh di lantai tidak perduli kalau saat


ini ia duduk di pangkuan suaminya dalam keadaan polos. Tangan Aby mulai


menyentuh bagian favoritnya dan mulai bermain di sana hingga lupa kalau


sebentar lagi mereka akan kerumah Lisa.


Pautan bibir mereka terlepas ketika pintu kamar di ketuk


dari luar, Aby dan Becca melihat ke arah pintu ketika mendengar suara ketukan


dari luar.


Tok, tok, tok.


“Aby, Becca, apa kalian berdua sudah bangun? Kalau belum


segera bangun dan bersiap karna sebentar lagi kita akan segera ke rumah Lisa.”


Teriak Nabila dari balik pintu, membangunkan putra dan menantunya.


Becca dan Aby saling bertatapan ketika mendengar ucapan


Nabila yang menyuruh mereka berdua segera bersiap karna sebentar lagi mereka


akn ikut rombongan untuk pergi kerumah Lisa.


“Baik, ma, sebentar lagi kami akan segera turun.” Sahut Abdy


dari dalam kamar.


Becca berangjak dari pangkuan suaminya, lalu mengambil


handuknya yang terjatuh di lantai lalu melilitkan kembali di tubuhnya.


“Sana cepat mandi.” Ucap Becca pelan melihat ke arah Aby


yang kini masih duduk di pinggiran tempat tidur.


Aby yang mendengar ucapan istrinya yang segera menyuruhnya


untuk membersikan diri, memasang wajah sedikit lucu menurut Becca, hingga Becca


kembali berkata.


“Kamu kenapa? bangun dan segera mandi.” Tanya Becca lagi,


melihat ke arah wajah Aby yang kini terlihat lucu menurutnya.


“Semua ini karnamu.” Aby menatap wajah Becca dengan pandangan


jailnya.


“Karna aku?” menunjuk diri “Memang apa yang telah aku


lakukan padamu?” tanya Becca sedikit bingun karna Aby menuduhnya.


“Lihat ini.” Menujuk bagian bawahnya yang tengah menegan,


terlihat jelas dari celana yang Aby gunakan.


Becca yang melihat arah tunjuk suaminya tertawa melebar,


suara tawanya mengema di dalam kamar karna merasa sangat lucu dengan apa yang


tengah ia lihat saat ini.


“Sayang.” Menyentuh bagian bawah Aby yang tengah menegan


“Nanti malam kita akan melanjutkan ini semua, karna untuk saat ini kita tidak


bisa melakukannya.” Becca mengecup lembut milik Aby yang masih terhalan dengan


celana yang Aby kenakan.


Becca terkekeh setelah melakukan hal itu karna ia merasa


sangat konyol hingga berani melakukan hal itu dngan suaminya, namun itu membuat


Aby merasa sangat senang atas kepedulian Becca kepada miliknya. Dan itu membuat


Autor berkata Becca dan Aby benar-benar konyol


Aby berjalan masuk ke dalam kamar mandi, sementara Becca


mulai meris wajahnya secantik mungkin, untuk mengikuti rombongan yang akan

__ADS_1


membawa Abdy kerumah calon mempelainya.


__ADS_2