
Setelah masuk ke dalam kamar Hotel yang di tempati, Aby tak berenti tersenyum sendiri, bahkan Aby tak menyadari kedatangan Abdy. Abdy berjalan mendekat ke arah Aby yang kini sedang tersenyum sendiri di sofa Hotel.
"Bos, kenapa?, tersenyam -senyum kaya gitu?," Tanya Abdy.
Mendengar ucapan Abdy, Aby sedikit terkejut,Aby lalu berkata.
"Sejak kapan kamu pulang?."
"Baru saja bos, aku masuk,memang bos tak mendengar suara pintu yang aku buka?, kalau memang bos tak mendengarkan suara pintu yang aku buka, berarti bos sedang memikirkan sesuatu saat ini, benarkan?, ayolah bos cerita sedikit padaku." Abdy kepo.
"Aku ngak memikirkan sesuatu, aku hanya memikirkan pekerjaan kita besok, sudahlah aku mau membersikan diri dulu," Ucap Aby sedikit berbohong sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandi, namun sebelum masuk ke dalam kamar mandi Aby berbalik badan melihat ke arah Abdy,lalu berkata.
"Dy, pesan makana buat aku, aku merasa sangat lelah,kalau kamu mau keluar makan, keluar lah,oya pesankan makanan untukku dua porsi," Lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi.
Mendengar ucapan Aby, Abdy sedikit bingun, karna ini pertama kalinya Aby ingin makan banyak.
"Dua porsi, apa itu ngak kebanyakan?,bos kenapa ngak biasanya dia bersikap seperti ini di tambah memesan makanan untuknya sebanyak dua porsi, aneh benar -benar aneh, aku harus mencari tau soal ini," Ucap Abdy sambil tersenyum tipis.
Setelah selesai memesan makanan, Abdy berjalan keluar dari kamar hotel, Abdy sengaja karna dia merasa penasaran dengan sikap Aby barusan,dia ingin tau apa yang akan di lakukan Aby setelah selesai membersikan diri.
Beberapa menit kemudian,makanan yang di pesan Abdy datang.
__ADS_1
Ting -nong, suara bel pintu hotel berbunyi.
Aby pun melangkah untuk membuka pintu.
"Ini makanannya Tuan."
"Terimah kasih."
Setelah selesai menerima makanan, Aby mencari keberadaan Abdy.
"Kemana anak ini?, pergi tak bilang -bilang." Ucap Aby sedikit kesal.
Aby kemudian mengambil hpnya lalu menghubungi Abdy.
"Aku di Restoran hotel," Bohong Abdy.
Abdy sengaja berbohong, dia ingin tau apa yang akan di lakukan Aby selanjutnya, Abdy duduk di sudut lorong Hotel, menunggu Aby keluar dari kamar, karna pemikiran Abdy saat ini, tidak mungking Aby akan memakan semua makanan yang di pesannya tadi, pasti ada seseorang yang di pesankan oleh Aby.
"Lama,banget sih keluarnya,apa akunya saja yang berlebihan karna sudah mencurigai kakaku sendiri?." Umpat Abdy sedikit kesal.
Setelah beberapa menit, Aby membuka pintu kamar hotelnya sambil membawa makanan yang di pesan Abdy tadi.Aby kemudian berjalan ke arah sampin kamarnya dan itu tak lepas dari pandangan Abdy.
__ADS_1
"Apa ku bilang,pasti ada sesuatu," Ucap Abdy sendiri.
Tok, tok, tok, Aby mengetuk pintu kamar sebelah.
Setelah beberapa menit pintu kamar yang di ketuk Aby pun terbuka,dan terdengar jelas suara gadis di telinga Abdy.
"Aby, kamu kenapa?, apa ada sesuatu?." Tanya Becca.
"Tidak ada, aku hanya membawa ini." Sambil memperlihatkan paper beg di tangannya.
"Apa itu?,"
"Apa kamu tak ingin mempersilahkan aku masuk?." Tanya Aby.
"Oh, astaga, maaf, maaf, ayo silahkan masuk." Sambil tersenyum manis.
Aby pun melangkah masuk,lalu berkata.
"Apa kamu sudah makan?."
"Belum, aku belum makan,"
__ADS_1
"Kebetulan aku membawa makanan untukmu."
"Baik lah, terimah kasih banyak Aby, kamu memang yang terbaik," Ucap Becca mengambil paper bag yang berisi makanan itu dari tangan Aby.