Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.200


__ADS_3

Setelah menjelaskan semua kepada suaminya, Lisa berjalan


masuk ke dalam kamar mandi untuk segera memebrsikan diri sekaligus


menghilangkan rasa penat yang kini tengah ia rasakan.


“Huff, akan lebih baik jika aku merendam seluruh tubuhku,”


berpikir “Aku kan tengah datang bulan, bagaiman caranya? Yang ada jika aku


merendam tubuhku pembalut yang aku gunakan pasti akan mengeluarkan cairan


berwarna merah di dalam bak mandi,” ucap Lisa berdiri di sampin bak mandi


memikirkan apa yang harus ia lakukan agar air dalam bak mandi tidak akan


memerah nantinya.


Lisa terus berpikir hingga akhirnya ia memiliki ide, dengan


membuka pembalut yang ia gunakan dan hanya menggunakan celana dalamnya saja


untuk masuk ke dalam bak mandi.


“Ya, sebuah ide yang baik.” Lisa tersenyum sendiri di dalam


kamar mandi.


Setelah mendapatkan ide seperti itu Lisa mulai melakukan


semua yang ingin ia lakukan, mulai dari mengisi bak mandi, hingga membuang


pembalut yang ia gunakan, lalu masuk ke dalam bak mandi untuk merendam seluruh


tubuhnya yang terasa sangat kelelaha.


Sementara Abdy menguling-gulingkan tubuhnya setelah Lisa


masuk ke dalam kamar mandi, ia memikirkan semua apa yang baru saja Lisa katakan


padanya, yang mengatakan jika ia datang bulan ia akan marah tampa ada sebeb dan


itu membuat Abdy merasa sangat takut jika istrinya memiliki sikap kebawelan


tidak sama seperti kakak iparnya, yang hanya tersenyum kepada suaminya jika ia


senang, dan akan terdiam jika ia marah.


Bahkan Abdy berdoa dalam hati semoga istrinya tidaklah sama


seperti istri-istri temannya yang selalu mengatur semua apa keinginan suaminya,


bahkan Atmnya istrinya juga yang menyimpan, dan hanya menyisahkan suaminya uang


ratusan di dompetnya.


Membayankan itu semua Abdy sampai berkeringat dingin, dan


bagaiman jika semua itu sampai terjadi?”


“Ah, semoga Lisa tidakku seperti itu.” Ucap pelan Abdy


bangun untuk segera menganti kemeja yang ia gunakan di resepsi pernikahannya.


Setelah selesai menganti pakaiannya, Abdy merebahkan tubuhnya


di atas tempat tidur tampa membersikan diri, sebenarnya ia ingin membersikan


diri, namun ia lupa kalau saat ini Lisa tengah berendam dalam kamar mandi


hingga ia masuk tampa mengetuk pintu dan itu membuat Lisa merasa kesal hingga


melemparnya dengan sabun mandi yang ada di sampinnya, namun beruntung ia segera


menghindar kalau saja tidak mungkin wajah tampannya akan bonyok.


“Oh astaga, benar-benar aku memiliki istri seperti serigala.”


Abdy mengatakan itu karna ia merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja


Lisa lakukan padanya.


“Ya, Tuhan, tolonglah hambamu ini dari siksa istri.” Sebuah ucapan


konyol yang keluar dari dalam mulut Abdy.


Abdy merasa kalau Lisa benar-benar memiliki sikap yang


pemarah dan cerewet kepada suaminya, hingga ia lebih memilih menutup seluruh


tubuhnya dengan selimut, membayankan apa lagi yang akan di lakukan istrinya ke


depan.


Lisa keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk


melilit di bagian tubunya, melihat ke arah tempat tidur, di mana saat ini Abdy


tengah membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut.


Lisa tersenyum membayankan apa yang baru saja ia lakukan


kepada Abdy, ketika ia melemparnya dengan sabun mandi karna merasa sangat


terkejut ketika Abdy tida-tiba berdiri di sampin bak mandi yang ia gunakan


untuk berendam dengan bertelanjang dada.


Lisa sangat terkejut dan tampa berpikir panjang Lisa


mengambil sabun mandi yang ada di sampinnya dan lansung melempar ke arah wajah


Abdy,namun dengan cepat Abdy menhindar kalau saja tidak wajah tampannya akan


hancur.


Pelan Lisa berjalan ke arah kopernya dan mengeluarkan


pakaian tidur yang akan ia gunakan untuk tidur malam ini, setelah selesai


mengenakan baju tidurnya Lisa berjalan ke arah tempat tidur, untuk segera


istirahat karna jujur saat ini ia merasa sangat kelelahan selama dua belas jam


ia beraktipitas , Lisa merebahkan tubuhnya di sampin Abdy, lalu membuka sedikit


di bagian wajah Abdy yang tertutup selumut.


“Kamu sudah tidur Dy?” tanya Lisa pelan, namun tidak ada


sahutan dari Abdy “Oh, kamu sudah tidur ya?” Lisa menarik pelan sebagian


selimut yang tengah Abdy gunakan untuk membungkus seluruh tubuhnya.


Abdy yang mendengar semua ucapa Lisa hanya terdiam sambil


menutup matanya, namun sebenarnya ia belum tertidur karna ia ingin melihat dan


mendengar apa saja yang Lisa lakukan padanya, namun semua itu di luar


perkiraannya ketika Lisa mengusap lembut wajahnya sambil berkata.


“Aku minta maaf ya Dy, dengan apa yang baru saja yang aku


lakukan padamu, bukan maksud aku ingin melemparmu seperti itu, namun kamu yang

__ADS_1


telah membuat aku terkejut.” Lisa mengeup lembut dahi Abdy ketika selesaai


mengatakan itu.


Setelah itu ia menarik selimut untuk menutupi sebegian


tubuhnya, namun sebelum seluruh tubuhnya tertutup dengan selimuat Abdy menarik


tubuhnya masuk ke dalam pelukannya, lalu berkata.


“Aku mencintaimu Lis. Tetaplah seperti ini dan jangan pernah


berubah.” Abdy mengecup lembut dahi Lisa dengan memeluknya dengan sangat erat


hingga keduanya terlelap.


Di kamar Aby, Becca tidak dapat tidur dengan sangat nyenyak


meskipun saat ini ia berada di dalam pelukan suaminya, Becca tidak dapat


tertidur memikirkan kenapa hingga saat ini ia belum hamil juga, padahal sudah


beberapa bulan ia kembali bersama Aby.


Becca merasa sangat takut jika sampai terjadi sesuatu dengan


rahimnya, mengingat ia mengalami kecelakaan dalam keadaan mengandung dalam usia


kandungan yang sudah mulai berjalan enam bulan, Becca sangat takut jika ia


tidak bisa memberi keturunan dengan Aby mengingat suaminya adalah putra utama


dari keluarga dan Atmaja dan dirinya adalah pewaris satu-satunya dari semua


kekayaan yang Hamish miliki.


Tubuh Becca bergetar memikirkan hal itu, hingga ia memilih


bangun. Pelan-pelan Becca melepas pelukan Aby dari tubuhnya lalu beranjak dari


atas tempat tidur berjalan ke arah keluar kamar dengan menggunakan pakaian


tidurnya.


Becca menurungi anak tangga untuk segera sampai di lantai


dasar, ia melihat seluruh ruangan dapur yang nampak sepi, mungkin seluruh


pelayan telah tertidur karna merasa sangat kelelahan setelah sehari mereka


bekerja itulah yang ada di dalam pikiran Becca saat ini.


Becca berjalan ke arah kulkas dan melihat apa saja yang bisa


ia minum dan makan, dan ternyata di dalam kulkas ada banyak makanan dan kue


yang bisa ia makan.


Becca memgambi kue cake dan sebotol air mineral lalu


berjalan ke arah bertender mini yang ada di dalam dapur mertuanya. Ia meletakkan


kue dan minumannya di atas meja, lalu menarikkursi untuk ia gunakan untuk


duduk.


Becca duduk mengaduk-aduk kuenya namun tidak memakannya,


karna merasa tidak memiliki selera karna memikirkan dirinya yang tidak kungjung


hamil.


Becca mulai memikirkan bagaimana jika Lisa sampai mendahuluinya


akan berkurang untuknya, berbagai macam pikiran kini tengah menghantui pikiran


Becca.


Hingga ia tidak menyadari kalau saat ini Nabila tengah


berjalan ke arahnya, Nabila yang kebetulan keluar dari dalam kamar, untuk


mengambil botol air minum yang ia lupaka di atas meja dekat tangga melihat ke


arah menantunya yang kini tengah duduk menyendiri di bartender dapur rumahnya,


hingga ia memilih untuk menemuinya.


“Becca” memegan punggun Becca “Kamu kenapa sendiri di sini


nak? Aby mana?” Nabila melihat sekeliling ruangan dapurnya untuk mencari


keberadaan Aby , namun ia tidak menemukannya.


Hingga Nabila mulai berpikir kalau saat ini menantunya


tengah mengalami masalah, karna tidak biasanya menantunya duduk menyendiri


tampa ada suaminya yang menemaninya.


Becca yang mendapat sentuhan di bagian punggunnya terkejut,


berbalik melihat ke arah ibu mertunya yang kini tengah berdiri sambil tersenyum


di balakannya.


“Mama, aku hanya sendiri Ma, Aby sudah tidur dan aku di sini


karna mataku tidak bisa terlelap.” Beca menjelaskan kenapa ia berada di dapur.


“Memangnya apa yang kamu pikirkan? Sehingga kamu tidak bisa


tertidur?” tanya Nabila pelan mengusap wajah menantunya.


Becca yang mendengar pertanyaan mertunya terdiam sejenak


melihat ke arah Nabila yang kini tengah menarik kursi untuk ia duduki.


“Maaf ma.” Itulah kata pertama yang keluar dari dalam mulut


Becca ketika ia melihat ibu mertuanya duduk di hadapannya.


Sebenarnya Becca sangat takut mengatakan hal ini kepada ibu


mertunya, namun demi kebaikan rumah tangga yang akan ia jalani bersama Aby ia


memaksakan diri mengatakan semua yang tengah menggangu dalam pikirannya saat


ini.


Nabila yang mendengar permintaan maaf menantunya


menyengitkan dahi bngun karna ia tidak tau apa kesalahan menantunya sehingga ia


meminta maaf.


“Maaf untuk apa nak? Mama tidak merasa kalau saat ini kamu


memiliki salah kepada mama.” Nabila kembali tersenyum melihat ke arah wajah


menatunya yang kini nampak sangt khawatir.


“Maafkan aku ma, karna hingg saat ini aku bisa memberikan


mama cucu.” Meneteskan air mata “Aku juga tidak tau kenapa hingga saat ini aku

__ADS_1


belum hamil padahal aku dan Aby selalu barusaha agar segera memilikinya.” Becca


menangis sesegukan di depan ibu mertunya karna ia merasa sangat sedih


memikirkan dirinya yang tidak kunjung hamil.


Nabila yang melihat menantunya menangis sesegukan di


hadapannya berdiri dari duduknya dan lansung memeluk menantunya dengan penuh


kasih sayang.


“Apa yang kamu pikirkan nak?” mengelus lembut rambut Becca “Semua


bukan keinginan kita, semua itu khendak yang di atas, mama tidak akan pernah


menuntut cucu dari semua menantu mama, karna mama tau jika bukan kehendak yang


di atas semua itu tidak akan terjadi. Sudah ya nak, sudah menangisnya.” Nabila


mencoba menenangkan menantunya yang kini tengah memeluknya karna merasa sedih


belum bisa memberi cucu untuknya.


“Apa mama tidak akan merasa kecewa nantinya? Jika aku


benar-benar tidak bisa memberi keturunan untuk Aby? Dan apa mama tidak akan


menyuruh Aby untuk mencari wanita yang bisa memberinya banyak keturunan?” Becca


mengatakan semua itu dalam keadaan menangis sesegukan karna jujur saat ini ia


merasa sangat sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri karna hingga saat ini ai


belum bisa memberi keturunan untuk suaminya.


Nabila yang mendengar ucapan manatunya, melepas pelukan lalu


kembali duduk di hadapan Becca dan meraih tangannya dan mengengamnya dengan


sangat erat dan berkata.


“Mama tidak akan pernah melakukan hal itu, meskipun kamu


tidak bisa memberi keturunan untuk Aby, karna jika mama melakukan hal itu sama


halnya jika aku menyakiti hati putra mama, mama sangat tau kalau Aby sangat


mencintaimu bahkan sanggup melakukan apa saja untukmu dan untuk kebahagianmu. Namun


kamu harus tetap percaya dan yakin kalau kamu bisa, terus berusaha dan berdoa


agar semua keinginanmu untuk segera memiliki bayi akan segera terwujud, ingat


nak.” Memegan wajah Becca yang dari tadi menunduk “Semua akan indah pada


waktunya.”


Nabila mengecup lembut dahi menantunya ketika selesai


mengatakan semua itu, karna ia tau yang di butuhakn menantunya saat ini adalah


dukungan darinya selaku ibu dari suaminya.


Ingat! sebaik apapun dan secinta apapun suami kita, kalau


ibu mertua mulai memperlihatkan sika kebawelannya yang ingin segera memiliki


cucu pasti suatu hari dan suatu saat suami akan merasah lengah dan putus asa,


hingga ia harus memilih pernikahan atau memilih wanita yang telah


melahirkannya.


Namun tidak dengan Nabila karna ia yakin dan percaya suatu


hari dan suatu saat semua itu akan indah pada waktunya, mungkin semua hanya


masalah waktu yang belum berpihak kepada menantunya,intinya Nabila selalu


berpikir positif dengan keadaan yang tengah di alami Becca saat ini.


Hati Becca sangat lega mendengar semua kata yang ibu


mertuanya katakan, ia merasa sangat beruntung karna memiliki ibu mertua sebaik


kedua orang tua suaminya yang tidak pernah mengangapnya sebagai menantu


melainkan mengangapnya sebagai menantunya.


“Terimakasih ma, terimakasih banyak karna masih ingin


menerima menantu yang tidak sempurna seperti diriku.”


“Huss,” nenaruh jari telunjuk di bibir Becca “Bukan menantu


yang tidak sempurna tapi menantu yang begitu sangat sempurna telah mencintai dan


mendampingi putraku dengan sangat baik.” Nabila kembali mengecup lembut dahi


menantunya ketika selesai mengatakan itu.


Dan tampa mereka berdua sadari, dari tadi Aby berdiri


mendengar apa yang tengah di bahas oleh ibu dan menantunya, bahkan Aby merasa


sangat terharu mendengar keberanian istrinya yang mengatakan semua rasa


takutnya kepada mamanya, dan ia juga merasa sangat bangga dan sangat bersyukur


memiliki ibu seperti ibunya saat ini yang memberi dukungan lebih kepada


istrinya dengan apa yang tengah di rasakan Becca saat ini.


Dengan senyuman Aby berjalan menhampiri kedua wanita yang


sangat berharga dalam hidupnya, dan lansung memeluk mama dan istrinya yang kini


tengah saling berpelukan.


“Aku sangat menyanyangi kalian berdua.”


Nabila dan Becca yang mendapat pelukan dari belakang melihat


ke arah siapa yang telah memeluknya saat ini.


“Aby.” Ucap keduanya melepas pelukan lalu mengusap air mata


yang ada di mata di wajah masing-masing.


“Aby aku dan mama?” Becca ingin menjelaskan kenapa ia dan


mama mertunya tengah berpelukan dan menangis seperti itu, namun dengan segera


Aby menaruh jari telunjuk di bibir Becca lalu berkata.


“Husss, semua aku tau dan aku dengar, kamu tidak perlu


mengatakan apapun lagi aku mendengar semua yang kalian bicarakan.”


“Semunya?” tanya Becca melihat ke arah Aby.


“Semuanya, karna aku mengikutimu ketika kamu keluar kamar,


hingga sampai di sini dan duduk bersama mama” Aby menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2