
Setelah menjelaskan semua kepada suaminya, Lisa berjalan
masuk ke dalam kamar mandi untuk segera memebrsikan diri sekaligus
menghilangkan rasa penat yang kini tengah ia rasakan.
“Huff, akan lebih baik jika aku merendam seluruh tubuhku,”
berpikir “Aku kan tengah datang bulan, bagaiman caranya? Yang ada jika aku
merendam tubuhku pembalut yang aku gunakan pasti akan mengeluarkan cairan
berwarna merah di dalam bak mandi,” ucap Lisa berdiri di sampin bak mandi
memikirkan apa yang harus ia lakukan agar air dalam bak mandi tidak akan
memerah nantinya.
Lisa terus berpikir hingga akhirnya ia memiliki ide, dengan
membuka pembalut yang ia gunakan dan hanya menggunakan celana dalamnya saja
untuk masuk ke dalam bak mandi.
“Ya, sebuah ide yang baik.” Lisa tersenyum sendiri di dalam
kamar mandi.
Setelah mendapatkan ide seperti itu Lisa mulai melakukan
semua yang ingin ia lakukan, mulai dari mengisi bak mandi, hingga membuang
pembalut yang ia gunakan, lalu masuk ke dalam bak mandi untuk merendam seluruh
tubuhnya yang terasa sangat kelelaha.
Sementara Abdy menguling-gulingkan tubuhnya setelah Lisa
masuk ke dalam kamar mandi, ia memikirkan semua apa yang baru saja Lisa katakan
padanya, yang mengatakan jika ia datang bulan ia akan marah tampa ada sebeb dan
itu membuat Abdy merasa sangat takut jika istrinya memiliki sikap kebawelan
tidak sama seperti kakak iparnya, yang hanya tersenyum kepada suaminya jika ia
senang, dan akan terdiam jika ia marah.
Bahkan Abdy berdoa dalam hati semoga istrinya tidaklah sama
seperti istri-istri temannya yang selalu mengatur semua apa keinginan suaminya,
bahkan Atmnya istrinya juga yang menyimpan, dan hanya menyisahkan suaminya uang
ratusan di dompetnya.
Membayankan itu semua Abdy sampai berkeringat dingin, dan
bagaiman jika semua itu sampai terjadi?”
“Ah, semoga Lisa tidakku seperti itu.” Ucap pelan Abdy
bangun untuk segera menganti kemeja yang ia gunakan di resepsi pernikahannya.
Setelah selesai menganti pakaiannya, Abdy merebahkan tubuhnya
di atas tempat tidur tampa membersikan diri, sebenarnya ia ingin membersikan
diri, namun ia lupa kalau saat ini Lisa tengah berendam dalam kamar mandi
hingga ia masuk tampa mengetuk pintu dan itu membuat Lisa merasa kesal hingga
melemparnya dengan sabun mandi yang ada di sampinnya, namun beruntung ia segera
menghindar kalau saja tidak mungkin wajah tampannya akan bonyok.
“Oh astaga, benar-benar aku memiliki istri seperti serigala.”
Abdy mengatakan itu karna ia merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja
Lisa lakukan padanya.
“Ya, Tuhan, tolonglah hambamu ini dari siksa istri.” Sebuah ucapan
konyol yang keluar dari dalam mulut Abdy.
Abdy merasa kalau Lisa benar-benar memiliki sikap yang
pemarah dan cerewet kepada suaminya, hingga ia lebih memilih menutup seluruh
tubuhnya dengan selimut, membayankan apa lagi yang akan di lakukan istrinya ke
depan.
Lisa keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk
melilit di bagian tubunya, melihat ke arah tempat tidur, di mana saat ini Abdy
tengah membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut.
Lisa tersenyum membayankan apa yang baru saja ia lakukan
kepada Abdy, ketika ia melemparnya dengan sabun mandi karna merasa sangat
terkejut ketika Abdy tida-tiba berdiri di sampin bak mandi yang ia gunakan
untuk berendam dengan bertelanjang dada.
Lisa sangat terkejut dan tampa berpikir panjang Lisa
mengambil sabun mandi yang ada di sampinnya dan lansung melempar ke arah wajah
Abdy,namun dengan cepat Abdy menhindar kalau saja tidak wajah tampannya akan
hancur.
Pelan Lisa berjalan ke arah kopernya dan mengeluarkan
pakaian tidur yang akan ia gunakan untuk tidur malam ini, setelah selesai
mengenakan baju tidurnya Lisa berjalan ke arah tempat tidur, untuk segera
istirahat karna jujur saat ini ia merasa sangat kelelahan selama dua belas jam
ia beraktipitas , Lisa merebahkan tubuhnya di sampin Abdy, lalu membuka sedikit
di bagian wajah Abdy yang tertutup selumut.
“Kamu sudah tidur Dy?” tanya Lisa pelan, namun tidak ada
sahutan dari Abdy “Oh, kamu sudah tidur ya?” Lisa menarik pelan sebagian
selimut yang tengah Abdy gunakan untuk membungkus seluruh tubuhnya.
Abdy yang mendengar semua ucapa Lisa hanya terdiam sambil
menutup matanya, namun sebenarnya ia belum tertidur karna ia ingin melihat dan
mendengar apa saja yang Lisa lakukan padanya, namun semua itu di luar
perkiraannya ketika Lisa mengusap lembut wajahnya sambil berkata.
“Aku minta maaf ya Dy, dengan apa yang baru saja yang aku
lakukan padamu, bukan maksud aku ingin melemparmu seperti itu, namun kamu yang
__ADS_1
telah membuat aku terkejut.” Lisa mengeup lembut dahi Abdy ketika selesaai
mengatakan itu.
Setelah itu ia menarik selimut untuk menutupi sebegian
tubuhnya, namun sebelum seluruh tubuhnya tertutup dengan selimuat Abdy menarik
tubuhnya masuk ke dalam pelukannya, lalu berkata.
“Aku mencintaimu Lis. Tetaplah seperti ini dan jangan pernah
berubah.” Abdy mengecup lembut dahi Lisa dengan memeluknya dengan sangat erat
hingga keduanya terlelap.
Di kamar Aby, Becca tidak dapat tidur dengan sangat nyenyak
meskipun saat ini ia berada di dalam pelukan suaminya, Becca tidak dapat
tertidur memikirkan kenapa hingga saat ini ia belum hamil juga, padahal sudah
beberapa bulan ia kembali bersama Aby.
Becca merasa sangat takut jika sampai terjadi sesuatu dengan
rahimnya, mengingat ia mengalami kecelakaan dalam keadaan mengandung dalam usia
kandungan yang sudah mulai berjalan enam bulan, Becca sangat takut jika ia
tidak bisa memberi keturunan dengan Aby mengingat suaminya adalah putra utama
dari keluarga dan Atmaja dan dirinya adalah pewaris satu-satunya dari semua
kekayaan yang Hamish miliki.
Tubuh Becca bergetar memikirkan hal itu, hingga ia memilih
bangun. Pelan-pelan Becca melepas pelukan Aby dari tubuhnya lalu beranjak dari
atas tempat tidur berjalan ke arah keluar kamar dengan menggunakan pakaian
tidurnya.
Becca menurungi anak tangga untuk segera sampai di lantai
dasar, ia melihat seluruh ruangan dapur yang nampak sepi, mungkin seluruh
pelayan telah tertidur karna merasa sangat kelelahan setelah sehari mereka
bekerja itulah yang ada di dalam pikiran Becca saat ini.
Becca berjalan ke arah kulkas dan melihat apa saja yang bisa
ia minum dan makan, dan ternyata di dalam kulkas ada banyak makanan dan kue
yang bisa ia makan.
Becca memgambi kue cake dan sebotol air mineral lalu
berjalan ke arah bertender mini yang ada di dalam dapur mertuanya. Ia meletakkan
kue dan minumannya di atas meja, lalu menarikkursi untuk ia gunakan untuk
duduk.
Becca duduk mengaduk-aduk kuenya namun tidak memakannya,
karna merasa tidak memiliki selera karna memikirkan dirinya yang tidak kungjung
hamil.
Becca mulai memikirkan bagaimana jika Lisa sampai mendahuluinya
akan berkurang untuknya, berbagai macam pikiran kini tengah menghantui pikiran
Becca.
Hingga ia tidak menyadari kalau saat ini Nabila tengah
berjalan ke arahnya, Nabila yang kebetulan keluar dari dalam kamar, untuk
mengambil botol air minum yang ia lupaka di atas meja dekat tangga melihat ke
arah menantunya yang kini tengah duduk menyendiri di bartender dapur rumahnya,
hingga ia memilih untuk menemuinya.
“Becca” memegan punggun Becca “Kamu kenapa sendiri di sini
nak? Aby mana?” Nabila melihat sekeliling ruangan dapurnya untuk mencari
keberadaan Aby , namun ia tidak menemukannya.
Hingga Nabila mulai berpikir kalau saat ini menantunya
tengah mengalami masalah, karna tidak biasanya menantunya duduk menyendiri
tampa ada suaminya yang menemaninya.
Becca yang mendapat sentuhan di bagian punggunnya terkejut,
berbalik melihat ke arah ibu mertunya yang kini tengah berdiri sambil tersenyum
di balakannya.
“Mama, aku hanya sendiri Ma, Aby sudah tidur dan aku di sini
karna mataku tidak bisa terlelap.” Beca menjelaskan kenapa ia berada di dapur.
“Memangnya apa yang kamu pikirkan? Sehingga kamu tidak bisa
tertidur?” tanya Nabila pelan mengusap wajah menantunya.
Becca yang mendengar pertanyaan mertunya terdiam sejenak
melihat ke arah Nabila yang kini tengah menarik kursi untuk ia duduki.
“Maaf ma.” Itulah kata pertama yang keluar dari dalam mulut
Becca ketika ia melihat ibu mertuanya duduk di hadapannya.
Sebenarnya Becca sangat takut mengatakan hal ini kepada ibu
mertunya, namun demi kebaikan rumah tangga yang akan ia jalani bersama Aby ia
memaksakan diri mengatakan semua yang tengah menggangu dalam pikirannya saat
ini.
Nabila yang mendengar permintaan maaf menantunya
menyengitkan dahi bngun karna ia tidak tau apa kesalahan menantunya sehingga ia
meminta maaf.
“Maaf untuk apa nak? Mama tidak merasa kalau saat ini kamu
memiliki salah kepada mama.” Nabila kembali tersenyum melihat ke arah wajah
menatunya yang kini nampak sangt khawatir.
“Maafkan aku ma, karna hingg saat ini aku bisa memberikan
mama cucu.” Meneteskan air mata “Aku juga tidak tau kenapa hingga saat ini aku
__ADS_1
belum hamil padahal aku dan Aby selalu barusaha agar segera memilikinya.” Becca
menangis sesegukan di depan ibu mertunya karna ia merasa sangat sedih
memikirkan dirinya yang tidak kunjung hamil.
Nabila yang melihat menantunya menangis sesegukan di
hadapannya berdiri dari duduknya dan lansung memeluk menantunya dengan penuh
kasih sayang.
“Apa yang kamu pikirkan nak?” mengelus lembut rambut Becca “Semua
bukan keinginan kita, semua itu khendak yang di atas, mama tidak akan pernah
menuntut cucu dari semua menantu mama, karna mama tau jika bukan kehendak yang
di atas semua itu tidak akan terjadi. Sudah ya nak, sudah menangisnya.” Nabila
mencoba menenangkan menantunya yang kini tengah memeluknya karna merasa sedih
belum bisa memberi cucu untuknya.
“Apa mama tidak akan merasa kecewa nantinya? Jika aku
benar-benar tidak bisa memberi keturunan untuk Aby? Dan apa mama tidak akan
menyuruh Aby untuk mencari wanita yang bisa memberinya banyak keturunan?” Becca
mengatakan semua itu dalam keadaan menangis sesegukan karna jujur saat ini ia
merasa sangat sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri karna hingga saat ini ai
belum bisa memberi keturunan untuk suaminya.
Nabila yang mendengar ucapan manatunya, melepas pelukan lalu
kembali duduk di hadapan Becca dan meraih tangannya dan mengengamnya dengan
sangat erat dan berkata.
“Mama tidak akan pernah melakukan hal itu, meskipun kamu
tidak bisa memberi keturunan untuk Aby, karna jika mama melakukan hal itu sama
halnya jika aku menyakiti hati putra mama, mama sangat tau kalau Aby sangat
mencintaimu bahkan sanggup melakukan apa saja untukmu dan untuk kebahagianmu. Namun
kamu harus tetap percaya dan yakin kalau kamu bisa, terus berusaha dan berdoa
agar semua keinginanmu untuk segera memiliki bayi akan segera terwujud, ingat
nak.” Memegan wajah Becca yang dari tadi menunduk “Semua akan indah pada
waktunya.”
Nabila mengecup lembut dahi menantunya ketika selesai
mengatakan semua itu, karna ia tau yang di butuhakn menantunya saat ini adalah
dukungan darinya selaku ibu dari suaminya.
Ingat! sebaik apapun dan secinta apapun suami kita, kalau
ibu mertua mulai memperlihatkan sika kebawelannya yang ingin segera memiliki
cucu pasti suatu hari dan suatu saat suami akan merasah lengah dan putus asa,
hingga ia harus memilih pernikahan atau memilih wanita yang telah
melahirkannya.
Namun tidak dengan Nabila karna ia yakin dan percaya suatu
hari dan suatu saat semua itu akan indah pada waktunya, mungkin semua hanya
masalah waktu yang belum berpihak kepada menantunya,intinya Nabila selalu
berpikir positif dengan keadaan yang tengah di alami Becca saat ini.
Hati Becca sangat lega mendengar semua kata yang ibu
mertuanya katakan, ia merasa sangat beruntung karna memiliki ibu mertua sebaik
kedua orang tua suaminya yang tidak pernah mengangapnya sebagai menantu
melainkan mengangapnya sebagai menantunya.
“Terimakasih ma, terimakasih banyak karna masih ingin
menerima menantu yang tidak sempurna seperti diriku.”
“Huss,” nenaruh jari telunjuk di bibir Becca “Bukan menantu
yang tidak sempurna tapi menantu yang begitu sangat sempurna telah mencintai dan
mendampingi putraku dengan sangat baik.” Nabila kembali mengecup lembut dahi
menantunya ketika selesai mengatakan itu.
Dan tampa mereka berdua sadari, dari tadi Aby berdiri
mendengar apa yang tengah di bahas oleh ibu dan menantunya, bahkan Aby merasa
sangat terharu mendengar keberanian istrinya yang mengatakan semua rasa
takutnya kepada mamanya, dan ia juga merasa sangat bangga dan sangat bersyukur
memiliki ibu seperti ibunya saat ini yang memberi dukungan lebih kepada
istrinya dengan apa yang tengah di rasakan Becca saat ini.
Dengan senyuman Aby berjalan menhampiri kedua wanita yang
sangat berharga dalam hidupnya, dan lansung memeluk mama dan istrinya yang kini
tengah saling berpelukan.
“Aku sangat menyanyangi kalian berdua.”
Nabila dan Becca yang mendapat pelukan dari belakang melihat
ke arah siapa yang telah memeluknya saat ini.
“Aby.” Ucap keduanya melepas pelukan lalu mengusap air mata
yang ada di mata di wajah masing-masing.
“Aby aku dan mama?” Becca ingin menjelaskan kenapa ia dan
mama mertunya tengah berpelukan dan menangis seperti itu, namun dengan segera
Aby menaruh jari telunjuk di bibir Becca lalu berkata.
“Husss, semua aku tau dan aku dengar, kamu tidak perlu
mengatakan apapun lagi aku mendengar semua yang kalian bicarakan.”
“Semunya?” tanya Becca melihat ke arah Aby.
“Semuanya, karna aku mengikutimu ketika kamu keluar kamar,
hingga sampai di sini dan duduk bersama mama” Aby menjelaskan.
__ADS_1