
Wajah Becca kembali bersemu ketika mendengar apa yang di katakan Aby. Becca turun dari dari atas perut Aby tampa mengatakan apapun. Aby mengerti dengan apa yang tengah di lakukan istrinya. Lalu Aby kembali mengoda Becca.
"Sayang, sini aku peluk, aku ingin sesuatu darimu." Aby melihat ke arah Becca yang kini tengah berjalan ke arah pintu.
Becca menghentikan langkahnya ketika mendengar apa yang tengah Aby katakan. Becca berbalik melihat ke arah Aby. Lalu berkata. "Cepat bangun, kalau kamu tak mau bangun, aku akan kekampus membawa mobilku sendiri." Ancam Becca dengan bertolak pinggan melihat ke arah Aby.
Mendengar ucapan Becca dengan segera Aby bangun dari tempat tidur, lalu berjalan ke arah Becca dengan hanya mengenakan pakaian dalamnya saja. Aby memeluk pinggan Becca lalu mendorongnya berjalan ke arah kamarnya. Aby tak ingin Becca pergi ke kampus mengenakan mobil, karna ia lebih senang mengantar jemput Becca dengan mobilnya sendiri.
Aby pun berkata. "Aku akan segera bersiap. Karna aku tak mau istriku berangkat sendiri kekampusnya. Dan seperti yang kamu katakan semalam. Kita akan segera membahas masalah Ariln. Namun sebelum itu. Aku akan ke kantor dan memanggil Ayah Arka ke kantorku. Dan memberitahukan semua masalah putranya padanya." Aby menjelaskan semuanya dalam mode masih memeluk Becca dari belakan.
Becca beralik badan melihat ke arah Aby. Becca tersenyum senang lalu berkata. "Terimkasih, banyak sayang kamu memang yang terbaik." Becca mengecup lembut bibir Aby setelah mengatakan itu.
"Baik lah, sekarang kita mandi, kamu pasti belum mandi juga kan?" Aby mengambil rambut Becca di wajahnya lalu menyelipkannya di telinga.
Dengan segera Becca menjawab. "Ayo, aku juga belum mandi." Setelah mengatakan itu Becca tersenyum ceria melihat ke arah Aby.
Setelah selesai, Becca dan Aby berangkat bersama. Aby mengantar Becca ke kampusnya setelah itu. Ia berangkat ke kantornya. Becca turun di hadapan pintu gerban kampusnya dan disana melihat Arlin tengah menunggunya.
__ADS_1
Becca tersenyum melihat ke arah Aby. "Aby aku turun dulu ya." Setelah mengatakan itu Becca mengecup lembut pipi Aby. Dan Aby tak lupa mengecup lembut dahi istrinya. Becca pun turun dari mobil, lalu berbalik tersenyum melihat ke arah Aby.
"Sampai jumpa nanti." Aby membalas senyuman Becca.
Becca berjalan ke arah Arlin. Sementara Aby melajukan mobilny menuju arah kantornya.
Setelah sampai di hadapan Arlin. Becca tersenyum, lalu meragkul lengan Arlin lalu mengajaknya masuk ke dalam pekarangan sekolah.
Namun sebelum ia masuk ke dalam kelas Becca mencari keberadaan Arka. Becca terkejut ketika melihat Arka tengah bermesraan dengan seorang mahasiswa di kampusnya. Becca melihat ke arah Arlin yang kini tengah melihat ke arah Arka. Becca bisa melihat rasa sedih yang di perlihatkan Arlin di wajahnya.
Tampa bertanya pada Arlin. Becca berjalan ke arah Arka. Setelah sampai di hadapan Arka Becca langsung menamparanya.
Satu tamparan mendarat di wajah Arka. Arka melihat ke arah Becca. Ia sangat terkejut setelah Becca selesai menamparnya. Begitupun dengan gadis yang bersama Arka dia juga sama terkejutnya.
Arka berdiri lalu bertanya.
"Becca, kenapa kamu menamparku? apa aku memiliki kesalahan padamu?" Itulah yang di katakan Arka dengan menatap ke arah wajah Becca yang nampak kesal melihatnya.
__ADS_1
Tampa menjawab pertanyaan Arka. Becca berjalan ke arah Arlin, lalu mengajaknya menjauh dar Arka yang kini tengah mengejar mereka berdua. Hingga akhirnya mereka sampai di taman kampus. Arka menarik tangan Becca. Arka ingin meminta penjelasan soal sikap Becca yang tengah menamparnya.
"Becca tunggu!, jelaskan padaku, kenapa kamu menamparku? apa aku melakukan kesalahan padamu?" tanya Arka melihat ke arah Becca dan juga Arlin.
Becca tersenyum sinis, ketika mendengar apa yang tengah di tanyakan oleh Arka.
Becca melipat tangan di dadanya. Lalu berkata. "Kamu tak memiliki salah padaku. Namun kamu memiliki salah yang besar pada Arlin."
Arka yang mendengar ucapan Becca, bingun dengan apa maksud dari ucapan Becca. Arka melihat ke arah Arlin yang kini tengah tertunduk di hadapannya.
"Sebenarya apa yag terjadi? aku tak mengerti dengan tiba -tiba kamu menamparku?" Arka mencari kesalahan apa yang tengah ia lakukan sehingga Becca melakukan itu padanya.
Becca kembali tersenyum sinis ketika mendengar pertanyaan yang tengah Arka lontarkan. "Kamu tak perlu berpura -pura tak tau, soal kesalahan yang telah kamu lakukan pada Arlin.
Mendengar itu Arka kembali melihat ke arah Arlin dan mengingat semua yang pernah ia lakukan pada Arlin.
"Arlin, jangan bilang kamu mengatakan hal ini pada Becca?" Arka melihat ke arah Arlin.
__ADS_1
Arlin melihat ke arah Becca, lalu melihat ke arah Arka, lalu berkata. "Maaf, Ka, Becca telah tau semunya, tentang kita dan juga?..." Arlin berenti berkata lalu mengelus lembut perutya yang kini mulai sedikit membuncit.