Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.153


__ADS_3

Lisa mengajak Becca berlari ke arah mobil kakak sepupunya,


sambil melihat ke kiri dan kekanan takut para orang yang mencari keberadaan


Rebeccca menemukannya.


Setelah sampai di depan pintu mobil kakak sepupunya dengan


segera Lisa meyuruh Becca masuk duluan ke dalam dalam mobil.


“Ayo cepat masuk, nanti mereka bisa melihat kita.” Lisa


membuka pintu mobilnya dan menyuruh Becca masuk.


Becca yang mendengar ucapan Lisa dengan segera masuk ke


dalam mobil, krana merasa begitu sangat takut dengan orang-orang yang telah


mengikatnya di dalam mobil.


Setelah Becca masuk kedalam mobil, Lisa ikut masuk, agar


segera meninggalkan tempat itu. Karna Lisa juga sangat takut jika sampai


orang-orang itu melihatnya pasti dirinya dan juga kakak sepupunya akan


bermasalah. Berhubung kecelakaan yang Becca alami adalah kecelakaan berencana.


Adi melajukan mobilnya begitu sangat kencan sambil sesekali


melihat ke arah kaca spion mobinya dan bahkan bertanya kepada Lisa.


“Lis, apa kamu yakin? Dia Rebecca putri dari Hamish Daud Willie


pewaris satu-satu dari seluruh kekayaan yang Hamish miliki?” Adi bertanya karna


melihat wanita yang ada di belakang job mobilnya terlihat sangat lusuh dan berantakan.


“Aku sangat yakin kak, karna aku sedikit dekat dengannya.”


Lisa tersenyum melihat ke arah wajah Becca yang terlihat sangat bingun melihat


ke arah mereka.


Karna Lisa mengenal baik Becca jadi dengan begitu mudahnya


Ia mengenalinya, meskipun saat ini Becca terlihat kurus dan wajahnya terlihat


begitu sangat berantakan, dan rambutnya yang acakan membuat orang akan sulit


mengenalnya dengan baik. Namun tidak dengan Lisa.


Setelah sampai di parkiran rumah neneknya, Lisa mengajak


Becca turun dan masuk ke dalam rumah neneknya. Becca pun turun karna mengikuti Lisa


turun dan berjalan masuk ke dalam neneknya.


“Apa, ini rumahmu?” Becca melihat sekelilin dalam rumah yang


di tempatinya saat ini.


Lisa yang mendengar ucapan Becca tersenyum sambil berkata. “Ini


bukan rumahku, tapi ini rumah nenekku.” Lisa kembali melanjutkan langkahnya


sambil merangkul bahu Becca berjalan ke arah kamarnya.


Setelah sampai di depan pintu, Lisa mendorong pintu lalu masuk


sambil merangkul lengan Becca masuk ke dalam kamarnya. Becca yang masuk ke dalam


kamar Lisa tidak berhenti melihat sekelilingnya, karna merasa begitu sangat


asing dengan kamar yang di tempatinya saat ini.

__ADS_1


Lisa yang melihat kebingungan Becca tersenyum sambil


berkata. “Sekarang kamu mandi, biar wangi dan ganti baju Ok.” Lisa tersenyum


ceria melihat ke arah wajah Becca yang kini melihat ke arahnya sambil menaikkan


jempolnya.


Becca yang tidak mengerti, bukannya tidak mengerti berhubung


saat ini Becca telah kehilangan ingatan jadi semua yang Lisa katakan membuatnya


tidak mengerti dari apa arti bahasa yang Lisa ucapkan.


Becca memegan jempol tangan Lisa ketika mengatakan Oke, lalu


berkata “Oke itu apa?” Becca tidak berhenti memperhatika jari jempol Lisa yang


ada di tangannya.


Melihat Becca seperti ini, Lisa merasa begitu sangat sedih,


tidak menyangka Becca akan menjadi seperti ini. Namun begitu sangat beruntung


karna Becca masih hidup dan sehat seperti saat ini.


“Oke, itu artinya setuju mandi.” Hanya kata itu yang


terlintas dalam pikiran Lisa ketika mendengar pertanyaan Becca.


Lisa memberikan handuk, dan mengajak Becca berjalan ke arah


pintu kamar mandi, Lisa pun berkata.”Nah, sekarang kamu masuk mandi, keramas


dengan sampo yang ada di dalam.” Menyentuh rambut Becca yang terlihat


acak-acakan “Dan pakai sabun biar wangi, bajunya juga di ganti. Ok.” Lisa


kembali menaikkan jari jempolnya dan di balas oleh Becca karna sudah mengerti.


“Ok.” Becca ikut menaikkan jari telunjuknya tersenyum tipis


Setelah Becca masuk ke dalam kamar mandi, Lisa menarik


napasnya, lalu membuangnya secara perlahan sambil mengeluarkan ponsel dari


dalam kanton celanya.


Lisa mulai mengeser-geser layar ponsel sambil mencari nomor


orang yang begitu sangat dirindukannya.


“Hem” membuan napas “Ini sudah lebih dari tujuh Bulan. Apakah


aku harus menghubunginya?” Lisa melawan perasaanya sendiri “Tentu aku harus


menghubunginya dan memberitahukannya kalau kakak iparnya ada bersamaku. Karna


saat ini aku tidak menyimpan nomor Aby.”


Lisa mulai menekan tombol ponselnya, lalu menaruh Hapenya di


telinganya. Dengan perasaan berdebar, grogi dan juga merasa senang semua


bercampur menjadi satu, itulah yang tengah Lisa rasakan saat ini.


Abdy yang mendengar suara ponselnya berdering, cuman melihat


sejenak lalu kembali pokus mengerjakan pekerjaannya yang harus segera di


selesaikannya.


“Kenapa tidak di angkat?” Lisa menatap layar ponselnya


ketika mengatakan itu “Apa Abdy sibuk? Ah, sudahlah nanti pasti dia akan

__ADS_1


menghubungiku balik.” Lisa meletakkan hapenya di pinggir tempat tidur lalu


berjalan ke arah Rebecca yang telah keluar dari dalam kamar mandi hanya


mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya.


Lisa nampak sangat terkejut ketika melihat beberapa bekas


luka yang ada disekitar tubuh Becca yang terekpos jelas di matanya.


“Ini pasti sangat sakit ya?” Lisa menyentuh bagian luka yang


ada di lengan Becca yang sudah hampir mengeringa.


“Itu sudah tidak sakit lagi. Cuman yang lebih sakit


pergelangan tangannku dan pergelangan kakiku yang begitu terasa sangat sakit


bahkan sampai sekarang masih terasa sakit, karna mereka menggunakan besi untuk


mengikatku.” Becca menjelaskan semua yang terjadi dengannya.


Mendengar semua yang Becca katakan, Lisa merasa ingin segera


mengatakan hal ini kepada Aby, agar segera mencari siapa yang tengah melakukan


ini semua. Lisa merasa sangat marah, bahkan Lisa sampai berkata.


“Orang-orang itu seperti orang yang tidak berperi


kemanusiaan, begitu tega melakukan hal seperti ini.” Umpat kesal Lisa sambil


berjalan ke arah lemari pakaiannya dan mengambil pakaiannya untuk Becca


kenakan.


Lisa mulai membantu Becca memakai baju dan juga celana, bahkan


menyisir rambutnya dan merias wajahnya agar terlihat cantik seperti sebelumnya.


Dan memang benar setelah Lisa selesai merias wajah Becca, wajah Becca kembali


cantik seperti semula, cuman saat ini wajah Becca sedikit tirus karna terlalu


kurus.


Adi kakak sepupu Lisa terkejut ketika melihat wajah gadis


yang di bawanya pulang dan meman benar dialah Rebecca, putri dari Hamish Daud


Willie.


“Astaga Lisa, ternyata benar dia adalah putri kesayangan


Hamish, aku tidak menyangka kalau dia benar-benar Rebecca.” Adit terlihat


terkejut ketika mengatakan itu.


Setelah beberapa saat ponsel Lisa berdering, dan menampilkan


nama Abdy di layar ponselnya, Lisa yang melihat nama pemanggil di layar hapenya


merasa bergetar, jantungnya terasa berlari maraton tangannya tiba-tiba


berkeringat dingin karna merasa terkejut dan juga merasa senang.


Lisa menggeser tombol hijau pada layar ponselnya, lalu


menyimpan hapenya di telinganya namun tidak mengatakan apapun.


“Halo, ini siapa?” Abdy mulai berbicara “Halo” abdy kembali


bertanya “Halo, halo, halo. Bicara dong! Kalau tidak mau bicara aku matikan ya.”


Abdy mulai menjauhkan hapenya dari telinganya, namun ketika mendengar suara

__ADS_1


tarik napas yang ada di balik hapenya dengan segera Abdy berkata “Lisa! Apa ini


kamu??...


__ADS_2