
Lisa mengajak Becca berlari ke arah mobil kakak sepupunya,
sambil melihat ke kiri dan kekanan takut para orang yang mencari keberadaan
Rebeccca menemukannya.
Setelah sampai di depan pintu mobil kakak sepupunya dengan
segera Lisa meyuruh Becca masuk duluan ke dalam dalam mobil.
“Ayo cepat masuk, nanti mereka bisa melihat kita.” Lisa
membuka pintu mobilnya dan menyuruh Becca masuk.
Becca yang mendengar ucapan Lisa dengan segera masuk ke
dalam mobil, krana merasa begitu sangat takut dengan orang-orang yang telah
mengikatnya di dalam mobil.
Setelah Becca masuk kedalam mobil, Lisa ikut masuk, agar
segera meninggalkan tempat itu. Karna Lisa juga sangat takut jika sampai
orang-orang itu melihatnya pasti dirinya dan juga kakak sepupunya akan
bermasalah. Berhubung kecelakaan yang Becca alami adalah kecelakaan berencana.
Adi melajukan mobilnya begitu sangat kencan sambil sesekali
melihat ke arah kaca spion mobinya dan bahkan bertanya kepada Lisa.
“Lis, apa kamu yakin? Dia Rebecca putri dari Hamish Daud Willie
pewaris satu-satu dari seluruh kekayaan yang Hamish miliki?” Adi bertanya karna
melihat wanita yang ada di belakang job mobilnya terlihat sangat lusuh dan berantakan.
“Aku sangat yakin kak, karna aku sedikit dekat dengannya.”
Lisa tersenyum melihat ke arah wajah Becca yang terlihat sangat bingun melihat
ke arah mereka.
Karna Lisa mengenal baik Becca jadi dengan begitu mudahnya
Ia mengenalinya, meskipun saat ini Becca terlihat kurus dan wajahnya terlihat
begitu sangat berantakan, dan rambutnya yang acakan membuat orang akan sulit
mengenalnya dengan baik. Namun tidak dengan Lisa.
Setelah sampai di parkiran rumah neneknya, Lisa mengajak
Becca turun dan masuk ke dalam rumah neneknya. Becca pun turun karna mengikuti Lisa
turun dan berjalan masuk ke dalam neneknya.
“Apa, ini rumahmu?” Becca melihat sekelilin dalam rumah yang
di tempatinya saat ini.
Lisa yang mendengar ucapan Becca tersenyum sambil berkata. “Ini
bukan rumahku, tapi ini rumah nenekku.” Lisa kembali melanjutkan langkahnya
sambil merangkul bahu Becca berjalan ke arah kamarnya.
Setelah sampai di depan pintu, Lisa mendorong pintu lalu masuk
sambil merangkul lengan Becca masuk ke dalam kamarnya. Becca yang masuk ke dalam
kamar Lisa tidak berhenti melihat sekelilingnya, karna merasa begitu sangat
asing dengan kamar yang di tempatinya saat ini.
__ADS_1
Lisa yang melihat kebingungan Becca tersenyum sambil
berkata. “Sekarang kamu mandi, biar wangi dan ganti baju Ok.” Lisa tersenyum
ceria melihat ke arah wajah Becca yang kini melihat ke arahnya sambil menaikkan
jempolnya.
Becca yang tidak mengerti, bukannya tidak mengerti berhubung
saat ini Becca telah kehilangan ingatan jadi semua yang Lisa katakan membuatnya
tidak mengerti dari apa arti bahasa yang Lisa ucapkan.
Becca memegan jempol tangan Lisa ketika mengatakan Oke, lalu
berkata “Oke itu apa?” Becca tidak berhenti memperhatika jari jempol Lisa yang
ada di tangannya.
Melihat Becca seperti ini, Lisa merasa begitu sangat sedih,
tidak menyangka Becca akan menjadi seperti ini. Namun begitu sangat beruntung
karna Becca masih hidup dan sehat seperti saat ini.
“Oke, itu artinya setuju mandi.” Hanya kata itu yang
terlintas dalam pikiran Lisa ketika mendengar pertanyaan Becca.
Lisa memberikan handuk, dan mengajak Becca berjalan ke arah
pintu kamar mandi, Lisa pun berkata.”Nah, sekarang kamu masuk mandi, keramas
dengan sampo yang ada di dalam.” Menyentuh rambut Becca yang terlihat
acak-acakan “Dan pakai sabun biar wangi, bajunya juga di ganti. Ok.” Lisa
kembali menaikkan jari jempolnya dan di balas oleh Becca karna sudah mengerti.
“Ok.” Becca ikut menaikkan jari telunjuknya tersenyum tipis
Setelah Becca masuk ke dalam kamar mandi, Lisa menarik
napasnya, lalu membuangnya secara perlahan sambil mengeluarkan ponsel dari
dalam kanton celanya.
Lisa mulai mengeser-geser layar ponsel sambil mencari nomor
orang yang begitu sangat dirindukannya.
“Hem” membuan napas “Ini sudah lebih dari tujuh Bulan. Apakah
aku harus menghubunginya?” Lisa melawan perasaanya sendiri “Tentu aku harus
menghubunginya dan memberitahukannya kalau kakak iparnya ada bersamaku. Karna
saat ini aku tidak menyimpan nomor Aby.”
Lisa mulai menekan tombol ponselnya, lalu menaruh Hapenya di
telinganya. Dengan perasaan berdebar, grogi dan juga merasa senang semua
bercampur menjadi satu, itulah yang tengah Lisa rasakan saat ini.
Abdy yang mendengar suara ponselnya berdering, cuman melihat
sejenak lalu kembali pokus mengerjakan pekerjaannya yang harus segera di
selesaikannya.
“Kenapa tidak di angkat?” Lisa menatap layar ponselnya
ketika mengatakan itu “Apa Abdy sibuk? Ah, sudahlah nanti pasti dia akan
__ADS_1
menghubungiku balik.” Lisa meletakkan hapenya di pinggir tempat tidur lalu
berjalan ke arah Rebecca yang telah keluar dari dalam kamar mandi hanya
mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya.
Lisa nampak sangat terkejut ketika melihat beberapa bekas
luka yang ada disekitar tubuh Becca yang terekpos jelas di matanya.
“Ini pasti sangat sakit ya?” Lisa menyentuh bagian luka yang
ada di lengan Becca yang sudah hampir mengeringa.
“Itu sudah tidak sakit lagi. Cuman yang lebih sakit
pergelangan tangannku dan pergelangan kakiku yang begitu terasa sangat sakit
bahkan sampai sekarang masih terasa sakit, karna mereka menggunakan besi untuk
mengikatku.” Becca menjelaskan semua yang terjadi dengannya.
Mendengar semua yang Becca katakan, Lisa merasa ingin segera
mengatakan hal ini kepada Aby, agar segera mencari siapa yang tengah melakukan
ini semua. Lisa merasa sangat marah, bahkan Lisa sampai berkata.
“Orang-orang itu seperti orang yang tidak berperi
kemanusiaan, begitu tega melakukan hal seperti ini.” Umpat kesal Lisa sambil
berjalan ke arah lemari pakaiannya dan mengambil pakaiannya untuk Becca
kenakan.
Lisa mulai membantu Becca memakai baju dan juga celana, bahkan
menyisir rambutnya dan merias wajahnya agar terlihat cantik seperti sebelumnya.
Dan memang benar setelah Lisa selesai merias wajah Becca, wajah Becca kembali
cantik seperti semula, cuman saat ini wajah Becca sedikit tirus karna terlalu
kurus.
Adi kakak sepupu Lisa terkejut ketika melihat wajah gadis
yang di bawanya pulang dan meman benar dialah Rebecca, putri dari Hamish Daud
Willie.
“Astaga Lisa, ternyata benar dia adalah putri kesayangan
Hamish, aku tidak menyangka kalau dia benar-benar Rebecca.” Adit terlihat
terkejut ketika mengatakan itu.
Setelah beberapa saat ponsel Lisa berdering, dan menampilkan
nama Abdy di layar ponselnya, Lisa yang melihat nama pemanggil di layar hapenya
merasa bergetar, jantungnya terasa berlari maraton tangannya tiba-tiba
berkeringat dingin karna merasa terkejut dan juga merasa senang.
Lisa menggeser tombol hijau pada layar ponselnya, lalu
menyimpan hapenya di telinganya namun tidak mengatakan apapun.
“Halo, ini siapa?” Abdy mulai berbicara “Halo” abdy kembali
bertanya “Halo, halo, halo. Bicara dong! Kalau tidak mau bicara aku matikan ya.”
Abdy mulai menjauhkan hapenya dari telinganya, namun ketika mendengar suara
__ADS_1
tarik napas yang ada di balik hapenya dengan segera Abdy berkata “Lisa! Apa ini
kamu??...