
Abdy yang mendengar ucapan dokter yang mengatakan kalau saat
ini kondisi Lisa masih dalam keadaan lemah dan kritis, begitu merasa sangat
ketakutan, takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Lisa.
Abdy merasa seluruh tubuhnya bergetar hebat, kakinya seakan melemah
untuk berdiri tegar di sampin Lisa, sungguh membuat ketenangan dalam hati dan
jiwa Abdy terasa begitu tidak karuan.
Melihat orang yang kita cintai terbaring lemah tidak berdaya,
membuat kita merasa sakit tidak ber arah, itulah yang tengah Abdy rasakan saat
ini.
Melihat Lisa dalam keadaan lemah seperti ini sungguh
benar-benar membuat ketenangan dalam diri Abdy menghilang.
“Lis, bangun Lis” Abdy mengusap wajah Lisa sambil meneteskan
mata ketika ia mengatakan itu.
“Kamu harus kuat demi aku, demi cinta kita.” Abdy mengengam
dan menciumi punggun tangan Lisa ketika mengatakan itu.
Abdy tidak tau harus mengatakan apa lagi, karna semua kata
telah ia ucapkan untuk Lisa berharap Lisa akan mendengar dan segera bangun dari
tidurnya, itulah yang ada di dalam pikiran Abdy ketika mengatakan semua
ungkapan-ungkapan rasa cintanya untuk Lisa
Berdoa dan berdoa itulah yang saat ini Abdy lakukan, karna
hanya itu yang bisa ia lakukan untuk Lisa.
Pintu kamar yang Abdy tempati terbuka, Abdy berbalik melihat
ke arah Aby dan Becca masuk dengan membawa dua paper beg yang Abdy tidak tau
apa isi dari paper beg tersebut, mungkin makanan dan juga pakaian ganti menurut
Abdy.
“Bagaimana keadaan Lisa Dy.” Tanya Becca pelan.
Becca berjalan ke arah berangka yang Lisa tempati saat ini,
lalu melihatnya keadaan Lisa yang sebenarnya.
“Huf, semoga Lisa cepat melewati masa kritisnya.” Becca
merapikan selimut yang Lisa kenakan.
Sementara Aby berjalan ke arah Abdy adiknya, karna Aby
begitu tidak tega melihat ke adaan adiknya yang seperti ini, karna ia tau
bagaiman rasanya berada di posisi Abdy saat ini.
Melihat orang yang kita cintai terbaring tidak berdaya
seperti, membuat kita merasakan rasa sakit yang mendalang.
“Sabar Dy. Semuanya pasti akan baik-baik saja.” Aby menepuk
pelan bahu abdy menguatkan, agar Abdy bisa melewati semua itu dengan sabar.
“Terimakasih kak,” ucap Abdy pelan.
Aby yang mendengar ucapan adiknya yang memanggilnya kaka
merasa begitu sangat senang, karna baru sekarang ia merasa memiliki adik yang
sebenarnya mengingat Abdy selalu memanggilnya dengan sebutan bos. Sebutan
antara anak buah dan majikan bukan sebutan untuk saudara adik, kaka.
Aby hanya membalas ucapan Abdy dengan senyuman hangat yang
ia sunggingkan di bibirnya, setelah itu ia pamit kepada Abdy dan Becca untuk
segera pergi ke kantor karna ada pekerjaan yang harus ia kerjakan.
“Dy, aku harus ke kantor sekarang, dan aku tinggalkan kaka
iparmu disini bersamamu untuk menemani Lisa, namun ingat jangan pernah
menyentuh atau pun ingin memeluk kakak iparmu meskipun kamu merasa, ahh, apapun
itu yang jelasnya jangan pernah menyentuh kakak iparmu mengerti, jika kamu
ingin di peluk ataupun memeluk usahakan peluk dindin ruangan ini saja.”
Aby memperingati Abdy panjang lebar karna ia tidak ingin istrinya di sentuh
oleh pemuda siapapun bahkan adiknya sekalipun ia larang untuk menyentuh tubuh
istrinya.
Becca yang mendengar ucapan Aby membulatkan matanya terkejut
karna ia tidak menyangka Aby akan mengatakan hal itu kepada adiknya sendiri,
mengingat keadaan Abdy saat ini masih dalam kondisi bersedih melihat orang yang
sangat di cintainya terbaring lemah di atas berangka rumah sakit.
Namun apa daya Becca, ia hanya bisa mendengar apa yang di
katakan suaminya tampa mengatakan apapun.
“Baiklah aku tidak akan melakukan apapun yang kak Aby katakan,
kalau aku ingin memeluk aku hanya akan memeluk tubuh Lisaku saja meskipun ia
tidak membalas pelukanku, namun aku yakin ia bisa merasakan pelukan hangat yang
aku berikan.”
Abdy tersenyum tipis ketika selesai mengatakan itu, meskipun
ia merasa sedikit tersinggun dengan apa yang Aby kataka, namun ia juga sedikit
membenarkan semua kata yang keluar dari dalam mulut Aby, karna menutnya ia juga
tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentu orang yang sangat di cintainya
meskipun itu saudaranya sendiri.
“Baiklah sekarang aku berangkat” menepuk bahu Abdy “Sayang
ikut aku sebentar.” Aby memanggil istrinya untuk berjalan ke arahnya.
Becca yang mendengar panggilan suaminya mengerti dengan apa
maksud panggilan Aby, Becca berjalan menghampiri Aby yang kini tengah berdiri
di dekat pintu ruangan menunggunya datang menhampiri.
“Aku berangkat ya sayang.” Aby mengecup lembut dahi Becca
ketika selesai mengatakan itu.
“Hati-hati ya By. Aku mencintaimu” Becca melambaikan
tangannya melihat Aby keluar dari dalam ruangan yang di tempati.
__ADS_1
Setelah Aby keluar dari dalam ruangan yang di tempatinya,
Becca melihat ke arah Abdy yang kini tengah tersenyum melihat ke arahnya.
Becca yang melihat itu berkata, “Kamu kenapa Dy? Melihatku
seperti itu?” tanya Becca sedikit bingun melihat tatapan mata Abdy.
“Hehehe, aku tidak kenapa-napa kakak ipar, tadi aku melihat
diriku dengan Lisa ketika melihat kakak ipar bersama Aby. Aku membayankan
diriku bersama dengan Lisa melakukan hal yang sama, sama yang baru saja kakak
ipar lakukan bersama dengan Aby.” Abdy mengatakan semua yang ia hayalkan
barusan, karna Abdy benar-benar berharap suatu hari dan suatu saat ia juga bisa
melakukan hal itu bersama dengan Lisa.
“Sabar ya Dy, semua akan indah pada waktunya.” Becca ingin
menepuk bahu Abdy ketika mengatakan itu.
Namun dengan segera Abdy menghindar karna mengingat ucapan
Abdy yang tidak menginginkan istrinya di sentuh.
“Eits, jangan sentuh aku kakak ipar.” Menghindar “Nanti
suami kamu yang super posesif itu memarahiku, karna tidak mematuhi
peringatannya.”
Becca yang mendengar ucapan Abdy terkekeh pelan, karna ia
lupa apa yang baru suaminya katakan.
“Hahaha, maaf, aku lupa.” Becca terkekeh pelan setelah
mengatakan itu.
Abdy yang mendengar ucapan Becca ikut tertawa, dan tidak
menyadari kalau saat ini tangan Lisa bergerak dan lansung mengalami
kejan-kejan.
Becca dan Abdy yang melihat itu, sangat terkejut dan tampa
berkata apapun Abdy lansung memencet tombol yang ada di atas kepala Lisa, dan
setelah beberapa saat para dokter dan para perawat masuk ke dalam kamar yang di
tempati Lisa di rawat.
Kondisi Lisa dalam keadaan keritis dan itu membuat tubuhnya
tidak berhenti kejan-kejan, Abdy yang melihat itu merasa sangat takut, takut
jika sesuatu hal yang buruk terjadi kepada Lisa.
Para dokter mulai memeriksa keadaan Lisa, Abdy dan Becca di
suruh untuk keluar sejenak, karna dokter mengatakan kalau mereka berdua berada
di dalam kamar, mereka hanya akan menggangu dokter untuk memeriksa keadaan
pasien.
Wajah Abdy terlihat sangat panik, ketika ia di suruh keluar
oleh dokter, karna ia merasa sangat khawatir, kwatir terjadi sesuatu yang
buruk.
“Kakak ipar, aku sangat takut terjadi sesuatu yang buruk
dengan Lisa.” Abdy tampa sengaja menyandarkan dahinya di bahu Becca.
untuknya dan juga untuk Becca.
Sementara Becca yang melihat adik iparnya menyandarkan
dahinya di punggunnya, mengusap pelan kepala Abdy sambil berkata.
“Sabar Dy, semuanya pasti akan baik-baik saja.” Becca
menguatkan Abdy karna yang ia lihat saat ini Abdy terlihat begitu sangat lemah.
Setelah beberapa saat para dokter keluar dari dalam ruangan
yang Lisa tempati di rawat, Abdy yang melihat itu dengan segera menghampiri
dokter.
“Bagaimana dengan keadaan calon istri saya dokter?” tanya
Abdy pelan.
“Alhamdulillah, kondisi pasien saat ini sudah setabil, masa
kritis telah berlalu dan sebentar lagi pasien akan segera sadar.” Dokter
menjelaskan.
Abdy yang mendengarkan kata yang keluar dari dalam mulut
dokter, merasa sangat senag, mungkin karna terlalu senang mendengar kata yang
keluar dari dalam mulut dokter, Abdy tampa sengaja lansung memeluk dokter yang
tengah berdiri di hadapannya dengan sangat erat.
“Terimakasih banyak dokter, terimakasih banyak.” Abdy
memeluk erat tubuh dokter yang ada di hadapannya.
Becca yang ikut mendengar apa yang di katakan dokter merasa
sangat senang, di tambah melihat wajah Abdy yang kini terlihat ceria sambil
memeluk dokter yang ada di hadapannya.
Becca mengeluarkan hapenya dari dalam kanton celananya dan
mulai menghubungi Nabila dan juga Clarisa, karna Becca ingin mereka juga mengetahui
hal bahagia itu.
Setelah melepas pelukannya dari tubuh dokter dengan segera
Abdy berlari masuk ke dalam kamar perawatan yang Lisa tempati. Tampa memanggil
atau mengajak Becca masuk.
Dengan senyuman merekah di bibirnya, Abdy berjalan ke arah
berangka yang Lisa tempati terbaring saat ini, Abdy meraih tangan Lisa lalu
mulai mengunkapkan semua isi hatinya yang selama ini ia pendam.
“Apa kamu tau Lis, kalau aku sangat mencintaimu, jangan
hanya melihat cintaku dari mataku, tapi rasakan dari dalam hatiku yang paling
dalam.” Abdy menaruh tangan Lisa di bagian jantungnya “Coba rasakan Lis, apa
kamu merasakan detak jantung ini? Jantung ini hanya berdetak untukmu selamanya.
Cepat sadar dan pulih Lis agar kita segera melaksanakan ikrar janji suci cinta
kita dengan mengikatnya dengan nama pernikahan. Aku mencintaimu awal aku
__ADS_1
merasakan detak jantung ini berdetak hanya untukmu.”
Abdy mengunkapkan semua yang ia rasakan untuk Lisa berharap
Lisa akan bangun jika ia merasakan detak jantungnya, dan lagi-lagi ia tidak
menyadari kalau saat ini Lisa telah sadar dan mendengar semua kata-kata cinta
yang keluar dari dalam mulut Abdy.
Sebenarnaya Lisa telah sadar ketika dokter keluar dari dalam
ruangan yang ia tempati, ia melihat sekelilin ruangan yang ia tempati namun
tidak menemukan siapapun, hingga akhirnya ia mendengar suara Abdy dari luar
ruangan yang ia tempati.
Ketika Lisa melihat Abdy masuk ke dalam kamar perawatan yang
ia tempati dengan segara ia menutup matanya kembali, karna ia ingin memberi
kejutan untuk Abdy, namun ia tidak pernah menduga kalau Abdy akan mengatakan
semua isi hatinya kepadanya, dan itu membuat Lisa meneteskan air matanya karna
merasa terharu dengan semua yang Abdy katakan padanya.
Lisa meneteskan air matanya dan Abdy juga tidak menyadari
hal itu, karna air mata Lisa keluar dan lansung jatuh di atas bantal yang ia
gunakan.
“Cepat sadar sayang.” Abdy mengecup lembut dahi Lisa ketika
selesai mengatakan itu.
Setelah melakukan itu Abdy berjalan ke arah kamar mandi
untuk segera membersikan diri, karna hingga siang ini ia belum membersikan
tubuhnya.
Abdy meraih paper beg yang Becca bawa untuknya, lalu melihat
isinya dan ternyata isinya adalah pakaian ganti untuknya.
Setelah itu ia berjalan ke arah kamar mandi untuk segera
membersikan diri.
Becca masuk ke dalam ruangan yang di tempati Lisa, dan
melihat Lisa tengah membuka matanya.
“Lisa.” Becca berteriak pelan sambil berjalan ke arah
berangka yang Lisa tempati.
Lisa yang mendengar suara teriakan Becca dengan segera
menaruh jari tangannya di bibirnya.
Husss.
“Jangan ribut.” Ucap pelan Lisa meskipun suaranya agak
sedikit serak, namun Becca masih mengerti dengan apa yang baru saja Lisa
katakan.
Becca yang mendengar ucapan Lisa menutup bibirnya dengan
jari telunjuknya, sambil berjalan mendenkat ke arah Lisa yang kini tengah
terseyum hangat melihat ke arahnya.
“Kamu sadar Lis?” memeluk tubuh Lisa dengan sangat pelan “Aku
sangat senang melihatmu telah sadar.” Becca melepas pelukannya dari tubuh Lisa
dengan meneteskan air mata..
“Iya, Ca, aku sudah sadar daritadi, cuman aku sengaja tidak
memberitahukan ini kepada Abdy karna aku ingin memberi kejutan untuknya,
kajutan kalau aku telah sadar.”
Lisa melihat ke arah pintu kamar mandi ketika selesai
mengatakan itu, karna ia tidak ingin
Abdy tau kalau saat ini ia telah sadar.
“Kenapa kamu tidak ingin memberitahukan hal ini kepada Abdy?
Apa kamu tau? Abdy begitu sangat sedih dan terluka melihatmu sakit seperti ini,
ia tidak pernah berhenti menyesali semuanya, karna ingin memberi kejutan di
hari ulan tahungmu ia tidak mengatakan yang sebenarnya kalau orang tua kalian
telah merestui hubungn kalian berdua untuk menikah, bahkan pernikahan yang di
siapkan di rumahmu adalah pernikahan untukmu dan juga untuk Abdy.” Becca mengatakan
semuanya karna menurutnya Lisa harus tau yang sebenarnya agar tidak ada kesala
pahaman nantinya.
Becca mengatakan semuanya, mulai dari hubungan ke dua orang
tuanya dan juga orang tua Aby, mereka adalah sahabat dekat sewaktu mereka masih
muda.
Lisa yang mendengar semua cerita yang keluar dari dalam
mulut Becca, tersenyum sekaligus merasa sedikit terkejut karna tidak menyangka
kalau Ayahnya adalah sahabat dekat Nabila ibu dari Aby dan Abdy.
“Benarkah?” Lisa memastikan apa yang baru saja keluar dari
dalam mulut Becca.
“Iya semuanya benar.”
“Baiklah Becca, apa aku bisa meminta tolong kepadamu?” tanya
Lisa pelan.
“Tentu saja boleh,” Becca tersenyum hangat ketika selesai
mengatakan itu, karna menolong Lisa bukanlah hal yang besar, sama yang pernah
Lisa lakukan untuknya.
“Maaf sebelumnya, aku ingin kamu memberiku sedikit waktu
berdua dengan Abdy, maaf” Lisa meraih tangan Becca ketika mengatakan itu karna
ia tidak ingin Becca tersinggun dengan apa yang ia katakan.
Becca yang mendengar itu tersenyum, karna ia mengerti dengan
apa maksud ucapan Lisa yang meminta sedikit waktu berdua dengan Abdy.
“Baiklah. Aku akan keluar, namun kamu harus janji kalau kamu
harus mengatakan semuanya kepada Abdy ok.”
__ADS_1
“Ok, aku janji.”