Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.187


__ADS_3

Abdy yang mendengar ucapan dokter yang mengatakan kalau saat


ini kondisi Lisa masih dalam keadaan lemah dan kritis, begitu merasa sangat


ketakutan, takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Lisa.


Abdy merasa seluruh tubuhnya bergetar hebat, kakinya seakan melemah


untuk berdiri tegar di sampin Lisa, sungguh membuat ketenangan dalam hati dan


jiwa Abdy terasa begitu tidak karuan.


Melihat orang yang kita cintai terbaring lemah tidak berdaya,


membuat kita merasa sakit tidak ber arah, itulah yang tengah Abdy rasakan saat


ini.


Melihat Lisa dalam keadaan lemah seperti ini sungguh


benar-benar membuat ketenangan dalam diri Abdy menghilang.


“Lis, bangun Lis” Abdy mengusap wajah Lisa sambil meneteskan


mata ketika ia mengatakan itu.


“Kamu harus kuat demi aku, demi cinta kita.” Abdy mengengam


dan menciumi punggun tangan Lisa ketika mengatakan itu.


Abdy tidak tau harus mengatakan apa lagi, karna semua kata


telah ia ucapkan untuk Lisa berharap Lisa akan mendengar dan segera bangun dari


tidurnya, itulah yang ada di dalam pikiran Abdy ketika mengatakan semua


ungkapan-ungkapan rasa cintanya untuk Lisa


Berdoa dan berdoa itulah yang saat ini Abdy lakukan, karna


hanya itu yang bisa ia lakukan untuk Lisa.


Pintu kamar yang Abdy tempati terbuka, Abdy berbalik melihat


ke arah Aby dan Becca masuk dengan membawa dua paper beg yang Abdy tidak tau


apa isi dari paper beg tersebut, mungkin makanan dan juga pakaian ganti menurut


Abdy.


“Bagaimana keadaan Lisa Dy.” Tanya Becca pelan.


Becca berjalan ke arah berangka yang Lisa tempati saat ini,


lalu melihatnya keadaan Lisa yang sebenarnya.


“Huf, semoga Lisa cepat melewati masa kritisnya.” Becca


merapikan selimut yang Lisa  kenakan.


Sementara Aby berjalan ke arah Abdy adiknya, karna Aby


begitu tidak tega melihat ke adaan adiknya yang seperti ini, karna ia tau


bagaiman rasanya berada di posisi Abdy saat ini.


Melihat orang yang kita cintai terbaring tidak berdaya


seperti, membuat kita merasakan rasa sakit yang mendalang.


“Sabar Dy. Semuanya pasti akan baik-baik saja.” Aby menepuk


pelan bahu abdy menguatkan, agar Abdy bisa melewati semua itu dengan sabar.


“Terimakasih kak,” ucap Abdy pelan.


Aby yang mendengar ucapan adiknya yang memanggilnya kaka


merasa begitu sangat senang, karna baru sekarang ia merasa memiliki adik yang


sebenarnya mengingat Abdy selalu memanggilnya dengan sebutan bos. Sebutan


antara anak buah dan majikan bukan sebutan untuk saudara adik, kaka.


Aby hanya membalas ucapan Abdy dengan senyuman hangat yang


ia sunggingkan di bibirnya, setelah itu ia pamit kepada Abdy dan Becca untuk


segera pergi ke kantor karna ada pekerjaan yang harus ia kerjakan.


“Dy, aku harus ke kantor sekarang, dan aku tinggalkan kaka


iparmu disini bersamamu untuk menemani Lisa, namun ingat jangan pernah


menyentuh atau pun ingin memeluk kakak iparmu meskipun kamu merasa, ahh, apapun


itu yang jelasnya jangan pernah menyentuh kakak iparmu mengerti, jika kamu


ingin di peluk ataupun memeluk usahakan peluk dindin ruangan ini saja.”


Aby memperingati Abdy panjang lebar karna ia tidak ingin istrinya di sentuh


oleh pemuda siapapun bahkan adiknya sekalipun ia larang untuk menyentuh tubuh


istrinya.


Becca yang mendengar ucapan Aby membulatkan matanya terkejut


karna ia tidak menyangka Aby akan mengatakan hal itu kepada adiknya sendiri,


mengingat keadaan Abdy saat ini masih dalam kondisi bersedih melihat orang yang


sangat di cintainya terbaring lemah di atas berangka rumah sakit.


Namun apa daya Becca, ia hanya bisa mendengar apa yang di


katakan suaminya tampa mengatakan apapun.


“Baiklah aku tidak akan melakukan apapun yang kak Aby katakan,


kalau aku ingin memeluk aku hanya akan memeluk tubuh Lisaku saja meskipun ia


tidak membalas pelukanku, namun aku yakin ia bisa merasakan pelukan hangat yang


aku berikan.”


Abdy tersenyum tipis ketika selesai mengatakan itu, meskipun


ia merasa sedikit tersinggun dengan apa yang Aby kataka, namun ia juga sedikit


membenarkan semua kata yang keluar dari dalam mulut Aby, karna menutnya ia juga


tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentu orang yang sangat di cintainya


meskipun itu saudaranya sendiri.


“Baiklah sekarang aku berangkat” menepuk bahu Abdy “Sayang


ikut aku sebentar.” Aby memanggil istrinya untuk berjalan ke arahnya.


Becca yang mendengar panggilan suaminya mengerti dengan apa


maksud panggilan Aby, Becca berjalan menghampiri Aby yang kini tengah berdiri


di dekat pintu ruangan menunggunya datang menhampiri.


“Aku berangkat ya sayang.” Aby mengecup lembut dahi Becca


ketika selesai mengatakan itu.


“Hati-hati ya By. Aku mencintaimu” Becca melambaikan


tangannya melihat Aby keluar dari dalam ruangan yang di tempati.

__ADS_1


Setelah Aby keluar dari dalam ruangan yang di tempatinya,


Becca melihat ke arah Abdy yang kini tengah tersenyum melihat ke arahnya.


Becca yang melihat itu berkata, “Kamu kenapa Dy? Melihatku


seperti itu?” tanya Becca sedikit bingun melihat tatapan mata Abdy.


“Hehehe, aku tidak kenapa-napa kakak ipar, tadi aku melihat


diriku dengan Lisa ketika melihat kakak ipar bersama Aby. Aku membayankan


diriku bersama dengan Lisa melakukan hal yang sama, sama yang baru saja kakak


ipar lakukan bersama dengan Aby.” Abdy mengatakan semua yang ia hayalkan


barusan, karna Abdy benar-benar berharap suatu hari dan suatu saat ia juga bisa


melakukan hal itu bersama dengan Lisa.


“Sabar ya Dy, semua akan indah pada waktunya.” Becca ingin


menepuk bahu Abdy ketika mengatakan itu.


Namun dengan segera Abdy menghindar karna mengingat ucapan


Abdy yang tidak menginginkan istrinya di sentuh.


“Eits, jangan sentuh aku kakak ipar.” Menghindar “Nanti


suami kamu yang super posesif itu memarahiku, karna tidak mematuhi


peringatannya.”


Becca yang mendengar ucapan Abdy terkekeh pelan, karna ia


lupa apa yang baru suaminya katakan.


“Hahaha, maaf, aku lupa.” Becca terkekeh pelan setelah


mengatakan itu.


Abdy yang mendengar ucapan Becca ikut tertawa, dan tidak


menyadari kalau saat ini tangan Lisa bergerak dan lansung mengalami


kejan-kejan.


Becca dan Abdy yang melihat itu, sangat terkejut dan tampa


berkata apapun Abdy lansung memencet tombol yang ada di atas kepala Lisa, dan


setelah beberapa saat para dokter dan para perawat masuk ke dalam kamar yang di


tempati Lisa di rawat.


Kondisi Lisa dalam keadaan keritis dan itu membuat tubuhnya


tidak berhenti kejan-kejan, Abdy yang melihat itu merasa sangat takut, takut


jika sesuatu hal yang buruk terjadi kepada Lisa.


Para dokter mulai memeriksa keadaan Lisa, Abdy dan Becca di


suruh untuk keluar sejenak, karna dokter mengatakan kalau mereka berdua berada


di dalam kamar, mereka hanya akan menggangu dokter untuk memeriksa keadaan


pasien.


Wajah Abdy terlihat sangat panik, ketika ia di suruh keluar


oleh dokter, karna ia merasa sangat khawatir, kwatir terjadi sesuatu yang


buruk.


“Kakak ipar, aku sangat takut terjadi sesuatu yang buruk


dengan Lisa.” Abdy tampa sengaja menyandarkan dahinya di bahu Becca.


untuknya dan juga untuk Becca.


Sementara Becca yang melihat adik iparnya menyandarkan


dahinya di punggunnya, mengusap pelan kepala Abdy sambil berkata.


“Sabar Dy, semuanya pasti akan baik-baik saja.” Becca


menguatkan Abdy karna yang ia lihat saat ini Abdy terlihat begitu sangat lemah.


Setelah beberapa saat para dokter keluar dari dalam ruangan


yang Lisa tempati di rawat, Abdy yang melihat itu dengan segera menghampiri


dokter.


“Bagaimana dengan keadaan calon istri saya dokter?” tanya


Abdy pelan.


“Alhamdulillah, kondisi pasien saat ini sudah setabil, masa


kritis telah berlalu dan sebentar lagi pasien akan segera sadar.” Dokter


menjelaskan.


Abdy yang mendengarkan kata yang keluar dari dalam mulut


dokter, merasa sangat senag, mungkin karna terlalu senang mendengar kata yang


keluar dari dalam mulut dokter, Abdy tampa sengaja lansung memeluk dokter yang


tengah berdiri di hadapannya dengan sangat erat.


“Terimakasih banyak dokter, terimakasih banyak.” Abdy


memeluk erat tubuh dokter yang ada di hadapannya.


Becca yang ikut mendengar apa yang di katakan dokter merasa


sangat senang, di tambah melihat wajah Abdy yang kini terlihat ceria sambil


memeluk dokter yang ada di hadapannya.


Becca mengeluarkan hapenya dari dalam kanton celananya dan


mulai menghubungi Nabila dan juga Clarisa, karna Becca ingin mereka juga mengetahui


hal bahagia itu.


Setelah melepas pelukannya dari tubuh dokter dengan segera


Abdy berlari masuk ke dalam kamar perawatan yang Lisa tempati. Tampa memanggil


atau mengajak Becca masuk.


Dengan senyuman merekah di bibirnya, Abdy berjalan ke arah


berangka yang Lisa tempati terbaring saat ini, Abdy meraih tangan Lisa lalu


mulai mengunkapkan semua isi hatinya yang selama ini ia pendam.


“Apa kamu tau Lis, kalau aku sangat mencintaimu, jangan


hanya melihat cintaku dari mataku, tapi rasakan dari dalam hatiku yang paling


dalam.” Abdy menaruh tangan Lisa di bagian jantungnya “Coba rasakan Lis, apa


kamu merasakan detak jantung ini? Jantung ini hanya berdetak untukmu selamanya.


Cepat sadar dan pulih Lis agar kita segera melaksanakan ikrar janji suci cinta


kita dengan mengikatnya dengan nama pernikahan. Aku mencintaimu awal aku

__ADS_1


merasakan detak jantung ini berdetak hanya untukmu.”


Abdy mengunkapkan semua yang ia rasakan untuk Lisa berharap


Lisa akan bangun jika ia merasakan detak jantungnya, dan lagi-lagi ia tidak


menyadari kalau saat ini Lisa telah sadar dan mendengar semua kata-kata cinta


yang keluar dari dalam mulut Abdy.


Sebenarnaya Lisa telah sadar ketika dokter keluar dari dalam


ruangan yang ia tempati, ia melihat sekelilin ruangan yang ia tempati namun


tidak menemukan siapapun, hingga akhirnya ia mendengar suara Abdy dari luar


ruangan yang ia tempati.


Ketika Lisa melihat Abdy masuk ke dalam kamar perawatan yang


ia tempati dengan segara ia menutup matanya kembali, karna ia ingin memberi


kejutan untuk Abdy, namun ia tidak pernah menduga kalau Abdy akan mengatakan


semua isi hatinya kepadanya, dan itu membuat Lisa meneteskan air matanya karna


merasa terharu dengan semua yang Abdy katakan padanya.


Lisa meneteskan air matanya dan Abdy juga tidak menyadari


hal itu, karna air mata Lisa keluar dan lansung jatuh di atas bantal yang ia


gunakan.


“Cepat sadar sayang.” Abdy mengecup lembut dahi Lisa ketika


selesai mengatakan itu.


Setelah melakukan itu Abdy berjalan ke arah kamar mandi


untuk segera membersikan diri, karna hingga siang ini ia belum membersikan


tubuhnya.


Abdy meraih paper beg yang Becca bawa untuknya, lalu melihat


isinya dan ternyata isinya adalah pakaian ganti untuknya.


Setelah itu ia berjalan ke arah kamar mandi untuk segera


membersikan diri.


Becca masuk ke dalam ruangan yang di tempati Lisa, dan


melihat Lisa tengah membuka matanya.


“Lisa.” Becca berteriak pelan sambil berjalan ke arah


berangka yang Lisa tempati.


Lisa yang mendengar suara teriakan Becca dengan segera


menaruh jari tangannya di bibirnya.


Husss.


“Jangan ribut.” Ucap pelan Lisa meskipun suaranya agak


sedikit serak, namun Becca masih mengerti dengan apa yang baru saja Lisa


katakan.


Becca yang mendengar ucapan Lisa menutup bibirnya dengan


jari telunjuknya, sambil berjalan mendenkat ke arah Lisa yang kini tengah


terseyum hangat melihat ke arahnya.


“Kamu sadar Lis?” memeluk tubuh Lisa dengan sangat pelan “Aku


sangat senang melihatmu telah sadar.” Becca melepas pelukannya dari tubuh Lisa


dengan meneteskan air mata..


“Iya, Ca, aku sudah sadar daritadi, cuman aku sengaja tidak


memberitahukan ini kepada Abdy karna aku ingin memberi kejutan untuknya,


kajutan kalau aku telah sadar.”


Lisa melihat ke arah pintu kamar mandi ketika selesai


mengatakan itu,  karna ia tidak ingin


Abdy tau kalau saat ini ia telah sadar.


“Kenapa kamu tidak ingin memberitahukan hal ini kepada Abdy?


Apa kamu tau? Abdy begitu sangat sedih dan terluka melihatmu sakit seperti ini,


ia tidak pernah berhenti menyesali semuanya, karna ingin memberi kejutan di


hari ulan tahungmu ia tidak mengatakan yang sebenarnya kalau orang tua kalian


telah merestui hubungn kalian berdua untuk menikah, bahkan pernikahan yang di


siapkan di rumahmu adalah pernikahan untukmu dan juga untuk Abdy.” Becca mengatakan


semuanya karna menurutnya Lisa harus tau yang sebenarnya agar tidak ada kesala


pahaman nantinya.


Becca mengatakan semuanya, mulai dari hubungan ke dua orang


tuanya dan juga orang tua Aby, mereka adalah sahabat dekat sewaktu mereka masih


muda.


Lisa yang mendengar semua cerita yang keluar dari dalam


mulut Becca, tersenyum sekaligus merasa sedikit terkejut karna tidak menyangka


kalau Ayahnya adalah sahabat dekat Nabila ibu dari Aby dan Abdy.


“Benarkah?” Lisa memastikan apa yang baru saja keluar dari


dalam mulut Becca.


“Iya semuanya benar.”


“Baiklah Becca, apa aku bisa meminta tolong kepadamu?” tanya


Lisa pelan.


“Tentu saja boleh,” Becca tersenyum hangat ketika selesai


mengatakan itu, karna menolong Lisa bukanlah hal yang besar, sama yang pernah


Lisa lakukan untuknya.


“Maaf sebelumnya, aku ingin kamu memberiku sedikit waktu


berdua dengan Abdy, maaf” Lisa meraih tangan Becca ketika mengatakan itu karna


ia tidak ingin Becca tersinggun dengan apa yang ia katakan.


Becca yang mendengar itu tersenyum, karna ia mengerti dengan


apa maksud ucapan Lisa yang meminta sedikit waktu berdua dengan Abdy.


“Baiklah. Aku akan keluar, namun kamu harus janji kalau kamu


harus mengatakan semuanya kepada Abdy ok.”

__ADS_1


“Ok, aku janji.”


__ADS_2