
"Gadis?, gadis yang mana?." Aby mencoba mengingat siapa gadis yang telah bersamanya tadi siang. "O, iya, aku ingat. Namanya Rani."
"Ngak penting aku mengetahui mananya, aku hanya ingin tau apa yang kamu lakukan dengannya di dalam ruangan itu?," ucap Becca sedikit kesal.
"Memangnya kenapa?, apa kamu cemburu dengan itu?." itulah pertanyaan Aby, membuat wajah Becca berubah menjadi merah. Becca tak pernah menyadari kalau dari pertanyaan itu tersimpan kecemburuannya pada Aby.
"Apa!, aku cemburu dengannya?, apa itu ngak salah?, kalau aku mau aku akan melakukan hal yang sama, sama yang kamu lakukan tadi siang.
Mendengar ucapan Becca barusan Aby merasa sangat kesal. Hingga akhirnya Aby menatap tajam ke arah Becca lalu berjalan ke arahnya.
Mendapat tatapan tajam itu Becca merasa takut hingga akhirnya melangkah kebelakang. Namun langkahnya terhenti ketika kakinya menabrak tiang kursi hingga akhirnya terjatuh di atas kursi lalu duduk. Namun tak sampai di situ saja Aby masih menatap tajam ke arah wajah Becca. Kini jarak antara wajah Becca dan wajah Aby hanya berjarak sekitar beberapa centi lagi. Dan itu membuat jantung Becca bedetak tak karuan.
__ADS_1
"Kamu mau ngapain?." itulah pertanyaan utama yang keluar dari mulut Becca.
"Kamu jangan pernah mengatakan itu lagi, aku tak suka mendengarnya, dan satu hal yang harus kamu tau, Rani itu adalah kelienku kami hanya sebatas rekan kerja tak lebih. Jika kamu masih berani mengataka itu lagi aku akan?..." ancam Aby pada Becca. Aby pun berdiri lalu berjalan. Setelah beberapa langkah Becca kembali bertanya.
"Akan apa?." Becca penasaran.
Aby pun berbalik melihat ke arah wajah Becca "Kamu fikirkan saja, apa yang biasa di lakukan oleh sepasang suami istri." itulah jawabam yang keluar dari mulut Aby kemudian melanjutkan langkahnya kembali menuju arah kamarnya.
"Apa!, Aby ingin meminta haknya padaku?, kenapa Aby bisa mengatakan itu?, apa dia melihat bagian tubuhku di dalam kamar mandi tadi, sehingga dia mengatakan itu. Apakah aku bisa memenuhi semua itu nantinya. Memikirkannya saja aku belum pernah." Becca mengambil Bantal kursi lalu menutupi wajahnya karna merasa sangat malu.
Waktu terus berlalu Becca selalu ke kampus seperti biasanya. Sementara Aby ke kantor. Namun kali ini tampa Becca ketahui seseorang telah mengikuti Becca kemanapun dia pergi.
__ADS_1
"Ternyata gadis ini bersembunyi di indonesia, kalau bos sampai mengetahuinya, pasti dia akan sangat bahagia. Karna gadis pujaanya telah berhasil kami temukan."
Siang ini Becca duduk di taman kampusnya bersama Arlin dan juga Arka. Mereka bertiga selalu bersama ketika berada di area kampus.
"Becca, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu." Arka melihat ke arah Becca dan juga Arlin.
"Apa!, katakan saja yang ingin kamu katakan," ucap Becca tersenyum melihat ke arah Arka.
Melihta tingkah Arka. Arlin bisa menebak apa yang akan di katakan Arka pada Becca.
"Dasar pria berengsek, tak tau malu, maunya enaknya saja di suruh tanggun jawab, malah menuduh yang tidak -tidak." umpat Arlin, mengusap perutnya. "Namun biarkan saja, setelah mengetahui kalau Becca telah memiliki suami, kamu akan merasa, bagaimana rasanya tak di anggap, oleh orang yang kamu inginkan sebagai kekasih sementaramu."
__ADS_1