
Kemal yang tadinya ingin menutup jendela pintu gerban tersebut mengurungkan niatnya setelah Hamish berkat.
"Jika kamu masih menyayangi anggota keluargamu, cepat buka pintu gerban ini. Atau besok kamu akan melihat seluruh anggota keluargamu mati dengan cara mengenaskan." Hamish mengancam Kemal.
Kemal yang mendengar itu, bergidik ngeri. Ia tau Hamish tak pernah main -main dengan ancamannya.
Lalu dengan segera Ia membuka pintu gerban tersebut, Hamish dan Doni beserta semua Body guar Hamish masuk. Namun tidak dengan Aby, Hamish tak ingin Aby masuk, karna pasti Roy mengenalinya.
Melihat semua orang tengah masuk ke dalam rumah mewah Roy. Aby merasa sangat kesal, karna hanya tinggal berdiam diri di dalam mobil saja. Hingga akhirnya Ia turun, lalu berjalan ke arah belakam sambil mengikuti titik merah tersebut.
Aby berjalan cukup jauh ke belakan rumah mewah Roy. Hingga akhirnya Ia menemukan sebuah tangan yang tengah mengantung di jendela.
Pelan -pelan Aby berjalan, sambil melihat tangan tersebut. Setelah cukup dekat Aby memperhatika tangan itu dengan seksama.
Aby tersenyum senang ketika melihat cincin yang Ia kenal, kini tengah melingkar di jari orang yang tengah mengantungkan tangannya di jendela.
"Becca." Aby memanggil Becca dengan nada suara pelan, namun Becca tak mendengar panggilannya. "Becca." panggil Aby lagi.
Becca yang mendengar namanya di panggil, melihat keluar jendela, lalu melihat ke arah Aby yang kini tengah melambaikan tangan melihatnya.
"Aby." Becca meneteskan air mata di saat melihat Aby.
Becca mengeluarkan tangannya. Berharapa agar tangannya segera sampai pada Aby. Namun apa daya, saat ini Aby berada di luar pagar sementara dirinya berada di lantai dua.
"Aby." Becca menangis "Hiks, hiks, hiks." Mengeluarkan tangannya di jendela.
Aby mulai mencari jalan agar bisa masuk tampa ketahuan oleh para penjaga. Aby merasa sangat sedih melihat istrinya tengah menangis bersedih seperti itu.
Hingga akhirnya Aby menemuka jalan untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Meskipun cara masuknya harus mengendap agar tak ketahuan oleh para pengawal rumah tersebut.
*****
Setelah Hamish masuk ke dalam rumah Roy, dengan segera Kemal, berlari masuk, untuk memberitahukan Roy, kalau saat ini Daddy Rebecca tengah berada di sini.
Tampa mengetuk pintu ruangan Roy. Kemal masuk, dan langsun berlari mendekat ke arah Roy.
Roy, yang melihat anak buahnya, berlari seperti itu, agak sedikit bingun.
__ADS_1
Roy pun berkata. "Kamu kenapa?" dengan nada suara datar.
"Bos" nada suara gos, gosan "Bos, Tuan Hamish dan para anak buahnya berada di sini." Kemal sedikit takut ketika mengatakan itu pada Roy.
"Apa!" terkejut "Hamish di sini? bagaimana mungking Ia tau tempat ini?" melihat ke arah Kemal.
"Aku juga tak tau Bos, sekarang mereka ada di luar."
Roy yang nampak kesal dengan apa yang dikatakan anak buahnya, langsung menampar wajah Kemal.
Plak.
Satu tamparan mendarat di wajah Kemal. Kemal yang mendapat tamparan dari Bosnya hanya bisa terdiam sambil memegan wajahnya.
"Bagaimana bisa Hamish masuk ke sini? Mha, jawab!" Roy membentak
Kemal yang mendapat pertanyaan dari Roy. hanya menundukkan wajahnya terdiam tak menjawab.
Karna difikiran Kemal saat ini, menjawab tak menjawab keduanya sama saja. Keduanya akan mendapat marah dari Bosnya yang tak memiliki hati itu.
Setelah cukup puas dengan kemarahannya. Roy menetralisir fikirannya yang sedang kacau itu. Wajah yang tadinya sangat marah dan kesal, kini Ia merubah seperti tak terjadi apapun antara dirinya dan Kemal.
Roy agak terkejut melihat itu semua.Namun dengan cepat Roy merubah ekspresi wajahnya.
Dengan rama Roy berkata. "Selamat datang di Penthouse aku Calon Ayah Mertua?" dengan bangga Roy mengatakan itu pada Hamish "Ada angin apa yang membawa anda datang kemari secara tiba -tiba?"
Hamish dan Doni yang mendengar apa yang tengah Roy katakan, tersenyum sinis.
Roy duduk, lalu mempersilahkan Hamish duduk beserta para anak buahnya.
"Silahkan duduk Calon Ayah Mertua, dan kalian semua silahkan duduk" menunjuk kepada para Body Guard Hamish.
Tanpa duduk Hamish langsun berkata. "Dimana putriku Roy?" pertanyaan itu membuat Roy merasa terkejut. Hamish menatap tajam ke arah Roy.
Roy membulatkan matanya melihat ke arah Hamish, kemudian tertawa untuk menghilangkan keterkejutannya.
Roy pun berkata. "Apa maksud anda Tuan Hamish? aku tak mengerti! dan soal putri anda?, aku tak pernah melihatnya." wajah Roy sedikit gugup ketika mengatakan itu.
__ADS_1
Hamish tertawa renyah ketika mendengar apa yang dikatakan Roy. Hamish berjalan mendekat ke arah Roy, lalu merangkulnya dengan pelan, lalu kembali berkata.
"Dimana putriku? Hem, kamu pasti mengetahui dimana putriku saat ini" menepuk pelan bahu Roy "Kamu pasti tau tujuan aku datang kemari."
Kata -kata Hamish seperti ancaman bagi Roy. Namun dengan cepat Roy berkata.
"Sungguh aku tak melihatnya Tuan Hamish. Aku berani bersumpah." Roy berjalan sedikit menjauh dari Hamish.
"Baiklah, kalau kamu tak mau memberi tahukan keberadaan putriku. Aku akan menyuruh para anak buahku mengeledah seluruh isi rumah mewahmu ini." Hamish sedikit mengancam dan itu membuat Roy berkeringat dingin.
*****
Aby mulai menaiki anak tangga, untuk naik ke lantai atas. Pelan -pelan Aby berjalan menelusuri lorong rumah Roy, karna di lorong rumah Roy ada beberapa pengawal yang tengah berjaga -jaga.
Aby melihat ke sana kemari. Memperhatikan gerak -gerik para pengawal yang kini tengah berjaga di depan sebuah kamar.
"Mungkin itu kamar yang di tempati Becca." Guman Aby.
Aby mendengar suara ribut -ribut dari arah ruang tengah dan itu membuat para pengawal tersebut berlari turun.
Sementara Aby mengambil kesempatan untuk segera ke kamar tersebut.
Aby berlari ke arah kamar, setelah sampai di depan kamar Becca di sekap. Aby memutar kenop pintu dan mencoba untuk membukanya. Namun hasil ternyata pintunya terkunci.
Becca yang merasa pintu Ia tempati berusaha di buka, berkata.
"Sayang apa itu kamu?" ucap Becca dari dalam.
"Iya, sayang. Sekarang kamu minggir, aku akan mendobrak pintu ini."
Mendengar kata Aby. Becca berjalan sedikit menjauh dari pintu. Semetara Aby mulai mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut. Cukup lama Aby berusaha, hingga akhirnya pintu kamar berhasil Ia buka.
Setelah pintu kamar terbuka dengan segara Aby berjalan masuk dan langsun berhambur memeluk Becca.
"Sayang, apa kamu baik -baik saja?" memegan wajah Becca, lalu membanjirinya dengan ciuman hangat lalu kembali memeluknya dengan sangat erat.
Becca hanya mengangukkan kepalanya, tak menjawab ketika Aby bertanya padanya.
__ADS_1
Becca yang mendapat pelukan hangat dari Aby. Membalas pelukannya dengan sangat erat.