
Setelah Lisa mulai berhenti bertingkah aneh, bahkan saat ini
Lisa mulai tidak sadarkan diri. Abdy mengankat tubuh Lisa, namun sebelum ia
mengankatnya, Abdy mengambil jubah mandi, untuk Lisa kenakan.
Abdy menutup matanya ketika menbuka gaun yang Lisa kenakan,
awalnya ia berpikir ingin meminta bantuan kepada kakak ipar, namun ia kembali
berpikir, apa yang akan di pikirkan kakaknya dan juga kakak iparnya ketika
melihat Lisa seperti itu dan untuk menghilangkan pemikiran buruk mereka Abdy
melakukannya sendiri.
“Maafkan aku Lisa, aku harus melakukan ini, karna jika kamu
terus mengenakan pakaian basah ini, besok kamu akan sakit.” Abdy menarik pelan
napasnya ketika mengatakan itu.
Abdy mulai membalikkan tubuh Lisa dalam bak mandi yang
terisi punuh dengan air, lalu menurunkan
resletin gaun yang Lisa kenakan, kemudian membuka gaun yang Lisa kenakan dan
hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.
“Astaga Lisa, kenapa tubuhmu begitu sangat menggodaku. Ahh.”
Kesal sendiri melihat pemandangan indah yang ada di hadapannya.
Abdy mengankat pelan tubuh Lisa dari dalam bak mandi, lalu
mebuatnya berdiri sejajar dengannya, lalu memakaiak jubah mandinya, dan setelah
memakaikan jubah mandi ke tubuh Lisa, Abdy meraba pelan tali pengait Bra Lisa
dan mulai membukanya.
“Ah, untuk yang satu itu, aku tidak perlu membukanya.” Maksudnya
celana dalam Lisa “Cukup yang ini saja yang terlepas.” Menatap Bra Lisa yang
kini ada di tangannya “Aku sudah seperti suamimu Lisa, menyentuh seluruh
barang-barang pribadimu.” Meletakka Bra Lisa di pinggir bak mandi, lalu
mengendongnya keluar dari dalam kamar mandi, kemudian berjalan ke arah tempat
tidur lalu merebahkan tubuh Lisa yang kini hanya mengenakan jubah mandi.
Setelah merebahkan tubuh Lisa di atas tempat tidur, Abdy
duduk di pinggir tempat tidur,sambil menatap wajah gadis yang telah mencuri
hatinya, gadis yang telah membuatnya merasakan rasa sakit ketika di tinggalkan.
Dan tau apa arti mencintai dan di cintai.
Abdy mengusap lembuat wajah Lisa, dan mengankat rambut yang
telah menghalanginya untuk melihat seluruh wajah yang di cintai.
“Apa yang kamu lakukan Lis? Kenapa kamu melakukan hal konyol
seperti itu? Masuk ke tempat seperti itu, itu bisa membuatmu celaka sendiri
seandainya aku tidak ada di sana. Apa yang akan terjedi denganmu?”
Abdy menarik napasnya, lalu membuangnya secara perlahan
ketika selesai mengatakan itu, lalu menyelimuti seluruh tubuh Lisa.
Abdy berangjak dari duduknya, lalu mengitari tempat tidur,
kemudian ikut merebahkan tubuhnya di sampin Lisa karna jujur saat ini ia sangat
mengantuk karna sudah larut malam.
Sementara di kamar Aby. Sudah hampir larut malam Becca belum
bisa memejamkan kedua matanya, karna saat ini Aby tertidur dalam keadaan
membelakanginya.
“Aby.” Merengek sambil menarik tubuh Abdy agar berbalik ke
arahnya.
Aby yang mendengar suara rengekan istrinya, membuka matanya
dan lansung berbalik melihat ke arah istrinya karna ia sangat takut kalau
kepala istrinya kembali sakit.
“Iya, sayang.” Suara serak “Kamu kenapa?” berbalik badan
sambil melihat ke arah Becca yang kini tengah melihat ke arahnya.
Tampa menjawab pertanyaan Aby. Becca lansung meraih tangan Aby lalu menaruh kepalanya di
bahunya kemudian memeluk tubuh Aby sambil membenamkan wajahnya di dada bidang
suaminya agar ia bisa tertidur.
Aby yang melihat tingkah istrinya tersenyum, namun tidak
berkata apapun karna saat ini ia sangat lelah dan mengantuk, Aby cuman membalas
pelukan istrinya dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.
Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya namun ke empat
pasangan tersebut masih belum ada yang terbangun. Aby sengaja tidak bangun
karna ia ingin istrahat lebih banyak lagi, karna sebentar siang mereka akan
segera kembali ke kota tempat asal mereka.
Sementara di kamar yang di tempati Abdy dan Lisa. Lisa mulai
mengeliat lalu membuka matanya secara perlahan.
“Hup, aku ada dimana?” melihat sekelilin kamar yang di
tempatinya saat ini “Siapa yang membawaku ke sini? Semalam kan aku ada di Clap.”
Mencoba mengingat namun tidak mengingat, hanya sedikit yang di ingatnya, itu
hanya ketika ia meminum jus selebihnya ia tidak mengingat apapun.
Lalu melihat ke arah pakaian yang di kenakannya saat ini. “Mha,
pakaianku.” Terkejut karna melihat jubah mandi yang di kenkananya adalah milik
Abdy.
Dan keterkejutannya bertambah ketika ia melihat bagian
kenyalnya yang tidak mengenakan Bra. “Kemana Braku, siapa yang telah
membukanya? Apa terjati sesuatu yang tidak aku sadari.” Bangun lalu duduk di
atas tempat tidur sambil melihat ke arah sampinnya dan melihat Abdy masi setia
menutup kedua matanya. “Apa Abdy melakukan sesuatu dengannku? Ahh, tidak Abdy
tidak akan melakukan hal itu.” Melawan ucapannya sendiri karna jujur saat ini
Lisa takut dengan apa yang telah terjadi dengannya.
“Bangun!” melempar bantal ke arah Abdy yang kini masih
tertidur dalam posisi membalakanginya.
__ADS_1
Abdy yang mendapat hantaman bantal di bagian belakangnya,
terkejut dan lansung berbalik badan melihat ke arah Lisa yang kini dalam ke
adaan duduk.
Jantung Lisa mulai berdetak tidak karuan, karna merasa
sangat takut, takut jika Abdy melakukan sesuatu yang tidak di inginkannya.
“Ada apa Lis!?” kesal sekaligus terkejut karna mendapat
hantaman bantal dari Lisa.
Abdy bangun lalu duduk, sambil mengumpulkan semua nyawanya
karna baru bangun di tambah Lisa telah membuatnya sangat terkejut.
“Apa yang sudah kamu lakuka?” melihat tajam ke arah Abdy
yang kini melihat ke arahnya.
Abdy yang mendengar pertanyaan Lisa, bingun karna ia memang
tidak melakukan apa-apa.
“Aku tidak melakukan apapun.”
“Bohong! Lalu kenapa aku mengenakan jubah mandimu, dan
pak...huhuhu. Abdy apa yang sudah kamu lakukan?” Lisa mulai menangis ketika
mengatakan itu.
Abdy yang melihat Lisa menangis, terkejut. “Lisa, kamu
jangan menangis, tidak ada yang terjadi.” Abdy berusaha menenangkan Lisa.
“Bohong! Kamu pasti berbohong kan Dy.” Menarik kemeja yang
Abdy kenakan dan tampa sengaja Lisa melihat bekas merah yang banyak di dada
Abdy “Lalu ini semua apa? Jawab Dy, kenapa banyak bekas merah seperti ini di
dadamu?”
“Itu semua karna ulahmu.”
“Apa!” terkejut, sambil membulatkan matanya tidak percaya
dengan apa yang Abdy katakan.
“Bohong!”
“Sumpah Lis, tanda merah ini, semuanya kamu yang membuatnya.”
Abdy mengatakan itu sambil menaikkan kedua jarinya.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy menangis sejadi-jadinya.
Hiks, hiks, hiks.
“Apa yang sudah kamu lakukan Dy.” Lisa memeluk sendiri
tubuhnya setelah selesai mengatakan itu.
“Aku tidak melakukan apapun Lis.” Berkata pelan.
“Lalu kemana gaun yang aku kenakan semalam?”
“Di dalam kamar mandi, maksud aku gaun yang kamu kenakan
semalam ada di dalam kamar mandi.”
“Kenpa ada di dalam kamar mandi? Bukannya semalam aku
mengenakannya dan sekarang, huuaaaa.” Lisa kembali menangis sejadi-jadinya
ketika selesai mengatakan itu.
berusaha menenangkan. “Lis, Lis, dengar semua yang kamu pikirkan saat ini
tidaklah terjadi. Sungguh aku tidak melakukan apapun.”
Abdy memegan kedua pundak Lisa ketika mengatakan itu. Namun Lisa
tidak kunjung tenang, dan bahkan saat ini Lisa seperti anak kecil
menendang-nendangkan ke dua kakinya.
Melihat itu, Abdy merasa sangat bingun sekaligus ingin
tertawa malihat tinggkah Lisa yang terlihat sangat lucu, ternyata menenangkan
seorang wanita terjanya sangat menyusahkan, itulah yang terlintas dalampikran
Abdy saat ini.
Karna merasa bingun mencari cara agar Lisa tenang dan diam,
Abdy memilih mencium bibir Lisa dengan sangat lembut, awalnya Lisa melakukan
perlawanan, namun setelah Abdy memegan ke dua tangannya Lisa terdiam dan mulai
menikmati ciuman Abdy.
Abdy yang melihat Lisa mulai terdiam melepas pautan bibirnya
dan menatap wajah Lisa yang kini basah karna air mata.
“Dengar Lis” memegan wajah Lisa dengan kedua tangannya “Aku
bukan pemuda berengsek seperti itu yang akan memampaatkan ketidak sadaranmu
untuk melakukan hal yang tidak kamu sukai. Dengar Lis, semalam kamu terpengaruh
obat perangsang dalam dosis tinggi dan itu membuatku harus membawamu masuk ke
dalam kamar mandi dan menyirami seluruh tubuhmu dengan air, karna jika aku tidak
melakukan hal itu kamu tidak akan berhenti menggodaku dan bahkan kamu telah
membuatnya?... ah sudahlah kamu pasti mengerti soal itu.”
Abdy menjelaskan yang sebenarnya karna ia ingin agar Lisa
terdiam dan berhenti menangis.
Sementara Lisa yang mendengar semua penjelasan Abdy, terdiam
sekaligus terkejut dan sedikit tidak percaya dengan apa yang Abdy katakan.
“Benar,kamu tidak melakukan hal yang aneh denganku?”
menudukkan wajah karna malu.
“Sumpa,demi ke dua orang tuaku. Aku tidak melakukannya.” Tersenyum
melihat ke arah wajah Lisa yang terlihat malu-malu.
“Tapi kenapa?...” menunduk sambil memegan kedua sisis leher
jubah yang ia kenakan.
“Ah, maaf, semalam aku membukanya. Tapi sumpah Lis, aku
hanya membuka pengaitnya saja tidak kurang dan tidak lebih.” Tersenyum jail
melihat ke arah Lisa yang kini tengah melihatnya.
Lisa yang melihat tatapan jail Abdy merasa sangat malu, malu
karna Abdy telah menyentuh pakain dalamnya.
“Maaf.”
“Maaf, untuk apa?” bingun
__ADS_1
“Karna aku telah menuduhmu yang tidak-tidak.”
“Ah, sudahlah sekarang kamu mandi,biar kamu merasa enakan.”
Abdy mulai berangjak ingin turun dari atas tempat tidur, namun dengan segera Lisa
menarik tangan Abdy dan lansung mengatakan.
“Abdy, aku mencintaimu.”
Sebuah kata konyol yang tiba-tiba keluar dari mulut Lisa.
Lisa sengaja mengatakan itu, karna ia ingin tau perasaan
Abdy yang sebenarnya, mungkin Abdy akan berpikir aneh dengan apa yang baru saja
ia katakannya, namun merasa bodo, karna yang ingin ia tau hanya perasaan Abdy
yang sebenarnya untuknya.
Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang mengatakan kalau ia
mencintainya, terkejut sekaligus merasa sangat senang, namun tidak
memperlihatkannya, karna ia takut Lisa hanya bercanda dengan apa yang baru saja
ia katakan.
Abdy berbalik melihat ke arah Lisa, lalu beralih melihat
tangannya yang pegan oleh Lisa.
“Lepaskan tangan aku Lis.” Dengan santainya Abdy mengatakan
itu.
“Kenapa? Apa kamu tidak mencintaiku?” tersenyum meskipun
merasa sedih, karna Lisa berpikir kalau Abdy benar-benar tidak mencintainya.
Lisa menatap wajah Abdy dengan penuh harapan ketika selesai
mengatakan itu.
“Iya, bukan itu Lis.” Melepas tangan Lisa yang ada di
pergelangan tanganya, lalu turun dari tempat tidur kemudian berjalan ke arah
sopa.
Lisa yang melihat Abdy, turun dari atas tempat tidur, ikut
turun dan berjalan di belakang Abdy. Lisa pun berdiri di belakang Abdy sambil berkata.
“Lalu apa Dy? Oh, maaf sekarang aku baru sadar” menertawai
dirinya sendiri “Kalau ternyata kamu tidak mencintaiku.” Lisa meneteskan air
mata ketika selesai mengatakan itu.
Lisa mulai berbalik badan, karna ingin segera membersikan
diri, sekaligus ingin segera pergi dari kamar yang di tempatinya bersama Abdy
saat ini. Karna jujur ia sudah tidak tahan lagi.
“Bukan karna itu Lis. Jujur aku juga sangat mencintaimu.” Ucapan
Abdy tiba-tiba menghentikan langkah Lisa yang ingin berjalan masuk ke dalam
kamar mandi.
Lisa pun berbalik melihat ke arah Abdy yang kini masih
membelanginya, lalu berkata.
“Lalu apa yang menghalangi cinta kamu itu untukku Dy?” tanya
Lisa pelan.
“Adi calon suamimu. Aku tidak mau di sebut sebagai perebut
calon istri orang.” Abdy berbalik melihat ke arah Lisa ketika selesai
mengatakan itu.
Sementara Lisa yang mendengar ucapan Abdy, tersenyum senang
karna ia sudah tau apa yang membuat Abdy berubah seperti itu kepadanya.
“Benar Dy, kamu mencintaiku?” Lisa kembali memastikan kalau
Abdy benar-benar mencintainya.
“Jujur dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, kalau aku
sangat, sangat mencintaimu Lis, apa kamu tau ketika kamu pergi meninggalkanku
dan tidak memberi kabar, aku merasa sangat sakit hati Lis, rasa sakitku tidak
bisa ku ungkapkan dengan sebuah kata-kata, dan ketika aku melihat wajahmu di
panggilan Vidio coolmu setelah bebearapa bulan kepergianmu? Aku merasa sangat
senang dan bahagia, dan kembali sakit ketika kamu mengatakan kalau kamu telah
memiliki calon suami, hatiku sakit Lis, saakiit. Namun semuanya itu aku tahan
karna aku tidak ingin menggangu hubunganmu dengan calon suamimu.” Abdy terlihat
sedih ketika selesai mengatakan itu.
Lisa yang mendengar ungkapan cinta Abdy untuknya kembali
tersenyum bahagia. Karna merasa sangat bahagia tampa berkata apapun lagi, Lisa
lansung mencium bibir Abdy dengan begitu sangat lembut karna merasa sangat
bahagia, rasa yang selama ini ia pendam ternyata sama yang telah Abdy rasakan,
rasa cinta yang berbulan-bulan Lisa simpan dalam lubuk hatinya kini ia luapkan
dengan cara mencium bibir Abdy dengan begitu sangat lembut, dan sela ciuman Lisa
mengatakan.
“Aku sangat mencintaimu Dy, sangat mencintaimu.”
Abdy yang heran melihat Lisa yang kini tengah menciumnya dan
mengatakan cinta padanya. Memegan wajah Lisa dan berusaha melepas pautan bibir
Lisa yang kini tengah menempel di bibirnya, karna Abdy tidak membalas ciuman Lisa.
“Apa yang kamu lakukan Lis? Apa kamu sadar dengan apa yang
telah kamu lakukan saat ini?” tanya Abdy sambil memegan wajah Lisa dengan kedua
tangannya.
“Iya aku sadar” tersenyum bahagia “Yang aku aku lakukan ini
sudah benar.”
“Maksud kamu apa Lis? Berbicara seperti itu?”
“Maafkan aku Dy, sebenarnya Adi itu kakak sepupu aku dan
bukanlah calon suamiku.”
“Apa!” terkejut sekaligus merasa senang “Benar Lis? Adi itu
hanya kakak sepupu kamu? Dan bukanlah calon suamimu?”
“Iya” menganggukkan kepala sambil tersenyum melihat ke arah
wajah Abdy yang kini terlihat sangat bahagia.
__ADS_1