Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.168


__ADS_3

Setelah Lisa mulai berhenti bertingkah aneh, bahkan saat ini


Lisa mulai tidak sadarkan diri. Abdy mengankat tubuh Lisa, namun sebelum ia


mengankatnya, Abdy mengambil jubah mandi, untuk Lisa kenakan.


Abdy menutup matanya ketika menbuka gaun yang Lisa kenakan,


awalnya ia berpikir ingin meminta bantuan kepada kakak ipar, namun ia kembali


berpikir, apa yang akan di pikirkan kakaknya dan juga kakak iparnya ketika


melihat Lisa seperti itu dan untuk menghilangkan pemikiran buruk mereka Abdy


melakukannya sendiri.


“Maafkan aku Lisa, aku harus melakukan ini, karna jika kamu


terus mengenakan pakaian basah ini, besok kamu akan sakit.” Abdy menarik pelan


napasnya ketika mengatakan itu.


Abdy mulai membalikkan tubuh Lisa dalam bak mandi yang


terisi punuh  dengan air, lalu menurunkan


resletin gaun yang Lisa kenakan, kemudian membuka gaun yang Lisa kenakan dan


hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.


“Astaga Lisa, kenapa tubuhmu begitu sangat menggodaku. Ahh.”


Kesal sendiri melihat pemandangan indah yang ada di hadapannya.


Abdy mengankat pelan tubuh Lisa dari dalam bak mandi, lalu


mebuatnya berdiri sejajar dengannya, lalu memakaiak jubah mandinya, dan setelah


memakaikan jubah mandi ke tubuh Lisa, Abdy meraba pelan tali pengait Bra Lisa


dan mulai membukanya.


“Ah, untuk yang satu itu, aku tidak perlu membukanya.” Maksudnya


celana dalam Lisa “Cukup yang ini saja yang terlepas.” Menatap Bra Lisa yang


kini ada di tangannya “Aku sudah seperti suamimu Lisa, menyentuh seluruh


barang-barang pribadimu.” Meletakka Bra Lisa di pinggir bak mandi, lalu


mengendongnya keluar dari dalam kamar mandi, kemudian berjalan ke arah tempat


tidur lalu merebahkan tubuh Lisa yang kini hanya mengenakan jubah mandi.


Setelah merebahkan tubuh Lisa di atas tempat tidur, Abdy


duduk di pinggir tempat tidur,sambil menatap wajah gadis yang telah mencuri


hatinya, gadis yang telah membuatnya merasakan rasa sakit ketika di tinggalkan.


Dan tau apa arti mencintai dan di cintai.


Abdy mengusap lembuat wajah Lisa, dan mengankat rambut yang


telah menghalanginya untuk melihat seluruh wajah yang di cintai.


“Apa yang kamu lakukan Lis? Kenapa kamu melakukan hal konyol


seperti itu? Masuk ke tempat seperti itu, itu bisa membuatmu celaka sendiri


seandainya aku tidak ada di sana. Apa yang akan terjedi denganmu?”


Abdy menarik napasnya, lalu membuangnya secara perlahan


ketika selesai mengatakan itu, lalu menyelimuti seluruh tubuh Lisa.


Abdy berangjak dari duduknya, lalu mengitari tempat tidur,


kemudian ikut merebahkan tubuhnya di sampin Lisa karna jujur saat ini ia sangat


mengantuk karna sudah larut malam.


Sementara di kamar Aby. Sudah hampir larut malam Becca belum


bisa memejamkan kedua matanya, karna saat ini Aby tertidur dalam keadaan


membelakanginya.


“Aby.” Merengek sambil menarik tubuh Abdy agar berbalik ke


arahnya.


Aby yang mendengar suara rengekan istrinya, membuka matanya


dan lansung berbalik melihat ke arah istrinya karna ia sangat takut kalau


kepala istrinya kembali sakit.


“Iya, sayang.” Suara serak “Kamu kenapa?” berbalik badan


sambil melihat ke arah Becca yang kini tengah melihat ke arahnya.


Tampa menjawab pertanyaan Aby. Becca lansung  meraih tangan Aby lalu menaruh kepalanya di


bahunya kemudian memeluk tubuh Aby sambil membenamkan wajahnya di dada bidang


suaminya agar ia bisa tertidur.


Aby yang melihat tingkah istrinya tersenyum, namun tidak


berkata apapun karna saat ini ia sangat lelah dan mengantuk, Aby cuman membalas


pelukan istrinya dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.


Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya namun ke empat


pasangan tersebut masih belum ada yang terbangun. Aby sengaja tidak bangun


karna ia ingin istrahat lebih banyak lagi, karna sebentar siang mereka akan


segera kembali ke kota tempat asal mereka.


Sementara di kamar yang di tempati Abdy dan Lisa. Lisa mulai


mengeliat lalu membuka matanya secara perlahan.


“Hup, aku ada dimana?” melihat sekelilin kamar yang di


tempatinya saat ini “Siapa yang membawaku ke sini? Semalam kan aku ada di Clap.”


Mencoba mengingat namun tidak mengingat, hanya sedikit yang di ingatnya, itu


hanya ketika ia meminum jus selebihnya ia tidak mengingat apapun.


Lalu melihat ke arah pakaian yang di kenakannya saat ini. “Mha,


pakaianku.” Terkejut karna melihat jubah mandi yang di kenkananya adalah milik


Abdy.


Dan keterkejutannya bertambah ketika ia melihat bagian


kenyalnya yang tidak mengenakan Bra. “Kemana Braku, siapa yang telah


membukanya? Apa terjati sesuatu yang tidak aku sadari.” Bangun lalu duduk di


atas tempat tidur sambil melihat ke arah sampinnya dan melihat Abdy masi setia


menutup kedua matanya. “Apa Abdy melakukan sesuatu dengannku? Ahh, tidak Abdy


tidak akan melakukan hal itu.” Melawan ucapannya sendiri karna jujur saat ini


Lisa takut dengan apa yang telah terjadi dengannya.


“Bangun!” melempar bantal ke arah Abdy yang kini masih


tertidur dalam posisi membalakanginya.

__ADS_1


Abdy yang mendapat hantaman bantal di bagian belakangnya,


terkejut dan lansung berbalik badan melihat ke arah Lisa yang kini dalam ke


adaan duduk.


Jantung Lisa mulai berdetak tidak karuan, karna merasa


sangat takut, takut jika Abdy melakukan sesuatu yang tidak di inginkannya.


“Ada apa Lis!?” kesal sekaligus terkejut karna mendapat


hantaman bantal dari Lisa.


Abdy bangun lalu duduk, sambil mengumpulkan semua nyawanya


karna baru bangun di tambah Lisa telah membuatnya sangat terkejut.


“Apa yang sudah kamu lakuka?” melihat tajam ke arah Abdy


yang kini melihat ke arahnya.


Abdy yang mendengar pertanyaan Lisa, bingun karna ia memang


tidak melakukan apa-apa.


“Aku tidak melakukan apapun.”


“Bohong! Lalu kenapa aku mengenakan jubah mandimu, dan


pak...huhuhu. Abdy apa yang sudah kamu lakukan?” Lisa mulai menangis ketika


mengatakan itu.


Abdy yang melihat Lisa menangis, terkejut. “Lisa, kamu


jangan menangis, tidak ada yang terjadi.” Abdy berusaha menenangkan Lisa.


“Bohong! Kamu pasti berbohong kan Dy.” Menarik kemeja yang


Abdy kenakan dan tampa sengaja Lisa melihat bekas merah yang banyak di dada


Abdy “Lalu ini semua apa? Jawab Dy, kenapa banyak bekas merah seperti ini di


dadamu?”


“Itu semua karna ulahmu.”


“Apa!” terkejut, sambil membulatkan matanya tidak percaya


dengan apa yang Abdy katakan.


“Bohong!”


“Sumpah Lis, tanda merah ini, semuanya kamu yang membuatnya.”


Abdy mengatakan itu sambil menaikkan kedua jarinya.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy menangis sejadi-jadinya.


Hiks, hiks, hiks.


“Apa yang sudah kamu lakukan Dy.” Lisa memeluk sendiri


tubuhnya setelah selesai mengatakan itu.


“Aku tidak melakukan apapun Lis.” Berkata pelan.


“Lalu kemana gaun yang aku kenakan semalam?”


“Di dalam kamar mandi, maksud aku gaun yang kamu kenakan


semalam ada di dalam kamar mandi.”


“Kenpa ada di dalam kamar mandi? Bukannya semalam aku


mengenakannya dan sekarang, huuaaaa.” Lisa kembali menangis sejadi-jadinya


ketika selesai mengatakan itu.


berusaha menenangkan. “Lis, Lis, dengar semua yang kamu pikirkan saat ini


tidaklah terjadi. Sungguh aku tidak melakukan apapun.”


Abdy memegan kedua pundak Lisa ketika mengatakan itu. Namun Lisa


tidak kunjung tenang, dan bahkan saat ini Lisa seperti anak kecil


menendang-nendangkan ke dua kakinya.


Melihat itu, Abdy merasa sangat bingun sekaligus ingin


tertawa malihat tinggkah Lisa yang terlihat sangat lucu, ternyata menenangkan


seorang wanita terjanya sangat menyusahkan, itulah yang terlintas dalampikran


Abdy saat ini.


Karna merasa bingun mencari cara agar Lisa tenang dan diam,


Abdy memilih mencium bibir Lisa dengan sangat lembut, awalnya Lisa melakukan


perlawanan, namun setelah Abdy memegan ke dua tangannya Lisa terdiam dan mulai


menikmati ciuman Abdy.


Abdy yang melihat Lisa mulai terdiam melepas pautan bibirnya


dan menatap wajah Lisa yang kini basah karna air mata.


“Dengar Lis” memegan wajah Lisa dengan kedua tangannya “Aku


bukan pemuda berengsek seperti itu yang akan memampaatkan ketidak sadaranmu


untuk melakukan hal yang tidak kamu sukai. Dengar Lis, semalam kamu terpengaruh


obat perangsang dalam dosis tinggi dan itu membuatku harus membawamu masuk ke


dalam kamar mandi dan menyirami seluruh tubuhmu dengan air, karna jika aku tidak


melakukan hal itu kamu tidak akan berhenti menggodaku dan bahkan kamu telah


membuatnya?... ah sudahlah kamu pasti mengerti soal itu.”


Abdy menjelaskan yang sebenarnya karna ia ingin agar Lisa


terdiam dan berhenti menangis.


Sementara Lisa yang mendengar semua penjelasan Abdy, terdiam


sekaligus terkejut dan sedikit tidak percaya dengan apa yang Abdy katakan.


“Benar,kamu tidak melakukan hal yang aneh denganku?”


menudukkan wajah karna malu.


“Sumpa,demi ke dua orang tuaku. Aku tidak melakukannya.” Tersenyum


melihat ke arah wajah Lisa yang terlihat malu-malu.


“Tapi kenapa?...” menunduk sambil memegan kedua sisis leher


jubah yang ia kenakan.


“Ah, maaf, semalam aku membukanya. Tapi sumpah Lis, aku


hanya membuka pengaitnya saja tidak kurang dan tidak lebih.” Tersenyum jail


melihat ke arah Lisa yang kini tengah melihatnya.


Lisa yang melihat tatapan jail Abdy merasa sangat malu, malu


karna Abdy telah menyentuh pakain dalamnya.


“Maaf.”


“Maaf, untuk apa?” bingun

__ADS_1


“Karna aku telah menuduhmu yang tidak-tidak.”


“Ah, sudahlah sekarang kamu mandi,biar kamu merasa enakan.”


Abdy mulai berangjak ingin turun dari atas tempat tidur, namun dengan segera Lisa


menarik tangan Abdy dan lansung mengatakan.


“Abdy, aku mencintaimu.”


Sebuah kata konyol yang tiba-tiba keluar dari mulut Lisa.


Lisa sengaja mengatakan itu, karna ia ingin tau perasaan


Abdy yang sebenarnya, mungkin Abdy akan berpikir aneh dengan apa yang baru saja


ia katakannya, namun merasa bodo, karna yang ingin ia tau hanya perasaan Abdy


yang sebenarnya untuknya.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang mengatakan kalau ia


mencintainya, terkejut sekaligus merasa sangat senang, namun tidak


memperlihatkannya, karna ia takut Lisa hanya bercanda dengan apa yang baru saja


ia katakan.


Abdy berbalik melihat ke arah Lisa, lalu beralih melihat


tangannya yang pegan oleh Lisa.


“Lepaskan tangan aku Lis.” Dengan santainya Abdy mengatakan


itu.


“Kenapa? Apa kamu tidak mencintaiku?” tersenyum meskipun


merasa sedih, karna Lisa berpikir kalau Abdy benar-benar tidak mencintainya.


Lisa menatap wajah Abdy dengan penuh harapan ketika selesai


mengatakan itu.


“Iya, bukan itu Lis.” Melepas tangan Lisa yang ada di


pergelangan tanganya, lalu turun dari tempat tidur kemudian berjalan ke arah


sopa.


Lisa yang melihat Abdy, turun dari atas tempat tidur, ikut


turun dan berjalan di belakang Abdy. Lisa pun berdiri di belakang Abdy  sambil berkata.


“Lalu apa Dy? Oh, maaf sekarang aku baru sadar” menertawai


dirinya sendiri “Kalau ternyata kamu tidak mencintaiku.” Lisa meneteskan air


mata ketika selesai mengatakan itu.


Lisa mulai berbalik badan, karna ingin segera membersikan


diri, sekaligus ingin segera pergi dari kamar yang di tempatinya bersama Abdy


saat ini. Karna jujur ia sudah tidak tahan lagi.


“Bukan karna itu Lis. Jujur aku juga sangat mencintaimu.” Ucapan


Abdy tiba-tiba menghentikan langkah Lisa yang ingin berjalan masuk ke dalam


kamar mandi.


Lisa pun berbalik melihat ke arah Abdy yang kini masih


membelanginya, lalu berkata.


“Lalu apa yang menghalangi cinta kamu itu untukku Dy?” tanya


Lisa pelan.


“Adi calon suamimu. Aku tidak mau di sebut sebagai perebut


calon istri orang.” Abdy berbalik melihat ke arah Lisa ketika selesai


mengatakan itu.


Sementara Lisa yang mendengar ucapan Abdy, tersenyum senang


karna ia sudah tau apa yang membuat Abdy berubah seperti itu kepadanya.


“Benar Dy, kamu mencintaiku?” Lisa kembali memastikan kalau


Abdy benar-benar mencintainya.


“Jujur dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, kalau aku


sangat, sangat mencintaimu Lis, apa kamu tau ketika kamu pergi meninggalkanku


dan tidak memberi kabar, aku merasa sangat sakit hati Lis, rasa sakitku tidak


bisa ku ungkapkan dengan sebuah kata-kata, dan ketika aku melihat wajahmu di


panggilan Vidio coolmu setelah bebearapa bulan kepergianmu? Aku merasa sangat


senang dan bahagia, dan kembali sakit ketika kamu mengatakan kalau kamu telah


memiliki calon suami, hatiku sakit Lis, saakiit. Namun semuanya itu aku tahan


karna aku tidak ingin menggangu hubunganmu dengan calon suamimu.” Abdy terlihat


sedih ketika selesai mengatakan itu.


Lisa yang mendengar ungkapan cinta Abdy untuknya kembali


tersenyum bahagia. Karna merasa sangat bahagia tampa berkata apapun lagi, Lisa


lansung mencium bibir Abdy dengan begitu sangat lembut karna merasa sangat


bahagia, rasa yang selama ini ia pendam ternyata sama yang telah Abdy rasakan,


rasa cinta yang berbulan-bulan Lisa simpan dalam lubuk hatinya kini ia luapkan


dengan cara mencium bibir Abdy dengan begitu sangat lembut, dan sela ciuman Lisa


mengatakan.


“Aku sangat mencintaimu Dy, sangat mencintaimu.”


Abdy yang heran melihat Lisa yang kini tengah menciumnya dan


mengatakan cinta padanya. Memegan wajah Lisa dan berusaha melepas pautan bibir


Lisa yang kini tengah menempel di bibirnya, karna Abdy tidak membalas ciuman Lisa.


“Apa yang kamu lakukan Lis? Apa kamu sadar dengan apa yang


telah kamu lakukan saat ini?” tanya Abdy sambil memegan wajah Lisa dengan kedua


tangannya.


“Iya aku sadar” tersenyum bahagia “Yang aku aku lakukan ini


sudah benar.”


“Maksud kamu apa Lis? Berbicara seperti itu?”


“Maafkan aku Dy, sebenarnya Adi itu kakak sepupu aku dan


bukanlah calon suamiku.”


“Apa!” terkejut sekaligus merasa senang “Benar Lis? Adi itu


hanya kakak sepupu kamu? Dan bukanlah calon suamimu?”


“Iya” menganggukkan kepala sambil tersenyum melihat ke arah


wajah Abdy yang kini terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2