Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.190


__ADS_3

Becca merasa sangat marah hingga ia menepis tangan Aby yang


ingin mengusap air mata yang ada di wajahnya, karna Becca tidak rela berbagi


cinta dengan orang lain karna Aby hanya miliknya seorang dan tidak akan pernah


berbagi dengan siapapun.


Becca merasa sangat sedih dan juga sangat kesal karna


suaminya telah merindukan orang lain dan bukanlah merindukan dirinya.


Hiks, hiks, hiks.


Becca menangis sesegukan di hadapan Aby karna merasa sangat


sedih dan juga kecewa dengan semua yang ia dengar dari dalam mulut Aby.


Paper beg yang berisi makanan yang tadi ia bawa untuk Aby


kini ia lempar di dalam ruangan dan membuat dalam ruangan Aby sedikit


berantakan.


Wajah ceria yang tadinya ia perlihatkan ketika ia ke kantor


suaminya kini berubah menjadi wajah yang sangat sedih, karna mendengar kata


yang keluar dari dalam mulut Aby yang tengah merindukan seseorang dan bukanlah


dirinya.


Sementara Aby melihat istrinya menangis sesegukan di depan


matanya begitu sangat menyesal ia tidak menyangka ide jailnya ini telah membuat


istrinya menangis seperti itu.


“Sayang, jangan menangis.” Aby berusaha menengankang Becca


yang kini tengah mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


“Aku minta maaf, bukan maksud aku ingin membuatmu menangis


seperti itu.” Aby ingin meraih tubuh Becca masuk ke dalam pelukannya.


Namun dengan segera Becca menepis tangan Aby sambil berkata.


“Jangan menyentuhku!” berteriak “Aku tidak sudi tubuhku di sentu oleh suami


penghianat sepertimu. Huhuhu” menangis “Aku tidak sudi jadi istrimu lagi, aku


membencimu Aby.” Becca menampar wajah Aby ketika selesai mengatakan itu.


Plakkkk.


Aby yang mendapat tamparan di wajahnya begitu sangat


terkejut dan juga syok karna ia tidak menyangka ide konyolnya ini membuat


istrinya benar-benar marah seperti ini. Dan ini pertama kalinya Aby melihat


wajah Becca yang begitu sangat marah terhadapnya.


Setelah menampar wajah Aby, Becca ingin berlari keluar dari


dalam ruangan Aby karna yang ada di dalam pikiran Becca saat ini hanya ingin


segera keluar dari dalam ruangan Aby karna hatinya sangat sakit melihat wajah


suaminya yang kini tengah berdiri di hadapannya.


Melihat istrinya ingin berlari meninggalkan ruangannya


dengan segera Aby melingkarkan tangannya di perut Becca. Aby memeluk istrinya


dari belakang karna ia tidak ingin istrinya keluar dari dalam ruangannya dalam


keadaan marah dan juga salah paham dengan apa yang telah ia lakukan.


Becca yang mendapat pelukan dari suaminya, berusaha


melepakan tangan Aby yang kini tengah melingkar sempurna di perutnya.


Becca mulai mencubit, mencakar dan memukul tangan Aby yang


kini masih setia berada di perutnya.


“Lepas, lepaskan aku, aku tidak sudi memiliki suami


penghianat sepertimu, aku membencimu Aby sangat membencimu.” Becca berteriak


sambil memukul tangan Aby yang tengah melingkar di perutnya.


“Sayang, sayang, tenang dulu.” Aby masih terus berusah


menenangkan istrinya yang kini sangat marah terhadapnya.


Aby bersumpah dalam hati ini terakhir kali Aby mengerjai


istrinya, karna ia tidak ingin istrinya marah seperti ini lagi terhadapanya,


sekaligus membuatnya merasa sedih dan kecewa sungguh Aby sangat menyesal dengan


apa yang telah ia katakan, niat hati ingin mengerjai istri, namun berujung


pertengkarang yang tidak dapat ia duga-duga.


Kemarahan Becca yang di perlihatkan saat ini, membuat Aby


jera dan tidak ingin melakukan hal konyol itu lagi, karna ide konyolnya


istrinya melontarkan kata-kata yang tidak ingin ia dengar, kata manja yang


biasa Becca ucapkan pada dirinya kini berubah menjadi kata-kata yang sangat


kasar dan lebih parahnya Becca sampai memukul wajahnya dengan sangat kerasnya.


“Lepaskan aku Aby, aku tidak sudi hidup bersamamu lagi.” Becca


masih mengeluarkan nada suara kasarnya.


“Sayang tenang, tenang, aku tidak serius mengatakan itu, aku


hanya ingin mengerjaimu.” Aby berteriak kencang ketika mengatakan itu, karna di


saat marah seperti itu Becca tidak akan mendengarnya jika ia berkata pelan.


Becca yang mendengar teriakan suaminya, berhenti berusaha


melepaskan diri dari pelukan Aby, Becca yang tadinya meronta ingin di lepaskan


oleh pelukan Aby kini berhenti, karna mendengar teriakan Aby yang cukup besar.


Aby yang melihat istrinya kini terlihat tenang, melepas


pelukannya lalu membalikkan tubuh Becca agar melihat ke arahnya, Aby melihat


wajah istrinya yang terlihat sangat merah, bukan merah karna merasa malu namun


merah karna merasa sangat marah dan matanya juga terlihat bengkak karna


kebanyakan menangis atas ulahnya mata istrinya sampai bengkak seperti itu.


“Sayang, aku minta maaf” Aby memegan ke dua bahu Becca


ketika mengatakan itu “Karna telah membuatmu seperti ini, aku minta maaf.” Aby


meneteskan air mata ketika ia mengatakan itu kepada istrinya.


Aby merasa sangat sedih melihat istrinya menangis seperti


itu, karna ulahnya ia menyakiti hati istrinya, hati orang yang sangat ia cintai


dan ia kasihi, dan bisa di katakan Becca adalah kelemahan terbesar Aby,


meskipun di luar Aby terkenal dengan sikap datar dan dinginnya, namun ketika


berada di hadapan istrinya Aby seperti kucing yang takut dan patuh kepada


majikannya.


“Aku mengatakan itu karna aku hanya ingin mengerjaimu saja,


aku sangat menyesal sayang, telah mengatakan itu.” Aby mulai sedikit


menjelaskan kenapa ia melakukan hal konyol itu.


Becca yang mendengar ucapan Aby, menatap wajah Aby yang kini


tengah meneteskan air mata, Becca bisa melihat kalau suaminya begitu sangat


sedih melihatnya marah seperti ini.


Namun Becca tidak memperlihatkan, karna ia ingin memberi


pelajaran untuk Aby karna telah mengerjainya seperti itu, yang telah membuatnya


seluruh jiwanya terasa runtuh mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Aby


yang mengatakan kalau ia memiliki wanita lain selain dirinya.


“Maafkan aku sayang aku sangat menyesal dengan semua yang


aku katakan, aku tidak menyangka dan tidak menduga kalau ucapanku akan


membuatmu bersedih seperti ini.” Aby menundukkan wajahnya ketika selesai


mengatakan itu karna sungguh ia sangat menyesal dengan apa yang telah ia


lakukan.


“Apa yang kamu katakan ini benar?” Becca masih


memperlihatkan wajah kesalnya, wajah yang selalu membuat Aby merasa takut jika


melihat wajah istrinya seperti itu.


“Benar, sayang, aku bersumpah tidak ada nama lain di dalam


hatiku selain namamu. Nama wanita yang sangat aku cintai selain Ibuku.” Dengan


wajah tulus Aby mengatakan itu kepada Becca.


Dan Becca bisa melihat ketulusan yang Aby perlihatkan


untuknya, namun Becca udah terlanjur sedih mendengar kata yang keluar dari


dalam mulut Aby, hingga akhirnya ia memilih untuk diam.


Aby yang melihat Becca terdiam, tidak berkata apa-apa lagi,


kembali berkata. “Sayang aku mohon maafkan aku, aku janji tidak akan pernah


melakukan itu lagi.” Aby mengatupkan tangan agar Becca bisa memaafkannya.


Aby tidak berhenti memohon dan meminta maaf dengan apa yang


telah ia lakukan, kepada istrinya karna dalam masalah ini ia memang salah.

__ADS_1


Becca yang melihat Aby meminta maaf dengan cara seperti itu


berkata, “Baiklah aku memaafkanmu, namun tidak untuk semua kata yang telah kamu


katakan, apa kamu tau Aby? Hatiku sakit mendengar kamu mengatakan itu kalau


kamu tengah merindukan seseorang dan orang itu bukanlah diriku.” Becca masih


memasang wajah kesalnya ketika mengatakan semua itu kepada Aby.


Istri mana yang tidak akan sedih dan kecewa jika mendengar


kata yang keluar dari mulut suaminya yang mengatakan jika ia merindukan


seseorang, itulah yang telah Becca rasakan saat ini meskipun Aby telah


menjelaskannya, namun rasa sakit itu masih membekas dalam, di hatinya.


Setelah mengatakan itu Becca berjalan masuk ke dalam kamar


peribadi Aby yang ada di dalam ruangan kerjanya, Aby yang melihat istrinya


berjalan masuk mengacak rambutnya sendiri karna telah membuat kesalahan besar


kepada istrinya.


“Hufff, istriku pasti sangat kecewa kepadaku.” Ucap Aby


pelan sambil berjalan ke arah meja kerjanya lalu menghubungi ob yang bekerja di


kantornya untuk membersikan ruangannya yang nampak sedikt kotor karna Becca


melempar paper beg yang berisi makan siang yang ia bawa untuk Aby dan itu


membuat ruangan Aby sedikit kotor.


Setelah selesai menghubungi ob di kantornya, Aby berjalan


masuk ke dalam kamar pribadinya dan mendapti Becca tengah merebahkan tubuhnya sambil


memeluk bantal guling di atas tempat tidur yang selalu ia gunakan untuk


beristirahat.


Aby berjalan menhampiri Becca, lalu duduk di pinggir tempat


tidur tepatnya di belakang Becca, lalu ia mengusap lembut rambut Becca yang


kini tengah memeluk bantal gulingnya.


“Maafkan aku sayang, bukan maksud aku ingin menyakiti hatimu


seperti ini.”


Aby tau kalau saat ini Becca masih sangat sedih, dengan apa


yang telah ia lakukan kepada istrinya dan Aby tidak tau dengan cara apa lagi ia


meminta maaf, karna Becca masih terus terdiam dan tidak menemaninya berbicara.


Aby merebahkan tubuhnya di sampin istrinya, meskipun saat


ini Becca tengah membelakanginya, Aby berbalik lalu memeluk erat tubuh Becca


dari belakang, dan Aby menunggu reaksi istrinya ketika ia memeluknya, namun


Becca tidak beraksi apapun.


Cukup lama Aby memeluk tubuh istrinya dan bahkan saat ini ia


tengah menyentuh bagian favoritnya, namun sampai ia melakukan itu Becca belum


bereaksi apapun hingga akhirnya Aby bangun dan melihat istrinya kini tengah


terlelap sambil memeluk bantal guling.


“Ampun, pantesan istrikut tidak bereaksi, ternyata ia sedang


tidur.” Aby mengira kalau Becca nemerima dengan semua yang ia lakukan namun


ternyata Becca tengah terlelap dengan begitu sangat nyenyaknya hingga tidak


merasa apa yang tengah Aby lakukan padanya.


Aby menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, lalu


kembali duduk di pinggir tempat tidur sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran


tempat tidur, lalu mengusap pelan kepala istrinya.


“Maafkan aku sayang, aku sangat menyesal telah membuatmu


bersedih dan menangis seperti ini.”


Aby tidak berhenti merasa menyesal, dengan apa yang telah ia


lakukan kepada istrinya, jujur melihat Becca menangis seperti ini membuat Aby


merasa sangat sedih dan untuk ini ia menyalahkan dirinya, karna ide konyol yang


ia lakukan ia sampai membuat istrinya menangis seperti itu.


Aby melihat ke arah jam yang tengah melingkar sempurna di


pergelangan tangannya, “Ah, aku harus segera menyelesaikan semua pekerjaanku


sebelum sore.” Aby mengecup lembut dahi Becca lalu berangjak dari tempat tidur


kemudian berjalan keluar dari dalam kamar pribadinya.


Aby menutup pintu kamar pribadinya dengan sangat pelan, lalu


pekerjaannya yang tertunda, ruangan kini terlihat rapi dan bersi kembali karna


ob yang bekerja di kantornya telah membersikan semuanya dengan sangat rapi dan


Besih. Waktu terus berjalan tidak terasa sudah jam empat sore, semua pekerjaan


Aby telah selesai ia kerjakan.


Aby mematikan layar komputernya, lalu berangjak dari


duduknya kemudian berjalan ke arah kamar pribadinya, masuk dan mendapati Becca


masih tertidur dengan sangat nyenyaknya.


Aby yang melihat istrinya tertidur dengan sangat nyenyaknya


tersenyum sambil berjalan ke arah tempat tidur lalu duduk di sampin Becca yang


kini masih setia menutup matanya sambil memeluk bantal guling.


“Sayang bangun.” Aby mngusap lembut kepala Becca ketika


mengatakan itu.


Becca yang merasa kepalanya tengah di sentuh lembut oleh Aby


berbalik badan, lalu menaikkan kepalanya di atas pengkuan Aby tampa membuka


mata.


Aby yang melihat istrinya mulai bersikap manja, tersenyum


karna Aby sangat menyukai jika istrinya bersikap seperti itu padanya.


“Sayang bangun,” Aby mengecup lembut dahi Becca ketikan


selesai mengatakan itu.


Pelan-pelan Becca membuka matanya ketika mendengar ucapan


Aby, lalu mengingat kejadian tadi siang yang membuatnya bertengkar dengan Aby,


hingga tampa Becca sadari air matanya keluar lolos begitu saja membasahi celana


kain yang Aby kenakan.


Becca mengingat kejadian tadi siang, dan tidak bisa


membayangkan jika Aby benar-benar melakukan hal itu di belakangnya,


berselingkuh dengan wanita lain, itulah yang membuat Becca kembali mengeluarkan


air matanya karna merasa benar-benar takut jika Aby melakukan hal itu.


Aby yang melihat istrinya tengah meneteskan air mata,


terkejut lalu berkata, “Sayang apa kamu masih memikirkankejadian tadi siang?”


tanya Aby pelan “Aku minta maaf ya sayang, bukan maksud aku ingin membuatmu


bersedih dan menangis seperti ini” Aby mengusap air mata yang kembali menetes


di wajah istrinya.


“Aku takut By, sangat takut.” Becca melingkarkan tangannya


memeluk paha Aby dengan sangat erat, karna merasa sangat takut jika Aby benar-benar


melakukan hal itu.


“Apa yang kamu takutkan sayang? Semua yang ada di dalam


pikiran kamu itu tidak akan pernah terjadi.” Aby mengecup lembut wajah Becca


ketika mengatakan itu “Sampai matipun aku tidak akan pernah menghinati orang


yang sangat aku cintai, karna kamu adalah hidup dan matiku.”


Aby tidak berhenti, mengelus dan mengecup wajah istrinya


karna ia ingin isrinya melupakan semua yang telah ia katakan tadi siang, yang


membuat Becca tidak berhenti memikirkan hal itu, hal yang sangat menyakitkan


menurutnya.


Becca bangun lalu duduk di hadapan Aby lalu berkata.


“Aku takut By, aku sangat takut jika kamu sampai melakukan


hal itu, karna aku tidak akan pernah sanggup melihat suamiku bersama dengan


wanita lain, aku lebih baik mati daripada harus melihat itu.” Becca kembali


meneteskan air mata ketika ia mengatakan itu.


“Husss.” Aby mengecup lembut bibir istrinya sejenak “Kamu


jangan pernah mengatakan kematian di hadapanku sayang” meneteskan air mata “Cukup


sekali aku merasakan hidup jauh darimu, aku seperti mayat hidut tampamu berada


di sisiku.” Aby memeluk erat tubuh Becca ketika selesai mengatakan itu “Dan aku


berjanji kamu tidak akan pernah melihat hal itu, karna cinta dan kasih suamimu


hanya untukmu seoarang.”

__ADS_1


Becca membalas pelukan Aby karna ia merasa sangat lega


mendengar semua kata yang keluar dari dalam mulut suaminya, kata yang


menyejukkan seluruh jiwanya yang tadinya terasa panas kini terasa dingin


seperti di siram air es.


“aku mencintaimu By, sangat mencintaimu dan takut kamu


berpaling dariku.” Becca mengatakan itu sambil memeluk erat tubuh Aby.


“Aku juga sangat mencintaimu sayang, sangaaaattt mencintamu.”


Aby mengusap lembut rambut istrinya ketika mengatakan itu.


Aby dan Becca saling berpelukan, melepas rasa sedih yang


terpendam di hati mereka berdua, Aby merasa sangat sedih karna ide jailnya ia


membuat hati Becca sakit seperti itu.


“Akan lebih baik kita segera pulang” melepas pelukan “Aku


sangat lapar, karna aku tidak makan siang” Aby mengusap perutnya ketika


mengatakan itu dan itu membuat Becca tertawa, menertawai nasip makan siang yang


ia bawa untuk Aby.


“Siapa suruh, mengerjai istri seperti itu? Bagus hanya


makanan nya saja yang menjadi korban.”


“Bukan hanya makanan saja sayan, namun telinga dan juga


wajahku yang menjadi korban” Aby memegan wajah dan telinganya ketika mengatakan


itu.


Dan memang benar telinga dan wajahnya yang menjadi korban


karna hingga saat ini wajah dan telinagnya masih nampak sangat merah oleh bekas


tangan istrinya.


“Maafkan aku By, aku tidak sengaja melakukannya.” Becca kembali


memperlihatkan wajah menyesalnya.


“Bukan kamu yang harus meminta maaf, melainkan aku yang


harusnya meminta maaf kepadamu, karna ucapanku sampai sekarang matamu terlihat


bengkak dan sembab seperti itu.”


Aby menyentuh mata istrinya yang nampak sangat bengkak,


bengkak karna ulahnya mata istrinya seperti itu.


Setelah saling memaafkan Becca dan Aby keluar dari dalam


ruangannya sambil menggandeng mesra pinggul istrinya, Becca mengenakan kecamata


hitam untuk menutupi matanya yang terlihat sangat bengkak, dan begitu pun dengan


Aby ikut mengenakan kacamata hitam yang sama di kenakan oleh istrinya.


Mereka berdua berjalan ke arah Lif dengan senyuman dan canda


tawa yang mereka berdua lakukan, membuat semua para karyawang yang melihatnya


merasa iri dengan keharmonisan dan kemesraan yang di perlihatkan oleh bos


mereka.


Tawa Aby yang terlihat membuat para karyawan berdecak kagum


karna melihat ketampanan bos mereka yang sebenarnya, Aby yang selalu memasang


wajah datarnya ketika ia masuk ke dalam kantornya dan sangat jarang para Stap


melihat senyum dan tawa bos mereka itu.


Becca dan Aby nampak sangat serasi, kedua terlihat sangat


cocok mereka berdua seperti pasangan yang telah di pilih oleh Allah.


*****


Di dalam kamar ruangan perawatan Abdy tidak berhenti


tersenyum melihat ke arah wajah Lisa yang kini tengah terlelap. Lisa tertidur


setelah seluruh tubuhnya di bersikan dengan tisu basa oleh Abdy, mungkin karna


merasa nyaman atau efek dari obat yang telah ia minum Lisa tertidur hingga


sore.


Abdy yang melihat itu tersenyum senang sambil memandang


wajah Lisa yang kini tengah tertidur dengan sangat nyenyaknya. Abdy merasa


sangat senang dan bahagia, meskipun sebelumnya ia masih sangat ketakutan dengan


keadaan lisa.


Namun saat ini Abdy tidak berhenti tersenyum karna merasa


sangat bahagia melihat orang yang di cintainya kini tengah sadar dan sebentar


lagi akan segera pulih.


Abdy terus memandangi wajah Lisa, wajah yang telah


membuatnya jatuh cinta setengah mati, dan melakukan banyak hal demi  Lisa orang yang sangat ia cintai.


“Tidak cantik, namun kenapa aku sangat menyukainya ya?” Abdy


berkata sendiri sambil memandang wajah Lisa yang kini masih setia menutup kedua


matanya.


Abdy tidak habis pikir kanapa ia begitu sangat mencintai


Lisa, padahal kalau di lihat Lisa memiliki wajah yang pas-passang menurut Abdy


saja, namun yang sebenarnya Lisa terlihat sangat cantik, kecantikannya hampir


sama dengan kecantikan yang Becca miliki.


Karna jika Abdy mengingat semua para gadis yang pernah ia


kencani sebelumnya gadis-gadis yang berpenampilan seksi, cantik so pasti karna Abdy


adalah tipe pemuda yang pemilih, ia hanya akan mengajak gadis-gadis cantik dan


seksi untuk ia ajak berkencan dan Abdy tidak menduga akan jatuh cinta dengan


Lisa.


Gadis yang selalu berpenampilan biasa saja, namun penampilan


biasa itu justru membuat Abdy tidak ingin jauh-jauh darinya, karna rasa cinta


yang ia miliki untuk Lisa sangatlah besar.


Abdy menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat duduk yang ada


di samping berangka yang di tempati Lisa tengah terlelap saat ini, Aby tidak


berhenti menatap ke arah wajah Lisa, wajah Lisa seperti telah menghipnotisnya


karna hanya memangdang wajah Lisa Abdy tidak berhenti tersenyum.


Cukup lama Abdy memandang wajah Lisa, hingga akhirnya Lisa


mengeliat dari tidurnya lalu bangun, dan pelan-pelan mulai membuka matanya, dan


wajah pertama yang ia lihat ketika membuka matanya adalah wajah Abdy yang kini


tengah tersenyum hangat melihat ke arahnya. Lisa yang melihat wajah Abdy


tersenyum membalas senyuman hangat Abdy.


“Eh, calon istri uda bangun.” Abdy tersenyum jail melihat ke


arah Lisa yang kini tengah melihat ke arahnya.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy hanya tersenyum, karna ia


masih berusaha mengumpulkan yawanya karna baru terbangun.


“Hem. Dy, aku boleh minta tolong.” Ucap Lisa pelan dan


lembut.


“Minta tolong apa? Mau aku bantu membuka celanamu?” Abdy


kembali tersenyum jail ketika selesai mengatakan itu, Aby mengatakan itu karna


terakhir Lisa meminta tolong padanya ketika Lisa ingin ke kamar mandi.


“Ih, apaan sih.” Lisa nampak sedikit malu mendengar apa yang


baru saja Abdy katakan.


“Lah, kamu kan ingin minta tolong, jadi aku akan menolongmu


untuk membuka celanamu.”


“Abdy hentikan, jangan berbicara konyol seperti itu, aku


meminta tolong karna aku ingin meminta air aku sangat haus.” Lisa mengatakan


maksudnya meminta tolong.


Abdy yang mendengar itu hanya berkata. “Oo. Aku pikir? Ah sudahlah.”


Abdy berdiri dari tempat duduknya lalu mengambil gelas yang


berisi dengan air yang ada di atas meja yang telah di siapkan oleh  pihak rumah sakit, lalu memberikan kepada


Lisa.


Lisa meraih gelas tersebut dari tangan Abdy, lalu meminumnya


hingga tandas, karna jujur saat ini Lisa sangat haus.


Ahhh.


“Segar, pasti akan lebih segar jika aku meminum jus yang


dingin.” Lisa tiba-tiba merasa ingin meminum jus dingin, mungkin karna pengaruh


obat yang tengah ia komsumsi membuat tenggorokannya terasa sangat kering.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang ingin meminum jus dingin

__ADS_1


dengan segera memesan jus karna ia juga ingin meminumnya.


__ADS_2