
Becca merasa sangat marah hingga ia menepis tangan Aby yang
ingin mengusap air mata yang ada di wajahnya, karna Becca tidak rela berbagi
cinta dengan orang lain karna Aby hanya miliknya seorang dan tidak akan pernah
berbagi dengan siapapun.
Becca merasa sangat sedih dan juga sangat kesal karna
suaminya telah merindukan orang lain dan bukanlah merindukan dirinya.
Hiks, hiks, hiks.
Becca menangis sesegukan di hadapan Aby karna merasa sangat
sedih dan juga kecewa dengan semua yang ia dengar dari dalam mulut Aby.
Paper beg yang berisi makanan yang tadi ia bawa untuk Aby
kini ia lempar di dalam ruangan dan membuat dalam ruangan Aby sedikit
berantakan.
Wajah ceria yang tadinya ia perlihatkan ketika ia ke kantor
suaminya kini berubah menjadi wajah yang sangat sedih, karna mendengar kata
yang keluar dari dalam mulut Aby yang tengah merindukan seseorang dan bukanlah
dirinya.
Sementara Aby melihat istrinya menangis sesegukan di depan
matanya begitu sangat menyesal ia tidak menyangka ide jailnya ini telah membuat
istrinya menangis seperti itu.
“Sayang, jangan menangis.” Aby berusaha menengankang Becca
yang kini tengah mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
“Aku minta maaf, bukan maksud aku ingin membuatmu menangis
seperti itu.” Aby ingin meraih tubuh Becca masuk ke dalam pelukannya.
Namun dengan segera Becca menepis tangan Aby sambil berkata.
“Jangan menyentuhku!” berteriak “Aku tidak sudi tubuhku di sentu oleh suami
penghianat sepertimu. Huhuhu” menangis “Aku tidak sudi jadi istrimu lagi, aku
membencimu Aby.” Becca menampar wajah Aby ketika selesai mengatakan itu.
Plakkkk.
Aby yang mendapat tamparan di wajahnya begitu sangat
terkejut dan juga syok karna ia tidak menyangka ide konyolnya ini membuat
istrinya benar-benar marah seperti ini. Dan ini pertama kalinya Aby melihat
wajah Becca yang begitu sangat marah terhadapnya.
Setelah menampar wajah Aby, Becca ingin berlari keluar dari
dalam ruangan Aby karna yang ada di dalam pikiran Becca saat ini hanya ingin
segera keluar dari dalam ruangan Aby karna hatinya sangat sakit melihat wajah
suaminya yang kini tengah berdiri di hadapannya.
Melihat istrinya ingin berlari meninggalkan ruangannya
dengan segera Aby melingkarkan tangannya di perut Becca. Aby memeluk istrinya
dari belakang karna ia tidak ingin istrinya keluar dari dalam ruangannya dalam
keadaan marah dan juga salah paham dengan apa yang telah ia lakukan.
Becca yang mendapat pelukan dari suaminya, berusaha
melepakan tangan Aby yang kini tengah melingkar sempurna di perutnya.
Becca mulai mencubit, mencakar dan memukul tangan Aby yang
kini masih setia berada di perutnya.
“Lepas, lepaskan aku, aku tidak sudi memiliki suami
penghianat sepertimu, aku membencimu Aby sangat membencimu.” Becca berteriak
sambil memukul tangan Aby yang tengah melingkar di perutnya.
“Sayang, sayang, tenang dulu.” Aby masih terus berusah
menenangkan istrinya yang kini sangat marah terhadapnya.
Aby bersumpah dalam hati ini terakhir kali Aby mengerjai
istrinya, karna ia tidak ingin istrinya marah seperti ini lagi terhadapanya,
sekaligus membuatnya merasa sedih dan kecewa sungguh Aby sangat menyesal dengan
apa yang telah ia katakan, niat hati ingin mengerjai istri, namun berujung
pertengkarang yang tidak dapat ia duga-duga.
Kemarahan Becca yang di perlihatkan saat ini, membuat Aby
jera dan tidak ingin melakukan hal konyol itu lagi, karna ide konyolnya
istrinya melontarkan kata-kata yang tidak ingin ia dengar, kata manja yang
biasa Becca ucapkan pada dirinya kini berubah menjadi kata-kata yang sangat
kasar dan lebih parahnya Becca sampai memukul wajahnya dengan sangat kerasnya.
“Lepaskan aku Aby, aku tidak sudi hidup bersamamu lagi.” Becca
masih mengeluarkan nada suara kasarnya.
“Sayang tenang, tenang, aku tidak serius mengatakan itu, aku
hanya ingin mengerjaimu.” Aby berteriak kencang ketika mengatakan itu, karna di
saat marah seperti itu Becca tidak akan mendengarnya jika ia berkata pelan.
Becca yang mendengar teriakan suaminya, berhenti berusaha
melepaskan diri dari pelukan Aby, Becca yang tadinya meronta ingin di lepaskan
oleh pelukan Aby kini berhenti, karna mendengar teriakan Aby yang cukup besar.
Aby yang melihat istrinya kini terlihat tenang, melepas
pelukannya lalu membalikkan tubuh Becca agar melihat ke arahnya, Aby melihat
wajah istrinya yang terlihat sangat merah, bukan merah karna merasa malu namun
merah karna merasa sangat marah dan matanya juga terlihat bengkak karna
kebanyakan menangis atas ulahnya mata istrinya sampai bengkak seperti itu.
“Sayang, aku minta maaf” Aby memegan ke dua bahu Becca
ketika mengatakan itu “Karna telah membuatmu seperti ini, aku minta maaf.” Aby
meneteskan air mata ketika ia mengatakan itu kepada istrinya.
Aby merasa sangat sedih melihat istrinya menangis seperti
itu, karna ulahnya ia menyakiti hati istrinya, hati orang yang sangat ia cintai
dan ia kasihi, dan bisa di katakan Becca adalah kelemahan terbesar Aby,
meskipun di luar Aby terkenal dengan sikap datar dan dinginnya, namun ketika
berada di hadapan istrinya Aby seperti kucing yang takut dan patuh kepada
majikannya.
“Aku mengatakan itu karna aku hanya ingin mengerjaimu saja,
aku sangat menyesal sayang, telah mengatakan itu.” Aby mulai sedikit
menjelaskan kenapa ia melakukan hal konyol itu.
Becca yang mendengar ucapan Aby, menatap wajah Aby yang kini
tengah meneteskan air mata, Becca bisa melihat kalau suaminya begitu sangat
sedih melihatnya marah seperti ini.
Namun Becca tidak memperlihatkan, karna ia ingin memberi
pelajaran untuk Aby karna telah mengerjainya seperti itu, yang telah membuatnya
seluruh jiwanya terasa runtuh mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Aby
yang mengatakan kalau ia memiliki wanita lain selain dirinya.
“Maafkan aku sayang aku sangat menyesal dengan semua yang
aku katakan, aku tidak menyangka dan tidak menduga kalau ucapanku akan
membuatmu bersedih seperti ini.” Aby menundukkan wajahnya ketika selesai
mengatakan itu karna sungguh ia sangat menyesal dengan apa yang telah ia
lakukan.
“Apa yang kamu katakan ini benar?” Becca masih
memperlihatkan wajah kesalnya, wajah yang selalu membuat Aby merasa takut jika
melihat wajah istrinya seperti itu.
“Benar, sayang, aku bersumpah tidak ada nama lain di dalam
hatiku selain namamu. Nama wanita yang sangat aku cintai selain Ibuku.” Dengan
wajah tulus Aby mengatakan itu kepada Becca.
Dan Becca bisa melihat ketulusan yang Aby perlihatkan
untuknya, namun Becca udah terlanjur sedih mendengar kata yang keluar dari
dalam mulut Aby, hingga akhirnya ia memilih untuk diam.
Aby yang melihat Becca terdiam, tidak berkata apa-apa lagi,
kembali berkata. “Sayang aku mohon maafkan aku, aku janji tidak akan pernah
melakukan itu lagi.” Aby mengatupkan tangan agar Becca bisa memaafkannya.
Aby tidak berhenti memohon dan meminta maaf dengan apa yang
telah ia lakukan, kepada istrinya karna dalam masalah ini ia memang salah.
__ADS_1
Becca yang melihat Aby meminta maaf dengan cara seperti itu
berkata, “Baiklah aku memaafkanmu, namun tidak untuk semua kata yang telah kamu
katakan, apa kamu tau Aby? Hatiku sakit mendengar kamu mengatakan itu kalau
kamu tengah merindukan seseorang dan orang itu bukanlah diriku.” Becca masih
memasang wajah kesalnya ketika mengatakan semua itu kepada Aby.
Istri mana yang tidak akan sedih dan kecewa jika mendengar
kata yang keluar dari mulut suaminya yang mengatakan jika ia merindukan
seseorang, itulah yang telah Becca rasakan saat ini meskipun Aby telah
menjelaskannya, namun rasa sakit itu masih membekas dalam, di hatinya.
Setelah mengatakan itu Becca berjalan masuk ke dalam kamar
peribadi Aby yang ada di dalam ruangan kerjanya, Aby yang melihat istrinya
berjalan masuk mengacak rambutnya sendiri karna telah membuat kesalahan besar
kepada istrinya.
“Hufff, istriku pasti sangat kecewa kepadaku.” Ucap Aby
pelan sambil berjalan ke arah meja kerjanya lalu menghubungi ob yang bekerja di
kantornya untuk membersikan ruangannya yang nampak sedikt kotor karna Becca
melempar paper beg yang berisi makan siang yang ia bawa untuk Aby dan itu
membuat ruangan Aby sedikit kotor.
Setelah selesai menghubungi ob di kantornya, Aby berjalan
masuk ke dalam kamar pribadinya dan mendapti Becca tengah merebahkan tubuhnya sambil
memeluk bantal guling di atas tempat tidur yang selalu ia gunakan untuk
beristirahat.
Aby berjalan menhampiri Becca, lalu duduk di pinggir tempat
tidur tepatnya di belakang Becca, lalu ia mengusap lembut rambut Becca yang
kini tengah memeluk bantal gulingnya.
“Maafkan aku sayang, bukan maksud aku ingin menyakiti hatimu
seperti ini.”
Aby tau kalau saat ini Becca masih sangat sedih, dengan apa
yang telah ia lakukan kepada istrinya dan Aby tidak tau dengan cara apa lagi ia
meminta maaf, karna Becca masih terus terdiam dan tidak menemaninya berbicara.
Aby merebahkan tubuhnya di sampin istrinya, meskipun saat
ini Becca tengah membelakanginya, Aby berbalik lalu memeluk erat tubuh Becca
dari belakang, dan Aby menunggu reaksi istrinya ketika ia memeluknya, namun
Becca tidak beraksi apapun.
Cukup lama Aby memeluk tubuh istrinya dan bahkan saat ini ia
tengah menyentuh bagian favoritnya, namun sampai ia melakukan itu Becca belum
bereaksi apapun hingga akhirnya Aby bangun dan melihat istrinya kini tengah
terlelap sambil memeluk bantal guling.
“Ampun, pantesan istrikut tidak bereaksi, ternyata ia sedang
tidur.” Aby mengira kalau Becca nemerima dengan semua yang ia lakukan namun
ternyata Becca tengah terlelap dengan begitu sangat nyenyaknya hingga tidak
merasa apa yang tengah Aby lakukan padanya.
Aby menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, lalu
kembali duduk di pinggir tempat tidur sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran
tempat tidur, lalu mengusap pelan kepala istrinya.
“Maafkan aku sayang, aku sangat menyesal telah membuatmu
bersedih dan menangis seperti ini.”
Aby tidak berhenti merasa menyesal, dengan apa yang telah ia
lakukan kepada istrinya, jujur melihat Becca menangis seperti ini membuat Aby
merasa sangat sedih dan untuk ini ia menyalahkan dirinya, karna ide konyol yang
ia lakukan ia sampai membuat istrinya menangis seperti itu.
Aby melihat ke arah jam yang tengah melingkar sempurna di
pergelangan tangannya, “Ah, aku harus segera menyelesaikan semua pekerjaanku
sebelum sore.” Aby mengecup lembut dahi Becca lalu berangjak dari tempat tidur
kemudian berjalan keluar dari dalam kamar pribadinya.
Aby menutup pintu kamar pribadinya dengan sangat pelan, lalu
pekerjaannya yang tertunda, ruangan kini terlihat rapi dan bersi kembali karna
ob yang bekerja di kantornya telah membersikan semuanya dengan sangat rapi dan
Besih. Waktu terus berjalan tidak terasa sudah jam empat sore, semua pekerjaan
Aby telah selesai ia kerjakan.
Aby mematikan layar komputernya, lalu berangjak dari
duduknya kemudian berjalan ke arah kamar pribadinya, masuk dan mendapati Becca
masih tertidur dengan sangat nyenyaknya.
Aby yang melihat istrinya tertidur dengan sangat nyenyaknya
tersenyum sambil berjalan ke arah tempat tidur lalu duduk di sampin Becca yang
kini masih setia menutup matanya sambil memeluk bantal guling.
“Sayang bangun.” Aby mngusap lembut kepala Becca ketika
mengatakan itu.
Becca yang merasa kepalanya tengah di sentuh lembut oleh Aby
berbalik badan, lalu menaikkan kepalanya di atas pengkuan Aby tampa membuka
mata.
Aby yang melihat istrinya mulai bersikap manja, tersenyum
karna Aby sangat menyukai jika istrinya bersikap seperti itu padanya.
“Sayang bangun,” Aby mengecup lembut dahi Becca ketikan
selesai mengatakan itu.
Pelan-pelan Becca membuka matanya ketika mendengar ucapan
Aby, lalu mengingat kejadian tadi siang yang membuatnya bertengkar dengan Aby,
hingga tampa Becca sadari air matanya keluar lolos begitu saja membasahi celana
kain yang Aby kenakan.
Becca mengingat kejadian tadi siang, dan tidak bisa
membayangkan jika Aby benar-benar melakukan hal itu di belakangnya,
berselingkuh dengan wanita lain, itulah yang membuat Becca kembali mengeluarkan
air matanya karna merasa benar-benar takut jika Aby melakukan hal itu.
Aby yang melihat istrinya tengah meneteskan air mata,
terkejut lalu berkata, “Sayang apa kamu masih memikirkankejadian tadi siang?”
tanya Aby pelan “Aku minta maaf ya sayang, bukan maksud aku ingin membuatmu
bersedih dan menangis seperti ini” Aby mengusap air mata yang kembali menetes
di wajah istrinya.
“Aku takut By, sangat takut.” Becca melingkarkan tangannya
memeluk paha Aby dengan sangat erat, karna merasa sangat takut jika Aby benar-benar
melakukan hal itu.
“Apa yang kamu takutkan sayang? Semua yang ada di dalam
pikiran kamu itu tidak akan pernah terjadi.” Aby mengecup lembut wajah Becca
ketika mengatakan itu “Sampai matipun aku tidak akan pernah menghinati orang
yang sangat aku cintai, karna kamu adalah hidup dan matiku.”
Aby tidak berhenti, mengelus dan mengecup wajah istrinya
karna ia ingin isrinya melupakan semua yang telah ia katakan tadi siang, yang
membuat Becca tidak berhenti memikirkan hal itu, hal yang sangat menyakitkan
menurutnya.
Becca bangun lalu duduk di hadapan Aby lalu berkata.
“Aku takut By, aku sangat takut jika kamu sampai melakukan
hal itu, karna aku tidak akan pernah sanggup melihat suamiku bersama dengan
wanita lain, aku lebih baik mati daripada harus melihat itu.” Becca kembali
meneteskan air mata ketika ia mengatakan itu.
“Husss.” Aby mengecup lembut bibir istrinya sejenak “Kamu
jangan pernah mengatakan kematian di hadapanku sayang” meneteskan air mata “Cukup
sekali aku merasakan hidup jauh darimu, aku seperti mayat hidut tampamu berada
di sisiku.” Aby memeluk erat tubuh Becca ketika selesai mengatakan itu “Dan aku
berjanji kamu tidak akan pernah melihat hal itu, karna cinta dan kasih suamimu
hanya untukmu seoarang.”
__ADS_1
Becca membalas pelukan Aby karna ia merasa sangat lega
mendengar semua kata yang keluar dari dalam mulut suaminya, kata yang
menyejukkan seluruh jiwanya yang tadinya terasa panas kini terasa dingin
seperti di siram air es.
“aku mencintaimu By, sangat mencintaimu dan takut kamu
berpaling dariku.” Becca mengatakan itu sambil memeluk erat tubuh Aby.
“Aku juga sangat mencintaimu sayang, sangaaaattt mencintamu.”
Aby mengusap lembut rambut istrinya ketika mengatakan itu.
Aby dan Becca saling berpelukan, melepas rasa sedih yang
terpendam di hati mereka berdua, Aby merasa sangat sedih karna ide jailnya ia
membuat hati Becca sakit seperti itu.
“Akan lebih baik kita segera pulang” melepas pelukan “Aku
sangat lapar, karna aku tidak makan siang” Aby mengusap perutnya ketika
mengatakan itu dan itu membuat Becca tertawa, menertawai nasip makan siang yang
ia bawa untuk Aby.
“Siapa suruh, mengerjai istri seperti itu? Bagus hanya
makanan nya saja yang menjadi korban.”
“Bukan hanya makanan saja sayan, namun telinga dan juga
wajahku yang menjadi korban” Aby memegan wajah dan telinganya ketika mengatakan
itu.
Dan memang benar telinga dan wajahnya yang menjadi korban
karna hingga saat ini wajah dan telinagnya masih nampak sangat merah oleh bekas
tangan istrinya.
“Maafkan aku By, aku tidak sengaja melakukannya.” Becca kembali
memperlihatkan wajah menyesalnya.
“Bukan kamu yang harus meminta maaf, melainkan aku yang
harusnya meminta maaf kepadamu, karna ucapanku sampai sekarang matamu terlihat
bengkak dan sembab seperti itu.”
Aby menyentuh mata istrinya yang nampak sangat bengkak,
bengkak karna ulahnya mata istrinya seperti itu.
Setelah saling memaafkan Becca dan Aby keluar dari dalam
ruangannya sambil menggandeng mesra pinggul istrinya, Becca mengenakan kecamata
hitam untuk menutupi matanya yang terlihat sangat bengkak, dan begitu pun dengan
Aby ikut mengenakan kacamata hitam yang sama di kenakan oleh istrinya.
Mereka berdua berjalan ke arah Lif dengan senyuman dan canda
tawa yang mereka berdua lakukan, membuat semua para karyawang yang melihatnya
merasa iri dengan keharmonisan dan kemesraan yang di perlihatkan oleh bos
mereka.
Tawa Aby yang terlihat membuat para karyawan berdecak kagum
karna melihat ketampanan bos mereka yang sebenarnya, Aby yang selalu memasang
wajah datarnya ketika ia masuk ke dalam kantornya dan sangat jarang para Stap
melihat senyum dan tawa bos mereka itu.
Becca dan Aby nampak sangat serasi, kedua terlihat sangat
cocok mereka berdua seperti pasangan yang telah di pilih oleh Allah.
*****
Di dalam kamar ruangan perawatan Abdy tidak berhenti
tersenyum melihat ke arah wajah Lisa yang kini tengah terlelap. Lisa tertidur
setelah seluruh tubuhnya di bersikan dengan tisu basa oleh Abdy, mungkin karna
merasa nyaman atau efek dari obat yang telah ia minum Lisa tertidur hingga
sore.
Abdy yang melihat itu tersenyum senang sambil memandang
wajah Lisa yang kini tengah tertidur dengan sangat nyenyaknya. Abdy merasa
sangat senang dan bahagia, meskipun sebelumnya ia masih sangat ketakutan dengan
keadaan lisa.
Namun saat ini Abdy tidak berhenti tersenyum karna merasa
sangat bahagia melihat orang yang di cintainya kini tengah sadar dan sebentar
lagi akan segera pulih.
Abdy terus memandangi wajah Lisa, wajah yang telah
membuatnya jatuh cinta setengah mati, dan melakukan banyak hal demi Lisa orang yang sangat ia cintai.
“Tidak cantik, namun kenapa aku sangat menyukainya ya?” Abdy
berkata sendiri sambil memandang wajah Lisa yang kini masih setia menutup kedua
matanya.
Abdy tidak habis pikir kanapa ia begitu sangat mencintai
Lisa, padahal kalau di lihat Lisa memiliki wajah yang pas-passang menurut Abdy
saja, namun yang sebenarnya Lisa terlihat sangat cantik, kecantikannya hampir
sama dengan kecantikan yang Becca miliki.
Karna jika Abdy mengingat semua para gadis yang pernah ia
kencani sebelumnya gadis-gadis yang berpenampilan seksi, cantik so pasti karna Abdy
adalah tipe pemuda yang pemilih, ia hanya akan mengajak gadis-gadis cantik dan
seksi untuk ia ajak berkencan dan Abdy tidak menduga akan jatuh cinta dengan
Lisa.
Gadis yang selalu berpenampilan biasa saja, namun penampilan
biasa itu justru membuat Abdy tidak ingin jauh-jauh darinya, karna rasa cinta
yang ia miliki untuk Lisa sangatlah besar.
Abdy menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat duduk yang ada
di samping berangka yang di tempati Lisa tengah terlelap saat ini, Aby tidak
berhenti menatap ke arah wajah Lisa, wajah Lisa seperti telah menghipnotisnya
karna hanya memangdang wajah Lisa Abdy tidak berhenti tersenyum.
Cukup lama Abdy memandang wajah Lisa, hingga akhirnya Lisa
mengeliat dari tidurnya lalu bangun, dan pelan-pelan mulai membuka matanya, dan
wajah pertama yang ia lihat ketika membuka matanya adalah wajah Abdy yang kini
tengah tersenyum hangat melihat ke arahnya. Lisa yang melihat wajah Abdy
tersenyum membalas senyuman hangat Abdy.
“Eh, calon istri uda bangun.” Abdy tersenyum jail melihat ke
arah Lisa yang kini tengah melihat ke arahnya.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy hanya tersenyum, karna ia
masih berusaha mengumpulkan yawanya karna baru terbangun.
“Hem. Dy, aku boleh minta tolong.” Ucap Lisa pelan dan
lembut.
“Minta tolong apa? Mau aku bantu membuka celanamu?” Abdy
kembali tersenyum jail ketika selesai mengatakan itu, Aby mengatakan itu karna
terakhir Lisa meminta tolong padanya ketika Lisa ingin ke kamar mandi.
“Ih, apaan sih.” Lisa nampak sedikit malu mendengar apa yang
baru saja Abdy katakan.
“Lah, kamu kan ingin minta tolong, jadi aku akan menolongmu
untuk membuka celanamu.”
“Abdy hentikan, jangan berbicara konyol seperti itu, aku
meminta tolong karna aku ingin meminta air aku sangat haus.” Lisa mengatakan
maksudnya meminta tolong.
Abdy yang mendengar itu hanya berkata. “Oo. Aku pikir? Ah sudahlah.”
Abdy berdiri dari tempat duduknya lalu mengambil gelas yang
berisi dengan air yang ada di atas meja yang telah di siapkan oleh pihak rumah sakit, lalu memberikan kepada
Lisa.
Lisa meraih gelas tersebut dari tangan Abdy, lalu meminumnya
hingga tandas, karna jujur saat ini Lisa sangat haus.
Ahhh.
“Segar, pasti akan lebih segar jika aku meminum jus yang
dingin.” Lisa tiba-tiba merasa ingin meminum jus dingin, mungkin karna pengaruh
obat yang tengah ia komsumsi membuat tenggorokannya terasa sangat kering.
Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang ingin meminum jus dingin
__ADS_1
dengan segera memesan jus karna ia juga ingin meminumnya.