Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.209


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Becca tidak berheti tertawa,


kebahagian terpancar jelas di wajah, Becca merasa kalau saat ini, bayi yang ada


di pangkuannya adalah putranya pasti kebahagian yang ia miliki tidak ada duanya


di dunia ini.


Aby yang melihat kebahagian Becca, ikut bahagia karna memang


itu yang ia harapkan, melihat wajah ceria yang selalu istrinya perlihatkan. Bahkan


Aby tidak berheti tersenyum ketika melihat Becca berbicara dengan bayi yang ada


di pangkuannya, Aby melihat seolah Becca berbicara dengan orang yang bisa ia


ajak berbicara.


Mobil Aby melewati pintu gerban masuk menuju arah pintu utama


rumahnya, Aby menyengitkan dahi bingun melihat seluruh anggota keluarganya


telah berkumpul di depan pintu utama menanti kedangannya.


Becca yang melihat seluruh anggota berkumpul di depan pintu


rumahnya tersenyum karna ia tau pasti mereka ingin bertanya soal poto bayi yang


ada di gendongan Aby yang ia kirim di gerup keluarganya.


Aby mematikan mesin mobilnya, lalu membuka pintu dan keluar


dari dalam mobilnya tersenyum melihat ke arah seluruh anggota keluarganya,


namun satu di antara mereka tidak ada yang membalas senyumannya bahkan yang Aby


lihat saat ini, semua anggota keluarganya memasang wajah yang marah kepadanya.


‘Mereka semua kenapa?’ pekik Aby pelan berjalan ke arah


pintu mobil satunya untuk membuka pintu mobil untuk Becca.


Becca keluar dari dalam mobil dengan membawa bayi yang ada


di gendongannya, tersenyum melihat ke semua anggota keluarnya, dan di balas


senyuman hangat oleh seluruh anggota keluarganya yang melihat ke arahnya.


Aby semakin bingun, ia mulai mencari apa kesalahannya


sehingga semua anggota keluarganya terlihat marah kepadanya, namun tidak kepada


istrinya karna yang Aby lihat saat ini, semuanya tersenyum melihat ke arah


Becca.


Becca mulai berjalan ke arah ibu mertunya, sambil membawa


bayi yang ada di gendongannya, dan di sambut hangat oleh Nabila ibu mertunya.


“Becca sayang kamu dari mana? Dan bayi lucu ini siapa?” tanya


Nabila hangat kepada menantunya.


“Ma, akan lebih baik jika kita semua masuk ke dalam, aku


akan menjelaskan semuanya di dalam ma.” Becca tersenyum ceria setelah


mengatakan itu kepada ibu mertunya.


Nabila dan yang lainnya ikut masuk ke dalam rumah, mengikuti


Becca tampa ada yang berbicara satupun dengan Aby, dan itu membuat Aby merasa


sangat bingun memikirkan kesalahan apa yang tengah ia lakukan sehingga semua


anggota keluarganya tidak ada yang berbicara bahkan Ayah dan adiknya tidak ada


yang mengajaknya berbicara.


Baru saja Aby ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam


rumahnya, dan tiba-tiba beberapa mobi hitam masuk ke halaman rumahnya, dan


berhenti tepat di depan pintu utama rumahnya dan Aby tau siapa pemiliki mobil


itu yang tidak lain adalah Hamish ayah mertuanya.


Aby tersenyum ketika melihat Hamish turun dari mobilnya,


namun Hamish memperlihat ekpresi wajah tidak senang melihat ke arah menantunya,


Hamish mempercepat langkahnya berjalan ke arah Aby sambil mengeluarkan


pistolnya yang ia selipkan di pinggannya berjalan ke arah Aby.


Aby yang melihat tingkah mertunya merasa sangat bingun


sekaligus syok ketika Hamish menyodorkan pistol di kepalanya.


“Apa yang terjadi Dad? Kenapa Dad melakukan hal ini?” tanya


Aby terkejut.


“Berani kamu melakukan hal menjijikkan  seperti ini kepada putrinku!” teriak Hamish.


Hamish berteriak dan itu membuat semua orang yang tengah


duduk di ruangan tamu merasa sangat terkejut mendengar suara ribut-ribut di


depan pintu utama rumahnya.


Becca yang mendengar suara teriakan Daddynya dengan segera


memberikan bayi yang ada di gendongannya kepada Nabila, karna ia sudah tau


bahwa Daddynya akan sangat marah jika ia sampai melihat poto yang ia kirim di grup


keluarga.


“Daddy” Becca berlari keluar di ikuti oleh keluarga yang


lainnya.


Becca merasa sangat terkejut dan syok, ketika melihat


suaminya di sodong pistol  oleh Daddynya,


ia segera berlari untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkannya.


Begitupun dengan semua anggota keluarga, mereka terlihat


panik dan merasa sangat ketakutan dengan apa yang mereka lihatnya saat ini.


Karna ia tau kalau Daddynya tidak akan pernah mengancam, dan


tidak akan segan melakukan sesuatu jika terlanjur marah.


“Daddy hentikan![“ ucap Becca berdiri di antara keduanya “Apa


yang Daddy lakukan? Apa Daddy akan melenyapkan suamiku?” tanya Becca berteriak


kepada Hamish.


Becca mengambil paksa pistol dari tangan Daddynya lalu


melemparnya kelantai, melihat ke arah Aby yang kini sangat terkejut.

__ADS_1


“Kamu tidak apa-apa By?” tanya Becca melihat seluruh wajah


dan tubuh suaminya, ia memastikan jika memang suaminya baik-baik saja.


“Iya, sayang aku tidak apa-apa” jawab Aby masih bingun dengan


apa yang baru saja ayah mertuanya lakukan kepadanya.


Aby melihat ke arah Hamish yang kini terlihat sangat marah


kepadanya, ia masih bingun apa yang membuat ayah mertunya marah seperti itu


kepadanya mengingat ia tidak memiliki kesalahan yang bisa membuat ayah


mertuanya marah seperti itu kepadanya bahkan hampir melenyapkannya.


“Sebenarnya apa yang terjadi Dad? Kenapa Dad marah seperti


ini kepadaku? Apa salahku?” tanya Aby melihat ke arah mertunya.


Becca yang mendengar pertanyaan Aby untuk Daddynya dengan


segera berkata. “Maafkan aku, ini semua salahku, karna telah memotret Aby


bersama dengan bayi itu” menunjuk bayi yang ada di gendongan Nabila “Dan karna


aku suamiku hampir di lenyapkan oleh Daddyku sendiri.”


Becca meneteskan air mata ketika mengatakan itu, karna


perbuatanya suaminya hampir menjadi korban keganasan Daddynya karna salah paham


dengan semua yang ia kirim di grup keluarga.


Hamish yang melihat putrinya meneteskan air mata, dengan


segera mendekat ke arah putrinya untuk memperjelas apa maksud dari semua ini,


sementara Aby mengusap lembut belakang istrinya karna tidak suka melihat jika


Becca sampai mengeluarkan air mata.


“Maksud semua ini apa Becca?” tanya Hamish memperlihatkan


hapenya.


Hamish benar-benar masih sangat bingun dan belum mengerti


apa maksud dari poto yang Becca kirim ke grup di tambah dengan emo menangis


yang ia kirim terakhir.


Aby yang penasaran dengan segera mengambil hape dari tangan


Hamish dan melihat apa yang telah Becca kirim sehingga semuanya marah


terhadapnya.


“Oh, jadi karna poto ini semua anggota keluargaku jadi marah”


tersenyum “Kamu memang nakal Becca, Daddy hampir melenyapkan suamimu hanya


karna ia salah paham melihat poto ini, dan kamu hampir menjadi janda seketika


kalau saja Daddy melenyapkanku hari ini.”


“HentikanBy! Kamu jangan berbicara seperti itu, jika Daddy


sampai melenyapkanmu hari maka aku akan ikut mati bersamamu.” Becca memeluk Aby


dengan sangat eratnya ketika selesai mengatakan itu karna jujur ia sangat


ketakutan melihat suaminya di sodongkan senjata oleh ayahnya sendiri.


Hamish yang mendengar ucapan putri dan menantunya bingun,


“Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada yang bisa menjelaskan


semua ini?” tanya Hamish melihat ke arah semuanya.


Doni yang beserta keluarga yang lainnya yang telah


mengetahui separuh cerita dari Becca dengan segera berkata, “Akan lebih baik


jika kita masuk di dalam anak-anak kita akan menjelaskan semuanya, dan semua


yang ada di poto tidaklah seperti yang kamu pikirkan.”


Mereka semua telah mengetahui seperuh dari ceritanya, karna


Becca telah bercerita sedikit kepada mereka, namun ketika mendengar suara ribut


–ribut di luar Becca berhenti bercerita dan dengan segera berlari.


Setelah mendengar kejadian yang sebenarnya, Hamish meminta


maaf kepada menantunya karna telah berlaku kasar kepadanya.


Semua keluarga yang mendengar cerita Becca dan Aby menjadi


tau dengan kejadian yang sebenarnya, begitupun dengan Hamish. Bahkan Becca juga


mengatakan kepada keluarga besarnya jika sampai tiga hari tidak ada yang


mencari keberadaan bayi yang ia temukan semalam ia akan mengadopisnya dan


menjadikannya sebagai putranya, sekaligus menjadi pancingan untuknya untuk


segera memiliki anak dari Aby, mengingat yang di katakan dokter kalau saat ini


ia sangat kesulitan untuk mendapatkan anak.


Semua keluarga yang mendengar ucapan Aby dan Becca setuju


dengan keputusan yang telah di ambil oleh anak-anak mereka, bahkan Nabila


terlihat sangat senang melihat bayi yang kini masih ada di pangkuanya.


Abdy yang melihat kebahagian yang terlihat di mata mamanya


ketika mengendong bayi mungil itu tersenyum sambil mengengam tangan Lisa. Karna


ia berharap akan segera memiliki bayi dari Lisa, Lisa yang melihat hal itu


tersenyum berharap agar ia segera di berikan bayi.


Waktu terus berlalu, Becca mulai di sibukkan mengurus


putranya yang ia beri nama Kaisar, setelah resmi mengadopsi Kaisar Becca menjalani


harinya sebagai ibu dari anak yang telah di temukan malam itu.


Becca begitu sangat menyayangi Kaisar, bahkan ia merasa


kalau Kaisar adalah purtanya sendiri, begitu pun dengan Aby semenjak kedatangan


Kaisar kerumahnya hari-harinya terasa indah, meskipun ia merasa agak sedikit


terganggu jika ia ingin melakukan hal yang indah bersama dengan Becca namun


tiba –tiba ia menangis.


Seperti malam ini Aby sudah sangat terbuai dengan apa yang


ia lakukan di atas tubuh istrinya, namun belum sempat ia melakukan apa yang


menjadi hasratnya Kaisar menangis dalam boks tempat tidurnya dan itu membuatnya

__ADS_1


dengan segera menyingkir dari atas tubuh istrinya, karna Becca ingin bangun


menenangkan Kaisar yang tengah menangia.


“By, Kaisar menangis,” ucap Becca dari bawah rengkuhan tubuh


Aby.


“Biarkan saja, palingan bentar berenti menangis.” Jawab Aby


kembali melakukan apa yang tertunda karna menjawab pertanyaan Becca.


Becca terus melihat ke arah boks tempat tidur Kaisar, yang


berada tepat di sampin tempat tidurnya. Namun Kaisar tidak kunjung berhenti


menangis, hingga membuat Aby harus menyingkirkan tubuhnya dari atas tubuh


Becca.


Aby mengacak rambutnya menarik selimut menutupi bagian


tubuhnya, melihat ke arah Becca kembali mengenakan gaun tidurnya lalu berdiri


dan mengankat tubuh Kaisar dari dalam boks tempat tidurnya.


Becca tersenyum karna mengetahui apa yang membuat Kaisar


menangis di saat seperti ini ternyata popok yang ia gunakan tengah penuh dan


itu membuatnya merasa tidak nyaman hingga akhirnya ia menangis.


“Sayangku, emua, emua, emua, basah ya, au. putra kesayangan


Mommy.” Becca mengankat pelan tubuh mungil Kaisar lalu merebahkannya di atas


tempat tidur karna ia ingin menganti popok yang Kaisar gunakan karna sudah


terlalu penuh.


Aby yang mendengar ucapan istrinya kemabali mengacak


rambutnya sambil berkata, “Kaisar yang basah di pedulihkan, suami yang suda


basah-basah ditinggal,” ucap pelan Aby namun perkataannya itu masih terdengar


jelas di telinga Becca dan itu membuat Becca tersenyum dengan apa yang tengah


suaminya katakan.


“Kaisar cuman bentar By, setelah ini sampai pagipun, kamu


mau, aku siap layani,” Becca terkekeh karna merasa lucu dengan apa yang baru


saja ia katakan, ia merasa dirinya ikut terlalu mesum setelah kehadiran Kaisar.


Becca mengatakan itu karna ia sangat menyukai ekpresi wajah


Aby ketika mendengar apa yang ia ucapkan setelah melakukan sesuatu yang selalu


tertunda dengan suara tangisan kaisar.


Dan memang benar yang dikatakan Becca, setelah menganti


popok Kaisar ia kemabli memasukkannya kedalam boks dan memberinya susu dalam


dot, Kaisar kembali ateng hingga terlelap.


Aby yang melihat Becca masih berdiri di sampin boks Kaisar


dengan segera menarik tangan Becca dan itu membuat Becca terjatuh dan menimpah


tubuhnya.


“Au, pelan-pelan By, sakit” Becca pura-pura meringgis


kesakitan ketika kepalanya terbentur pada dahi Aby dan itu membuat Aby merasa


terkejut ketika mendengar suara ringgisan istrinya, Aby merasa sangat takut


jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya.


Melihat kepanikan Aby, Becca tertawa pelan karna merasa


sangat lucu melihat wajah panik yang Aby perlihatnya.


Hahahah.


“Nakal ya,” ucap Aby mengelitik perut Becca dan itu membuat


Becca menutup mulutnya dengan tangannya karna ia tidak ingin mengangu tidur


Kaisar.


Aby kembali melakukan apa yang baru saja sempat tertunda


ketika Kaisar terbangun, Aby melepas gaun tidur yang Becca kenakan lalu


melemparnya turun ke lantai dan mulai melakukan apa yang sebelunya ingin ia


lakukan.


Melakukan ena, ena sebelum tidur itulah yang selalu mereka


berdua lakukan meskipun selalu terganggu namun mereka selalu melanjutkannya,


karna Aby dan Becca terus berusaha untuk memiliki bayi dari buah cinta mereka,


meskipun begitu Becca dan Aby telah mengangap Kaisar seperti anak kandung


mereka sendiri, namun akan lebih baik jika memiliki anak dari dalam rahim


sendiri akan lebih baik itulah yang ada di dalam pikiran keduanya.


*****


 Di dalam kamar Abdy


dan Lisa tidak berhenti berdebat, karna masalah sepeleh yang tengah Lisa alami


ketika ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi Lisa hampir terjatuh, dan itu


membuat Abdy merasa sangat marah dan juga kesal.


“Bagaiman jika sampai kamu terjatuh tadi?” tanya Abdy


melihat ke arah Lisa yang kini tengah duduk di pinggir tempat tidur hanya


menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, karna Lisa ingin mandi ketika masuk


ke dalam kamar mandi.


“Santai aja Dy, ngak usah marah seperti itu! Aku juga ngak


jatuh, kalau jatuh itu sudah nasip,” jawab Lisa dengan sedikit kesal karna


tidak suka mendengar suaminya berteriak kepadanya.


Lisa tidak habis berfikir hanya karna ia hampir terjatuh Abdy


meneriakinya seperti itu, Lisa sangat tidak menyukai nada suara tinggi Abdy


yang seperti itu.


Abdy yang mendengar ucapan istrinya yang menyuruhnya santai,


kembali berkata, “Kamu menyuruhku santai? Bagaiman jika kamu sampai terjatuh

__ADS_1


tadi?” tanya Abdy lagi dengan nada suara tingginya.


__ADS_2