
Di sepanjang perjalanan Becca tidak berheti tertawa,
kebahagian terpancar jelas di wajah, Becca merasa kalau saat ini, bayi yang ada
di pangkuannya adalah putranya pasti kebahagian yang ia miliki tidak ada duanya
di dunia ini.
Aby yang melihat kebahagian Becca, ikut bahagia karna memang
itu yang ia harapkan, melihat wajah ceria yang selalu istrinya perlihatkan. Bahkan
Aby tidak berheti tersenyum ketika melihat Becca berbicara dengan bayi yang ada
di pangkuannya, Aby melihat seolah Becca berbicara dengan orang yang bisa ia
ajak berbicara.
Mobil Aby melewati pintu gerban masuk menuju arah pintu utama
rumahnya, Aby menyengitkan dahi bingun melihat seluruh anggota keluarganya
telah berkumpul di depan pintu utama menanti kedangannya.
Becca yang melihat seluruh anggota berkumpul di depan pintu
rumahnya tersenyum karna ia tau pasti mereka ingin bertanya soal poto bayi yang
ada di gendongan Aby yang ia kirim di gerup keluarganya.
Aby mematikan mesin mobilnya, lalu membuka pintu dan keluar
dari dalam mobilnya tersenyum melihat ke arah seluruh anggota keluarganya,
namun satu di antara mereka tidak ada yang membalas senyumannya bahkan yang Aby
lihat saat ini, semua anggota keluarganya memasang wajah yang marah kepadanya.
‘Mereka semua kenapa?’ pekik Aby pelan berjalan ke arah
pintu mobil satunya untuk membuka pintu mobil untuk Becca.
Becca keluar dari dalam mobil dengan membawa bayi yang ada
di gendongannya, tersenyum melihat ke semua anggota keluarnya, dan di balas
senyuman hangat oleh seluruh anggota keluarganya yang melihat ke arahnya.
Aby semakin bingun, ia mulai mencari apa kesalahannya
sehingga semua anggota keluarganya terlihat marah kepadanya, namun tidak kepada
istrinya karna yang Aby lihat saat ini, semuanya tersenyum melihat ke arah
Becca.
Becca mulai berjalan ke arah ibu mertunya, sambil membawa
bayi yang ada di gendongannya, dan di sambut hangat oleh Nabila ibu mertunya.
“Becca sayang kamu dari mana? Dan bayi lucu ini siapa?” tanya
Nabila hangat kepada menantunya.
“Ma, akan lebih baik jika kita semua masuk ke dalam, aku
akan menjelaskan semuanya di dalam ma.” Becca tersenyum ceria setelah
mengatakan itu kepada ibu mertunya.
Nabila dan yang lainnya ikut masuk ke dalam rumah, mengikuti
Becca tampa ada yang berbicara satupun dengan Aby, dan itu membuat Aby merasa
sangat bingun memikirkan kesalahan apa yang tengah ia lakukan sehingga semua
anggota keluarganya tidak ada yang berbicara bahkan Ayah dan adiknya tidak ada
yang mengajaknya berbicara.
Baru saja Aby ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam
rumahnya, dan tiba-tiba beberapa mobi hitam masuk ke halaman rumahnya, dan
berhenti tepat di depan pintu utama rumahnya dan Aby tau siapa pemiliki mobil
itu yang tidak lain adalah Hamish ayah mertuanya.
Aby tersenyum ketika melihat Hamish turun dari mobilnya,
namun Hamish memperlihat ekpresi wajah tidak senang melihat ke arah menantunya,
Hamish mempercepat langkahnya berjalan ke arah Aby sambil mengeluarkan
pistolnya yang ia selipkan di pinggannya berjalan ke arah Aby.
Aby yang melihat tingkah mertunya merasa sangat bingun
sekaligus syok ketika Hamish menyodorkan pistol di kepalanya.
“Apa yang terjadi Dad? Kenapa Dad melakukan hal ini?” tanya
Aby terkejut.
“Berani kamu melakukan hal menjijikkan seperti ini kepada putrinku!” teriak Hamish.
Hamish berteriak dan itu membuat semua orang yang tengah
duduk di ruangan tamu merasa sangat terkejut mendengar suara ribut-ribut di
depan pintu utama rumahnya.
Becca yang mendengar suara teriakan Daddynya dengan segera
memberikan bayi yang ada di gendongannya kepada Nabila, karna ia sudah tau
bahwa Daddynya akan sangat marah jika ia sampai melihat poto yang ia kirim di grup
keluarga.
“Daddy” Becca berlari keluar di ikuti oleh keluarga yang
lainnya.
Becca merasa sangat terkejut dan syok, ketika melihat
suaminya di sodong pistol oleh Daddynya,
ia segera berlari untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkannya.
Begitupun dengan semua anggota keluarga, mereka terlihat
panik dan merasa sangat ketakutan dengan apa yang mereka lihatnya saat ini.
Karna ia tau kalau Daddynya tidak akan pernah mengancam, dan
tidak akan segan melakukan sesuatu jika terlanjur marah.
“Daddy hentikan![“ ucap Becca berdiri di antara keduanya “Apa
yang Daddy lakukan? Apa Daddy akan melenyapkan suamiku?” tanya Becca berteriak
kepada Hamish.
Becca mengambil paksa pistol dari tangan Daddynya lalu
melemparnya kelantai, melihat ke arah Aby yang kini sangat terkejut.
__ADS_1
“Kamu tidak apa-apa By?” tanya Becca melihat seluruh wajah
dan tubuh suaminya, ia memastikan jika memang suaminya baik-baik saja.
“Iya, sayang aku tidak apa-apa” jawab Aby masih bingun dengan
apa yang baru saja ayah mertuanya lakukan kepadanya.
Aby melihat ke arah Hamish yang kini terlihat sangat marah
kepadanya, ia masih bingun apa yang membuat ayah mertunya marah seperti itu
kepadanya mengingat ia tidak memiliki kesalahan yang bisa membuat ayah
mertuanya marah seperti itu kepadanya bahkan hampir melenyapkannya.
“Sebenarnya apa yang terjadi Dad? Kenapa Dad marah seperti
ini kepadaku? Apa salahku?” tanya Aby melihat ke arah mertunya.
Becca yang mendengar pertanyaan Aby untuk Daddynya dengan
segera berkata. “Maafkan aku, ini semua salahku, karna telah memotret Aby
bersama dengan bayi itu” menunjuk bayi yang ada di gendongan Nabila “Dan karna
aku suamiku hampir di lenyapkan oleh Daddyku sendiri.”
Becca meneteskan air mata ketika mengatakan itu, karna
perbuatanya suaminya hampir menjadi korban keganasan Daddynya karna salah paham
dengan semua yang ia kirim di grup keluarga.
Hamish yang melihat putrinya meneteskan air mata, dengan
segera mendekat ke arah putrinya untuk memperjelas apa maksud dari semua ini,
sementara Aby mengusap lembut belakang istrinya karna tidak suka melihat jika
Becca sampai mengeluarkan air mata.
“Maksud semua ini apa Becca?” tanya Hamish memperlihatkan
hapenya.
Hamish benar-benar masih sangat bingun dan belum mengerti
apa maksud dari poto yang Becca kirim ke grup di tambah dengan emo menangis
yang ia kirim terakhir.
Aby yang penasaran dengan segera mengambil hape dari tangan
Hamish dan melihat apa yang telah Becca kirim sehingga semuanya marah
terhadapnya.
“Oh, jadi karna poto ini semua anggota keluargaku jadi marah”
tersenyum “Kamu memang nakal Becca, Daddy hampir melenyapkan suamimu hanya
karna ia salah paham melihat poto ini, dan kamu hampir menjadi janda seketika
kalau saja Daddy melenyapkanku hari ini.”
“HentikanBy! Kamu jangan berbicara seperti itu, jika Daddy
sampai melenyapkanmu hari maka aku akan ikut mati bersamamu.” Becca memeluk Aby
dengan sangat eratnya ketika selesai mengatakan itu karna jujur ia sangat
ketakutan melihat suaminya di sodongkan senjata oleh ayahnya sendiri.
Hamish yang mendengar ucapan putri dan menantunya bingun,
“Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada yang bisa menjelaskan
semua ini?” tanya Hamish melihat ke arah semuanya.
Doni yang beserta keluarga yang lainnya yang telah
mengetahui separuh cerita dari Becca dengan segera berkata, “Akan lebih baik
jika kita masuk di dalam anak-anak kita akan menjelaskan semuanya, dan semua
yang ada di poto tidaklah seperti yang kamu pikirkan.”
Mereka semua telah mengetahui seperuh dari ceritanya, karna
Becca telah bercerita sedikit kepada mereka, namun ketika mendengar suara ribut
–ribut di luar Becca berhenti bercerita dan dengan segera berlari.
Setelah mendengar kejadian yang sebenarnya, Hamish meminta
maaf kepada menantunya karna telah berlaku kasar kepadanya.
Semua keluarga yang mendengar cerita Becca dan Aby menjadi
tau dengan kejadian yang sebenarnya, begitupun dengan Hamish. Bahkan Becca juga
mengatakan kepada keluarga besarnya jika sampai tiga hari tidak ada yang
mencari keberadaan bayi yang ia temukan semalam ia akan mengadopisnya dan
menjadikannya sebagai putranya, sekaligus menjadi pancingan untuknya untuk
segera memiliki anak dari Aby, mengingat yang di katakan dokter kalau saat ini
ia sangat kesulitan untuk mendapatkan anak.
Semua keluarga yang mendengar ucapan Aby dan Becca setuju
dengan keputusan yang telah di ambil oleh anak-anak mereka, bahkan Nabila
terlihat sangat senang melihat bayi yang kini masih ada di pangkuanya.
Abdy yang melihat kebahagian yang terlihat di mata mamanya
ketika mengendong bayi mungil itu tersenyum sambil mengengam tangan Lisa. Karna
ia berharap akan segera memiliki bayi dari Lisa, Lisa yang melihat hal itu
tersenyum berharap agar ia segera di berikan bayi.
Waktu terus berlalu, Becca mulai di sibukkan mengurus
putranya yang ia beri nama Kaisar, setelah resmi mengadopsi Kaisar Becca menjalani
harinya sebagai ibu dari anak yang telah di temukan malam itu.
Becca begitu sangat menyayangi Kaisar, bahkan ia merasa
kalau Kaisar adalah purtanya sendiri, begitu pun dengan Aby semenjak kedatangan
Kaisar kerumahnya hari-harinya terasa indah, meskipun ia merasa agak sedikit
terganggu jika ia ingin melakukan hal yang indah bersama dengan Becca namun
tiba –tiba ia menangis.
Seperti malam ini Aby sudah sangat terbuai dengan apa yang
ia lakukan di atas tubuh istrinya, namun belum sempat ia melakukan apa yang
menjadi hasratnya Kaisar menangis dalam boks tempat tidurnya dan itu membuatnya
__ADS_1
dengan segera menyingkir dari atas tubuh istrinya, karna Becca ingin bangun
menenangkan Kaisar yang tengah menangia.
“By, Kaisar menangis,” ucap Becca dari bawah rengkuhan tubuh
Aby.
“Biarkan saja, palingan bentar berenti menangis.” Jawab Aby
kembali melakukan apa yang tertunda karna menjawab pertanyaan Becca.
Becca terus melihat ke arah boks tempat tidur Kaisar, yang
berada tepat di sampin tempat tidurnya. Namun Kaisar tidak kunjung berhenti
menangis, hingga membuat Aby harus menyingkirkan tubuhnya dari atas tubuh
Becca.
Aby mengacak rambutnya menarik selimut menutupi bagian
tubuhnya, melihat ke arah Becca kembali mengenakan gaun tidurnya lalu berdiri
dan mengankat tubuh Kaisar dari dalam boks tempat tidurnya.
Becca tersenyum karna mengetahui apa yang membuat Kaisar
menangis di saat seperti ini ternyata popok yang ia gunakan tengah penuh dan
itu membuatnya merasa tidak nyaman hingga akhirnya ia menangis.
“Sayangku, emua, emua, emua, basah ya, au. putra kesayangan
Mommy.” Becca mengankat pelan tubuh mungil Kaisar lalu merebahkannya di atas
tempat tidur karna ia ingin menganti popok yang Kaisar gunakan karna sudah
terlalu penuh.
Aby yang mendengar ucapan istrinya kemabali mengacak
rambutnya sambil berkata, “Kaisar yang basah di pedulihkan, suami yang suda
basah-basah ditinggal,” ucap pelan Aby namun perkataannya itu masih terdengar
jelas di telinga Becca dan itu membuat Becca tersenyum dengan apa yang tengah
suaminya katakan.
“Kaisar cuman bentar By, setelah ini sampai pagipun, kamu
mau, aku siap layani,” Becca terkekeh karna merasa lucu dengan apa yang baru
saja ia katakan, ia merasa dirinya ikut terlalu mesum setelah kehadiran Kaisar.
Becca mengatakan itu karna ia sangat menyukai ekpresi wajah
Aby ketika mendengar apa yang ia ucapkan setelah melakukan sesuatu yang selalu
tertunda dengan suara tangisan kaisar.
Dan memang benar yang dikatakan Becca, setelah menganti
popok Kaisar ia kemabli memasukkannya kedalam boks dan memberinya susu dalam
dot, Kaisar kembali ateng hingga terlelap.
Aby yang melihat Becca masih berdiri di sampin boks Kaisar
dengan segera menarik tangan Becca dan itu membuat Becca terjatuh dan menimpah
tubuhnya.
“Au, pelan-pelan By, sakit” Becca pura-pura meringgis
kesakitan ketika kepalanya terbentur pada dahi Aby dan itu membuat Aby merasa
terkejut ketika mendengar suara ringgisan istrinya, Aby merasa sangat takut
jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya.
Melihat kepanikan Aby, Becca tertawa pelan karna merasa
sangat lucu melihat wajah panik yang Aby perlihatnya.
Hahahah.
“Nakal ya,” ucap Aby mengelitik perut Becca dan itu membuat
Becca menutup mulutnya dengan tangannya karna ia tidak ingin mengangu tidur
Kaisar.
Aby kembali melakukan apa yang baru saja sempat tertunda
ketika Kaisar terbangun, Aby melepas gaun tidur yang Becca kenakan lalu
melemparnya turun ke lantai dan mulai melakukan apa yang sebelunya ingin ia
lakukan.
Melakukan ena, ena sebelum tidur itulah yang selalu mereka
berdua lakukan meskipun selalu terganggu namun mereka selalu melanjutkannya,
karna Aby dan Becca terus berusaha untuk memiliki bayi dari buah cinta mereka,
meskipun begitu Becca dan Aby telah mengangap Kaisar seperti anak kandung
mereka sendiri, namun akan lebih baik jika memiliki anak dari dalam rahim
sendiri akan lebih baik itulah yang ada di dalam pikiran keduanya.
*****
Di dalam kamar Abdy
dan Lisa tidak berhenti berdebat, karna masalah sepeleh yang tengah Lisa alami
ketika ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi Lisa hampir terjatuh, dan itu
membuat Abdy merasa sangat marah dan juga kesal.
“Bagaiman jika sampai kamu terjatuh tadi?” tanya Abdy
melihat ke arah Lisa yang kini tengah duduk di pinggir tempat tidur hanya
menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, karna Lisa ingin mandi ketika masuk
ke dalam kamar mandi.
“Santai aja Dy, ngak usah marah seperti itu! Aku juga ngak
jatuh, kalau jatuh itu sudah nasip,” jawab Lisa dengan sedikit kesal karna
tidak suka mendengar suaminya berteriak kepadanya.
Lisa tidak habis berfikir hanya karna ia hampir terjatuh Abdy
meneriakinya seperti itu, Lisa sangat tidak menyukai nada suara tinggi Abdy
yang seperti itu.
Abdy yang mendengar ucapan istrinya yang menyuruhnya santai,
kembali berkata, “Kamu menyuruhku santai? Bagaiman jika kamu sampai terjatuh
__ADS_1
tadi?” tanya Abdy lagi dengan nada suara tingginya.