
Abdy berjalan sedikit menjauh dari meja kerja Lara.
Dan segera Abdy menekan tombol hijau, lalu berkata. "Iya, Halo."
"Abdy, kamu ada dimana? dari tadi aku menunggumu." ucap Lisa dari balik telpon.
"Oh, asataga, Maaf, ya Lis, sekarang aku Otw ke sana. Ok."
Setelah sambungan telponnya terputus dengan Lisa. Abdy kembali ke meja kerja Lara, lalu berkata.
"Nanti kita langjut pembicaraan kita lagi. Karna saat ini, ada urusan yang harus aku urus." Setelah mengatakan itu Abdy berlalu meninggalkan meja kerja Lara.
Abdy berjalan ke parkiran, menuju arah mobilnya. Setelah sampai di mobilnya, Abdy masuk, lalu melajukan mobilnya menuju tempat yang telah Ia tempati janjian dengan Lisa, yaitu di taman kota.
Setelah sampai di taman kota. Abdy keluar dari dalam mobilnya, lalu mencari keberadaan Lisa.
Setelah matanya tertuju pada Lisa yang kini tengah duduk sendiri di bangku, di bawa pohon. Dengan segera Abdy berlari ke arahnya.
Dengan napas yang terengah -engah. Abdy berkata pada Lisa.
"Maaf, ya, Lis, aku datang telat." dengan wajah sedikit memelas. Karna Ia tau waktu janjiannya dengan Lisa, uda lewat dari dua jam yang lalu.
Dengan wajah yang sedikit kesal, Lisa melihat ke arah Abdy, lalu berkata. "Apa kamu tau? sudah berapa lama aku ada disini? Ah, sudahlah, semua pemuda itu sama saja." Setelah mengatakan itu Lisa meraih tasnya, lalu berangjak dari tempat duduknya, kemudian berlalu pergi meninggalkan Abdy sendiri di bawa pohon.
Melihat Lisa pergi meninggalkannya sendiri di bawa pohon, Abdy mengejar Lisa, Lalu berkata.
"Lisa, tolong maafkan aku. Aku ada sedikit urusan, jadi karna itu aku terlambat datang menemuimu." Abdy sedikit menjelaskan.
Lisa menghentikan langkahnya. Sementara Abdy tersenyum melihat langkah Lisa terhenti.
Lisa berbalik melihat ke arah Abdy, lalu berkata. "Kalau memang kamu ada urusan lain, kenapa kamu tak mengabariku, kamu kan memiliki Hape untuk bisa mengatakan itu padaku. Apa kamu tau? Aku menunggumu salama berjam -jam di bawa pohon itu." Lisa menungjuk ke arah pohon yang Ia tempati menunggu Abdy.
__ADS_1
Mendengar itu dengan segera Abdy berkata. "Iya, aku tau Lis. Aku minta maaf untuk itu. Aku tau aku salah" Abdy memegan tangan Lisa ketika mengatakan itu.
Lisa yang terlanjur kesal berusaha melepas tangan Abdy dari tangannya. "Lepaskan tangan Aku Dy. Sekarang aku mau pulang. Aku sangat lelah menunggumu." Berusaha melepas tangannya.
Namun Abdy memegan tangan Lisa dengan sangat kuat. Sehingga Lisa sedikit kesusahan melepas tangan Aby yang tengah memegan tangannya.
Aby pun berkata. "Aku akan melepaskan tanganmu, kalau kamu telah memaafkankan aku." menatap wajah Lisa yang terlihat nampak kesal. "Lis, tolong maafkan aku ya, pelease. Aku janji ini terakhir kalinya aku membuatmu menunggu." kembali memasang wajah memelasnya.
Lisa melihat ke arah wajah Abdy, lalu berkata. "Janji, kamu tak akan mengulanginya lagi?"ucap Lisa pelan.
Dengan segera Abdy berkata. "Aku janji tak akan mengulanginya lagi." wajah Aby terlihat senang ketika mengatakan itu pada Lisa.
"Baiklah, aku memaafkanmu kali ini, tapi ingat, jangan lakukan itu lagi." Lisa memberi peringatan pada Abdy.
Setelah itu, Abdy kembali mengajak Lisa duduk di bawah pohon yang sebelum Lisa tempati menunggunya.
"Ayo, kita duduk di sana." Abdy menungjuk bangku tersebut.
Setelah itu keduanya, berjalan ke arah bangku yang terletak di bawah pohon. Tempat itu sangatlah nyaman, selain tempatnya sejuk, taman kota itu juga terlihat sangat bersi. Membuat setiap pengunjunng yang datang, akan merasa betah duduk berlama -lama di sana.
*****
Becca membuka matanya, lalu melihat sekeliling. Ia merasa terkejut karna berada di tempat yang asing menurutnya.
"Aku ada dimana?" bangun, lalu membuka selimutnya "Aby." Becca berteriak sedikit keras karna merasa takut.
Mendengar teriakan Becca dari dalam kamar pribadinya. Dengan segera Aby berangjak dari tempat duduknya lalu berlari kecil ke arah kamar pribadinya. Aby membuka pintu, dan melihat Becca tengah duduk di atas tempat tidur.
Aby berjalan mendekat, Lalu berkata. "Sayang, kamu udah bangun?" Aby langsung memeluk Becca, ketika sampai di tempat tidur yang tengah Becca tempati.
Becca pun membalas peluan Aby, lalu berkata. "Aby, aku takut." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Becca.
__ADS_1
Aby mengelus lembut rambut Becca,lalu berkata. "Kenapa mesti takut, apa yang mesti di takutkan?. Kan ada aku, yang akan selalu bersamamu." ucap Aby pelan.
Mendengar itu Becca hanya terdiam, karna merasa nyaman berada di dalam pelukan Abdy. Aby melepas pelukannua lalu berkata.
"Kamu tunggu di sini, karna ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu." Setelah mengatakan itu Aby berjalan keluar dari kamar pribadinya menuju arah meja kerjanya.
Aby menarik laci, lalu mengambil kotak perhiasan, lalu kembali berjalan masuk ke dalam kamar yang di tempati Becca saat ini.
"Ini ambil dan pakailah." Aby menyerahkan kotak perhiasan itu pada Becca.
Becca meraih kotak itu dari tangan Aby, lalu berkata. "Apa ini?" Becca membuka kotak tersebut.
Setelah melihat isinya. Becca berdecak kagum. Karna melihat kalung dan juga cincin yang sangat indah di dalam kotak tersebut.
Becca pun berkata setelah membuka kotak tersebut. "Ini buat aku sayang?" tanya Becca senang.
Aby tersenyum lalu berkata. "Tentu saja itu untukmu." setelah mengatakan itu Aby mengambil kalung dari tangan Becca lalu memakaikannya di lehernya.
Becca mengankat rambutnya ketika Aby memakaikan kalung tersebut di lehernya. Selesai memakaikan kalung, Aby mengecup lembut leher jengjang Becca dengan sangat lembut. Membuat Becca sedikit merasakan sesuatu.
Namun dengan segera Becca berkata, Sebelum Ia merasa terbuai dengan kecupan lembut itu.
"Sayang, cincinya juga sangat indah. Aku akan memakainya di sini." Becca memasukkan cincin tersebut di jari manis sebelah kanan, karna jari manis yang satunya ada cincin pernikahan mereka.
Aby tersenyum melihat semua perhiasan yang tengah Becca kenakan. Semuanya nampak sangat indah ketika Becca mengenakannya.
Aby pun berkata. "Kalung dan cincin ini, jangan pernah kamu lepaskan, apapun yang terjadi." menatap wajah Becca "Karna kalung dan cincin ini bisa membuat kita terhubung walaupun kamu jauh dariku. Aku akan selalu mengetahui dimanapun kamu berada. Kalung dan cincin ini memiliki pelacak yang akurat." Aby menjelaskan.
"Oo, kalau di lihat kalung dan cincinnya terlihat biasa saja. Seperti tak memiliki keistimewaan apapun." Becca memegan kalung yang tengah melingkar di lehernya, lalu memperhatikannya dengan seksama.
Setelah menjelaskan semuanya, Aby pun berkata pada Becca. "Sayang. Aku ingin keluar mithing, Apa kamu mau ikut? atau mau tinggal di sini menungguku?" tanya Aby pelan.
__ADS_1