Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 113


__ADS_3

Waktu terus berlalu kini Roy, tengah sampai di penthouse peribadinya yang jauh dari kota Sydney. Ia sengaja membawa Becca jauh dari pemukiman kota.


Bahkan Hamish selaku Daddynya tak mengetahui kalau saat ini putrinya tengah berada di negara yang Ia tempati saat ini.


Roy ingin di saat Becca tersadar dan membuka matanya, hanya ada dirinya yang Becca lihat, bukan yang lain.


Mungkin saat ini Roy, sedikit tak waras, karna telah membawa kabur istri orang. Namun semua itu tak Ia hiraukan, Demi obsesi dan ke egoisannya yang ingin memiliki Becca seutuhnya.


Roy, menyuruh beberapa anak buahnya. berjaga -jaga di luar penthouse yang Ia tempati saat ini.


Roy menatap wajah Becca yang kini tengah terbaring di dalam kamarnya. Roy terseyum, lalu mengambil rambut Becca yang ada di atas wajahnya, lalu menyelipkannya di telinga.


Mendapat sentuhan seperti itu. Becca mulai tersadar dari tidurnya. Becca mulai membuka matanya, dan langsung melihat Roy yang kini tengah duduk di pinggir tempat tidur dan itu di depan matanya.


Becca langsun bangun, karna merasa terkejut melihat Roy yang kini tengah tersenyum melihat ke arahnya.


"Aku ada dimana?" duduk di atas tempat tidur sambil melihat sekeliling.


"Aku dimana Roy?" suara Becca sedikit meninggi, karna melihat Roy hanya tersenyum melihat ke arahnya.


Roy tersenyum ingin menyentuh wajah Becca. Namun dengan cepat Becca menepis tangan Roy yang hampir sampai di wajahnya.


"Jangan menyentuhku." itulah ucapan yang keluar dari mulut Becca.


Roy tertawa setelah mendengar apa yang Becca katakan, Roy pun berkata. "Kamu masih seperti dulu Rebecca." menatap sinis "Sudah cukup lama aku mencarimu. Namun ternyata kamu bersembunyi di indonesia. Apa kamu tau? selama kamu pergi, Aku dan Daddymu tak berenti mencarimu." Roy menjelaskan semua yang telah Ia lakukan bersama Hamish.


"Aku, ingin pulang." Becca turun dari tempat tidur.


Namun dengan cepat Roy, menghalangi langkah kaki Becca.


Roy pun berkata. "Mau pulang kemana? rumah suamimu? atau rumah Daddymu?" masih menatap dengan pandangan sinis.

__ADS_1


Menatap tajam ke arah Roy, lalu berkata. "Saat ini aku berada dimana?" berjalan ke arah jendela, lalu melihat sekeliling. "Sydney. Aku berada di Sydney saat ini." Becca mulai mengingat kejadian yang menimpanya hari itu.


Namun yang Ia ingat hanya ketika mulutnya di tutup dengan sapu tangan selebihnya Ia tak ingat lagi.


"Darimana kamu tau kalau aku telah memiliki suami?" berjalan ke arah Roy."Dan untuk apa kamu membawaku kemari? apa alasannya? sedangkang kamu tau kalau aku telah memiliki suami."


Mendengar pertanyaan yang di lontarkan Becca. Roy kembali tertawa melebar.


Ha, ha, ha.


Becca yang mendengar suara tawa Roy jadi merinding ketakutan.


Roy pun berkata. "Aku mengetahui semuanya. Karna aku tinggal di indonesia selama beberapa hari. Bahkan aku tau kalau saat ini kamu tengah mengandung anak dari putra Atmaja itu." Roy terlihat sangat kesal ketika mengatakan itu.


"Dan kamu pasti tau, apa alasan aku membawamu kemari."


Kata terakhir Roy membuat Becca beegidik ngeri dan ketakutan. Becca memeluk perutnya dengan menatap ke arah Roy yang kini tengah menatap tajam melihatnya.


"Aku ingin kamu menjadi milikku selamanya."


"Walaupun kamu mengetahui kalau aku telah memiliki suami, dan bahkan saat ini aku tengah mengandung hasil cinta kami." menatap tajam ke arah Roy.


Roy kembali tertawa setelah mendengar kata yang keluar dari mulut Becca. Dengan langtang Roy berkata.


"Aku tak perduli" wajah kesal "Kamu punya suami, bahkan mengandung hasil cinta kalian, aku tak akan pernah peduli. Yang aku peduli saat ini, hanya ingin menjadikanmu milikku seutuhnya saja." Berjalan mendekat ke arah Becca.


Becca yang mendengar semua itu sangat marah. Hingga akhirnya Ia melayangkan tangannya di wajah Roy.


Plak..


Satu tamparan kerasa mendarat di wajah Roy.

__ADS_1


Becca pun berkata dengan nada kesal. "Dasar gila, tak tau malu. Apa kamu berfikir aku mau menjadi milikkmu. Cihh." meludah tepat di wajah Roy "Sampai kapanpun aku tak akan pernah mau."


Roy yang mendapat perlakuan buruk seperti itu dari Becca. Segera menarik tangan Becca, lalu memutarnya kebelakang.


"Ao, sakit, lepaskan tanganku" meringgis kesakitan "Dasar berengsek." umpat kesal Becca.


Mendengar semua umpatan, Becca. Roy mendekatkan bibirnya di telinga Becca, lalu berkata.


"Aku, akan menjadikanmu milikku, apapun yang terjadi. Siapapun yang menghalangi, aku tak akan segan untuk melenyapkannya. Dan bahkan bila perlu aku akan melenyapkan Ayah dari calon banyimu itu." Ancaman yang keluar dari mulut Roy membuat Becca ketakutan. Ia begitu sangat takut terjadi hal yang buruk pada Suaminya.


Dengan suara melemah Becca berkata. "Kumohon jangan sakiti Ayah dari calon bayiku" memohon "Aku sangat mencintainya, aku sangat takut kehilangannya." Becca meneteskan airmata ketika mengatakan itu.


Karna rasa kesal mendengar kata cinta untuk suaminya, keluar dari mulut Becca. Roy melempar tubuh Becca ke arah tempat tidur. Dan itu membuat Becca meringgis kesakitan dengan memegan perutnya.


"Ao, perutku." memegan perutnya yang terasa sedikit sakit.


Roy yang mendengar ringgisan Becca, terseyum sinis melihat ke arah Becca yang kini tengah terbaring dengan memegan perutnya.


Roy pun berkata kasar pada Becca. "Biarkan saja, anak itu hilang dari dalam perut kamu. Aku tak ingin ada penghalang di antara kita." setelah mengatakan itu Roy berjalan keluar dari dalam kamar yang kini tengah Becca tempati. Roy membuka pintu, lalu membantingnya dengan sangat keras.


Setelah Roy keluar dari kamar yang Ia tempati saat ini. Tangisan Becca tumpah, Becca menangis dengan menyebut nama suaminya.


"Hikss, Aby sayang, cepat datang jemput aku. Hikss, anak kita tersiksa disini. Hikss. Aku tak ingin, sesuatu yang buruk terjadi padanya." dalam keadaan menangis Becca bangun lalu duduk.


Becca memegan perutnya, lalu mengelusnya dengan sangat lembut, lalu Ia berkata. "Sayang, kamu yang kuat di dalam sana ya. Kita hadapi cobaan ini bersama -sama. Mama yakin cobaan ini pasti akan segera berlalu, dan semoga Ayahmu cepat menemukan keberadaan kita berdua"


Becca mengusap air mata yang ada diwajahnya, lalu berdiri mendekat ke arah jendela. Ia ingin mencari jalan yang bisa Ia lewati untuk kabur dari tempat yang Ia tempati saat ini.


Becca membuka pintu jendela lalu melihat ke bawah. Becca pun berkata "Ini, sangat tinggi, jika aku melompat. Ini akan berpengaruh pada janinnku." memegan perutnya.


Setelah itu Becca berjalan ke arah pintu kamar yang Ia tempati saat ini. Becca mencoba membuka pintu. Namun hasilnya nihil pintu kamar yang Ia tempati terkunci dari luar.

__ADS_1


Hingga akhirnya Ia memukul keras pintu kamar tersebut.


__ADS_2