
Sementara Aby, tangannya gemetar memegan setir mobilnya, sesekali Aby melihat ke arah belakang dan memandangi wajah Becca yang berlumuran dengan darah.
"Semoga tak terjadi apapun padanya,aku tak ingin dia kenapa -napa." ucap Aby dalam hati.
Seteleh sampai di depan rumah sakit, dengan segera Aby keluar dari mobilnya lalu mengendong tubuh Becca masuk ke dalam rumah sakit.
"Dokter, tolong selamatkan istri saja," Teriak Aby pada dokter.
Dokter yang mendengar teriakan Aby, dengan segera datang menhampiri sambil mendorong berangkar rumah sakit.
"Rebahkan tubuh istri anda di sini Tuan," ucap salah satu perawat di rumah sakit tersebut.
Aby pun merebahkan tubuh Becca di atas berangkar rumah sakit, lalu memegan tangannya. Sementara para suster mendorong berangkar tersebut masuk ke dalam ruangan perawatan.
"Maaf, tuan sebaiknya anda tunggu di sini," ucap salah satu perawat di rumah sakit tersebut.
Mendengar itu, Aby pun melepas pegangan tangannya dari tangan Becca. Aby di luar tak berenti melihat ke dalam lewat kaca yang ada di pintu ruangan Becca di tangani.
"Maafkan, Mama, Aby, semua ini karna Mama," ucap Nabila sambil menangis di belakang Aby.
__ADS_1
Mendengar ucapan Nabila, Aby berbalik dan langsung memeluk Nabila.
"Semua ini bukan salah Mama, ini semua ke salahan aku. Seandainya aku memberitahukan semuanya pada Mama sebelumya. Ini tak akan pernah terjadi. Maafkan aku Ma."
Setelah mengatakan itu pada Nabila. Aby pun melepas pelukannya. Lalu kembali melihat Becca yang ada di dalam ruangan perawatan. Melihat itu Nabila pun bertanya.
"Apa,! kamu mencintai gadis itu?."
Dan tampa sadar Aby langsung menjawab pertanyaan Nabila.
"Iya, aku sangat mencintainya Ma."
"Mas," ucap Nabila sambil memeluk suaminya. Sementara Abdy berjalang menhampiri Aby lalu berkata.
"Kakak ipar pasti tak akan kenapa -napa, aku yakin itu, kakak ipar itu orang yang sangat kuat," ucap Abdy menyemangati sambil memegan bahu Aby.
Setelah beberapa waktu pintu ruangan pemeriksaan terbuka. dokter pun keluar. Melihat itu dengan segera Aby bertanya soal keadaan Becca.
"Bagaimana keadaan istri saya dokter? apa saya boleh menemuinya?."
__ADS_1
Dokter pun tersenyum lalu berkata.
"Istri anda tidak apa -apa tuan, dia hanya mengalami luka ringan dan sebuah robekan kecil di bagian kepalanya, dan untuk selebihnya kami telah memeriksa semua bagian tubuhnya, kami tidak menemukan luka lainnya, hanya terdapat luka memar di beberapa bagian. Anda boleh menemuinya setelah kami memindahkannya ke ruang perawatan." ucap dokter kemudian berlalu meninggalkan Aby dan anggota keluarganya.
Sementara Doni masih bingun dengan semua yang terjadi. Doni pun mengajak Nabila duduk lalu bertanya.
"Kita duduk dulu sayang."
Nabila pun duduk setelah mendengar ucapan Doni. Setelah Nabila duduk Doni kembali bertanya pada Nabila.
"Sebenarnya apa yang terjadi?, lalu siapa yang kamu panggil menantu?."
Nabila pun melihat ke arah Doni. Lalu mulai menjelaskan semuanya. Setelah selesai menjelaskan Doni pun mengangukkan kepalanya lalu berkata.
"Sepertinya, kisa cinta kita akan terulang kembali."
Mendengar itu Nabila tersenyum sambil menyandarkan kepalanya di dada Doni.
Kini Becca telah di pindahkan ke ruangan perwatan. Nabila dan Doni beserta ke dua putra -putranya ikut masuk ke dalam ruangan yang di tempati Becca.
__ADS_1