
"Apa! Tidak!”
Abdy merasa tidak suka mendengar apa yang baru saja Lisa
katakan, kalau ia ingin kembali ke rumah orang tuanya hanya karna ingin
menghindari ketergodaannya.
“Apa kamu tau Lis, aku menikahimu bukan karna ingin
melakukan hal itu semata, aku menikahimu karna aku sangat mencintaimu dan ingin
selalu bersamamu setiap waktu dan setiap saat, bukan membiarkanmu pulang ke
rumah orang tuamu.” Abdy berkapa pelan namun agak sedikit tegas.
Lisa yang mendengar ucapan suaminya tertegun sejenak menatap
wajah suaminya yang kini terlihat agak sedikit kesal menurutnya.
“Maafkan aku Dy bukan maksud aku ingin membuatmu marah
seperti ini,” ucap Lisa pelan.
Lisa mengira kalau saat ini Abdy tengah marah setelah
mendengar apa yang baru saja ia katakan, ia juga mengira kalau apa yang baru
saja ia katakan kepada Abdy adalah solusi dari apa yang tengah Abdy rasakan
saat ini, namun justru yang ia katakan Abdy sama sekali tidak menyukainya.
Abdy yang mendengar ucapan istrinya yang terlihat menyesali
apa yang baru saja ia katakan, tersenyum mengusap wajah Lisa yang kini terlihat
agak sedih di hadapannya.
“Sudahlah” mengecup lembut dahi Lisa “Akan lebih baik kalau
kita segera istirahat dan sepertinya si tumang juga sudah tidur.”
Abdy kembali menanarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan
juga tubuh Lisa, dan tidak lupa Abdy menarik tubuh Lisa masuk ke dalam
pelukannya.
Lisa nampak bingun mendengar ucapan Abdy yang menyebut si
tumang sudah tertidur, mendokkan wajah melihat ke arah Aby yang kini tengah
mulai menutup wajahnya.
“Dy.” Memanggil.
“Hem.” Abdy hanya menjawab panggilan Lisa.
“Si tumang itu siapa?” mendongak melihat ke arah wajah Abdy.
Abdy yang mendengar pertanyaan Lisa membuka mata dengan
sangat cepat, melihat ke arah wajah Lisa yang kini tengah mendongak melihat ke
arahnya.
“Sudahlah, kamu tidak perlu tau siapa si tumang, akan lebih
baik jika sekarang kamu tidur.” Abdy kembali memeluk tubuh Lisa ketika selesai
mengatakan itu.
Namun Lisa yang terlanjur penasaran ingin mengetahui siapa
sebenarnya si tumang yang sudah tertidur itu, kembali berkata.
“Dy, jawab donk, aku kan penasaran pengen tau, kalau kamu ngak
ngasih tau mata aku tidak akan bisa tertidur dengan pulas, yang ada aku kepiran
terus dengan si tumang itu.”
Lisa mengatakan semua yang tengah ia rasakan saat ini, karna
jujur saat ini ia benar-benar penasaran ingin mengetahui siapa sebenarnya si
tumang ini.
Abdy kembali membuka matanya melihat ke arah wajah Lisa,
dengan senyuman Abdy mengecup lembut bibir Lisa yang kini tidak jauh dari
bibirnya. Abdy melepas pautan bibirnya lalu berkata.
“Apa kamu yakin? Ingin mengetahui siapa si tumang yang
sebenarnya?”
“Aku sangat yakin dan sangat penasaran dengan si tumang.”
“Baiklah aku akan mengatakan siapa si tumang ini,” ucap Abdy
sambil terkekeh pelan melihat ke arah wajah Lisa.
Abdy membuka selimut, lalu meraih tangan Lisa, namun masih
dalam keadaan merebahkan tubuh di atas tempat tidur, lalu memasukkan ke dalam
celana tidur yang ia gunakan.
Lisa membulatkan matanya terkejut melihat apa yang tengah
Abdy lakukan pada tangannya, ia melihat Abdy memasukkan tangannya kedalam
celana yang ia kenakan dan otomatis tangan Lisa menyentuh bagian bawah Abdy. Dan
itu membuat Lisa merasa sangat terkejut.
“Kamu apa-apaan sih Dy,” menarik tangan dari dalam celana
Aby, karna merasa sangat terkejut sekaligu merasa sangat malu dengan apa yang
Abdy lakukan kepada tangannya.
Lisa tidak pernah membayangkan kalau ia akan menyentuh
bagian bawah Abdy dengan tangannya, kesal bercampur malu itulah yang tengah
Lisa rasakan saat ini.
“Loh, kamu yang apa-apaan, bukannya dari tadi kamu yang
ingin tau siapa si tumang itu, sekarang kamu sudah tau siapa si tumang kang?”
menaikkan kedua alis melihat ke arah wajah Lisa yang kini nampak memerah karna
merasa sangat malu dengan apa yang baru saja ia lakukan.
“Sudah tau kan? Iya kan? Si tumang sebanarnya siapa.” Abdy
tidak berhenti meledek Lisa dan itu membuat Lisa terlihat salah tingkah di
hadapan Abdy karna jujur saat ini ia merasa kalau saat ini ia ingin menceburkan
dirinya kedalam bak mandi yang ada di dalam kamar mandi Aby.
“Apaan sih Dy, sudah ah, aku mau tidur.” Lisa menarik
selimut menutupi seluruh tubuh dan wajahnya karna merasa sangat malu, tampa
menyisakan wajahnya sedikit pun untuk Abdy lihat.
__ADS_1
Hahahaha.
Abdy tertawa ketika mendengar ucapan dan tingkah istri yang
terlihat lucu menurutnya.
“Selamat tidur ya Lis, tumang sangat merindukan dan
menantimu.” Abdy ingin membuka selimut yang tengah menutupi wajah istrinya
namun Lisa kembali berkata.
“Jangan gangu aku Dy, aku sangat mengantuk.” Kata Lisa
sedikit meninggi.
Mata hari telah menampakkan sinarnya menyinari masuk lewat
cela tirai jendela kamar Aby dan Becca, Becca mengeliat dari tidurnya karna
merasa silau ketika cahaya matahari meninari matanya.
Heumm.
Becca mengeliat, membuka matanya secara perlahan melihat ke
arah wajah Aby yang masih setia menutup ke dua matanya, Becca tersenyum melihat
ke arah wajah Aby, lalu berkata.
“Selamat pagi suamiku.” Mengecup lembut dahi Aby lalu
mengankat tangan Aby yang kini tengah melingkar sempurna di perutnya.
Becca mengankat tangan Aby karna ia ingin bangun, untuk segera
membersikan diri, namun justru tangan yang ia angkat kini tengah kembali
memeluk tubuhnya dengan sangat erat, bahkan saat ini Aby menyandarkan wajahya
di bahunya.
“By,” memanggil sambil menyentuh wajah Aby yang kini tengah
berada di bahunya.
“Hem, ada apa sayang?” tanya Aby pelan, namun tidak membuka
wajahnya.
“Bangun, ini sudah pagi.” Memainkan jari telunjuk di wajah
Aby.
“Nanti saja bangunnya, lagian semua pasti masih tidur karna
merasa sangat lelah.” Aby memastikan kalau saat ini seluruh penghuni rumahnya
masih tertidur.
“Tapi aku sudaha mau bangun!”
“Nanti saja bangunnya sayang temani aku, aku masih sangat
mengantuk.” Aby kembali memeluk erat tubuh Becca karna merasa sangat mengantuk
setelah selesai melakukan olaraga semalam, mengingat mereka berdua tertidur
sekitar jam 5 subuh setelah olaraga mereka berdua selesai.
Begitupun dengan Abdy dab Lisa, mereka berdua masih saling
berpelukan, menikmati hangatnya pelukan pasangan masing-masing.
Pelan-pelan Abdy membuka matanya tersenyum, melihat ke arah
wajah istrinya yang kini masih setia menutup kedua matanya.
lembut dhinya.
Abdy merasa sangat bahagia sekaligus masih tidak percaya
kalau saat ini Lisa telah benar-benar menjadi istrinya, miliknya untuk
selamanya sampai ajal memisahkan itulah yang terlingtas dalam benak Abdy ketika
melihat wajah orang yang sangat di cintainya kini tengah terlelap di sampinnya
dalam pelukannya.
Lisa yang merasa sebuah elusan dan kecupan mendarat di
wajahnya, membuka matanya secara perlahan, mungkin lupa kalau saat ini ia telah
menikah dengan Abdy sehingga ia nampak sangat terkejut melihat ke arah Aby yang
kini tengah tersenyum melihat ke arahnya, bahkan jarak antara wajah Abdy dan
wajahnya sangat dekat, karna ia merasa deru napas Aby kini tengah mengenai
hidungnya.
“Apa yang kamu lakukan?” mendorong dada Abdy dengan sedikit
keras dan itu membuat Abdy melepas pelukannya.
Abdy yang mendapat dorongan kasar di dadanya mengerutkan
dahi melihat ke arah wajah Lisa yang nampak sedikit bingun melihat ke arahnya,
bahkan saat ini Abdy mulia memikirkan sesuatu yang aneh tentang Lisa yang
mengatakan kalau Lisa memiliki keperibadian ganda, dan susah ia tebak apa
keinginan dan maunya.
“Kamu kenapa Lis?” tanya Abdy yang merasa sangat bingun
melihat tingkah istrinya yang mendorong tubuhnya dengan sedikit kasar.
Lisa berpikir sejenak memikirkan apa yang baru saja ia
lakukan, dan mulai mengingat kalau saat ini ia telah menikah dengan pemuda yang
tengah ia dorong tubuhnya.
“Maafkan aku Dy.” Mendekat tubuhnya ke tubuh Abdy “Aku tidak
sengaja melakukan ini, aku lupa kalau saat ini kamu telah menjadi suamiku.”
Lisa memeluk erat tubuh Abdy ketika selesai mengatakan itu, jujur ia sanga menyesal
dengan apa yang baru saja ia lakukan kepada suaminya.
Mendengar ucapan Lisa yang telah menyadari kesalahannya,
tersenyum lalu berkata, “Sudahlah itu tidak apa-apa, asal kamu jangan sampai
menendang cukup dadaku yang jadi korban pagi ini, dan aku tidak ingin si tumang
juga ikut menjadi korban keganasanmu,” Abdy terkekeh pelan ketika selesai
mengatakan itu karna ia merasa lucu dengan apa yang baru saja ia katakan.
“Baiklah aku mau bangun Dy, mau membersikan diri sekaligus
ganti pembalut, karna aku merasa saat ini pembalutku sudah penuh.” Lisa
menjelaskan apa yang tengah ia rasakan.
“Baiklah.” Abdy melepas pelukannya karna ia juga mengerti
__ADS_1
dengan apa yang tengah Lisa rasakan saat ini, pasti Lisa merasa tidak nyaman
dengan adanya tamu bulanannya saat in, itulah yang terlintas dalam pikiran Abdy
ketika mendengar apa yang di katakan istrinya.
Seminggu telah
berlalu Lisa telah menempati rumah baru yang telah di berikan Hamish olehnya,
Abdy mulai kembali bekerja sama seperti yang ia lakukan sebelumnya, namun saat
ini ia telah memiliki perusahaan sendiri karna ia mendapat bagian warisan dari
kedua orang tunya.
Doni memberikan putranya seperdua harta yang ia miliki,
karna seperduanya adalah milik Aby, meskipun Aby telah menolak apa yang di
berikan orang tuanya, namun sebagia orang tua yang baik Doni dan Nabila membagi
rata semua harta yang ia miliki karna ia tidak ingin ada salah satu dari putranya
yang mengatakan kalau ia pilih kasih, Nabila tidak ingi hal itu terjadi hal
yang akan membuat putranya berpikir seperti itu.
Abdy mulai di sibukkan dengan pekerjaannya di kantor,
sementara Lisa kembali melanjutkan studinya yang sempat ia tunda selama hampir
setahun.
Lisa kembali masuk kuliah karna Abdy yang telah mengurus
semuanya hingga akhirnya ia di terima kembali di kampusnya, dan melanjutakan studinya
yang ingin menjadi seoarang dokter.
Namun lain dengan Becca yang ingin ikut melanjutkan studinya,
ia tidak mendapat izin dari Aby dengan alasan ia tidak ingin Becca terlalu
lelah hingga akhirnya stres karna itu akan menghambat penumbuhan janin di
rahimnya, selain itu Aby juga mengatakan kalau ia tidak perlu melanjutkan
studinya karna ia tidak ingin Becca akan bekerja nantinya jika ia telah lulus
dan mendapat gelar sebagai dokter.
Aby tidak ingin kalau Becca sampai menjadi dokter dan di
sibukkan oleh semua pekerjaannya di rumah sakit dan melupakan semua
pekerjaannya di rumah sebagai istri, itulah yang Aby katakan kepada Becca ketika ia ingin
melanjutkan studinya sama seperti Lisa.
Becca hanya bisa terdiam mendengar semua yang suaminya katakan,
karna memang ada benarnya, semua yang Aby katakan karna jika ia telah mendapat
gelarnya sebagai dokter dan otomatis ia akan mulai di sibukkan oleh semua
pasien dirumah sakit dan melupakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani
Aby dengan baik, yang ada kalau ia tidak melayani Aby dengan baik ia akan
berpaling darinya dan mencari istri yang lebih perhatian kepadanya, itulah yang
terlintas dalan pikiran Becca ketika selesai mendengar semua ucapan suaminya.
Lisa berjalan masuk ke dalam rumahnya, setelah ia pulang
dari kampus, Lisa duduk di kursi ruangan tamunya sambil meletakkan tasnya di
sampin tempat duduknya.
Lisa memegan tengjuk lehernya yang terasa sangat pegal,
sambil melihat ke arah layar hapenya dan melihat apakah ada panggilan dari
suami mesumnya itu, meskipun ia belum pernah melakukan malam pertama dengan
suaminya, namun ia sudah pernah melakukan hal yang tidak pernah ia bayangkan
sebelumnya.
Semalam setelah ia pindah kerumah barunya, Lisa dan Abdy
telah selesai membersikan diri di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar
mereka, mungkin karna Abdy merasa sangat tergoda ketika melihat pemandangan
indah yang Lisa tunjukkan padanya, karna saat mandi mereka berdua mandi bersama
dan basah kuyup di bawah guyuran shower bersama, sehingga ia tidak bisa menahan
hasratnya yang ingin segera mencumbui istrinya.
Abdy yang melihat Lisa masih menggunakan pembalut, berjalan
mendekat ke arah istrinya yang kini masih menggunakan handuk yang masih melilit
di tubuhnya.
Abdy memeluk tubuh Lisa dari belakang dan itu membuat Lisa
merasa sedikit terkejut dengan apa yang tengah Abdy lakukan padanya.
“Apa yang kamu lakukan Dy?” tanya Lisa pelan kembali
menaikkan celana dalamnya, karna sebelum Abdy memeluknya Lisa baru menaikkan
setengah jalan celanya.
“Aku ingin memakanmu.” Ucap pelan Abdy menggigit pelan
telinga Lisa, lalu mengankat tubuh Lisa berjalan ke arah tempat tidur.
Lisa yang melihat Abdy mengankat tubuhnya merasa sedikit
terkejut karna mengingat saat ini ia masih datang bulan.
“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Lisa kembali ketika
melihat suaminya kini tengah membuka handuk yang ia kenakan dan memperlihatkan
bagian kenyalnya yang nampak sangat berisi.
Tampa menjawab pertanyaan istrinya Abdy lansung menindih
tubuh Lisa dan mulai melahap bagian kenyal Lisa, dan mulai melakukan apa yang
ingin ia lakukan.
Lisa yang melihat Abdy melakukan hal itu kepadanya berkata, “Dy,
aku masih datang bulan,” ucap Lisa pelan mengacak rambut Abdy yang kini berada
di hadapannya karna saat ini Abdy mulai sibuk dengan urusannya di bagian kenyal
Lisa.
“Aku tau” mengankat wajah “Dan masih ingat.” Setelah selesai mengatakan itu Abdy memainkan bagian
kenyal Lisa yang kini nampak sangat menggoda menurutnya.
"
__ADS_1