Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.202


__ADS_3

"Apa! Tidak!”


Abdy merasa tidak suka mendengar apa yang baru saja Lisa


katakan, kalau ia ingin kembali ke rumah orang tuanya hanya karna ingin


menghindari ketergodaannya.


“Apa kamu tau Lis, aku menikahimu bukan karna ingin


melakukan hal itu semata, aku menikahimu karna aku sangat mencintaimu dan ingin


selalu bersamamu setiap waktu dan setiap saat, bukan membiarkanmu pulang ke


rumah orang tuamu.” Abdy berkapa pelan namun agak sedikit tegas.


Lisa yang mendengar ucapan suaminya tertegun sejenak menatap


wajah suaminya yang kini terlihat agak sedikit kesal menurutnya.


“Maafkan aku Dy bukan maksud aku ingin membuatmu marah


seperti ini,” ucap Lisa pelan.


Lisa mengira kalau saat ini Abdy tengah marah setelah


mendengar apa yang baru saja ia katakan, ia juga mengira kalau apa yang baru


saja ia katakan kepada Abdy adalah solusi dari apa yang tengah Abdy rasakan


saat ini, namun justru yang ia katakan Abdy sama sekali tidak menyukainya.


Abdy yang mendengar ucapan istrinya yang terlihat menyesali


apa yang baru saja ia katakan, tersenyum mengusap wajah Lisa yang kini terlihat


agak sedih di hadapannya.


“Sudahlah” mengecup lembut dahi Lisa “Akan lebih baik kalau


kita segera istirahat dan sepertinya si tumang juga sudah tidur.”


Abdy kembali menanarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan


juga tubuh Lisa, dan tidak lupa Abdy menarik tubuh Lisa masuk ke dalam


pelukannya.


Lisa nampak bingun mendengar ucapan Abdy yang menyebut si


tumang sudah tertidur, mendokkan wajah melihat ke arah Aby yang kini tengah


mulai menutup wajahnya.


“Dy.” Memanggil.


“Hem.” Abdy hanya menjawab panggilan Lisa.


“Si tumang itu siapa?” mendongak melihat ke arah wajah Abdy.


Abdy yang mendengar pertanyaan Lisa membuka mata dengan


sangat cepat, melihat ke arah wajah Lisa yang kini tengah mendongak melihat ke


arahnya.


“Sudahlah, kamu tidak perlu tau siapa si tumang, akan lebih


baik jika sekarang kamu tidur.” Abdy kembali memeluk tubuh Lisa ketika selesai


mengatakan itu.


Namun Lisa yang terlanjur penasaran ingin mengetahui siapa


sebenarnya si tumang yang sudah tertidur itu, kembali berkata.


“Dy, jawab donk, aku kan penasaran pengen tau, kalau kamu ngak


ngasih tau mata aku tidak akan bisa tertidur dengan pulas, yang ada aku kepiran


terus dengan si tumang itu.”


Lisa mengatakan semua yang tengah ia rasakan saat ini, karna


jujur saat ini ia benar-benar penasaran ingin mengetahui siapa sebenarnya si


tumang ini.


Abdy kembali membuka matanya melihat ke arah wajah Lisa,


dengan senyuman Abdy mengecup lembut bibir Lisa yang kini tidak jauh dari


bibirnya. Abdy melepas pautan bibirnya lalu berkata.


“Apa kamu yakin? Ingin mengetahui siapa si tumang yang


sebenarnya?”


“Aku sangat yakin dan sangat penasaran dengan si tumang.”


“Baiklah aku akan mengatakan siapa si tumang ini,” ucap Abdy


sambil terkekeh pelan melihat ke arah wajah Lisa.


Abdy membuka selimut, lalu meraih tangan Lisa, namun masih


dalam keadaan merebahkan tubuh di atas tempat tidur, lalu memasukkan ke dalam


celana tidur yang ia gunakan.


Lisa membulatkan matanya terkejut melihat apa yang tengah


Abdy lakukan pada tangannya, ia melihat Abdy memasukkan tangannya kedalam


celana yang ia kenakan dan otomatis tangan Lisa menyentuh bagian bawah Abdy. Dan


itu membuat Lisa merasa sangat terkejut.


“Kamu apa-apaan sih Dy,” menarik tangan dari dalam celana


Aby, karna merasa sangat terkejut sekaligu merasa sangat malu dengan apa yang


Abdy lakukan kepada tangannya.


Lisa tidak pernah membayangkan kalau ia akan menyentuh


bagian bawah Abdy dengan tangannya, kesal bercampur malu itulah yang tengah


Lisa rasakan saat ini.


“Loh, kamu yang apa-apaan, bukannya dari tadi kamu yang


ingin tau siapa si tumang itu, sekarang kamu sudah tau siapa si tumang kang?”


menaikkan kedua alis melihat ke arah wajah Lisa yang kini nampak memerah karna


merasa sangat malu dengan apa yang baru saja ia lakukan.


“Sudah tau kan? Iya kan? Si tumang sebanarnya siapa.” Abdy


tidak berhenti meledek Lisa dan itu membuat Lisa terlihat salah tingkah di


hadapan Abdy karna jujur saat ini ia merasa kalau saat ini ia ingin menceburkan


dirinya kedalam bak mandi yang ada di dalam kamar mandi Aby.


“Apaan sih Dy, sudah ah, aku mau tidur.” Lisa menarik


selimut menutupi seluruh tubuh dan wajahnya karna merasa sangat malu, tampa


menyisakan wajahnya sedikit pun untuk Abdy lihat.

__ADS_1


Hahahaha.


Abdy tertawa ketika mendengar ucapan dan tingkah istri yang


terlihat lucu menurutnya.


“Selamat tidur ya Lis, tumang sangat merindukan dan


menantimu.” Abdy ingin membuka selimut yang tengah menutupi wajah istrinya


namun Lisa kembali berkata.


“Jangan gangu aku Dy, aku sangat mengantuk.” Kata Lisa


sedikit meninggi.


Mata hari telah menampakkan sinarnya menyinari masuk lewat


cela tirai jendela kamar Aby dan Becca, Becca mengeliat dari tidurnya karna


merasa silau ketika cahaya matahari meninari matanya.


Heumm.


Becca mengeliat, membuka matanya secara perlahan melihat ke


arah wajah Aby yang masih setia menutup ke dua matanya, Becca tersenyum melihat


ke arah wajah Aby, lalu berkata.


“Selamat pagi suamiku.” Mengecup lembut dahi Aby lalu


mengankat tangan Aby yang kini tengah melingkar sempurna di perutnya.


Becca mengankat tangan Aby karna ia ingin bangun, untuk segera


membersikan diri, namun justru tangan yang ia angkat kini tengah kembali


memeluk tubuhnya dengan sangat erat, bahkan saat ini Aby menyandarkan wajahya


di bahunya.


“By,” memanggil sambil menyentuh wajah Aby yang kini tengah


berada di bahunya.


“Hem, ada apa sayang?” tanya Aby pelan, namun tidak membuka


wajahnya.


“Bangun, ini sudah pagi.” Memainkan jari telunjuk di wajah


Aby.


“Nanti saja bangunnya, lagian semua pasti masih tidur karna


merasa sangat lelah.” Aby memastikan kalau saat ini seluruh penghuni rumahnya


masih tertidur.


“Tapi aku sudaha mau bangun!”


“Nanti saja bangunnya sayang temani aku, aku masih sangat


mengantuk.” Aby kembali memeluk erat tubuh Becca karna merasa sangat mengantuk


setelah selesai melakukan olaraga semalam, mengingat mereka berdua tertidur


sekitar jam 5 subuh setelah olaraga mereka berdua selesai.


Begitupun dengan Abdy dab Lisa, mereka berdua masih saling


berpelukan, menikmati hangatnya pelukan pasangan masing-masing.


Pelan-pelan Abdy membuka matanya tersenyum, melihat ke arah


wajah istrinya yang kini masih setia menutup kedua matanya.


lembut dhinya.


Abdy merasa sangat bahagia sekaligus masih tidak percaya


kalau saat ini Lisa telah benar-benar menjadi istrinya, miliknya untuk


selamanya sampai ajal memisahkan itulah yang terlingtas dalam benak Abdy ketika


melihat wajah orang yang sangat di cintainya kini tengah terlelap di sampinnya


dalam pelukannya.


Lisa yang merasa sebuah elusan dan kecupan mendarat di


wajahnya, membuka matanya secara perlahan, mungkin lupa kalau saat ini ia telah


menikah dengan Abdy sehingga ia nampak sangat terkejut melihat ke arah Aby yang


kini tengah tersenyum melihat ke arahnya, bahkan jarak antara wajah Abdy dan


wajahnya sangat dekat, karna ia merasa deru napas Aby kini tengah mengenai


hidungnya.


“Apa yang kamu lakukan?” mendorong dada Abdy dengan sedikit


keras dan itu membuat Abdy melepas pelukannya.


Abdy yang mendapat dorongan kasar di dadanya mengerutkan


dahi melihat ke arah wajah Lisa yang nampak sedikit bingun melihat ke arahnya,


bahkan saat ini Abdy mulia memikirkan sesuatu yang aneh tentang Lisa yang


mengatakan kalau Lisa memiliki keperibadian ganda, dan susah ia tebak apa


keinginan dan maunya.


“Kamu kenapa Lis?” tanya Abdy yang merasa sangat bingun


melihat tingkah istrinya yang mendorong tubuhnya dengan sedikit kasar.


Lisa berpikir sejenak memikirkan apa yang baru saja ia


lakukan, dan mulai mengingat kalau saat ini ia telah menikah dengan pemuda yang


tengah ia dorong tubuhnya.


“Maafkan aku Dy.” Mendekat tubuhnya ke tubuh Abdy “Aku tidak


sengaja melakukan ini, aku lupa kalau saat ini kamu telah menjadi suamiku.”


Lisa memeluk erat tubuh Abdy ketika selesai mengatakan itu, jujur ia sanga menyesal


dengan apa yang baru saja ia lakukan kepada suaminya.


Mendengar ucapan Lisa yang telah menyadari kesalahannya,


tersenyum lalu berkata, “Sudahlah itu tidak apa-apa, asal kamu jangan sampai


menendang cukup dadaku yang jadi korban pagi ini, dan aku tidak ingin si tumang


juga ikut menjadi korban keganasanmu,” Abdy terkekeh pelan ketika selesai


mengatakan itu karna ia merasa lucu dengan apa yang baru saja ia katakan.


“Baiklah aku mau bangun Dy, mau membersikan diri sekaligus


ganti pembalut, karna aku merasa saat ini pembalutku sudah penuh.” Lisa


menjelaskan apa yang tengah ia rasakan.


“Baiklah.” Abdy melepas pelukannya karna ia juga mengerti

__ADS_1


dengan apa yang tengah Lisa rasakan saat ini, pasti Lisa merasa tidak nyaman


dengan adanya tamu bulanannya saat in, itulah yang terlintas dalam pikiran Abdy


ketika mendengar apa yang di katakan istrinya.


 Seminggu telah


berlalu Lisa telah menempati rumah baru yang telah di berikan Hamish olehnya,


Abdy mulai kembali bekerja sama seperti yang ia lakukan sebelumnya, namun saat


ini ia telah memiliki perusahaan sendiri karna ia mendapat bagian warisan dari


kedua orang tunya.


Doni memberikan putranya seperdua harta yang ia miliki,


karna seperduanya adalah milik Aby, meskipun Aby telah menolak apa yang di


berikan orang tuanya, namun sebagia orang tua yang baik Doni dan Nabila membagi


rata semua harta yang ia miliki karna ia tidak ingin ada salah satu dari putranya


yang mengatakan kalau ia pilih kasih, Nabila tidak ingi hal itu terjadi hal


yang akan membuat putranya berpikir seperti itu.


Abdy mulai di sibukkan dengan pekerjaannya di kantor,


sementara Lisa kembali melanjutkan studinya yang sempat ia tunda selama hampir


setahun.


Lisa kembali masuk kuliah karna Abdy yang telah mengurus


semuanya hingga akhirnya ia di terima kembali di kampusnya, dan melanjutakan studinya


yang ingin menjadi seoarang dokter.


Namun lain dengan Becca yang ingin ikut melanjutkan studinya,


ia tidak mendapat izin dari Aby dengan alasan ia tidak ingin Becca terlalu


lelah hingga akhirnya stres karna itu akan menghambat penumbuhan janin di


rahimnya, selain itu Aby juga mengatakan kalau ia tidak perlu melanjutkan


studinya karna ia tidak ingin Becca akan bekerja nantinya jika ia telah lulus


dan mendapat gelar sebagai dokter.


Aby tidak ingin kalau Becca sampai menjadi dokter dan di


sibukkan oleh semua pekerjaannya di rumah sakit dan melupakan semua


pekerjaannya di rumah sebagai istri, itulah  yang Aby katakan kepada Becca ketika ia ingin


melanjutkan studinya sama seperti Lisa.


Becca hanya bisa terdiam mendengar semua yang suaminya katakan,


karna memang ada benarnya, semua yang Aby katakan karna jika ia telah mendapat


gelarnya sebagai dokter dan otomatis ia akan mulai di sibukkan oleh semua


pasien dirumah sakit dan melupakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani


Aby dengan baik, yang ada kalau ia tidak melayani Aby dengan baik ia akan


berpaling darinya dan mencari istri yang lebih perhatian kepadanya, itulah yang


terlintas dalan pikiran Becca ketika selesai mendengar semua ucapan suaminya.


Lisa berjalan masuk ke dalam rumahnya, setelah ia pulang


dari kampus, Lisa duduk di kursi ruangan tamunya sambil meletakkan tasnya di


sampin tempat duduknya.


Lisa memegan tengjuk lehernya yang terasa sangat pegal,


sambil melihat ke arah layar hapenya dan melihat apakah ada panggilan dari


suami mesumnya itu, meskipun ia belum pernah melakukan malam pertama dengan


suaminya, namun ia sudah pernah melakukan hal yang tidak pernah ia bayangkan


sebelumnya.


Semalam setelah ia pindah kerumah barunya, Lisa dan Abdy


telah selesai membersikan diri di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar


mereka, mungkin karna Abdy merasa sangat tergoda ketika melihat pemandangan


indah yang Lisa tunjukkan padanya, karna saat mandi mereka berdua mandi bersama


dan basah kuyup di bawah guyuran shower bersama, sehingga ia tidak bisa menahan


hasratnya yang ingin segera mencumbui istrinya.


Abdy yang melihat Lisa masih menggunakan pembalut, berjalan


mendekat ke arah istrinya yang kini masih menggunakan handuk yang masih melilit


di tubuhnya.


Abdy memeluk tubuh Lisa dari belakang dan itu membuat Lisa


merasa sedikit terkejut dengan apa yang tengah Abdy lakukan padanya.


“Apa yang kamu lakukan Dy?” tanya Lisa pelan kembali


menaikkan celana dalamnya, karna sebelum Abdy memeluknya Lisa baru menaikkan


setengah jalan celanya.


“Aku ingin memakanmu.” Ucap pelan Abdy menggigit pelan


telinga Lisa, lalu mengankat tubuh Lisa berjalan ke arah  tempat tidur.


Lisa yang melihat Abdy mengankat tubuhnya merasa sedikit


terkejut karna mengingat saat ini ia masih datang bulan.


“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Lisa kembali ketika


melihat suaminya kini tengah membuka handuk yang ia kenakan dan memperlihatkan


bagian kenyalnya yang nampak sangat berisi.


Tampa menjawab pertanyaan istrinya Abdy lansung menindih


tubuh Lisa dan mulai melahap bagian kenyal Lisa, dan mulai melakukan apa yang


ingin ia lakukan.


Lisa yang melihat Abdy melakukan hal itu kepadanya berkata, “Dy,


aku masih datang bulan,” ucap Lisa pelan mengacak rambut Abdy yang kini berada


di hadapannya karna saat ini Abdy mulai sibuk dengan urusannya di bagian kenyal


Lisa.


“Aku tau” mengankat wajah  “Dan masih ingat.” Setelah selesai mengatakan itu Abdy memainkan bagian


kenyal Lisa yang kini nampak sangat menggoda menurutnya.


"

__ADS_1


__ADS_2