Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 117


__ADS_3

Cukup lama mereka, menumpahakan rasa rindu di antara mereka. Hingga akhirnya Aby berkata.


"Sayang, mungkin akan lebih baik kalau kita, meninggalkan tempat ini" setelah mengatakan itu Aby mengengam tangan Becca dengan sangat erat, lalu berlari kecil keluar dari kamar tersebut.


Aby sengaja berjalan dengan sedikit lambat, karna Ia tau Berjalan cepat akan mengpengaruhi kesehatan janin yang ada di dalam kandungan Becca.


Pelan -pelan Aby berjalan duluan menurungi anak tangga. Sementara Becca berada di balik punggun suaminya iku berjalan di belakannya.


Setelah sampai di lantai dasar, dengan segera Aby berjalan ke arah belakan, dimana Ia masuk tadi dan sekarang Ia kembali melewati jalan tersebut dengan sangat aman.


Setelah keluar dari pagar rumah mewah Roy, Aby dan Becca berjalan ke arah mobil, lalu keduanya masuk.


Setelah merasa cukup aman. Aby menghubungi Doni Ayahnya.


Setelah sambungan telponnya tersambung, dengan segera Aby berkata. "Ayah, Becca sekarang bersamaku." Setelah mengatakan itu Aby menutup telponnya.


Lalu kembali memeluk dan menciumi wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, aku sangat takut" mengecup lembut dahi istrinya "Sangat takut terjadi sesuatu yang buruk padamu dan juga calon anak kita. Aku sangat menyayangi kalian berdua lebih dari apapun." setelah mengatakan itu Aby kembali memeluk erat tubuh istrinya.


*****


Setelah mendapat telpon dari putranya. Doni berdiri dari duduknya, lalu berjalan ke arah Hamish, lalu mengatakan sesuatu di telinga Hamish dengan sangat pelan.


"Putri kita sekarang aman bersama Aby." Bisik Doni di telinga Hamish.


Mendengar bisikan itu, Hamish tersenyum. Lalu melihat ke arah Roy yang kini tengah bingun melihatnya. Karna saat ini Roy belum mengetahui kalau Becca telah meninggalkan tempat penyekapannya.


Hamish berjalan ke arah Roy, lalu berkata. "Kamu jangan pernah menggangu kehidupan putriku." menepuk bahu Roy "Sekarang Becca telah berumah tangga."


Setelah mengatakan Itu, Hamish, Doni, beserta seluruh pengawal dan para Body Guarnya keluar, meninggalkan rumah mewah Roy.


Roy yang melihat kepergian mereka semua, tertawa senang dan melebar.


"Ha, ha, ha, kalian semua sangat bodoh, bahkan putrimu yang aku sekap saat ini, tak bisa melakukan apa -apa, kecuali hanya pasrah dan menyerahkan diri padaku." Setelah mengatakan itu Roy kembali tertawa.


Namun tawanya itu lenyap seketika, ketika melihat Kemal berlari ke arahnya dengan wajah yang sangat pucat. Kemal berkata.

__ADS_1


"Maaf, Bos, saat ini Nona muda tak ada dikamarnya." menunduk ketakutan ketika mengatakan itu.


Roy yang tadinya merasa sangat senang dan bahagia. Kini berubah menjadi kesal dan sangat marah. Roy mengambil vas bunga lalu melemparnya ke lantai, lalu berkata.


"Berengsek." Berteriak "Kalian semua telah mempermainkan aku. Tunggu, akan kupastikan kalian semua akan menyesal telah melakukan ini padaku." Setelah mengatakan itu Roy berjalan ke arah kamar yang di tempati Becca di sekap.


Dengan sangat marah Roy masuk, dengan menendang kursi yang tengah Ia banting sebelumnya.


"Berengsek." kembali mengumpat "Siapa yang telah berani masuk ke dalam rumahku tampa sepengetahuanku?" Setelah mengatakan itu Roy, memerintahkan Kemal agar mengumpulkan semua Body Guardnya.


"Kemal, kumpulkan semua para pengawal di lantai bawah." masih nada kesal.


Setelah mengatakan itu Roy berjalan turun ke lantai dasar rumanya. Dengan wajah kesal Roy menurungi anak tangga rumahnya.


Semua para Body Guardnya tengah berkumpul dan berdiri sejajar. Roy datang menghampiri mereka semua, lalu memukul wajah mereka satu persatu.


Plak, Plak, Plak.


Wajah anak buahnya Ia pukuli, bahka diantara anak buahnya ada yang mengeluarkan darah dari hidungnya dan juga di bibirnya. Mendapat pukulan seperti itu dari Bosnya para pengawal Roy memegan wajah, lalu serentak berkata.


"Ampun Bos, maafkan kami." mereka meminta belas kasihan Roy.


"Apa, kalian tau? apa kesalahan kalian? sehingga aku memukul wajah kalian semua." menunjuk pada para pengawalnya.


Para pengawal itu tak tau, dengan apa yang tengah terjadi sehingga mereka saling bertatapan. Namun tidak dengan Kemal dia tau semuanya.


"Memangnya apa yang terjadi Bos?" tanya salah satu pengawal Roy.


Roy melihat ke arah pengawal yang bertanya padanya.


"Heu -em" mendengus "Apa kalian tau siapa yang berani masuk ke dalam rumahku tampa sepengetahuanku?" marah "Lalu membebaska wanitaku."


Mendengar apa yang di katakan Roy para pengawalnya saling tatap menatap, lalu salah satu di antara mereka berkata.


"Maaf, bos, kami tak tau siapa yang telah masuk, lalu membebaskan wanita anda.


Setelah urusan selesai, dengan para pengawalnya, Roy berjalan menuju arah kamarnya lalu masuk. Dengan sangat kesal Roy melempar tubuhnya ke atas tempat tidur.

__ADS_1


Lalu berkata. "Aku bersumpah Becca, kamu tak akan pernah bahagia dengan suaminya. Aku akan menghancurkan hubunganmu itu. Apapun caranya kamu harus tetap menjadi wanitaku. Aku akan menghalalkan segala cara agar kamu dan suamimu terpisahkan.


*****


Setelah keluar dari rumah mewah Roy. Dengan cepat Hamish melangkahkan kakinya menuju arah mobilnya, karna Ia ingin segera menemui putrinya yang sangat Ia rindukan.


Sesampai di depan pintu mobil, dengan segera Hamish membukanya, lalu masuk. Tampa berkata apapun Hamish langsun memeluk putrinya dari sampin.


"Putriku" memeluk "Aku sangat merindukanmu sayang"


"Daddy, aku juga sangat merindukannu" dalam pelukan Hamish "Maafkan aku Dad, karna telah pergi meninggalkanmu tampa memberi kabar." menangis dalam pelukan Hamish.


Hamish melepas pelukannya lalu mengecup lembut dahi putrinya dengan penuh kasih sayang.


Doni yang melihat kasih sayang Ayah dan Anak menjadi terharu. Doni masuk ke dalam mobil. Namun kali ini Ia duduk di kursi depan sampin kemudi, karna saat ini Hamish tengah duduk di tempatnya sambil melepas rindu pada putrinya.


Sementara Aby, tersenyum senang melihat ke arah Becca dan Daddynya yang kini tengah melepas rindu.


Becca tak berenti bermanja -manja pada Daddynya. Hingga Ia lupa kalau saat ini Aby merasa terabaikan.


"Ehem" Aby berdehem, membuat Becca menyadari kalau saat ini suaminya berada di sampinnya.


Becca melihat ke arah Aby yang kini mulai memasang wajah datarnya. Becca meraih lalu mengengam tangan, lalu mengecup lembut punggun tangan Aby, sambil melihat ke arah Daddynya.


Becca pun berkata. "Dad, kenalkan Aby, suamiku" melihat wajah Hamish.


Aby yang mendapat pengakuan dari Becca, mulai memasang wajah sedikit ceria. Sementara Hamish pura -pura ingin mengerjai Aby.


"Suami" nada suara datar "Dad, tak akan mengakui pernikahan kalian" menatap wajah Doni yang kini tengah berbalik melihat ke arahnya. Namun dengan cepat Hamish mengedipkan matanya pada Doni. Doni yang mengerti dari kedipan mata itu kembali melihat ke arah depan.


"Tapi Dad, kami telah menikah."


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2