Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.131


__ADS_3

Aby berjalan keluar dari kamarnya, sementara Becca berjalan ke arah tempat tidur.


jujur saat ini Ia sangat kelelahan, setelah berdebat dengan Daddynya.


Sementara Aby, berjalan turun ke lantai dasar, setelah sampai di lantai dasar.


Aby berjalan ke arah ruangan pribadi Ayah mertuanya.


Aby mengetuk pintu.


Toktoktok.


Aby mengetuk pintu ruangan yang di tempati Hamish Ayah mertuanya.


Mendengar suara ketukan pintu dari luar, Hamish pun berkata.


''Masuk.'' sahut Hamish dari dalam.


Aby memutar knop pintu, lalu masuk.


Melihat menantunya masuk ke dalam ruangannya. Hamish pun berkata.


''Aby, kemarilah.'' melihat ke arah menantunya yang kini tengah berjalan ke arahnya.


Dengan langkah pelan Aby berjalan ke arah Ayah mertuanya, Setelah sampai di depan Ayah mertuanya, Aby duduk.


Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam fikiran Aby saat ini.


Karna jujur saat ini, Aby juga sangat takut dengan apa yang akan Hamish perintahkan


untuknya.


Didalam hati Aby berkata. ''Apa yang akan Ayah mertuaku katakan?


aku sendiri mersasa sangat takut dengan apa yang akan Ia katakan.''


Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam fikiran Aby saat ini.


Bahkan memikirkannya saja Aby merasa sangat takut.


Melihat kegugupan yang tengah menantunya perlihatkan,


Hamish tersenyum, lalu berkata.


''Kamu tak perlu merasa gugup seperti itu, Aku tak akan membuatmu


melakukan hal yang tak di sukai oleh putriku.'' tertawa ''Aku hanya akan menyuruhmu melakukan


sesuatu yang sangat berguna.''


Setelah mengatakan itu, Hamish berdiri dari duduknya,


lalu berjalan ke arah meja kerjanya.


Hamish menarik laci, lalu mengeluarkan dokument yang berwarna biru


dari dalam laci kerjanya.


Setelah mengambil dokument, Hamish kembali bejalan ke arah sopa yang ada di dalam


ruangannya. Hamish meletakkan dokument tersebut, lalu berkata.


''Buka dan baca.'' setelah mengatakan itu Hamish duduk di hadapan Aby.


Aby mengambil dokument tersebut, lalu mualai membaca semua apa yang Ayah mertuanya inginkan.

__ADS_1


Aby menyengitkan dahinya bingun dengan apa yang di inginkan mertuanya.


Aby pun berkata.


''Maksud ini apa Dad?'' menatap wajah Hamish.


Setetah mengatakan itu pada Hamish, Aby kembali melihat semua isi dokumen


yang saat ini tengah Ia pegan.


Mendengar pertanyaan Menantunya, Hamish tersenyum,


lalu berkata.


''Jika kamu bisa, membuat perusahaanku kembali normal,


Aku akan percaya, kalau kamu benar-benar tulus menerima putriku sebagai


pendamping hidupmu. Namun kalau tidak, aku akan membuatmu meninggalkan putriku.''


Hamish sedikit mengancam, namun ancamannya itu


tidaklah berpengaruh buat Aby.


Mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Ayah mertuanya


Aby tersenyum, karna Ia mengirah Hamish akan menyuruhnya melakukan


sesuatu yang tak bisa Ia lakukan.


Dengan langtangnya Aby mengatakan, kalau Ia akan melakukan semuanya.


tampa ada bantuan dari siapapun, karna Aby yakin dengan kemampuannya sendiri.


''Baiklah, Dad, aku akan membuatmu bangga terhadapku.


Aku tak akan, mengisinkan siapapun, menjauhkanku dari istriku dan juga calon anakku.''


Aby menekankan kata menjauhkan, dan itu membuat Hamish tersenyum


bangga, mendengar itu Hmish pun berkata.


''Baiklah, besok kamu bisa memulai pekerjaanmu.'' tersenyum


''Dan waktumu cuman dua bulan, jika dalam waktu dua bulan perusahaan ini


kembali normal, maka aku akan memberikan  hadiah yang tak akan pernah


kalian berdua lupakan.''


Setelah mengatakan itu pada menantunya, Hamish berjalan keluar dari ruangannya.


Karna ada sesustu yang harus Ia kerjakan di luar.


Namun sebelum Ia keluar dari ruangannya,


Hamish kembali berkata.


''Aku percaya padamu.'' menepuk bahu Aby.


*****


Menjelang pagi, Doni tiba di kediamannya. Ia sengaja tak memberitahukan siapa pun, kalau saat ini Ia telah berada di kediamannya.


Doni mengeluarkan Hape dari dalam saku celananya lalu menghubungi Lastri. Setelah sambungan telponnya tersambung dengan segera Doni berkata.

__ADS_1


"Bi, bukain pintu." setengah berbisik "Saat ini aku berada di depan pintu belakang." Doni mengatakan kalau saat ini Ia tengah berada di depan pintu belakang.


Mendengar itu dengan segera Lastri berkata." Baik, Tuan, saya akan segera membuka pintu."


Setelah mengatakan itu, dengan segera Lastri membuka pintu belakang. Berhubung saat ini Lastri tengah menyiapakan segala sesuatu yang akan majikannya makan setelah bangun nanti.


Lastri membuka pintu, dan melihat ke arah majikannya. Lastri pun berkata.


"Tuan! Tuan sudah kembali? apa Nyonya mengetahui ini?" mengambil koper yang tengah Doni pegan.


Mendengar itu Doni berkata.


"Tidak ada yang tau Bi, kalau aku tengah berada di rumah saat ini."


Setelah mengatakan itu, Doni berjalan ke arah kamarnya,


pelan-pelan Doni membuka pintu kamarnya, dan melihat ke dalam kamar.


Namun hasil Doni tak menemukan, orang yang tengah Ia cari.


Doni berjalan masuk, sambil melihat sekeliling.


Doni tersenyum senang ketika mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. pelan-pelan Doni memutar knop pintu kamar mandi, lalu masuk


dengan langkah yang sangat pelan, Doni berjalan ke arah Nabila yang kini tengah mandi.


Nabila sangat terkejut, ketika sebuah tangan kekar tengah melingkar di perutnya.


"Aaa." terkejut "Siapa itu?" berbalik badan "Mas." Nabila merasa sangat senang, ketika melihat Doni kini tengah berdiri di hadapannya.


Nabila berlari memeluk suaminya, ketika tau, kalau yang ada di hadapannya adalah Doni suaminya.


"Kapan Mas pulang?" mendongak "Kenapa tak memberi kabar? aku dan Abdy kan bisa menjemput Mas di bandara."


Mendengar semua pertanyaan yang keluar dari mulut istrinya. Doni pun berkata.


"Sayang." mengecup lembut bibir istrinya "Aku sangat merindukanmu. Aku sengaja tak memberi kabar pada siapapun, karna aku ingin memberi kejutan pada istri tercintaku. Dan, hem, melihatmu dalam keadaan polos seperti ini, membuatku..."


Setelah mengatakan itu Doni mengecup lembut bibir istrinya, dan mulai melakukan ritual yang beberapa hari ini Ia tahan, karna berjauhan dengan sang Istri.


Doni mulai melakukan ritualnya di dalam kamar mandi dan berakhir di atas tempat tidur.


Setelah ritual ke duanya selesai, Doni dan Nabila keluar dari kamar, dan berjalan ke arah kamar yang tengah Lisa tempati menginap.


Melihat istrinya berjalan ke arah kamar tamu, Doni pun berkata.


"Sayang, siapa yang ada di dalam kamar itu?" Doni mengikuti langkah kaki Nabila, menuju arah kamar tamu.


Mendengar pertanyaan suaminya, Nabila tersenyum, lalu berkata.


"Lisa, semalam aku menyuruhnya untuk menginap. Karna Ia menunggu Abdy hingga larut malam, dan apa Mas tau? kemarin Lisa menemaniku seharian di rumah ini. Aku menyukai anak itu." tersenyum "Dan semoga dialah yang akan menjadi pendamping Abdy kelak."


Setelah mengatakan itu Nabila mulai membuka pintu kamar yang tengah Lisa tempati.


"Lisa." Nabila masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Doni di belakangnya.


*


*


*


Jangan lupa like dan komentar ya, kalau kalian suka dengan ceritaku.


Biar aku semakin semangat Upnya

__ADS_1


Terimaksih....


__ADS_2